Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [UMA]     [PL]  [PB] 
 <<  1 Korintus 7 : 36 >> 

Uma: Rapa'-na hadua kabilasa mokamae' hante hadua toronaa. Na'uli' kabilasa toei, uma natao ane uma oa' napotobine kamae'-na, apa' kamae'-na toe katuu–tu'aa-i mpai'. Jadi', ane doko' mpu'u-imi motobinei, agina lau-ramo ncamoko, uma-hawo napojeko'-ki.


AYT: Jika ada orang yang menganggap bahwa ia sudah melakukan hal yang tidak pantas terhadap gadisnya karena gadisnya itu sudah lewat umur dan seperti itulah seharusnya, biarlah ia melakukan apa yang diinginkannya, ia tidak berdosa; biarlah mereka menikah.

TB: Tetapi jikalau seorang menyangka, bahwa ia tidak berlaku wajar terhadap gadisnya, jika gadisnya itu telah bertambah tua dan ia benar-benar merasa, bahwa mereka harus kawin, baiklah mereka kawin, kalau ia menghendakinya. Hal itu bukan dosa.

TL: Tetapi jikalau seorang menyangkakan tiada menjalankan dengan sepatutnya kepada anak perawannya di dalam hal ia sudah lepas daripada akil balig, maka jikalau disangkanya perlu mengawinkan dia, biarlah ia berbuat sekehendak hatinya. Tiadalah ia berbuat dosa, maka bolehlah mereka itu kawin.

MILT: Dan jika seseorang mengira berbuat tidak wajar terhadap kegadisannya, jika dia sudah cukup umur dan seharusnyalah demikian, hendaklah dia melakukan apa yang ia inginkan, dia tidak berdosa, hendaklah mereka menikah.

Shellabear 2010: Tetapi jika seseorang berpikiran bahwa tidak baik berlaku demikian terhadap gadisnya, bahwa gadisnya itu sudah lewat umur, dan bahwa mereka harus menikah, maka biarlah ia berbuat seperti yang dikehendakinya -- biarlah mereka menikah. Dalam hal ini, ia tidak berdosa.

KS (Revisi Shellabear 2011): Tetapi jika seseorang berpikiran bahwa tidak baik berlaku demikian terhadap gadisnya, bahwa gadisnya itu sudah lewat umur, dan bahwa mereka harus menikah, maka biarlah ia berbuat seperti yang dikehendakinya -- biarlah mereka menikah. Dalam hal ini, ia tidak berdosa.

Shellabear 2000: Tetapi jika seseorang berpikiran bahwa tidak baik berlaku demikian atas gadisnya, bahwa gadisnya itu sudah lewat umur, dan bahwa mereka harus menikah, maka biarlah ia berbuat seperti yang dikehendakinya — biarlah mereka menikah. Dalam hal ini, ia tidak berdosa.

KSZI: Sekiranya seorang lelaki merasa dia tidak adil terhadap tunangnya, dan jika gadis itu semakin meningkat usianya, dan dia merasa dia patut berkahwin dengan gadis itu, maka dia harus bertindak menurut hasratnya. Dia tidaklah berdosa jika berkahwin.

KSKK: Jika seorang tidak yakin apakah perilakunya terhadap tunangannya oleh karena gairahnya yang kuat, dan berpikir bahwa lebih baik ia kawin saja, maka hendaklah ia melakukannya; dengan itu ia tidak berbuat dosa.

WBTC Draft: Seorang laki-laki mungkin berpikir bahwa ia tidak melakukan hal yang tepat terhadap tunangannya, dan jika gadis itu bertambah tua, dan ia sendiri merasa harus kawin, hendaklah ia melakukan yang diinginkannya. Ia tidak berdosa jika mereka kawin.

VMD: Seorang laki-laki mungkin berpikir bahwa ia tidak melakukan hal yang tepat terhadap tunangannya, dan jika gadis itu bertambah tua, dan dia sendiri merasa harus kawin, hendaklah ia melakukan yang diinginkannya. Ia tidak berdosa jika mereka kawin.

AMD: Tetapi, jika ada laki-laki yang belum menikah dan berpikir bahwa ia tidak pantas melepas tunangannya, karena sudah lewat umurnya menikah, dan ia sendiri merasa harus menikah, maka sebaiknya ia melakukan apa yang ia inginkan. Mereka tidak berdosa jika menikah.

TSI: Tetapi kalau seorang laki-laki berpikir bahwa dia tidak melakukan hal yang terbaik terhadap tunangannya, kalau tunangannya itu semakin tua, dan dia sendiri merasa cocok untuk menikah, hendaklah dia melakukan yang diinginkannya itu. Kalau mereka menikah, mereka tidak berdosa.

BIS: Kalau seseorang merasa tidak menjalankan yang sepatutnya terhadap tunangannya, kalau ia tidak dapat menahan nafsunya, dan ia merasa perlu kawin dengan gadis itu, biarlah ia melakukan apa yang dirasanya baik. Ia tidak berdosa, kalau mereka kawin.

TMV: Inilah nasihat untuk pasangan yang sudah bertunang, tetapi mengambil keputusan untuk tidak berkahwin. Jika lelaki itu merasa tidak bertindak dengan sepatutnya terhadap tunangnya dan jika dia tidak dapat menahan nafsunya, serta merasa harus berkahwin dengan gadis itu, hendaklah dia melakukan apa yang dikehendakinya. Dia tidak berdosa, jika mereka berkahwin.

BSD: Jika seseorang merasa tidak melakukan yang pantas terhadap tunangannya dan ia merasa lebih baik menikah, maka lebih baik ia menikah. Hal itu bukan dosa.

FAYH: Tetapi, apabila seseorang merasa bahwa ia harus menikah karena ia tidak dapat menahan diri, baiklah ia menikah. Hal itu bukan dosa.

ENDE: Tetapi kalau seorang chawatir kalau-kalau ia memperlakukan perawannja tidak selajaknja dan ia akan liwat umur, dan ia menganggap bahwa ia berwadjib mengambil keputusan jang demikian, maka boleh ia bertindak sekehendaknja: biar mereka kawin sadja.

Shellabear 1912: Tetapi jikalau barang seorang menyangkakan bahwa tiada senonoh kalakuan yang demikian atas anak daranya, maka jikalau sudah sampai umurnya dan patut jadi begitu biarlah ia berbuat seperti kehendak dirinya, tiada juga ia berdosa, maka bolehlah keduanya itu berkawin.

Klinkert 1879: Tetapi kalau pada sangka barang sa'orang tidak diboewatnja sebagaimana patoet akan anak-daranja dan anak itoe soedah lebih dari sampai baligr, dan patoetlah djadi saperti jang dikahendakinja, hendaklah diboewatnja, maka tidak ija berdosa, biarlah mareka-itoe kawin.

Klinkert 1863: Tetapi kaloe barang sa-orang poenja kira dia melakoeken dirinja tiada dengan patoet sama anak-daranja, kaloe anak itoe soedah balir, dan patoet dikawinken, biar dia toeroet maoenja, maka tiada dia berdosa, biar dia-orang kawin.

Melayu Baba: Dalam pada itu, jikalau ada satu orang fikir yang dia buat ta'snonoh sama anak-dara-nya, dan jikalau budak prempuan itu sudah chukop umor, dan jikalau msti kahwin, biar-lah dia buat apa dia suka; t'ada dia berdosa; boleh dia-orang kahwin.

Ambon Draft: Tetapi djikalaw sa; awrang sangka, jang itu ada kurang hadat pada anaknja parampuwan, djikalaw ija lalu tahan, dan jang ada haros djadi bagitu; bejar ija bowat turut suka, tijada ija ber-dawsa; kandati, dija awrang kawin!

Keasberry: Tutapi jikalau barang sa'orang munyangka iya mulakukan dirinya itu tiada dungan sa'patutnya kapada anak daranya, jikalau anak itu sudah balir, dan patutlah dipursuamikannya, maka biarlah dipurbuatnya sapurti yang dikahandakinya, maka tiada iya burdosa: biarlah dia orang kahwin.

Leydekker Draft: Tetapi djikalaw sa`awrang sangka meng`ardjakan barang jang tijada sanunoh pada 'anakh daranja, djikalaw lama 2 'ija sudah baligh, dan demikijen djuga wadjib djadi: bajiklah 'ija berbowat barang jang dekahendakinja: tijada 'ija berdawsa: berilah kaduwanja kahawin.

AVB: Sekiranya seorang lelaki berasa dia tidak adil terhadap tunangnya, dan jika gadis itu semakin meningkat usianya, dan dia berasa dia patut berkahwin dengan gadis itu, maka dia harus bertindak menurut hasratnya. Dia tidaklah berdosa jika berkahwin.


TB ITL: Tetapi <1161> jikalau <1487> seorang <5100> menyangka <3543>, bahwa ia tidak <807> <0> berlaku wajar <0> <807> terhadap gadisnya <3933>, jika <1437> gadisnya itu telah bertambah tua <5230> dan <2532> ia benar-benar merasa, bahwa mereka harus <3784> kawin, baiklah mereka kawin <1060>, kalau ia menghendakinya <2309>. Hal itu bukan <3756> dosa <264>. [<1909> <846> <1510> <3779> <1096> <3739> <4160>]


Jawa: Dene manawa ana wong duwe pangira, yen anggone ngrengkuh marang prawane kurang samesthine, manawa prawan mau sangsaya tuwa, mangka duwe rasa adreng kudu neningkahan, manawa pancen karepe mangkono, kareben neningkahan. Iku ora dosa.

Jawa 2006: Déné menawa ana wong duwé pangira, yèn anggoné ngrengkuh marang pacangané kurang samesthiné, menawa prawan mau sangsaya tuwa, mangka duwé rasa adreng kudu neningkahan, menawa pancèn karepé mangkono, karebèn neningkahan. Iku ora dosa.

Jawa 1994: Yèn ana wong lanang lan wong wadon padha pepacangan, mangka sing lanang banjur rumangsa tumindak sing ora bener, tur rumangsa ora bisa nyegah hawa-nepsuné lan kepéngin ningkah karo pacangané mau, kuwi beciké padha ningkaha waé, kaya sing dikarepaké biyèn. Mengkono mau ora dosa.

Jawa-Suriname: Nèk ènèng wong tuwa rumangsa salah marang anaké prawan, jalaran mundak umuré lan kudu dikawinké, ya kudu manut apa sing bener waé. Ora dosa nèk dèkné ngawinké anaké.

Sunda: Lamun aya lalaki anu mutuskeun moal tulus kawin padahal eukeur tunangan, kieu: Lamun eta lalaki ngarasa putusanana kitu teh ngaraheutan hate kakasihna, tur manehna ge geus teu kuat hayang kawin, ngarasa wajib ngawin kakasihna, kawin bae. Eta lain dosa.

Sunda Formal: Tapi bisi aya jajaka anu ngarasa, — yen ku jalan kitu — neungteuinganan ka mojang kakasihna tur manehna ge hayang buru-buru kawin deuih; nya laksanakeun bae, ari kudu mah. Pruk bae rek kawin mah, da lain dosa.

Madura: Mon oreng apangrasa ta’ ajalannagi se sapatodda ka bakalla, mon ta’ bisa ngampet napsona, ban arassa parlo akabin sareng paraban ganeka, diggal oreng ganeka me’ olle ajalannagi ponapa se ekarassa lerres sareng aba’epon. Lalake’ ban babine’ ganeka ta’ dusa mon akabin.

Bauzi: Uho meidavat nam soaona valo na vaheme neàdi esdam labe neha, “Nam soao nim eho vam bak fuhunàme em akati vou faodam labe aba vam di fotelo meedà? Taho vam vaba?” lahame ozodameam làhà gi aba aho ozoho baket modem neàte. Ame bak lam ba faina modem kaio.

Bali: Ngeniang indik semeton sane magegelan, sane sampun saadung tan pacang nganten, nanging yen sane lanang raris rumasa mungguing ipun malaksana tan patut marep ring gegelannyane, tur ipun tan nyidayang ngeret semara, samaliha ipun sarat mamanah nganten, banggayang ipun nganten. Indike punika boyaja dosa.

Ngaju: Amon ije biti oloh mangkeme dia malalus kapatute dengan tunangae, amon ie dia olih manyarenan kipee, tuntang ie mangkeme perlu kawin dengan oloh bawi bujang te, keleh ie malalus taloh je ingkemee bahalap. Ie dia badosa, amon ewen kawin.

Sasak: Lamun sopoq dengan merase ndẽq ngelaksaneang hal saq sepatutne tipaq berayene, lamun ie ndẽq bau nahen napsune, dait ie merase perlu merariq kance dedare nike, alurang ie laksaneang napi saq bagus menurut ie. Ie ndẽq bedose, lamun ie pade merariq.

Bugis: Rékko séddié tau marasa dé’ napajoppai iya sitinajaé lao ri tunanganna, rékko dé’ naulléi tahangngi napessunna, namarasa parellui kawing sibawa ana’daraéro; leppessanni pogau’i aga iya napérasaiyé makessing. Dé’ namadosa, rékko kawingngi mennang.

Makasar: Punna nia’ tau angkasu’mangi ri kalenna angkanaya tena nasiratang batena appanggaukang mae ri parekang bainenna, yareka takkulleai naparrangngi hawa napasuna, kammayatompa parallumi nasa’ring a’buntinga, boli’mi kamma na’bunting ke’nanga. Tena nasala punna a’buntingi ke’nanga.

Toraja: Apa iake denni tau ussangai tangia sipato’na napogauran anakna baine sae lako naliuinna siku, ianna sangai sipatu la napakemuane, da’ito napogau’i tu pa’poraian penaanna. Tae’ napokasalanni, ke napakemuanei; ma’din sibali.

Duri: Ia ke den muane mangpikkiri' kumua te'da napugaukki to sipato'na lako sitangka'na ke te'dai nasibali, na ia ke te'da nakullei nta'tan kamadoanganna, namangpikkiri' kumua melo ke sibalii joo sitangka'na, ake'mo nasibali ke napumeloi, sanga te'da namadosa ke sibalii.

Gorontalo: Bo wonu ta lolai ngota mo'orasa didu mowali motahangi napusuliyo wawu tiyo hawatiri bolo ma mohutu u dila patuti ode tilantahiyo wawu tiyo otutu mo'orasa musi monika, tiyo mowali monika wolo tilantahiyo wonu uwito rasaliyo mopiyohu. Wonu tiyo monika, tiyo dila o dusa.

Gorontalo 2006: Wonu tahingota-ngotaawa molaasa diila hemo ponao̒ u patutilio ode tilantahio, wonu tio diila moo̒ otongo napusulio, wau tio molaasa palalu monika wolo tadulahu boito, huliilo mao̒ tio mohutu wolo u to pongolasalio mopiohu. Tio diila odusa, wonu timongolio monika.

Balantak: Kalu sa'angu' moro'one munsuri se' i ia mingkikira'i ndoloina gause i ia sianmo mokotaan pisuuna, asar ndoloina iya'a daa bo posuo'ionna gause daa notu'amo, patalai i ia mingilimang upa men surionna pore bo limangonna. Wawauna men koiya'a taasi'po dosa. Patalai bi posuo'.

Bambam: Sapo' maka' hapanna deem tau situnangam anna nauai illaam penabanna indo muane: "Tä' sihatam ke tä'i kupobaine indo tunangangku, aka tuttuam matuam anna tä' toi la kubela untähäm liu kamohäeangku," iya aha pissammi napobaine, aka tä' tihekem umpogau' dosa.

Kaili Da'a: Ane maria langgai to nompekiri pokaingguna da'a mana masipato rija'i tingeana, pade i'a mana mamala manta'amaka nasuna sampe nirasaina ira kana morongo, agina i'a mompowia to nipodotanaetu. Agina ira morongo, etu da'a silaka.

Mongondow: Tongaí aka tobatuí intau bo nogaid kon inta diaípa patus aidan ko'i kantangnya sin diaídon mokotahang kon ibognya, ta'e oyuíonbií in niat monia motonibuḷoi, yo aidaibií, sin diaíbií baradosa'an aka motonibuḷoibií im mo'ikow.

Aralle: Hapanganna mesa tau ang pemala siala dohena aka' mapahhi' ungkuasai kapemalaanna bahtu' aka' tuhtuang matuang, ya' dai diangka' dosa. Malaete' siala.

Napu: Ane rapana ara hadua anantomoane au momanu hai hadua anantowawine, hai nauli anantomoane iti: "Bara hintoto ane bara kupotambia hampomanungku, lawi kasae-saeami." Mewali, ane barapi rabuku morempeki peundeana lalunda hai ane mampeinaohe motambi, agina motambi peamohe, barahe madosa.

Sangir: Kereu piạ u sěngkatau makạpěndangu ta makahino pẹ̌kakoạ e su kaghiange, kereu i sie tawe makapẹ̌tingkědangu kapulune, mase i sie seng makapěndangu hinong mẹ̌kawing dingangu wawine ene, ute walạe pẹ̌kakoạ e apang kinapěndangenge kụ mapia. I sie tawe nẹ̌sal᷊a kereu i sire mariadi mẹ̌kawing.

Taa: Wali rapanya ewa tau to layo to mangkasimpandeka to we’a to taware nepenya to langkai, panewa masae kojo sira dua tawa marongo. Roo see to langkai re’e mampobuuka taa masipato ia taa mamporongo kasimpandenya etu apa kasimpandenya etu damasiamo. Wali ane ia rani kojo marongo, to tao-tao sira dua marongo. Si’a dosa resi ia.

Rote: Metema hataholi esa name'da nana, ana tao tatao-nono'i ta kandaak soaneu tonanga na, fo metema ana ta nakatatakak na dale na de ana dodoo nana, ana muse sao anafe'oanak ndia soona, neme na fo ana tao su'di beek, fo ana dodoo nana, malole. Metema ala sao soona, ta nasala-nasingo fa.

Galela: Duma tosiade-ade, maro kanaga yanau moi imabobaika, de una wotemo ma ngale muna magena waakuwa awi nyafusu wapareta, sidago wamalo ona bilasu ikawi. Nako komagena, de igogou awi dupa gena bilasu wamote la ona ikawi kasi, de magena o dorou qasowo.

Yali, Angguruk: Ap misihen hiyap hilamin ulug elenggen kuruk lit weregma hiyap ino tuhum atuk halug ap inowen uwali inahanen saplangge keyen timin fug peruk halug inibam enemu wit tawag. Ari roho turukon ari siyag ane turuk eleg.

Tabaru: Nako wimoi wamaoku salingou womingaamoko 'awi baingi sababu 'awi nyafisuu kowatahanuwa, ge'ena ngaro kawomingaamoko sababu ge'ena ko 'o sowonuwa.

Karo: Tapi adi lit kalak si iakapna la patut adi la iempoina tunangenna, janah tunangenna e nggo ndekah jadi singuda-nguda, janah iakapna la ia ngasup nahan kerincuhen kulana, ibahanalah rikutken sura-surana, eme erjabu sajalah ia; labo ia erdosa adi bage.

Simalungun: Tapi anggo hurang patut do iahap sada halak paturutonni sonin boruni, na dob anak boru, na dob torasan, anggo maningon do laho, ipasaud ma rosuhni ai; seng mardousa ia ijai, marhajabuan ma sidea.

Toba: Alai molo na hurang tama di rohana, pasombuonna songon i boruna na marbaju, anggo naung tangastangasan, ingkon tulus nama marhamulian, dipasaut ma lomo ni rohana, ndang mardosa ibana disi: Marbagas ma nasida.

Dairi: Mula sada kalak mengakap oda idalanken sipatut baingenna taba sinitandana, mula oda ndorok tertahansa napsuna, janah iakap perlu kabin dekket daberru i, ndorok mo iulaken kadè dok atèna selloh. Oda ngo merdosa ia mula kabin kalak i.

Minangkabau: Jikok surang urang, maraso indak manjalankan nan sapatuiknyo taradok tunangannyo, jikok inyo indak dapek manahan napasunyo, inyo pun maraso paralu mampabini paja gadih tu, mako biyalah inyo mampabuwek apo nan dirasonyo elok. Jikok inyo barumah tanggo, inyo indak badoso doh.

Nias: Ba na iw̃a'õ tõdõnia niha lõ nilaunia si faudu khõ dunangania, na tebai itaha wangisõ dõdõnia, ba omasi ia mangowalu khõ nono alawe andrõ, akha ifalua zi sõkhi molo'õ ya'ia. Lõ mosala ia na mangowalu ira.

Mentawai: Ké iagai tubunia, tá momoi igalaiaké simateú galaiakenen ka tubut tunangan nia, elé ké tá moi ikera tubunia ka puobat tubu, samba leú ipaatu maerúan italimouaké siokkó néné, kauan ienung'aké nia sipinaatunia simaerú néné tá tukukua nia sijo, ké motalimou baí sia.

Lampung: Kik sai jelma ngerasa mak ngejalanko sai sepatutni tehadap tunanganni, kik ia mak dapok nahan nafsuni, rik ia ngerasa perlu kawin jama muli udi, tagando ia ngelakuko api sai dirasani helau. Ia mak bedusa, kik tian kawin.

Aceh: Meunyoe sidroe ureuëng meurasa droe jih hana jipeubuet nyang sipatot jih ateueh tunangan jih, meunyoe jihnyan hana hase jipeuteun hawa nafeusu jih, dan jihnyan meurasa peureulée jimeukawen ngon aneuëk dara nyan, bah kheueh jipeubuet peue nyang jirasa nyan jroh. Jihnyan hana meudesya meunyoe awaknyan meukawen.

Mamasa: Ianna dengan tau situmai anna kendek illalan penawanna inde muanee kumua tae' la sipato' ke ta' liumo la napobaine annu ta'mo nabela untaloi pa'kua penawanna lako inde bainee anna napikki' kumua innang la sipobainena, tae' maaka ke sipobainei annu tae' la napokasalaan.

Berik: Afa tanis jei yafonsiwirs jam gam nesikulu, ane ini jemna unggwanfersus jam gam folbanaram yafonsiwirfar jam ge gwef, afa ga gam jes gamserem, ai enggam ai gunu tanis yo yafonsiwir jeiserem waakenfer ga jei jena jamer gangge tete. Jeiserem etam-etama kabwakyan.

Manggarai: Maik émé bet dihat ata rona te hia pandé ata toé naun latang te nacan, émé nacan hitu tambang tu’an, agu hia tu’ung-kéta nuk disé paka kawings, céwé di’an isé kawings émé ngoéngd isé. Bet hitu toé manga ndékok laing.

Sabu: Ki penge ke ri heddau ta do nara ke no ta tao ne lai do jhamma pa ddau ddhei no, jhe do dho nara ke ri no ta labbe ne lua pegabbho ade no, jhe penge ri no ta do paralu no ta banga-ammu nga ana mobanni do ngarru do naanne do ie ke ri no ta tao ne nga ne do penge ri no ta do woie ne. Hala dho no. Kinga banga-ammu ro.

Kupang: Kalo laki-laki ada pung calon bini yang su cukup umur ko dia kawin, na, biar dong kawin sa. Apalai kalo itu laki-laki sonde bisa tahan dia pung diri. Deng bagitu, dong sonde bekin sala apa-apa. Jang sampe dong tunda-tunda tarús, ais dia pung ahir, itu laki-laki bekin hal-hal yang sonde batúl.

Abun: Ye gato nut do, an iwa an sem su nggon gato an nggorwa ne, an me nggon ne kaim karowa din, ete an mit iwa kra nggon ne yo, ndo sa, an kra sor, sukibit anane nde.

Meyah: Erek koma noba erek orna egens osujohu rot oida erek mona ofoukou fob, tina ofa eneita mar jeni ongga ofa anggen rot efen osroj enesi. Noba rusnok egema tein rudou os riradgodu goga jeskaseda gefaga erek egens ebeirens. Beda orna egens koma eita mar ongga ofa esinsa osujohu rot bera erek oufa ojgomu fogora gegeka tein gomoskotuma ojgomu. Mar ongga ofa ontunggom koma bera enerek oska guru.

Yawa: Arono nandijawe wapo inanajo anakotaro kaijinta rai tavon, no taiso: Anya inta po apa vainye rave wanya inta rai, weramu po raura patimuve to pare, “Maneai rati,” weti animaisye mi po rave arono apa bekero pare niki wanya so rarijate mamo po ransopi kakai? Anya wato pare, “Abo! Sya ana syo ratantona wanya so rai mamai kobe ramu. Weti indako kove mamo ririmbaunam kai rako?” Sya ananyao syo raugaje ai mamo po raovan kai, weye vauname mamo ayao kakai ma jewen. Weti syare anya tavondi taune apa ana po ratantona rai. Ranivara pare atawandi apa bekero manakoe irati apa wanya po vainye rave raije rai jewen, weamo baunam kai. Weramu ranivara po rapatimu anuga rai pare atawandi rai, weamo maneai kai. Apa ana po rave somamo ngkov.


NETBible: If anyone thinks he is acting inappropriately toward his virgin, if she is past the bloom of youth and it seems necessary, he should do what he wishes; he does not sin. Let them marry.

NASB: But if any man thinks that he is acting unbecomingly toward his virgin daughter, if she is past her youth, and if it must be so, let him do what he wishes, he does not sin; let her marry.

HCSB: But if any man thinks he is acting improperly toward his virgin, if she is past marriageable age, and so it must be, he can do what he wants. He is not sinning; they can get married.

LEB: But if anyone thinks he is behaving dishonorably concerning his virgin, if she is past her prime and it ought to be thus, let him do what he wishes. He does not sin. Let them marry.

NIV: If anyone thinks he is acting improperly towards the virgin he is engaged to, and if she is getting on in years and he feels he ought to marry, he should do as he wants. He is not sinning. They should get married.

ESV: If anyone thinks that he is not behaving properly toward his betrothed, if his passions are strong, and it has to be, let him do as he wishes: let them marry--it is no sin.

NRSV: If anyone thinks that he is not behaving properly toward his fiancee, if his passions are strong, and so it has to be, let him marry as he wishes; it is no sin. Let them marry.

REB: But if a man feels that he is not behaving properly towards the girl to whom he is betrothed, if his passions are strong and something must be done, let him carry out his intention by getting married; there is nothing wrong in it.

NKJV: But if any man thinks he is behaving improperly toward his virgin, if she is past the flower of youth, and thus it must be, let him do what he wishes. He does not sin; let them marry.

KJV: But if any man think that he behaveth himself uncomely toward his virgin, if she pass the flower of [her] age, and need so require, let him do what he will, he sinneth not: let them marry.

AMP: But if any man thinks that he is not acting properly toward {and} in regard to his virgin [that he is preparing disgrace for her or incurring reproach], in case she is passing the bloom of her youth and if there is need for it, let him do what to him seems right; he does not sin; let them marry.

NLT: But if a man thinks he ought to marry his fianc‚e because he has trouble controlling his passions and time is passing, it is all right; it is not a sin. Let them marry.

GNB: In the case of an engaged couple who have decided not to marry: if the man feels that he is not acting properly toward the young woman and if his passions are too strong and he feels that they ought to marry, then they should get married, as he wants to. There is no sin in this.

ERV: A man might think that he is not doing the right thing with his fiancée. She might be almost past the best age to marry. So he might feel that he should marry her. He should do what he wants. It is no sin for them to get married.

EVD: A man might think that he is not doing the right thing with his virgin {daughter} if she is almost past the best age to marry. So he might think that marriage is necessary. He should do what he wants. He should let them marry. It is no sin.

BBE: But if, in any man’s opinion, he is not doing what is right for his virgin, if she is past her best years, and there is need for it, let him do what seems right to him; it is no sin; let them be married.

MSG: If a man has a woman friend to whom he is loyal but never intended to marry, having decided to serve God as a "single," and then changes his mind, deciding he should marry her, he should go ahead and marry. It's no sin; it's not even a "step down" from celibacy, as some say.

Phillips NT: But if any man feels he is not behaving honourably towards the woman he loves, especially as she is beginning to lose her first youth and the emotional strain is considerable, let him do what his heart tells him to dolet them be married, there is no sin in that.

DEIBLER: Some of you men have asked about your unmarried daughters. I suggest that if any man thinks that he may be treating his daughter unfairly by keeping her from marrying, and if it is already past the right time for her to get married, and if he thinks that she ought to be married, he should do what he wants to do. He should let her get married. He will not be sinning by doing that. Some of you men have asked about the women to whom you are engaged to marry. If any man thinks that he may be treating that woman unfairly by not marrying her, and if it is already past the right time for her to get married, and if he wants to marry her very much, he should do what he wants to do. He should marry her. He will not be sinning by doing that.

GULLAH: Now A say dis yah bout de man wa gage fa marry a ooman bot e ain know wa fa do. Ef de man tink e ain da do wa right fa e ooman, ef e ain haadly able fa tek chaage ob esef, den dey oughta git marry, like e wahn fa do. Dat ain no sin.

CEV: But suppose you are engaged to someone old enough to be married, and you want her so much that all you can think about is getting married. Then go ahead and marry. There is nothing wrong with that.

CEVUK: But suppose you are engaged to someone old enough to be married, and you want her so much that all you can think about is getting married. Then go ahead and marry. There is nothing wrong with that.

GWV: No father would want to do the wrong thing when his virgin daughter is old enough to get married. If she wants to get married, he isn’t sinning by letting her get married.


NET [draft] ITL: If <1487> anyone <5100> thinks he is acting inappropriately <807> toward <1909> his <846> virgin <3933>, if <1437> she is <1510> past the bloom of youth <5230> and <2532> it seems <1096> necessary <3784>, he should do what <3739> he wishes <2309>; he does <4160> not <3756> sin <264>. Let them marry <1060>.



 <<  1 Korintus 7 : 36 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Single Panel

Laporan Masalah/Saran