Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [KSZI]     [PL]  [PB] 
 <<  Roma 7 : 7 >> 

KSZI: Jadi, apakah yang akan kita katakan? Adakah hukum itu dosa? Sama sekali tidak! Memang aku tidak mungkin tahu apa itu dosa kecuali melalui hukum. Kerana aku tidak mungkin tahu apa sebenarnya keinginan jahat jika hukum tidak mengatakan, &lsquo;Jangan ingini milik orang&rsquo;.


AYT: Jadi, apa yang harus kita katakan? Apakah Hukum Taurat adalah dosa? Sekali-kali tidak! Akan tetapi, jika bukan karena Hukum Taurat, aku tidak akan mengenal dosa Aku tidak akan tahu apa itu keserakahan jika Hukum Taurat tidak mengatakan, “Jangan mengingini.”

TB: Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"

TL: Apakah sekarang hendak kita katakan? Hukum Taurat itu dosakah? Sekali-kali tidak. Hanya aku tiada tahu dosa, jikalau tiada sebab hukum Taurat itu, karena tiada aku tahu akan hal tamak, jikalau tiada Taurat itu mengatakan: Janganlah engkau tamak!

MILT: Lalu kita akan mengatakan apa? Apakah torat itu dosa? Tidaklah mungkin! Sebaliknya, aku tidak mengenal dosa, kecuali melalui torat; sebab aku juga tidak mengetahui keinginan, kecuali torat mengatakan, "Jangan mengingini!"

Shellabear 2010: Jadi, apa yang akan kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Justru aku tidak mengenal apa itu dosa kalau tidak ada hukum Taurat. Aku tidak tahu apa itu keinginan jahat kalau tidak ada hukum Taurat yang mengatakan, "Jangan mengingini milik orang lain."

KS (Revisi Shellabear 2011): Jadi, apa yang akan kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Justru aku tidak mengenal apa itu dosa kalau tidak ada hukum Taurat. Aku tidak tahu apa itu keinginan jahat kalau tidak ada hukum Taurat yang mengatakan, "Jangan mengingini milik orang lain."

Shellabear 2000: Jadi, apa yang akan kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Justru aku tidak mengenal apa itu dosa kalau tidak ada hukum Taurat. Aku tidak tahu apa itu keinginan jahat kalau tidak ada hukum Taurat yang mengatakan, “Janganlah engkau mengingini milik orang lain.”

KSKK: Karena itu, dapatkah kita katakan bahwa hukum Taurat adalah bagian dari dosa? Tentu tidak. Namun, aku tidak akan pernah mengenal dosa, jika bukan karena hukum Taurat. Aku tidak akan sadar akan keserakahan jika hukum Taurat tidak mengatakan kepadaku: Jangan mengingini.

WBTC Draft: Kamu mungkin mengira aku berkata bahwa hukum Taurat adalah dosa. Itu tidak benar. Tetapi jika hukum Taurat tidak mengajarkan arti dosa, aku tidak pernah mengerti artinya. Umpamanya jika hukum Taurat tidak mengatakan, "Kamu tidak boleh menginginkan milik orang lain," aku tidak mengetahuinya, bahwa itu salah.

VMD: Kamu mungkin mengira aku berkata bahwa hukum Taurat adalah dosa. Itu tidak benar, tetapi jika hukum Taurat tidak mengajarkan arti dosa, aku tidak pernah mengerti artinya. Umpamanya jika hukum Taurat tidak mengatakan, “Kamu tidak boleh menginginkan milik orang lain,” aku tidak mengetahuinya, bahwa itu salah.

AMD: Jadi, apa yang harus kami katakan? Apakah Hukum Taurat itu dosa? Tentu tidak! Justru aku tahu arti dosa dari Hukum Taurat. Aku tidak akan pernah tahu bahwa mengingini sesuatu yang bukan milikku adalah dosa jika Hukum Taurat tidak berkata, "Kamu tidak boleh mengingini milik orang lain."

TSI: Mungkin ada di antara kalian yang menganggap bahwa saya bermaksud mengatakan, “Hukum Taurat itu tidak baik.” Maksud saya tidak seperti itu! Tetapi kalau Hukum Taurat tidak pernah ada, saya tidak akan pernah mengerti dan sadar akan dosa-dosa saya. Contohnya, kalau Hukum Taurat tidak menuliskan, “Kamu tidak boleh menginginkan milik orang lain,” saya tidak mengetahui bahwa saya bersalah waktu melakukan itu.

BIS: Kalau begitu, apakah yang dapat kita katakan? Bahwa hukum agama Yahudi jahat? Tentu tidak! Tetapi hukum itulah yang mengajar saya tentang dosa. Saya tidak akan tahu tamak itu apa, kalau hukum agama tidak mengatakan, "Janganlah tamak."

TMV: Jika demikian, apakah yang dapat kita katakan? Adakah Taurat itu jahat? Tentu tidak! Tetapi Tauratlah yang menyebabkan aku tahu akan dosa. Jika Taurat tidak mengatakan, "Jangan tamak akan harta orang," aku tidak tahu akan ketamakan.

BSD: Mungkin akan ada orang yang berkata, “Kalau begitu, hukum agama Yahudi itu tidak baik!” Tentu saja pendapat yang demikian tidak benar. Tetapi, memang hukum itulah yang membuat saya tahu mengenai dosa. Saya, misalnya, tidak akan tahu apa itu serakah, kalau di dalam hukum agama tidak ada peraturan, “Jangan serakah.”

FAYH: Lalu, apakah saya seakan-akan bermaksud mengatakan bahwa Hukum Taurat itu jahat? Tentu saja tidak! Hukum itu bukan dosa, tetapi hukum itulah yang menyatakan dosa saya. Dosa-dosa saya, yaitu keinginan jahat yang tersembunyi dalam hati saya, tidak akan saya sadari seandainya tidak ada hukum yang mengatakan, "Janganlah mempunyai keinginan jahat dalam hatimu."

ENDE: Djadi apakah kini hendak kita katakan? Bahwa hukum itu dosa? Tak mungkin. Tetapi dosa itu tiada kukenal, kalau kiranja tidak ada hukum jang menjuruh "djangan kamu inginkan".

Shellabear 1912: Maka bagaimanakah halnya? Hukum taurit itu dosakah? Sekali-kali tidak. Hanya tiada aku tahu akan dosa, melainkan oleh hukum taurit itu, karena tiadalah aku tahu akan tama' kalau tiada taurit itu berkata, "Janganlah engkau tama':"

Klinkert 1879: Maka apakah jang hendak kita katakan? Adakah hoekoem itoe dosa? Didjaoehkan Allah! Maka tidak koeketahoei akan dosa itoe, melainkan olih hoekoem, karena tidak koeketahoei akan kainginan itoe dosa adanja, kalau tiada boenji hoekoem demikian: "Djanganlah kamoe ingin."

Klinkert 1863: Maka sakarang kita maoe kataken apa? itoe toret apa dosa adanja? Didjaoeken Allah. Soenggoeh {Rom 3:20; Ibr 7:18} akoe tiada taoe sama dosa, melainken dari toret; karna tiada akoe taoe sama ingin itoe dosa, kaloe tiada kata toret: {Kel 20:17; Ula 5:21} "Djangan kamoe kepingin."

Melayu Baba: Kalau bgitu apa-kah kita boleh bilang? Hukum-taurit itu dosa-kah? Tidak skali-kali. Ttapi t'ada pun sahya tahu apa-kah dosa kalau tidak oleh hukum-taurit: kerna sahya t'ada tahu apa-kah tma'a jikalau hukum-taurit t'ada bilang, "Jangan-lah angkau tma'a."

Ambon Draft: Apatah pawn kami akan mawu bilang? Adakah Taw-rat itu dawsa? Itu bukan sa-kali! Tetapi sudahlah tijada ku mengenal dawsa-dawsa mela-jinkan awleh Tawrat. Karana akan ka; inginan sudah tijada ku-tahu sabarang apa, djika-law Tawrat sudah tijada bi-lang: Djangan angkaw ber-ingin!

Keasberry: Apakah grangan yang handak dikatakan? Tauret itukah dosa? Dijaukan Allah. Tidak, aku tiada mungataui akan dosa itu, mulainkan ulih tauret: kurna tiada aku mungataui akan nafsu jahat itu, jikalau tiada tauret kata, Janganlah angkau loba.

Leydekker Draft: 'Apatah kalakh kamij 'akan berkata? 'adakah sjarixet Tawrat, 'itu dawsa? palijaslah: behkan sudah tijada 'aku meng`enal dawsa melajinkan 'awleh sjarixet Tawrat. Karana lagi sudahlah tijada 'aku meng`atahuwij ka`inginan 'ada dawsa, djikalaw sudah tijada sjarixet Tawrat bersabda: djangan 'angkaw 'ingin.

AVB: Jadi, apakah yang akan kita katakan? Adakah hukum itu dosa? Sama sekali tidak! Memang aku tidak mungkin tahu apa itu dosa kecuali melalui hukum. Kerana aku tidak mungkin tahu apa sebenarnya keinginan jahat jika hukum tidak mengatakan, “Jangan ingini milik orang.”


TB ITL: Jika demikian <3767>, apakah <5101> yang hendak kita katakan <2046>? Apakah hukum Taurat <3551> itu dosa <266>? Sekali-kali <1096> tidak <3361>! Sebaliknya <235>, justru oleh <1223> hukum Taurat <3551> aku telah mengenal <1097> dosa <266>. Karena <1063> aku <1492> <0> juga tidak <3756> tahu <0> <1492> apa itu keinginan <1939>, kalau <1487> hukum Taurat <3551> tidak <3756> mengatakan <3004>: "Jangan <3361> mengingini <1937>!" [<3756> <1487> <3361> <5037>]


Jawa: Yen mangkono apa sing arep kita gunem? Angger-anggering Toret iku apa dosa? Babar pisan ora! Malah marga saka angger-anggering Toret iku aku nyumurupi dosa. Aku mangsa ngretia bab kamelikan yen angger-anggering Toret ora dhawuh: “Sira aja melik!”

Jawa 2006: Yèn mangkono apa sing arep kita kandhakaké? Apa angger-anggering Torèt iku dosa? Babar pisan ora! Kosok baliné, malah marga saka angger-anggering Torèt iku aku mangerti dosa. Awit aku uga ora ngerti apa kang diarani mélik iku, menawa angger-anggering Torèt ora dhawuh, "Sira aja mélik!"

Jawa 1994: Yèn mengkono, kita arep muni kepriyé? Apa Torèt dhéwé kuwi dosa? Ora! Nanging Torèt kuwi sing marakaké aku ngerti, apa sing diarani dosa mau. Yèn ora ana Angger-anggering Torèt sing muni: "Kowé aja mélik," aku ora ngerti apa sing diarani mélik.

Jawa-Suriname: Nèk wèt-wèt kuwi marakké dosa, tibaké ya ora apik? Ora ngono para sedulur, blas ora. Nanging jalaran sangka wèt-wèt kuwi aku ngerti dosa kuwi apa. Semunggoné nang wèt ora menging: “Aja milik barangé liyané,” aku mesti ya ora ngerti tembung milik kuwi tegesé apa.

Sunda: Lamun kitu, naha ceuk urang Hukum Agama Yahudi teh jahat? Henteu, atuh! Tapi pang sim kuring terang naon ari dosa teh, nya Hukum eta lantaranana. Lamun Hukum Agama henteu nyebutkeun, "Ulah bogoh ka barang batur," sim kuring moal boga pikiran kitu.

Sunda Formal: Kumaha anggapan urang ayeuna? Naha ari Toret teh dosa? Lain! Malah simkuring terang kana dosa teh tina hukum Toret. Simkuring moal terang naon dosana jalma hawek, lamun teu aya hukum Toret anu unina: ‘Maneh ulah hawek.’

Madura: Mon sapaneka, ngoca’a ponapa sampeyan sareng kaula sadaja? Ponapa ngoca’a ja’ hokomma agama Yahudi paneka jahat? Tanto bunten! Nangeng hokom gapaneka se ngajari kaula parkara dusa. Kaula ta’ kera oneng ponapa tama’ paneka, ja’ sakenga hokom ta’ ngoca’, "Ja’ tama’."

Bauzi: Eho amu neha, “Ame lab toedume fi hasi vàmadi esuhu Im Feàna zi labet iba modi iho gi ame im lam etei aihina ahu gukeme geàmu iho faina meedam bak àhàkedalo modem im am bak,” lahame eho lab gagoho bak lam uho aime vedi neha, “Làhà, ame toedume fi hasi vàmadi esuhu Im Feàna zi lam faite,” lahame eba labi gagomda laba eho fa gi nehi gagom bak. Vabà! Um git ozoho. Ame im zi labe ibi iho im ahu adat faina meedalo àhàki ozodamna laba modi ahu gukedamnàme fai vabak. Neham bak. Eho vedi em im neà bak meeda tiba vabi meeda. Lahana ame im zi lam ehe labe eba tau modi, “Faina meedaho,” laham bak modi fi desi em ozobohudem im am bak. Eho ame bak nehi vouhomase. “Na meit vahana a teidemule.” Lahame amu mali gagu fi hasi vàmadi esuhu labe eho etei mei na teidemoho bak lam, “Faina modeho,” laham bak lam eba modi em ozobohudehe im am bak.

Bali: Yening kadi asapunika, napike sane patut baosang malih? Punapike Pidabdab Torate punika dosa? Sampun janten nenten. Nanging sujatinipun Pidabdab Torate punika ngawinang iraga uning ring dosa. Santukan tiang taler tan uning napi sane kawastanin loba, yening tan kakecap ring Pidabdab Torate kadi asapuniki: “Edaja loba.”

Ngaju: Amon kalote en taloh je koan itah? En hukum agama Yehudi te papa? Batantu dia! Tapi hukum jete je majar aku mangasene dosa. Aku dia tau katawan en rimae je bakoho te, jaka dia hukum agama je manyewut "Ela bakoho."

Sasak: Lamun maraq nike, napi saq bau ite ucapang malik? Napi Hukum Taurat nike dose? Pasti ndẽq! Laguq setetune hukum nike saq ngajah tiang mengenai dose. Tiang ndẽq gen nenaoq napi artine melẽt nike, lamun ndẽq tebadaq siq hukum nike, "Ndaq melẽt."

Bugis: Rékko makkuwaitu, agana wedding tapowada? Majaga hukkunna agama Yahudié? Tentu dé’! Iyakiya hukkung ngénnaro pagguruka passalenna dosaé. Dé’ uwissengngi aga iyaro mangowaé, rékko hukkung agamaé dé’ napowadai, "Aja’ mumangowa."

Makasar: Jari punna kamma, apamo lanikana? Lanikana ja’dalaki anjo hukkung-hukkung agama Yahudia? Tantu tena! Mingka iaminjo hukkung-hukkunga angngajarakki’ angngassengi nikanaya dosa. Takuassengai angkana apa anjo nikanaya angngoa, ka’de’ tena nanakana anjo hukkung agamaya, "Teako angngoai."

Toraja: Apara la tapokada totemo? Dosaraka tu Sukaran aluk? Inang tae’ ia to. Sangadinnari tae’ kutandai tu kasalan, kenna tang Sukaran aluk, belanna tae’ kutandai tu kamailuan, kenna tae’ Sukaran aluk kumua: Da mumailu.

Duri: Na ia ke susii joo apara la takua? Takuaraka kumua gaja' to atoranna Nabi Musa? Te'da ia! Apa nnissenmo' dosa, nasaba' kuissen to atoranna Nabi Musa. Ia kenna te'da nadiuki' lan atoranna Nabi Musa kumua, "Danggi' ngkadoangngi apanna padammu rupa tau!", te'da kuissenni to madoang.

Gorontalo: Tantu woluwo tawu ta moloiya mayi odiye, ”Wonu odito, hukum lo Tawurat yito dusa!” Loiya odito boyito ma tantu tilala. U banari deu loli hukum lo Tawurat wau ma lotota lo dusa. Sababu wau olo dila motota wolo boyito umotohilawo lo haku lo tawu wonu hukum lo Tawurat dila longajari mayi odiye, ”Dila potohilawo lo haku lo tawu.” Odito ayati lo hukum lo Tawurat.

Gorontalo 2006: Wonu odito, wolo u mowali polelento? Deu̒ butoo̒ agama lo Yahudi moleeto? Tantu diila! Bo butoo̒ boi-boitolo u longaajali olaatia pasali lodusa. Diila tao̒taawa lowatia wolo uito tamaa̒, wonu butoo̒ lo agama diila loloi̒ya, "Diila mao̒ potamaa̒."

Balantak: Kalu koiya'a, koi upa pinginti'inta? Ba'idek mbali' a ukum Torat? Sabole sian! Gause ukum iya'a a men ninginti'ianku dosa. Sian inti'ionku se' mingkikira'i iya'a sala' kalu ukum Torat sian nambantilkon se', “Alia mingkikira'i upana mian sambana.”

Bambam: Maka' susi, iya la mala haka diua: "Kadake hia päläe' indo Pepaondonganna Musa?" Mannassa anna tä'i la mala diua! Aka indo Pepaondonganna Musa, ia umpaissanniki' dosata. Anu' maka' hapanna la tä' deem pahenta naua: "Daa ummailu anna matinna," iya mannassa anna tä' kao la kuissam kuua kadake hi ia päläe' indo si mailuä' anna matinna.

Kaili Da'a: Jadi ane iwetu bara maria to nompekiri Atura-atura agama etu naja'a. Tapi etu da'a ntoto nakono, sabana nggari Atura-atura agama nanotomo ka kita nuapa to niuli silaka. Ane rapana da'a ria atura agama to nanguli, "Ne'e maino ka mbara-mbara ntau," natantu da'a ninjaniku etu silaka.

Mongondow: Aka natua, yo onu in singogon naton? Mora'at degaí in hukum agama Yahudi? Tantuí diaíbií! Sin hukumbií tatua in notunduí ko'inakoí soaáḷ dosa. Sin diaíbií kinota'auanku onu in sinangoian: "Ibog mo'iliu" aka hukum agama diaí noguman: "Dona'ai motama'a."

Aralle: Tatula' langngena' taoate lahpa'mingkea' di hao mai di Atohanna Musa. Ampo' dai mala tapihki'a' taoatee tahuhu yato Atohang. Tula' ang noa indee dai tahpa'! Aka' setonganna mapia Atohanna Musa, aka' ungngolai yatoo tainsang aka yatoo ang disanga dosa. Hapanganna ke dai aha atohang ang mangngoate, "Dakoa' mala umpemala aka-akanna parammu hupatau," ya' dai la kuinsang kuoate karake yatoo ang aha yaling di inahangku.

Napu: Tauli inona, Kerisitu mokabahake hangko i Aturana Pue Ala au napahawe Musa. Agayana inee tauli: kadake Atura iti. Bara tou lolita iti! Aturana Musa maroa, lawi hangko i Atura iti, taisa apa au rauli dosa. Ane rapana bara ara parenta au manguli: "Inee nupokaelu anu-anuna rangamu," kebara ina kuisa kakadakena hai kamahinana lalungku.

Sangir: Mạeng kerene, kai apạe ipẹ̌berang kitẹ? U torat'u Yahudi e ral᷊aị? Tantu tala! Kai toratẹ̌ ene e mạněntiro si siạ mạanun dosa. Iạ e wẹ̌gawue měnsang anggange kai a, kereu tawẹ toratẹ̌ mẹ̌bẹ̌bera, "Kumbahang měngkai maanggang."

Taa: Wali wimba datato’o mangkonong porenta i Musa? Bara maja’a porenta etu? Gete taa! Apa ane taa porenta i Musa mampaponsanika aku aku tau madosa, aku taa kunsani. Rapanya aku mamporani anu nsa’e, pei ane taa porenta i Musa manganto’o, “Ne’e mamporani anu nsa’e,” wali aku taa kunsani bara taa matao mangika palaong to etu.

Rote: Metema leondiak soona, ita tae le'e bai? Ita tae agama Yahudi hoholo-lalanen mangalau ka do? Tao leo beeo ta! Tehu hoholo-lalanek ndia nde nanoli au de au alelak sala-singo ka. Tao leo bee o au ta bubuluk tenepetak ndia sosoa-ndandaan nae le'e fa, metema agama hoholo-lalanen ta nafa'da nae, "Boso tenepeta."

Galela: Nagala o nyawa kanaga itemo, "Nako ani demo magena de ma ngale o bobita o Gikimoino gena nanga dupa inasikelelo sidago o dupa qatotorou isigaro la o dorou paaka, so o bobita gena asa qatorouka." De ngohi tosango, komagenawa bai! Duma nako ngohi gena tanakowa igogou asa o dorou taakaka, ka cawali o bobita o Gikimoino ngohi idotoka. Ena gena, ngohi asa tanako igogou nakoso todesere de magena o dorou taaka, ka cawali o bobita o Gikimoino o Musa walelefo itemo, "Upa ngini nitesere."

Yali, Angguruk: Ihi ane ari hag toho wereg halug Musa wene fahet siyag awene uk teg? Eleg-o nori, Musa wene apma welahiyon ariyen siyag ane turuk lahiyon fahet an noluk atuk. Musa wene fam, "Hilamin puk fug," ulug komo eneptuk ane hahareg lit werehon ari hahatep fugmu anden helele peruk ane napeleg lalepma wenggel hele fug.

Tabaru: Nako koge'ena de ngone salingou 'okia pongose? 'Ato ngone pongose 'ato 'o besesongo ma Jo'oungu ma Dutuno gee 'o Musa wositota-totara ge'ena 'itorou? Ma gou-goungu ko'uwa! Ma 'o besesongou ge'ena so ngoi tosikanako 'o sowono. Ngoi tanu kotanakowa 'o dopokana ge'ena 'okia nako 'o besesongo ge'ena koingosewa 'ato, "'Uwa 'inatopokana."

Karo: Dage kuga ninta? Undang-undang e kin dosa? Tentu lang! Tapi adi la lit Undang-undang labo aku ngerti kerna dosa. Umpamana, labo kueteh kai ermengga ate adi la ikataken Undang-undang, "Ula ermengga ate!"

Simalungun: Ase sonaha ma hatahononta? Dousa do titah in? Seng sonai! Tapi seng na hutanda dousa, anggo seng marhitei titah in. Ai seng na hubotoh hisap-hisap in, ambit lang ihatahon titah in, “Ulang ho marhahisapon.”

Toba: Antong, beha ma dohononta? Dosa do patik i? Dao ma i! Alai ndang na hutanda dosa i, anggo so marhite sian patik i, ai ndang na botoonku hahisapon i, aut unang didok patik i: "Unang ho marhahisapon!"

Dairi: Nteng bakunè mo pendokkenta? Dosa ngo pati-patiin i? Ngganè, oda ngo bagi! Tapi pati-patiin i ngo petandaken bangku tersèngèt dosa, ai oda kubettoh kin kadè lapaten kata mokkus, ukum oda kin ibagahken pati-patiin i, "Ulang kono mokkus."

Minangkabau: Jikok baitu, apokoh nan dapek kito katokan? Kito katokan paratuaran agamo Yahudi tu jahek? Tantu indak! Tapi, dek karano di paratuaran tu lah, mangkonyo ambo tawu tantang doso. Ambo indak ka tawu doh apo aratinyo cangok, kok indak dek paratuaran agamo Yahudi, nan mangatokan, "Jan lah cangok."

Nias: Na si manõ, ba hadia zi tola taw̃a'õ? Hadia, lõ sõkhi huku agama Yahudi? Tatu tenga! Ba hiza, huku andrõ zamahaõ ya'o sanandrõsa ba horõ. Lõ u'ila hadia wa'olu'alu'a andrõ na lõ imane huku agama, "Bõi olu'alu'a ami."

Mentawai: Oto ké kisedda baí nia, kipangan lé takukua kam? Makataí pá surukatda tai Jahudi néné? Kukua ka matamui, tá makataí. Aipoí surukat néné lé amasipangantru aku akuagai pagalaiat jo. Kelé pagalaiat puaalau baga, bulat ké tá kuaagai, ké tá ikua nia surukat, masikua, "Buí numaalau baga."

Lampung: Kik injuk reno, api sai dapok ram ucakko? Bahwa hukum agama Yahudi jahat? Tantu mawat! Kidang hukum udido sai ngajar nyak tentang dusa. Nyak mak haga pandai serakah udi api, kik hukum agama mak ngucakko, "Dangdo serakah."

Aceh: Meunyoe meunan, peu kheueh nyang jeuet tapeugah? Bahwa huköm agama Yahudi nyan jeuhet? Teuntée hana! Teuma huköm nyan kheueh nyang purunoe ulôn keuhai desya. Ulôn hana teuma lôn teupeu peue nyang teupeugah ngon leuha nyan, meunyoe huköm agama Yahudi hana jipeugah, "Bék kheueh leuha."

Mamasa: Ianna susi too, la malarika dikua: “Kadake Pepa'guruanna Musa?” Manassa anna tae'. Sangngadinna Pepa'guruanna Musa umpaissanniki' kasalaanta. Annu tae' la kuissanan kumua kadakeria ke mailui tau kela tae' dengan parenta nakua: “Pemalikoa' mailu.”

Berik: Afa ga gam jes gamserem, nei ga bas nesa bili nelem inibe? Hukumu jei ke kapka? Fasfasus! Jengga enggam, Hukumu jei ams towas-towastana etam-etama kapkaiserem jem temawer. Hukumu ga enggam gunu, "Apgal jigala angtane nafsimana, ipsama bilt ilem inibe." Jengga enggam, aiba uskambara bili alem inibe. Afa Hukumu gam as jam towas-towastayana, ai ajam towasweyan enggame jigala angtane nafsimana ai alem inibe jes agam bilirim, jeiserem jei ga etam-etama kapkaiserem jes ajam eyebili.

Manggarai: Émé nggitu gi, apa ata kudut tombo lité? Cala manga ndékokn wintuk Taurat hitu? Toé ta! Ali lut wintuk Taurat aku pecing ndékok. Ai aku kolé toé pecing apa belek hitu, émé wintuk Taurat toé ré’ing “Néka belek!”

Sabu: Ki do mina harre ke, ne nga ke ne do nara ta pale ri di? Ta do apa nga kerewe ke ne uku aigama Yahudi ne? Bhara tatu do adho mina harre. Tapulara ri uku do naanne ke ne do ajhe ya jhara lua lubhu harro nga menyilu. Adho ri ya do medae ta toi ne nga ne do lii ta lala nga hopa ne, kita adho he do pale ri uku aigama ne, "Bhole rihi lala nga hopa."

Kupang: Jadi kotong mau bilang apa? Mangkali bosong pikir bilang, “Atoran yang Tuhan kasi sang Musa tu, sala!” Sonde! Te kalo beta sonde mangarti itu atoran, sonde mungkin beta mangarti hal-hal yang sonde batúl dalam beta pung hati. Conto ke, ada atoran yang bilang, “Jang kapingin mau ame orang pung milik.” Ma karmana beta bisa tau kapingin macam bagitu tu, sala, kalo beta sonde tau ada dia pung atoran? Sonde bisa!

Abun: Sane, bere men kibot ye Yahudi bi sukduno-i ne sa u ne? Sukduno ne ibit bado? Sane nde re. Sukduno ne da ndo, sarewo ji jam sukduno ne anato ós ji subere ji jam suk gato ji ben ibit ne, ondeyo bere ji jam nde re. Sato sukduno ne ki do, "Men gro sye wa nai ye yi bi suk nde," anato ji jam do, ji do gro sye wa nai ye yi bi suk it yo, bere siri re.

Meyah: Erek koma jefeda rineya jeska iwa rimejeka rot oida, "Hukum Musa bera erek mar ongga oska ei?" Erek koma jinaga guru. Hukum insa koma bera orocunc gu didif rot oida dedin mar ongga oska enahif fob. Jeska hukum insa koma bera agot rot oida, "Iwa idou eneftirir keingg rot rusnok enjgineg rerin mareibra guru." Jefeda didif dijginaga rot oida erek mudou ongga eftirir keingg rot mareibra, beda koma bera erek didif dutunggom mar ongga oska fob.

Uma: Ta'uli' we'i Kristus mpobahaka-ta ngkai Atura Pue'. Aga neo' ta'uli' hewa toi: dada'a-hana Atura Pue'. Uma makono lolita toe! Atura Pue' lompe', apa' ngkai Atura Pue' toe ta'inca napa to rahanga' jeko'. Ane rapa'-na uma ria parenta to mpo'uli': "Neo' mpokahina anu doo," ke uma-hawo ku'incai kadada'a-na hina to hi rala nono-ku.

Yawa: Maisyare so, weamo Ananyao Musa mamo wamo rauranare rui? Indako Ananyao Musa mamo ngkove ramu rako? Indati jewen! Weramu Ananyao Musa wemirati mo ayao kakai raura ti syo raen kakavimbe. Maisyare so: Musa apa ananyao inta mare, “Vemo nanuga ntento vatano kaijinta apa anakotaro apaura rai jinya.” Weramu ranivara ananyao umaso mamo mewen datire, indati inanto taune sya bekero ngkakainoanive raije ramu. Weti ananyao so mo sya ayao kakaije raroron indamu syo raen.


NETBible: What shall we say then? Is the law sin? Absolutely not! Certainly, I would not have known sin except through the law. For indeed I would not have known what it means to desire something belonging to someone else if the law had not said, “Do not covet.”

NASB: What shall we say then? Is the Law sin? May it never be! On the contrary, I would not have come to know sin except through the Law; for I would not have known about coveting if the Law had not said, "YOU SHALL NOT COVET."

HCSB: What should we say then? Is the law sin? Absolutely not! On the contrary, I would not have known sin if it were not for the law. For example, I would not have known what it is to covet if the law had not said, You shall not covet.

LEB: What then shall we say? [Is] the law sin? May it never be! But I would not have known sin except through the law, for I would not have known covetousness if the law had not said, "Do not covet."

NIV: What shall we say, then? Is the law sin? Certainly not! Indeed I would not have known what sin was except through the law. For I would not have known what coveting really was if the law had not said, "Do not covet."

ESV: What then shall we say? That the law is sin? By no means! Yet if it had not been for the law, I would not have known sin. I would not have known what it is to covet if the law had not said, "You shall not covet."

NRSV: What then should we say? That the law is sin? By no means! Yet, if it had not been for the law, I would not have known sin. I would not have known what it is to covet if the law had not said, "You shall not covet."

REB: What follows? Is the law identical with sin? Of course not! Yet had it not been for the law I should never have become acquainted with sin. For example, I should never have known what it was to covet, if the law had not said, “You shall not covet.”

NKJV: What shall we say then? Is the law sin? Certainly not! On the contrary, I would not have known sin except through the law. For I would not have known covetousness unless the law had said, "You shall not covet."

KJV: What shall we say then? [Is] the law sin? God forbid. Nay, I had not known sin, but by the law: for I had not known lust, except the law had said, Thou shalt not covet.

AMP: What then do we conclude? Is the Law identical with sin? Certainly not! Nevertheless, if it had not been for the Law, I should not have recognized sin {or} have known its meaning. [For instance] I would not have known about covetousness [would have had no consciousness of sin or sense of guilt] if the Law had not [repeatedly] said, You shall not covet {and} have an evil desire [for one thing and another].

NLT: Well then, am I suggesting that the law of God is evil? Of course not! The law is not sinful, but it was the law that showed me my sin. I would never have known that coveting is wrong if the law had not said, "Do not covet."

GNB: Shall we say, then, that the Law itself is sinful? Of course not! But it was the Law that made me know what sin is. If the Law had not said, “Do not desire what belongs to someone else,” I would not have known such a desire.

ERV: You might think I am saying that sin and the law are the same. That is not true. But the law was the only way I could learn what sin means. I would never have known it is wrong to want something that is not mine. But the law said, “You must not want what belongs to someone else.”

EVD: You might think that I am saying that sin and the law are the same thing. That is not true. But the law was the only way I could learn what sin means. I would never have known what it means to want something wrong. But the law said, “You must not want {things that belong to other people}.”

BBE: What then is to be said? is the law sin? in no way. But I would not have had knowledge of sin but for the law: for I would not have been conscious of desire if the law had not said, You may not have a desire for what is another’s.

MSG: But I can hear you say, "If the law code was as bad as all that, it's no better than sin itself." That's certainly not true. The law code had a perfectly legitimate function. Without its clear guidelines for right and wrong, moral behavior would be mostly guesswork. Apart from the succinct, surgical command, "You shall not covet," I could have dressed covetousness up to look like a virtue and ruined my life with it.

Phillips NT: It now begins to look as if sin and the Law were the same thingcan this be a fact? Of course it cannot. But it must be admitted that I should never have had sin brought home to me but for the Law. For example, I should never have felt guilty of the sin of coveting if I had not heard the Law saying "Thou shall not covet".

DEIBLER: Someone might object, saying, “…The laws that God gave Moses must be evil if our sinful desires are increased because of our knowing those laws. [MTY]./Are not the laws that God gave Moses evil if they stir up our sinful desires?†” [MTY, RHQ] I would reply that they certainly are not evil, even though our sinful desires are increased. What I would reply is that I, for example, realized that what I was doing was sinful only becauseof what is written {Moses wrote} in those laws. For example, I realized that coveting is sinful only because he wrote in those laws [PRS], “You must not covet.”

GULLAH: Well den, wa we fa say? De Law sin? No, de Law ain sin tall! A ain been fa know wa sin da, ef de Law ain show me. A ain been fa know dat e ain right fa cobish ef de Law ain been say, “Ya mus dohn cobish nottin.”

CEV: Does this mean that the Law is sinful? Certainly not! But if it had not been for the Law, I would not have known what sin is really like. For example, I would not have known what it means to want something that belongs to someone else, unless the Law had told me not to do that.

CEVUK: Does this mean that the Law is sinful? Certainly not! But if it had not been for the Law, I would not have known what sin is really like. For example, I would not have known what it means to want something that belongs to someone else, unless the Law had told me not to do that.

GWV: What should we say, then? Are Moses’ laws sinful? That’s unthinkable! In fact, I wouldn’t have recognized sin if those laws hadn’t shown it to me. For example, I wouldn’t have known that some desires are sinful if Moses’ Teachings hadn’t said, "Never have wrong desires."


NET [draft] ITL: What <5101> shall we say <2046> then? Is the law <3551> sin <266>? Absolutely <1096> not <3361>! Certainly, I would not <3756> have known <1097> sin <266> except <1487> through <1223> the law <3551>. For <1063> indeed I would not <3756> have known what it means to desire <1939> something belonging to someone else if <1487> the law <3551> had <3004> not <3361> said <3004>, “Do <1937> not <3756> covet <1937>.”



 <<  Roma 7 : 7 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Single Panel

Laporan Masalah/Saran