Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [TB]     [PL]  [PB] 
 <<  Wahyu 7 : 9 >> 

TB: Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.


AYT: Setelah itu aku melihat, sesungguhnya sejumlah besar manusia yang tidak dapat dihitung jumlahnya, dari semua negara dan suku dan bangsa dan bahasa, berdiri di depan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan dahan-dahan palem di tangan mereka;

TL: Kemudian daripada itu aku tampak ada suatu perhimpunan besar, yang tiada seorang pun dapat menghitung, yaitu daripada segala bangsa dan segala suku dan segala kaum dan segala bahasa, berdirilah sekaliannya di hadapan arasy dan di hadapan Anak domba itu, berjubah putih, dan pelepah kurma di dalam tangannya;

MILT: Sesudah hal-hal ini aku melihat, dan lihatlah, suatu kerumunan orang banyak yang tidak seorang pun dapat menghitungnya, berasal dari setiap bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, seraya berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba itu, dengan mengenakan jubah panjang putih dan ranting-ranting palem ada di tangan mereka,

Shellabear 2010: Setelah itu aku melihat suatu kumpulan orang banyak yang tidak dapat dihitung oleh seorang pun. Mereka berasal dari segala bangsa, suku, kaum, dan bahasa. Di hadapan arasy dan di hadapan Anak Domba itu mereka semua berdiri dengan memakai jubah putih dan memegang pelepah kurma di tangan mereka.

KS (Revisi Shellabear 2011): Setelah itu aku melihat suatu kumpulan orang banyak yang tidak dapat dihitung oleh seorang pun. Mereka berasal dari segala bangsa, suku, kaum, dan bahasa. Di hadapan arasy dan di hadapan Anak Domba itu mereka semua berdiri dengan memakai jubah putih dan memegang pelepah kurma di tangan mereka.

Shellabear 2000: Setelah itu aku melihat suatu kumpulan orang banyak yang tidak dapat dihitung oleh seorang pun. Mereka berasal dari segala bangsa, suku, kaum, dan bahasa. Di hadapan arasy dan di hadapan Anak Domba itu mereka semua berdiri dengan memakai jubah putih dan memegang pelepah kurma di tangan mereka.

KSZI: Selepas itu aku melihat lagi. Kulihat lautan manusia, tidak terkira banyaknya, dari segala bangsa, suku, kaum, dan bahasa, berjubah putih dan memegang daun palma. Mereka semua berdiri di hadapan takhta dan Anak Domba.

KSKK: Sesudah itu aku melihat suatu kerumunan besar, tak dapat dihitung, dari setiap bangsa, suku, kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai pakaian putih, memegang ranting palem di tangan mereka,

WBTC Draft: Kemudian aku melihat sejumlah besar manusia yang tidak terhitung banyaknya. Mereka berasal dari setiap bangsa, suku, kaum, dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba itu. Mereka memakai pakaian putih dan memegang daun-daun palem.

VMD: Kemudian aku melihat sejumlah besar manusia yang tidak terhitung banyaknya. Mereka berasal dari setiap bangsa, suku, kaum, dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba itu. Mereka memakai pakaian putih dan memegang daun-daun palem.

AMD: Kemudian, aku melihat banyak sekali manusia. Tidak ada yang bisa menghitung jumlah mereka. Mereka berasal dari semua bangsa, suku, kaum, dan bahasa yang ada di bumi. Mereka berdiri di hadapan takhta itu dan di hadapan Anak Domba. Mereka semua memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem.

TSI: Kemudian saya melihat orang yang jumlahnya banyak sekali sampai tidak terhitung banyaknya— yang berasal dari setiap negara, bangsa, suku, dan bahasa. Di hadapan takhta Allah dan di hadapan Anak Domba mereka semua berdiri dengan memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem.

BIS: Sesudah itu saya melihat lagi, lalu nampak lautan manusia yang luar biasa banyaknya--tidak ada seorang pun yang dapat menghitung jumlahnya. Mereka adalah orang-orang dari setiap bangsa, suku, negara, dan bahasa. Dengan berpakaian jubah yang putih-putih dan dengan memegang dahan-dahan pohon palem di tangan, orang-orang banyak itu berdiri menghadap takhta dan menghadap Anak Domba itu.

TMV: Setelah itu aku melihat lagi, lalu nampak lautan manusia yang luar biasa banyaknya. Tidak seorang pun dapat mengira mereka! Mereka daripada setiap bangsa, suku, negara, dan bahasa. Dengan berpakaian jubah putih dan dengan memegang daun palma di tangan, mereka berbaris-baris berdiri di hadapan takhta dan Anak Domba itu.

BSD: Sesudah itu, saya melihat lautan manusia yang tak terhitung jumlahnya. Mereka adalah orang-orang dari setiap bangsa, suku, negara, dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan kursi pemerintahan dan Anak Domba itu dengan mengenakan pakaian putih dan memegang dahan-dahan pohon palem.

FAYH: Setelah itu saya melihat himpunan orang yang tidak terhitung banyaknya, dari semua bangsa dan wilayah dan bahasa, sedang berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba. Semuanya berpakaian putih dan memegang daun palem di tangan masing-masing.

ENDE: Sesudah itu aku melihat suatu bilangan besar jang tak dapat dihitung, dari segala bangsa dan suku dan rakjat dan bahasa. Mereka itu berdiri dihadapan singgasana dan Anak Domba, berpakaikan pakaian putih dan memegang tangkai-tangkai palma dalam tangan.

Shellabear 1912: Setelah itu kulihat pula tiba-tiba ada orang terlalu banyak, yang tiada dapat dihitung oleh seorang jua pun, yaitu dari pada segala bangsa dan segala suku dan segala kaum dan segala bahasa, maka berdirilah sekaliannya dihadapan 'arasy dan dihadapan Anak-domba itu, dengan memakai jubah putih serta memegang pelepah kurma ditangan masing-masing;

Klinkert 1879: Hata, maka kemoedian daripada itoe koelihat soeatoe tantara besar, jang sa'orang pon tadapat membilang banjaknja, ija-itoe daripada segala bangsa dan djenis orang dan kaum dan behasa, ada berdiri dihadapan arasj dan dihadapan Anak-Domba dengan berpakaikan djoebah poetih dan adalah pelepah chorma pada tangannja.

Klinkert 1863: Habis bagitoe akoe melihat satoe bala-tantara besar; jang tidak terbilang banjaknja; dari segala bangsa, dan katoeroenan, dan kaoem, dan bahasa, ada berdiri dihadepan krosi karadjaan, dan dihadepan Anak-Domba, dengan pake pakean poetih, serta pegang daoen korma ditangannja.

Melayu Baba: Dan kmdian deri-pada itu smoa, sahya tengok, ada terlalu banyak orang, yang satu orang pun ta'boleh hitong, datang deri-pada tiap-tiap bangsa, dan deri-pada sgala suku, dan sgala kaum, dan sgala bhasa, berdiri di dpan itu takhta dan di dpan Anak-domba itu, dngan pakai baju puteh, dan ada pegang plpah khurma di tangan-nya;

Ambon Draft: Maka komedijen deri pada itu aku melihatlah, dan ta-kadjoh, adalah sawatu bala-tantara besar, jang sa; awrang pawn tijada sampat hitong marika itu, deri antara sa-kalijen chalajik dan bangsa-bangsa dan bahasa-bahasa, jang adalah berdiri berhadap-an tachta dan berhadapan Anak domba itu, jang ter-pake dengan badju-badju pu-tih dan jang memeganglah djaga-djaga pohon ambu-ambu di dalam tangannja.

Keasberry: Adapun kumdian deripada itu, maka kulihat, suatu bulatuntara busar, yang tiada dapat turbilang, deripada sagala bangsa, dan kuturunan, dan kaum, dan bahsa, ada burdiri dihadapan arash itu, dan dihadapan anak Dumba itu, dungan mumakie pakeian putih, surta mumugang pulapa khorma ditangannya;

Leydekker Draft: Komedijen deri pada demikijen 'ini sudah kulihat, maka bahuwa sasonggohnja 'adalah raxijet banjakh, jang barang sa`awrang tijada sampat membilang dija, deri pada sakalijen chalikhah, dan bangsa, dan khawm, dan 'awrang jang berbagej 2 bahasa, jang berdirij dihadapan xarsj, dan dihadapan 'Anakh domba 'itu, jang terkena dengan badju pandjang jang putih: dan tjabang 2 pohon chorma 'adalah pada tangan 2 nja.

AVB: Selepas itu, aku melihat lagi. Kulihat lautan manusia, tidak terkira banyaknya, daripada segala bangsa, suku, kaum, dan bahasa, berjubah putih dan memegang daun palma. Mereka semua berdiri di hadapan takhta dan Anak Domba.


TB ITL: Kemudian <3326> dari pada itu <5023> aku melihat <1492>: sesungguhnya <2400>, suatu kumpulan <3793> <0> besar <4183> orang banyak <0> <3793> yang <3739> tidak <3762> dapat <1410> terhitung <705> banyaknya <846>, dari <1537> segala <3956> bangsa <1484> dan <2532> suku <5443> dan <2532> kaum <2992> dan <2532> bahasa <1100>, berdiri <2476> di hadapan <1799> takhta <2362> dan <2532> di hadapan <1799> Anak Domba <721>, memakai <4016> jubah <4749> putih <3022> dan <2532> memegang daun-daun palem <5404> di <1722> tangan <5495> mereka <846>. [<2532>]


Jawa: Sawuse mangkono aku weruh: lah ana golonganing wong akeh kang cacahe tanpa wilangan, saka sakehing bangsa lan taler tuwin golongan sarta basa, ngadeg ana ing sangarepe dhampar lan ing ngarsane Sang Cempe, padha nganggo jubah putih lan nyekel godhong kurma.

Jawa 2006: Sawisé mangkono aku weruh: Lah ana golonganing wong akèh kang cacahé tanpa wilangan, saka sakèhing bangsa lan taler tuwin umat sarta basa, ngadeg ana ing sangarepé dhampar lan ing ngarsané Cempé, padha nganggo jubah putih lan nyekel godhong palem.

Jawa 1994: Sawisé mengkono aku weruh ana golonganing wong akèh banget, ora kena diétung merga saka akèhé. Asalé wong-wong mau saka sakèhing bangsa, taler, negara lan basa. Padha ngadeg ana ing ngarepé dhampar lan ing ngarsané Sang Cempé; padha nganggo jubah putih sarta nyekel pang kurma.

Jawa-Suriname: Aku terus weruh ènèng wong okèh banget, ora kenèng diitung sangking okèhé. Wong-wong kuwi tekané sangka sakkèhé bangsa, taler, negara lan basa lan pada ngadek nang ngarepé dampar lan nang ngarepé Tyempéné. Wong-wong nganggo salin putih lan nyekel pangé palem karo nyebut nganggo swara banter, uniné: “Awaké déwé iki bisané slamet namung jalaran sangka Gusti Allahé awaké déwé sing njagong nang damparé lan jalaran sangka Tyempéné.”

Sunda: Sanggeus kitu kaula ningal jelema kacida lobana nepi ka moal kaitung. Campur ti sagala bangsa, kaom, seler bangsa, katut basa-basana, narangtung di hareupeun tahta jeung Anak Domba, marake jubah bodas jeung nyarekel palapah daun palem.

Sunda Formal: Ti dinya, simkuring ningal jelema mangpirang-pirang reana tanpa wilangan, — ti sagala bangsa, seler-seler bangsa, kaom-kaom, jeung basa-basa — narangtung payuneun singgasana jeung payuneun Anak Domba, marake jubah bodas ngeplak jeung nyarekel daun palem.

Madura: Saamponna ganeka kaula ngabas pole, laju nengale manossa talebat bannya’na, akadi omba’ — tadha’ oreng settonga se bisa ngetong bannya’na. Manossa ganeka asalla dhari saneyap bangsa, suku, nagara ban basa. Sadaja ngagem juba te-pote, sambi neggu’ dhaunna palma, addhep ka tahta ban ka Cacempe gella’.

Bauzi: Labi eho im lada lam aadume neàdi eho neo vi aaha eho avaesdam laba dam zi feà ba meit dem di dem biemna feà li dozeadaha bak eho ab aaham. Ame dam lam gi dam bakda ahebu abo bak feàna meidati bak feàna meidati ahaladiame esuiaha dam zi ame. Labi dam debu mei debu meime dae ahaladiaha dam zi ame. Labihasu dam iudu iubet le. Iudu iubet le. Lahadaha dam zi feà labe sue sona ahoba dusumda fauha meona bohu abo fako aam iedemna dume bom et fi kbodume vou li ame Nusumnabu lamti Domba Adat labe aidam bak lamti lahaha labe avaesdaha bak laba li, “Feàte,” lahame vou baedalo dozeadam labe bom et vuusualame vou neineidamna eho ab aaham.

Bali: Sasampune punika wenten panggihin tiang, jadma katah pisan, kantos tan keni antuk ngetang akehipun. Jadmane punika asalipun saking sawatek soroh, terehan, bangsa miwah basa, sami pada majujuk ring ajeng singasanane miwah ring ajeng Panak Biri-birine. Anake punika sami nganggen busana putih tur ngamel papah punyan palma.

Ngaju: Limbah te aku mite tinai, palus taragitan kawan oloh kalunen je dia taraise karee -- ije biti mahin jaton oloh tau mise karee. Ewen te iete kare oloh bara genep bangsa, suku, negara, tuntang bahasa. Sambil mangkepan jubah je uras baputi tuntang sambil mimbing kare palapah korma, kare oloh are te mendeng manaharep padadusan tuntang manaharep Anak Tabiri te.

Sasak: Sesampun nike tiang serioq malik, terus penggitan kumpulan manusie saq luar biase luwẽqne -- ndẽq araq sopoq dengan juaq saq bau rẽkẽng jumlahne. Ie pade dengan-dengan lẽman sebilang bangse, suku, kaum, dait base. Lẽq arepan tahte dait lẽq arepan Anak Dombe nike ie pade selapuq nganjeng kadu jubah putẽq dait negel pẽmpang-pẽmpang lolo palem lẽq imene.

Bugis: Purairo makkitasika, nauwitani lémpe tauwé iya dé’é padanna égana — dé muwi séddi tau iya mullé bilangngi jumellana! Mennang iyanaritu sining tau iya polé ri tungke’ bangsa, suku, wanuwa, enrengngé basa. Mappaké jumbai iya maputé-puté sibawa makkatenning takké-takké aju pattuku ri limanna, iyaro sining tau maégaé tettongngi moloiwi kadéra arajangngé mangolo ri Ana’ Bimbala’éro.

Makasar: Le’baki anjo kucinikimi pole, na nia’mo kucini’ tamparang tau, sannaka jaina tau bonena; tena manna sitau akkulle anrekengi jaina! Ia ke’nanga tau battu ri massing-massing bansa, suku, pa’rasangang, siagang bahasa. Ammenteng ngasengi anjo tau jaia andallekang mae ri empoang kala’biranga siagang andallekang mae ri anjo Ana’ Gimbalaka; ammakeang juba kebo’ ngasengi ke’nanga siagang massing anna’galaki leko’-leko’ kaluku lolo.

Toraja: Undinnato kutiro den misa’ kasirampunan kapua, na moi misa’ tau tae’ nakulle umbilangi, tu lu dio mai mintu’ bangsa sia suku sia mintu’ to sangpetayanan sia mintu’ basa, bendan nasangmi dio olo isungan kapayungan sia dio oloNa Anak domba, ma’bayu lamba’ busa, sia lan limanna den palapa kambuno;

Duri: Mangkai joo ngkita omo' tau liwa' buda, tangdipura dibilang. Ia tuu lako tau pole jio mai simesa'-mesa' rapu tau, tondok, basa na bangsa. Mangpakean malando mabusa ngasan na ntoe palapa palem, mennolo lako Anak Bembala' sola cadokkoan mala'bih lan tangnga.

Gorontalo: Lapatao uwito, ilontongau mota woluwo manusiya ngohuntuwa didu orekeniya jumulaliyo lonto nga'amila bangusa, suku, umati wawu bahasa. Timongoliyo hetihula to talu lo arasi lo Allahuta'ala wawu to talu lo Walao Himba hepakeya jumba moputio wawu hedihima dungo patuhu.

Gorontalo 2006: Lapatao̒ uito watia luli lomilohe, tulusi nilaasa mai auhu lo manusia ulaba-labaalo daatalio -- diaalu penu boli ngotaa mao̒ tamoo̒ yia̒apo jumulaalio. Timongolio yito tau-tauwalo monto timii̒du bangusa, suku, lipu wau bahasa. Wolo hipakea jumba u hipuutia̒ wau hidihuma walao̒ tataa-ngowaalo bungo lo ayu paalemu to uluu̒, tau-tauwalo dadaata boito hitihula talutalu ode tambati huhuloa̒ li olongia wau talutalu ode Walao̒ Himba boito.

Balantak: Noko daa koiya'a, yaku' nimiile'mo soosoodo mian na sanda' lipu', sanda' bense', sanda' lee' ka' sanda' wurung, men biai' tuu' tamban sian pokoon saa'on. Raaya'a nokumekerer na aropna oruangan kobalaki'an ka' na aropna Anak Domba. Raaya'a mimisok juba bubulak ka' minginton roonana kau.

Bambam: Puhai ia too kuita pole oom tau mepilla'-pilla' budanna, tä' deem mesa tau la umbelai nahekem. Indo tau buda buttu dio mai ingganna kahajaam, kabuttuam, botto, anna basa illaam lino. Sangngim ke'de' dio olona indo okkosam kahajaam anna dio olona indo Änä' Domba. Sangngim ma'juba mabusa anna umposanda palapa andulam,

Kaili Da'a: Naopu etu aku nanggita wo'umo pade nikitaku manusia nadea mpu'u, da'a namala nibila kadeana. Ira etu topomparasaya nggari njumaongu dunia, nggari butu-butu ngata, nggari butu-butu todea to notesa mpengele-ngele basa ri dunia. Ira nenggore ri ngayo pekatoko magau bo Ana Bimba. Ira pura-pura nopakea bula pade ri pale ira naria tawa-tawa nggaluku.

Mongondow: Nopaḷut makow kon tua aku'oi noko'ontongpa bui kon intau inta modamaḷ totok, diaídon tobatuímai intau moko'iyap kong kobayongea tua. Mosia tua in intau mita inta nongkon bayongan bangusa, suku, negara bo bahasa. Mosia sinimindog kon tayowon in tampat pomomarenta'an tatua bo kon tayowon i Adií in Domba. Mosia komintan nogiḷambung in jubah nobudoí bo kokada-kadai doman tanga ing kayu palem.

Aralle: Tahpana yatoo, ungngita bumä' hupatau mai'di si'da-si'da, dai aha ang mala mangngihsa' tandana mai'di. Yato tau sule di hao mai di ingkänna bohto di lino. Sika meporeha mabusa anna untokei palapa kelala' tandana mampudi. Sika ke'de' mengngolo pano di ohko'ang tomaraya anna pano yato di Änä' Domba.

Napu: Roo indo, kuita mbuli manusia au bosa ntepuu; barapi peisa raimba kabosanda. Ihira iti, hangko i humalele dunia, hangko i ope-ope kadatua, ope-ope pemulea hai hinangkana basa. Meangkahe i lindona pohudaa datu hai i lindona Ana Dimba. Mebaduhe hampi au bula, hai mokingkihe tawe handutu au raweweraka liliu nodo tanda pebilanda.

Sangir: Bọu ene iạ němandạ e lai, sěngkakakěllane kawe nạung l᷊audu taumata e kụ tawẹ sihinge kakẹ̌pal᷊e -- kụ tawẹu sarang sěngkatau makarekeng kal᷊awọe. I sire e kai taumata wọu patikụ umatẹ̌, hěnto wansa arau wera. Pakeang i sire mananandu sěmparesẹ̌ mawira dingangu kapěnẹ̌dene manga kal᷊ěpang kalum palěm su l᷊imane, kụ i sire mal᷊awọ ene mạhundarisị tụtatěngo kaderang kawawantugẹ̌ e dingangu tụtatěngo Ahusu Domba e.

Taa: Wali yako etu aku mangalo’a pei mangkita tau to boros kojo. Tau etu taa ransani mangabilang apa boros kojo. Tau boros etu yako ri sambawo lino. Etu semo yako ri ponto-ponto paporenta, pasi pontoponto suku, pasi ponto-ponto bansa pasi ponto-ponto basa. Sira makore ri tango nggadera i mPue Allah pasi ri tango nu Ana Domba. Sira mangampake baju to buya pasi sira mangkongko ira to ewa ira ngkaju wai.

Rote: Basa ndia boema au mete seluk, boema au ita hataholi makadotok nanseli. Ta hapu hataholi esa boen hapu leke na dede'u nala fa. Hataholi sila la nde bee na leme basa leoina mata-mata kala, leoanak, nusaina, ma dede'a-dede'a kala mai. No ala pake ba'du manalu fulak ma ho'u ai palem ndanak nai lima nala, hataholi makadotok sila la lapadeik lasasale matak lo kandela mane ka ma lasasale matak lo Bi'ilopo Ana ndia.

Galela: Magena qaboloka, de ato takelelo kali o nyawa kanaga he ka yadadala poli so, ngaroko, paeto lo paakuwa. Ona gena manga sihino o bi bangsa moi-moi, de o bi soa moi-moi, de lo o bi bahasa moi-moino. De kagena o Duba ma Goho de Awi pareta ma kursi ma simaka ona imaokoye, de o juba qaaare imasitibaku de lo o tano ma bi soka yacohono.

Yali, Angguruk: Anden yet harukmen ap anggolo enebe winahuk fug toho weregma yer isarikikon arimano o pumbuk wal taneg werehon men ununggul unuk wal taneg werehon men inibam wal taneg werehon men enele wal taneg urukon obog toho arimano men palu roho lehoma hur Atuk ahun ino men domba umalik ino men Enelukema unduhuk latusa. It arimano sum yanggowon wan teg lit uluwa inggila ininggikmu wal taneg seneg latusa.

Tabaru: Ge'ena 'ipasa de takimakeli 'o nyawa posironga manga gudaioka, komoiwa ya'akunu yakidoimi. 'Ona ge'ena naga 'o sagala bangsano, 'o sagala sukuno, 'o sagala demo moi-moino 'o duniaka ne'ena. 'O nyawa yoku-kudai go'ona yoma'okode 'o koana ma go-gogere ma daarioka de 'o Domba ma Ngowaka 'awi daarioka, 'ona yomasinoaku 'o baju 'ikuru-kurutuku ya'are-'arese de ya'aono 'o bilere.

Karo: Kenca bage kunehen ka, janah kuidah i je nterem kal jelma. Ise pe la ngasup meligaisa! Kalak si nterem e rehna i bas kerina bangsa, suku, negara ras i bas kerina cakap nari, janah kerina ia tedis i lebe-lebe kursi kinirajan dingen i lebe-lebe Anak Biri-biri e. Kerina ia make jubah mbentar janahna njemak lambe.

Simalungun: Dob salpu ai, huidah ma humpulan na banggal, na so boi bilangan ni atap ise, humbani ganup bangsa, suku, marga, ampa hata jongjong i lobei ni paratas ai pakon i lobei ni Anak ni biribiri ai, marhiouhon hiou putih anjaha manjolom bulung ni palem.

Toba: (II.) Dung salpu i, adong ma hubereng mansai torop, na so dapot bilangan ni jolma, sian nasa bangso, marga dohot houm dohot hata, angka na jongjong diadopan ni habangsa i dohot di adopan ni Birubiru i, angka na maruloshon abit na saksak jala na maniop maremare di tangannasida.

Dairi: Enggo kessa salpun i, lot mo kuidah nterrem kalohoon jelma, siso terbilangen buèna -- imo i suberri bangsa, marga, kaum dekket perkataan silot idi nai. Dak cènder ngo kalak i mengadep tahta bak mengadep Anak biri-biri i, merpakèen jubah mbulan janah menjèmak lambè i tanganna.

Minangkabau: Sasudah tu ambo maliyek baliak, mako nampaklah lauiktan manusia nan luwa biaso banyaknyo -- indak ado surang juwo doh urang nan dapek ma etong banyaknyo. Urang-urang tu, adolah urang-urang dari satiyok banso, satiyok suku, satiyok nagara, sarato satiyok bahaso. Jo mamakai jubah nan sagalo putiah, sarato jo mamacikkan rantiang-rantiang batang palam di tangannyo, urang-urang nan banyak tu tagak ma adok ka kurisi, sarato ma adok ka Anak Domba tu.

Nias: Ba aefa da'õ ba u'ila nasa, hiza oroma niha sato sibai si tebai mu'erai -- samõsa lõ hadõi gõi si tola mangerai fa'atora! Ya'ira no niha moroi ba ngawalõ soi, mado, iwa, ba ngawalõ li. No la'onukha mbaru sanau safusi ba no la'ohe tanga mbulu nohi, ba niha sato andrõ no sumindro fõna dadaoma andrõ ba fõna Nono Mbiribiri andrõ.

Mentawai: Lepá mitsá kinerekkungan nia, iageti itsókungan sirimanua simakopé igi, bulat tá tuagai nuntutda. Sia néné sibara ka senen bangsa, suku, negara, sambat nga-nga. Ai sia musasaraubá simabulau samba ai kakabeira katsaila rorot poula, puriórangan leú et sirimanua simigi néné, ka matat uddenan purimataat samba ka matat Togat Biri-biri.

Lampung: Radu jak seno nyak ngeliak luot, raduni keliakan laok manusia sai luar biasa lamonni -- mak ngedok sai jelma pun sai dapok ngehitung lamonni. Tian anodo jelma-jelma jak unggal bangsa, suku, negara, rik bahasa. Jama bekawai jubah handak-handak rik nyating ranting-ranting batang palem di culuk, jelma-jelma lamon udi cecok ngehadap takhta rik ngehadap Anak Biri-biri udi.

Aceh: Óh lheueh nyan lôn ngieng lom, laju deuh laôt manusia nyang hana teukira lé jih !!-- hana meusidroe pih nyang hase ji-itong jeumeulah jih. Awaknyan na kheueh ureuëng-ureuëng nibak tieb-tieb bansa, sukée, neugahra, dan basa. Deungon jingui bajée jubah nyang putéh-putéh dan bak jaroe jih maséng-maséng jimat cabeueng bak palem, ureuëng nyang jai that nyan jidong jimeuhadab ubak takhta dan jihadab ubak Aneuëk Bubiri nyan.

Mamasa: Mangkai too, ummitamo' tau tirempun tadiissan disangai budanna. Ke'de' dio tingngayona tongkonan layuk anna Anak Domba. Napissanni ma'bayu rui' mabusa, anna pantan ummanda'i daun andulan. Inde mai taue pantan lu dio mai ma'rupa-rupa kaparentaan, pembatisan, botto-ma'botto anna basa.

Berik: Jes jepserem tabana, ai angtane unggwanfersus gamjon ga ai damtabili, jemna unggwanfer jeiserem angtane jei jam ne eterbiyen. Angtane jeiserem jei ga anggwabura seyafter gemerserem jewer ga jalbili, ane negara seyafter gemerserem, ane ula seyafter gemerserem jewer mese. Angtane unggwanfer jeiserem jeiba taman nwini sanbagiri Uwa Sanbagirmanaiserem ga jem tarnap ge fibili, ane jei ga Domba Tane jeiserem ga jem tarnap ge fibili. Jemna fene sinsini gane kabwabili, ane garam alas ne erbili.

Manggarai: Poli hitu ita laku: monggur-kouk kétas lawa oné mai néténg wa’u, panga, uku agu curup hesé bolo-mai seriga agu bolo-mai ranga de Anak Jimbal. Sanggéd taung isé paké juba bakoks agu oné liméd cau saung cigir.

Sabu: Ta alla pemina harre ta ngaddi ke ri ya ri, ddau raiwawa do rihi ngati ihi ne worawwu ae -- bhule dho heddau he do nara ta kire ne ae ro. Ro do napoharre ddau-ddau ngati heworawwu-heworawwu ddau-rai, huhu, rai-pereda nga lipedai. Do nga pake juba do wopudi, do nga parru kelai-kelai palem, jhe do titu naja-hedhapa ro ju langa kedera do naanne nga Ana Ki'i Jhawa ne.

Kupang: Ais ju beta dapa lia manusia bam-banya, sampe sonde bisa itong sang dong samua. Dong datang dari samua suku, samua bangsa, samua bahasa, deng samua negara di bumi. Dong samua bakumpul mangada itu korsi parenta deng itu Domba Ana. Dong pake baju puti deng ada pegang daon palam di dong pung tangan.

Abun: Ji sokme ye syat ja mo ye Israel ge 144.000 mo án git det ne or sa, ji sokme yetu mwa wai ndo nde mo ji gwem. Ye yo nggiwa ne yetu mwa ne or nde, yetu mwa teker ware. Yé mwa ne ma kadit buryo-buryo, kadit wisyo-wisyo, kadit yeyo-yeyo, kadit ayo-ayo. Yé mwa ne sino ti mo yekwesu bi kursi ne tak de gwem. Yé mwa ne sino ti mo Domba Gan gwem. Yé mwa ne sino it san gato kwo ndo. Yé mwa ne jom gur nat mo án kadik-kadik syim, we án mit at wa án si Yefun kem sino mo nat ne.

Meyah: Nou ongga mar insa koma oisa fob, beda didif dik rusnok riskembemba doska ongga rin jeska orofosutut monuh ni, rusnok ebic egens egens ni, ruga rusnok egens egens ni. Rua bera rufoukou doska jefeda enadaij nou didif dufosuit rua nomnaga jinaga guru. Beda didif dik rua nomnaga rut jah kursi odou ongga Domba Efer insa koma engker gij. Rua rirgi meifeti ongga ebsi komowa, noba rua ragei ayug efeyi tumu ritma.

Uma: Oti toe, kuhilo tena manusia' uma mowo kawori'-ra, uma haduaa to mpakule' mpobila'-ra. Hira' toe ngkai humalili' dunia', ngkai butu negara, butu pomuli pai' butu nyala basa. Mokore-ra hi nyanyoa Pohuraa Magau' pai' hi nyanyoa Ana' Bima. Moheai-ra pohea to bula, pai'-ra mpokakamu palampa to ntora rawente' tanda pebila'-ra.

Yawa: Naije syerato akato. Tugae rave, syo vatano wanui rave inta mansaen, matore kakai. Onawamo vatane kotaro ntuna no mine waraya nanawije tenambe—awa munije, awa susye, awa kawasae, muno awa ayao kotar rui vayave. Vatane umaso ude tenambe, usayai no Amisy napirati tuna no Apa kursijo titi raije Amun. Muno usayai no Domba Tuvane amun tavon. Wo ansuno mpopero manawadi rave tenambe muno wo kaipe wao raijaro maneme rai.


NETBible: After these things I looked, and here was an enormous crowd that no one could count, made up of persons from every nation, tribe, people, and language, standing before the throne and before the Lamb dressed in long white robes, and with palm branches in their hands.

NASB: After these things I looked, and behold, a great multitude which no one could count, from every nation and all tribes and peoples and tongues, standing before the throne and before the Lamb, clothed in white robes, and palm branches were in their hands;

HCSB: After this I looked, and there was a vast multitude from every nation, tribe, people, and language, which no one could number, standing before the throne and before the Lamb. They were robed in white with palm branches in their hands.

LEB: After these [things] I looked, and behold, a great crowd that no one was able to number, from every nation and tribe and people and language, standing before the throne and before the Lamb, dressed [in] white robes and [with] palm branches in their hands.

NIV: After this I looked and there before me was a great multitude that no-one could count, from every nation, tribe, people and language, standing before the throne and in front of the Lamb. They were wearing white robes and were holding palm branches in their hands.

ESV: After this I looked, and behold, a great multitude that no one could number, from every nation, from all tribes and peoples and languages, standing before the throne and before the Lamb, clothed in white robes, with palm branches in their hands,

NRSV: After this I looked, and there was a great multitude that no one could count, from every nation, from all tribes and peoples and languages, standing before the throne and before the Lamb, robed in white, with palm branches in their hands.

REB: After that I looked and saw a vast throng, which no one could count, from all races and tribes, nations and languages, standing before the throne and the Lamb. They were robed in white and had palm branches in their hands,

NKJV: After these things I looked, and behold, a great multitude which no one could number, of all nations, tribes, peoples, and tongues, standing before the throne and before the Lamb, clothed with white robes, with palm branches in their hands,

KJV: After this I beheld, and, lo, a great multitude, which no man could number, of all nations, and kindreds, and people, and tongues, stood before the throne, and before the Lamb, clothed with white robes, and palms in their hands;

AMP: After this I looked and a vast host appeared which no one could count, [gathered out] of every nation, from all tribes and peoples and languages. These stood before the throne and before the Lamb; they were attired in white robes, with palm branches in their hands.

NLT: After this I saw a vast crowd, too great to count, from every nation and tribe and people and language, standing in front of the throne and before the Lamb. They were clothed in white and held palm branches in their hands.

GNB: After this I looked, and there was an enormous crowd -- no one could count all the people! They were from every race, tribe, nation, and language, and they stood in front of the throne and of the Lamb, dressed in white robes and holding palm branches in their hands.

ERV: Then I looked, and there was a large crowd of people. There were so many people that no one could count them all. They were from every nation, tribe, race of people, and language of the earth. They were standing before the throne and before the Lamb. They all wore white robes and had palm branches in their hands.

EVD: Then I looked, and there were many, many people. There were so many people that a person could not count them all. They were from every nation, tribe, race of people, and language of the earth. These people were standing before the throne and before the Lamb (Jesus). They all wore white robes and had palm branches in their hands.

BBE: After these things I saw a great army of people more than might be numbered, out of every nation and of all tribes and peoples and languages, taking their places before the high seat and before the Lamb, dressed in white robes, and with branches in their hands,

MSG: I looked again. I saw a huge crowd, too huge to count. Everyone was there--all nations and tribes, all races and languages. And they were [standing], dressed in white robes and waving palm branches, standing before the Throne and the Lamb

Phillips NT: When this was done I looked again, and before my eyes appeared a vast crowd beyond man's power to number. They came from every nation and tribe and people and language, and they stood before the throne of the Lamb, dressed in white robes with palmbranches in their hands.

DEIBLER: After these things I saw a huge crowd. There were so many people that no one would be able to count them. They were from every nation, every tribe, every people-group, and every language [MTY]. They were standing before the throne and before Jesus, the one who is like a lamb. They were wearing white robes and held palm branches to wave with their hands in order to celebrate.

GULLAH: Wen dat done, A look an dey A see a big big crowd. Dey been sommuch people dat nobody ain been able fa count um all. Dey been come outta ebry nation een de wol, outta ebry tribe an ebry people group. Dey come outta ebry people group wa taak all dem diffunt language een de wol. Dey beena stanop fo de trone an fo de Lamb. An dem people been weah white robe an dey hole palm branch een dey han.

CEV: After this, I saw a large crowd with more people than could be counted. They were from every race, tribe, nation, and language, and they stood before the throne and before the Lamb. They wore white robes and held palm branches in their hands,

CEVUK: After this, I saw a large crowd with more people than could be counted. They were from every race, tribe, nation, and language, and they stood before the throne and before the Lamb. They wore white robes and held palm branches in their hands,

GWV: After these things I saw a large crowd from every nation, tribe, people, and language. No one was able to count how many people there were. They were standing in front of the throne and the lamb. They were wearing white robes, holding palm branches in their hands,


NET [draft] ITL: After <3326> these things <5023> I looked <1492>, and <2532> here <2400> was an enormous <4183> crowd <3793> that <3739> no one <3762> could <1410> count <705>, made up of persons from <1537> every <3956> nation <1484>, tribe <5443>, people <2992>, and <2532> language <1100>, standing <2476> before <1799> the throne <2362> and <2532> before <1799> the Lamb <721> dressed <4016> in long <4749> white <3022> robes <4749>, and <2532> with palm branches <5404> in <1722> their <846> hands <5495>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

Studi lengkap, lihat: Alkitab SABDA.

 <<  Wahyu 7 : 9 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran