Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [UMA]     [PL]  [PB] 
 <<  Kisah Para Rasul 27 : 39 >> 

Uma: Kamobaja-nami, rahilo topobago hi kapal kahiloa-mi role-na. Aga uma ra'incai ba napa hanga' ngata toe. Pai' rahilo wo'o, etu-mi mai huno tahi' hante talinti to uma watua. Toe pai' patuju-ra ane rakule', mencore hi mai-ra.


AYT: Ketika hari mulai siang, mereka tidak mengetahui adanya daratan, tetapi mereka memperhatikan sebuah teluk yang berpantai, tempat mereka memutuskan untuk melabuhkan kapal di sana jika memungkinkan.

TB: Dan ketika hari mulai siang, mereka melihat suatu teluk yang rata pantainya. Walaupun mereka tidak mengenal daratan itu, mereka memutuskan untuk sedapat mungkin mendamparkan kapal itu ke situ.

TL: Setelah siang hari, maka tiada dikenalnya daratan itu, tetapi dilihatnya suatu teluk yang berpantai; maka berikhtiarlah mereka itu kalau-kalau dapat mendamparkan kapal itu ke sana.

MILT: Dan ketika hari menjadi siang, mereka tidak menyadari ada daratan, tetapi mereka mengamat-amati ada sebuah teluk yang memiliki pantai, yang mereka pertimbangkan untuk ke sana sekiranya mereka mampu mengemudikan kapal itu.

Shellabear 2010: Setelah hari mulai siang, para awak kapal melihat suatu teluk di situ yang pantainya rata. Mereka tidak mengenal daratan itu, tetapi mereka memutuskan serta berusaha supaya kapal itu terdampar di sana.

KS (Revisi Shellabear 2011): Setelah hari mulai siang, para awak kapal melihat suatu teluk di situ yang pantainya rata. Mereka tidak mengenal daratan itu, tetapi mereka memutuskan serta berusaha supaya kapal itu terdampar di sana.

Shellabear 2000: Setelah hari mulai siang, para awak kapal melihat ada suatu teluk di situ yang pantainya rata. Mereka tidak mengenal daratan itu, tetapi mereka memutuskan serta berusaha supaya kapal itu terdampar di sana.

KSZI: Apabila hari siang, mereka melihat daratan yang tidak dikenali; di situ ada teluk yang berpantai rata lalu mereka bercadang hendak mengandaskan kapal itu ke situ.

KSKK: Ketika pagi tiba, mereka tidak mengenal daratan itu tetapi melihat suatu teluk dengan pantai, lalu mereka memutuskan untuk mendamparkan kapal itu ke pantai jika mungkin.

WBTC Draft: Besok paginya, mereka melihat daratan, tetapi mereka tidak mengenal daratan itu. Mereka melihat teluk dengan pantainya. Jadi, mereka memutuskan untuk mendaratkan kapal di sana sedapat mungkin.

VMD: Besok paginya, mereka melihat daratan, tetapi tidak mengenal daratan itu. Mereka melihat teluk dengan pantainya, jadi mereka memutuskan untuk mendaratkan kapal di sana sedapat mungkin.

AMD: Ketika hari mulai terang, para awak kapal belum bisa melihat daratan, tetapi mereka melihat teluk dengan pantainya dan kalau bisa mereka merencanakan untuk melabuhkan kapal itu ke sana.

TSI: Lalu waktu matahari sudah terbit, mereka melihat daratan yang tidak dikenal, tetapi mereka melihat juga ada teluk dengan pantainya. Karena itu, mereka memutuskan untuk mencoba mendaratkan kapal di pantai itu.

BIS: Waktu hari sudah siang, awak kapal melihat daratan, tetapi mereka tidak tahu daratan apa itu. Mereka melihat sebuah teluk dengan pantainya. Jadi mereka bermaksud mendaratkan kapal di sana kalau dapat.

TMV: Apabila hari sudah siang, anak kapal melihat pantai, tetapi mereka tidak mengenal teluk itu. Jika dapat mereka bercadang hendak mendarat di situ.

BSD: Ketika matahari mulai terbit, awak kapal melihat ada daratan, tetapi mereka tidak tahu daratan apa itu. Mereka melihat ada teluk dan ada pantai di situ. Jadi, mereka mau membawa kapal itu ke sana kalau dapat.

FAYH: Ketika hari sudah siang, mereka melihat suatu teluk yang rata pantainya, tetapi mereka tidak mengenal daratan itu. Mereka ragu-ragu apakah dapat berlayar di antara karang-karang itu, lalu mendamparkan kapal itu ke pantai.

ENDE: Ketika mulai siang, mereka tidak mengenal daratan itu, tetapi ada kelihatan suatu teluk berpantai, lalu diputuskan mendamparkan kapal sedapat mungkin kepantai itu.

Shellabear 1912: Setelah sianglah hari, maka tiada dikenalnya akan daratan itu, tetapi dilihatnya ada suatu teluk yang berpantai rata; maka berbiaralah ia kalau boleh dikandaskannya kapal itu kesana.

Klinkert 1879: Satelah siang hari tidak dikenal olih mareka-itoe akan tanah itoe, tetapi dilihatnja ada soeatoe telok jang berpantai rata, maka pikirnja kalau bolih dengan sabolihnja disanalah hendak didamparkannja kapal itoe.

Klinkert 1863: Maka kapan siang-hari tiada dia-orang kenal sama itoe tanah; tetapi dia lihat ada satoe telok jang berpinggir rata, maka pikirannja disana maoe dia-orang kandesken itoe kapal kaloe bolih.

Melayu Baba: Bila sudah siang, dia-orang t'ada knal daratan itu: ttapi dia-orang tengok satu tlok dngan pantai rata, dan dia-orang bichara mau kandaskan kapal di situ, kalau boleh.

Ambon Draft: Dan manakala sudahlah djadi sijang, dija awrang tija-da kenal tanah itu; tetapi dija awrang dapat lihat satu te-lok, di manatah satu pante, dan di situpawn kalu bawleh, dija awrang mawu kasi ma-sok kapal itu.

Keasberry: Maka apabila sianglah hari, tiada dikunal ulih marika itu tanah itu: tutapi dilihatnya ada suatu tulok yang burpantie rata, maka fikerannya disanalah handak dikandaskannya kapalnya, kalau bulih dungan bulihnya.

Leydekker Draft: Maka tatkala sudah sijang harij tijada dekenalnja tanah 'itu: tetapi detintangnja sawatu telokh jang berpantej rata, jang kapadanja marika 'itu sudah fikir bajik, djikalaw bawleh djuga, mendamparkan kapal 'itu.

AVB: Apabila hari siang, mereka melihat daratan yang tidak dikenali; di situ ada teluk yang berpantai rata lalu mereka bercadang hendak mengandaskan kapal itu ke situ.


TB ITL: Dan <1161> ketika <3753> hari <2250> mulai siang <1096>, mereka melihat suatu teluk yang rata pantainya <123>. Walaupun mereka <1921> <0> tidak <3756> mengenal <0> <1921> daratan itu, mereka memutuskan untuk sedapat mungkin <1410> mendamparkan <1856> kapal <4143> itu ke <1519> situ. [<1093> <2859> <1161> <5100> <2657> <2192> <3739> <1011> <1487>]


Jawa: Lan bareng wis awan, wong-wong padha ndeleng sawijining teluk kang pasisire warata. Sanadyan padha durung tau weruh dharatan ing kono, ewasamono banjur mutus sabisa-bisa arep ngandhasake praune ana ing kono.

Jawa 2006: Lan bareng wus awan, wong-wong padha ndeleng teluk kang pesisiré warata. Sanadyan padha durung tau weruh dharatan ing kono, éwasamono banjur netepaké bisané ngandhasaké kapalé ana ing kono.

Jawa 1994: Bareng wis awan, para punggawané kapal nuli padha weruh pesisiré sawijining teluk, nanging ora padha ngerti kuwi teluk endi. Wong-wong mau padha ngrancang arep ndharat ana ing pesisir kono.

Jawa-Suriname: Kadung wis awan para matrus terus pada weruh daratan, nanging ora ngerti endi. Kono kuwi panggonan teluk, tegesé lauté mlebu nang daratan setitik. Wong-wong mikir arep ngandaské kapalé nang kono waé.

Sunda: Bray beurang, breh tembong basisir jeung aya telukna, duka daratan pulo naon, urang kapal teu nyarahoeun. Lamun bisa kapal rek dibawa ka dinya.

Sunda Formal: Barang bray, beurang, tembong aya teluk anu basisirna ngampar, teu nyarahoeun ngaranna mah pulo naon. Kabeh rempug arek balabuh di dinya sabisa-bisa.

Madura: E bakto are la seyang, para bandhigana kapal jareya nangale’e tenggangan, tape ta’ tao tenggangan apa jareya. Tape reng-oreng jareya nangale’e tellu’ ban penggir serengnga, daddi laju amaksod maambuwa kapalla e jadhiya mon bisa.

Bauzi: Labi dihasi ala faasi neàdi dam ame ihe vou ladam dam labe dum vi aaha nohu ab vi aaham. Lahana, “Ana touhat modela?” laham bak vabiem lahasuhuna vi aa. Labi vi aasdam labe aaha itea oula kebe fauhana baa bak ab vi aadamam. Làhàmu ozo, “Im ihe itea oula laba olem bake imo ihe taho vamdedume vou fi tu vao auobe itaba fauha aadam bak laba tu teudese.”

Bali: Sasampune tatas rahina parakelasin kapale raris manggihin teluk sane dangsah pasisinipune nanging ipun nenten tatas uning ring daatane punika. Punika awinan, yan mrasidayang ipun mamanah ngampihang kapale irika.

Ngaju: Metoh andau jari balawa pagawai kapal mite saran petak, tapi ewen jaton katawan hong kueh eka te. Ewen mite ije telok dengan saran pantai. Jadi ewen handak mampatende kapal intu hete jaka tau.

Sasak: Sesampun menah, anak buah kapal serioq daratan, laguq ie pade ndẽq taoq daratan napi nike. Ie pade serioq sopoq pulao kodẽq kance pesisine. Jari ie pade beniat belabuh lẽq derike, lamun bau.

Bugis: Matajanna essoé, naitani ana’ kappala’é pottanangngé, iyakiya dé’ naissengngi pottanang aga iyaro. Naitani mennang séuwa teluk sibawa wirinna. Jaji akkattana mennang maéloni pappottanangngi iyaro kappala’é kuwaro rékko naulléi.

Makasar: Ri wattunna singara’mo, accini’mi bonto ana’-ana’ kappalaka, mingka tanaassengai ke’nanga angkana apa arenna anjo bontoa. Nia’ nacini’ ke’nanga bonto ca’di siagang birinna. Jari ero’mi ke’nanga angngerangi kappalaka mange anjoreng punna akkulleja.

Toraja: Iatonna masiang, tae’ natandai tinde tau tu padang iato, apa den baba minanga natiro marante randanna; nasitangnga’imi tinde tau, kumua nabela sia manii umpatitu’tunni inde to tama tu kappala’.

Duri: Ia tonna mariwangmo, ngkitami gantanan to pangjama kappala', apa te'da naissenni gantanan umbonna. Nakita tooi to tasik mengkokonna namarante to randanna. Jaji madoangngi, ke wa'dingngi, la mpasissare kappala'na ntuu joo.

Gorontalo: Wawu tou ma didimodupo timongoliyo lo'onto tuduliyo. Bo dila otawa limongoliyo huta lolo uwito. Timongoliyo lo'onto milango tuwawu wolo pentadiyo. Wawu timongoliyo o patuju wonu mowali timongoliyo mopohuwato kapali teto.

Gorontalo 2006: Tou̒ madulahei, tahipo kalajawa tokaapali maloo̒onto tudulio, bo diila otaawa limongolio tudu lolo uito. Timongolio loo̒onto wulungo wolo pentadio. Oditolio timongolio omakusudu moporabua kaapali boito mola teto wonu mowali.

Balantak: Sarataa no'iliomo, mianna kapal nontoa'imo katano'an, kasee i raaya'a sian ninginti'i se' too katano'an upa. Raaya'a nontoa'i taduna tia poso'oleonna. Maupo i raaya'a sianpo ninginti'i katano'an iya'a, raaya'a nomoti'angu'mo noa tio mamaka'ala mongoloboskon kapalna waatu'u.

Bambam: Iya masiäi naitaim le'bo' mehhusum tama galantangam, mahante bihinna. Moinna anna tä' naissam naua galantangam umba ngei, sapo' sikanaua: "Maka' malam dipasohe längäm galantangam inde kappala'."

Kaili Da'a: Tempo naeomo topompajala sakaya etu nanggita kabatana tapi da'a ninjani ira kabatana ri umba etu. Nikita ira saongu sidu nu tasi ante talintina. Patuju ira ala sakaya etu rapakasampo ira ri talinti etu.

Mongondow: Bo naonda nobayagdon, inontongdon monia in toba ta'e diaíbií kinota'auan monia mongo onu in tangoi in tampat tatua. Mosia moramiji mopotubuí ing kapaḷ tatua kon tua.

Aralle: Ya' mabayannai sika ungngitang kalantanang mahante di behinna. Moinnakatoo dai nainsang sanganna, ampo' sika naoatee, "Umbato ke malai dipadai' di kalantanang inde kahpala'."

Napu: Mabaami, topobagona kapala tahi moitamohe lorena, agayana bara raisa hangana tampo iti. Moita worimohe tahi au natoleliki tampo, hai wiwina bara mowatu-watu. Ido hai ara tunggaianda bona ane peisa, mesorehe indolou.

Sangir: Ene sarangke naěllo e, masanaeng kapal᷊ẹ̌ e nakasilọ e katanaěng, kai i sire wěgawue měnsang kai tahanusang apa. I sire nakasilọ e wěngạ e sěmbaụ dingangu apenge. Tangu i sire kai mapulu měnonsol᷊u kapal᷊'i sire sene kereu wotonge.

Taa: Yako etu, ojo kaeonya rao, sira mangangkita tana, pei tana etu sira taa nansani bara pulo kesaa. Pei sira re’e mangkita seja suog to re’e bone ri wiinya. Wali sira mansongka ane sira nakurang damampakasore bangka nja’u ria.

Rote: Mangale'do boema, ofa isi la mete lita dae ma'da ka, tehu ala ta bubuluk dae ma'dak ndia nai bee ndia fa. Ala mete lita namo esa solokae na boema ala dodoo lae, ala fe ofa ka ana see neu namo ndia.

Galela: Ma orasi he qaginita itiai, de o deru ma nyawa ona yakelelo o gura moi, duma yanakowa o gura o kia magena. Kagenali yakelelo o jiko moi gena de ma dowongika. So manga edekati mia deru tanu sagena o dowongisa isikahisa.

Yali, Angguruk: Sakan tibagma huhelma indit teg ambeg ik ayegma tonggo reg ambeg fanoma yet hibag. Yet hibag ambeg ino enepeleg teg latfag angge famen indit teg ambeg ari kou imbik lul ulug enele ibag.

Tabaru: Gee 'ikinitarokau, de yoma-manarama 'o kapalioka yamake 'o tonaka, ma koyosikanakowa 'okia ma tonaka. De yamake 'o gorua moi ma dowongioka so manga singinaka nako 'idadioka ge'ena manga kapali ge'enaka yosidutuku.

Karo: Kenca terang wari idah pegawai-pegawai daraten si la itandaina. Idahna teluk ras pantai. Emaka itetapkenna gelah kapal itamaken ku daraten i je adi banci.

Simalungun: Dob torang ari, ididah sidea ma daratan, tapi lang itanda sidea. Ididah sidea ma sada teluk na marpasir, gabe hujai ma isura sidea padason kapal ai, anggo tarbahen.

Toba: Dung torang ari, ndang ditanda nasida darat i; alai ditatap nasida ma sada solok na marpasir, naeng tusi ma patongononnasida parau i, namun tarbahen.

Dairi: Jadi enggo kessa nterrang ari, idah perkeppel i mo sada pulo, tapi oda ibettoh kalak i barang pulo kadè i. Itatap kalak i mo sada suak laut bak bidingna. Merhendak mo kalak i asa mi sidi ipetupung keppel idi ukum terbaing.

Minangkabau: Baru ari lah siang, mako nampaklah tanah tapi dek anak-anak kapa tu, tapi inyo indak tawu, daratan apo tu nan nampak. Inyo manampak sabuwah taluak sarato jo pantai. Jadi, inyo bamukasuik, kok dapek nak malabuahkan kapa di taluak tu.

Nias: Me no moluo, la'ila danõ ono gõfa ba hiza lõ la'ila heza danõ andrõ. Oroma khõra zadõni telo awõ gawunia. Bõrõ da'õ omasi ira lasao gõfa andrõ ba da'õ na tola.

Mentawai: Oto kelé aimapató, itsórangan buggei ka sia tatogat kapá, tápoi tá raagai tobbou apa páonia nenda. Itsórangan leú et sara gukguk sambat buggeinia. Iageti siboddangan masijolouaké sedda kapá, ké moi baí nia.

Lampung: Waktu rani radu dawah, awak kapal ngeliak darak, kidang tian mak pandai darak api ano. Tian ngeliak sai teluk jama pantaini. Jadi tian bemaksud ngedarakko kapal di disan kik dapok.

Aceh: Watée uroe ka beungoh, lé aneuëk kapai laju jingieng u darat, teuma awaknyan hana jiteupeu peue nan darat nyan. Deuh jikalon saboh peulabohan ngon panté jih. Dan meunyoe hase awaknyan na meukeusut keuneuk peurab kapai jih nyan ubak peulabohan nyan.

Mamasa: Tibungka'i masiang ummitami gantanan ma'embang marante biringna. Moika anna tae' naissanan sanganna, nasituru'-turu'imi la umpasore kappala'na dio.

Berik: Ona jame aa galap nafwenaram, angtane awelna atdusap aa jei ne gwebilirim je ona mes ne damtana, jengga jei teisyena jes jepserem je fofa. Dwona jep kawewife ga aane domola. Jepga jei ga aa ge gubili, "Nei atdusa aaiserem ga jep nesa tarkawolsitne, afa waakenfere."

Manggarai: Du kudut gérak tana isé ita ca jok tacik agu nanga ata béa kétay. Koném po toé baé lisé tana masa hitu, isé cenais kudut pandé mena kepal hitu nitu.

Sabu: Ta dhai ta anni-lodho, ta ngaddi ke ri ana kapa he ne kolo lede, tapulara toi dho ri ro ta ihi rai nga ne naanne. Ta ngadde ke ri ro hewue kelakko nga lahalae ne. Hakku ta petuje ke ri ro ta peha'e la kolo lede ne kapa ne, kinga jadhi.

Kupang: Waktu su taráng, ana bua kapal dong dapa lia daratan. Ma dong sonde tau itu pulo apa. Dong ju dapa lia satu telúk yang dia pung pante bapasir. Jadi dong baharap, kalo bisa, dong mau bawa itu kapal lewat batu-batu piak yang ada di laut, ko pi di itu pante.

Abun: Nyotkwo, ete ye gato gwat kapal ne me ef dik yo. Án jam nde ef ne, wo án me ré tu gato not si yen mone. An nai sukjimnut do, án gwat kapal ne mu mo ré ne, subere án werwa gwat kapal ye mo yen mone.

Meyah: Erek mona fob, beda rua ongga ranggei meg meifeni egens koma rik mebsta gu ofoksu, tina rua rinejginaga oida motowohu kenefa bera koma guru. Beda rua rik ofoksu egens ongga angh jah suma. Jefeda rua rudou os rurka meg meifeni koma jah ofoksu insa koma.

Yawa: Arono uma seowa mba to, umba werasisa wo ruke warea raen, weramu wantatukambe muni umaso nori rui muno ama tame rui. Wo raone inta raen no warea muno ama nayave ruke ratavon. Weti wo ratantona ware, “Wamo nyomane rausisa no we rako?”


NETBible: When day came, they did not recognize the land, but they noticed a bay with a beach, where they decided to run the ship aground if they could.

NASB: When day came, they could not recognize the land; but they did observe a bay with a beach, and they resolved to drive the ship onto it if they could.

HCSB: When daylight came, they did not recognize the land, but sighted a bay with a beach. They planned to run the ship ashore if they could.

LEB: Now when day came, they did not recognize the land, but they noticed a certain bay having a beach, onto which they decided to run the ship ashore if they could.

NIV: When daylight came, they did not recognise the land, but they saw a bay with a sandy beach, where they decided to run the ship aground if they could.

ESV: Now when it was day, they did not recognize the land, but they noticed a bay with a beach, on which they planned if possible to run the ship ashore.

NRSV: In the morning they did not recognize the land, but they noticed a bay with a beach, on which they planned to run the ship ashore, if they could.

REB: When day broke, they did not recognize the land, but they sighted a bay with a sandy beach, on which they decided, if possible, to run ashore.

NKJV: When it was day, they did not recognize the land; but they observed a bay with a beach, onto which they planned to run the ship if possible.

KJV: And when it was day, they knew not the land: but they discovered a certain creek with a shore, into the which they were minded, if it were possible, to thrust in the ship.

AMP: Now when it was day [and they saw the land], they did not recognize it, but they noticed a bay with a beach on which they [taking counsel] purposed to run the ship ashore if they possibly could.

NLT: When morning dawned, they didn’t recognize the coastline, but they saw a bay with a beach and wondered if they could get between the rocks and get the ship safely to shore.

GNB: When day came, the sailors did not recognize the coast, but they noticed a bay with a beach and decided that, if possible, they would run the ship aground there.

ERV: When daylight came, the sailors saw land, but they did not know what land it was. They saw a bay with a beach and wanted to sail the ship to the beach if they could.

EVD: When daylight came the sailors saw land. But they did not know what land it was. They saw a bay with a beach. The sailors wanted to sail the ship to the beach if they could.

BBE: And when it was day, they had no knowledge of the land, but they saw an inlet of the sea with a floor of sand, and they had the idea of driving the ship up on to it if possible.

MSG: At daybreak, no one recognized the land--but then they did notice a bay with a nice beach. They decided to try to run the ship up on the beach.

Phillips NT: When daylight came no one recognised the land. But they made out a bay with a sandy shore where they planned to beach the ship if they could.

DEIBLER: At dawn, we(exc) could see land, but the sailors did not recognize the place. However, they could see that there was a bay and a wide area of sand at the water’s edge. They planned that, if it was possible, they would steer the ship onto the beach.

GULLAH: Wen day clean, dey see de sho, bot nobody ain know nottin bout um. Bot dey see a bay wid a sandy beach. Dey cide dat ef dey able fa do um, dey gwine mek de big boat go eenta de bay an op on ta de sho dey.

CEV: Morning came, and the ship's crew saw a coast that they did not recognize. But they did see a cove with a beach. So they decided to try to run the ship aground on the beach.

CEVUK: Morning came, and the ship's crew saw a coast that they did not recognize. But they did see a cove with a beach. So they decided to try to run the ship aground on the beach.

GWV: In the morning they couldn’t recognize the land, but they could see a bay with a beach. So they decided to try to run the ship ashore.


NET [draft] ITL: When <3753> day <2250> came <1096>, they did not <3756> recognize <1921> the land <1093>, but <1161> they noticed <2657> a bay <2859> with a beach <123>, where <3739> they decided <1011> to run <1856> the ship <4143> aground <1856> if <1487> they could <1410>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Kisah Para Rasul 27 : 39 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran