Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [UMA]     [PL]  [PB] 
 <<  Kisah Para Rasul 27 : 17 >> 

Uma: Ka'oti-na ki'ore' sakaya to kedi' toe hi lolo kapal, kihoo'-mi pakaroho bona neo'-i mpai' moronto. Oti toe, kapal wo'o baha rakapu' hante koloro bona moroho. Ngkai ree, apa' me'eka'-ramo topobago hi kapal, nee–neo' mpai' kapal-kai mporumpa' wo'one hi kalongkea ue to mohu' hi tana' Libia, toe pai' rapopana'u-mi layar, pai' rapelele'-mi kapal nawui ngolu'.


AYT: Setelah awak kapal mengerek sekoci ke atas kapal, mereka menggunakan tali-tali penolong untuk memperkuat kapal itu. Karena mereka takut terdampar di Sirtis, mereka menurunkan alat-alat kapal sehingga membiarkan kapal mereka terombang-ambing.

TB: Dan setelah sekoci itu dinaikkan ke atas kapal, mereka memasang alat-alat penolong dengan meliliti kapal itu dengan tali. Dan karena takut terdampar di beting Sirtis, mereka menurunkan layar dan membiarkan kapal itu terapung-apung saja.

TL: Setelah dinaikkannya sampan itu, dicarinya akal membarut kapal itu, dan sebab takut terdampar pada Sirtis, maka diturunkannya segala alat kapal, dan demikianlah terapung-apung.

MILT: yang setelah mengereknya, mereka mempergunakannya dengan penopang-penopang untuk mengokohkan kapal itu karena ketakutan jangan sampai mereka pun terdampar di Sirtis; sementara menurunkan layar mereka terus terombang-ambing sedemikian rupa.

Shellabear 2010: Setelah sekoci dinaikkan ke atas kapal, mereka berusaha memperkuat kapal itu dengan melilitnya dengan tali. Karena takut terdampar pada beting Sirtis, maka layar diturunkan dan kapal dibiarkan terapung.

KS (Revisi Shellabear 2011): Setelah sekoci dinaikkan ke atas kapal, mereka berusaha memperkuat kapal itu dengan melilitnya dengan tali. Karena takut terdampar pada beting Sirtis, maka layar diturunkan dan kapal dibiarkan terapung.

Shellabear 2000: Setelah sekoci dinaikkan ke atas kapal, mereka berusaha memperkuat kapal itu dengan melilitnya dengan tali. Karena takut terdampar pada beting Sirtis, maka layar diturunkan dan kapal dibiarkan terapung.

KSZI: Setelah dinaikkan sekoci itu ke kapal, diusahakan memperkukuh kapal itu dengan ikatan tali. Oleh sebab takut terdampar ke tebing Sirtis, layar diturunkan dan kapal itu dibiarkan mengikut angin.

KSKK: Dan setelah sekoci itu dinaikkan ke atas kapal, mereka memasang alat-alat penolong dengan meliliti kapal itu dengan tali. Dan karena takut terdampar di beting Sirtis, mereka menurunkan layar dan membiarkan kapal itu terapung-apung saja.

WBTC Draft: Setelah menaikkannya ke atas kapal, mereka menggunakan tali untuk mengikat kapal itu. Karena takut kandas di pasir Sirtis, mereka menurunkan layar dan membiarkan kapal dibawa angin.

VMD: Setelah menaikkannya ke atas kapal, mereka menggunakan tali untuk mengikat kapal itu. Karena takut kandas di pasir Sirtis, mereka menurunkan layar dan membiarkan kapal dibawa angin.

AMD: Setelah menaikkan sekoci, mereka mengikatkan tali ke sekeliling kapal untuk memperkuatnya. Orang-orang takut kalau kapal itu akan menabrak dasar pantai Sirtis, maka mereka menurunkan jangkar dan membiarkan angin membawa kapal itu.

TSI: Sesudah perahu kecil itu ditarik ke atas kapal, para anak buah kapal memasang tali kuat-kuat melingkar di sekeliling kapal itu. Mereka melakukan itu karena takut jangan sampai kapal itu terkandas di pasir yang dangkal di tempat yang bernama Sirtis. Jadi sesudah itu mereka juga menurunkan layar dan jangkar, supaya kapal lebih pelan terbawa angin.

BIS: Sesudah sekoci itu dinaikkan ke kapal, kapal itu sendiri diperkuat dengan memakai tali yang diikat melingkari kapal itu. Karena takut terdampar di dasar pasir Sirtis yang dangkal, layar diturunkan lalu kapal dibiarkan mengikuti angin.

TMV: Setelah mereka menaikkan sekoci itu ke kapal, mereka memperkuat kapal dengan menggunakan tali yang diikatkan melingkari kapal itu. Kerana mereka takut terdampar di tebing pasir Sirtis, mereka menurunkan layar dan membiarkan kapal mengikut angin.

BSD: Para awak kapal menarik naik sekoci-sekoci itu ke atas kapal, lalu mereka mengikat kapal itu dengan tali supaya menjadi kuat. Tali itu diikat melingkari kapal. Laut di depan pantai negeri Libia dangkal. Jadi, para awak kapal takut jika kapal terbawa ke sana karena kapal bisa terdampar di dasar pasir di situ.

FAYH: Mereka melilitkan tali-temali melingkari kapal untuk memperkuatnya. Karena takut terdampar pada pasir terapung di pantai Afrika, mereka menurunkan layar dan membiarkan kapal itu terombang-ambing.

ENDE: Dan setelah sekotji dihela keatas kapal, orang memasang alat darurat, membarut kapal dengan tali temali. Dan sebab takut, kalau-kalau terdampar pada Sirtis, orang menurunkan segala alat lajar dan kamipun terapung-apung sadja.

Shellabear 1912: setelah sudah dinaikkan orang, maka dicarinya beberapa upaya serta dibarutnya kapal itu, dan sebab takut terdampar ketebing Sirtis, maka diturunkannya segala alat kapal, lalu berhanyut dengan hal yang demikian.

Klinkert 1879: Satelah soedah dinaikkan sampan itoe, di-oepajakanlah hendak membaroet kapal dan sebab takoet mareka-itoe terdampar pada boesoeng Sirtis, ditoeroenkanlah lajar, laloe beranjoet-anjoet.

Klinkert 1863: Serta soedah dinaikken itoe sampan, lantas di-oepajaken membaroet itoe kapal; maka takoet dia-orang kandes di-atas beting, dia-orang toeroenken lajar, lantas beranjoet-anjoet.

Melayu Baba: dan bila sudah naik, dia-orang pakai tali bsar barutkan itu kapal; dan sbab dia-orang takot nanti terkandas di atas bting Surtis itu, dia-orang turunkan sgala alat kapal, dan dalam itu macham punya hal dia-orang terhanyut.

Ambon Draft: Dan manakala kami su-dah angkat kasi masok itu, kami pake daja tulongan dengan mengikat bel/e kapal itu; dan awleh karana marika itu takot talampar di (sa; aroh) Sirtis itu, marika itu kasi tu-ron lajar, dan bagitu djuga dija awrang kasi anjut-anjut dirinja bagitu-bagitu djuga.

Keasberry 1853: Maka sutlah sudah dinaikkan sampan itu, lalu diupayakanlah handak mumbarut kapal itu; maka takutlah marika itu turdampar kapada buting, maka diturunkanlah layar, lalu buranyutlah.

Keasberry 1866: Maka sŭtlah sudah dinaikkan sampan itu, lalu diupayakanlah handak mŭmbarut kapal itu, maka takotlah marika itu tŭrdampar kapada bŭting, maka dituronkanlah layar lalu bŭranyutlah.

Leydekker Draft: Dan satelah habis 'awrang menajikkan dija 'itu, maka de`upajakannjalah sasawatu jang berguna 'akan membarot kapal 'itu: dan sedang marika 'itu takot bijas terdampar pada gosong Surtis, maka 'ija pawn turonkanlah lajer, dan berhanjut 2 anlah bagitu djuga.

AVB: Setelah dinaikkan sekoci itu ke kapal, diusahakan memperkukuh kapal itu dengan ikatan tali. Oleh sebab takut terdampar ke tebing Sirtis, layar diturunkan dan kapal itu dibiarkan mengikut angin.

Iban: Lebuh sida udah narit perau nya ngagai kapal, sida lalu melit kapal nya erat ngena tali. Laban sida enggai ke kapal nya tepanggai ba pasir Sirtis, sida lalu ngulurka sauh lalu kapal nya anyut laban ribut.


TB ITL: Dan setelah sekoci itu dinaikkan <142> ke atas kapal, mereka memasang <5530> alat-alat penolong <996> dengan meliliti <5269> <0> kapal <4143> itu dengan tali <0> <5269>. Dan karena takut <5399> terdampar <1601> di beting Sirtis <4950>, mereka menurunkan <5465> layar dan membiarkan kapal itu terapung-apung <5342> saja. [<3739> <5037> <3361> <1519> <4632> <3779>]


Jawa: Bareng sekoci mau diunggahake ing kapal, wong-wong padha ngudi nulungi kapale srana digodhi. Sarehne sumelang manawa kapale bakal kandhas ing klabar Sirtis, layare nuli diudhunake lan banjur ngeli bae.

Jawa 2006: Bareng sekoci mau diunggahaké ing kapal, wong-wong padha masang piranti kanggo nylametaké kapalé srana diubedi tali. Sarèhné sumelang menawa kapalé bakal kandhas ing dhasar pasir Sirtis, layaré nuli diudhunaké lan banjur ngèli baé manut salakuné angin.

Jawa 1994: Sekoci mau diunggahaké ana ing kapal, nuli ditalèni. Kapal kuwi dhéwé nuli iya dierut mubeng. Sarèhné padha wedi yèn kapal mau bakal kandhas ana ing pasir, ing péranganing pesisir sacedhaké Libia sing banyuné cethèk, mulané layaré kapal nuli digulung, lan kapal mau diumbar katempuh ing angin.

Jawa-Suriname: Kuwi terus diunggahké nang kapal terus ditalèni. Kapalé déwé ya terus ditalèni mubeng. Jalaran wedi nèk kapalé mengko kandas nang panggonan sing tyetèk banyuné nang Sirté, mulané layaré terus digulung lan kapalé dikintirké banyu.

Sunda: Sanggeus sakoci ditaekkeun, kapal tuluy dibakutet ku tambang sakurilingna. Ku sabab salempang sieun kapal kandas kana dasar keusik Sirtis anu deet, layar digulung, kapal diantep sina sakaparan-paran.

Sunda Formal: Sanggeus sampan bisa kajait, kapalna dipalincang ku tambang. Ku sabab sieun neumbrag karang anu ngaran Karang Sirtus, layar digulung sarta kapal diantep luak-leok saparan-paran.

Madura: Saellana sakoci jareya epaongga ka kapal, kapal jareya dibi’ epakoko bi’ tale se ele’le’agi ka kapalla. Sarrena tako’ ame’ kapal jareya kandhas e dhasarra beddhi Sirtis se nengke’, lajar epatoron, ban kapal epanneng noro’agi angen.

Bauzi: Lahana ozahit ame ihe koeda lam tet siàdume vousai ihe duada niba ab esuham. Labi esu neàdi lo visoi ihe duada gau ad laba vou dalu futoi vou dalu futoiame ab giaham. Im ihe ke gatbu vao ad laba modesuhuna laba beome ihe gau fegube vàhàdem bak labna zohàme mali ihe gau teudelo loat ab giadaham. Im ihe gi nibe vaot vou ladameam git le Libia bak ot netàdiaha touha ee gagom Sirtis labe am valau obe mahate vao tamzoho vab labe vao ad iube modesuhu itaeba tousuhuna laba tu teudem bak labna zohàme mali neo nutabet felidam di vou ladam sue baa lam fa vi ziamoi bolome iheba ab esuham. Labi sue vabalehe labe ihe lam gi nutabet ahamo vou lada. Labi im gi vou faoda. Labihada.

Bali: Sekocine kunggahang ka kapale, tumuli ipun sareng sami nglilit awak kapale antuk tali. Ipun jejeh jaga kampih ring gili biase sane nampek ring pasisin jagat Libiane. Punika awinan layare raris kagulung, tur manggayang kapale ampehang angin.

Ngaju: Limbah sekoci te impalumpat akan kapal, kapal te kabuat indehen hapan tali je imeteng mambilit kapal te. Awi mikeh sangkarah hong busong Sirtis je teah, layar impamohon palus kapal inalua mampahayak riwut.

Sasak: Sesampun perau kodẽq nike tetaẽkang ojok kapal, terus kapal nike teteguqang kadu tali saq tetaliq ngelingkerin kapal nike. Sẽngaq takut kesandek lẽq dasar gerẽs Sirtis saq dawot, layar teturunang, terus kapal tealurang nurut angin.

Bugis: Puranana ripaénré iyaro sikocié ri kappala’é, iyaro kappala’é ripakkasse’ni sibawa siyoi tulu mattemmuiwi iyaro kappala’é. Nasaba métaui tasséngké ri kessi’é ri Sirtis iya macéné’é, ripanonnoni sompe’é nainappa rileppessang kappala’é maccowériwi angingngé.

Makasar: Le’baki nipanai’ sikocia ri kappalaka, nipakajarre’ tommi kappalaka; nisikko’ siagang nipakaluki otere’. Mallakki’ nianyukang mange anjoreng ri pammantangang ambawaya, iamintu kassi’na Sirtis. Jari nipanaummi sombalaka nampa nilappassang kappalaka ampinawangi anginga.

Toraja: Iatonna dipakendekmo tu lopi, didakarammi tangnga’ ussambe’i tu kappala’, sia belanna dikatakuran la tipessarin dao Sirtis, dipopengkalao nasangmi tu sombaran namale bang unnayang-ayang.

Duri: nadipaendek de'. Mangkai joo dikapu' mengguririkki ulang joo kappala', dikua namawatang. Napalaoi to sompa', nala'paran bangngi joo kappala' nnawang-ngawang nabawa bombang, nasaba' malaja'i titumbu jio kassi' mangtombon disanga Sirtis.

Gorontalo: Tou sikuci boyito ma tilaeliyo mola ode kapali, kapali boyito yilibude mao limongoliyo lo tali. Timongoliyo lopolahe mola lo layahu wawu lomuli mao kapali boyito lantu-lantunga to hila-hilaliyo, sababu timongoliyo mohe kapali boyito mota mehuwata to hungayo to libuo lo Sirtis.

Gorontalo 2006: Lapatao̒ sikuci lokaapali boito bilintaa̒a mola ode kaapali, kaapali boito lohihilao piloo̒ toheeto wolo lomake awadu u pilolihuto lolilito kaapali boito. Sababu moohe bolo meihuwato totudu lohungayo Sirtis u mooti, layahu mailohudu wau tulusi kaapali piloluli mota lodudua̒ dupoto.

Balantak: Noko daa niwoot a sampan na kapal, kapal iya'a nipakapoonggormo tia putal men nipogalegos na kapal iya'a. Gause matakutkon too-too keres na bone na Sirtis men letek, mbaka' nipalaukonmo a kadut, kasi nipatalai a kapal wawaonna mombuul.

Bambam: Puhai dipalängäm kappala' indo lopi, dikassa'im indo kappala' diba'ba'i lao uli'. Anna mane dipatuhum somba'na, aka naua indo to yabo anna mala muäbä bäbä aka mahea' la tiandanga' lako tamungku dio le'bo' sikahuku' Sirtis.

Kaili Da'a: Sangga sekoci namala nionggotaka pade niboli ri bunggu nu sakayamo, sakaya bete etu nipakaroso anabua-anabua sakaya ante nipo'u nu kaloro nantalili koro nu sakaya etu. Naopu etu nipopana'u iramo somba nu sakaya, sabana naeka ira sakaya etu mombarumpa bone to nasore to namosu talinti tana Libia. Jadi iwetumo sakaya etu nipalamba ira nalome nikeni nu poiri.

Mongondow: Naonda im pinoponikdon in sikoci kong kapaḷ, kapaḷ inta sinakoian nami tua ilibu sinogotan in tali sim mo'ondok dika bo mo'idumpak kom batu karang Sirtis sin nobabow ing kon tua. Layar im pinoponagdon bo pinomayakdon makow im podia'an tompot mamagií mamakow.

Aralle: Tahpana puha dipadai' di kahpala' yato lopi, dipamatoto'mi yato kahpala' diuta'i umpake kondaling. Mane dipatuhungngi yato layarna kahpala', aka' naoate yato ang yaho, 'anna malai mähäng supu,' aka' mahea' la titoko' pano di bunging ang mentanete di hao di le'bo' sirungku' Sirtis.

Napu: Duanga au kokoi iti, kiangkami i wongko kapala tahi hai kitaka maroho-roho bona dati matanta. Roo indo, kapala tahingki rataka hai koloro bona maroho. Langamohe topobago i kapala tahi lawi rapekiri ina morumpangkai wungi i kahehea owai au hungku i tampo Libia. Ido hai hombana rapopendaulumi hai kapalangki rapogiangaami nawui himburu.

Sangir: Sarangke bolotu ene nawatungke su kapal᷊ẹ̌, tangu kapal᷊ẹ̌ ene měngkatewe nipahěkutangu tal᷊i papahěkụ pinělikụ bal᷊unangu kapal᷊ẹ̌ e. Ual᷊ingkewelain mạtakụ u masiladẹ̌ kụ iěndụe su napong Sirtis mawawo ene, tangu senggọ e nirul᷊ungke, kụ kapal᷊ẹ̌ e měngkate niwala kararerehe su anging.

Taa: Wali ojo karoonya kami mangokotaka duangan etu, kami manganso’o see mainti, panewa roo see tau to mapalaong ri bangka etu mangkaitka seja kiyoro bangka etu see maroso. Ojo karoonya etu sira mantauraka yau seja layag apa sira mampomoruka bangka etu bara danakeni yau nu ngoyu nja’u karedenya to rato’oka Sirtis. Apa ane ngoyu mangkeni yau bangka nja’u ria tamo maya rayali apa taa kojo mayombu ue. Wali ojo karoonya sira mantauraka layag, bangka mami jamo nakeni nu bombang.

Rote: Ala hela la sakoci la lala ofak lain boema, ala pa'a tali okofefeok ofaina fo sue ka nde ofa ka natea. Lakonaheni ofa ka laa na, de ala po'ilotak ofa ka tunga ani na hihii na. Huka nde ala bii ofa ka hala nai Sirtis, nana nai ndia tasi oe na kaba'oanak.

Galela: So o deru ma awa magena misibaneka, de o gumi ilalamo mia deruka misipiliku misilalo-lalono ma ngale mia deru magena qaputuru. Ngomi miododato upa sidago mia deru magena itorihi o beting Sirtiska, so mia side lo misigutika la qohaka mia deru magena o paro asa yaaho.

Yali, Angguruk: Kou toron ino kilabik watfagma kou ino iken halog tuhu rohon ulug hele kumbi ineyon fam kalkal tibag. Kalkal tibareg siyeluwen Sirtis inditmu nunumbahik lamisi ulug sum kou fam ililig latfahon arimano fam siyelu kuhu rohon ulug loloho kou elma kilapfagman kou ino mase ruruk latfag.

Tabaru: Ma ngo'otiri gee mia'asa-'asa 'o kapalioka ge'ena miosidoade ma kapalioka, ma kapali ge'ena 'isikuata ka 'o guminou 'isirangi 'isikilolitoka. De yododato 'itirii 'o Sirtis ma dowongiku gee 'i'oa-'oasuku, so ma sidete miosiguti de kamiosidipidilika ma kapali 'o dadoko yamoteke.

Karo: Kenca iangkat pegawai kapal perahu si kitik e ku bas kapal, irakutina kapal e kelewet alu tinali. Perban mbiar kalak enda tertendeng kapal e uruk kersik si i bas lawit i pantai Libia, emaka ipesusurna layar janah ipelepasna kapal e ibaba angin.

Simalungun: Anjaha dob iangkat sikosi ai hu atas kapal, iusahahon sidea ma manlilit kapal ai bani tali. Anjaha halani mabiar sidea tardempar hu Sirtis, ipaturun mando layar, jadi sonai mando hanami mumbang-umbang.

Toba: I ma dihindat, dipangke nasida ma nasa na tau pangurupi mangaliliti parau i; alai dibahen na mabiar nasida taronjar tu Sirtis, dipaijur ma layar i, jadi maupaup nama hami songon i.

Dairi: Enggo kessa ipenaik sekoci i mi keppel i, ililiti mo dekket tinali keppel i, asa tambah ngkongana. Kumarna mbiar lekket mi dasar pasir Sirtis i laut Libia, ilèmpang kalak i mo layar i, gabè bagidi nai ngo kami mombang-ombang.

Minangkabau: Sasudah sikoci tu dinayiakkan ka kapa, mako kapa tu dikabek, dilingka sabalik jo tali untuak mampakuwaik. Dek karano takuik ka ta ampeh ka kasiak Sirtis nan dangka, layie diturunkan, sudah tu kapa dipadiyakan manuruikkan angin.

Nias: Me no aefa musõbi dundraha yaw̃a ba gõfa, mafake wangaro ba gõfa faoma bõbõ nibe'e ba zi fasui kõfa. Bõrõ wa'ata'uma na tosake ba gawu sanifi ba nasi Libia gõfa, labunu loyo ba i'oloi'õ manõ gõfa angi.

Mentawai: Kelé aioi akutik-tik kai sikotsi ka bagat kapá, paronmaian kapá; akuappraaké kai tali ka tubut kapá. Kalulut lotómai babara tusasagga kapámai ka buggei simakale ka Sirtis, gorosot'akémaian lajomai, bailiu tenan lé kai obáaké kapámai ireureuaké nia rusa.

Lampung: Seraduni sekuci udi dicakakko mik kapal, kapal udi tenggalan dikuatko jama makai tali sai diikok ngelingkor kapal udi. Mani rabai tedampar di dasar heni Sirtis sai dangkal, layar diregahko raduni kapal ditaganko nutuk angin.

Aceh: Óh ka lheueh sikoci nyan kamoe peuék ateueh kapai, kapai nyan keudroe teupeukong ngon cara teupeuguna talo ngon teuikat bansikeulileng kapai nyan. Sabab teumakot kapai nyan sôk bak anoe Sirtis nyang deue, layeue teupeutreun dan óh lheueh nyan teupeubiyeu mantong kapai nyan jiba lé angén.

Mamasa: Yaoi kappala' lepa-lepa, diba'ba'mi balayan inde kappala'e. Nalulummi laya'na anna malara tokke' ummambang babang annu marea' la titumbuk lako bungin ma'tombon disanga Sirtis.

Berik: Atouya jeiserem atdusabe aya gwetaantanaram, ginggitfer ga aya fwirna atdusap, newa atdwasmanaiserem jeme. Newa jeiserem ga kekelsusu, ane jei atdusa jeiserem ginggitfer jem ga aane fwirna. Angtane atdwasmanaiserem jei jam ge erebili enggame ai galap asa tarkowa tamna Sirtis jem dwisibe. Jega jem temawer jei fenbiti layarawer ga aane toinswena, ane deye jeiserem atdusa ga gwirinfele.

Manggarai: Du poli téti nggere-éta kepaln sekoci hitu, isé na’a ceca te campé ali pongo kepal hitu le wasé. Landing ali rantang te mena wa laing Sirtis, isé pandé wa’u layar agu kong kaut kepal hitu lénténgn.

Sabu: Ta alle pepeha'e ne woana kapa ne la dhara kapa ne, moko ta akke pekehero ke ne kapa ne ri dari mita rui. Taga tari do meda'u ngeta kada ne kapa ne pa wolahalae Sirtis do ei-iki ne, moko ta pepure ke ne lai kapa ne, jhe hane ne kapa ne pe e'e ne aggo ri ngallu ne.

Kupang: Waktu sakoci su ada di atas kapal, ju dong mulai feo tali kuliling itu kapal pung badan, ko jaga, jang sampe kapal pung papan dong tabuka, ais tanggalám. Dong ju taku, jang sampe galombang banting itu kapal ko takandas di pasir meting Sirtis di Afrika sana. Jadi dong kasi turun jangkar apung di laut, ko kasi kurang itu kapal pung laju.

Abun: Yé bes kwem wokgan mo kapal mit, orete yé far jamtu bot kapal subere kapal yo fot nde. Yé nyuwa sawe bere kapal yé mo yen karowa ef Sirtis, sane yé tik win ne wé, ete yé misyar nobu gwat kapal ne sor.

Meyah: Beda nou ongga rua rumfra meg ofokai egens koma gij meg eteb efesi fob, beda rua rira marfeb rirakid meg eteb egens insa koma ofogu jeskaseda meg koma ecira rot ahais deika. Beda rua rimeesa rot oida mefmen meg egens koma omot gij mebsta rot rua fogora meg koma omohoda rot rua gu motowohu Sirtis. Jefeda rua rug meifeni noba rin kamantu fogora rusorora gij mei oskiyai fogora mof orkorka meg meifeni egens koma rot memef ojgomuja.

Yawa: Arono nyomano tuvane umaso raijasea jewen, umba vatane wo waije raveano nyomano manakoe taune raokae tenambe indamu matu. Ujaniv ware, “Ovare po reansaugave wansisa Mayano Sirtis ama ruke rai, weaveti wangkikaisy nayave ruke rai. Wea indati nyomane so mangkakati aneae rai!” Maisyare omai ti, wo ayune rakapan umba ovare po nyomane raugav maneai.


NETBible: After the crew had hoisted it aboard, they used supports to undergird the ship. Fearing they would run aground on the Syrtis, they lowered the sea anchor, thus letting themselves be driven along.

NASB: After they had hoisted it up, they used supporting cables in undergirding the ship; and fearing that they might run aground on the shallows of Syrtis, they let down the sea anchor and in this way let themselves be driven along.

HCSB: After hoisting it up, they used ropes and tackle and girded the ship. Then, fearing they would run aground on the Syrtis, they lowered the drift-anchor, and in this way they were driven along.

LEB: [After] hoisting _it up_, they made use of supports to undergird the ship. And [because they] were afraid lest they run aground on the Syrtis, they lowered the sea anchor [and] thus were driven [along].

NIV: When the men had hoisted it aboard, they passed ropes under the ship itself to hold it together. Fearing that they would run aground on the sand-bars of Syrtis, they lowered the sea anchor and let the ship be driven along.

ESV: After hoisting it up, they used supports to undergird the ship. Then, fearing that they would run aground on the Syrtis, they lowered the gear, and thus they were driven along.

NRSV: After hoisting it up they took measures to undergird the ship; then, fearing that they would run on the Syrtis, they lowered the sea anchor and so were driven.

REB: When they had hoisted it on board, they made use of tackle to brace the ship. Then, afraid of running on to the sandbanks of Syrtis, they put out a sea-anchor and let her drift.

NKJV: When they had taken it on board, they used cables to undergird the ship; and fearing lest they should run aground on the Syrtis Sands , they struck sail and so were driven.

KJV: Which when they had taken up, they used helps, undergirding the ship; and, fearing lest they should fall into the quicksands, strake sail, and so were driven.

AMP: After hoisting it on board, they used supports with ropes to undergird {and} brace the ship; then afraid that they would be driven into the Syrtis [quicksands off the north coast of Africa], they lowered the gear (sails and ropes) and so were driven along.

NLT: Then we banded the ship with ropes to strengthen the hull. The sailors were afraid of being driven across to the sandbars of Syrtis off the African coast, so they lowered the sea anchor and were thus driven before the wind.

GNB: They pulled it aboard and then fastened some ropes tight around the ship. They were afraid that they might run into the sandbanks off the coast of Libya, so they lowered the sail and let the ship be carried by the wind.

ERV: After the men brought the lifeboat in, they tied ropes around the ship to hold it together. The men were afraid that the ship would hit the sandbanks of Syrtis. So they lowered the sail and let the wind carry the ship.

EVD: After the men took the lifeboat in, they tied ropes around the ship to hold the ship together. The men were afraid that the ship would hit the sandbanks of Syrtis. So they lowered the sail and let the wind carry the ship.

BBE: And having got it up, they put cords under and round the ship; but fearing that they might be pushed on to the Syrtis, they let down the sails and so went running before the wind.

MSG: But rocky shoals prevented us from getting close. We only managed to avoid them by throwing out drift anchors.

Phillips NT: After hoisting it aboard they used cables to undergird the ship. To add to the difficulties they were afraid all the time of drifting on to the Syrtis banks, so they shortened sail and let her drift.

DEIBLER: After the sailors hoisted/lifted the lifeboat onto the ship, they tied ropes around the ship’s hull to strengthen the ship. The sailors were afraid that, because the wind was pushing the ship, it might run onto the sandbanks off the coast of Libya and get stuck there. So they lowered the largest sail so that the ship would move slower. Even so, the wind continued to move the ship along. The wind and the waves continued to toss the ship about roughly, so on the next day the sailors began to throw overboard the things that the ship was carrying.

GULLAH: De man dem pull de lifeboat eenta de big boat. Den dey tie rope tight roun de big boat fa mek sho e ain gwine fall apaat. Sandbank been dey een de wata close ta de sho ob Libya, so dey been scaid dat de big boat gwine fasen dey pon de sandbank. Dey pull de sail down an leh de wind tek de boat long.

CEV: but finally we got it where it belonged. Then the sailors wrapped ropes around the ship to hold it together. They lowered the sail and let the ship drift along, because they were afraid it might hit the sandbanks in the gulf of Syrtis.

CEVUK: but finally we got it where it belonged. Then the sailors tied ropes around the ship to hold it together. They lowered the sail and let the ship drift along, because they were afraid it might hit the sandbanks in the gulf of Syrtis.

GWV: The men pulled it up on deck. Then they passed ropes under the ship to reinforce it. Fearing that they would hit the large sandbank off the shores of Libya, they lowered the sail and were carried along by the wind.


NET [draft] ITL: After the crew had hoisted <142> it aboard, they used <5530> supports <996> to undergird <5269> the ship <4143>. Fearing <5399> they would run aground <1601> on <1519> the Syrtis <4950>, they lowered <5465> the sea anchor <4632>, thus <3779> letting <5342> themselves be driven along <5342>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Kisah Para Rasul 27 : 17 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran