Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [MAMASA]     [PL]  [PB] 
 <<  Markus 9 : 26 >> 

Mamasa: Mallai siami inde setangnge napasiolaan kumillong-killong anna umpopa'kalumpiri'-piri' inde anakke, susimi to mate diita napolalan buda tau kumua: bonno'mi.


AYT: Setelah menjerit dan mengguncang-guncangkan anak itu dengan hebat, roh itu keluar. Anak itu terlihat seperti mayat sehingga orang banyak berkata, "Dia mati!"

TB: Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: "Ia sudah mati."

TL: Lalu keluarlah setan itu sambil berteriak dan membanting-bantingkan dia terlalu sangat, maka budak itu kelihatan seperti orang mati, sehingga kebanyakan orang berkata, "Sudah mati ia."

MILT: Dan sambil berteriak dan mengguncangkannya berkali-kali, roh najis itu keluar, dan anak itu menjadi seperti orang mati, sehingga banyak orang mengatakan bahwa dia sudah meninggal.

Shellabear 2010: Kemudian sambil membuat anak itu kejang-kejang hebat, keluarlah setan itu sambil berteriak. Anak itu menjadi seperti orang mati, sehingga banyak orang berkata, "Ia meninggal!"

KS (Revisi Shellabear 2011): Kemudian sambil membuat anak itu kejang-kejang hebat, keluarlah setan itu sambil berteriak. Anak itu menjadi seperti orang mati, sehingga banyak orang berkata, "Ia meninggal!"

Shellabear 2000: Kemudian sambil membuat anak itu kejang-kejang hebat, keluarlah roh jahat itu sambil berteriak. Anak itu menjadi seperti orang mati, sehingga banyak orang berkata, “Ia meninggal!”

KSZI: Roh itu menjerit dan membuat tubuh anak itu terkejang-kejang, lalu keluar daripada anak itu. Anak itu kelihatan seperti mayat lalu semua orang berkata, &lsquo;Dia sudah mati.&rsquo;

KSKK: Roh jahat itu menguncang-guncangkan anak itu dan dengan berteriak keras roh itu keluar dari padanya. Anak itu kelihatannya seperti mayat, dan banyak orang yang mengatakan, "Ia Sudah mati."

WBTC Draft: Roh itu menjerit, membuat anak itu terguncang-guncang kejang lalu roh itu keluar. Anak itu tergeletak kaku sehingga orang mengatakan, "Ia sudah mati."

VMD: Roh itu menjerit, membuat anak itu terguncang-guncang kejang lalu roh itu keluar. Anak itu tergeletak kaku sehingga orang mengatakan, “Ia sudah mati.”

TSI: Roh jahat itu berteriak, dan menggoncang-goncangkan anak itu dengan keras, lalu keluar. Anak itu kelihatan seperti mati, jadi orang banyak yang menyaksikannya berkata, “Dia sudah mati.”

BIS: Roh jahat itu berteriak, lalu membuat badan anak itu kejang-kejang, kemudian keluar dari anak itu. Anak itu kelihatan seperti mayat sehingga semua orang berkata, "Ia sudah mati!"

TMV: Roh jahat itu berteriak dan membuat anak itu berkejang-kejang, lalu keluar daripada anak itu. Anak itu kelihatan seperti mayat sehingga semua orang berkata, "Dia sudah mati!"

BSD: Roh jahat itu berteriak, lalu membuat anak itu kejang, kemudian keluar dari anak itu. Anak itu kelihatan seperti mayat sehingga semua orang berkata, “Ia sudah mati!”

FAYH: Setan itu menjerit dengan suara yang mengerikan dan mengguncang anak itu sekali lagi, lalu pergi. Anak itu terbaring dan tidak bergerak, seperti orang mati. Orang banyak saling berbisik, "Ia sudah mati."

ENDE: Dan sambil berteriak dan membanting-banting anak itu, setan itupun keluar daripadanja. Anak itu kelihatan seperti majat, sehingga orang banjak itu berpikir bahwa ia sudah mati.

Shellabear 1912: maka berteriaklah ia serta mengharu budak itu terlalu sangat, lalu keluarlah ia: maka budak itu rupanya seperti orang mati, sehingga kebanyakan orang berkata, "Sudah mati."

Klinkert 1879: Maka mendjeritlah ija, dipontang-pantingkannja sangat akan boedak itoe, laloe kaloewarlah, maka boedak itoepon salakoe orang mati, sahingga kata beberapa orang soedah mati ija.

Klinkert 1863: Maka itoe setan betrejak dan seret-seret sangat sama dia, lantas kaloewar; maka itoe anak djadi saperti mati, sampe banjak orang bilang, dia soedah mati.

Melayu Baba: Itu jin bertriak-triak, dan banyak tarek-tarek sama itu budak, bharu dia kluar: dan itu budak mnjadi sperti orang mati bgitu; sampaikan kbanyakan orang kata, "Sudah mati."

Ambon Draft: Bagitupawn dengan ba-tareak dan dengan rabe ban-ting dijha sangat-sangat, kaluwarlah ija deri padanja; dan djadilah ka; anak itu sama satu awrang mati, sampe lagi ba-njak awrang kata. jang ija sudah mati.

Keasberry: Maka burtreaklah hantu itu, surta dipuntang pantingkannya sangat akan dia, lalu kluarlah deripadanya: maka adalah budak itu sapurti laku orang mati; maka sampielah kata orang yang sa'banyak itu, sudah mati dia.

Leydekker Draft: 'Arkijen maka kaluwarlah 'ija, sambil berterijakh dan menggontjang dija sangat: maka djadilah 'anakh 'itu salaku 'awrang mati, sahingga katalah 'awrang banjakh, bahuwa 'ija sudah mati.

AVB: Roh itu menjerit dan membuat tubuh anak itu terkejang-kejang, lalu keluar daripada anak itu. Anak itu kelihatan seperti mayat lalu semua orang berkata, “Dia sudah mati.”


TB ITL: Lalu keluarlah <1831> roh itu sambil berteriak <2896> dan <2532> menggoncang-goncang <4682> anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti <5616> orang mati <3498>, sehingga <5620> banyak <4183> orang yang berkata <3004>: "Ia sudah mati <599>." [<2532> <4183> <2532> <1096> <3754>]


Jawa: Dhemite banjur metu karo jerit-jerit, bocahe dieweng-eweng sakatoge, nganti katon kaya bocah mati, malah akeh wong kang alok: “Bocahe wis mati.”

Jawa 2006: Roh iku banjur metu kalawan jerit-jerit sarta ngobat-abitaké bocahé, déné bocahé dadi kaya mati, nganti wong akèh padha ngarani, "Bocahé wus mati."

Jawa 1994: Dhemit mau banjur njerit seru banget, bocahé digawé ngececeng-ngececeng, banjur metu saka bocah mau. Bocahé kaya mati, nganti kabèh padha ngarani yèn bocahé wis mati.

Jawa-Suriname: Demité terus metu karo njerit-njerit lan botyahé ngetyetyeng-ngetyetyeng terus niba kaya wong mati. Wong-wong mikiré botyahé mati tenan.

Sunda: Eta roh jahat ngagerung sarta budakna disina jeger, ti dinya eta roh jahat teh kaluar. Budak teh katenjona mani kawas mayit, nepi ka ceuk sarerea, "Geus paeh!"

Sunda Formal: Gancang eta roh jahat teh kaluar bari ngoceak jeung ngagubag-gabig eta budak nemen pisan. Katembongna, eta budak teh, lir paeh bae; nepi ka cek jelema-jelema teh, geus paeh.

Madura: Erroh jahat jareya atharat, na’-kana’ gella’ epaceng-ngaraceng badanna, laju kalowar. Kana’ jareya katon akantha mayyit, ban reng-oreng padha ngoca’, "Mate, la."

Bauzi: Lahame labi mali ooteha ame setan labe ame daboseà laba neo modi geàda. Gagada. Kehanabu vaoda. Labi modi tufa tufadume vou esmozi ab itaham. Lahana damat aaha ame daboseà lam koeisoti uloholi bisdam bak aahemu, “Eloho,” lahame àvodi ab gagodamam.

Bali: Sambilang ipun jerit-jerit tur muntag-mantigang anake alit punika, setane punika medal saking anake alit punika. Anake alit punika lemet sakadi sawa pakantenanipun, kantos anake pada pakrimik: “Suba mati!”

Ngaju: Roh papa te mangkariak, palus mawi bitin anak te keje-kejer, limbah te balua bara anak te. Anak te ampie kilau hantu uras kare oloh hamauh, "Ie jari matei!"

Sasak: Roh jahat nike nyurak, dait awak kanak nike kojor-kojor, beterus sugul lẽman kanak nike. Kanak nike penggitan maraq mayit sehingge selapuq dengan bebase, "Ie sampun milinang!"

Bugis: Gorani iyaro roh majaé, nainappa napatojoi watakkaléna iyaro anana’é, nappa massu polé ri anana’éro. Iyaro anana’é pada-padani ujué riita, angkanna makkeda sininna tauwé, "Maténi!"

Makasar: Ammarrammi anjo roh ja’dalaka, nampa napa’jari ka’doro’ kalenna anjo anaka, nampa assulu’. A’jari pi’lasa’mi anjo anaka, sangkamma maya’ nicini’, sa’genna nakana ngaseng taua, "Matemi!"

Toraja: Sunmi tu deata melalla-lalla sia napopa’parondo-rondo tongan, anna susi bangmo to mate ditiro tu pia, naurunganni buda tau kumua: matemo.

Duri: Melallakmi joo setang, namane' mpandasai joo pea namangkaluttete'. Mangkai joo, messunmi lan mai joo pea. Ia joo pea susi bangmo tomate. Buda tau ssangai kumua matemi.

Gorontalo: Lati boyito ma lokaluwari mao to tawu boyito wolo uwuwa-wuwatio wawu helopo-lopomanti mao oliyo wolo uto'otutuwa. Tawu boyito ma lowali odelo ta ma yilate, sambe ngohuntuwa tawu hipoloiyawa odiye, ”Tiyo ma yilate.”

Gorontalo 2006: Rohu u moleeto boito malo nguatio̒, tulusi lohutu wawao̒ lowalao̒ boito hemo pohelu-heluto, lapatao̒ tio mailumualo lonto walao̒ boito. Walao̒ boito oontonga debo odelo milate tilinggula ngoa̒amila tau hipo loi̒yawa, "Tio mailate!"

Balantak: Meena iya'a nangkakaro' ka' nompoporoson tia nunggugurkon wakana anak iya'a, kasi no'umuar. Anak iya'a somo koi mian lapus piile'on, tamban mian biai' norobu taena, “Daamo, lapusmo ile'e i ia.”

Bambam: Iya messubum eta siaham indo setam napasindum kumissä' anna undodä'i indo änä'-änä', iya diita siahanni anggasannam to mate. Iya budam tau muuai: "Matem."

Kaili Da'a: Nangepe etu nesuwumo seta etu ante nongare pade nombajuanaka mpakagai ngana etu. Iwetu seta nesuwu nggari ja'ina ngana etu ewa tomate, sampe tau dea nanguli, "Namatemo i'a."

Mongondow: Dimukud mora'at tatua nomaḷuí bodongka sinorondoínya awak in adií tatua, bo iḷumuai nongkon adií tatua. Ontongon naídon onda bo mayat in adií tatua, sahingga ing komintandon intau nosingog, "Minatoidon sia!"

Aralle: Yato setang mekoha, mane umpasikalalla'i kalaena yato änä'. Puhai, ya' malaing yaling mai di kalaena. Indee änä', noa liung ang mate, lambi' mai'di tau mangngoatee, "Mateng!"

Napu: Monganga-nganga tokadake, mampoporada-rada anangkoi iti, pane melohomi. I pelohona tokadake, barapi mokale-kale anangkoi iti, nodomi au mate, alanda bosa tauna manguli: "Matemi!"

Sangir: Tangu rohkẹ̌ dal᷊akị e měngkatewe nẹ̌pal᷊ehe mase nipẹ̌kahimběsọ u wadangu rariọ e, bọu e simẹ̌bang bọu rariọ ene. Dariọ e pandaěng seng mẹ̌sul᷊ungu kasuang hakịu kal᷊awokange taumata e němpẹ̌berau, "I sie seng nate!"

Taa: Wali ojo karoonya i Yesu manganto’o gombo etu, measa etu kaboo pasi mangika see ana etu mapari kojo wo’u kanjonjo-njonjo. Roo see measa miyai muni yako resi ana etu, panewa ana etu mawali ewa tau mate. Wali tau boros manganto’o, “Ia matem!”

Rote: Dula dale mangalauk ndia ana nggasi boema, ana tao na ni'iana ndia ao na hela holoduku, basa boema ana kalua neme ni'iana ndia dalek mai. Mete ni'iana ndia soona, sama leo mamate sa, de nalosa basa hataholi la bekola lae, "Ni'iana maten so!"

Galela: O toka magena imatoore de o ngopa awi rohe magena iira de ifoloi witirine kali, de gila-gila o toka magena isupu o ngopa magenano. So o ngopa una magena koloko wosoneka, sidago o nyawa yangodu itemo, "Una magena wosoneka bai!"

Yali, Angguruk: Yanggalfagma siyag angge inowen ele hum toho uruk lit malik ino miyaloho kinangma yinggi feselug wilip atfag. Wilip atfagma malik ino warehon hag toho yinggig lit werehen ap anggolo arimanowen yet hibareg, "War aha," uruk latfag.

Tabaru: 'O tokata ge'ena 'ima'orese, ge'enaka de yadiai 'o ngowaka ma roese ge'ena 'ipatilanga, 'asa de 'isupu 'o ngowaoka ge'ena. So 'o ngowaka ge'ena 'isoka 'isongenukou, sigado 'o nyawa 'iodumu yongose 'ato, "'Una wosongenukou!"

Karo: Emaka nderkuh setan e idampes-dampeskenna anak e, jenari ndarat ia. Ndarat setan e emaka anak ndai nggo bali ras mait, seh maka nterem pe kalak ngatakenca maka ia nggo mate.

Simalungun: Gabe mandoruh ma setan ai, ipantompaskon ma dakdanak ai lanjar luar ma. Hira bangkei mando dakdanak ai, pala buei halak na mangkatahon, “Domma matei ia.”

Toba: Gabe mangangguhi ma i, huhut gogo ma ibana disaratsarat, laos ruar ma, jala songon na mate do anak i, pola lan do mandok: Nunga tos hosana.

Dairi: Mendengkuk mo tendi sètan idi, ipegenggeng mo daging anak idi, nai karuar mo ia bai anak idi nai. Bagè bangkè nai ngo idahen daging anak idi, gabè karina kalak mendokken, "Enggo matè ia."

Minangkabau: Roh jahek tu mamakiak, badan paja tu kajang-kajang dibuweknyo, kudian barulah inyo kaluwa dari paja tu. Paja tu lah saroman mayik, kasadonyo urang bi mangatokan, "Inyo lah mati!"

Nias: Mu'ao wa'abõlõ zi lõ sõkhi si ra'iõ andrõ, ifadõgõ mboto nono, aefa da'õ irõi. Hulõ zi no mate nono andrõ irege fefu niha lamane, "No mate ia!"

Mentawai: Iageti pugereinangan leú et ketsat sikataí néné, pangit-ngitnangan nia, lepá belanangan leú et ka tubut toga néné. Ituitsó tubut toga néné, bulat kéan lé simamatei, pat kuaddangan nia sangamberidda sipasiiitsó, "Ailangóan nia!"

Lampung: Ruh jahat udi mekik, raduni nyani badan sanak udi kejang-kejang, kak raduni luah jak sanak udi. Sanak udi keliakan injuk mayat sehingga sunyinni ulun cawa, "Ia radu mati!"

Aceh: Roh jeuhet nyan jiklik, dan tuboh aneuëk nyan laju meulawan-lawan sira teubot-bot, óh lheueh nyan laju jiteubiet lam tuboh aneuëk nyan. Aneuëk nyan deuh lagée manyét sampoe ureuëng nyang meuhudom nyan jipeugah, "aneuëk nyan ka maté!"

Berik: Jepga bwat kapka jeiserem ga gwarna, tane jeiserem ga gin-gintene uskambar, ane ga mirtetefala. Tane jeiserem jei ga enggam etamwena anggwa futunu gamserem. Ane jepga angtane uskambar jeiserem ga aane balbabili, "Tane aaiserem maa, futu."

Manggarai: Itu kali pé’angn jing da’at hitu cang agu ciékn agu panci-péncarn liha anak koé hitu. Anak koé hitu mana rapu taran, wiga do kéta ata curup: “Hia poli matan.”

Sabu: Ta peka ke ne wango do naanne, jhe pekepangnge-pangnge ne ihi naiki do naanne. Ta heleo ne naiki do naanne, hala dho ke mii do made he, hakku ta lii ke ne ddau he hari-hari, "Alla ke pemade no!"

Kupang: Dengar Yesus omong bagitu ju, itu setan batarea karás-karás. Dia bekin itu ana jato tahela-hela, baru kaluar kasi tenga sang dia. Ju itu ana faraku sama ke su mati sa. Sampe orang dong di situ baꞌomong bilang, “Naa! Dia su mati!”

Abun: Semda ne saiye nggi, ete semda ne ben pa ne kaim kokro, pa gro kakwo kas, orge semda ne syesyar kadit pa ne. Semda syesyar kadit pa ne sa, pa yo ram o nde, ben sato pa kaim tepsu yekri mukri. Sane yé mwa ne ki do, "Pa ne kwop it anare."

Meyah: Ainsa koma tein efena ofogog koma ois mar rot oga eteb noba eredma, beda orogna jeska oforoka efes insa koma odou efesi. Beda oforoka efes egens koma ahca gu mebi erek anggos. Jefeda rusnok rineya rusujohu rot oida ofa agos fob.

Uma: Pe'au-nami ana' toei, kakapadi–padi woto-na, pai' malai-mi anudaa'. Kamalai-na anudaa', uma-pi molengo ana' toei, hewa tomate-imi, alaa-na wori' to mpo'uli': "Mate-imi!"

Yawa: Anawayo kakaije munanto akoeve, mo arikainye umawe aveti anasine ntampopot ai, umba musyo aora. Naije arikainye umaso anakea manin dave maisyare kakaije wemaisy, weti vatano wanui ware kakai to.


NETBible: It shrieked, threw him into terrible convulsions, and came out. The boy looked so much like a corpse that many said, “He is dead!”

NASB: After crying out and throwing him into terrible convulsions, it came out; and the boy became so much like a corpse that most of them said, "He is dead!"

HCSB: Then it came out, shrieking and convulsing him violently. The boy became like a corpse, so that many said, "He's dead."

LEB: And it came out, screaming and convulsing [him] greatly, and he became as if [he were] dead, so that most [of them] said, "He has died!

NIV: The spirit shrieked, convulsed him violently and came out. The boy looked so much like a corpse that many said, "He’s dead."

ESV: And after crying out and convulsing him terribly, it came out, and the boy was like a corpse, so that most of them said, "He is dead."

NRSV: After crying out and convulsing him terribly, it came out, and the boy was like a corpse, so that most of them said, "He is dead."

REB: It shrieked aloud and threw the boy into repeated convulsions, and then came out, leaving him looking like a corpse; in fact, many said, “He is dead.”

NKJV: Then the spirit cried out, convulsed him greatly, and came out of him. And he became as one dead, so that many said, "He is dead."

KJV: And [the spirit] cried, and rent him sore, and came out of him: and he was as one dead; insomuch that many said, He is dead.

AMP: And after giving a [hoarse, clamoring, fear-stricken] shriek of anguish and convulsing him terribly, it came out; and the boy lay [pale and motionless] like a corpse, so that many of them said, He is dead.

NLT: Then the spirit screamed and threw the boy into another violent convulsion and left him. The boy lay there motionless, and he appeared to be dead. A murmur ran through the crowd, "He’s dead."

GNB: The spirit screamed, threw the boy into a bad fit, and came out. The boy looked like a corpse, and everyone said, “He is dead!”

ERV: The evil spirit screamed. It caused the boy to fall on the ground again, and then it came out. The boy looked as if he was dead. Many people said, “He is dead!”

EVD: The {evil} spirit screamed. The spirit caused the boy to fall on the ground again, and then the spirit came out. The boy looked like he was dead. Many people said, “He is dead!”

BBE: And after crying out and shaking him violently, it came out: and the child became like one dead; so that most of them said, He is dead.

MSG: Screaming, and with much thrashing about, it left. The boy was pale as a corpse, so people started saying, "He's dead."

Phillips NT: The spirit gave a loud scream and after a dreadful convulsion left him. The boy lay there like a corpse, so that most of the bystanders said, "He is dead."

DEIBLER: The evil spirit shouted, it shook the boy violently, and then it left the boy. The boy did not move. He seemed like a dead body. So many of the people there said, “He is dead!”

GULLAH: De ebil sperit mek de boy holla loud. E shrow de boy down wid bad fits an den e come outta de boy. De boy leddown pon de groun like dead man. An plenty people taak say e done dead.

CEV: The spirit screamed and made the boy shake all over. Then it went out of him. The boy looked dead, and almost everyone said he was.

CEVUK: The spirit screamed and made the boy shake all over. Then it went out of him. The boy looked dead, and almost everyone said he was.

GWV: The evil spirit screamed, shook the child violently, and came out. The boy looked as if he were dead, and everyone said, "He’s dead!"


NET [draft] ITL: It shrieked <2896>, threw <4682> him into <4682> terrible <4183> convulsions <4682>, and <2532> came out <1831>. The boy looked <1096> so much like <5616> a corpse <3498> that <5620> many <4183> said <3004>, “He is dead <599>!”



 <<  Markus 9 : 26 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Single Panel

Laporan Masalah/Saran