Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [AVB]     [PL]  [PB] 
 <<  Roma 1 : 26 >> 

AVB: Itulah sebabnya Allah membiarkan mereka didorong hawa nafsu yang keji. Kaum wanita mereka pun berpaling daripada yang tabii kepada yang di luar tabii.


AYT: Karena itu, Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang hina, sebab perempuan-perempuan mereka menukar hubungan yang wajar dengan hubungan yang tidak wajar.

TB: Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.

TL: Itulah sebabnya Allah menyerahkan mereka itu kepada segala hawa nafsu yang keji, karena perempuannya mengubahkan adat yang lazim kepada adat yang bersalahan;

MILT: Sehubungan dengan itu, Allah (Elohim - 2316) telah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu kehinaan, karena bahkan orang-orang perempuan mereka telah menukar fungsi yang alami dengan apa yang melawan alam.

Shellabear 2010: Itulah sebabnya Allah membiarkan mereka tertawan oleh hawa nafsu yang hina. Bahkan perempuan-perempuan di antara mereka tidak lagi melakukan hubungan yang wajar dengan laki-laki, tetapi menggantinya dengan hubungan yang tidak wajar.

KS (Revisi Shellabear 2011): Itulah sebabnya Allah membiarkan mereka tertawan oleh hawa nafsu yang hina. Bahkan perempuan-perempuan di antara mereka tidak lagi melakukan hubungan yang wajar dengan laki-laki, tetapi menggantinya dengan hubungan yang tidak wajar.

Shellabear 2000: Itulah sebabnya Allah membiarkan mereka tertawan oleh hawa nafsu yang hina. Bahkan perempuan-perempuan di antara mereka tidak lagi melakukan hubungan yang wajar dengan laki-laki, tetapi menggantinya dengan hubungan yang tidak wajar.

KSZI: Itulah sebabnya Allah membiarkan mereka didorong hawa nafsu yang keji. Kaum wanita mereka pun berpaling daripada yang tabii kepada yang di luar tabii.

KSKK: Oleh sebab itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan: perempuan-perempuan menukarkan hubungan kelamin yang kodrati dengan yang melawan kodrat.

WBTC Draft: Karena mereka melakukan hal itu, maka Allah meninggalkannya dan membiarkannya melakukan semua hal yang memalukan, yang mau dilakukannya. Perempuan tidak lagi melakukan persetubuhan yang wajar dengan laki-laki. Mereka mulai melakukan persetubuhan dengan sesama perempuan.

VMD: Karena mereka melakukan hal itu, maka Allah meninggalkannya dan membiarkannya melakukan semua hal yang memalukan, yang mau dilakukannya. Perempuan tidak lagi melakukan persetubuhan yang wajar dengan laki-laki. Mereka mulai melakukan persetubuhan dengan sesama perempuan.

AMD: Untuk alasan itulah, Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan. Istri-istri mereka telah mengganti hubungan seks yang wajar dengan yang tidak wajar.

TSI: Karena manusia seperti itu, maka Allah membiarkan mereka diperbudak oleh keinginan-keinginan mereka yang memalukan. Salah satu contohnya, beberapa perempuan melakukan hubungan seks dengan sesama perempuan, padahal perbuatan yang seperti itu tidak wajar dan seharusnya tidak boleh dilakukan.

BIS: Karena manusia berbuat yang demikian, maka Allah membiarkan mereka menuruti nafsu mereka yang hina. Wanita-wanita mereka tidak lagi tertarik kepada laki-laki seperti yang lazimnya pada manusia, melainkan tertarik kepada sesama wanita.

TMV: Kerana manusia berbuat demikian, Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang keji. Wanita melakukan hubungan jenis dengan sesama wanita, dan hal itu tidak sepatutnya dilakukan.

BSD: Itu sebabnya Allah membiarkan mereka menuruti nafsu mereka yang tidak baik. Wanita-wanita melakukan hubungan seks dengan wanita, padahal itu tidak wajar.

FAYH: Itulah sebabnya Allah melepaskan mereka dan membiarkan mereka melakukan segala macam kejahatan, sehingga bahkan kaum wanita pun menentang rencana Allah bagi mereka dan berlazat-lazat dalam dosa percabulan dengan sesama wanita.

ENDE: Oleh sebab itu Allah telah menjerahkan mereka kepada hawa-nafsunja jang hina. Kaum isteri telah menukarkan persetubuhan kodrati dengan jang bertentangan dengan kodrat.

Shellabear 1912: Itulah sebabnya mereka itu ditawankan oleh Allah kepada hawa nafsu yang keji-keji; karena perempuannya memakai yang tiada biasa ganti yang biasa:

Klinkert 1879: Maka sebab itoelah dibiarkan Allah akan mareka-itoe kapada segala napsoe jang hina, karena orangnja perempoewan pon mengobahkan adat tabiat jang patoet kapada adat jang melawan tabiat;

Klinkert 1863: Maka sebab itoe dia-orang soedah diserahken Allah {Ima 18:22,23} sama segala napsoe jang nadjis, karna orangnja perampoean djoega soedah mengobahken tabiatnja jang patoet sama jang tiada patoet;

Melayu Baba: Deri sbab ini-lah Allah sudah srahkan dia-orang k-pada hawa-nafsu yang hina: kerna prempuan-prempuan-nya buat apa yang t'ada biasa ganti yang biasa:

Ambon Draft: Sebab itu Tuhan Allah sudah lepaskan dija awrang kapada ka; inginan-ka; inginan jang malu; karana parampuwan-parampuwannja sudah tijada pake lagi peri parampu-wan menurut tabiet, tetapi atas peri jang lawan tabiet.

Keasberry 1853: Maka subab itulah tulah disurahkan Allah akan marika itu kapada sagala nafsu yang hina: kurna prumpuannya pun tulah mungubahkan tabiatnya yang patut itu kapada yang tiada patut:

Keasberry 1866: Maka sŭbab itulah tŭlah disŭrahkan Allah akan marika itu kapada sagala nafsu yang hina, kŭrna pŭrampuannya pun tŭlah mŭngubahkan tabiatnya yang patut itu kapada yang tiada patut.

Leydekker Draft: 'Awleh karana demikijen 'itu 'Allah sudah sarahkan marika 'itu kapada garakh 2 an jang hina: karana lagi parampuwan 2 nja sudah menjalin pakejan jang mathbux kapada pakejan jang lawan thabixet:

Iban: Nya kebuah Allah Taala nejuka sida nurutka pengingin sida ti jai. Indu beleman enggau indu;


TB ITL: Karena <1223> itu <5124> Allah <2316> menyerahkan <3860> mereka <846> kepada <1519> hawa nafsu <3806> yang memalukan <819>, sebab <1063> isteri-isteri <2338> mereka <846> menggantikan <3337> persetubuhan <5540> yang wajar <5446> dengan <1519> <3844> yang tak wajar <5449>. [<5037>]


Jawa: Mulane Gusti Allah ngulungake wong-wong mau marang hawa-nepsu kang gawe wirang, sabab sing wadon padha nglironi cara awor turu nganggo patrap nyulayani kodrat.

Jawa 2006: Mulané Allah nguja wong-wong mau padha nuruti hawa-napsuné kang nistha, sabab kang wadon padha ora awor turu salumrahé karo bojoné, nanging padha nyulayani kodrat.

Jawa 1994: Merga saka iku, Gusti Allah masrahaké wong-wong mau marang hawa-nepsuné dhéwé sing rusuh. Wong wadon padha tumindak rusuh ninggal kalumrahan.

Jawa-Suriname: Para sedulur, jalaran sangka klakuan sing kaya ngono kuwi, manungsa dietyulké karo Gusti Allah, supaya pada nuruti kesenengané daging sing ora pantes. Mulané sing wédok-wédok ora pada nglakoni sing lumrah menèh, nanging sing ora lumrah. Ora pada nggolèk gandèngan karo wong lanang, nanging wong wédok malah gandèngan karo wong wédok.

Sunda: Ku sabab kalakuanana karitu, ku Allah jadi diantep ngalajur napsuna anu hina. Nu awewe nyacapkeun napsu birahina lain ku cara anu lumrah.

Sunda Formal: Eta sababna, maranehna ku Allah diantep kaimpungan napsu teu jujur. Awewena ngalampahkeun sapatemon anu henteu munasabah;

Madura: Polana lalakonna se kadi gapaneka, manossa sareng Allah edinggal norodi napsona se kotor. La’-mala’ babine’anna ta’ kapencot ka lalake’an akantha kapprana manossa, tape kapencot ka padha babine’anna.

Bauzi: Labihàmu bak damat Ala imboda laba vou baedam mohemu Alat faki damat ibi iho bak niba ahate modem bak ba ladem vaba aam ahasbeam im modelo àhàki meedam bak lam Alat gi, “Fà dam ibi baket meedase,” lahame mu ab ozahigeàmoham bak. Labiha labe bakda lahit ibi iho dat bake vi tauleme modeme baleàhà bak lam fa voou vedi lahit ihimo fa ahu gukeme ot modida.

Bali: Punika awinan Ida Sang Hyang Widi Wasa manggayang manusane ngulurin indria sane cemer. Anake eluh-eluh pada ngesehin cara patemuan semara sane biasa, antuk cara sane tan biasa.

Ngaju: Awi olon malalus taloh je kilau te, maka Hatalla manalua ewen manumon angat kipen ewen je randah. Kare oloh bawi ain ewen dia hindai mangguna kipen ewen dengan oloh hatue kilau je puna kapatute, malengkan mangguna kipen ewen te dengan sama bawi.

Sasak: Sẽngaq manusie ngelaksaneang hal saq maraq nike, jari Allah menengang ie pade turut napsune saq hine. Dengan-dengan nine lẽq antare ie pade ndẽqne berangen malik lẽq dengan mame maraq saq biase lẽq manusie, laguq malahan berangen kance sepade ninene.

Bugis: Nasaba napogau’i rupa tauwé makkuwaéro, nanaleppessangngi Allataala mennang turusiwi napessunna iya matunaé. Sining makkunrainna dé’na natattaré’ lao risining worowané pada-pada biyasaé ri rupa tauwé, sangadinna tattaré’i lao ri padanna muto makkunrai.

Makasar: Lanri kammana anjo panggaukanna rupataua, nibalang parekammi ke’nanga ri Allata’ala anturuki hawa napasu hinana ke’nanga. Tubai’-bainena ke’nanga tenamo naero’ ri bura’nea sangkamma biasaya ri rupataua, passangalinna parannami bai’-baine nakaeroki.

Toraja: Iamo bannangnato anNa popa’elo’nai Puang Matua lako kamoraian penaa megi’giran, belanna iatu mai baine ulleko’ aluk matutu napopentangia aluk;

Duri: Iamo joo napupangngelohnai Puang Allataala mpugaukki to mesirisanna. Ia to baine te'damo namadoang lako muane, apa lakomora padanna baine.

Gorontalo: Uwitolo sababuliyo timongoliyo ma hiluliya mao lo Allahuta'ala heturutiya napusu limongoliyo u mo'onajisi. Sababu mongobuwa to wolota limongoliyo ma didu motohilawo lo mongololai bo ma motohilawo lo mongobuwa.

Gorontalo 2006: Sababu manusia helohutu u odito, yi Allahu Taa̒ala lopoluli olimongolio lodudua̒ napusu limongolio u hina. Mongobua limongolio diilalo ohilao tomongo lolai̒ debo odelo u biasaalio tomanusia, bo ohilao topangelio mongobua.

Balantak: Gause i raaya'a nangawawaumo men koiya'a mbaka' Alaata'ala nandalaimo i raaya'a tololo' na pisuuna men kakamaa'. Tamban isian wiwine men sianmo ningkikira'i moro'one koi men dele kasee poopakemo simbaya' wiwine men bookoi doso.

Bambam: Dadi, kahana inde hupatau untuhu'i kamohäeam sugali'na, nasuhum nalamba' bäbäm Puang Allataala lambi' napäbäi bäbäm untuhu'i kamohäeam sugali'na umpogau' indo la diposihi'na. Lambi' susinna baine taiam muane nasigausam, sapo' sabainenam nasigausam.

Kaili Da'a: Sabana etu Alatala nompakamba ira nantuki dota rara ira to naja'a to nompakaeya. Besi-besi mana nompokono langgai ewa to nabiasa najadi ri ja'i manusia, tapi nompokono simbau ira besi.

Mongondow: Lantaran nogaidon kon natua, daí pinomayakdon makow i Allah im mosia dinumudui kon ibog monia inta moko'oyak. Bobay mita doií bidon kon ḷoḷaki naí biasamai saḷaku tabiat in intau, ta'e mosia mo'ibog bidon kon tumpaḷa bobay.

Aralle: Dahi, aka' dai sika naaku umpenombai Puang Alataala, nasuhung napabei tomande' untuhu'i pampemalannaii ang tasampa'. Moi bahine dang membabe situhu' ang sihatang nababe bahine, ampo' inde mai bahine siala sambahinena!

Napu: Mewali, anti kadanda mau menomba i Pue Ala, ido hai Napogiangaa peahe moula peundeana lalunda au mepakaea iti. Hawe-hawe i towawine, barapohe mobabehi nodo babehia manusia biasa. Hadua-hadua towawine mampotambia hangka towawinenda.

Sangir: Ual᷊ingu taumata němpẹ̌koạ kerene, ute Mawu Ruata e němalan sire napẹ̌batụ u abul᷊in sire raral᷊aị. Manga wawinen sire selain tawe mawawulu'n manga esẹ kerẹ'ewe tundune su taumata, kaiso kawe mạbulun lawọ manga wawine.

Taa: Wali apa saba tau etu bo’onya mampue mampakabae i Pue Allah, see naka Ia ojo mangabiaka sira mangaluluka yau pamporani ndaya nsira to maja’a kojo. Wali palaong to masipato napokea ntau, etu semo to sira rani mangika. Wali nempo to we’a sira tamo mangika lengko to biasa naika nto lino, apa sira marongo paka we’a.

Rote: Hu ka nde hataholi daebafa ka tatao-nono'in leondia ka de, Manetualain po'ilota kasa fo ala tao tunga ka'da sila hihii-nanau mangalaun sila la. Ala ta tao tunga hataholii a ha'da na, fo ina kala hii tou kala, tehu ina ka nahiik seluk no inak.

Galela: Mutuwade magena o Gikimoi waqohaka, so ona manga nyafusu ma dorou yamote de ona maqe imakihike. Sidago lo manga ngopeqeka gena yanau he yadupa kawa maro kiaka o nyawa nanga galepu, so lebelaha ka ami sininga ma dupa qatotorou so momasikiidu de ami dodiao o ngopeqeka moi.

Yali, Angguruk: Ari turuk latusama Allahn it inindimu siyag ane tul perukon turuk lamag ulug Allahn il embeserisimu ap ininggali atuk ane turuk latusa. Turuk latusareg unuhesi arimanowen enehunsi men sebe roho nohoruk ane embeselug it hiyap-hiyap eneg labog-labog atuk lit sebe roho nohoruk latusa.

Tabaru: Sababu 'o nyawa yodiai koge'ena, so ma Jo'oungu ma Dutu wakisimadaka 'ona yamoteke to 'ona manga nyafisuu gee yakisimae-maeke. To 'ona manga nge-ngeweka koyoduakuawau yomakapake de 'o nauru so yoduaka kayomasinge-ngewekau.

Karo: Erdandanken si e ipelepas Dibata ia nehken sura-surana si njuruken. Diberu-diberu erlagu la mehuli ia sapih-sapih ia diberu. Lagu langkah diberu-diberu e lanai bagi arusna.

Simalungun: Halani ai iondoskon Naibata ma sidea bani hisap-hisap habadoron; iubah parinangon ni sidea do hasomalan na patut hu bani ulah na so somal.

Toba: Ala ni i dipasahat Debata nasida tu hahisapon hailaon, ai dipaimbar angka boruborunasida do bangko hian tu na so bangko.

Dairi: Kumarna naidi, ibelli Dèbata ngo kalak idi i cubellek kememèla idi. Oda nèngè lemmo ètongen daberru-daberru kalak idi taba anak laki bagè patutna kin bai jelma, tapi enggo gabè sèkel bai samah kalak i daberru.

Minangkabau: Dek karano manusia mampabuwek nan bakcando itu, mako Allah mampadiyakan urang-urang tu, mampaturuikkan napasu buruaknyo. Nan padusi indak manyalero lai kabake laki-laki, bakcando nan galiknyo di manusia, malah inyo manyalero kabake sasamo padusi.

Nias: Bõrõ me lalau niha zi manõ, Itehegõ khõra Lowalangi la'o'õ wangisõra andrõ si lõ boto. Lõ adõni dõdõ ndra alawe ndra matua, si mane si to'õlõ ba niha, hiza adõni dõdõ ndra alawe khõ nawõnia ira alawe.

Mentawai: Kalulut gagalaiakéra nia sirimanua kelé néné, oreakénangan sia Taikamanua ratut'aké pubobot-bot akkulára kasit-sit'akenen. Táan ka tubudda taimanteu iaalá bagadda tainanalep, tápoi ka tubuddangan lé pasasambadda tainanalep.

Lampung: Mani manusia bebuat sai injuk reno, maka Allah naganko tian nuruti nafsu tian sai hina. Bebai-bebai tian mak lagi tetarik jama bakas-bakas injuk sai biasani jama manusia, melainko tetarik jama peperda bebai.

Aceh: Sabab manusia jipeubuet nyang lagée nyan, teuma Allah laju geupeubiyeu awaknyan jiturot nafeusu droe jih nyang hina. Ureuëng-ureuëng inong awaknyan hana le nyang hawa keu ureuëng agam lagée nyang lazem jih nibak manusia, teuma jigalak ubak sabe keudroe-droe jih nyang ureuëng inong.

Mamasa: Iamo nangei napalondamo Puang Allata'alla umpangngula' penawanna ungkarang gau mekadere'-dere', napolalan tangngiamo muane naporai nasolaan mamma' baine sapo pada bainenamo.

Berik: Jega jem temawer, Uwa Sanbagiri Jei angtane jeiserem ga jewer mirtebitefala, ane jega jem temawer seyafter kapkaiserem ini jemna unggwan-giri jep ga aa ge folbamini jam eyebife, jei seyafter kapka jeiserem ga aane eyebili. Jei etam-etama maaryena aas galserem ga gala gane eyebili: Wini jei ini jemna gamjon jam ge folbamiyen anggwana jelemanaiserem jemnibe, jengga ini jemna jei wi boseneminipfener ge folbamini enggalfe wibosnabar gam ge gwef wi anggwa gamserem.

Manggarai: Ali hitu Mori Keraéng téi isé oné belek da’at atat pandé ritak laing. Ai wina disé lesing toko neki ata kopn, le ngoéng ata toé kopn.

Sabu: Rido mina harre ke, ne do tao ri ddau raiwawa, moko ta hani ke ro ri Deo ta pedutu nga lua ddhei nge nga ade ro do apa do kedhaha he. Ne mobanni-mobanni ro he, adho ke do era ri nga lua matta dhara nga momone do mii pa tima he pa ddau raiwawa, tapulara do matta dhara nga mobanni hela'u ke.

Kupang: Tagal dong pung jahat, andia ko Tuhan kasi tenga pi, ko dong bekin kamomos bagitu, iko dong pung mau-mau sa. Ais dong maen hohongge macam-macam, deng sonde tau malu. Dong pung bini sonde suka tidor deng dong pung laki lai, ma suka yang sonde wajar sa. Te parampuan batidor deng parampuan!

Abun: Men yetu ben sukibit ket men dakai í ne sor anato Yefun Allah misyar men da bro wa yu dakai daret. Yefun Allah misyar sane sor nggon deyo bariwa sem su yebris sagana ne o re, wo nggon ne dakai iwa ben siri su nggon yi neya daret sor.

Meyah: Jefeda Allah orons rot rua insa koma jeskaseda riker gij rerin mar ongga oska ongga rudou eftirir keingg ojgomuja. Rujager ruroru rerin mar ongga oska insa koma onjoros rudou onosos rot runer deika guru, tina ruckahtah rot rujager enjgineg ojgomu.

Uma: Jadi', apa' oja'-ra mpopue'-ie, toe pai' napelele' lau-ramo mpotuku' kahinaa nono-ra to me'eai' toe. Ntahawe' tobine–tobine uma-pi mogau' hewa gau' manusia' biasa. Himpau tobine moto-ramo momepotobine.

Yawa: Maisyare wemai ti, Amisye aneme mpaya vatane wato mai indamu utavondi awa ana manuga ntento rai raronto ti mbe samaneve mai. Wanya inta nawamo ubekero anya maije ramu, yara manuga ntento taune awa wanya bo mansai, ti utitarive mansai.


NETBible: For this reason God gave them over to dishonorable passions. For their women exchanged the natural sexual relations for unnatural ones,

NASB: For this reason God gave them over to degrading passions; for their women exchanged the natural function for that which is unnatural,

HCSB: This is why God delivered them over to degrading passions. For even their females exchanged natural sexual intercourse for what is unnatural.

LEB: Because of this, God gave them over to degrading passions, for their females exchanged the natural relations for those contrary to nature,

NIV: Because of this, God gave them over to shameful lusts. Even their women exchanged natural relations for unnatural ones.

ESV: For this reason God gave them up to dishonorable passions. For their women exchanged natural relations for those that are contrary to nature;

NRSV: For this reason God gave them up to degrading passions. Their women exchanged natural intercourse for unnatural,

REB: As a result God has given them up to shameful passions. Among them women have exchanged natural intercourse for unnatural,

NKJV: For this reason God gave them up to vile passions. For even their women exchanged the natural use for what is against nature.

KJV: For this cause God gave them up unto vile affections: for even their women did change the natural use into that which is against nature:

AMP: For this reason God gave them over {and} abandoned them to vile affections {and} degrading passions. For their women exchanged their natural function for an unnatural {and} abnormal one,

NLT: That is why God abandoned them to their shameful desires. Even the women turned against the natural way to have sex and instead indulged in sex with each other.

GNB: Because they do this, God has given them over to shameful passions. Even the women pervert the natural use of their sex by unnatural acts.

ERV: Because people did those things, God left them and let them do the shameful things they wanted to do. Women stopped having natural sex with men and started having sex with other women.

EVD: Because people did those things, God left them and let them do the shameful things they wanted to do. Women stopped having natural sex with men. They started having sex with other women.

BBE: For this reason God gave them up to evil passions, and their women were changing the natural use into one which is unnatural:

MSG: Worse followed. Refusing to know God, they soon didn't know how to be human either--women didn't know how to be women, men didn't know how to be men.

Phillips NT: God therefore handed them over to disgraceful passions. Their women exchanged the normal practices of sexual intercourse for something which is abnormal and unnatural.

DEIBLER: So, God allowed the non-Jews to do shameful sexual things that they strongly desired. As a result, many women did not have natural sexual relations with their husbands [EUP]. Instead, they were doing sexual actions with other women [EUP].

GULLAH: Cause people do dat, God lef um lone an leh um go on an do dem dorty ting wa dey een dey haat, ting wa oughta mek um too shame. De ooman deysef lef off da sleep wid man as dey husban an da do dorty ting wid oda ooman, wa God ain mek ooman fa do wid oda ooman.

CEV: God let them follow their own evil desires. Women no longer wanted to have sex in a natural way, and they did things with each other that were not natural.

CEVUK: God let them follow their own evil desires. Women no longer wanted to have sex in a natural way, and they did things with each other that were not natural.

GWV: For this reason God allowed their shameful passions to control them. Their women have exchanged natural sexual relations for unnatural ones.


NET [draft] ITL: For <1223> this reason <5124> God <2316> gave <3860> them <846> over <3860> to <1519> dishonorable <819> passions <3806>. For <1063> their <846> women <2338> exchanged <3337> the natural <5446> sexual relations <5540> for <1519> unnatural ones <5449>,


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Roma 1 : 26 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran