Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [SB2000]     [PL]  [PB] 
 <<  Yohanes 1 >> 

Kalam yang telah menjadi Manusia (1:1-18)

1Kalam telah ada dari mulanya. Kalam itu bersama-sama dengan Allah, dan Kalam itu adalah Allah.

2Sejak semula Kalam itu bersama-sama dengan Allah.

3Segala sesuatu dijadikan oleh-Nya dan dari segala yang ada, tidak ada sesuatu pun yang dijadikan tanpa Dia.

4Hidup itu ada di dalam Dia, dan hidup itu adalah terang manusia.

5Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan tidak dapat mengalahkannya.

6Ada seorang utusan Allah bernama Yahya.

7Ia datang untuk memberi kesaksian mengenai terang itu, supaya melalui kehadirannya semua orang dapat percaya.

8Ia bukanlah terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian mengenai terang itu.

9Terang yang benar, yang menerangi setiap orang, datang ke dalam dunia.

10Ia ada di dalam dunia, bahkan dunia ini dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.

11Ia datang kepada milik-Nya sendiri, tetapi orang-orang milik-Nya itu tidak menerima-Nya.

12Tetapi kepada orang-orang yang menerima-Nya diberi-Nya hak untuk menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya kepada nama-Nya.

13Kelahiran mereka bukan dari darah, bukan dari keinginan daging, dan bukan dari keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

14Kalam itu telah menjadi manusia lalu tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diterima-Nya sebagai Sang Anak Tunggal yang datang dari Sang Bapa, penuh dengan anugerah dan kebenaran.

15Nabi Yahya pun memberi kesaksian tentang Dia, katanya, “Inilah orang yang kukatakan, ‘Dia yang datang kemudian setelah aku melebihi aku, karena Dia sudah ada lebih dahulu sebelum aku.’”

16Dari kelimpahan-Nya, kita semua sudah menerima anugerah demi anugerah.

17Karena Kitab Suci Taurat disampaikan melalui Nabi Musa, tetapi anugerah dan kebenaran datang melalui Isa Al Masih.

18Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah; Sang Anak Tunggal, yaitu yang ada di pangkuan Sang Bapa, Dialah yang telah menyatakan-Nya.

Kesaksian Nabi Yahya tentang dirinya sendiri (1:19-28)

19Inilah kesaksian Nabi Yahya pada waktu orang-orang Israil dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang Lewi untuk bertanya kepadanya, “Siapakah engkau?”

20Ia mengaku dan tidak menyangkal, pengakuannya demikian, “Aku bukanlah Al Masih.”

21Mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, siapakah engkau? Nabi Ilyaskah?” Jawabnya, “Bukan!” “Engkaukah nabi yang akan datang?” Jawabnya, “Bukan!”

22Lalu kata mereka kepadanya, “Siapakah engkau? Kami harus memberikan jawaban kepada orang-orang yang mengutus kami. Apa katamu tentang dirimu sendiri?”

23Kata Nabi Yahya, “Akulah orang yang menyeru-nyerukan suaraku di padang gurun, ‘Luruskanlah jalan bagi Tuhan,’ sebagaimana telah disampaikan melalui Nabi Yasyaya.”

24Di antara mereka ada pula beberapa orang utusan dari mazhab Farisi.

25Mereka bertanya kepadanya, “Jika engkau bukan Al Masih, bukan Nabi Ilyas, dan juga bukan nabi yang akan datang, mengapa engkau mempermandikan orang?”

26Jawab Nabi Yahya kepada mereka, “Aku mempermandikan dengan air. Tetapi di antaramu berdiri Dia, yang datang setelah aku, dan yang tidak kamu kenal.

27Aku sendiri pun tidak layak untuk membuka tali kasut-Nya.”

28Semua perkara itu terjadi di Bait Ani, di seberang Sungai Yordan, tempat Nabi Yahya mempermandikan orang.

Nabi Yahya menunjuk kepada Isa (1:29-34)

29Pada keesokan harinya, Nabi Yahya melihat Isa datang kepadanya. Lalu Nabi Yahya berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah yang mengangkat dosa dunia.

30Dialah yang kumaksudkan ketika aku berkata, ‘Setelah aku akan datang seseorang yang melebihi aku, karena Ia sudah ada lebih dahulu sebelum aku.’

31Sebelumnya aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi untuk itulah aku datang dan mempermandikan dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israil.”

32Nabi Yahya pun memberi kesaksian, katanya, “Aku telah melihat Ruh Allah turun dari surga seperti burung merpati dan berdiam di atas-Nya.

33Sebelumnya aku sendiri pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang menyuruh aku supaya aku mempermandikan dengan air, telah bersabda kepadaku, ‘Apabila engkau melihat Ruh Allah turun ke atas seseorang dan berdiam di atas-Nya, Dia itulah yang akan mempermandikan dengan Ruh Allah Yang Mahasuci.’

34Sekarang aku sudah melihat-Nya dan aku pun memberi kesaksian bahwa Dialah Sang Anak yang datang dari Allah.”

Pengikut-pengikut Isa yang pertama (1:35-51)

35Pada keesokan harinya, ketika Nabi Yahya sedang berdiri bersama-sama dengan kedua pengikutnya,

36dilihatnya Isa lewat, lalu katanya, “Lihatlah Anak Domba Allah!”

37Ketika kedua pengikutnya itu mendengar ia berkata begitu, pergilah mereka mengikuti Isa.

38Isa berpaling, lalu melihat mereka yang sedang mengikuti-Nya. Kemudian sabda-Nya kepada mereka, “Apa yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya, “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?”

39Sabda-Nya kepada mereka, “Marilah dan lihatlah.” Maka keduanya pun pergi dan melihat tempat tinggal-Nya. Kemudian pada hari itu mereka tinggal bersama-Nya. Waktu itu kira-kira jam yang kesepuluh.

40Andreas, saudara Simon Petrus, adalah salah seorang dari kedua orang yang mendengar perkataan Nabi Yahya lalu mengikut Isa.

41Mula-mula ia menemui Simon, saudaranya, dan kepadanya ia berkata, “Kami telah bertemu dengan Mesias (artinya: Al Masih).”

42Kemudian dibawanya Simon kepada Isa. Isa memandang Simon, lalu bersabda, “Simon bin Yahya, engkau akan dinamai Kefas (artinya: Petrus).”

43Esok harinya, ketika Isa hendak pergi ke Galilea, Ia bertemu dengan Filipus. Lalu sabda Isa kepadanya, “Ikutlah Aku!”

44Filipus berasal dari Bait Saida, satu kota dengan Andreas dan Petrus.

45Kemudian Filipus menemui Natanael dan berkata kepadanya, “Kami sudah bertemu dengan Dia yang dituliskan oleh Nabi Musa dalam Kitab Suci Taurat dan juga para nabi, yaitu Isa bin Yusuf dari Nazaret.”

46Kata Natanael kepadanya, “Dapatkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kata Filipus kepadanya, “Marilah dan lihatlah.”

47Ketika Isa melihat Natanael datang, bersabdalah Isa mengenai dia, “Lihat, dialah orang Israil sejati, padanya tidak terdapat tipu daya!”

48Kata Natanael kepada-Nya, “Bagaimana Guru mengenal aku?” Sabda Isa kepadanya, “Sebelum Filipus memanggilmu, Aku sudah melihat engkau di bawah pohon ara itu.”

49Kata Natanael kepada-Nya, “Ya Guru, Engkaulah Sang Anak yang datang dari Allah, Raja Israil.”

50Sabda Isa kepadanya, “Apakah engkau percaya karena Aku berkata kepadamu bahwa Aku sudah melihat engkau di bawah pohon ara? Engkau akan melihat perkara yang lebih besar daripada itu.”

51Ia bersabda pula kepadanya, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, kamu akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun di atas Anak Manusia.”



 <<  Yohanes 1 >> 


Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Single Panel

Laporan Masalah/Saran