Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [SB2000]     [PL]  [PB] 
 <<  Ibrani 11 >> 

Saksi-saksi iman (11:1-40)

1Iman ialah kepastian dari hal-hal yang diharapkan dan keyakinan atas hal-hal yang tidak kelihatan.

2Nenek moyang kita disenangi oleh Allah karena iman mereka.

3Oleh sebab iman, kita mengerti bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Firman Allah. Maksudnya, apa yang kita lihat ini tidak dijadikan dari hal-hal yang kelihatan.

4Oleh sebab iman juga, Habil telah mempersembahkan kepada Allah suatu kurban yang lebih baik daripada kurban yang dipersembahkan oleh Kabil, dan karena itu ia memperoleh kesaksian bahwa ia adalah orang yang benar. Allah sendirilah yang memberikan kesaksian yang baik atas apa yang dipersembahkannya itu. Ia telah wafat, tetapi oleh sebab imannya, ia masih berbicara.

5Oleh sebab iman, Henokh diangkat, sehingga ia tidak merasakan kematian. Ia tidak ditemukan sebab Allah telah mengangkatnya. Sebelum ia diangkat, ia memperoleh kesaksian bahwa ia berkenan kepada Allah.

6Tanpa iman, mustahil orang dapat berkenan kepada-Nya, karena setiap orang yang menghampiri Allah harus percaya bahwa Allah itu ada dan bahwa Ia memberi pahala kepada orang-orang yang mencari Dia.

7Oleh sebab iman, Nabi Nuh — setelah Allah berpesan kepadanya tentang hal-hal yang belum kelihatan — dengan taat membangun sebuah bahtera untuk menyelamatkan keluarganya. Oleh imannya itu, ia menghakimi isi dunia ini dan menjadi ahli waris dari pembenaran berdasarkan iman.

8Oleh sebab iman, Nabi Ibrahim patuh ketika Allah menyuruhnya pergi ke salah satu tempat yang akan diterimanya sebagai milik pusaka. Maka pergilah ia tanpa mengetahui tempat yang dituju.

9Oleh sebab iman juga, ia tinggal sebagai pendatang di tanah yang Allah janjikan, seolah-olah di tanah asing. Ia tinggal dalam kemah-kemah bersama Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris dari janji yang sama,

10karena ia menantikan kota yang beralas, yaitu suatu kota yang dirancang dan dibangun oleh Allah.

11Oleh sebab iman, Sarah menerima kekuatan untuk mengandung walaupun ia sudah lewat umur, karena ia beranggapan bahwa Dia, yang sudah memberikan janji itu, dapat dipercayai.

12Sebab itu dari satu orang saja — bahkan dari orang yang sudah mati pucuk — telah lahir sejumlah keturunan yang banyaknya tidak terhitung, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.

13Dalam iman, mereka semua itu telah meninggal tanpa memperoleh apa yang dijanjikan, melainkan hanya melihat dan menyambutnya dari jauh. Mereka mengaku bahwa mereka adalah orang-orang asing dan pengembara di atas bumi ini.

14Karena orang-orang yang berkata demikian sebenarnya menyatakan bahwa mereka sedang mencari negeri mereka sendiri.

15Sekiranya mereka teringat pada tempat asal mereka, maka mereka mempunyai kesempatan untuk kembali.

16Tetapi mereka menghendaki suatu tempat yang lebih baik, yaitu surga. Sebab itu Allah tidak malu disebut Tuhan mereka, karena Ia sudah menyediakan suatu kota bagi mereka.

17Oleh sebab iman, Nabi Ibrahim, tatkala kesetiaannya diuji, telah mempersembahkan Ishak. Ia yang telah menerima janji-janji itu rela mempersembahkan anak tunggalnya

18walaupun kepadanya Allah telah bersabda, “Keturunan Ishaklah yang akan disebut sebagai keturunanmu.”

19Sebab ia berpikir bahwa Allah berkuasa untuk menghidupkan kembali orang-orang, sekalipun dari antara orang mati. Dari situ dapat diibaratkan bahwa ia telah menerima Ishak kembali.

20Oleh sebab iman, Ishak telah memohonkan berkah atas Yakub dan Esau untuk perkara-perkara yang akan datang.

21Oleh sebab iman juga, tatkala Yakub akan meninggal, ia memohonkan berkah Allah bagi kedua anak Yusuf. Lalu sambil bersandar kepada kepala tongkatnya, ia pun menyembah Allah.

22Oleh sebab iman, tatkala Yusuf hampir sampai pada ajalnya, ia menyebutkan tentang keluarnya bani Israil dari Mesir dan berpesan agar tulang-tulangnya dibawa serta.

23Oleh sebab iman, setelah Nabi Musa lahir, ia disembunyikan oleh orang tuanya selama tiga bulan sebab mereka melihat anak itu berparas elok. Mereka tidak takut terhadap ketetapan raja.

24Oleh sebab iman juga, setelah Musa dewasa, ia tidak mau disebut anak putri Firaun.

25Ia lebih suka memilih teraniaya bersama-sama dengan umat Allah daripada hidup dalam kenikmatan dosa, yang sifatnya hanya seketika.

26Ia menganggap bahwa penghinaan karena Al Masih lebih berharga daripada segala kekayaan Mesir, karena pandangannya telah diarahkan pada pahala.

27Oleh sebab iman, Nabi Musa telah meninggalkan Mesir tanpa takut terhadap murka raja. Musa bertahan, seolah-olah ia sedang melihat Dia yang tidak kelihatan itu.

28Oleh sebab iman, Nabi Musa mengadakan Paskah dan pemercikan darah supaya pembinasa semua anak sulung tidak menyentuh anak-anak sulung mereka.

29Oleh sebab iman, mereka telah menyeberangi Laut Merah seperti layaknya berjalan di darat. Sedangkan orang-orang Mesir yang mencoba berbuat demikian, ditenggelamkan.

30Oleh sebab iman, tembok-tembok kota Yerikho roboh, setelah dikelilingi oleh bani Israil selama tujuh hari.

31Oleh sebab iman, Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut dibinasakan bersama-sama dengan mereka yang durhaka, karena ia telah menyambut para pengintai dengan sejahtera.

32Siapa lagi yang harus kusebutkan? Karena waktunya tidak akan cukup apabila aku harus mengisahkan kembali tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud, Samuil, dan para nabi.

33Oleh karena iman mereka, mereka telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, menegakkan keadilan, memperoleh janji-janji, mengatupkan mulut singa,

34memadamkan kekuatan api, diluputkan dari mata pedang, dikuatkan dari kelemahan, menjadi gagah berani dalam peperangan, dan mengalahkan semua bala tentara asing.

35Ada perempuan-perempuan yang menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, karena dibangkitkan. Tetapi ada pula yang disiksa dengan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka memperoleh kebangkitan yang lebih baik.

36Sedangkan yang lainnya ada yang diolok-olok, disesah, dirantai, bahkan dipenjarakan.

37Ada pula yang dirajam, digergaji, dan dibunuh dengan pedang. Mereka mengembara hanya dengan mengenakan pakaian dari kulit domba dan kulit kambing. Mereka hidup dalam kekurangan, tertindas, dan teraniaya.

38Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun, di gunung-gunung, di gua-gua, dan di lorong-lorong bawah tanah.

39Jadi, meskipun mereka semua disenangi oleh Allah karena iman mereka, mereka tidak juga memperoleh apa yang dijanjikan,

40karena Allah sudah menyediakan sesuatu yang lebih baik untuk kita, sehingga tanpa kita, mereka tidak akan disempurnakan.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Ibrani 11 >> 


Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2018
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran