Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [TB]     [PL]  [PB] 
 <<  1 Petrus 3 : 4 >> 

TB: tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.


AYT: Sebaliknya, hendaklah kecantikanmu berasal dari dalam batinmu, yaitu kecantikan yang tidak dapat layu, yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenang. Itulah yang berharga di mata Allah.

TL: melainkan sifat yang baik pada hatinya, itulah perhiasan yang tiada akan binasa, yaitu perangai yang lemah lembut dan pendiam, yang besar harganya di hadirat Allah.

MILT: melainkan manusia batiniah, yang tersembunyi dalam ketidakbinasaan, yaitu roh yang lemah lembut dan tenang, yang sangat berharga di hadapan Allah (Elohim - 2316).

Shellabear 2010: Sebaliknya, hendaklah kecantikanmu berasal dari dalam batinmu, dengan perhiasan perangai yang lemah lembut dan tenang. Itulah perhiasan yang tidak akan binasa dan sangat berharga di hadapan Allah.

KS (Revisi Shellabear 2011): Sebaliknya, hendaklah kecantikanmu berasal dari dalam batinmu, dengan perhiasan perangai yang lemah lembut dan tenang. Itulah perhiasan yang tidak akan binasa dan sangat berharga di hadapan Allah.

Shellabear 2000: Sebaliknya, hendaklah kecantikanmu berasal dari dalam batinmu, dengan perhiasan perangai yang lemah lembut dan tenang. Itulah perhiasan yang tidak akan binasa dan sangat berharga di hadapan Allah.

KSZI: Hiasilah batinmu, dengan keindahan yang tidak dapat dimusnahkan, iaitu bersikap lembut dan tenang, yang sangat berharga di sisi Allah.

KSKK: Tetapi hendaknya kepribadian yang lembut dan roh yang tenang menjadi perhiasanmu, sebab hal itu sangat bernilai di mata Allah.

WBTC Draft: tetapi kecantikanmu harus datang dari dalam, dari hatimu. Hendaklah kamu mempunyai kecantikan yang tidak dapat hilang. Kamu harus berjiwa lemah-lembut dan tenang. Itulah yang sangat berharga menurut Allah.

VMD: tetapi kecantikanmu harus datang dari dalam, dari hatimu. Hendaklah kamu mempunyai kecantikan yang tidak dapat hilang. Kamu harus berjiwa lemah-lembut dan tenang. Itulah yang sangat berharga menurut Allah.

AMD: Kecantikanmu haruslah dari yang tersembunyi di dalam hatimu, yaitu kecantikan yang tidak dapat luntur karena berasal dari roh yang lembut dan tenang, yang sangat berharga di mata Allah.

TSI: Tetapi biarlah kecantikanmu merupakan hal-hal yang tidak kelihatan juga— yaitu kecantikan yang keluar dari dalam hatimu. Maksudnya hati yang lemah lembut dan tenang. Dan sampai kamu menjadi tua, kecantikan seperti itu tidak akan hilang dan sangat berharga di mata Allah.

BIS: Sebaliknya, hendaklah kecantikanmu timbul dari dalam batin, budi pekerti yang lemah lembut dan tenang; itulah kecantikan abadi yang sangat berharga menurut pandangan Allah.

TMV: Sebaliknya, hendaklah kecantikan kamu terdiri daripada batin yang murni, budi pekerti yang lembut, dan tenang. Itulah kecantikan abadi yang sangat berharga di sisi Allah.

BSD: Sebaliknya, alangkah baiknya kalau kecantikanmu timbul dari dalam hatimu, yaitu budi pekerti yang lemah lembut dan tenang. Kecantikan seperti itu akan bertahan selamanya dan dihargai Allah.

FAYH: Utamakanlah kecantikan batin, yang mencerminkan kelembutan dan ketenangan jiwa yang sangat berharga bagi Allah.

ENDE: melainkan pada manusia batin, jang tersembunji, jang berperhiasan jang tak dapat binasa, dari hati jang halus dan tenang, jang bernilai dimata Allah.

Shellabear 1912: melainkan dirinya yang batin, yaitu hatinya dengan perhiasan yang tiada kebinasaan, yaitu perangai yang lemah lembut dan pendia, yang besar harganya pada pemandangan Allah.

Klinkert 1879: Melainkan orang jang batin, ija-itoe dalam hati jang lemah-lemboet dan pendiam, jang tidak akan binasa dan jang besar kaendahannja kapada Allah.

Klinkert 1863: Melainken orang jang batin, ija-itoe dalem hati, jang boekan binasa, ija-itoe Roh jang aloes dan pendiam, jang besar harganja dihadepan Allah.

Melayu Baba: ttapi biar-lah perriasan-nya jadi diri-nya yang tersmbunyi, ia'itu hati-nya, dngan perriasan yang ta'boleh binasa, sperti prangai yang lmah-lmbot dan diam-diam, yang banyak herga-nya di dpan Allah.

Ambon Draft: Tetapi manusija tersem-bunji di dalam hati, di da-lam peri ka; ada; an jang tijada kabinasa; an, deri satu roch jang lombot manis dan tedoh, jang amat bajik berhadapan Allah.

Keasberry 1853: Tutapi biarlah jadi orang yang batin dalam hati, yang bukan binasa iya itu roh yang lumah lumbut, dan pundiam, pada fiak Allan harganya busar

Keasberry 1866: Tŭtapi biarlah jadi orang yang batin dalam hati, dan dalam pŭrkara yang tiada binasa, iya itu roh yang lŭmah lŭmbut, dan pŭndiam, maka pada fihak Allah harganya bŭsar.

Leydekker Draft: Tetapi parangij hati manusija jang bathin, 'itu 'ada dengan perij jang tijada kabinasa`an pada njawa jang djinakh dan sunija, jang 'ada besar harganja dihadapan 'Allah.

AVB: Hiasilah batinmu, dengan keindahan yang tidak dapat dimusnahkan, iaitu bersikap lembut dan tenang, yang sangat berharga di mata Allah.

Iban: tang awakka pemajik kita datai ari ati kita ti bendar, ti enda nemu luya, ti nelap sereta imun, ti pemadu berega di mua Allah Taala.


TB ITL: tetapi <235> perhiasanmu ialah manusia <444> batiniah <2588> yang tersembunyi <2927> dengan perhiasan yang tidak binasa <862> yang berasal dari roh <4151> yang lemah lembut <4239> dan <2532> tenteram <2272>, yang sangat berharga <4185> di mata <1799> Allah <2316>. [<1722> <3739> <1510>]


Jawa: nanging pepaesmu iku yaiku kamanungsaning batin kang ora katon kang apepaes kang ora bisa rusak, kang asale saka roh kang sareh, tentrem, kang pangaji banget ana ing ngarsaning Allah.

Jawa 2006: nanging pepaèsmu iku kamanungsaning batinmu kang ora katon, kang ora bisa rusak, kang asalé saka roh kang lembah-manah, tentrem, kang aji banget ana ing paningalé Allah.

Jawa 1994: Nanging kaéndahanmu katona saka kasusilanmu, yakuwi saka kaluhuraning batin sing sarèh lan anteng. Ya sing mengkono kuwi sing langgeng lan pengaji ana ing ngarsané Allah.

Jawa-Suriname: Nanging pada mikira patyakané njeruh atimu, awit kuwi sing langgeng. Kowé kudu nduwé ati sing gemati lan sing anteng. Kuwi patyakan sing apik déwé, sing disenengi karo Gusti Allah.

Sunda: Lemes budi, titih rintih, lemah lembut, eta kageulisan sajati, anu moal luntur ku umur, tur kageulisan anu eta anu dipandang utama ku Allah teh.

Sunda Formal: Nu utama mah, kalemesan budi; eta anu jadi kageulisan ati teh, anu moal luntur ku usum moal suda ku mangsa, turta luhur pangajina dina soca Allah.

Madura: Sabaligga, raddinna sampeyan kodu dhari dhalem ate, buddi se alos sareng ayem; ganeka raddinna roba se langgeng se sanget raja argana e dhalem pangoladanna Allah.

Bauzi: Abo um ahu ad iumti neàdem bak laba it ozome meedam labe damat fà aame deelese. Abo lahi dae vabda ahu nemahubada modem bakti ulohona meedale. Um soa naehena lam veimdi setem meote. Lahana aam neà bak bada nim ba setem gikina gi labahanat modem bak. Im bada nim Alat aam di bisi feàda am bak.

Bali: Nanging payasinja ragan semetone antuk solah sane becik, antuk manah sane darma tur ngalap kasor, sane luih pangarganipun ring ayun Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Ngaju: Tapi keleh kahalap keton te lembut bara huang atei keton, hadat dasar je balemo tuntang sanai; jete kahalap je bunggut tuntang paham barega manumon tampayah Hatalla.

Sasak: Sebalikne, keingesande harus dateng lẽman dalem batin, budi pekerti saq lemah lembut dait tenang; nike keingesan saq kekel saq mahel ajine lẽq arepan Allah.

Bugis: Sibalé’na, sitinajai agelloremmu mompoi polé ri laleng baténgngé, ampé-ampé iya malemma kininnawaé sibawa tennangngé; iyanaritu agelloreng mannennungengngé iya mangke’ senna’é situru pakkitanna Allataala.

Makasar: Mingka, anjo kaga’gannu parallui battu lalang ri ati mailalannu, battu ri panggaukang baji’nu, siagang tunanu ri pa’mai’; yangasemmi anjo kaga’gang satunggu-tunggua, sannaka lompona anggaranna ri paccini’Na Allata’ala.

Toraja: sangadinna sipa’ malammak diong ba’teng, tu umpake pakean tang la sanggang, iamotu kedo sorong inaa sia kappa, tu kapua angga’na dio oloNa Puang Matua.

Duri: Apa sibalikanna, la miangahri to kamaloloan to napapajan sipa' melomi, susinna te'da mikassara' apa massikalino kamu'. Ia to kamaloloan susi joo nakabudai Puang Allataala.

Gorontalo: Ogaga limongoli musi timimbulu mayi monto delomiyo lo batini wolo sipati u molumboyoto wawu sabari. Uwito ogaga u kakali u oharaga to talu lo Allahuta'ala.

Gorontalo 2006: Bolii̒o mao̒, mamusi ogaagamu tumoodei monto delomo hilao, pii̒li u molumboyoto wau moduo̒oto; uitolo ogaaga ubakaa u ohalaga daa̒ modudua̒ to bibilohu Allahu Taa̒ala.

Balantak: Porena tingkaimuu ringkat na noamuu. Noamuu men pore ka' ratong iya'a a tingkai men sian koboliian ka' umangga' tuu' na pimiile'na Alaata'ala.

Bambam: Sapo' la buttu illaam dia mai unä' penabammu indo kamapiaam, susinna malunä' penaba anna matänä' penaba. Iam too diuaam kamapiaam tä' deem la moho'na. Anna iam too nasangai Puang Allataala kamapiaam keangga'.

Kaili Da'a: Tapi kagayamu kana mopu'u nggariara nta'imu, etumo nggari inggumu to nalusu bo nasana. Etumo kagayana to da'a ntoto malipo bo to neliu nggasuli olina riara mpanggita Alatala.

Mongondow: Ta'e hiasaibií bonu ing gina monimu in hiasan inta diaí mogogu-goguya'at, tuata im budi inta mopia bo mo'onow in raian. Tuabií in hiasan moḷunat inta kino ibog i Allah.

Aralle: Aka' yato kamalekeang ang tahpa' sohong yaling mai di inaha, hapanganna mesa bahine ang malunä' anna marota'. Dianto yatoo kamalekeang ang tontong lolo anna ang masuli' allinna di olona Puang Alataala.

Napu: Pongkana kamakarami mesupa hangko i lalumi. Hangangaa maalusu babehiami hai lolitami. Itimi kamakara au bara ara katebaliana. Iti au masuli holona i peitana Pue Ala.

Sangir: Kaiso, ral᷊ěgahi kamene e kěnangko pasěpụ bọu ral᷊ungu naung, kapia ringangu kasasikome naung dingangu marěmasẹ̌; ene ute kai kal᷊aholẹ ta kumakawusẹ̌ dingangu limembong kaarẹ̌gane tumuhụ silom matang Mawu Ruata.

Taa: To tao-tao raya ngkomi to taa nakita nsa’e, etu semo pu’u ngkaroro ngkomi. Wali batuanginya, yako ri raya ngkomi etu see naka komi simpalai pasi taa makasar. Apa lengko to ewa wetu tare kapuranya karoronya, pasi bae kojo batuanginya ri pangkita i mPue Allah.

Rote: Tehu ela leo bee na emi malole-manapu nai emi dalem dale, fo nde ha'da-palii malole-mangana'u ka, ma nenee-lino lino ka; ndia nde lole-napu matea-mahelek ma kabelik tunga Manetualain mata memete na.

Galela: Duma bilasu niatuga nia loha ma duhutu la kanaga nia sininga ma rabaka, ena gena nia sininga qamuuqu de isohi gena itotagaliwa. Magena o Gikimoi watuga de wakelelo igogou ma faida gena foloisi ilamo.

Yali, Angguruk: Heneliliyangge hinindimu hiraho lit werehon lahaptuk lamuhup. Hinindi apma roho wenggel haruk lit wiyig toho welahe peruk halug heneliliyangge fanowon eleg am fuhon hunundama foroho lit welahepma Allahn fano wereg peruk laruhu.

Tabaru: La 'ena 'ania sure ge'ena salingou 'ibaoro nia singinano, nia singina 'ima'ai de nioriidi; ge'enau 'o sure kaisi'ado-'adonika gee posironga 'ibaragunaka ma Jo'oungu ma Dutu wi bionoka.

Karo: Tapi bahanlah maka jilendu e rehna i bas pusuhndu nari, kejilen si la ermasap-masap, e me lemah lembut dingen ukur teneng. Enda me kejilen si meherga kal i lebe-lebe Dibata.

Simalungun: Tapi jolma parbagas na ponop ai, na tongtong martonduy na lamlam anjaha na mardamei, ai do na harga bani Naibata.

Toba: Alai jolma parbagasan na buni, na tongtong martondi na lambok jala na dame, i do na arga dietong Debata.

Dairi: Tapi naing mo nemmu kinimberru ndènè i arap pusuh perratèen ndènè nai rohna, umpamana merpengelako lamlam janah damè; i ngo kinimberru ikellemmoken atè Dèbata.

Minangkabau: Sabaliaknyo, andaklah roman rancak sudaro-sudaro tu timbua dari dalam batin, tingkah laku nan lamah lambuik, sarato jo tanang; itulah roman rancak nan kaka, nan sangaik ba arago manuruik pandangan Allah.

Nias: Soadunia, ena'õ fa'asõkhimi mo'atumbukha moroi bakha ba dõdõ, fa'asõkhi gamuata ba fa'ahonohono, da'õ wa'asõkhi so'ahonoa sebua bõli ba wamaigi Lowalangi.

Mentawai: Tápoi buítá ka bagat paatuatmui lé ibabara pulaingeat tubumui, iaté pueerut paraboat ka leppet baga, samba ka aban baga. Iaté nenda pulaingeat simatom, sipasesese ka matat Taikamanua.

Lampung: Sebalikni, hagani kecantikanmu timbul jak delom hati, budi pekerti sai lemoh lembut rik tenang; senodo kecantikan abadi sai berega nihan nutuk pandangan-Ni Allah.

Aceh: Nyang biet jih, bah kheueh keuceudah gata nyan teuka lam batén, budho basa nyang leumoh leumbot dan teunang; nyan kheueh ceudah nyang abadi nyang paleng muyuem nibak mata Allah.

Mamasa: Sangngadinna la mengkalao illalan penawammua' kamalekeammu, susinna malenna' penawa anna mattan penawa. Iamo te kamalekean la da'da'e, anna keangga' dio olona Puang Allata'alla.

Berik: Gamyan, jengga enggam, afa ini imna waakenaye, gam jega aameiba wini waakensusum. Ga jem temawer, ini imna is enggalf sege unggwan-girsweipmini, ini waaken-waakensususerem. Ini imna ga jamer isa onabertabana, ane jeber-jeber baife ijama gweyan. Fene yo inanaiya jemna hargana unggwanfer ga sege barwebili, jengga ini imna waakena jeiserem je jam barweyan. Ane Uwa Sanbagirem nwenabe, ini imna waakena jeiserem jeba igsusum.

Manggarai: Céwé di’an molas nais, jinggop agu lembak. Hituy dé molas ata méséngn kéta tédéng lén oné ranga de Mori Keraéng.

Sabu: Ne woie ne, do jhamma ke ne lua banni-ie mu ne do wattu ngati dhara penge nga danni ade, alu nga hadha do lumu do majho jhe do ketanna; napoharre ke ne lua banni ie do peloro nga do dhai dhida kebhue pa dhara namada Deo.

Kupang: Ma yang bekin parampuan dong jadi manis batúl, andia: dong pung hati yang sonde kantara dari luar. Conto ke: hati manis, deng kalam. Te manis macam bagitu tu, sonde ilang buang, biar parampuan su jadi tua. Iko Tuhan pung nilei, manis macam bagitu tu, dia pung harga mahal.

Abun: Wo nggon gato kur mek sisu sangge anato nggon gato mbrau mom mit su suk sato ré, nggon ne kem not ete ben bi suk-i sisu njep sor. Nggon ben bi suk-i sane bere tepsu nggon ne kur mek mo an mit to kapyo mato kapyo anane. Yefun Allah nut do, nggon gato ben bi suk-i sane anato ndo wai,

Meyah: Tina mar ongga orocunc rot rujager rerin ongkoska rot ah aibin bera en jeska mar ongga angh gij rudou efesi ojgomu. Koma erek rua runofra risinsa rufoka guru. Noba rua rita mar rot rudou ongga eriagamaga tein ojgomu. Jeska ahah Allah eiteij bera mar insa koma efen efera osok ekirsa jeska meisoufa jera merfej tein.

Uma: Poko kasuboa' mpu'u-le, mehupa' ngkai rala nono-ta, hewa rapa'-na tobine to monono pai' to mo'olu kehi-na. Toe-hana kasuboa' to uma ria kabalia'-na, pai' to masuli' lia oli-na hi poncilo Alata'ala.

Yawa: Yara wapa ngko dave mamo ntipu no wasanuga rai umba nandesen. Weti syare wasanuga mamo mpaaje muno nsaumano vatane mai, weye wapa ngko dave namije no tawan, muno wemirati Amisye po rator pare ngkove mije.


NETBible: but the inner person of the heart, the lasting beauty of a gentle and tranquil spirit, which is precious in God’s sight.

NASB: but let it be the hidden person of the heart, with the imperishable quality of a gentle and quiet spirit, which is precious in the sight of God.

HCSB: instead, it should consist of the hidden person of the heart with the imperishable quality of a gentle and quiet spirit, which is very valuable in God's eyes.

LEB: but the hidden person of the heart, with the imperishable [quality] of a gentle and quiet spirit, which is highly valuable in the sight of God.

NIV: Instead, it should be that of your inner self, the unfading beauty of a gentle and quiet spirit, which is of great worth in God’s sight.

ESV: but let your adorning be the hidden person of the heart with the imperishable beauty of a gentle and quiet spirit, which in God's sight is very precious.

NRSV: rather, let your adornment be the inner self with the lasting beauty of a gentle and quiet spirit, which is very precious in God’s sight.

REB: but in the inmost self, with its imperishable quality of a gentle, quiet spirit, which is of high value in the sight of God.

NKJV: rather let it be the hidden person of the heart, with the incorruptible beauty of a gentle and quiet spirit, which is very precious in the sight of God.

KJV: But [let it be] the hidden man of the heart, in that which is not corruptible, [even the ornament] of a meek and quiet spirit, which is in the sight of God of great price.

AMP: But let it be the inward adorning {and} beauty of the hidden person of the heart, with the incorruptible {and} unfading charm of a gentle and peaceful spirit, which [is not anxious or wrought up, but] is very precious in the sight of God.

NLT: You should be known for the beauty that comes from within, the unfading beauty of a gentle and quiet spirit, which is so precious to God.

GNB: Instead, your beauty should consist of your true inner self, the ageless beauty of a gentle and quiet spirit, which is of the greatest value in God's sight.

ERV: No, your beauty should come from inside you—the beauty of a gentle and quiet spirit. That beauty will never disappear. It is worth very much to God.

EVD: No, your beauty should come from inside you—the beauty of a gentle and quiet spirit. That beauty will never disappear. It is worth very much to God.

BBE: But let them be those of the unseen man of the heart, the ever-shining ornament of a gentle and quiet spirit, which is of great price in the eyes of God.

MSG: but your inner disposition. Cultivate inner beauty, the gentle, gracious kind that God delights in.

Phillips NT: but on the inner personalitythe unfading loveliness of a calm and gentle spirit, a thing very precious in the eyes of God.

DEIBLER: Instead, make your …inner beings/hearts† beautiful with qualities/attitudes that will not fade away. Specifically, have a humble and quiet/calm attitude, which is something that God considers to be very valuable.

GULLAH: Steada dat, oona oughta be fine fa true dey eenside oona haat. Oona oughta do ting peaceable an gentle an quiet. Dat de kind ob fine ting wa las fa true. Dat way mo walyable een God eye.

CEV: Be beautiful in your heart by being gentle and quiet. This kind of beauty will last, and God considers it very special.

CEVUK: Be beautiful in your heart by being gentle and quiet. This kind of beauty will last, and God considers it very special.

GWV: Rather, beauty is something internal that can’t be destroyed. Beauty expresses itself in a gentle and quiet attitude which God considers precious.


NET [draft] ITL: but <235> the inner <2927> person <444> of the heart <2588>, the lasting beauty <862> of a gentle <2272> and <2532> tranquil <4239> spirit <4151>, which <3739> is <1510> precious <4185> in <1799> God’s <2316> sight <1799>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

Studi lengkap, lihat: Alkitab SABDA.

 <<  1 Petrus 3 : 4 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran