Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [AYT]     [PL]  [PB] 
 <<  1 Korintus 8 : 1 >> 

AYT: Sekarang, mengenai daging-daging yang dipersembahkan kepada berhala-berhala. Kita tahu bahwa kita semua mempunyai pengetahuan. Pengetahuan membuat sombong, tetapi kasih membangun.


TB: Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.

TL: Adapun akan hal barang yang dipersembahkan kepada berhala, kita ketahui "bahwa kita sekalian berpengetahuan." Maka pengetahuan itu membesarkan diri, tetapi kasih itu meneguhkan hati.

MILT: Dan mengenai binatang-binatang yang dikurbankan kepada berhala, kita telah mengetahui bahwa kita semua memiliki pengetahuan. Pengetahuan membuat sombong, tetapi kasih membangun.

Shellabear 2010: Selanjutnya, mengenai makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Kita tahu bahwa "kita semua berpengetahuan." Pengetahuan membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.

KS (Revisi Shellabear 2011): Selanjutnya, mengenai makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Kita tahu bahwa "kita semua berpengetahuan." Pengetahuan membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.

Shellabear 2000: Selanjutnya, mengenai makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Kita tahu bahwa “kita semua berpengetahuan.” Pengetahuan membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.

KSZI: Sekarang tentang soal makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala: Kita tahu bahawa kita semua mempunyai ilmu pengetahuan. Tetapi ilmu pengetahuan boleh membuat orang angkuh manakala kasih membina hidup.

KSKK: Mengenai daging yang berasal dari persembahan kepada berhala: kita semua mengetahui bahwa kita berpengetahuan, tetapi pengetahuan itu membuat orang menjadi sombong, sedang kasih membangun.

WBTC Draft: Sekarang aku menulis tentang daging yang dikurbankan kepada berhala. Kita tahu bahwa, "Kita semua mempunyai pengetahuan." "Pengetahuan" itu membuat kamu sombong, tetapi kasih membuat kamu menolong orang lain semakin bertumbuh.

VMD: Sekarang aku menulis tentang daging yang dikurbankan kepada berhala. Kita tahu bahwa, “Kita semua mempunyai pengetahuan.” “Pengetahuan” itu membuat kamu sombong, tetapi kasih membuat kamu menolong orang lain semakin bertumbuh.

TSI: Sekarang saya menulis tentang sisa daging binatang yang dikurbankan kepada berhala. Tentang hal itu sering orang-orang Kristen merasa bahwa kita semua mempunyai pengetahuan. Tetapi perlu kita ingat bahwa pengetahuan sering membuat kita sombong. Sedangkan kasih lebih penting dari pada pengetahuan, karena kasih menolong saudara-saudari seiman kita untuk bertumbuh.

BIS: Sekarang mengenai makanan yang diberikan sebagai persembahan kepada berhala. Memang benar seperti kata orang, "Kita semuanya sudah pandai." Tetapi kepandaian membuat orang menjadi sombong, sedangkan kasih membangun pribadi orang.

TMV: Sekarang aku membincangkan hal makanan yang dipersembahkan kepada berhala. Memang benar seperti kata orang, "Kita semua mempunyai pengetahuan." Tetapi pengetahuan menjadikan orang sombong, sedangkan kasih membina kehidupan orang.

BSD: Sekarang saya mau menulis tentang makanan yang dipersembahkan kepada berhala.

FAYH: PERTANYAAN yang berikut berkenaan dengan makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala. Mengenai masalah ini setiap orang merasa bahwa jawabannyalah yang benar! Tetapi, walaupun "tahu segala-galanya" menyebabkan kita merasa menjadi orang penting, yang sebenarnya kita butuhkan untuk membangun jemaat ialah kasih.

ENDE: Mengenai daging pudjaan kita tahu, bahwa kita semua berpengetahuan, tetapi pengetahuan membusungkan, sedangkan tjinta-kasih membangun.

Shellabear 1912: Ada pun hal makan yang dipersembahkan kepada berhala: Maka kita mengetahui bahwa kita sekalian berpengetahuan. Maka pengetahuan membesarkan hati orang, tetapi kasih meneguhkan hati.

Klinkert 1879: Adapon akan hal barang jang dipersembahkan kapada berhala, tahoelah kita bahwa kita sakalian berpengetahoean. Maka pengetahoean itoe mendjadikan sombong, tetapi kasih djoega membangoenkan pertjaja.

Klinkert 1863: Maka sakarang dari perkara barang jang dipersembahken sama brahala, maka kita soedah taoe jang kita-orang samowa mempoenjai pengataoewan, maka pengataoewan itoe membesarken hati, tetapi pengasihan membangoenken pertjaja.

Melayu Baba: Fasal lauk-datok: kita tahu juga yang kita smoa ada pngtahuan. Pngtahuan bsarkan hati orang, ttapi kaseh tgohkan hati.

Ambon Draft: Adapawn akan persom-bahan berhala-berhala, kami djuga tahu, jang pada kami sa-mowa ada pengatahuwan. Ma-ka pengatahuwan mengadakan hati besar, tetapi pengasehan perusah.

Keasberry: ADAPUN skarang deri hal barang purkara yang dipursumbahkan kapada burhala burhala itu, bahwa kita tulah mungataui kami skalian ada mumpunyai pungatauan. Bahwa pungatauan itu mungangatkan, tutapi pungasihan itu mundatangkan fiedah.

Leydekker Draft: 'Adapawn 'akan barang jang telah depersombahkan kapada berhala 2, kamij tahu bahuwa kamij sakalijen sudah ber`awleh peng`enalan. Peng`enalan 'itu djadikan djumawa, tetapi peng`asehan 'itu memberij perbajikan.

AVB: Sekarang tentang soal makanan yang telah dipersembahkan kepada berhala: Kita tahu bahawa kita semua mempunyai ilmu pengetahuan. Tetapi ilmu pengetahuan boleh membuat orang angkuh manakala kasih membina hidup.


TB ITL: Tentang <4012> daging persembahan berhala <1494> kita tahu <1492>: "kita semua <3956> mempunyai <2192> pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong <5448>, tetapi <1161> kasih <26> membangun <3618>. [<1161> <3754> <1108> <1108>]


Jawa: Tumrap daging sesajening brahala iku, kita padha sumurup: “kita kabeh padha duwe kawruh.” Kawruh kang mangkono iku marakake kumenthus, nanging katresnan iku mbangun.

Jawa 2006: Mungguh daging sesajèning brahala iku, kita padha sumurup, "Kita kabèh padha duwé kawruh." Kawruh kang mangkono iku marakaké kumenthus, nanging katresnan iku mbangun.

Jawa 1994: Bab mangan sesajèning brahala, pancèn bener kaya kandhané wong-wong, yèn "kita wis padha duwé pangerti". Nanging kawruh sing mengkono mau marakaké wong dadi gumunggung, awit sing mbangun kuwi mung katresnan.

Jawa-Suriname: Para sedulur, saiki aku kepéngin ngomongké bab sesajèné brahala. Pantyèn bener sing diomong karo wong-wong, jaréné pada ngerti nèk brahala kuwi sakjané ora ènèng wujuté. Nanging pangerti sing kaya ngono kuwi namung marakké sombong. Sing bisa mbangun kuwi namung katrésnan.

Sunda: Ayeuna sual susuguh pikeun brahala, anu ku aranjeun ditulis dina surat. Aya anu majar, "Urang mah kabeh geus nyaho." Puguh nyaho tea mah. Tapi kanyaho teh nungtun kana takabur, sabalikna ari kanyaah mah ngawangun kapribadian.

Sunda Formal: Ayeuna sual sasajen pikeun brahala. Kana hal eta, urang geus taya nu bireuk deui. Ceuk aranjeun tea mah: ‘Urang mah, sarerea ge, geus nyaho.’ Tapi eta kanyaho aranjeun teh nungtun kana takabur. Teu cara kanyaahan tea, anu matak mangpa'at.

Madura: Samangken parkara teddha’an se ebadhi tor-ator ka brahala. Pajat lerres ca’epon oreng, "Sampeyan sareng kaula sadaja ampon penter." Nangeng kapenterran andaddiyagi oreng sombong, dineng kataresna’an mabagus pribadhina oreng.

Bauzi: Um Korintus dam neo aimale. Uho amu eba sunit toeme oluhu im meida lam eho fa uba vameadalo mozo. Uho neha, “Dam giida totbaho labe iho na ostamna it modi alali vou baedamna laba na nubu vou le lodamna lam iho Kristus bake tu vuzehi meedam dam nibe iho fa tau àm neào? Tau àm fi hào?” lahame vabi eba vi ailo gagoho bak lam eho fa uba nehi vameadalo mozo. Uho Kristus bake tu vuzehi vahi meedam dam totbaho labe vedi neha, “Damat na ostamna laba alali vou baedamna lam im ozobohu bak. Ala imbona modem kaio. Laham bak lam im abo ozobohudi neàdi meit ame na nubu laba vou le lodamna lam iho Kristus bake tu vuzehi meedam dam ahebu vi tau àm neàte,” lahame labi vi ozodume gagodam damat modem bak. Lo. Uho lab ozome gagoho bak lam imbote. Em laha labi ozodam bak. Lahana eho ozoha, uho lab ozobohudi meedam bak labet uba modi nehi it daetbadam bak. “Im abo ihimo im ozobohudi meedam dam im am bak,” lahame uba modi uho bisi it daetbadam bak lam abo faite. Gi nehame meedam bak nim bisi neà bak am bak. Uho umti vahi Kristus bake tu vuzehi meedam dam totbaho laba neha, “Dam labe iho Ala bake tu vuzehi meedam bak lam fà modi teudese,” lahame deeli vabededam bak lam bisi neà bak am bak.

Bali: Sane mangkin, ngeniang indik ajeng-ajengan sane katurang ring arca-arcane mula sawiakti sakadi baos anake, mungguing iraga sareng sami sampun pada madue kaweruh. Nanging kaweruh punika ngranayang anake pada dados sumbung. Wantah kapitresnane sane ngwangun pasamuane.

Ngaju: Toh tahiu panginan je inenga manjadi parapah akan dewa. Puna toto kilau koan oloh, "Itah handiai uras jari pintar." Tapi kapintar tau mawi oloh jadi balecak, tapi sinta mampahalap tirok-atei oloh.

Sasak: Mangkin mengenai keloran saq teaturang tipaq berhale. Mule kenaq maraq basen dengan bahwe, "Ite selapuq sampun bedowẽ penenaoq." Kepinteran miaq dengan jari sombong, laguq kasih pesolah dengan.

Bugis: Makkekkuwangngé passalenna anrékanré iya riyabbéréyangngé selaku pakkasuwiyang lao ri barahalaé. Mémeng tongeng pada-pada adanna tauwé, "Macca manenni." Iyakiya amaccangngé mébbui tauwé mancaji matempo, padahal pammasé napatokkongngi paribadinna tauwé.

Makasar: Kamma-kamma anne ri passala’na kanre nipassareanga mae ri barhalaya. Memang annabai apa napaua taua angkana, "Ikatte cara’de’ ngaseng maki’." Mingka anjo kacara’dekanga akkulle napa’jari tampo taua; na anjo pangngamaseanga akkullei nabangung kalenna taua.

Toraja: Iatu diona apa dipemalaran lako deata, taissan kumua mintu’ki’ den paissanta. Iatu kapaissanan umpamadao penaa, apa iatu pa’kaboro’ umpabatta’ kapatonganan.

Duri: Ia omo la kupau tee too to juku' dipassompan lako dewata. Tonganna to nasanga tau kumua macca ngasanmiki'! Apa ia joo kamaccan mpupemmatampo tau, na ia to pangpakamoja' mangpamasumanga' tau.

Gorontalo: Timongoli loluladeyi ode olau odiye, ”Tomimbihu dagingi u ma yilohiliyo ode u ngopohiya lo Allahuta'ala, ito nga'amila ma motota.” Uwito banari, bo poleleu mayi ode olimongoli: Pongotota odito boyito mo'osombongi, bo toliango momongu tawu wuwewo.

Gorontalo 2006: Botia tomimbihu ua̒alo uwohi odelo dewo ode balaahala. Memangi otutu debo odelo loi̒ya lotau, "Ito ngoa̒amilalo malotota." Bo pongotota moo̒hutu totau sombongi, hiambola tolia̒ngo momongu batanga lotau.

Balantak: Koini'i tundunkononku a aratina antok men nikelaikon bona patung. Bookoi “kita giigii' isian pinginti'ianta na pimbolianan.” Poali pinginti'ian iya'a minsidakon mian sida lambak, kasee molingu'kon mian minsidakon kaparasaya'anna mian sida moonggor.

Bambam: Mane deenni, la kutulasangkoa' diona muande bale puha dipehumalasam lako indo to napa'debatai taianna to matappa'. Si tauaa': "Deemmi kapaissangantaa' inggannakia' to matappa'." Abana deemmi, sapo' anggam ia, aka deem illaam alla'-alla'mua' si umbaba malangka' penabai indo kapaissanganna. Moi kela daa anggam pa'kamase umpakatoto' kakalebuanna to matappa'.

Kaili Da'a: Ane pompekutana komi ewa panggoni to nipakoni ka pue-pue ntanina, iwe'imo pesonoku: Komi nanguli, "Kita pura-pura naria pangginjanita." Nakonomo etu, tapi toramo, pangginjani nompakasombo tau tapi towe nompakaroso rara ntau.

Mongondow: Yo tana'a in soaáḷ ka'anon inta inogoi saḷaku sosumbah kom berhala. O'o, totu'ubií ing kain intau, "Kita komintan bidon nongopandoi." Ta'e pandoi tatua nokopobaliídon kon intau mokaḷakuang, ta'e aka tabi, yo mokobiag kon intau.

Aralle: Dinoa pemalaä' untula' yato andeang ang puha dipopenomba pano di dehata lino. Tahpa' yato ang ungnguki', yato ang naoatee, "Aha kapainsanganta ingkännaingkea' to Sahani." Ampo' aha di alla'-alla'mua' ang malängkä' inaha napobua' yato kapainsangammua'. Mahasa puha nei' ke la ungkalemuikoa' solamu sitonda kamahempo'ang inaha ang la umpamatoto' jumaa'.

Napu: Kaliliuana, ina mololitana kana i paande au rapopenomba i anitu. Niuli: "Ikita to Sarani, mapandeke, taisami paturo au tou." Tou mpuu agayana kuuliangaakau: anti kamapandemi iti, arakau au mampemahile. Aginami maahike i ranganta hai tapakaroho lalunda hangka ranganta.

Sangir: Su hal᷊ẹ̌ewen manga kaěng kụ ighẹ̌gěllị pạněmba maha'n duata e. Kahěngang bue nạung kere nipẹ̌beran taumata u, "I kitẹ kẹ̌bị e seng něngkapande." Kaiso kapande nakariadi taumata e naobotẹ̌, arawe kai kakěndagẹ̌ e mạmangung pẹ̌sěngkatau.

Taa: Wali re’e to aku rani manganto’o mangkonong nae to roomo rapampueka resi tau-tau. Wali monso pu’u samparia kita manasa ri raya ngkita mangkonong nae to etu. Pei apa saba manasa kita mangkonong nae etu see naka re’e tau to mawali mangei. Wali to baebae batuanginya kita mamporayang sa’e. Apa kanasa mangkonong nae etu ojo mangampakabae dada ntau, pei pamporayang mampakaroso raya ntau.

Rote: Besak ia la'eneu nana'a-nininuk fo ala fen neu sosongo-tatango ka. Memak la'en sama leo hataholi la hala na lae, "Ita basa-basa tala malelak so." Tehu malela ka ana tao na hataholi a dadi manakoao-ndaeaok, ma susue-lalai ka nakatutuluk hataholi a tao malole.

Galela: De nako ngini nia sano-sano ma ngale o ino la kanaga isisuba o serika gena, ngohi tosango komanena. Igogou, ka idadi ngone potemo panakoka o Gikimoi Una magena ka womatengo de o bi giki ma somoa moili gena ihiwa. Ngaroko komagena, nakoso potemo ngone o kia naga moi ka panako qaloha, de magena ngone aku pomasihieka. Duma nakoso padodara, de nanga sininga ma meta cawali de o dodara ma ngale o nyawa manga sininga aku posiputuru.

Yali, Angguruk: Nori, usa ambohom naruk ane fahet tot hiyag hisamin. Aben te, "Alem ari fahet nit obog toho ninindi anggat teg lahe," uruk ane nit nonoluk. Alem nonoluk teg lahe uruk ane ariyen hemet turuk ane inam atuk, ap inindi enesug ane ariyen ine atuk ane inam atuk.

Tabaru: Ne'ena ngoi tomau tabicara ma ngale 'o 'inomo gee 'isisubakau 'o barahalaka. Ngone panakokau 'o dolabololo gee 'ingose 'ato, "Ngone poodumu pobarijakau." Duga sababu pongose 'ato pobarijakau, ge'enau so 'o nyawa manga singina 'ikurutie. Ma 'o dora ge'ena 'o nyawa manga singina yosikuata.

Karo: Genduari kerna pangan si ipersembahken man berhala. Tuhu me bagi si ikataken kalak maka "kerina kita erpemeteh". Amin bage gia, pemeteh erbahanca kalak meganjang ukur, tapi kekelengen pehuliken kap.

Simalungun: Tapi pasal gulei na dob ginalangkon, ibotoh hita do, paboa haganup do hita marnah habotohon. Na pabanggal-banggalhon diri do habotohon, tapi na padear-dearhon do holong ni uhur.

Toba: (I.) Alai anggo taringot tu juhut naung pinelehon taboto be; naung adong do parbinotoan di hita saluhutna. Na paburnangkon do parbinotoan; alai na pauliulihon do ia holong ni roha.

Dairi: Bagèndari terrèngèt pangaan sienggo ipèlèken mi sembahen, tuhu ngo bagè pendokken dèba, "Karinana kita enggo pandè." Kepandèen memmaing gabè tunggang, tapi ukum kelleng, imo lako pesellohken.

Minangkabau: Kiniko tantang parkaro makanan, nan dibarikan sabagai pasambahan kabake barhalo. Iyo juwo bak kecek-kecek urang, "Kasadonyo kito lah bi santiang." Tapi kasantiangan urang tu, mambuwek inyo jadi uju, sadangkan kasiah bisa untuak mambangun diri urang.

Nias: Sanandrõsa ba gõ si no tebe'e sumange ba nadu niw̃a'õgu iada'e. Duhu si mane niw̃a'õ niha, "No onekhe ita fefu." Ba fa'onekhe andrõ ibali'õ fayaw̃a niha, ba hiza i'a'azõkhi niha fa'omasi.

Mentawai: Kineneiget kutitiboi iaté pagalaiat kan sibuluakenen ka sabulungan. Kirénangan tedda aisese kelé sikuadda néné. "Amaagaian sita sangamberitta." Ka sia puaagai masikau sirimanua masiumun tubu lé, tápoi nuntut baga geti; masibangun puririmanuan sirimanua.

Lampung: Tano mengenai kanikan sai dikeniko sebagai persembahan jama berhala. Sangun temon injuk cawa ulun, "Ram sunyinni radu pandai." Kidang kepandaian nyani jelma jadi mepungah, sedang kasih ngebangun pribadi jelma.

Aceh: Jinoenyoe ulôn peugah keuhai peunajoh nyang jibri sibagoe peuseumahan keu beurala. Keubiet beutôi lagée jipeugah lé gob, "Tanyoe banmandum ka carông." Teuma ngon carông nyan teupeujeuet manusia rhot bak sombong, seudang geunaséh teupeudong pribadi manusia.

Mamasa: Temo la kutulasangkoa' diona bale mangka dipopemala' lako dewata lino. Tonganna tula'mua' simukua: “Ummampuimikia' kapaissanan angganta to mangngorean.” Inde kapaissananne bassa' umpomalangka' penawa tau, sapo pa'kamase mala umpakatoto' kombonganna to mangngorean.

Berik: Surta aamei gwanan ap as ijesa tulisulbonontom, surta jeiserem jebe, aamei matauwa tiborma jam kwirtabaabiliserem jep aa jes gane kitulminirim, matau jeiserem aamei ai ga ase jem temawera tenebana enggame, "Matauwa jeiserem ke samfer negama tombaabili?" Ai aaf ga isa ajes tamawolmif. Ga enggam, angtane afweraiserem im nenennabe enggam ge gubili, "Nei seyafter tousaiserem nemsa domola." Jeba bunaram, jengga angtane aa jei gam gunurum enggame, "Ai waakenfer ames towaswena.", angtane jeiserem jei jes gamserem gam ajewer gam gunurum, jei jena ga jam gam gaartenanna, ane jei angtane nafsi Yesus aa jei ne tebanaram jam kanautababiyen. Jengga angtane, angtane nafsi aa jei gam nesiktababilirim, angtane jeiserem jei safna Yesus aa jei ne tebanaram ga jes gam kanautababuwena.

Manggarai: Tombo ho’o, latang te nuru hiot takung kudut io pina-naéng. Bet data: “Sanggéd ité manga taung pecingd.” Pecing nenggitu pandé ata ciri mésé naiy, maik momang hitu te pandé di’a.

Sabu: Nadhe ri jhara lua bhara nga'a do udu-do bhaja pa ajhu pa wowadu. Do tarra mii liperajja ddau ma, "Di hedhe hari-hari do mmau dhara ke." Tapulara mmau dhara do pejadhi ddau raiwawa ta wui-anni, jhe ne pa petu ne lua pehajha-peddhei ne do pekenyajjhe muri mada heddau ddau.

Kupang: Sakarang beta mau omong soꞌal daging yang orang pake songgo. Kotong samua su tau banya, soꞌal ini hal dong. Dia pung masala, kalo orang tau banya, dia bisa sombong, te dia pikir dia lebe pintar dari orang laen dong. Lebe bae, kotong basayang deng orang laen sa. Te itu yang bekin samua orang jadi kuat ko bisa batahan lama.

Abun: Ji bi sukdu subot sugit gato yé som sukdaret su ne. Yé ki do, "Men sino jam suk it." Sukdu ne sangge, sarewo suk mwa gato yé jam ne ben nje mit at. Án dakai bes án nggwa kok mone, wo ye gato bi sukjimnut sye kas subot ye yi bere ben suk gato ós nje sor.

Meyah: Ebeibeyaif didif dudou os disisi joug iwa osok gij mar egens ongga iwa injeka gu didif rot sis fob. Koma bera osok gij maat ongga rusnok enjgineg rira jeskaseda rirejiteyi gu mar ongga tenten guru. Mimif ongga Kristen nomnaga rijginaga rot oida mar koma ongga rusnok rugif gu bera erek oska ojgomu. Tina jeska mimif ongga Kristen rijginaga rot fob, jefeda rineya risitit risinsa rifaga rot ojgomu. Tina ongga oufamofa eteb bera rua rita rudou ongga okora rot rusnok insa koma ojgomu noba rufij rua jeskaseda rua tein ruroru Tuhan rot tenten ojgomu.

Uma: Kakaliliua-na, mpotompo'wiwi-a pongkoni' to rapopepue' hi pinotau. Makono moto-le to ni'uli': kita' to Kristen, monoto-mi nono-ta omea, ta'inca ka'uma-na ria pue' ntani'-na ngkai Alata'ala. Aga ku'uli'-kokoi: ngkai kamonoto nono-ta toe, ria to jadi' molangko nono-ra. Agina-pi-hawo ma'ahi'-ta hi doo pai' mporohoi nono doo.

Yawa: Arono nandijawe weapo anakotaro anaisyo rameseo yare rai ranajo rinai. Weti syare syo ananyao raugaje wasaijo rai. Syo raen vatane inta una no wapa yasyine rai ware, “Wan tenambe ana wamo raene mamo manui rave to.” Tugae, wamo anakotaro manui raen, weramu vemo wansararino rai nora. Yara muinye mamo ama ngkove mo ana raene umawe rakivan, weye arono wamuinyo wama arakove mai, weamo wamo manuga raijasea mbambunin.


NETBible: With regard to food sacrificed to idols, we know that “we all have knowledge.” Knowledge puffs up, but love builds up.

NASB: Now concerning things sacrificed to idols, we know that we all have knowledge. Knowledge makes arrogant, but love edifies.

HCSB: About food offered to idols: We know that "we all have knowledge." Knowledge inflates with pride, but love builds up.

LEB: Now concerning food sacrificed to idols, we know that "we all have knowledge." Knowledge puffs up, but love builds up.

NIV: Now about food sacrificed to idols: We know that we all possess knowledge. Knowledge puffs up, but love builds up.

ESV: Now concerning food offered to idols: we know that "all of us possess knowledge." This "knowledge" puffs up, but love builds up.

NRSV: Now concerning food sacrificed to idols: we know that "all of us possess knowledge." Knowledge puffs up, but love builds up.

REB: NOW ABOUT meat consecrated to heathen deities. Of course “We all have knowledge,” as you say. “Knowledge” inflates a man, whereas love builds him up.

NKJV: Now concerning things offered to idols: We know that we all have knowledge. Knowledge puffs up, but love edifies.

KJV: Now as touching things offered unto idols, we know that we all have knowledge. Knowledge puffeth up, but charity edifieth.

AMP: NOW ABOUT food offered to idols: of course we know that all of us possess knowledge [concerning these matters. Yet mere] knowledge causes people to be puffed up (to bear themselves loftily and be proud), but love (affection and goodwill and benevolence) edifies {and} builds up {and} encourages one to grow [to his full stature].

NLT: Now let’s talk about food that has been sacrificed to idols. You think that everyone should agree with your perfect knowledge. While knowledge may make us feel important, it is love that really builds up the church.

GNB: Now, concerning what you wrote about food offered to idols. It is true, of course, that “all of us have knowledge,” as they say. Such knowledge, however, puffs a person up with pride; but love builds up.

ERV: Now I will write about meat that is sacrificed to idols. It is certainly true that “we all have knowledge,” as you say. But this knowledge only fills people with pride. It is love that helps the church grow stronger.

EVD: Now {I will write} about meat that is sacrificed to idols. We know that “we all have knowledge.” “Knowledge” puffs you up full of pride. But love makes {you help} others grow stronger.

BBE: Now about things offered to images: we all seem to ourselves to have knowledge. Knowledge gives pride, but love gives true strength.

MSG: The question keeps coming up regarding meat that has been offered up to an idol: Should you attend meals where such meat is served, or not? We sometimes tend to think we know all we need to know to answer these kinds of questions--

Phillips NT: Now to deal with the matter of food which has been sacrificed to idols. It is easy to think that we "know" over problems like this, but we should remember that while this "knowing" may make a man look big, it is only love that can make him grow to his full stature.

DEIBLER: Now I will answer what you asked about us believers eating meat that has been sacrificed to idols. We know what some of you say, that God has enabled all of usto know the truth about things such as idols. But often we become proud because we say that we know all those things. But instead of being proud about what we know, we should show that we love our fellow believers by helping them to become spiritually mature.

GULLAH: Now dis yah wa A say bout food dat people done sacrifice ta idol. Dat true wa dey say, we all know ting. An wen people tink dey know sompin, dey git de big head. Bot wen we lob one noda, we hep one noda waak wid God mo betta.

CEV: In your letter you asked me about food offered to idols. All of us know something about this subject. But knowledge makes us proud of ourselves, while love makes us helpful to others.

CEVUK: In your letter you asked me about food offered to idols. All of us know something about this subject. But knowledge makes us proud of ourselves, while love makes us helpful to others.

GWV: Now, concerning food offered to false gods: We know that we all have knowledge. Knowledge makes people arrogant, but love builds them up.


NET [draft] ITL: With regard to <4012> food sacrificed to idols <1494>, we know <1492> that <3754> “we <2192> all <3956> have <2192> knowledge <1108>.” Knowledge <1108> puffs up <5448>, but <1161> love <26> builds up <3618>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  1 Korintus 8 : 1 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2018
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran