Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [AYT]     [PL]  [PB] 
 <<  Ibrani 12 : 11 >> 

AYT: Semua didikan, pada saat diberikan, memang tidak menyenangkan dan menyakitkan. Akan tetapi, sesudah itu akan menghasilkan buah kebenaran yang memberi damai sejahtera kepada mereka yang telah dilatih oleh didikan itu.


TB: Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

TL: Adapun segala ajaran bagi sementara ini belum mendatangkan sukacita, melainkan duka cita; tetapi kemudian kelak dikeluarkannya kebenaran akan buahnya, yang mendatangkan sentosa kepada orang yang mahir dengan ajaran itu.

MILT: Dan setiap didikan memang sepertinya tidak mendatangkan sukacita, melainkan dukacita, namun kemudian dia menghasilkan buah kebenaran yang damai kepada mereka yang dilatih olehnya.

Shellabear 2010: Memang semua teguran tidak mendatangkan kegembiraan pada waktu diberikan, melainkan kesedihan. Akan tetapi, kemudian akan dihasilkan buah yang benar, yaitu buah yang mendatangkan kesentosaan bagi mereka yang sudah dilatih oleh teguran itu.

KS (Revisi Shellabear 2011): Memang semua teguran tidak mendatangkan kegembiraan pada waktu diberikan, melainkan kesedihan. Akan tetapi, kemudian akan dihasilkan buah yang benar, yaitu buah yang mendatangkan kesentosaan bagi mereka yang sudah dilatih oleh teguran itu.

Shellabear 2000: Memang semua hajaran tidak mendatangkan kegembiraan pada waktu diberikan, melainkan kesedihan. Tetapi kemudian akan dihasilkan buah yang benar, yaitu buah yang mendatangkan kesentosaan bagi mereka yang sudah terlatih oleh hajaran itu.

KSZI: Tiada pengajaran yang menggembirakan ketika dilaksanakan; semuanya terasa teruk. Tetapi kemudiannya pengajaran itu menghasilkan kebenaran yang mendatangkan rasa aman kepada mereka yang telah dididik dengannya.

KSKK: Semua teguran untuk sesaat menyakitkan, dan bukannya menyenangkan; tetapi kemudian akan menghasilkan buah kedamaian, yaitu kekudusan bagi mereka yang telah terlatih olehnya.

WBTC Draft: Kita tidak senang terhadap hukuman apabila kita mendapatnya. Hukuman itu menyakitkan. Tetapi kemudian, setelah kita mempelajari hukuman itu, kita menerima damai sejahtera, karena kita mulai hidup dengan benar.

VMD: Kita tidak senang terhadap hukuman apabila kita mendapatnya. Hukuman itu menyakitkan, tetapi kemudian, setelah kita mempelajari hukuman itu, kita menerima damai sejahtera, karena kita mulai hidup dengan benar.

TSI: Memang, setiap kali kita dikoreksi, pengalaman itu tidak membuat kita senang, tetapi membuat kita sedih. Tetapi sesudah kita dididik oleh pengalaman itu, hasilnya adalah kita hidup lebih benar dan merasa tenang di mata Allah.

BIS: Memang pada waktu kita diajar, hukuman itu tidak menyenangkan hati kita, melainkan hanya menyedihkan saja. Tetapi kemudian dari itu, bagi kita yang sudah diajar, hukuman itu menyebabkan kita hidup menurut kemauan Allah, dan menghasilkan perasaan sejahtera pada kita.

TMV: Pada masa kita dihukum, hukuman itu membuat kita susah hati, bukannya senang hati. Tetapi kemudian, orang yang dihukum untuk menunjukkan kesalahan mereka, akan hidup menurut kehendak Allah dan mengalami kesejahteraan.

BSD: Memang pada waktu kita diajar, hukuman itu membuat kita tidak senang, tetapi membuat kita sedih. Namun, setelah kita menerima hukuman itu, kita akan hidup sesuai dengan apa yang diinginkan Allah dan kita merasa damai.

FAYH: Mendapat hukuman memang bukan pengalaman yang menyenangkan -- bahkan menyakitkan! Tetapi sesudah itu kita akan melihat hasilnya, yaitu pertumbuhan dalam hidup kerohanian.

ENDE: Memang segala penjiksaan dalam pendidikan menjedihkan untuk sementara waktu dan bukan menggembirakan, tetapi kemudian menghasilkan buah-buah kebenaran jang menjelamatkan semua orang jang dididik dengannja.

Shellabear 1912: Ada pun pada masa ini segala ajaran itu tidak mendatangkan sukacita rasanya, melainkan dukacita; tetapi kamu kelak akan dikeluarkannya kebenaran akan buahnya, yang mendatangkan sentosa bagi orang yang biasa dengan ajaran itu.

Klinkert 1879: Maka sakarang tampaknja segala siksa itoe boekan soeatoe kasoekaan, melainkan soeatoe kasoekaran adanja, tetapi kemoedian kelak ija-itoe mendatangkan boewah salam kabenaran kapada mareka-itoe jang di-adjar olihnja.

Klinkert 1863: Maka segala pengadjaran pada masa dirasai boekan kasoekaan, melainken kasoesahan; kendati, diblakang ija-itoe mendatengken boewah-boewah salamat kabeneran sama segala orang, jang di-adjar olihnja.

Melayu Baba: Ini ktika smoa ajaran rasa-nya t'ada mndatangkan suka-hati, ttapi susah-hati: dalam pada itu, kmdian dia nanti kluarkan buah kbnaran yang bawa sntosa k-pada orang yang sudah jadi biasa sama itu ajaran.

Ambon Draft: Tetapi sawatu ta; adib, salama itu ada, kami tijada sangka satu barang sedap, tetapi satu perkara susah; te-tapi baharu deri balakang, itu membawa satu bowa jang punoh salamat-berontong bagi segala awrang itu jang depel-adjari awlehnja itu.

Keasberry: Adapun skarang tiadalah barang susah itu tampaknya kasukaan, mulainkan kasusahan: kundatilah kumdian kulak iya mundatangkan buah buahan purdamiean deri hal kabunaran kapada marika itu yang biasa dalam itu.

Leydekker Draft: Maka sawatu ta`adib, salama 'itu 'ada hhadlir, tijada njata 'ada pohon kasuka`an, hanja kaduka`an: tetapi komedijennja 'itu memberij sawatu bowah xadalet jang bersantawsa kapada segala 'awrang jang deperbejasakan 'awlehnja.


TB ITL: Memang <3303> tiap-tiap <3956> ganjaran <3809> pada waktu ia diberikan <3918> tidak <3756> mendatangkan <1380> sukacita <5479>, tetapi <235> dukacita <3077>. Tetapi <1161> kemudian <5305> ia menghasilkan buah <2590> kebenaran <1343> yang memberikan <591> damai <1516> kepada mereka yang dilatih <1128> olehnya <1223> <846>. [<4314> <3303> <1510>]


Jawa: Sarupaning patrapan iku samangsa lagi kaparingake pancen ora mbungahake, malah nyedhihake. Nanging sateruse banjur metokake wohing kayekten kang njalari tentrem marang wong-wong kang wis padha kalantehake ing bab iku.

Jawa 2006: Sarupaning patrapan iku samangsa lagi kaparingaké pancèn ora mbungahaké, nanging nyedhihaké. Déné saterusé banjur metokaké wohing kayektèn kang njalari tentrem marang wong-wong kang padha dikulinakaké ing bab iku.

Jawa 1994: Pancèn! Pamerdi mau kelakoné ora mbungahaké, malah nyusahaké. Mung waé sawisé kita padha nampa pamerdi mau kita banjur manut karo kersané Allah, lan ndayani urip kita dadi tentrem.

Jawa-Suriname: Pantyèn para sedulur, nèk diajar kuwi rasané ora kepénak, malah lara ing ati. Nanging sakwisé awaké déwé diajar, awaké déwé terus gelem manut marang kekarepané Gusti Allah. Lah kuwi marakké uripé awaké déwé bisa tentrem.

Sunda: Memang keur dipeperih mah asa nalangsa, boro-boro bungah. Tapi sanggeusna, lamun urang tawekal nandanganana, tangtu karasa bagja jeung jamugana.

Sunda Formal: Ku kitu tea mah, saha nu rek bungah ku diwarah! Barang prak ge geus nalangsa. Tapi lamun heug sadrah nandanganana jeung terus dipake eling, tangtu kaala rahmatna, hirupna tangtu jamuga.

Madura: Pajat lerres e bakto sampeyan sareng kaula sadaja eajar, okoman ganeka masompek ate, ta’ masenneng ate. Nangeng saamponna ganeka, monggu ka sampeyan sareng kaula se ampon eajar, okoman ganeka andaddiyagi sampeyan sareng kaula sadaja odhi’ menorot kasokanna Allah, ban ngasellagi parasa’an sejahtera ka sampeyan sareng kaula sadaja.

Bauzi: Alat iba im vahokelo beome itaholedam di lam im ba deelem vaba gi ahu faidi geàdume molo vi ozodam meot. Lahana ame lab beome itaholedam bak lam iho gi ozahit deeli uledi meedume ozobohudemeam làhà im gi im vamdesu meedam damalem bak. Labi laha iba modi im ahu faheme nigom vaba gi vabademsu modesdam bak.

Bali: Yening iraga kukum, ritatkala punika iraga marasa sedih, boyaja marasa liang. Nanging wekasan anake sane sampun kajahin antuk ukuman punika, jaga muponin pikolih, inggih punika urip sane sujati miwah sutrepti rahayu.

Ngaju: Punae hong katika itah iajar, hukum te dia manyanang atei itah, tapi baya mangapehe atei ih. Tapi rahian limbah te, akan itah je jari iajar, hukum te mimbit itah belom manumon kahandak Hatalla, tuntang mampalembut pangkeme je sanang intu itah.

Sasak: Mule lẽq waktu ite tedidik ndẽqne miaq angente seneng, laguq cume miaq ite sedih doang. Laguq sesampun nike ngasilang kebenaran saq ngicanin damẽ lẽq ie pade saq tedidik.

Bugis: Mémeng wettutta ripagguru, iyaro pahukkungengngé dé’ napésennangiwi atitta, sangadinna banna pamesséiwi bawang. Iyakiya ri munrinnaro, untu’ idi iya puraénna ripagguru, iyaro pahukkungengngé nassabariki tuwo situru élona Allataala, enrengngé powassélé’ pappénedding saléwangeng ri idi.

Makasar: Memang, ri wattunta Naajara’, tena nasannang pa’maitta ri anjo hukkunganga, passangalinna poro a’jari la’baji pa’maitta. Mingka ri le’ba’na anjo, ikatte tau le’bakamo niajara’, passabakkang iaminjo hukkunganga na kimannurukimo ri ero’Na Allata’ala lalang katallassanta; sa’genna a’jari salewangammo nisa’ring kalenta.

Toraja: Iatu mintu’na peada’ lan sangattu’ to, tae’pa napabu’tu kaparannuan, sangadinna karossoan, apa iake undinna umpobua kamarampasan sia kamaloloan lako tu to ungkaluteimi tu peada’.

Duri: Ia ke dipabalahhiki', te'da tapumasannangngi joo pangcalla na mepa'dikan penawa. Apa undinna joo, ia to kita' mangkamo dipabalahhi, nturu'miki' pakkaeloran-Na Puang Allataala, na mperasaimiki' kamasannangan.

Gorontalo: Memangi to wakutu tawu mololimo hukumani, rasaliyo dila sanangi bo mongongoto. Bo lapatiyo mao leto wonu tawu ma lobalajari sababu lololimo hukumani, tawu boyito ma tutumula motu'ude lo obobanari lo Allahuta'ala wawu hilaliyo ma mowali dame.

Gorontalo 2006: Memangi tou̒ ito ilajari-Lio, hukuumani boito diila moo̒sanangi hilaanto bo tumbao̒ moo̒suukali wambai̒o. Bo lapatio mao̒ woleeto, to olanto tamaa ilajari-Lio, hukuumani boito moo̒sababu tutumulonto modudua̒ u otohilaa lo Allahu Taa̒ala, wau moo̒toduo mai pongolaasa salaamati to olanto.

Balantak: Tempo i kita nibabali, ukuman iya'a sian koporena noanta, kasee kasiongo'ta. Kasee noko daa nibabali, ukuman iya'a minsidakon i kita tumuo' koi men kana', ka' minsidakon i kita ratong.

Bambam: Abana ke mahassampakia' dinännä' anna disämbä'i tä'kia' masannam, anggam mapi'di' tasi'dim. Sapo' puhakia' too dinännä' anna disämbä'i, iya ungkembuaammi kamasannangam penaba anna pa'palakoam malolo illaam katuboanta.

Kaili Da'a: Tantu tempo kita nipatuduki kita da'a nadamba, tapi aga nasusa. Tapi ane kita mantarima pepatuduki etu, kaopuna kana maria aselena riara nggatuwuta, etumo kita matuwu mosinggabelo ante manoa rara.

Mongondow: Totu'ubií kon kowakutu ing kita sambokon, diaíbií mosanang ing gina naton, sedang bo monakitbií totok. Ta'e mo'iduduimai kon tua, kita inta sinambok, yo sambok tatua im momaḷuibií kon oaíid naton, sahingga ing kita nobiagdon podudui in ibog i Allah, bo bungainya kon tua im mosangdon totok ing gina naton.

Aralle: Ponna ke lella'i nakambahoingkea' anna tasa'dingngi pebambana, ya' daliuingkea' masannang anna mapi'di' inahanta. Ampo' ke masae-saeng, ya' ungkeboaming kamarohoang anna kamasahkeang yaling di katuhoanta aka' puha taolai.

Napu: Tanganta rapaturo ba rakambaroa, barake matana, mapari lalunta. Agayana roo indo, ane tapeulai paturo iti, maroami katuwonta, hai manotomi babehianta.

Sangir: Kahěngang bue, su tempong i kitẹ e tẹ̌těntiroěng, papahang ene tawe nẹ̌tatal᷊ahino su naung i kitẹ e, kaiso kai makạkasusa. Kai samurine ute, waug'i kitẹ kụ apang seng bọu nitěntiroěng tangu, papahang ene makapěbẹ̌biahẹ̌ si kitẹ e tụtuhụ kapulun Duata, kụ mapěbẹ̌buam pěndangu karal᷊unsemahẹ̌ si kitẹ e.

Taa: Wali ri rayanya kita rapotunde, matempo-tempo kita ratidas. Pasi tempo kita ratidas etu kita taa ndende rayanta, kita mawo rayanta. Pei yako patunde etu, roo see kita mangika lengko to singkonong pei i Pue Allah pasi kanjo’u-njo’u tiduga-dugang kalindo ndayanta.

Rote: Memak nai lelek fo ita nanananoli ka, huhukuk ndia ta nandaa no ita dale na fa, tehu nini ka'da dale he'dik mesa kana. Tehu basa ndia soona, ba'eneu ita fo nanananoli basa ka, huhukuk ndia tao na ita taso'da tunga Manetualain hihii-nanaun, ma nini buna-boa so'da-molek neu ita.

Galela: Igogou, nakoso ngone inadoto gena inasisanangiwa, duma ka to ngone nanga sininga yapeleso. Ngaroko komagena, ma duuruka nakoso ngone o dodoto magena paqehe qalohaka, de nanga oho de nanga manara gena kanaga asa de ma sopoka kiaka isosanangi de itotiai.

Yali, Angguruk: Alem angginon obog toho atam ap unubam atuk halug ap ino ahiyeg toho welam fug angge ahummu siyag toho wereg. Ari roho wereg angge famen alem unubam atukon inowen milal eneptukmu it arimanowen anggen fanowon yihik feruk lit inindi yuwag atukmu pikir ane eneg turuk.

Tabaru: Ma goungu gee ma 'orasi ngone 'inadotoko, 'o do-dotoko 'ikua-kuata ge'ena kopoduakuwa, so duga ka nanga singina 'isusa. Ma ge'enaka de ngone gee 'inadoto-dotokokau, 'o do-dotoko ge'ena 'inasidadi ngone po'ahu moteke ma Jo'oungu ma Dutu wi mau, de ma duanguku pamao posanangi.

Karo: Asum kita iajarken, ceda ateta, la siakap meriah. Tapi dungna, kita si nggo terdidik, pengajaren e erbahanca kita nggeluh rikutken si ngena ate Dibata, seh maka malem ateta.

Simalungun: Sagala pangajaran tongon, sanggah hamamasani seng malas ni uhur, tapi pusok ni uhur do ai ahapkonon, tapi use ihorhon ai do buah hapintoron na marisi damei bani sagala na dob tarlatih ibagas ai.”

Toba: Nasa paminsangon tutu, anggo di hamamasana, ndada las ni roha i hilalaon, tung arsak do; alai dung salpu i, diparbuehon do hatigoran na mardame di angka naung gabe somal marhite sian i.

Dairi: Tuhu, mula tikan ipincang kita, oda ngo sampang atè siakap, tapi siarsakenken ngo; tapi enggo kessa leppas idi, gabè ibuahken idi ngo banta nggelluh mengekutken lemmo atè Dèbata, janah memmaing damè ipas perrukurenta.

Minangkabau: Batua dikutiko kito di aja, ukunan tu indak manyanangkan di ati kito, tapi hanyo manyadiahkan sajo. Tapi kudian dari itu, bagi kito nan lah di aja, ukunan tu manyababkan kito iduik manuruik kahandak Allah, sarato ma asiekan parasaan aman santoso didiri kito.

Nias: Duhu wa ba ginõtõ tefahaõ ita, fotu andrõ tenga sangomusoi'õ tõdõda, no samusi tõdõda manõ. Tobali ba gafuriata ya'ita, si no mufaha'õ, fotu andrõ no samobõrõ khõda wolo'õ somasi Lowalangi, irege i'owua wa'ohauhau dõdõ khõda.

Mentawai: Kirénangan ka tetret airapangangantru sita, ukuman siakéra, bulat tá isese ka bagatta, sibaraaké reu-reu bagatta lé. Tápoi lepá nenda, ka sita sipangantrudda néné, ukuman siakéra ka tubutta nenda, masikau sita muparaboat siripot obaket bagat Taikamanua lé, samba sibaraaké ka sita rogdang puririmanua.

Lampung: Sangun waktu ram diajar, hukuman udi mak nyenangko hati ram, melainko angkah nyedihko gaoh. Kidang kak raduni jak seno, bagi ram sai radu diajar, hukuman udi nyebabko ram hurik nutuk kehaga-Ni Allah, rik ngehasilko rasa sejahtera jama ram.

Aceh: Beutôi bak watée tanyoe geupurunoe, huköman nyan biet hana mangat até tanyoe, nyang na peudeh jih. Teuma óh lheueh nibak nyan, keugeutanyoe nyang ka geupurunoe, huköman nyan jeuet keusabab geutanyoe udeb meunurot keuheundak Po teu Allah, dan teupeuhase peurasaan seujahteura ateueh geutanyoe.

Mamasa: Tonganna tae'ki' masannang ke dirambiki' sola dikambaroan, sapo mapa'di' tasa'ding. Sapo mangkai too, inde perambie ungkembuaan kamasannangan penawa anna pa'palako malolo lako to nagarri'.

Berik: Ane nei tamtamtala negalaba domolaram, ini nemna jei nes jam ge saasersobamiyen, nei siginiserem nemsa enola. Jengga nei galap sa gunu enggame, "Jeiserem ba waakenam." Nei seyafter tamtamtala nejeya domolaram, nei waakenfer nesa gwena, ane ini nemna nes samfer sege folbamini.

Manggarai: Bo tu’ung du tiba lité wahéng hitu toé manga cembes nai laing, maik cama ného pandé susa. Maik poli hitu, wahéng hitu pandé te mosé ité lorong ngoéng de Morin, agu cir wua hambor oné isét toing agu titong Liha.

Sabu: Tarra ma pa dhara awe ajhe ne di, ne lua wolo do naanne adho do pemengallo ne dhara di, tapulara do ta pehedue we ne ade di. Tapulara kialla pemina harre, tu di do alla peajha he, ne lua wolo do naanne do ta pejadhe di ke ta muri mada nga pedute ne lua do ddhei Deo, jhe peera pa di lua kehaka dhara ne.

Kupang: Memang sonde enak kalo kaná togor. Ma lama-lama ju kotong pung hati jadi tanáng, tagal kotong su tau idop iko Tuhan pung mau.

Abun: Men bi yenggras duno men, ete kwam men yo, sugane men nut do, yenggras kwam men yo tepsu men mit nde, men kaim yó ete men bi sukjimnut waiyu ndo nde. Sane dom, Yefun Allah syo sukye nai men mo sukibit gato men ben ne yo, men yo iwa nde. Sarewo kom mo rut, men jammo sukduno gato yenggras kwam men mone sa, sukduno ne kak os ndo wa men, anato men ben men bi suk-i ndo tepsu Yefun Allah mit, men kem ndo, men kwabom dek bot suk yo mo nde.

Meyah: Noba gij mona ongga Allah era mar okum jeskaseda oroftuftu mimif, beda giskini mudou enerirei rot guru. Jeska mimif mita mifera okora rot mar insa koma tein. Tina mar koma bera orofij mimif jeskaseda miker gij miteij ah kef rot mudou ongga eskeiramera jera mudou ongga efen mar ongga oska oskiyai tein guru.

Uma: Bula-ta raparesai' ba raweba', uma-ta goe', peda' ta'epe. Ngkabokoa'-na, ane monoto-ta-damo sabana paresa' toe, lompe'-mi katuwu'-ta, pai' monoa'-mi po'ingku-ta.

Yawa: Arono rui wama Injayo Amisye po wansanepat, weamo wamoyov wama yorame rai. Weramu arono Po wansanepat, weamo ama marane mamo mo kove so raugavo wansai: mo kovo saumane raunande wansanuga rai muno mo wansanyao ti wama ana wandave mamaisy.


NETBible: Now all discipline seems painful at the time, not joyful. But later it produces the fruit of peace and righteousness for those trained by it.

NASB: All discipline for the moment seems not to be joyful, but sorrowful; yet to those who have been trained by it, afterwards it yields the peaceful fruit of righteousness.

HCSB: No discipline seems enjoyable at the time, but painful. Later on, however, it yields the fruit of peace and righteousness to those who have been trained by it.

LEB: Now all discipline seems for the moment not to be joyful but painful, but later it yields the peaceful fruit of righteousness for those who are trained by it.

NIV: No discipline seems pleasant at the time, but painful. Later on, however, it produces a harvest of righteousness and peace for those who have been trained by it.

ESV: For the moment all discipline seems painful rather than pleasant, but later it yields the peaceful fruit of righteousness to those who have been trained by it.

NRSV: Now, discipline always seems painful rather than pleasant at the time, but later it yields the peaceful fruit of righteousness to those who have been trained by it.

REB: Discipline, to be sure, is never pleasant; at the time it seems painful, but afterwards those who have been trained by it reap the harvest of a peaceful and upright life.

NKJV: Now no chastening seems to be joyful for the present, but painful; nevertheless, afterward it yields the peaceable fruit of righteousness to those who have been trained by it.

KJV: Now no chastening for the present seemeth to be joyous, but grievous: nevertheless afterward it yieldeth the peaceable fruit of righteousness unto them which are exercised thereby.

AMP: For the time being no discipline brings joy, but seems grievous {and} painful; but afterwards it yields a peaceable fruit of righteousness to those who have been trained by it [a harvest of fruit which consists in righteousness--in conformity to God's will in purpose, thought, and action, resulting in right living and right standing with God].

NLT: No discipline is enjoyable while it is happening––it is painful! But afterward there will be a quiet harvest of right living for those who are trained in this way.

GNB: When we are punished, it seems to us at the time something to make us sad, not glad. Later, however, those who have been disciplined by such punishment reap the peaceful reward of a righteous life.

ERV: We don’t enjoy discipline when we get it. It is painful. But later, after we have learned our lesson from it, we will enjoy the peace that comes from doing what is right.

EVD: We don’t enjoy punishment when we get it. Being punished is painful. But later, after we have learned from being punished, we have peace, because we start living right.

BBE: At the time all punishment seems to be pain and not joy: but after, those who have been trained by it get from it the peace-giving fruit of righteousness.

MSG: At the time, discipline isn't much fun. It always feels like it's going against the grain. Later, of course, it pays off handsomely, for it's the well-trained who find themselves mature in their relationship with God.

Phillips NT: Now obviously no "chastening" seems pleasant at the time: it is in fact most unpleasant. Yet when it is all over we can see that it has quietly produced the fruit of real goodness in the characters of those who have accepted it.

DEIBLER: During the time that God is disciplining us, that does not seem to be something about which we should rejoice. Instead, it is something that pains us. But later it causes those who have learned from it to be peaceful and to live righteously.

GULLAH: Jurin de time wen we git punish, we ain heppy. We feel sad. Bot later on, dat punishment dey gwine hep we wa got punish, cause e gwine mek we laan fa waak scraight an lib peaceable.

CEV: It is never fun to be corrected. In fact, at the time it is always painful. But if we learn to obey by being corrected, we will do right and live at peace.

CEVUK: It is never fun to be corrected. In fact, at the time it is always painful. But if we learn to obey by being corrected, we will do right and live at peace.

GWV: We don’t enjoy being disciplined. It always seems to cause more pain than joy. But later on, those who learn from that discipline have peace that comes from doing what is right.


NET [draft] ITL: Now <3303> all <3956> discipline <3809> seems <1380> painful <3077> at the time <3918>, not <3756> joyful <5479>. But <235> later <5305> it produces <591> the fruit <2590> of peace <1516> and righteousness <1343> for those trained <1128> by <1223> it <846>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Ibrani 12 : 11 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2018
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran