Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [SB2000]     [PL]  [PB] 
 <<  1 Korintus 7 >> 

Tentang pernikahan (7:1-16)

1Sekarang mengenai perkara-perkara yang telah kamu tuliskan dalam suratmu. Memang ada baiknya juga jika laki-laki tidak menikah.

2Akan tetapi, oleh sebab adanya godaan percabulan, hendaklah setiap laki-laki mempunyai istri dan setiap perempuan mempunyai suami sendiri-sendiri.

3Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap istrinya, demikian juga istri terhadap suaminya.

4Istri tidak berwenang atas tubuhnya sendiri, melainkan suaminya. Demikian juga suami tidak berwenang atas tubuhnya sendiri, melainkan istrinya.

5Karena itu janganlah kamu menahan kehendak masing-masing dalam hal melakukan hubungan suami istri, kecuali jika kamu sudah sepakat melakukannya hanya untuk seketika lamanya, dengan maksud supaya ada kesempatan bagi kamu untuk berdoa. Kemudian setelah itu kamu harus bersama-sama lagi, supaya kamu jangan digoda oleh Iblis, sebab kamu tidak dapat berlama-lama menahan diri.

6Aku bukan memberi perintah, melainkan hanya memberi izin.

7Memang keinginanku ialah agar semua orang sama seperti aku. Tetapi masing-masing orang sudah menerima karunianya sendiri dari Allah, untuk yang seorang karunia ini dan untuk yang lainnya karunia itu.

8Meskipun demikian, inilah anjuranku kepada para bujang dan para janda. Alangkah baiknya jika mereka tetap tinggal dalam keadaan mereka, sama seperti aku.

9Tetapi jika mereka tidak dapat menahan diri, hendaklah mereka menikah. Karena lebih baik menikah daripada hangus terbakar oleh hawa nafsu.

10Sedangkan kepada orang-orang yang sudah menikah, demikianlah pesanku (sesungguhnya bukan aku, melainkan Tuhan yang berpesan): Janganlah istri memisahkan diri dari suaminya.

11Tetapi jika ia sudah terlanjur meninggalkan suaminya, hendaklah ia tetap tinggal dalam keadaan tidak bersuami, atau berdamai dengan suaminya. Demikian pula, janganlah suami menceraikan istrinya.

12Kepada yang lainnya, aku, bukan Tuhan, berkata: Jika ada seorang saudara seiman telah beristrikan orang yang tidak beriman, sedangkan istrinya itu tetap mau hidup bersama-sama dengannya, janganlah ia menceraikannya.

13Demikian pula halnya dengan perempuan yang telah bersuamikan orang yang tidak beriman. Jika suaminya itu tetap mau hidup bersama-sama dengannya, janganlah ia meninggalkannya.

14Karena suami yang tidak beriman itu telah disucikan oleh istrinya dan istri yang tidak beriman itu telah disucikan oleh suaminya. Jika tidak demikian, niscaya anak-anakmu adalah anak-anak najis. Tetapi sekarang mereka adalah anak-anak yang suci.

15Akan tetapi, jika orang yang tidak beriman itu mau memisahkan diri, biarkanlah mereka berpisah. Dalam hal ini, saudara atau saudari kita yang seiman itu sudah tidak terikat lagi. Tetapi kita dipanggil Allah untuk hidup dalam perdamaian.

16Karena hai istri, bagaimana kamu dapat mengetahui kalau-kalau kamu akan menyelamatkan suamimu? Atau bagaimana kamu dapat mengetahui, hai suami, kalau-kalau kamu akan menyelamatkan istrimu?

Hidup dalam keadaan seperti waktu dipanggil Allah (7:17-40)

17Akan tetapi, sebagaimana telah dikaruniakan Tuhan kepada masing-masing orang ketika ia dipanggil Allah, hendaklah ia tetap dalam keadaannya itu. Demikianlah telah kutentukan dalam semua jemaah.

18Maksudnya, apabila seseorang telah dikhitan pada waktu ia dipanggil, maka janganlah ia menghilangkan tanda-tanda khitanannya. Demikian pula dengan seseorang yang tidak berkhitan pada waktu ia dipanggil, janganlah ia dikhitan.

19Karena baik berkhitan maupun tidak berkhitan sama-sama tidak penting, tetapi yang terpenting ialah menaati perintah-perintah Allah.

20Jadi, hendaklah masing-masing orang tetap tinggal dalam keadaannya seperti ketika ia dipanggil.

21Jika pada waktu engkau dipanggil engkau adalah seorang hamba, jangan engkau menghiraukan keadaanmu itu. Tetapi apabila engkau memperoleh kesempatan untuk menjadi orang yang merdeka, lebih baik engkau menerimanya.

22Karena seseorang yang dipanggil bagi Tuhan pada waktu ia masih menjadi hamba adalah orang yang merdeka di hadapan Tuhan. Demikian juga pada waktu orang yang merdeka dipanggil, ia adalah hamba Al Masih.

23Kamu sudah dibeli dengan harga yang mahal. Jadi, janganlah kamu menjadi hamba manusia.

24Hai Saudara-saudaraku, bagaimana pun keadaan tiap-tiap orang pada waktu dipanggil, hendaklah ia tetap tinggal dalam keadaan itu di hadapan Allah.

25Sekarang mengenai para gadis. Aku tidak memperoleh perintah dari Junjungan Yang Ilahi, tetapi aku dapat memberikan suatu keputusan, sebagaimana layaknya seorang yang telah mendapat rahmat Tuhan dan yang telah menjadi orang kepercayaan-Nya.

26Oleh sebab kesukaran yang ada sekarang ini, sebaiknya seseorang tetap tinggal seperti apa adanya.

27Adakah engkau terikat pada seorang istri? Janganlah engkau berusaha menceraikannya! Atau adakah engkau tidak terikat pada seorang istri? Janganlah engkau mencari istri!

28Meskipun begitu, jika engkau menikah juga, engkau tidak berdosa. Demikian pula jika seorang gadis menikah, ia tidak berdosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan terkena kesusahan-kesusahan duniawi, dan yang kukehendaki ialah supaya kamu terhindar dari kesusahan-kesusahan itu.

29Inilah maksudku, hai Saudara-saudaraku: Waktunya sudah singkat. Pada masa ini, orang-orang yang beristri harus hidup seolah-olah tidak beristri;

30demikian pula mereka yang menangis seolah-olah tidak menangis, mereka yang bergembira seolah-olah tidak bergembira, mereka yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli,

31dan mereka yang memakai barang-barang yang ada di dunia ini seolah-olah tidak memakainya, karena kefanaan dunia ini sedang lenyap.

32Aku menghendaki agar kamu tidak hidup dalam kekhawatiran. Karena orang yang tidak beristri akan menujukan perhatiannya pada perkara-perkara Tuhan, yaitu bagaimana ia menyenangkan Tuhan.

33Tetapi orang yang beristri akan menujukan perhatiannya pada perkara-perkara dunia ini, yaitu bagaimana ia menyenangkan istrinya.

34Dengan demikian, perhatiannya akan terbagi-bagi. Perempuan yang tidak menikah atau para gadis akan menujukan perhatian mereka pada perkara-perkara Tuhan, supaya mereka menjadi suci baik tubuh maupun ruh. Tetapi perempuan yang bersuami akan menujukan perhatiannya pada perkara-perkara dunia ini, yaitu bagaimana ia menyenangkan suaminya.

35Aku berkata demikian demi kebaikanmu dan bukan untuk membatasi kebebasanmu, supaya kamu hidup tertib dan tetap bekerja untuk Tuhan dengan tidak ada gangguan.

36Tetapi jika seseorang berpikiran bahwa tidak baik berlaku demikian atas gadisnya, bahwa gadisnya itu sudah lewat umur, dan bahwa mereka harus menikah, maka biarlah ia berbuat seperti yang dikehendakinya — biarlah mereka menikah. Dalam hal ini, ia tidak berdosa.

37Akan tetapi, jika seseorang telah menetapkan hatinya, tidak merasa terpaksa melainkan merasa bebas menentukan kehendaknya sendiri, dan sudah memutuskan untuk tidak menikah dengan seorang gadis, maka perbuatannya itu pun baik.

38Dengan demikian, orang yang menikahi gadisnya berbuat baik. Sedangkan orang yang tidak menikah, berbuat lebih baik lagi.

39Seorang istri terikat kepada suaminya selama suaminya itu masih hidup. Akan tetapi, jika suaminya meninggal, maka bebaslah ia. Ia boleh menikah dengan siapa saja yang dikehendakinya, tetapi orang itu haruslah orang yang di dalam Al Masih.

40Tetapi menurut pendapatku, perempuan itu akan lebih berbahagia jika ia tetap tinggal dalam keadaannya. Aku berpendapat, bahwa aku pun mempunyai Ruh Allah.



 <<  1 Korintus 7 >> 


Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Single Panel

Laporan Masalah/Saran