Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [AYT]     [PL]  [PB] 
 <<  1 Yohanes 4 : 20 >> 

AYT: Jika ada orang yang berkata, "Aku mengasihi Allah", tetapi membenci saudaranya, orang itu adalah penipu. Sebab, orang yang tidak dapat mengasihi saudaranya yang kelihatan, tidak dapat mengasihi Allah yang tidak kelihatan.


TB: Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

TL: Jikalau barang seorang berkata, "Aku mengasihi Allah," dan membenci saudaranya, maka orang itu pendusta, karena orang yang tiada mengasihi saudaranya yang ia tampak, tiadalah dapat ia mengasihi Allah yang belum ia tampak.

MILT: Jika seseorang mengatakan, "Aku mengasihi Allah (Elohim - 2316)," tetapi dia membenci saudaranya, ia adalah seorang pendusta, karena siapa yang tidak mengasihi saudaranya yang ia lihat, bagaimana dia sanggup untuk mengasihi Allah (Elohim - 2316) yang tidak ia lihat?

Shellabear 2010: Jikalau seorang berkata, "Aku mengasihi Allah" padahal ia membenci saudaranya, orang itu bohong. Karena jikalau ia tidak mengasihi saudaranya yang dapat dilihat, maka tidak bisa ia mengasihi Allah yang belum pernah dilihatnya.

KS (Revisi Shellabear 2011): Jikalau seorang berkata, "Aku mengasihi Allah" padahal ia membenci saudaranya, orang itu bohong. Karena jikalau ia tidak mengasihi saudaranya yang dapat dilihat, maka tidak bisa ia mengasihi Allah yang belum pernah dilihatnya.

Shellabear 2000: Jikalau seorang berkata, “Aku mengasihi Allah” padahal ia membenci saudaranya, orang itu bohong. Karena jikalau ia tidak mengasihi saudaranya yang dapat dilihat, maka tidak bisa ia mengasihi Allah yang belum pernah dilihatnya.

KSZI: Jika sesiapa berkata, &lsquo;Aku mengasihi Allah,&rsquo; tetapi dia benci akan saudaranya, dia seorang pendusta. Jika dia tidak mengasihi saudaranya yang dapat dilihatnya, betapa dia mengasihi Allah yang tidak dapat dilihatnya?

KSKK: Jikalau seorang berkata, "Aku mengasihi Allah," sementara ia membenci saudara-saudarinya, ia seorang pendusta. Bagaimana mungkin ia dapat mengasihi Allah yang tidak dilihatnya, sementara tidak mengasihi saudara-saudarinya yang dilihatnya?

WBTC Draft: Jika orang berkata, "Aku mengasihi Allah", tetapi ia membenci saudaranya seiman, maka ia adalah pendusta. Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, ia tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak pernah dilihatnya.

VMD: Jika orang mengatakan, “Aku mengasihi Allah”, tetapi ia membenci saudaranya seiman, maka ia adalah pendusta. Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, ia tidak mungkin mengasihi Allah yang tidak pernah dilihatnya.

AMD: Jika ada orang berkata, “Aku mengasihi Allah”, tetapi ia membenci saudaranya, ia adalah pembohong. Karena, kalau ia tidak bisa mengasihi saudaranya yang dapat ia lihat, bagaimana ia bisa mengasihi Allah yang tidak dapat dilihatnya?

TSI: Kalau seseorang berkata, “Saya mengasihi Allah,” tetapi dia masih membenci saudaranya, maka dia adalah penipu. Orang yang tidak mengasihi saudaranya yang kelihatan tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak kelihatan.

BIS: Kalau seorang berkata, "Saya mengasihi Allah," tetapi ia tidak mengasihi saudaranya, orang itu pendusta. Sebab orang yang tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak dilihatnya.

TMV: Jika seseorang berkata, "Aku mengasihi Allah," tetapi dia membenci saudaranya, orang itu pendusta. Jika seseorang tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin dia dapat mengasihi Allah yang tidak dilihatnya.

BSD: Kalau orang berkata, “Saya mengasihi Allah,” tetapi ia membenci saudaranya, maka ia adalah pembohong. Sebab, kalau ia tidak bisa mengasihi saudaranya yang bisa dilihatnya, apalagi Allah di surga yang tidak dilihatnya. Tentu ia tidak bisa mengasihi-Nya.

FAYH: Jikalau seseorang berkata, "Saya mengasihi Allah," tetapi ia tetap membenci saudaranya, ia pendusta; sebab, jikalau ia tidak mengasihi saudaranya yang ada di hadapannya, bagaimana ia dapat mengasihi Allah yang belum pernah dilihatnya?

ENDE: Djika seorang mengatakan: Aku mengasihi Allah tetapi membentji saudaranja, maka orang itu adalah pendusta. Karena barang siapa tidak mengasihi saudaranja jang dapat dilihatnja, bagaimana bisa ia mengasihi Allah, jang tidak kelihatan kepadanja?

Shellabear 1912: Jikalau seorang berkata, Bahwa aku kasih akan Allah," pada hal dibencinya akan saudaranya, maka orang itu bohong: karena jikalau tiada dikasihinya akan saudaranya yang sudah dilihatnya itu, tiada boleh ia mengasihi Allah yang belum dilihatnya.

Klinkert 1879: Kalau barang sa'orang berkata demikian: Bahwa akoe kasih akan Allah, maka bentjilah ija akan saoedaranja, nistjaja orang itoe pendoesta adanja, karena orang, jang takasih akan saoedaranja jang kalihatan kapadanja, mana bolih ija kasih akan Allah, jang takalihatan kapadanja.

Klinkert 1863: {1Yo 2:4} Maka kaloe barang sa-orang berkata, jang dia tjinta sama Allah, tetapi dia bentji sama soedaranja, itoe orang pendjoesta adanja; karna orang jang tiada tjinta sama soedaranja, jang soedah dia lihat, bagimanakah dia bolih tjinta sama Allah, jang tidak dia lihat?

Melayu Baba: Jikalau satu orang bilang, "Sahya ada kaseh sama Allah," dan bnchi pula dia punya sudara, itu orang satu pmbohong: kerna orang yang t'ada kaseh sama sudara-nya yang dia sudah tengok, ta'boleh kaseh sama Allah yang dia blum tengok.

Ambon Draft: Djikalaw barang sa; aw-rang akan mawu bilang; B/eta tjinta Allah, dan membin-tji sama-suderanja, ijalah sa-awrang pendusta. Karana dji-kalaw ija tijada mengasehi sama-sudaranja, jang ija me-lihat, bagimana ija akan baw-leh tjinta Allah, jang ija tijada melihat.

Keasberry: Maka jikalau barang sa'orang burkata, bahwa aku mungasihi akan Allah, tutapi iya mumbunchikan saudaranya, iya itu pumbohong adanya: kurna orang yang tiada mungasihi saudaranya itu yang tulah dilihatnya, maka bagimanakah kulak iya bulih mungasihi akan Allah yang tiada dilihatnya?

Leydekker Draft: DJikalaw barang sa`awrang berkata, bahuwa 'aku meng`asehij 'Allah, dan 'ija membintjij sudaranja, 'ija 'ada sa`awrang pendusta. Karana sijapa jang tijada meng`asehij sudaranja jang sudah delihatnja, bagimana 'ija sampat meng`asehij 'Allah jang sudah tijada delihatnja?

AVB: Jika sesiapa berkata, “Aku mengasihi Allah,” tetapi dia benci akan saudaranya, dia seorang pendusta. Jika dia tidak mengasihi saudaranya yang dapat dilihatnya, betapa dia mengasihi Allah yang tidak dapat dilihatnya?


TB ITL: Jikalau <1437> seorang <5100> berkata <2036>: "Aku mengasihi <25> Allah <2316>," dan <2532> ia membenci <3404> saudaranya <80> <846>, maka ia adalah <1510> pendusta <5583>, karena <1063> barangsiapa tidak <3361> mengasihi <25> saudaranya <80> <846> yang <3739> dilihatnya <3708>, tidak <3756> mungkin <1410> mengasihi <25> Allah <2316>, yang <3739> tidak <3756> dilihatnya <3708>. [<3754>]


Jawa: Manawa ana wong kang muni: “Aku tresna marang Gusti Allah,” mangka sengit marang sadulure, iku wong goroh. Awit wong kang ora tresna marang sadulure kang kasat mripat, kapriye anggone bisa tresna marang Gusti Allah kang ora katon?

Jawa 2006: Menawa ana wong kang muni, "Aku tresna marang Allah," nanging sengit marang saduluré, iku wong goroh. Awit sapa kang ora tresna marang saduluré kang katon, mokal bisa nresnani Allah kang ora katon.

Jawa 1994: Menawa ana wong muni: "Aku tresna marang Allah," mangka sengit karo seduluré, kuwi goroh. Awit wong sing ora tresna karo seduluré sing kasat mripat, kepriyé enggoné bisa tresna karo Gusti Allah sing ora katon?

Jawa-Suriname: Nèk ènèng wong ngakuné trésna marang Gusti Allah, nanging sengit marang seduluré, wong kuwi tibaké goroh. Lah nèk wongé ora bisa trésna marang seduluré sing dèkné bisa weruh, gèk kepriyé wong kuwi bisa trésna marang Gusti Allah sing dèkné ora bisa weruh?

Sunda: Lamun aya anu majar nyaah ka Allah tapi ngewa ka dulurna, eta teh bohong. Sabab lamun ka dulur anu katenjo bungkeuleukan geus teu nyaah, komo ka Allah, anu henteu tembong.

Sunda Formal: Anu ngaku nyaah ka Allah, tapi ngewa ka pada jalma; eta teh tetela bohongna. Upama ka pada jalma anu aya bungkeuleukanana bae geus teu nyaah, pamohalan bisa nyaah ka Allah anu sipatna gaib.

Madura: Mon oreng ngoca’, "Sengko’ taresna ka Allah," tape ta’ taresna ka taretanna, oreng ganeka lecegan. Sabab oreng se ta’ taresna ka taretanna se etangale, ta’ kera taresna ka Allah se ta’ etangale.

Bauzi: Iho meit nehameam, “Em Ala bake deeli meedamda am bak,” lahamda labe vedi amti vahi Kristus bake tu vuzehi meedam dam totbaho laba deeli meedam vaba gi ahu adat faki meedamda lam aho amu lab gagoho bak lam gi giomim vagedam dàt modem bak. Eho gi neham bak ozome uba labi gagoho bak. Im ba Alam alihi koena aaha vabak. Labiham labe iho meit imti Kristus bake tu vuzehi meedam dam totbaho labe im alihi dihasi aa dihasi aa lahadamda labe aho vedi dam lada lam deeli meedam vab labe ba akati Ala Aho aam biemda laba aho deeli meedà? Labiham biem bak.

Bali: Yening wenten anak sane maosang, mungguing ipun dreda bakti ring Ida Sang Hyang Widi Wasa, nanging ipun geting ring nyamannyane, anake punika mobab. Santukan tan prasida antukipun dreda bakti ring Ida Sang Hyang Widi Wasa, sane tan kantenang ipun, yening ipun tan tresna asih ring nyamanipune sane kantenang ipun.

Ngaju: Amon aton oloh hamauh, "Aku sinta Hatalla," tapi ie dia sinta paharie, oloh te pananjaro. Basa oloh je dia sinta paharie je gitae, dia bakae ie tau sinta Hatalla je dia ie mitee.

Sasak: Lamun sopoq dengan bebase, "Tiang ngasihin Allah," laguq ie ndẽq ngasihin semetonne, dengan nike penduste. Sẽngaq dengan saq ndẽq ngasihin semetonne saq ie serioq, ndẽq mungkin bau ngasihin Allah saq ndẽq ie serioq.

Bugis: Rékko séddié tau makkeda, "Iyya uwamaséiwi Allataala," iyakiya dé’ namaséiwi saudarana, iyaro tauwé pabbelléng. Saba’ tau iya dé’é namaséiwi saudarana iya naitaé, dé’ nakkullé namaséiwi Allataala iya dé’é naitai.

Makasar: Punna nia’ tau angkana, "Kukamaseangi Allata’ala," mingka nakabirisi paranna tau, paballe-ballei anjo taua. Nasaba’ inai-nai tena nakamaseangi paranna tau, iamintu nacinika matanna, tena olona lakkulle nakamaseang Allata’ala, ia tenaya naciniki.

Toraja: Iake den tau ma’kada nakua: Kukamasei tu Puang Matua, apa ungkabiri’ siulu’na, tau iato mo’rang, belanna iatu to tae’ napakaboro’ siulu’na tu natiromo lako, tae’ nakullei nakamasei tu Puang Matua, tu tang natiro lako.

Duri: Pangnguraga to tau ke nakua, "Mpakamoja'na' Puang Allataala", apa te'da napakamoja' padanna tomatappa'. Nasaba' ia pole'raka la napakamoja' to Puang Allataala to te'da nakitai, na ia to padanna tomatappa' to nakita na te'da napakamoja'i.

Gorontalo: Bo wonu woluwo ta hemoloiya deu tiyo motoliango Allahuta'ala bo tiyo moyingo lo wutatiyo ngoimani, tiyo mohimbulowa. Sababu titalotita ta dila motoliango wutatiyo ta o'onto, dila ponga lo akali tiyo motoliango Allahuta'ala ta dila ontongaliyo.

Gorontalo 2006: Wonu ngotaalio moloi̒ya, "Watia motolia̒ngo Allahu Taa̒ala," bo tio diila motolia̒ngo wutatio, tau boito mohimbuloa. Sababu taa udiila motolia̒ngo wutatio tailoo-ntongalio, diila pongalo aakali mowali motolia̒ngo Allahu Taa̒ala tadiila iloontongalio.

Balantak: Kalu isian mian mangaan, “Yaku' molingu'kon Alaata'ala,” kasee i ia mangka'idek utusna sa'angu' kaparasaya'an, mbaka' mian iya'a mimborek. Gause mian men sian molingu'kon utusna men piile'onna, sabole sian molingu'kon Alaata'ala men sian piile'onna.

Bambam: Maka' deem tau muuai: "Ungkamaseiä' Puang Allataala," sapo' ungkahidi' di to matappa', tau ia too kaägä'-ägä'. Aka solana duka' naita ia lako anna tä'i nakamasei, damoaham Ia Puang Allataala tä' diita.

Kaili Da'a: Ane maria samba'a tau manguli, "Aku nompotowe Alatala," tapi i'a nomporau rara sampesuwuna mboto, tau etu topodawa. Ane i'a da'a nompotowe sampesuwuna to nikita matana mboto, natantumo da'a mamala i'a mompotowe Alatala to da'apa sanggani nikitana!

Mongondow: Aka oyuíon intau moguman, "Aku'oi motabi ko'i Allah," ta'e sia diaí motabi ko'i utatnya, yo mo'uboḷ intau tatua. Sin intau inta diaí motabi ko'i utatnya inta ontongonnya makow, tantuí diaíbií doman kuma'an kon akaḷ aka sia motabi ko'i Allah inta diaí inontongnya.

Aralle: Ponna aha tau mangngoatee, "Ungkalemuiä' Puang Alataala," ampo' ungkahiri' solana to mampetahpa', tau yatoo ma'loseng-loseng. Aka' solana ang naita anna dai nakalemui, londonanne' Puang Alataala ang dai naita.

Napu: Hema au manguli: "Kupokaahi Pue Ala," agayana mokahihi halaluna, modongkomi. Lawi ane ia bara mampokaahi halaluna au naita, apa mani Pue Ala au bara naita.

Sangir: Kereu piạu nẹ̌berau, "Iạ kụkěndagu Mawu Ruata," kai i sie wẹ̌ga kuměndagu anạ u sěmbaụ e, ute i sie kai taumata kontiang. Batụu taumata kụ ta kumakěndagu anạ u sěmbaụ e ikẹ̌kasilo, mamben tawe makakoạ kuměndagu Mawu Ruata tai kasasilone.

Taa: Wali anu kita mamporayang pua’i ngkita to samba’a pangaya. Apa ane re'e tau to manganto'o, "Aku kuporayang i Pue Allah," pei tau etu maja'a nakita a'inya to samba'a pangaya, ane ewa see gombonya etu palaku. Apa ane ia taa mamporayang a'inya etu to roomo nakita nu matanya, batuanginya ia taa seja nakurang mamporayang i Pue Allah to taa nakita nu matanya etu.

Rote: Metema hataholi esa nafa'da nae, "Au sue-lai Manetualain", tehu ana ta sue-lai tolano na fa soona, hataholi ndia masapepeko-masandandalik. Nana leomae hataholi ndia memetek tolano na boeo, ana ta sue-lai fan, na neme bee mai a, ana hapu sue-lai Manetualain fo nananita tak ndia.

Galela: So nakoso o nyawa la kanaga yotemo, "Ngohi o Gikimoi towidodara," duma to ona manga dodiao moi ma Kristus wipipiricayaka yaduhudu, ona magena ka yatodamatoko. Sababu o nyawa nagoona nakoso kanaga manga dodiao moi yakokeleloka lo yadodarawa, de idodooha o Gikimoi wikokelelo waasi de widodara.

Yali, Angguruk: Ap misihen, "Allah fahet nindi reg lahi," uruk angge famen are fahet irim toho wereg ahun inowen ele si uruk. Ap san are il fam yet harukon ino indi haruk eleg halug at inowen Allah yet ha fug tohon ino oho indi ha fug teg.

Tabaru: Nako moi yongose 'ato, "Ngoi towisibosono ma Jo'oungu ma Dutu", ma nako koyakisibosonuwa manga 'esa moika, 'ona ge'ena yoelu-eluku. Sababu 'o nyawa gee koyakidorawa manga 'esa moi gee yakida-damakeka, ge'ena kokia 'idadi widora ma Jo'oungu ma Dutu gee kowimake-makewa.

Karo: Adi lit kalak si ngatakenca maka keleng atena Dibata, tapi nembeh atena man seninana, kalak si bage perbual. Sabap kalak si la ngkelengi seninana si idahna, labo tuhu ia ngkelengi Dibata si la idahna.

Simalungun: Anggo adong halak na mangkatahon holong uhurni bani Naibata, hape idomdomi hasomanni, parladung do ai. Ai anggo seng ihaholongi hasomanni na nididahni, Naibata na so nididahni pe, seng boi haholonganni.

Toba: Pargabus do halak na mandok: Holong rohana di Debata; hape dihosomi do donganna. Ai na so mangkaholongi donganna na niidana, tung songon dia ma haholonganna Debata na so niidana?

Dairi: Mula lot kalak mendokken, "Kukekelengi ngo Dèbata," keppèken ikosomi denganna, perluap ngo jelma sibagidi. Mula dengan siniidah oda nikekellengen, tuhu kin mo ia mengkekelengi Dèbata siso nung idah.

Minangkabau: Jikok surang urang bakato, "Ambo mangasiahi Allah," tapi inyo indak mangasiahi sudaronyo, mako urang tu panduto. Dek karano, urang nan indak mangasiahi sudaronyo nan diliyeknyo, indak ka mungkin doh dapek mangasiahi Allah, nan indak diliyeknyo.

Nias: Na so samõsa zanguma'õ, "U'omasi'õ Lowalangi," ba na fatuwu khõnia dalifusõnia, ba no sofaya ia. Bõrõ me niha si lõ mangomasi'õ talifusõnia si tola i'ila hõrõnia, lõ wa tola gõi i'omasi'õ Lowalangi zi lõ irai i'ila hõrõnia.

Mentawai: Oto ké ai sia sipasikukua, "Makaté bagakku ka tubut Taikamanua," tápoi tá aipukakateki sia baga sasarainania, bulat simaboko lé nia. Aipoi sitaipukateki baga sasarainania siitsónia, tá leú te makakaté bagania ka tubut Taikamanua sitaiiitsoketnia.

Lampung: Kik sai jelma cawa, "Nyak mengasihi Allah", kidang ia mak mengasihi puarini, jelma udi buhung. Mani jelma sai mak kenal jama puarini sai diliakni, mak mungkin dapok mengasihi Allah sai mak diliakni.

Aceh: Meunyoe sidroe-droe ureuëng jipeugah, "Ulôn kugaséh Allah," teuma ureuëng nyan hana jigaséh keusyedara jih keudroe, ureuëng nyan tukang meusulet. Sabab ureuëng nyang hana jigaséh syedara jih nyang jikalon keudroe, hana mungken ureuëng nyan hase jigaséh Allah nyang hana deuh jikalon.

Mamasa: Maka' dengan tau kumua: “Ungkamaseina' Puang Allata'alla,” sapo ungkabassiria padanna to mangngorean, tau iatoo to tamantula' tongan. Aka solana dukapa naitanna lako anna tae' nakamasei, la Puang Allata'allamo tae'na naita lako.

Berik: Angtane afa enggam aa jei gam gunurum, "Ai Uwa Sanbagiri ajam nesiktene.", jengga jei jelem afelen mesna jam nesiktababiyeneye, angtane jes galserem jei angtane afaf-afafa. Ai jes gamserem gam ajewer gunurum, ai ga aam temawer ai gunu, angtane jelem afelen mesna jam nesikteyeneiserem jei aa jes gam damtanaram, gam jega jei Uwa Sanbagiri jam damtayanaiserem fas jam nesikteyen.

Manggarai: Émé manga ata taé nenggo’o, “Aku momang Mori Keraéngk,” maik kodo asé-ka’é ca imbin, hia hitu ata nggopét. Ai émé toé momang liha asé-ka’é ca imbin hitut ita dungka, apan kolé Mori Keraéng hitut toé ita liha.

Sabu: Ki nga lii ke heddau, "Ya dhe, do hajha do ddhei ke nga Deo," tapulara adho do hajha nga ddhei nga tuahhu no, ddau na poanne do pote do appi. Rowi ddau do dho hajha do dho ddhei nga tuahhu no do ngadde ri namada, moko bhule dho ke ne rujhara tu no ta nara ta hajha ta ddhei nga Deo do dho ngadde ri namada ne.

Kupang: Kalo orang omong bilang, “Beta sayang sang Tuhan Allah,” padahal dia binci sang dia pung sodara, dia tu, omong kosong sa. Te kalo orang sonde sayang dia pung sodara yang ada di dia pung muka idong, na, karmana ko dia bisa sayang sang Tuhan Allah yang dia balóm parná lia? Sonde mungkin, to?

Abun: Ye gato ki do, an bi sukjimnut sye kas subot Yefun Allah, sarewo an yo bi sukjimnut sye kas subot an bi nji mo Kristus bi rus-i nde yo, ye ne kidar kone, we ye gato ku an bi nji, ete an yo bi sukjimnut sye kas subot an bi nji nde yo, sane bere an bi sukjimnut sye kas subot Yefun Allah gato an yo me su an gro nde sa u ne? Bere yo mo nde.

Meyah: Noba idu ongga agot oida ofa odou okora rot Allah, tina ofa tein efen odou ongga oska skoita efen mohuj ongga Kristen, beda ofa ocuwei mar ojgomu. Jeska erek osnok egens efen odou oska rot efen mohuj Kristen ongga ofa ek gu eiteij, beda ofa odou onokora rot Allah ongga ofa enek gu eiteij tein guru.

Uma: Tauna to mpo'uli': "Kupoka'ahi'-i Alata'ala," pai'-i mpokahuku' moto ompi'-na, boa'-i-tawo'. Apa' ane uma-i mpoka'ahi' ompi'-na to nahilo, peliu–liu-nami Alata'ala to uma nahiloi.

Yawa: Ranivara vatane inta po taune aura pare: “Rimuinyo Amisye ai,” weramu anuga mamuno apa arakova ai, weamo vatano napije aruriat akoe pije. Weye apa arakova pamo po aeno amije rai pije, damu muinyo ai ramu. Weti umba pare muinyo Amisyo po aene jewene Aije, opamo mamaisye ramu.


NETBible: If anyone says “I love God” and yet hates his fellow Christian, he is a liar, because the one who does not love his fellow Christian whom he has seen cannot love God whom he has not seen.

NASB: If someone says, "I love God," and hates his brother, he is a liar; for the one who does not love his brother whom he has seen, cannot love God whom he has not seen.

HCSB: If anyone says, "I love God," yet hates his brother, he is a liar. For the person who does not love his brother whom he has seen cannot love God whom he has not seen.

LEB: If anyone says, "I love God," and hates his brother, he is a liar, for the one who does not love his brother whom he has seen is not able to love God whom he has not seen.

NIV: If anyone says, "I love God," yet hates his brother, he is a liar. For anyone who does not love his brother, whom he has seen, cannot love God, whom he has not seen.

ESV: If anyone says, "I love God," and hates his brother, he is a liar; for he who does not love his brother whom he has seen cannot love God whom he has not seen.

NRSV: Those who say, "I love God," and hate their brothers or sisters, are liars; for those who do not love a brother or sister whom they have seen, cannot love God whom they have not seen.

REB: But if someone says, “I love God,” while at the same time hating his fellow-Christian, he is a liar. If he does not love a fellow-Christian whom he has seen, he is incapable of loving God whom he has not seen.

NKJV: If someone says, "I love God," and hates his brother, he is a liar; for he who does not love his brother whom he has seen, how can he love God whom he has not seen?

KJV: If a man say, I love God, and hateth his brother, he is a liar: for he that loveth not his brother whom he hath seen, how can he love God whom he hath not seen?

AMP: If anyone says, I love God, and hates (detests, abominates) his brother [in Christ], he is a liar; for he who does not love his brother, whom he has seen, cannot love God, Whom he has not seen.

NLT: If someone says, "I love God," but hates a Christian brother or sister, that person is a liar; for if we don’t love people we can see, how can we love God, whom we have not seen?

GNB: If we say we love God, but hate others, we are liars. For we cannot love God, whom we have not seen, if we do not love others, whom we have seen.

ERV: If we say we love God but hate any of our brothers or sisters in his family, we are liars. If we don’t love someone we have seen, how can we love God? We have never even seen him.

EVD: If a person says, “I love God,” but that person hates his brother or sister {in Christ}, then that person is a liar. That person can see his brother, but he hates him. So that person cannot love God, because he has never seen God!

BBE: If a man says, I have love for God, and has hate for his brother, his words are false: for how is the man who has no love for his brother whom he has seen, able to have love for God whom he has not seen?

MSG: If anyone boasts, "I love God," and goes right on hating his brother or sister, thinking nothing of it, he is a liar. If he won't love the person he can see, how can he love the God he can't see?

Phillips NT: If a man says, "I love God" and hates his brother, he is a liar. For if he does not love the brother before his eyes how can he love the one beyond his sight?

DEIBLER: So those who say “I love God” but hate a fellow believer are lying. Those who do not love one of their fellow believers, whom they have seen, certainly cannot be loving God, whom they have not seen.

GULLAH: Ef somebody say e lob God bot e hate e broda, dat one dey ain da taak true. Cause ef some one ain lob e broda wa e beena see, e ain able fa lob God wa e ain neba see.

CEV: But if we say we love God and don't love each other, we are liars. We cannot see God. So how can we love God, if we don't love the people we can see?

CEVUK: But if we say we love God and don't love each other, we are liars. We cannot see God. So how can we love God, if we don't love the people we can see?

GWV: Whoever says, "I love God," but hates another believer is a liar. People who don’t love other believers, whom they have seen, can’t love God, whom they have not seen.


NET [draft] ITL: If <1437> anyone <5100> says <2036> “I love <25> God <2316>” and <2532> yet hates <3404> his <846> fellow Christian <80>, he is <1510> a liar <5583>, because <1063> the one who does <25> not <3361> love <25> his <846> fellow Christian <80> whom <3739> he has seen <3708> cannot <3756> <1410> love <25> God <2316> whom <3739> he has <3708> not <3756> seen <3708>.



 <<  1 Yohanes 4 : 20 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Single Panel

Laporan Masalah/Saran