Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [AYT]     [PL]  [PB] 
 <<  Ibrani 4 : 12 >> 

AYT: Sebab, firman Allah itu hidup dan berkuasa, dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun. Firman itu menusuk jauh sampai memisahkan jiwa dan roh, antara sendi dan tulang sumsum, serta sanggup menilai pikiran dan kehendak hati kita.


TB: Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

TL: Karena firman Allah itu hidup dan berkuasa, dan lebih tajam daripada pedang bermata dua, dan makan dalam sehingga menceraikan nyawa dan roh, serta sendi dan sumsum, dan tahu menyelidik segala ingatan dan niat hati.

MILT: Sebab, firman Allah (Elohimlah - 2316) yang hidup dan berkuasa dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun, dan yang menusuk hingga memisahkan jiwa dan roh juga sendi-sendi dan sumsum, dan yang sanggup membedakan pikiran-pikiran dan niat-niat hati;

Shellabear 2010: Firman Allah itu hidup dan berkuasa, lebih tajam daripada semua pedang bermata dua. Tusukannya amat dalam hingga memisahkan nyawa dan ruh, sendi-sendi dan sumsum, bahkan bisa membedakan semua pikiran dan niat hati.

KS (Revisi Shellabear 2011): Firman Allah itu hidup dan berkuasa, lebih tajam daripada semua pedang bermata dua. Tusukannya amat dalam hingga memisahkan nyawa dan ruh, sendi-sendi dan sumsum, bahkan bisa membedakan semua pikiran dan niat hati.

Shellabear 2000: Karena Firman Allah hidup dan berkuasa, serta lebih tajam daripada semua pedang bermata dua. Tusukannya amat dalam hingga memisahkan nyawa dan ruh, sendi-sendi dan sumsum, bahkan bisa membedakan semua pikiran dan niat hati.

KSZI: Firman Allah hidup dan berkuasa, lebih tajam daripada pedang dua mata, menembusi ke garis pemisah nyawa dan roh, sendi dan sumsum, serta mengenal antara fikiran dan niat di hati.

KSKK: Sebab sabda Allah penuh hidup dan berdaya guna, lebih tajam daripada pedang bermata dua. Ia menusuk sampai ke perbatasan antara jiwa dan roh, antara sendi dan sumsum, dan mempertimbangkan niat dan pikiran hati manusia.

WBTC Draft: Firman Allah sungguh hidup dan bekerja lebih tajam daripada pedang bermata dua. Firman Allah menusuk sampai ke dalam dan memisahkan jiwa dari roh, sendi-sendi dari sumsum. Firman itu menghakimi pikiran dan perasaan dalam hati kita.

VMD: Firman Allah sungguh hidup dan bekerja lebih tajam daripada pedang bermata dua. Firman Allah menusuk sampai ke dalam dan memisahkan jiwa dari roh, sendi-sendi dari sumsum. Firman itu menghakimi pikiran dan perasaan dalam hati kita.

TSI: Oh, Firman Allah sungguh hidup dan berkuasa! Karena kita mengalami bahwa Firman-Nya mempunyai kekuatan yang besar di dalam diri kita. Kekuatannya lebih tajam daripada pedang yang kedua sisinya paling tajam. Jadi Firman Allah sangat berkuasa sampai bisa tembus menusuk hati kita !!— sehingga pikiran, keinginan, dan niat hati kita yang sebenarnya dinyatakan kepada kita.

BIS: Perkataan Allah adalah perkataan yang hidup dan kuat; lebih tajam dari pedang bermata dua. Perkataan itu menusuk sampai ke batas antara jiwa dan roh; sampai ke batas antara sendi-sendi dan tulang sumsum, sehingga mengetahui sedalam-dalamnya pikiran dan niat hati manusia.

TMV: Firman Allah itu hidup dan berkuasa, lebih tajam daripada pedang bermata dua. Firman itu menusuk sampai ke batas antara jiwa dan roh, sampai ke batas antara sendi-sendi dan tulang sumsum. Firman Allah menghakimi fikiran dan niat hati manusia.

BSD: Perkataan Allah hidup dan kuat. Perkataan-Nya lebih tajam dari pedang bermata dua dan dapat menusuk sampai ke batas antara jiwa dan roh kita, sampai ke batas antara sendi-sendi dan tulang sumsum kita. Dengan begitu, Ia tahu pikiran dan niat hati kita.

FAYH: Sebab apa pun yang dikatakan Allah kepada kita selalu penuh dengan kuasa yang hidup: Firman Allah lebih tajam daripada pedang bermata dua yang paling tajam, yang dapat dengan cepat menembusi pikiran dan keinginan kita yang paling dalam, sehingga memperlihatkan diri kita yang sebenarnya.

ENDE: Memang sabda Allah penuh hidup dan kekuatan, lebih tadjam dari pada tiap pedang bermata rangkap, menusuk sampai pada perbatasan njawa dan roh, sendi-sendi dan sumsum, dan sanggup mengupas segala gerakan dan pemikiran hati.

Shellabear 1912: Karena firman Allah itu hidup dan berkuasa, dan lebih tajam dari pada pedang yang bermata dua, dan makan dalam sehingga membelah nyawa dan roh, baik sendi baik benak, dan tahu membedakan segala ingatan dan niat hati.

Klinkert 1879: Karena sabda Allah itoelah hidoep dan berkoewasa dan terlebih tadjam poela daripada pedang djambiak dan ija-itoe makan teroes, sahingga ija mentjeraikan njawa dengan roh dan soemsoem dengan toelang, danlagi ija-itoe hakimlah atas segala kapikiran dan niat hati orang.

Klinkert 1863: Karna perkataan Allah itoe hidoep dan berkoeasa, dan terlebih tadjem dari {Pengk 12:11; Yes 49:2; Efe 6:17} satoe pedang jang bermata doewa, ija-itoe makan teroes sampe mentjereken djiwa dengan roh dan soenggoeh dengan toelang, dan ija-itoe satoe hakim atas segala ingetan dan perasaan hati.

Melayu Baba: Kerna perkata'an Allah itu ada hidop dan berkuasa, dan lbeh tajam deri-pada pdang yang mata dua, dan makan dalam sampai blahkan jiwa sama roh, baik sndi baik otak tulang, dan boleh bedakan smoa ingatan dan niat hati.

Ambon Draft: Karana perkata; an Allah ada hidop dan ada tadjam, lebeh deri satu padang dengan muka duwa, dan makan terus sampe bertjere djiwa dan roch, dan otak tulang deri pada tulang, dan sawatu hakim deri segala kira-kira; an dan nijet-nijet hati.

Keasberry: Kurna purkataan Allah itu hidop dan burkuasa, dan turlebih tajam pula deripada subila pudang yang burmata dua, iya itu manikam sahingga munchariekan nyawa dan roh, dan sundi sundi dan otak tulang, dan lagi pula iya itu munilek sangka sangka dan niat niat hatimu.

Leydekker Draft: Karana kalam 'Allah 'ada hidop dan berkhowat, dan lebeh tadjam deri pada barang pedang jang makan duwa belahnja, dan melintas sampej kapada pertjerejan djiwa dan njawa kapada pertjerejan djiwa dan njawa, dan segala pasimpolan dan somsom, lagi 'ada sawatu hhakim 'antara segala kira 2 an dan pembitjara`an hati.


TB ITL: Sebab <1063> firman <3056> Allah <2316> hidup <2198> dan <2532> kuat <1756> dan <2532> lebih tajam <5114> dari pada <5228> pedang <3162> bermata dua <1366> manapun <3956>; ia menusuk amat dalam <1338> sampai <891> memisahkan <3311> jiwa <5590> dan <2532> roh <4151>, sendi-sendi <719> dan <5037> <2532> sumsum <3452>; ia sanggup membedakan <2924> pertimbangan <1761> dan <2532> pikiran <1771> hati <2588> kita. [<2532> <2532>]


Jawa: Sabab pangandikane Gusti Allah iku gesang lan santosa sarta luwih landhep tinimbang sakabehing pedhang kang landhep kiwa-tengen. Tumamane bebles nganti misahake nyawa lan roh, ros-rosan-ros-rosan lan sungsum; bisa mbedakake panimbang lan pangangen-angening ati kita.

Jawa 2006: Sabab pangandikané Allah iku gesang lan kiyat sarta luwih landhep tinimbang sakèhing pedhang kang landhep kiwa-tengen. Nunjem jero nganti misahaké nyawa lan roh, ros-rosan lan sungsum; bisa ngadili pikiran sarta pangangen-angening ati kita.

Jawa 1994: Pangandikané Allah kuwi asipat gesang lan sekti, lan luwih landhep tinimbang sakèhing pedhang sing landhep kiwa-tengen; kang tumamané nganti bisa misahaké nyawa lan roh, ros-rosan lan sungsum. Bisa netepaké ala lan beciké pikiran lan karepé manungsa.

Jawa-Suriname: Awit tembungé Gusti Allah kuwi urip lan gedé kwasané lan landepé ngungkuli pedang sing landep kiwa-tengen. Tembungé Gusti Allah bisa mlebu jeru ing atiné manungsa, misah roh lan nyawa, balung lan sungsum. Mulané tembungé Gusti Allah bisa ngétokké ala-betyiké pikiran lan kekarepané manungsa.

Sunda: Pangandika Allah teh nya hirup, nya kuat, tur leuwih seukeut ti batan pedang nu seukeut kenca katuhu, sanggup nusuk nepi kana nyawa jeung jiwa, tembus kana tulang sandi jeung sungsum, bisa maca pikiran jeung angen-angen manusa.

Sunda Formal: Pangandika Allah teh, saestu hirup tur kawasa; leuwih seukeut alah batan ti pedang anu dua pangadekna, bisa parat kana puseurna nyawa jeung roh, sanggup tembus kana sungsum reujeung tulang, sanggup maca kalayang taliti sagala angen-angen jeung pipikiran manusa.

Madura: Dhabuna Allah paneka dhabu se odhi’ ban kowat, atajemman dhari peddhang se amata dhuwa’. Dhabu ganeka nyoddu’ kantos ka bates e antarana sokma sareng erroh; sampe’ ka bates e antarana so-resowan ban lang-tolangnga somsom, kantos oneng salem-dhalemma ka pekkeran ban neyadda manossa.

Bauzi: Eho gi neham bak vi ozome uba labi gagoho bak. Alat Aba Aho iba vameadam im lam abo ahedem im feànat modem bak. Iho dihasi aida. Labi neo dihasi aida. Labihadam imot modem labe im so ad iuba dusu ahulat vi ozom bak laba vi fum imot modem bak. Abo ae tot mo tot mo laham ae bohu lamti Alam im lamti labihasu ozom di bisi feàda Alam im am bak. Ame ae bohu lam meia faitom di gi faa zisiddaha bak lamti veiso lamti labihasu vou fusi uladdaha bak tadem bak. Lahana Alam im bisi feà labe abo mei ahu ad ozom bak laba vou fusi uladdam bak. Abo im ahu ad nibe ozom bak niba nabime im damat iho modelo ozomna lam gi modi fa tombalem imot modem bak.

Bali: Santukan sabdan Ida Sang Hyang Widi Wasa punika urip tur mawisesa. Sabdan Idane punika manganan bandingang ring pedang sane marai kekalih. Pedang punika nuek kantos ka unteng, megatang jiwa lan roh, tulang miwah jajah. Sabdane punika nepasin indria miwah manah manusane.

Ngaju: Auh Hatalla jete auh je belom tuntang dehen; labih banyihi bara padang je hasansila isie. Auh te manusuk timben sampai akan helat hambaruan dengan roh; sampai akan helat kare sapan tulang tuntang ontek tulang, sampai olih mangatawan kakejau kandalem tirok tuntang kahandak atei olon.

Sasak: Manik Allah nike idup dait kuat; merangan lẽman selapuq klẽwang saq bemangan due. Manik nike nusuk dalem gati jangke misahang jiwe dait roh; sendi-sendi dait sumsum, malahan bau bẽdeang pikiran dait niat atẽ manusie.

Bugis: Ada-adanna Allataala iyanaritu ada-ada iya tuwoé sibawa mawatang; lebbi tarengngi naiya peddang matareng walié. Iyaro ada-adaé mattoddo’i narapi pakkasésénna nyawaé sibawa roh-é; narapi pakkasésénna padduppa-duppangngé sibawa uta’na buku-bukué, angkanna naisseng silamul-lamunna pikkirang sibawa niya’ atinna rupa tauwé.

Makasar: Anjo kananNa Allata’ala, iami kana-kana assarea katallassang siagang kagassingang; la’bi tarangi na pa’dang tarang pimbalia. Anjo kana-kanaya anno’doki sa’genna antama’ ri atia siagang nyawaya; narapiki pa’leso-lesoanga siagang buku-bukua, sa’genna naasseng ngaseng pikkiranna siagang nawa-nawanna rupataua.

Toraja: Belanna iatu kadanNa Puang Matua tuo sia maatang sia mandu mataran anna pa’dang kemata patomali, sia mandalan pa’kandeanna, naurunganni umpasisarak sumanga’ anna penaa, sia lesokan anna utak buku lampa, sia naissan umpelalan tangnga’ sia lalan penaa.

Duri: Kada tuo na mawatang too to kadan-Na Puang Allataala, na la'bi mataran na ia to pa'dang mataran patomali. Susi pa'dang ntarruh kale ratu lako panglesoan na buku lampa, susi too kadan-Na Puang Allataala ntarruh penawa nnissen pikkirisanna sola akkalanna tolino.

Gorontalo: Pirimani lo Allahuta'ala yito tumu-tumulo wawu kawasa, lebe molalitao lo wamila o bayaliyo mohu-mohuwaliya, u mowali mo'otobua modeloma da'a sambe mopopisawo lo leletuwa-leletuwa wawu tuwango tulalo. Pirimani boyito mowali mopopisawo lo jiwa wawu roh wawu sanggupi mongotota pikirangi wawu niyati to delomo hila lo manusiya.

Gorontalo 2006: Tahuda lo Allahu Taa̒ala yito tahuda utumu-tumulo wau molotolo; lebe molalito wolo wamilo u omato duluo. Tahuda boito mometuo̒ demola eenggade towolota lonyawa wau rohu; demola eenggade towolota lo leleetua wau tulalo yilonta, tilinggula motota lou̒ modelo-delomolo mao̒ pikiilangi wau niyati hilaa lomanusia.

Balantak: Wurungna Alaata'ala mase wurung men tumuo' ka' kuasaan, ka' masasom labi sinangkidi men mataan ruantimbang. Wurung iya'a surion mungusuk pataka mengerensa noa tia alus, pataka mengerensa sumpakan ka' isiina wuku, mbali' minginti'i tuu' pinginti'ian ka' sagia men isian na noana mian.

Bambam: Aka Battakadanna Puang Allataala battakada tubo anna ponno kuasa, pataham puha ia anna la pa'dam pataham patomali, aka ullosa sule tama tambu' anna penaba. Anna umpahessa sule tama pikkihanna anna lalam penabanna hupatau.

Kaili Da'a: Tesa nu Alatala tesa to natuwu bo nakuasa. Tesa etu neliu nggataja nggari guma to nomata ntimali. Nasimbayu ewa guma mamala mantosu sampe ri panta'a nosa bo wayo manusia bo posidumpa nu wuku bo unto nu wuku, iwetu wo'u Tesa nu Alatala namala mombabuka bo momparesa pekiri bo patuju rara nta'i manusia.

Mongondow: Sim pirman i Allah tua in singogbií inta nobiag bo moropot bo Siabií im moḷani-ḷanit nongkon pitow inta doyowa im matanya. Singog tatua tumurak nodapot in nopoyotondi in jiwa bo roho; bolikatog bo tuḷan bobubuton, sahingga ing kota'auannyadon totok in raian bo niat in intau.

Aralle: Aka' Bahtakaranna Puang Alataala tuho anna ma'kuasa, pahela puha nei' andana pa'dang ang pahe'la' sibali. Aka' noanna mesa pa'dang ullosa kasitammuang buku, moi lambi' tama di eti'na buku, ya' noa tunne' Bahtakaranna Puang Alataala ullosa pihki'ta anna ihsi inahanta. Yaling inde di Bahtakaranna, Puang Alataala umpalanda'mi umba noa kalaeta ang setonganna.

Napu: Lawi Ngkorana Pue Ala iami lolita au tuwo hai au makuasa. Meliu kamataruna hangko i piho au momata mpotimali. Hamata piho peisa metohu duuna hawe i leho-leho buu hai ati buu. Nodo wori NgkoraNa Pue Ala metohu duuna hawe i lalunta hai i tanoananta. Hai NgkoraNa iti Napake Pue Ala moparesa pekirinta hai tunggaiana lalunta.

Sangir: Hengetangu Mawu Ruata e kai hengetang biahẹ̌ dingangu matoghasẹ̌; limembong kahorone wọu peda matane ruamběka. Bawera ene nụněnggạ sarang kẹ̌takengu lensorange su pẹ̌sěmakengu himukụdẹ̌ dingangu rohkẹ̌, sarangkeweng pẹ̌kětakengu lensorange ringangu ghěsin duhine, makakasingkạ maunsui tiněnna ringangu sipirangu ral᷊ungu naungu taumata e.

Taa: Wali pakadota apa tuntu i mPue Allah, tuntu etu tuwu pasi maroso. Tuntu i mPue Allah raporapaka ewa wada to mataja dua mbalia to maya mangantuja pasi mangaga’a yau yotus pasi uta mbuku. Pei Tuntu i mPue Allah semo to tajataja pei wada etu apa tempo kita mangandonge Tuntu i mPue, TuntuNya etu ewa mangantuja pasi mangaga’a yau rayanta pasi toniinta apa mampakanasa see miyala ewa wimba pampobuuka pasi songka ndayanta.

Rote: Manetualain hala-kokolan nde bee na, hala-kokolak fo maso'dak, ma mabe'i-balakaik; tane na lenaheni tafaina tane kadua ka. Hala kokolak ndia, ana tola losa leo samane ka ma dula dale ka dae too na; ana tola losa leo bu'u-bu'u kala, ma dodole dui ka dae too na, nalosa ana bubuluk besa-besa no hataholi daebafa ka dale-aafin, ma dale tutu'u na.

Galela: Sababu o Gikimoi Awi demo gena o demo foloisi ilalamo sababu ioho ka sidutu ikakali de lo ikokuasa. O demo magena ifoloi qadoto de o sumarangi ma doto sinotoka, sababu o demo magena aku isuru sidago o nyawa manga jiwa de manga gurumi ma batika, maro kanaga o sumarangi moi lo aku isuru de isioto ma bati o kobo de lo ma nihaka. O demo magegena aku o bi nyawa moi-moi o bi moi-moi manga sininga ma rabaka isipelenga de yatailako.

Yali, Angguruk: Allah wene ino ine roho wereg lit oluk eneg welaruhu. Karog olokon fuma-fuma ayeg werehon min ambi reg eleg. Yukuk toho ware feserukmu mondabi undama kuruk lit ubabut men indi men minggituk lit uwag lilibug toho abuhe amu larikim ninindimu wenggeltuk lit peruk ane aren inamap turuk.

Tabaru: Ma Jo'oungu ma Dutu 'awi demo ge'ena kaisi'ado-'adonika de posironga de ma kuasaka, 'ena 'ifoloi 'idoto de 'o wase gee ma doto ma biono de ma dudunu. 'O demo ge'ena yodongosama sigado nanga singina de nanga di-dibangika; sigado nanga boboo de nanga kobongo ma nyia-nyiarika, de ya'akunu yalega ma diai 'o nyawa ma di-dibangi de ma du-duaka.

Karo: Kata Dibata e nggeluh dingen erdahin. Kata Dibata e telapen asangken pedang si dua babahna. Mbages kal bekas penebakna seh maka isirangkenna tendi ras kesah, buku-buku ras utuk tulan. Ihakimina perukuren ras sura-sura manusia.

Simalungun: Ai na manggoluh do hata ni Naibata anjaha marhagogohon, marotan humbani ganup podang sidua mata, anjaha torus masuk hubagas, isirang do tonduy pakon pingkiran, sonai homa ringring ampa utokutokni, lanjar iuhumi do na piningkir ampa sura-sura ni uhur.

Toba: Ai na marngolu do hata ni Debata jala marpangkorhon, jala tumajom sian nasa podang siduababa, jala torus do disirang hosa dohot tondi, ringring dohot utohutokna, laos diuhumi do na sinangkap dohot na piningkir ni roha.

Dairi: Ai nggelluh ngo kata Dèbata janah mergegoh; tajemmen asa peddang sidua babah. Mennusuk ngo kata i mi kessah dekket mi tendi; soh mi sendihi bak otok-otok pe, gabè ibettoh ngo soh mi simbagesna sinipikiren dekket sinisura-sura jelma.

Minangkabau: Kato-kato Allah adolah kato-kato nan iduik, sarato jo kuwaik; labiah tajam dari padang bamato duwo. Kato-kato tu manusuak sampai ka bateh, antaro jiwa jo roh; sampai ka bateh antaro paruwehan jo tulang nan itam, sainggo mangatawui sadalam-dalamnyo pikieran, sarato jo niyaik ati manusia.

Nias: Taroma li Lowalangi andrõ ba no taroma li sauri, ba sabõlõ atarõ moroi ba gari si faoma bawa. Taroma li andrõ isõsõ irugi bakha noso ba eheha; irugi ba mbu'umbu'u ba uto dõla, irege I'ila bakha gera'era ba sõndra dõdõ niha.

Mentawai: Aipoí tiboiet Taikamanua néné iaté, tiboiet sipuririmanua sambat simaron; bulat malauru, belé peilé lanjau simalauru rua ngasilánia. Bulat makeru siorangannia, pat aili ka pasongan enga sambat ketsat; sambat pasongan pauilakat tolat ka unou tolat, bailiu pat oi isinogi paatuat sambat isiat bagadda sirimanua.

Lampung: Cawa-Ni Allah anodo cawa sai hurik rik kuat; lebih tajam jak pedang bemata rua. Cawa udi nusuk sampai mik batas hantara jiwa rik ruh; sampai mik batas hantara sendi-sendi rik tulan sumsum, sehingga ngemandai serelam-relamni pikeran rik niat hatini manusia.

Aceh: Feureuman Allah na kheueh feureuman nyang udeb dan teuga; leubeh tajam nibak peudeueng nyang meumata dua. Feureuman Geuhnyan jitamong tajam trob ubak bataih jiwa ngon roh; trok ubak atot-atot dan tuleueng sum-sum, sampoe geuteupeue si lhok-lhok jih pikeran dan niet até manusia.

Mamasa: Annu battakadanna Puang Allata'alla battakada tuo anna ma'kuasa, mataran pole ia anna pa'dang mataran patomali, annu sirapan pa'dang dipentossokan mandalan tama batang kale lambisan umpa'dua penawa anna batang sunga', ullosa sae tama lesoan tarru' tama unak buku anna ummissanan pikki' anna pa'kua penawanta.

Berik: Taterisi Uwa Sanbagirmana jeiba baabetabaram, ane jei awelna samfer gam gwebili. Taterisi jeiserem jei binbinsusu samtena jemna binbini afwer-afwer galserem jemniwer. Jei is gam tegiltena jamere inibo, ane jei is gam gwerauwulbana aamei jes igam bilirim ilem inibe, ane ijes eyebife.

Manggarai: Ai reweng de Mori Keraéng mosé agu mberesn, céwé harat oné-mai kopé harat bali apa kaut. Reweng hitu ceka kéta haéng oné pucu lolo, ngancéng pandé bégas wakar agu nai, ruék agu usek, wiga belard nuk agu niak nai dité.

Sabu: Lipedai Deo, lipedai do muri jhe do rui; do rihi na'a ngati kelewa rakka dhue. Ne lipedai do naanne do tabbhu lohe la era pewata pa telora hemanga nga henga; hape la wata kewahhu-kewahhu nga rui dhole, hakku do dhai toi tade meramma-ramma ne lua penge nga lua pedabbho ade ddau raiwawa.

Kupang: Te Tuhan Allah pung Kata-kata dong kasi tunju jalan idop yang batúl. Dong ada pung kuasa ko maso pi dalam kotong pung hati, ko nilei kotong pung pikiran deng kotong pung mau-mau samua. Te itu Kata-kata dong memang idop, deng lebe tajam dari satu parang yang maso pi dalam daging ko potong urat balá tulang, ko kasi tabuka samua.

Abun: Men jammo Yefun Allah bi sukdu sor, we sukdu gato Yefun ki ne bere ós men kem ndo. An bi sukdu-i ne pet mo men mit. An bi sukdu-i ne pet mo men mit kru wai kadit nyom gato ot de we gato ye syer men su ne. Ye syer men su nyom ot de we it yo, nyom ne bere kom mo de nden sor nde, wo kom mo men de mit kai. Sane dom Yefun Allah bi sukdu-i pet mo men de nden sor nde, wo pet mo men de mit kai, bere kru wai kadit nyom ne o re. An bi sukdu-i pet kom mo men mit kai, mo pe gato men da kridek si men da gesyos miten. An bi sukdu-i pet kom mo mit kai, kom mo pe gato men yetu dini rit si men gus mo men dini ne miten. An bi sukdu-i kak men bi sukjimnut subot suk gato men nutbot si suk gato men iwa men ben ne. Sane Yefun bi sukdu-i pet kom men mit sane sor men jam suk gato ndo kadit suk gato ibit mone.

Meyah: Mimif muh mudou efesi rot ongkas gu Allah erek koma, jeska Ofa efen oga bera erek mar ongga efena ebah rot owesa efek eteb tein. Ofa efen oga insa koma bera erek meiteb kalawan ongga efeya doska. Rusnok rira meiteb kalawan insa koma rireris marska fogora rik rot ongga ojga gij efen ofoufu erek koisoisa. Beda erek koma tein Allah oga bera ongga orocunc rot koisoisa gij mudou efesi rot mar ongga oska jera mar ongga oufamofa tein.

Uma: Apa' Lolita Alata'ala, lolita to tuwu' pai' to mobaraka', meliu kabaka'-na ngkai piho' to baka' ntimalia. Apa' hewa piho' metohu' duu' rata hi pome'umpua' wuku pai' uta' wuku, wae wo'o Lolita Alata'ala metohu' duu' rata hi nono pai' kao'-ta. Lolita Alata'ala mpowile pekiri-ta pai' patuju to hi rala nono-ta.

Yawa: Ayao Amisye po raura mamo ayao njayaisy mo kovo nuge nuganui raugav, muno Apa ayao mamo mbambunin dave. Omamo raurata irati tija nsiu rani rani rai ramaisy, omi mo vatane anasine raukir ti manawadi no kabume rai, pae rai, nsiso no ene rai. Maisyare omaisy, Ayao Amisye nsiso kobe no vatane anuga rai ti mo apa ana datantona muno apa bekere raen tenambe.


NETBible: For the word of God is living and active and sharper than any double-edged sword, piercing even to the point of dividing soul from spirit, and joints from marrow; it is able to judge the desires and thoughts of the heart.

NASB: For the word of God is living and active and sharper than any two-edged sword, and piercing as far as the division of soul and spirit, of both joints and marrow, and able to judge the thoughts and intentions of the heart.

HCSB: For the word of God is living and effective and sharper than any two-edged sword, penetrating as far as to divide soul, spirit, joints, and marrow; it is a judge of the ideas and thoughts of the heart.

LEB: For the word of God [is] living and active and sharper than any double-edged sword, and piercing as far as the division of soul and spirit, both joints and marrow, and able to judge the reflections and thoughts of the heart.

NIV: For the word of God is living and active. Sharper than any double-edged sword, it penetrates even to dividing soul and spirit, joints and marrow; it judges the thoughts and attitudes of the heart.

ESV: For the word of God is living and active, sharper than any two-edged sword, piercing to the division of soul and of spirit, of joints and of marrow, and discerning the thoughts and intentions of the heart.

NRSV: Indeed, the word of God is living and active, sharper than any two-edged sword, piercing until it divides soul from spirit, joints from marrow; it is able to judge the thoughts and intentions of the heart.

REB: The word of God is alive and active. It cuts more keenly than any two-edged sword, piercing so deeply that it divides soul and spirit, joints and marrow; it discriminates among the purposes and thoughts of the heart.

NKJV: For the word of God is living and powerful, and sharper than any two–edged sword, piercing even to the division of soul and spirit, and of joints and marrow, and is a discerner of the thoughts and intents of the heart.

KJV: For the word of God [is] quick, and powerful, and sharper than any twoedged sword, piercing even to the dividing asunder of soul and spirit, and of the joints and marrow, and [is] a discerner of the thoughts and intents of the heart.

AMP: For the Word that God speaks is alive and full of power [making it active, operative, energizing, and effective]; it is sharper than any two-edged sword, penetrating to the dividing line of the breath of life (soul) and [the immortal] spirit, and of joints and marrow [of the deepest parts of our nature], exposing {and} sifting {and} analyzing {and} judging the very thoughts and purposes of the heart.

NLT: For the word of God is full of living power. It is sharper than the sharpest knife, cutting deep into our innermost thoughts and desires. It exposes us for what we really are.

GNB: The word of God is alive and active, sharper than any double-edged sword. It cuts all the way through, to where soul and spirit meet, to where joints and marrow come together. It judges the desires and thoughts of the heart.

ERV: God’s word is alive and working. It is sharper than the sharpest sword and cuts all the way into us. It cuts deep to the place where the soul and the spirit are joined. God’s word cuts to the center of our joints and our bones. It judges the thoughts and feelings in our hearts.

EVD: God’s word (message) is alive and working. His word is sharper than the sharpest sword. God’s word cuts all the way into us {like a sword}.It cuts deep to the place where the soul and the spirit are joined. God’s word cuts to the center of our joints and our bones. It judges the thoughts and feelings in our hearts.

BBE: For the word of God is living and full of power, and is sharper than any two-edged sword, cutting through and making a division even of the soul and the spirit, the bones and the muscles, and quick to see the thoughts and purposes of the heart.

MSG: God means what he says. What he says goes. His powerful Word is sharp as a surgeon's scalpel, cutting through everything, whether doubt or defense, laying us open to listen and obey.

Phillips NT: For the Word that God speaks is alive and active; it cuts more keenly than any twoedged sword: it strikes through to the place where soul and spirit meet, to the innermost intimacies of a man's being: it examines the very thoughts and motives of a man's heart.

DEIBLER: Beware of being insincere about doing this, because the message God has given us very powerfully penetrates our thinking more than a two-edged sword penetrates flesh [MET]. It penetrates deeply into our souls and spirits, as a sharp sword can penetrate into our joints and marrow. That is, by it God [PRS] discerns all that we think about, and he discerns all that we desire to do [MTY] (OR, His message exposesto us all our thoughts and all our desires).

GULLAH: De wod ob God got life an e got powa fa true. God wod shaap jes like a sode wa got two shaap edge, bot e wod shaap mo den de sode. Cause de sode kin jes cut eenside somebody eenta e joint an bone. Bot God wod da cut all de way deep down eenta de poson soul an e sperit. God wod da go eenside a poson haat an show wa dat poson da tink an wa e da wahn fa do.

CEV: What God has said isn't only alive and active! It is sharper than any double-edged sword. His word can cut through our spirits and souls and through our joints and marrow, until it discovers the desires and thoughts of our hearts.

CEVUK: What God has said isn't only alive and active! It is sharper than any double-edged sword. His word can cut through our spirits and souls and through our joints and marrow, until it discovers the desires and thoughts of our hearts.

GWV: God’s word is living and active. It is sharper than any two–edged sword and cuts as deep as the place where soul and spirit meet, the place where joints and marrow meet. God’s word judges a person’s thoughts and intentions.


NET [draft] ITL: For <1063> the word <3056> of God <2316> is living <2198> and <2532> active <1756> and <2532> sharper <5114> than <5228> any <3956> double-edged <1366> sword <3162>, piercing <1338> even <2532> to <891> the point of dividing <3311> soul <5590> from spirit <4151>, and <2532> joints <719> from marrow <3452>; it is able to judge <2924> the desires <1761> and <2532> thoughts <1771> of the heart <2588>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Ibrani 4 : 12 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2018
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran