Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [SASAK]     [PL]  [PB] 
 <<  Kisah Para Rasul 28 : 4 >> 

Sasak: Sewaktu penduduk pulao nike serioq ulah nike begantung lẽq ime Paulus, ie pade bebase sopoq kance saq lainne, "Dengan niki pasti sampun nyematẽq dengan, sẽngaq timaq ie sampun selamet lẽman bahaye lẽq segare, Dẽwi Keadilan ndẽq ngalurang ie idup."


AYT: Ketika penduduk asli melihat binatang berbisa itu bergantung di tangan Paulus, mereka berkata satu sama lain, "Tidak diragukan lagi, orang ini adalah seorang pembunuh. Walaupun ia telah selamat dari laut, Keadilan tidak akan membiarkannya hidup."

TB: Ketika orang-orang itu melihat ular itu terpaut pada tangan Paulus, mereka berkata seorang kepada yang lain: "Orang ini sudah pasti seorang pembunuh, sebab, meskipun ia telah luput dari laut, ia tidak dibiarkan hidup oleh Dewi Keadilan."

TL: Apabila orang pulau itu terpandang binatang itu tergantung pada tangannya, maka mereka itu pun berkatalah sama sendiri, "Tiada syak lagi orang ini pembunuh orang, walaupun ia sudah terlepas daripada bahaya laut, tetapi Dewi Pembalas tiada membiarkan dia hidup."

MILT: Dan ketika orang-orang barbar itu melihat binatang berbisa itu tergantung pada tangannya, mereka berkata seorang terhadap yang lain, "Pastilah dia ini seorang pembunuh, yang walaupun telah terselamatkan dari laut, keadilan tidak akan membiarkannya hidup."

Shellabear 2010: Ketika penduduk pulau itu melihat ular itu tergantung pada tangan Pa’ul, mereka berkata satu sama lain, "Pasti orang ini pembunuh, karena Dewi Keadilan tidak membiarkan dia hidup sekalipun dia sudah terlepas dari bahaya di laut."

KS (Revisi Shellabear 2011): Ketika penduduk pulau itu melihat ular itu tergantung pada tangan Paul, mereka berkata satu sama lain, "Pasti orang ini pembunuh, karena Dewi Keadilan tidak membiarkan dia hidup sekalipun dia sudah terlepas dari bahaya di laut."

Shellabear 2000: Ketika penduduk pulau itu melihat ular itu tergantung pada tangan Pa’ul, mereka berkata satu sama lain, “Pasti orang ini pembunuh, karena Dewi Keadilan tidak membiarkan dia hidup sekalipun ia sudah terlepas dari bahaya di laut.”

KSZI: Apabila penduduk pulau itu melihat ular tersebut pada tangan Paulus, mereka berkata sama sendiri, &lsquo;Tentu dia ini seorang pembunuh; sungguhpun dia selamat daripada bahaya laut, tetapi Dewi Keadilan tidak membiarkan dia hidup.&rsquo;

KSKK: Ketika orang-orang melihat ular itu bergantung pada tangannya, mereka berkata satu kepada yang lain, "Tentu dia adalah seorang pembunuh, ia baru saja selamat dari bencana laut, tetapi keadilan tidak membiarkan dia hidup lagi."

WBTC Draft: Penduduk melihat ular itu tergantung pada tangan Paulus, mereka mengatakan, "Pasti orang itu pembunuh. Sekalipun dia telah selamat dari laut, dewi keadilan tidak membiarkannya hidup."

VMD: Penduduk melihat ular itu tergantung pada tangan Paulus, mereka mengatakan, “Pasti orang itu pembunuh. Sekalipun dia telah selamat dari laut, dewi keadilan tidak membiarkannya hidup.”

AMD: Ketika penduduk pulau melihat ular yang menggantung di tangan Paulus, mereka mulai berkata seorang kepada yang lain, “Orang ini pasti seorang pembunuh! Sebab, sekalipun ia selamat dari laut, keadilan tidak mengizinkan dia hidup.”

TSI: Ketika para penduduk melihat kejadian itu, mereka berkata satu sama lain, “Pasti orang ini seorang pembunuh, karena walaupun dia sudah selamat dari bahaya laut, tetapi dewi Keadilan tidak membiarkan dia hidup.”

BIS: Ketika penduduk pulau itu melihat ular itu tergantung di tangan Paulus, mereka berkata satu sama lain, "Orang ini tentulah pembunuh, sebab meskipun ia sudah luput dari bahaya laut, Dewi Keadilan tidak membiarkan ia hidup."

TMV: Apabila penduduk pulau itu melihat ular terjuntai pada tangan Paulus, mereka bercakap sesama sendiri, "Orang ini tentu pembunuh, tetapi dewi yang bernama Keadilan tidak membenarkan dia hidup, meskipun dia selamat daripada bahaya di laut."

BSD: Orang-orang pulau itu melihat ular itu tergantung di tangan Paulus. Mereka berkata satu sama lain, “Pasti orang ini pembunuh. Ia sudah selamat dari bahaya di laut, tetapi Dewi Keadilan tidak akan membiarkan dia hidup.”

FAYH: Penduduk pulau itu melihat ular itu menggelantung di tangan Paulus. Mereka berkata seorang kepada yang lain, "Orang ini pasti pembunuh! Walaupun ia luput dari laut, keadilan tidak membiarkan dia hidup!"

ENDE: Melihat ular itu bergantung pada tangan Paulus, penduduk pulau itu berkata: dia ini tentu seorang pembunuh, sebab baru sadja lepas dari bentjana laut, dewi keadilan tidak djuga membiarkan dia hidup.

Shellabear 1912: Setelah dilihat oleh anak negeri itu akan binatang itu bergantung pada tangannya, maka katanya sama sendirinya, Tentu yaini seorang pembunuh, maka sungguhpun selamat ia dari pada bahaya laut, tetapi dewi ke'adilan tiada memberi ia hidup."

Klinkert 1879: Demi terlihat orang poelau akan oelar itoe bergantoeng pada tangan Pa'oel, kata mareka-itoe pada sama sendirinja: Tiada sjak lagi orang ini pemboenoeh adanja, tidak dihidoepi olih toelah akandia, djikalau ija terlepas daripada laoet sakalipon.

Klinkert 1863: Maka kapan dilihat orang poelo itoe oeler bergantong ditangan Paoel, maka kata dia-orang satoe sama lain: Tentoe ini orang pemboenoh adanja; soedah dia terlepas dari laoet, tetapi pembalesan dewata tiada kasih dia hidoep lagi.

Melayu Baba: Bila anak-negri itu tengok ini binatang bergantong di tangan-nya, dia-orang kata satu sama lain, "Tntu-lah dia ini satu orang pmbunoh, kerna sunggoh pun dia bharu terlpas deri laut, ttapi pmbalasan yang bnar t'ada kasi dia hidop."

Ambon Draft: Maka manakala awrang-awrang pulu itu dapat lihat binatang itu, bagantong pada Paulus punja tangan, berka-talah marika itu sa; awrang pada sa; awrang: Tantu djuga, manusija ini sa; awrang pem-bunoh, jang dewata pembalas-an tijada kasi hidop, sedang ija sudah dapat terlepas deri lawutan.

Keasberry: Burmula sutlah dilihat ulih orang hutan itu ular itu burgantong ditangan Paulus, maka kata marika itu sama sundirinya, Ta'dalah shak lagi bahwa orang ini pumbunoh adanya, jikalau iya turlupas deripada laut skalipun, tutapi kutula tiada mumbri hidop akan dia.

Leydekker Draft: 'Adapawn tatkala 'awrang Barbar melihat hhajwan 'itu lekat pada tangannja, maka katalah marika 'itu sa`awrang kapada sa`awrang: sahadja manusija 'ini 'ada sa`awrang pembunoh, jang sedang terlepas deri pada lawut tulah tijada memberij hidop.

AVB: Apabila penduduk pulau itu melihat ular tersebut pada tangan Paulus, mereka berkata sama sendiri, “Tentu dia ini seorang pembunuh; sungguhpun dia selamat daripada bahaya laut, tetapi Dewi Keadilan tidak membiarkan dia hidup.”


TB ITL: Ketika <5613> orang-orang itu melihat <1492> ular itu terpaut pada <2910> tangan <5495> Paulus <846>, mereka berkata <3004> seorang kepada <4314> yang lain <240>: "Orang <444> ini <3778> sudah pasti <3843> seorang pembunuh <5406>, sebab, meskipun ia telah luput <1295> dari <1537> laut <2281>, ia <1439> <0> tidak <3756> dibiarkan <0> <1439> hidup <2198> oleh Dewi Keadilan <1349>." [<1161> <915> <2342> <1537> <1510> <3739>]


Jawa: Bareng wong-wong padha ndeleng ula kumlawer kanthil ing astane Rasul Paulus, banjur padha rerasanan: “Wong iki mesthi wong kang dosa pati, sabab sanadyan wis bisa oncat saka bebaya ing sagaya, Dewi Kaadilan ora marengake dheweke lestari urip.”

Jawa 2006: Bareng wong-wong padha ndeleng ula kumlawèr kanthil ing astané Paulus, banjur padha rerasanan, "Wong iki mesthi wong kang dosa pati, sabab sanadyan wis bisa oncat saka bebaya ing sagara, Déwi Kaadilan ora marengaké lestari urip."

Jawa 1994: Bareng wong pribumi mau padha weruh ula kuwi kumlawèr gumandhul ana ing tangané Rasul Paulus, banjur padha rerasanan: "Wong kuwi mesthi tukang matèni wong, mulané wis ditakdiraké kudu mati, senajan dhèwèké wis oncat saka bebaya ing segara."

Jawa-Suriname: Kadung wong-wong kono mau weruh ulané gumandul nang tangané rasul Paulus, terus pada rasan-rasan marang sakpada-pada: “Wong kuwi mesti tukang matèni wong, mulané senajan ora mati nang laut kepriyé-priyé ya bakal mati.”

Sunda: Narenjo oray ngambay dina panangan Paulus, pribumi ngaromong jeung babaturanana, "Eta jelema tangtu boga dosa maehan, luput ti laut tuluy dibales pati ku Dewi Kaadilan."

Sunda Formal: Mireungeuh oray meulit kana panangan Paulus, urang dinyana mani pukpok pada batur, “Eta jelema teh moal salah deui tukang maehan! Najan geus luput ti laut, ku Dewi Kaadilan mah hamo diantep hirup terus.”

Madura: E bakto nangale’e olar gella’ agantong e tanangnga Paulus, reng-oreng e polo jareya laju padha saleng ngoca’, "Oreng rowa tantona tokang mate’e oreng, sabab maske la lopot dhari pate e tase’, bi’ Dewi Kaadilan ta’ ebagi odhi’ keya."

Bauzi: Labi modeha ame bak dedam labe ame lab modehe bak vi aame dam ihimo ab ot gagoi ot gagoidamam. “Soo! Ame da nim mei oddam dàt mode moio? Amu itea vao bubaholem bak iuba beoho vab labe ibi iho vou baedam nam alalehena ee gagom Uloodume Aime Neàdi Gagom Nam laham alalehena nibe ab beodamam taia? Ame da nim elom bak malehe vaba ab beodamam taia?” lahame ab ot gagoi ot gagoidamam.

Bali: Jadmane ring pulone punika ngantenang ula punika nganceng ring tangan Dane Paulus, ipun raris pada mabaos ring timpalnyane sapuniki: “Anake ene sinah ia tukang ngamatiang jlema. Yadiapin ia luput uli bayane di pasihe, nanging Dewi Kadilane tusing nglugrain ia enu idup.”

Ngaju: Ganan oloh pulau te mite handipe te ginta-gintang intu lengen Paulus, ewen hamauh sama arep ewen, "Oloh toh musti oloh pamuno, basa aloh ie lapas bara bahaya laut, Dewa Bawi Kabujur dia manalua ie belom."

Bugis: Wettunna pabbanuwana iyaro puloé naita iyaro ulaé taggattung ri limanna Paulus, makkedani mennang séddié lao ri laingngé, "Iyaé tauwé tentu pabbuno, saba’ namuni leppe’ni polé ri abalaé ri tasi’é, Déwi Adélé’é dé’ naleppessangngi tuwo."

Makasar: Nacini’na tuma’buttaya anjoreng ri anjo puloa ta’gentung anjo ularaka ri limanna Paulus, massing nakanamo ke’nanga, "Ma’nassa pabuno tau anne taua. Nasaba’ manna pole ta’lappasa’mi battu ri bahaya ri tamparanga, mingka tena nikellai attallasa’ ri Dewi Kaadelanga."

Toraja: Iatonna kitai tinde to dio lebukan iato tu ula’ mendoyang dio limanna, nakuami sipa’kada-kada: Tae’mo nasalai tang to papatean te tau iate, moi anna lessu’mo dio mai kasanggangan lan tasik, apa tae’ naeloranni tu ma’pakalolo la tuo.

Duri: Ia tonna kitai tau to ulah mendoke' jio limanna Paulus, sipangkadami nakua, "Ee! Ia tee tau te'da nasalai tombuno tau, sanga moi nala'pahmo jio mai abala' lan tasik, apa te'da naeloranni tuo dewata Baine Malampu'."

Gorontalo: Tou raiyati to lito boyito lo'onto mao tulide bisa boyito ntaya-ntayanga to olu'u le Pawulus, timongoliyo bibisalawa odiye, ”Ma tantu tawu botiye tawu ngota mohinggila nyawa lo tawu, sababu openu tiyo silalamati mayi lonto deheto, bo nasipliyo memangi musi mate.”

Gorontalo 2006: Tou̒ tuango lipu lopulo boito loo̒onto tulide boito ntaya-ntayanga to uluu̒ lei Paulus, malo loi̒ya timongolio ngota-timongota, "Tau botie tantulo mao̒ tamoomatea mate-mateelo mao̒, sababu penu boli tio maloa̒ahu mai lonto musiba todeheto, Dewi Ua̒adili diila mopoluli olio tumumulo."

Balantak: Sarataa mianna togong iya'a nimiile' ule iya'a ningkaloe na lima ni Paulus, raaya'a nopootunduniimo taena, “Mian kaya'a sabole nampapateimo mian, gause mau mune' i ia nosalamatmo na kosilaka'an na tobui, diim wiwine men mingintoni ka'adilan sian mamatalai i ia tumuo'.”

Bambam: Tappana naita indo pa'botto mendekke' dio limanna Paulus indo ula', iya sipa'tula'-tula'um naua: "Si papateam päläe' inde tau aka moinna anna malam lappa' illaam mai tängä le'bo', sapo' abana inna tä' napäbäi indo debata baine to si muundu' lollä la tubo."

Kaili Da'a: Sangga nikita pue ngata ule etu neloe ri pale Paulus, notesamo ira ka roana samba'a bo samba'a, "Tau e'i natantumo i'a samba'a topepatesi, sabana naupa nasalamamo i'a nggari tasi, Wiata Topotangara da'a mompakamba i'a matuwu."

Mongondow: Naonda intau mita kom pulau tatua noko'ontong kon uḷag tatua no'ibambe makow kon lima i Paulus, mosia nosingo-singogan, "Intau tana'a pasti moḷolimodbií, sin umpakah nosaḷamatdon in sia nongkon bahaya kon dagat, ta'e ki Dewi inta Moaídil diaíbií mopomayak makow ko'inia mobiag."

Aralle: Tahpana naita yato to pa'bohto mendehke' di teyyena Paulus yato ile, sipa'tula'-tula'mi naoatee, "Si papateang setonganna inde tau aka' moinnakato anna malang umpasalama' kalaena yaling mai di tängngä le'bo', ampo' inang dai napabei dehata bahine ang si umbala' kasalaanna tau la tuho."

Napu: Karaitana ampu boea ile au mentoe i tayena Paulu, raulimi: "Tauna iti topepapate! Peita, nauri bara molambi rugi i tahi, agayana Anitu Topobotusi bara mampogiangaa tuwo!"

Sangir: Ene taumatan tahanusa e nakasilọ e těmpu ene mětẹ̌timbalong su l᷊iman Paulus, i sire e nahumbisarạ e sěmbaụ dingangu wal᷊ine angkuěng, "Tau ini e kai tahapate, batụu manimbe i sie seng naambang bọu hombang su l᷊audẹ̌ e, kaiso mahang duatan Katul᷊idẹ̌ e mang tamapakawalan sie kạtatanạ biahẹ̌."

Taa: Wali tau to maroo nja’u lipu etu, sira mangkita ule kansa’unsa’u ri pale i mPaulus, wali sira magombo samba’a pei samba’a, sira manganto’o, “Matantu kojo tau etu re’e nangampopate sa’e apa lo’a, nempo ia taa mate malodong, pue to we’a to mangabotus tau taa mangawaika ia datuwu.”

Rote: Lelek fo pulu ndia lau nala lita menge doko-doko nai Paulus lima na boema, esa naa'da esa nae, "Hataholi ia tao leo bee o hataholi kanisak, de leomae naso'da neme soe tasi mai, tehu Nitu Lalais Inak fo Mana Maketu-Mala'di tunga ndoo na, ana ta po'ilota kana naso'da fa."

Galela: So o orasi magena o gura ma nyawa yakelelo o Paulus awi giaka o ngihia moi ka ililikoka, de ona itemo moi de moika, "Ngaroko o nyawa una manena o teoka wisisalamati, duma awi giki ma duhutu wisifanggali itiai so wisimahawa wooho, sababu o nyawa una manena nagala iqoqoma wototooma."

Yali, Angguruk: Inggikmu saluk teg lit weregma Malta inaben yet hibareg, "Ap tu iken warehek fug angge famen pisanggowen warehekma oluk am fug tehen ap eke indam watisi lit teg. Ketiya ahime wahareg wat taruk," ulug it-it enele sahaltuk latfag.

Tabaru: Ge'ena ma puloka yomanoa-noa gee yamake 'o ngia ge'ena 'isiarika 'o Paulus wi giamoka, de yomakadongose, "'Etei, 'o nyawa nu'una ge'ena ma raiokau woto-to'oma, sababu 'una ngaro kowido'oawa 'o ngootoka, ma gee posironga 'o Gomanga ma Dutu 'Iloa-loa kowisidabiwa wo'ahu."

Karo: Ngidah nipe si molah-olah i bas tan Paulus nina si ngiani pulau e sapih-sapih ia, "Kalak si itagut nipe e ugapa pe kalak pemunuh. Sabap nggo pe ia selamat i bas lawit nari la ka bo ia ipelepas Dewi Keadilen nggeluh."

Simalungun: Mangidah ulog ai gantung-gantung bani tangan ni si Paulus, nini parpulou ai ma samah sidea, “Tontu pamunuh do halak on. Ai age pe maluah ia hun laut in, seng ipalopas sipambalas in ia manggoluh.”

Toba: Jadi dung diida jolma i ulok i gaunggaung di tanganna, masipandohan ma nasida: Sandok pamunu do halak on; ndang diloas uhum i ibana mangolu, atik pe malua sian laut.

Dairi: Idah pengisi pulo i kessa mo nipè i mantong-antong i tangan si Paulus, nina kalak i mo samahsa, "Pemmunuh ngo pana tuhu kalak ènda, ai tukasi pè maluah ia i laut i nai, tapi oda ipadiat dèbata kesèntengen i ia nggelluh."

Minangkabau: Kutiko panduduak pulau tu, manampak ula tu mambalik di tangan si Paulus, mako inyo bi mangecek sasamo inyo, "Mungkin urang ko adolah urang pambunuah, biya pun inyo lah lapeh dari bahayo lauik, tapi, Dewi Ka adielan indak mampadiyakan inyo iduik."

Nias: Me la'ila niha mbanua andrõ no manaw̃anaw̃a gulõ ba danga Waulo, faoma lamane khõ nawõra, "Tatu samunu niha ia andre, bõrõ hew̃a'ae aefa ia ba wa'amate ba nasi, lõ sa'atõ itehe auri ia lowalangi wa'atulõ."

Mentawai: Kelé araitsó nia sikukuddu ka nusa nenda iputoak ulou ka kabei Paulus, patiboddangan pasasambadda, "Bulat sipasimamatei sirimanua lé sirimanua néné, kalulut kenanen abelangan nia ka onut koat, tápoi ka sia Dewit Puroipoat, tá ioobáaké ipurimanua."

Lampung: Waktu penduduk pulau udi ngeliak ulai udi tegantung di culuk Paulus, tian cawa peperda tian, "Jelma inji tantuni jelma sai ngebunuh, mani meskipun ia radu luput jak bahaya laok, Dewi Keadilan mak naganko ia hurik."

Aceh: Watée jikalon lé peunduduek pulo nyan uleue mantong meugantueng bak jaroe Paulus, awaknyan laju jimarit sabe keudroe-droe, "Ureuëng nyoe pasti tukang poh maté gob, sabab bah kheueh jih ka seulamat lam laôt raya, Dewi Keuadelan hana geupeubiyeu ureuëng nyoe udeb."

Mamasa: Inde anna ummitamo ula' ma'sintio dio limanna Paulus-e, sipantula'-tula'mi to ma'tondok nakua: “Inde taue manassa to papatean, annu moika anna salama'mo illalan mai tangnga tasik, sapo' tae' napabeai dewata Dike la tuo.”

Berik: Angtane jepmana jame aa galap ne domolaram awasa jeiserem Paulusem tafnaber jam aa galap taannurum, jei ga jen jena ga aane gitminenne enggame, "Angtane aaiserem jei angtane nafsi gam munbono. Jei safe finip altiliwer jena mes waakentaasini, bwata jemna bosna 'Bwata Bunarsusfer gam Gunu' jei enggam gunu angtane aaiserem jei jam gweyan."

Manggarai: Du ita ular hitu lisét ngara tana, akit limé di Paulus, mai taé cama taud: “Ata ho’o toét-toé cengata ata laséng mbelé atan, ai koném po hia poli célan oné mai tacik, hia toé sendo te moséy le Déwi Keadilan.”

Sabu: Ta dhai ta ngaddi ri ana rai pa anne ne debhoho ne do peratte pa ruwai Paulus ta lii ke ro heddau pa heddau, "Do tatu ne ddau do nade ta heddau do alla pepemade ddau, hakku maji lema no ta do ludu ke ti lua hedui ngati dahi ne, hane dho no pe muri mada ri Banni-ae do dho i'a bibhi-hebhakka ne."

Kupang: Waktu orang Malta dong dapa lia itu ular baracon makaditi tagantong di Paulus pung tangan, ju dong baꞌomong satu deng satu bilang, “Ini orang ni, tantu tukang bunu orang. Biar dia su talapás dari laut pung bahaya, ma itu memang dia pung nasib. Andia ko dia sonde bisa idop lai! Ko sapa yang bekin jahat, na, dia musti pikol dia pung hasil.”

Abun: Yé gato kem mo ef do me kwis ut mo Paulus syim sa, án ki nai yu do, "Ye ré ben sukibit, an gu ye yi kwop bayok, we kapre an yo kwop mo sem nde, bergan Yefun gato ben sukye nai ye gato ben sukibit, bere gu an kwop wé sor, an yo mbau o nde."

Meyah: Nou ongga rusnok ongga ringker gij motowohu koma ringk mar insa koma, beda rua ragot moguma oida, "Isok egens kef bera erek rua ongga rufogog ojgomu. Jeska erek ofa efena ebah jeska mei fob, tina mar ongga mimif mugif gu noba ongga ofoka ereij keingg mimif jah sif bera rudobu joug oida osnok egens kef efena enebah deika guru."

Uma: Karahilo-na pue' ngata ule to mentoe hi pale Paulus, ra'uli'-mi: "Topepatehi-i-tawo' tau tohe'ii! Bo hilo-mi, nau' uma-i mate hi rala tahi' we'i, aga Anitu Topotangara' uma mpelele'-i tuwu'."

Yawa: Vatano una no nupatimuge umaso wo tawae umaso raen mo Paulus aneme ratao ti nsawa matuve rai rave. Wo raura nanto mai vambinibe ware, “Wakoe! Tawae mamune mo vatano napije ataowa weti wandaen opamo po vatane inta aubai to! Pare veravo nino apa mangke raija mamaisy aje re? Omamo avara mansyan da kakai no mayane ramu ti. Weramu wama amisyo nupatimuge so mo mangke raugaje ai indamu kakai.”


NETBible: When the local people saw the creature hanging from Paul’s hand, they said to one another, “No doubt this man is a murderer! Although he has escaped from the sea, Justice herself has not allowed him to live!”

NASB: When the natives saw the creature hanging from his hand, they began saying to one another, "Undoubtedly this man is a murderer, and though he has been saved from the sea, justice has not allowed him to live."

HCSB: When the local people saw the creature hanging from his hand, they said to one another, "This man is probably a murderer, and though he has escaped the sea, Justice does not allow him to live!"

LEB: And when the local people saw the creature hanging from his hand, they began saying to one another, "Doubtless this man is a murderer whom, [although he] was rescued from the sea, Justice has not permitted to live!

NIV: When the islanders saw the snake hanging from his hand, they said to each other, "This man must be a murderer; for though he escaped from the sea, Justice has not allowed him to live."

ESV: When the native people saw the creature hanging from his hand, they said to one another, "No doubt this man is a murderer. Though he has escaped from the sea, Justice has not allowed him to live."

NRSV: When the natives saw the creature hanging from his hand, they said to one another, "This man must be a murderer; though he has escaped from the sea, justice has not allowed him to live."

REB: The natives, seeing the snake hanging on to his hand, said to one another, “The man must be a murderer; he may have escaped from the sea, but divine justice would not let him live.”

NKJV: So when the natives saw the creature hanging from his hand, they said to one another, "No doubt this man is a murderer, whom, though he has escaped the sea, yet justice does not allow to live."

KJV: And when the barbarians saw the [venomous] beast hang on his hand, they said among themselves, No doubt this man is a murderer, whom, though he hath escaped the sea, yet vengeance suffereth not to live.

AMP: When the natives saw the little animal hanging from his hand, they said to one another, Doubtless this man is a murderer, for though he has been saved from the sea, Justice [the goddess of avenging] has not permitted that he should live.

NLT: The people of the island saw it hanging there and said to each other, "A murderer, no doubt! Though he escaped the sea, justice will not permit him to live."

GNB: The natives saw the snake hanging on Paul's hand and said to one another, “This man must be a murderer, but Fate will not let him live, even though he escaped from the sea.”

ERV: When the people living on the island saw the snake hanging from his hand, they said, “This man must be a murderer! He did not die in the sea, but Justice does not want him to live.”

EVD: The people living on the island saw the snake hanging from Paul’s hand. They said, “This man must be a murderer! He did not die in the sea, but Justice does not want him to live.”

BBE: And when the people saw it hanging on his hand, they said to one another, Without doubt this man has put someone to death, and though he has got safely away from the sea, God will not let him go on living.

MSG: Seeing the snake hanging from Paul's hand like that, the natives jumped to the conclusion that he was a murderer getting his just deserts.

Phillips NT: When the natives saw the creature hanging from his hand they said to each other, "This man is obviously a murderer. He has escaped from the sea but justice will not let him live."

DEIBLER: The islanders knew that the snake was poisonous, so when they saw it hanging from Paul’s hand, they said to each other, “Probably this man has murdered someone. Although he has escaped from being drowned, the god …who pays people back/who punishes people† for their [MTY] sins will to cause him to die.”

GULLAH: De people dat lib een de islant see de snake hangin fom Paul han, an dey tell one noda say, “Dis man yah done kill somebody fa sho. Cause eben dough e been sabe fom de wata, de god dey call Justice ain gwine leh um lib!”

CEV: When the local people saw the snake hanging from Paul's hand, they said to each other, "This man must be a murderer! He didn't drown in the sea, but the goddess of justice will kill him anyway."

CEVUK: When the local people saw the snake hanging from Paul's hand, they said to each other, “This man must be a murderer! He didn't drown in the sea, but the goddess of justice will kill him anyway.”

GWV: When the people who lived on the island saw the snake hanging from his hand, they said to each other, "This man must be a murderer! He may have escaped from the sea, but justice won’t let him live."


NET [draft] ITL: When <5613> the local people <915> saw <1492> the creature <2342> hanging <2910> from <1537> Paul’s <846> hand <5495>, they said <3004> to <4314> one another <240>, “No doubt <3843> this <3778> man <444> is <1510> a murderer <5406>! Although he has escaped <1295> from <1537> the sea <2281>, Justice <1349> herself has <1439> not <3756> allowed <1439> him to live <2198>!”


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Kisah Para Rasul 28 : 4 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran