Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [AVB]     [PL]  [PB] 
 <<  Kisah Para Rasul 28 : 2 >> 

AVB: Penduduk pulau itu sangat berbelas ihsan kepada kami. Mereka menyalakan api dan menyambut kami sekalian masuk berlindung daripada hujan dan kesejukan.


AYT: Penduduk asli pulau itu menunjukkan kebaikan hati yang luar biasa. Sebab, mereka menyalakan api dan menyambut kami semua karena saat itu mulai hujan dan udaranya dingin.

TB: Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api besar dan mengajak kami semua ke situ karena telah mulai hujan dan hawanya dingin.

TL: Maka orang pulau itu pun menunjukkan kasihan yang teramat sangat kepada kami, karena dinyalakannya api serta menyambut kami sekalian sebab kena hujan dan dingin.

MILT: Dan orang-orang barbar menunjukkan kasih manusiawi yang tidak biasa terhadap kami, sebab mereka menyambut kami semua dengan menyalakan api unggun karena turunnya hujan dan karena cuaca dingin.

Shellabear 2010: Penduduknya sangat ramah kepada kami. Mereka menyalakan api dan mengajak kami ke situ karena hujan sudah mulai turun dan udara sangat dingin.

KS (Revisi Shellabear 2011): Penduduknya sangat ramah kepada kami. Mereka menyalakan api dan mengajak kami ke situ karena hujan sudah mulai turun dan udara sangat dingin.

Shellabear 2000: Penduduknya sangat ramah kepada kami. Mereka menyalakan api dan mengajak kami ke situ karena hujan sudah mulai turun dan udara sangat dingin.

KSZI: Penduduk pulau itu bersikap ramah mesra kepada kami. Mereka menyalakan api dan menyambut kami sekalian masuk berlindung daripada hujan dan kesejukan.

KSKK: Penduduk di pulau itu menampakkan kebaikan hati terhadap kami. Mereka memasang api besar dan melayani keperluan kami sebab hujan mulai turun dan hawa dingin.

WBTC Draft: Hujan turun dan sangat dingin. Orang yang tinggal di pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka memasang api dan menyambut kami semuanya.

VMD: Hujan turun dan sangat dingin. Orang yang tinggal di pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka memasang api dan menyambut kami semuanya.

AMD: Orang-orang di pulau itu menunjukkan sikap yang sangat ramah. Mereka membuat api dan menyambut kami semua, karena hujan turun dan udara sangat dingin.

TSI: Orang-orang yang tinggal di pulau itu menerima dan menolong kami dengan sangat baik. Mereka menyalakan api untuk menghangatkan badan kami, karena hujan masih turun dan cuaca sangat dingin.

BIS: Penduduk pulau itu sangat ramah terhadap kami. Mereka menyambut kami semuanya dengan baik dan menyalakan api untuk kami karena sudah mulai turun hujan dan udara pun dingin.

TMV: Penduduk pulau itu sangat mesra dengan kami. Hujan mula turun dan udara pun sejuk. Oleh itu mereka menyalakan api dan menyambut kami semua.

BSD: Orang-orang di pulau itu ramah sekali. Mereka menyambut kami semua dengan baik. Pada waktu itu hujan sudah mulai turun dan udara terasa dingin. Maka mereka menyalakan api untuk kami.

FAYH: Penduduknya sangat ramah terhadap kami. Mereka menyalakan api unggun di pantai untuk menyambut kami dan menghangatkan badan kami yang kehujanan dan kedinginan.

ENDE: Penduduk pulau itu luar biasa baik budi terhadap kami. Sebab mulai turun hudjan dan hawa dingin, mereka memasang api besar dan menjuruh kami duduk kelilingnja.

Shellabear 1912: Maka anak negeri itu menunjukkan pada kami bukan barang-barang kasihan: karena dipasangnya api serta disambutnya kami sekalian, sebab hujan yang sudah turun dan sebab sejuk.

Klinkert 1879: Adapon orang poelau itoe boekan barang-barang kabadjikannja akan kami, karena dipasangnja api besar dan disamboetnja akan kami sakalian masoek, karena moelai hoedjan lagi ada sedjoek.

Klinkert 1863: Maka orang-orang poelo jang disitoe menoeloeng sama kita-orang boekan sadikit, karna dia-orang menjalaken satoe timboenan kajoe, serta terima sama kita-orang samowa, sebab pada masa itoe hoedjan, lagi dingin.

Melayu Baba: Dan anak negri itu tunjokkan sama kita bukan s-barang punya kasehan: kerna dia-orang pasangkan api, serta sambot sama kita smoa, sbab hujan yang ada turun, dan sbab sjok.

Ambon Draft: Maka padudok-padukok pulu itu, bertondjoklah pada kami tanda-tanda pengasehan sampe-sampe sakali; karana kamponglah marika itu satu api besar dan bawa masok kami samowa, awleh karana hudjan itu, jang sudah dapat kita awrang dan awleh ka-rana dingin.

Keasberry: Maka orang orang hutan yang disitu munulong kami bukannya sadiket: kurna marika itu mumbakar suatu timbunan kayu, surta munyambut kami skalian, subab pada tutkala itu hujan, surta sujok adanya.

Leydekker Draft: Maka 'awrang Barbar 'itu tondjokhlah pada kamij bukan barang 2 tanda berkaseh 2 an. Karana marika 'itu memasang sawatu tambonan kajuw 'apij, dan menjambot samowa kamij kadalam rumahnja, 'awleh karana hudjan jang datang, dan 'awleh karana masa jang dingin.


TB ITL: Penduduk <915> pulau itu sangat <5177> ramah <5363> terhadap kami <2254>. Mereka menyalakan <681> api besar <4443> dan mengajak <4355> kami <2248> semua <3956> ke situ karena <1223> telah mulai <2186> hujan <5205> dan <2532> hawanya dingin <5592>. [<5037> <3930> <3756> <1063> <1223>]


Jawa: Wong pribumi ing pulo kono becik banget tangkep marang aku kabeh. Padha gawe totor gedhe sarta banjur ngajak aku kabeh mrono, jalaran wis wiwit udan, lan hawane adhem.

Jawa 2006: Pendhudhuk pribumi ing pulo kono becik banget tangkepé marang aku kabèh. Padha gawé bedhiyang gedhé sarta banjur ngajak aku kabèh mrono, jalaran wus wiwit udan, lan hawané adhem.

Jawa 1994: Wong-wong pribumi ing pulo kono tangkepé marang aku kabèh becik banget. Nalika semana wiwit udan, lan hawané adhem. Mulané wong-wong pribumi mau banjur padha gawé bedhiyang, lan aku kabèh padha diajak mrono.

Jawa-Suriname: Wong-wong sing manggon kono apik banget enggoné nampa awaké déwé. Jalaran terus udan lan rasané adem wong-wong terus nggawé bediyang. Awaké déwé terus diejèk rono.

Sunda: Pribumina balageur, ngaraku ka imahna jeung mangnyieunkeun durukan pikeun saliduru, kawantu hujan jeung tiris.

Sunda Formal: Pribumina darehdeh arakuan pisan. Maranehna teh, mangnyieunkeun durukan sagala, ajang saliduru; kawantu poe eta teh kacida tirisna, turug-turug hujan deuih.

Madura: Pandhudhu’na ce’ becce’na ka sengko’ kabbi. Reng-oreng jareya narema sengko’ kabbi kalaban becce’ sarta ngodhi’agi apoy polana e bakto jareya molae ojan ban hawana ce’ cellebba.

Bauzi: Labi dam bak dedam labe iba gut aame neà baket meeda. Im abaa fait beodam labe im nutahalehemu ame bak dedam labe vuali vua vahume eludamzobe iba, “Lele,” lahame gagohemu im ladume vuaga ab fi ddamam.

Bali: Jadmane ring pulone punika sami pada becik pisan manahnyane ring tiang sareng sami. Duk punika raris sabeh tur dingin pisan, punika awinan jadmane irika raris ngendihang geni tur ngajak tiang sareng sami ngidu irika.

Ngaju: Oloh hong pulau te paham bajenta dengan ikei. Ewen manambang ikei samandiai dengan bahalap tuntang mambelom apui akan ikei awi wayah ujan jari sampai tuntang udara mahin sadingen.

Sasak: Penduduk pulao nike gerasaq gati lẽq tiang pade. Ie pade sambut tiang pade selapuq secare bagus dait nyalaqang api jari tiang pade sẽngaq sampun mulai turun ujan dait hawene telih.

Bugis: Pabbanuwana iyaro puloé mabessa senna’ lao ri idi. Naduppai manekki mennang sibawa madécéng enrengngé napalluwakekki api nasaba mammulani teppa bosié sibawa makeccé’to.

Makasar: Sanna’ ngaseng baji’na tuma’buttana anjo puloa mae ri kambe. Natarima maki’ baji’-baji’ siagang naparinrang maki’ pepe’ nasaba’ appakkaramulami turung bosia kammayatompa sanna’ tommo dinginna pakkasiaka.

Toraja: Iatu to inde to lebukan iato nakasokanni tongankan, belanna napadukkuangkan api sia natammuikan sola nasang, belanna la uran sia madinginkan.

Duri: Gaja bassa to tau jio lako kami'. Natarima melo ngasankan, napadukkuankan api, sanga mammulami uran, naratumi to wattu cakke'.

Gorontalo: Tawu to lito boyito mopiyohe da'a hale limongoliyo ode olami. Timongoliyo lopolaitao lo tulu wawu lotiyanga mota olami nga'amila oditomota sababu didi dehu-dehu wawu mohuhulo.

Gorontalo 2006: Tuango lipu lopulo boito mopiohe daa̒ olami. Timongolio lololimo olami ngoa̒amila wolo mopiohe wau helopo dei̒ta tulu olami sababu malodehu mai didi wau dulente olo mohuhulo.

Balantak: Mianna togong iya'a ma'amat tuu' na ko'omai. Kai wiwi'na ia laboti i raaya'a pore-pore, ka' namatu'uii apu bo ko'omai, gause no'usanmo ka' lealaapo memel.

Bambam: Sangngim madota' indo pa'botto eta too aka natammuikam nasalama'i anna tä' deem pada sanapakamajakam. Silele ma'hompom anna natambaikam mendähä aka napahandu'um uham anna masäkke' toi kaliane.

Kaili Da'a: Pue ngata Malta etu najole mpu'u ira ri ja'i kami. Ira nantarima kami pura-pura ante nabelo pade niparega ira apu raponeru kami, sabana nompamulamo nauja pade rawana wo'u nalenimo.

Mongondow: Intau mita kon tua totok mongopia ko'inami. Mosia nonontuḷu kino borambang bodongka inoinií monia ing kami nonayang kon tua sim momangkoidon monguyan bo motumpingdon.

Aralle: Sangka' marohta' yato to pa'bohto aka' natammuiang nasalama'i anna napakamayaang. Sika mehompommi umpapuhpu api anna natambaiang mamindu aka' napahandu'mi kene' anna madi'ngi'.

Napu: Maroa mpuu lalunda ampu boea irikami. Ihira motarima maroamongkai, rapatuwoangkai api kipamindui, lawi keuda hai makuli.

Sangir: Taumatan tahanusa ene měngkate maral᷊ahimumu si kami e. I sire kěbị e měngkate němpěnarimạ i kami e ringangu naung mal᷊uasẹ̌, němpẹ̌hunụe putung baug'i kami e, batụu kai seng nanětạ dimasehẹ̌ dingangu wanua e měngkate hanesẹ̌ matěho.

Taa: Tau nja’u ria manoto kojo resi kami. Sira masanang mangansawang kami samparia pasi sira mampotuwuka kami apu apa mula uja wo’u pasi loto rao.

Rote: Pulu ndia lau nala ha'da na malole hiik lo ami. Ala sipok ami no malole. Lananau fe ami ha'i fo ami mmanelu, nana ndia te u'da na mai de makalini na seli.

Galela: So o gura magenaka ma nyawa manga galusiri ilamo ngomika. So o orasi magena o muura de o alo itagi, so ona o uku itahu qabolo de ngomi miaso ma ngale kagena mimarahu.

Yali, Angguruk: Malta inap welatfahon arimanowen nit fahet inindi nenesug lit let neneptuk latfag. Osit naruk lit sunen hambuk uruk uwagma ap arimanowen indok humon munggalfareg yet ta maniyek ulug nit obog toho wol nenepfag.

Tabaru: Ma nyawa ge'enaka gee manga singina yaowa ngomino. 'Ona midawongo yaowa-owa ngomi mioodumu de 'o 'uku midataulu sababu 'ibesaka 'ikuruekau de 'i'alo.

Karo: Mehuli kal kerina anak dusun si ngiani pulau e man kami. Ialo-alona kami alu mehuli, janah perbahan wari mulai udan dingen seh kal bergehna emaka ipegarana api.

Simalungun: Basar tumang do parpulou ai bannami. Halani roh udan anjaha borgoh homa ari, ipagara sidea ma apuy banggal anjaha isuruh hanami hundul maringgot.

Toba: Alai na basar situtu do pangisi ni pulo i maradophon hami, dipagalak do api, ditogihon ma hami saluhutna tusi, ala ni por ni udan dohot ngali ni ari.

Dairi: Selloh kalohoon ngo basa pengisi pulo i meradepken kami. Ilakati kalak i ngo api; nai iarahken mo kami cidudu, kumarna enggo roh nola ma udan, janah soh mo mbergohna.

Minangkabau: Panduduak di pulau tu sangaik ramahnyo kabake kami. Kasadonyo manyambuik kami sacaro elok, inyo ma iduikkan api untuak kami, dek karano udaro dingin, ujan pun lah muloi pulo turun.

Nias: Sõkhi sibai dõdõ zowanua ba hulo andrõ khõma. Latema'õ ndra'aga fefu ba la'ewua'õ galitõ khõma, bõrõ me ibõrõtaigõ moteu ba no okafukafu danõ.

Mentawai: Bulat matopit sia sikukuddu ka nusa nenda. Silórangan kai sangamberidda simalelek, samba rusuirangan api purakaatmai kalulut aitaddaakéan ibelé urat, samba manua leú et maleppet.

Lampung: Penduduk pulau udi ramah nihan tehadap sekam. Tian nyambut betik sekam sunyinni rik nyalako apui untuk sekam mani radu mulai labung rik udarani mengison.

Aceh: Ureuëng pulo nyan keubiet that-that ramah keu kamoe. Awaknyan jisambot kamoe banmandum ngon cara gét dan laju jipeukab apui keukamoe sabab ujeuen ka jitreun bacut-bacut dan udara pih leupie lagoena.

Mamasa: Madota' asan to ma'tondok lako kaleki. Umpadukkumi api anna tambaikan mendarang annu naparandukmi uran anna masakka' padang.

Berik: Angtane jepmana jei ga as waakenfersus ne tebabili. Arouwa je mes towaiwena jam nyanfe, ane wisimi ga anesus. Jega jem temawer angtane jepmana jei tokwagiri ga aane surna, ane ai ga asene balbabili, "Aamei seyafter tokwanap sa jal!"

Manggarai: Ata ngara tana oné nuca hitu, di’a kétas agu ami. Isé keté api agu awar sanggég taung ami ngo nitu ai wangkag cain usang agu cés kéta.

Sabu: Ne ddau pa pulu naanne do dhai mahu le ne penaja nga jhi. Ta hammi ke jhi hari-hari nga woie ri ro, jhe peweo ro ai tu jhi ta menyiru rowi do jhari ke ta dakka ajji, jhe hari lema ngallu do meringi.

Kupang: Itu negrí pung orang dong sambut sang botong deng bae. Tagal ada ujan deng udara talalu dingin, andia ko dong bekin api bésar di pante situ, ais dong minta sang botong ko pi panggang api.

Abun: Yé gato kem mo ef ne ben bi suk-i ndo yé su men. Án gre bot, ete kendo men ma, subere bot kam is men, we sugane nogi, nyot kedek.

Meyah: Rusnok ongga ringker gij motowohu koma ruroun memef rot rudou eriagamaga. Noba rua rukub mah nou memef jeska erek mos es fob noba meifirna tein edi mimif, jefeda meifirna eteb.

Uma: Lompe' lia nono-ra pue' ngata hi kai'. Ratarima lompe'-kai, rapobaa-kakai apu kiponerui, apa' udaa wo'o-mi pai' molengi'.

Yawa: Vatano una no nupatimuge umaso manuga ngko dave reansai rave, weti wo reansaugave sisa no awa munije rai. Muno wo taname inta raon weye maruge maje muno nuge nanayao ti reambavat.


NETBible: The local inhabitants showed us extraordinary kindness, for they built a fire and welcomed us all because it had started to rain and was cold.

NASB: The natives showed us extraordinary kindness; for because of the rain that had set in and because of the cold, they kindled a fire and received us all.

HCSB: The local people showed us extraordinary kindness, for they lit a fire and took us all in, since rain was falling and it was cold.

LEB: And the local inhabitants showed _extraordinary_ kindness to us, for they lit a fire [and] welcomed us all, because of the rain that had begun and because of the cold.

NIV: The islanders showed us unusual kindness. They built a fire and welcomed us all because it was raining and cold.

ESV: The native people showed us unusual kindness, for they kindled a fire and welcomed us all, because it had begun to rain and was cold.

NRSV: The natives showed us unusual kindness. Since it had begun to rain and was cold, they kindled a fire and welcomed all of us around it.

REB: The natives treated us with uncommon kindness: because it had started to rain and was cold they lit a bonfire and made us all welcome.

NKJV: And the natives showed us unusual kindness; for they kindled a fire and made us all welcome, because of the rain that was falling and because of the cold.

KJV: And the barbarous people shewed us no little kindness: for they kindled a fire, and received us every one, because of the present rain, and because of the cold.

AMP: And the natives showed us unusual {and} remarkable kindness, for they kindled a fire and welcomed {and} received us all, since it had begun to rain and was cold.

NLT: The people of the island were very kind to us. It was cold and rainy, so they built a fire on the shore to welcome us and warm us.

GNB: The natives there were very friendly to us. It had started to rain and was cold, so they built a fire and made us all welcome.

ERV: The people who lived there were very good to us. It was raining and very cold, so they built a fire and welcomed all of us.

EVD: It was raining and very cold. But the people that lived there were very good to us. They made a fire for us and welcomed all of us.

BBE: And the simple people living there were uncommonly kind to us, for they made a fire for us, and took us in, because it was raining and cold.

MSG: The natives went out of their way to be friendly to us. The day was rainy and cold and we were already soaked to the bone, but they built a huge bonfire and gathered us around it.

Phillips NT: The natives treated us with exceptional kindness. Because of the driving rain and cold they lit a fire and made us all welcome.

DEIBLER: The people who lived there received us kindly. They lit a fire and invited us to come and warm ourselves, because it was raining and it was cold.

GULLAH: De people wa lib dey been real good ta we. E beena staat fa rain an de place been cole. So dey mek a fire fa we an gii we all a haaty welcome.

CEV: The local people were very friendly, and they welcomed us by building a fire, because it was rainy and cold.

CEVUK: The local people were very friendly, and they welcomed us by building a fire, because it was rainy and cold.

GWV: The people who lived on the island were unusually kind to us. They made a fire and welcomed all of us around it because of the rain and the cold.


NET [draft] ITL: The local inhabitants <915> showed <3930> us <2254> extraordinary <5177> kindness <5363>, for <1063> they built <681> a fire <4443> and welcomed <4355> us <2248> all <3956> because <1223> it had started <2186> to rain <5205> and <2532> was cold <5592>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Kisah Para Rasul 28 : 2 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran