Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [AYT]     [PL]  [PB] 
 <<  2 Korintus 5 : 1 >> 

AYT: Karena kami tahu bahwa jika kemah, tempat kediaman kita di bumi ini dirobohkan, kita memiliki sebuah bangunan dari Allah, sebuah rumah yang tidak dibuat dengan tangan, yang kekal di surga.


TB: Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.

TL: Karena kami mengetahui bahwa jikalau kemah tempat kami diam di dalam dunia ini dirobohkan, kami beroleh sebuah rumah daripada Allah, yaitu suatu tempat kediaman, bukan diperbuat dengan tangan, hanya kekal di surga.

MILT: Sebab kami tahu, bahwa manakala rumah tabernakel duniawi kita ini dibongkar, kita memiliki suatu bangunan dari Allah (Elohim - 2316), yaitu sebuah rumah yang tidak dibangun oleh tangan manusia, yang kekal, di surga.

Shellabear 2010: Karena kami tahu bahwa apabila kemah tempat kita berdiam di bumi ini roboh, maka Allah telah menyediakan suatu bangunan bagi kita, yaitu tempat kediaman di surga, yang tidak dibuat oleh tangan manusia dan yang sifatnya kekal.

KS (Revisi Shellabear 2011): Karena kami tahu bahwa apabila kemah tempat kita berdiam di bumi ini roboh, maka Allah telah menyediakan suatu bangunan bagi kita, yaitu tempat kediaman di surga, yang tidak dibuat oleh tangan manusia dan yang sifatnya kekal.

Shellabear 2000: Karena kami tahu bahwa apabila kemah tempat kami berdiam di bumi ini roboh, maka Allah telah menyediakan suatu bangunan bagi kami, yaitu tempat kediaman di surga, yang tidak dibuat oleh tangan manusia dan yang sifatnya kekal.

KSZI: Kami tahu bahawa apabila khemah tempat kami tinggal di bumi ini roboh, Allah telah menyediakan tempat kediaman bagi kami di syurga, yang tidak diperbuat oleh tangan manusia, dan yang bersifat kekal.

KSKK: Kami tahu bahwa apabila kemah kediaman kita di bumi ini dimusnahkan, kita akan mendapat suatu kediaman dari Allah, sebuah rumah di surga yang tidak dibangun oleh tangan manusia, yang akan bertahan sampai kekal.

WBTC Draft: Kami tahu bahwa tubuh kita tenda kediaman kita di bumi ini akan dibinasakan. Tetapi ketika hal itu terjadi, Allah sudah menyediakan rumah untuk tempat tinggal kita. Rumah itu tidak dibangun oleh manusia. Rumah itu ada di surga untuk selama-lamanya.

VMD: Kami tahu bahwa tubuh kita — tenda kediaman kita di bumi ini — akan dibinasakan, tetapi ketika hal itu terjadi, Allah sudah menyediakan rumah untuk tempat tinggal kita. Rumah itu tidak dibangun oleh manusia. Rumah itu ada di surga untuk selama-lamanya.

AMD: Karena kami tahu, jika tubuh kami yang di bumi ini dihancurkan, Allah sudah menyediakan tubuh baru di surga yang tidak dibuat oleh tangan manusia. Tubuh itu akan menjadi tempat tinggal kita selamanya.

TSI: Saya berkata seperti itu karena kita tahu bahwa tubuh duniawi kita seperti tenda yang dipakai untuk sementara saja, lalu binasa. Tetapi ketika hal itu terjadi, Allah sudah menyediakan tubuh surgawi bagi kita— yaitu tubuh seperti rumah yang tidak dibangun oleh manusia dan yang tetap ada sampai selama-lamanya.

BIS: Sebab kami tahu bahwa kalau rumah--yakni tubuh--yang kita diami di dunia ini dibongkar, Allah akan menyediakan bagi kita sebuah rumah di surga, yang dibuat oleh Allah sendiri dan yang tahan selama-lamanya.

TMV: Kami berkata demikian kerana kami tahu bahawa apabila khemah -- iaitu tubuh yang kita diami di dunia ini -- dirobohkan, Allah akan menyediakan tempat tinggal di syurga bagi kita. Tempat tinggal itu dibuat oleh Allah sendiri, dan tahan selama-lamanya.

BSD: Kami tahu bahwa kalau badan kita ini sudah dihancurkan, Allah akan memberikan kepada kita badan dari surga yang tahan untuk selama-lamanya. Badan itu dibuat oleh Allah sendiri.

FAYH: SEBAB kami tahu bahwa apabila kemah yang kita diami ini sudah dibongkar, yaitu apabila kita mati dan meninggalkan tubuh ini, maka di surga akan ada tubuh baru yang indah sebagai rumah yang akan menjadi milik kita untuk selama-lamanya, yang dibuat bukan oleh tangan manusia, melainkan oleh Allah sendiri.

ENDE: Kita mengetahui, bahwa bila kemah jang kita diami diatas bumi ini akan dibongkar, lalu kita diberi suatu rumah tak-buatan-tangan dari Allah, jaitu suatu tempat kediaman abadi didalam surga.

Shellabear 1912: Karena kami mengetahui bahwa jikalau roboh kemah tempat kami diam diatas bumi ini, maka ada pada kami suatu bangunan dari pada Allah asalnya, tempat kediaman yang bukan perbuatan tangan orang, yaitu kekal didalam surga.

Klinkert 1879: Karena tahoelah kami, apabila pondok, tempat diam kami dalam doenia ini, dirombak, maka dalam sorga djoega adalah bagai kami saboewah roemah dari Allah, ija-itoe saboewah roemah jang boekan perboewatan tangan, melainkan kekal adanja.

Klinkert 1863: Karna kita soedah taoe, bahoewa kaloe taroeb {2Ko 4:7} tampat-tinggal kita didoenia ini nanti roeboeh, ada sama kita satoe roemah dari Allah, ija-itoe satoe roemah jang boekan perboeatan tangan, melainken jang kekel dalem sorga.

Melayu Baba: Kerna kita tahu juga yang jikalau ini khemah tmpat kita tinggal di bumi nanti ruboh, kita ada satu bangunan yang deri-pada Allah asal-nya; ia'itu satu tmpat tinggal yang bukan perbuatan tangan manusia, dan yang kkal di dalam shorga.

Ambon Draft: Karana kami tahu bajik-bajik, bahuwa manakala ta-ratak kadijaman kami, jang kabumian ini djadi terombak, ada pada kami satu perusah-an, jang deperusah awleh Allah; satu rumah, jang tijada dekardjakan dengan tangan-tangan, hanja jang kakal di dalam sawrga.

Keasberry: KURNA kami tulah mungataui, maka jikalau kaabah tanah ini akan binasa, maka ada bagie kami sa'buah rumah Allah, iya itu rumah yang bukan purbuatan tangan, yang kukal dalam shorga.

Leydekker Draft: Karana kamij meng`atahuwij, bahuwa, djikalaw rumah kamij jang kabumi`an jaxnij taratakh 'ini derombakh, kamij ber`awleh sawatu per`usahan deri pada 'Allah, sawatu rumah jang tijada taperbowat dengan tangan, hanja jang kakal didalam sawrga.

AVB: Kami tahu bahawa apabila khemah tempat kami tinggal di bumi ini roboh, Allah telah menyediakan tempat kediaman bagi kami di syurga, yang tidak diperbuat oleh tangan manusia, dan yang bersifat kekal.


TB ITL: Karena <1063> kami tahu <1492>, bahwa <3754> jika <1437> kemah <4636> tempat kediaman <3614> kita <2257> di bumi <1919> ini dibongkar <2647>, Allah <2316> telah menyediakan suatu tempat kediaman <3619> di <1722> sorga <3772> bagi kita, suatu tempat kediaman <3614> yang kekal <166>, yang tidak dibuat oleh tangan manusia <886>. [<1537> <2192>]


Jawa: Awit aku padha sumurup, manawa omah kita tarub ing bumi iki kabongkar, Gusti Allah wus nyawisake panggonan ing swarga kanggo kita, kang langgeng, kang ora kagawe dening tanganing manungsa.

Jawa 2006: Awit aku padha sumurup, menawa kémah padunungan kita ing bumi iki kabongkar, Allah wus nyawisaké panggonan ing swarga kanggo kita, kang langgeng, kang ora kagawé déning tanganing manungsa.

Jawa 1994: Awit kita padha ngerti, yèn samangsa tarub sing kita enggoni saiki !!— yakuwi badan wadhag kita sing ana ing donya iki !!— dibongkar, kita wis padha duwé omah ana ing swarga; omah sing diyasa déning Gusti Allah piyambak lan kanggo selawasé.

Jawa-Suriname: Para sedulur, awaké déwé ngerti nèk badan kadonyaan sing dienggoni awaké déwé iki ora langgeng, namung sak untara. Dadiné nèk awaké déwé dipatèni, awaké déwé ya ngerti nèk Gusti Allah bakal ngekèki badan sing anyar nang swarga, sing kenèng dienggoni awaké déwé slawas-lawasé. Iki ora kaya omah gawéané manungsa, ora, awit iki badan panggonané awaké déwé sing langgeng.

Sunda: Sabab sim kuring geus terang, yen lamun imah urang di dunya, nya eta badan kasar geus ruksak, ku Allah bakal disadiakeun imah di sawarga, damelan Allah ku manten anu sipatna langgeng.

Sunda Formal: Urang hirup di dunya teh, lir ngancik dina hiji kurungan anu engkena diburak. Tapi simkuring terang yen di sawarga ku Allah teh, geus disayagian kurungan sejen anu sipatna langgeng, lain buatan manusa.

Madura: Sabab kaula oneng ja’ mon compo’ — enggi paneka badan paneka — se ekennengnge sampeyan sareng kaula sadaja e dunnya paneka ebungkar, Allah nyadhiya’agiya kaangguy sampeyan sareng kaula sadaja compo’ e sowarga badhiyanna Allah dibi’ ban se ta’ rosak salanjangnga.

Bauzi: Im etei nim ba bak niba teohe modesu iho fakot aadamnata bisi tu vi ozodam vabak. Im abo gi iho aam vabna abo gi ahamo labaha bohu modesumna laba bisi ibi iho tu vi ozodamna am bak. Iho neham bak ozobohudehe labe labihadam bak. Im bakda ahebu ibi iho bak niba teohet mome faatoiam num iho azimna nim fa faatoi vàhàdemeam làhà im asum ahoba iuba Alat iba mome esuhu num abo dam bak dàt auet modehe vab num abo gi labaha bohu vuusdam num ehe bak. Ame im labe am tombu gi neham bak. Iho bak niba eloi sokba vou esmomeam làhà asum ahoba iuba Alat iba modi im so fa gàhàdi elom gikina bohu vuusdamna ehe bak. Laham bak lam im ozobohu bak.

Bali: Santukan tiang uning, yen pondok tiange ring jagate puniki rusak, Ida Sang Hyang Widi Wasa sampun nyawisang pondok buat tiang ring suarga, inggih punika pondok sane langgeng, sane boya kakardi antuk manusa.

Ngaju: Basa ikei katawan, amon huma -- iete biti -- je ielai itah hong kalunen toh ingarak, Hatalla kareh manyadia akan itah ije huma huang sorga, je inampa awi Hatalla kabuat tuntang je tahan sampai katatahie.

Sasak: Sẽngaq tiang pade nenaoq bahwe lamun balẽ -- nike awak -- saq taoq ite ndot lẽq gumi niki tebungkar, Allah gen nyedieang ite sopoq balẽ lẽq sorge, saq tepiaq siq Allah mẽsaq dait saq tahen selaẽq-laẽqne.

Bugis: Saba’ riissengngi makkedaé rékko bola — iyanaritu watakkalé — iya riyonroiyé ri linoéwé ribongkara’i, napassadiyangekki matu Allataala séuwa bola ri surugaé, iya aléna muto Allataala mébbui sibawa iya tahangngé lettu mannennungeng.

Makasar: Nasaba’ naassemmi ikambe angkanaya punna nibongkara’ anne balla’ nipammantangia ri lino, iamintu pangngebarranna tubuta, le’ba’ memammi Napasadia Allata’ala balla’ niaka ri suruga; iamintu balla’ Napareka KalenNa Allata’ala siagang akkullea attahang sa’genna satunggu-tungguna.

Toraja: Belanna taissan kumua iake dirondonnimi tu tenda tanii torro lan te lino, la unnappa’ki’ misa’ banua lu dio mai Puang Matua dao suruga, la tanii torro, tu tangngia panggaraga lima, sangadinna tontong sae lakona.

Duri: Nasaba' taissen kumua ia ke diro'pokanmi to bola ba'tu burukmi to batang kale to tanii mari'pih lan tee lino, la napasadianki' Puang Allataala jao suruga mesa' bola ba'tu batang kale baru te'da cappa'na, to tangngia panggaraga tolino.

Gorontalo: Otawa lami deu wonu tambatinto to duniya boti, deuwitoyito batanganto ma moantulu, Allahuta'ala ma losadiya mao tambati wuwewo olanto to soroga, deuwitoyito batanga u pilohutu lo Allahuta'ala lohihilawo.

Gorontalo 2006: Sababu otaawa lamiaatia deu̒ wonu bele -- deu̒ito-yito batanga -- u biluloa̒anto todunia botie onggalolio, Allahu Taa̒ala mamopohetu olanto bele ngowale tosologa, upilohutu lo Allahu Taa̒ala lohihilao wau moo̒ tahangi ohiheo-hiheolo mao̒.

Balantak: Kai inti'i se' kalu wakanta men koi samparas men dodongoionta na tano' balaki' kani'i runtunionmo, mbaka' Alaata'ala noko pontoropotimo dodongoan bo ko'onta' na surugaa. Dodongoan iya'a mantaan pataka sidutu, gause taasi' ia wawau mian.

Bambam: Inde bätä puntinta mala dipasihhapam bahum taongei illaam inde lino. Anna taissammia' taua maka' dihenggäim inde bahunta, la nabeengkia' Puang Allataala bätä punti bakahu mendadi banuanna sungnga'ta yabo suhuga, taia pa'papianna hupatau, anna la da'da' liu sule lako salako-lakona.

Kaili Da'a: Sampesuwu-sampesuwu, ninjanita ane mageromo "tenda" to nipeto'ota ri dunia e'i, etumo koro batata, Alatala kana mombawai ka kita saongu "sapo" ri suruga, etumo koro nabou to da'a nipowia manusia to maroo sampe ri kasae-saena.

Mongondow: Sing kinota'auanbií nami kon aka baḷoi -- makusudnya awak naton -- inta pinogutunan naton kon dunia na'a bo rumbunon, yo posadia'anbií i Allah ing kita kom baḷoi inta kon soroga. Tampat inta pinomia i Allah tontanií bo inta diaí mogogoguya'at.

Aralle: Yaling inde di lino aha bätäng kalaeta ang mala dipasihapang bansuli ang diongei sängkä. Ponna ke mateng tau, ya' mala dioatee tallammi yato bansuli. Ampo' la napapiaingkea' Puang Alataala bätäng kalae bakahu ang mala dipasihapang dasang yaho di suruka ang la tontong lambi' sapano-panona.

Napu: Watanta i dunia ide peisa rapandiri nodo sou. Hai taisa, ane sounta ide ragero (lempona, ane mateke), Pue Ala ina mopasilolongaake hambua sou i suruga, au bara rababehi tauna hai au bara mokahopoa (lempona, watanta au wou).

Sangir: Batụu i kami e masingkạu kereu wal᷊e -- mangal᷊ene wadang -- kụ pěbẹ̌bal᷊eěng i kitẹ su dunia ini e ghoghaheng, Duata e sarung měndiahing pẹ̌bawal᷊eěng sěmbaụ baug'i kitẹ e su sorga, kinoạ u Mawu Ruata sẹ̌sane kụ mẹ̌daragẹ̌ sarang karěngụe.

Taa: Wali kami taa mosa mangika palaong i mPue Allah apa kami mangansani koro ngkita raporapaka ewa tenda to napake ngkita ri lino si’i. Wali kami taa mawali mayu’u raya mami apa kami mangansani ane mate yau koro ngkita, ane ewa see, koro ngkita si’i danabolosika i mPue Allah koro to tamo damate. Koro to etu raporapaka ewa banua to singkasaenya to si’a naika nto lino, pei to naika i mPue Allah ndate saruga.

Rote: Nana ami bubuluk basa, uma fo nde ao paak fo ita leon nai daebafak ia, nanaofehenik soona, Manetualain sadia fe ita uma esa nai nusa so'da ka. Manetualain nde tao matan uma ndia de napadeik nahele losa dodoo na.

Galela: So to ngone nanga rohe o dunia manenaka gena tosiade-ade imatero maro o dadaru, kiaka ma nonomaka de pomasidododogu. Nakoso o dadaru magena ibiauka, de done o tahu qaloloha asa paaka. Komagena lo ngone nanga rohe, nakoso isone, de ngone panako done o sorogaka de o rohe qamomuane gena o Gikimoi asa wonahike ngoneka, kiaka o dunia ma nyawa manga gia isiaaka qasowo de ka sidutu ikokakali.

Yali, Angguruk: O sabo kinangma wirihon nit welahe ambeg aru halog tuhupmu o poholma werehon mondabi welaruhuwon ap ininggik fam wibuk fug tohon nit welamuhuk ambeg Allahn wit nisahuwon ari nit nonoluk.

Tabaru: Sababu to ngone nanga roese ge'ena matero ka nanga woa 'o duniaka. Ngomi mianakokau nako nanga woa 'o duniaka ge'ena 'ipiakoro ma ngale posongene, ma Jo'oungu ma Dutu 'asa wadua-duanga to ngone nanga roese ma sungi 'o sorogaaka gee ma Jo'oungu ma Dutu ma sirete wodiai de koito-torouwau.

Karo: Sabap ieteh kami maka adi kemah si jadi rumahta i doni enda kulanta enda itangtangi, lit kap rumahta i Surga, si tahan rasa lalap, la bekas tan manusia, tapi bekas Dibata erbahan.

Simalungun: Ai ibotoh hanami do, anggo irumbakkon lampolamponami na i dunia on, adong do bannami rumah humbani Naibata, rumah na so pinauli ni tangan, na totap sadokah ni dokahni i nagori atas.

Toba: (I.) Ai on do huboto hami: Di na tanggal bagas parlapelapeannami na sian tano on, adong ma di hami inganan na sian Debata, bagas na so pinauli ni tangan, na mian salelenglelengna di banua ginjang i.

Dairi: Kubettoh ngo, mula irontas bages si niianenta bagèndari i -- imo dagingta -- ni dunia ènda nai, ipèmaken Dèbata ngo banta bages i sorga, sinipellias Dèbata sendiri janah hot soh mi amman sumendah.

Minangkabau: Dek karano kami tawu, jikok rumah -- iyolah tubuah kito ko -- nan kito diami di dunie ko, di urak, mako Allah ka manyadiyokan untuak kito sabuwah rumah di sarugo, nan dibuwek sandiri dek Allah, nan tahan untuak salamo-lamonyo.

Nias: Noa sa ma'ila, na tedudugõ nomo -- ya'ia mboto -- ni'iaigõda ba gulidanõ andre, I'a'asogõ khõda sambua nomo Lowalangi ba zorugo, ni'otomosi Lowalangi samõsa ba saro irugi zi lõ aetu.

Mentawai: Aipoí ai lé kuaagai kai, ké turagat lalepta ka polak néné, iaté tubutta, tarek'akénangan ka sita Taikamanua sara lalep ka manua, bulat sigalai kabeinia Taikamanua, simatom teret buru-burú.

Lampung: Mani sekam pandai bahwa kik lamban -- yakdo badan -- sai ram tinggal di dunia inji dibungkar, Allah haga nyediako untuk ram sai lamban di surga, sai disani ulih-Ni Allah tenggalan rik sai tahan selama-lamani.

Aceh: Óh ka lheueh kamoe teupeu bahwa meunyoe rumoh !!-- na kheueh tuboh !!-- nyang taduek lam donya nyoe teureuloh, Allah teuma geukeubah keugeutanyoe rumoh lam syeuruga, nyang geupeugét lé Allah keudroe dan nyang meuteun siumu masa.

Mamasa: Batang kaleta sirapan lantang tangei torro illalan lino. Anna kiissanan kumua ianna dirondonnimo inde lantangnge, innang mangkamiki' napatokaan banua Puang Allata'alla yao suruga, tangngia panggaraga ma'rupa tau anna la da'da' sae lako-lakona.

Berik: Tifni nemna ga jena galserem nei nejeba nwinirim ogiri aaiserem jebe. Tifni nemna ogirmanaiserem ga enggala jena fwatermana galserem. Angtane jena fwatermana gane kwirulsini, ane jena ibirmi ga gam eyebili. Jes gemerserem tifni nemnaiserem jegme gemer, ane ini nemna nes jeber-jeber ge kanausweipmuwena, aam temawer nei nemsama towaswena enggame, nejam jep negama tererem tifni ogirmanaiserem ga negama mirultefala, ane nei taman waaken-giribe tifni ibirmiserem jebar ga negama gwena. Uwa Sanbagiri tifni ibirmiserem nes Jener se eyeipmini nebe. Tifni jeiserem nei jebar ga nesa gwena waakenfer jamer abak-abaksus.

Manggarai: Ai pecing lami, émé ndéi ka’éng dité oné lino ho’o rongkasy, Mori Keraéng poli améng osang éta Surga latang te ité, osang baté ka’éng tédéng lén ata toé pandé le limé de manusia.

Sabu: Rowi do toi ri jhi kinga ne ammu -- ngi'u do nadhe -- do pee ri di pa raiwawa do nadhe ki dhai ta bhage pemenyalle, do medae ma ta pemoke ri Deo tu di hewue ammu pa era do mmau do megala ne, do tao ri Deo miha, jhe do adho ke do ta apa wari ri.

Kupang: Te kotong tau, kotong pung badan yang sakarang, kotong pake tahan di ini dunya, sama ke satu tenda yang kotong ada kasi badiri tahan. Biar kotong pung badan nanti ancor buang, ma kotong sonde usa pikiran, tagal Tuhan Allah su sadia satu tampa yang bagus kasi kotong di sorga. Manusia sonde bekin itu tampa. Ma Tuhan yang bekin, ais itu tampa batahan tarús.

Abun: Men kaim ré tepsu nu ti gato men kem mó, mo bur ré. Sane men jam do, nu ti ne ye do rus wé it yo, bere Yefun Allah fro nu be wa men mo gu. Yetu yo nggo nu mo gu nde, wo nu gato Yefun Allah dakai fro wa men mone bere kem krat to kapyo mato kapyo.

Meyah: Koma Mar insa koma bera erek tenten ojgomu, jeska mimif mijginaga rot oida mifmin mifaga ongga erek modwok ongga eneja erek etefa kef. Beda gij mona ongga mimif manggos fob, beda mimif mimesma mifaga ongga efeinah deika gij mebaga si. Noba mifmin mifaga ongga efeinah koma bera erek mod egens ongga ot ahais rot ah aibin ojgomuja. Noba mar koma bera enen jeska mar ongga rusnok rutunggom guru. Tina Allah esinsa bera ongga emeita mifaga ongga efeinah erek koma ojgomu.

Uma: Woto-ta hi dunia' toi hewa tomi to tapo'ohai' hampai'-wadi. Pai' ta'inca moto, ane tomi-ta toi rakero (batua-na, ane mate-ta), Alata'ala mporodo-taka hameha' tomi hi suruga, to uma rababehi manusia' pai' to tida duu' kahae–hae-na (batua-na, woto-ta to bo'u).

Yawa: Weye wamo raen wansanasine so raurata irati randume inta rai, wemirati wana rai no mine so. Arono wansanasine so ngkakai kobe, maisyare randume umawe rangkat, indati Amisye po wansanasino wanyine raunande wansai. Wansanasino wanyine maisyare yavaro wamare wana rai no munijo ntiti ramaisy, wemamo mangkat akatoe ramu, yara noa nuge nuganui. Muno wemamo vatane wo ranarije jewen, yara Amisye taune pi po ranari.


NETBible: For we know that if our earthly house, the tent we live in, is dismantled, we have a building from God, a house not built by human hands, that is eternal in the heavens.

NASB: For we know that if the earthly tent which is our house is torn down, we have a building from God, a house not made with hands, eternal in the heavens.

HCSB: For we know that if our earthly house, a tent, is destroyed, we have a building from God, a house not made with hands, eternal in the heavens.

LEB: For we know that if our earthly house, the tent, is destroyed, we have a building from God, a house not made by hands, eternal in the heavens.

NIV: Now we know that if the earthly tent we live in is destroyed, we have a building from God, an eternal house in heaven, not built by human hands.

ESV: For we know that if the tent, which is our earthly home, is destroyed, we have a building from God, a house not made with hands, eternal in the heavens.

NRSV: For we know that if the earthly tent we live in is destroyed, we have a building from God, a house not made with hands, eternal in the heavens.

REB: We know that if the earthly frame that houses us today is demolished, we possess a building which God has provided -- a house not made by human hands, eternal and in heaven.

NKJV: For we know that if our earthly house, this tent, is destroyed, we have a building from God, a house not made with hands, eternal in the heavens.

KJV: For we know that if our earthly house of [this] tabernacle were dissolved, we have a building of God, an house not made with hands, eternal in the heavens.

AMP: FOR WE know that if the tent which is our earthly home is destroyed (dissolved), we have from God a building, a house not made with hands, eternal in the heavens.

NLT: For we know that when this earthly tent we live in is taken down––when we die and leave these bodies––we will have a home in heaven, an eternal body made for us by God himself and not by human hands.

GNB: For we know that when this tent we live in -- our body here on earth -- is torn down, God will have a house in heaven for us to live in, a home he himself has made, which will last forever.

ERV: We know that our body—the tent we live in here on earth—will be destroyed. But when that happens, God will have a home for us to live in. It will not be the kind of home people build here. It will be a home in heaven that will last forever.

EVD: We know that {our body}—the tent we live in here on earth—will be destroyed. But when that happens, God will have a home for us to live in. It will not be a home made by men. It will be a home in heaven that will continue forever.

BBE: For we are conscious that if this our tent of flesh is taken down, we have a building from God, a house not made with hands, eternal, in heaven.

MSG: For instance, we know that when these bodies of ours are taken down like tents and folded away, they will be replaced by resurrection bodies in heaven--God-made, not handmade

Phillips NT: WE know, for instance, that if our earthly dwelling were taken down, like a tent, we have a permanent house in Heaven, made, not by man, but by God.

DEIBLER: We know that these bodies we live in here in this world are like [MET] tents. They are like temporary living/dwelling places. So we should not be concerned about what happens to our bodies. We know that if we are killed {if someone kills us}, God will give us permanent living places. Those permanent living places [MET] will not be houses that people have made. They will be new bodies in which we will live forever in heaven.

GULLAH: We know dat ef dis tent we lib een, we body yah een dis wol, git stroy, God got a place fa we fa lib een heaben. Dat a house wa God mek an e gwine las faeba.

CEV: Our bodies are like tents that we live in here on earth. But when these tents are destroyed, we know that God will give each of us a place to live. These homes will not be buildings that someone has made, but they are in heaven and will last forever.

CEVUK: Our bodies are like tents that we live in here on earth. But when these tents are destroyed, we know that God will give each of us a place to live. These homes will not be buildings that someone has made, but they are in heaven and will last for ever.

GWV: We know that if the life we live here on earth is ever taken down like a tent, we still have a building from God. It is an eternal house in heaven that isn’t made by human hands.


NET [draft] ITL: For <1063> we know <1492> that <3754> if <1437> our <2257> earthly <1919> house <3614>, the tent <4636> we live in, is dismantled <2647>, we have <2192> a building <3619> from <1537> God <2316>, a house <3614> not built by human hands <886>, that is eternal <166> in <1722> the heavens <3772>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  2 Korintus 5 : 1 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran