Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [WBTCDR]     [PL]  [PB] 
 <<  Markus 12 : 33 >> 

WBTC Draft: Dan kita harus mengasihi-Nya dengan segenap hati kita, dengan segenap pikiran kita, dan dengan segenap kekuatan kita. Dan kita harus mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri. Itu lebih penting daripada semua kurban bakaran dan kurban-kurban yang diperintahkan kepada kita."


AYT: Mengasihi Dia dengan segenap hati, dan dengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri, jauh lebih penting daripada semua kurban bakaran dan persembahan.”

TB: Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."

TL: dan hal mengasihi Tuhan dengan sebulat-bulat hati, dan dengan sepenuh akal-budi, dan dengan segenap jiwa, dan dengan segala kuat, dan lagi mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri, itulah terutama daripada segala korban bakaran dan persembahan sembelihan."

MILT: dan dengan mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan, serta dengan mengasihi sesama seperti diri sendiri hal itu lebih utama daripada segala kurban bakaran dan persembahan."

Shellabear 2010: Selain itu, mengasihi Allah dengan segenap hati, dengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan, serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih penting daripada semua kurban bakaran dan kurban persembahan."

KS (Revisi Shellabear 2011): Selain itu, mengasihi Allah dengan segenap hati, dengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan, serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih penting daripada semua kurban bakaran dan kurban persembahan."

Shellabear 2000: Selain itu, mengasihi Allah dengan segenap hati, dengan segenap pengertian, dan dengan segenap kekuatan, serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih penting daripada semua kurban bakaran dan kurban persembahan.”

KSZI: Mengasihi-Nya dengan sepenuh hati, dengan sepenuh fikiran, dengan sepenuh jiwa, dan dengan sepenuh kekuatan, serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri, adalah lebih utama daripada segala persembahan dan korban.&rsquo;

KSKK: Mengasihi Dia dengan segenap hati, dengan segenap akal budi dan segenap kekuatan, dan mengasihi sesama seperti diri kita sendiri adalah lebih utama daripada segala kurban bakaran dan kurban sembelihan."

VMD: Dan kita harus mengasihi-Nya dengan segenap hati kita, dengan segenap pikiran kita, dan dengan segenap kekuatan kita. Dan kita harus mengasihi sesama kita seperti diri kita sendiri. Itu lebih penting daripada semua kurban bakaran dan kurban-kurban yang diperintahkan kepada kita.”

AMD: Dan, mengasihi Allah dengan seluruh hati, dengan seluruh pikiran, dan dengan seluruh kekuatan, serta mengasihi sesama seperti diri sendiri, adalah lebih penting daripada semua kurban bakaran dan kurban-kurban yang diperintahkan kepada kita."

TSI: Dan kita harus mengasihi Allah dengan sepenuh hati kita, dengan seluruh pikiran kita, dan dengan seluruh kekuatan kita. Dan kita juga harus mengasihi semua orang seperti mengasihi diri kita sendiri. Kedua perintah itu lebih penting dari semua peraturan tentang kurban binatang atau barang lain yang dipersembahkan kepada Allah.”

BIS: Dan manusia harus mencintai Allah dengan sepenuh hatinya, dan dengan seluruh akalnya serta dengan segala kekuatannya. Dan ia juga harus mencintai sesamanya seperti dirinya sendiri. Itu lebih baik daripada mempersembahkan kurban bakaran dan kurban-kurban lainnya kepada Allah."

TMV: Manusia harus mengasihi Allah dengan sepenuh hati, dengan seluruh akal, dan dengan segala kekuatannya. Dia juga harus mengasihi sesama manusia seperti dia mengasihi diri sendiri. Mematuhi kedua-dua perintah ini lebih mustahak daripada mempersembahkan korban untuk menyenangkan hati Tuhan dan korban-korban lain."

BSD: Dan manusia harus mencintai Allah dengan sepenuh hatinya dan dengan seluruh pikirannya serta dengan semua perbuatannya. Dan ia harus mencintai orang lain seperti ia mencintai dirinya sendiri. Taat kepada kedua perintah itu lebih penting daripada mempersembahkan kurban binatang dan kurban-kurban lainnya kepada Allah.”

FAYH: Dan saya tahu bahwa mengasihi Dia dengan segenap hati dan pengertian serta kekuatan saya, dan mengasihi orang lain seperti saya mengasihi diri sendiri, jauh lebih penting daripada mempersembahkan segala macam kurban di mezbah Bait Allah."

ENDE: Dan bahwa mengasihi Tuhan dengan segenap hati, dengan segenap akal budi dan dengan segenap tenaga, lagipula mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri, djauh lebih utama dari pada segala kurban-bakaran dan kurban sembelihan.

Shellabear 1912: Maka jikalau orang mengasihi dia dengan sebulat-bulat hatinya, dan dengan segenap pengertiannya dan dengan segenap kuasanya, dan mengasihi sama manusia seperti dirinya sendiri, yaitu menjadi terlebih pula dari pada segala korban bakaran dan persembahan pun."

Klinkert 1879: Dan lagi kasih akandia dengan sagenap hati dan dengan segala boedi dan dengan sagenap djiwa dan dengan sakoewat-koewasa, dan kasih akan sama-manoesia saperti akan dirinja sendiri, ija-itoe teroetama daripada segala persembahan bakaran dan korban sembelehan.

Klinkert 1863: Maka tjinta sama Allah dengan sagenep hati, dengan sagenep boedi dan dengan sagenep djiwa dan dengan sagenep koewasa, dan tjinta sama temen-manoesia saperti sama dirinja sendiri, ija-itoe lebih dari segala persembahan bakaran dan korban sembelihan.

Melayu Baba: dan jikalau orang kaseh sama dia dngan s-bulat-bulat hati, dan dngan s-gnap pngertian, dan dngan s-kuat-kuat kuasa, dan jikalau orang kaseh sama orang sblah-mnyblah sperti diri sndiri, tntu-lah itu lbeh deri-pada sgala korban bakaran dan persmbahan pun."

Ambon Draft: Dan mengaschi Dija dengan sagenap hati, dengan sagenap budi-akal, dengan sagenap djiwa dan dengan sagenap kowat, dan tjinta samanja manusija seperti sen-dirinja itu lebeh berguna deri segala persombahan bunu-tn-nuan dan segal persombahan jang lajin.

Keasberry 1853: Maka mungasihi akan dia dungan sa'gunap hati, dan dungan sa'gunap pungatauan, dan dungan sa'gunap jiwa, dan dungan sa'gunap kuasa, dan mungasihi akan samamu manusia sapurti dirinya sundiri, iya itu turlebih deripada skalian mumbakar pursumbahan dan korban.

Keasberry 1866: Maka mŭngasihi akan dia dŭngan sŭgŭnap hati, dan dŭngan sŭgŭnap pŭngtahuan, dan dŭngan sŭgŭnap jiwa, dan dŭngan sŭgŭnap kwasa, dan mŭngasihi akan sama manusia spŭrti dirinya sŭndiri, iya itu tŭrlebih deripada skalian mŭmbakar pŭrsŭmbahan dan korban.

Leydekker Draft: Dan meng`asehij dija dengan saganap hati, dan dengan saganap xakhal, dan dengan saganap djiwa dan dengan saganap khowat: dan meng`asehij sama manusija seperti sendirinja, 'itu 'ada lebeh deri pada sakalijen persombahan tunu 2 an, dan persombahan sombileh 2 an.

AVB: Mengasihi-Nya dengan sepenuh hati, dengan sepenuh fikiran, dengan sepenuh jiwa, dan dengan sepenuh kekuatan, serta mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri, adalah lebih utama daripada segala korban persembahan dan korban bakaran.”

Iban: lalu 'rinduka Iya enggau pengabis ati nuan, enggau pengabis runding nuan, enggau pengabis pengering nuan,' lalu 'rinduka pangan diri baka nuan ke rinduka diri empu.' Tu lebih agi beguna ari semua piring tunu enggau semua piring bukai."


TB ITL: Memang mengasihi <25> Dia dengan segenap <3650> hati <2588> dan <2532> dengan segenap <3650> pengertian <4907> dan <2532> dengan segenap <3650> kekuatan <2479>, dan <2532> juga mengasihi <25> sesama manusia <4139> seperti <5613> diri sendiri <1438> adalah jauh lebih <4054> utama dari pada semua <3956> korban bakaran <3646> dan <2532> korban sembelihan <2378>." [<2532> <846> <1537> <1537> <1537> <1510>]


Jawa: Pancen, tresna dhateng Gusti Allah kalayan gumolonging manah, kalayan gumolonging budi, saha kalayan sadaya kakiyatan, punapa dene tresna dhateng sasami-sami kadosdene punika dhateng badanipun piyambak, punika langkung dening utami yen katimbang kaliyan sadaya kurban obaran tuwin kurban sembelehan.”

Jawa 2006: Pancèn, tresna dhateng Allah kalawan gumolonging manah, kalawan gumolonging pengertosan, tuwin kalawan gumolonging kakiyatan, punapa déné nresnani sasami kados dhateng awakipun piyambak, punika langkung utami katimbang sakathahing kurban obaran lan kurban sanèsipun."

Jawa 1994: Lan manungsa kedah tresna dhateng Gusti Allah kanthi gemblenging manahipun, kanthi sekathahing pikiranipun, kanthi sakatoging kekiyatanipun, sarta tresna dhateng sesami kados enggènipun nresnani dhateng badanipun piyambak; menika langkung wigatos tinimbang ngurbanaken kéwan lan sanès-sanèsipun dhateng Gusti Allah."

Jawa-Suriname: Pantyèn awaké déwé kudu nrésnani Gusti Allah sak atiné, ing lair lan batin lan karo sakkèhé kekuwatané. Uga kudu trésna marang liyané kaya enggoné nrésnani awaké déwé. Iku pantyèn luwih apik tenimbang mbelèh kéwan lan pawèh liya-liyané marang Gusti Allah.”

Sunda: Leres, nyaah ka Allah teh kedah terus sareng hate, terus sareng budi akal, sarta sing sakuat-kuat. Jabi ti kitu kedah nyaah ka batur sapertos ka diri sorangan. Ngajalankeun ieu dua parentah langkung utami ti batan nyanggakeun kurban ka Allah, boh kurban sato boh kurban naon bae."

Sunda Formal: Saleresna, nyaah ka Pangeran teh kedah tepi kana ati, parat kana jiwa, sabudi akal, satekah polah bari dibarengan ku nyaah ka sasama saperti ka diri; da nu kitu teh langkung utami tibatan sagala rupi kurban, boh nu mangrupi kurban nu diduruk boh kurban nu dipeuncit.”

Madura: Sarengngan manossa kodu taresna ka Allah sampe’ ka dhalem atena, kalaban ngettokkagi akkalla sarta ngettokkagi kakowadanna. Sarengngan pole manossa kodu taresna ka sasamana akadi kataresna’anna ka aba’na dibi’. Langkong sae atoro’ parenta se dhadhuwa’ ka’dhinto’ etembang ngatorragi kurban obbaran sareng ban-kurban laenna ka Allah."

Bauzi: Labi Oho neha, ‘Im dam ahebu gi ahu vàmadi Ala bake deeli gi labaha bohu vuusdale,’ lahaha bak lamti labi, ‘Iho naedamat it deeli vou faovoi vabiedam bak lamti ulohona vi ozome fa dam amomoi bake laha ame baket meedale,’ lahaha bak lamti bisi iho vi ozome vuusu tombulemda am bak. Lahana, ‘Iho Ala bake vi ozome na fi ho vua vahudamda modeo, na amomoi Ala bake vi ozome lomda modeo, labihasu meedale,’ lahame vamea usehe im lada lam bisi tombuda modem vabak.”

Bali: Manusane patut astiti bakti ring Ida Sang Hyang Widi Wasa antuk panelas bayu, sabda, idepnyane, samaliha ipun patut tresna asih ring sesaman, sakadi nyayangang dewekipune niri. Indike punika utamaan ring aturan wewalungan miwah aturan sane tiosan.”

Ngaju: Tuntang oloh musti sinta Hatalla hapan salepah ateie, tuntang hapan salepah kaharatie hayak hapan salepah kaabase. Tuntang ie musti sinta sama arepe kilau arepe kabuat. Jete labih bahalap bara maluput parapah je ingehu tuntang kare parapah beken akan Hatalla."

Sasak: Dait manusie harus ngasihin Allah siq sepenoq angenne, dait siq selapuq akalne, dait siq selapuq kekuatanne. Dait ie ẽndah harus ngasihin sepade manusie maraq ie ngasihin diriqne mẽsaq. Nike jaoq solahan ketimbang ngaturang kurban tunuqan dait kurban-kurban saq lain tipaq Allah."

Bugis: Sibawa harusu’i tolinoé mamaséiwi Allataala sibawa sukku atinna, sibawa sininna akkalenna enrengngé sininna awatangenna. Sibawa harusu’ towi namaséi pada-padanna pada-pada aléna. Lebbi kessingngi iyaro naiya makkasuwiyangengngé akkarobangeng ritunu sibawa sining akkarobangeng laingngé lao ri Allataala."

Makasar: Na sikontu taua musti nakamaseangi Allata’ala ilalang sitepu atinna, siagang sitepu akkala’na, kammayatompa sitepu pakkullena. Siagang musti nakamaseang tongi paranna tau sangkamma batena angkamaseangi batangkalenna. Bajikangangi anjo kala assarea koro’bang nitunua yareka koro’bang maraenga mae ri Allata’ala."

Toraja: sia iatu ponno penaa sia mintu’ tangnga’ sia padami kamatotoran sae lako deata la ungkamali’ Puang Matua, sia ungkamasei padanta tolino, ondong ia to na iatu mintu’ pemala’ ditunu pu’pu’ sia pemala’ pangrere’.

Duri: Jaji, ia to tau la mpakamoja' Puang Allataala situru' sininna kamadoanganna, sininna kapaissenanna na sininna kapakulleanna. Na la mpakamoja' too padanna rupa tau, susi ia mpakamoja' kalena. Ia joo la'bi melo, na ia to mpangkaroban apa ditunu na karoba laen lako Puang Allataala."

Gorontalo: Wawu memangi manusiya musi motoliang-Iyo wolo hilawo liya-liyatu wawu wolo nga'amila pikirangi wawu wolo nga'amila lotolo. Wawu manusiya olo musi motolianga to manusiya ta titiliya woliyo odelo tiyo motoliango batangaliyo lohihilawo. U odito lebe mopiyohu popobandingiyo mao wolo nga'amila kurubani.”

Gorontalo 2006: Wau manusia musi motolia̒ngo to Allahu Taa̒ala wolo lealeaatu lohilaalio, wau wolo lealeaatu lo aakalilio, wau wolo totoonulalo lotolio. Wau tio olo musi motolia̒ngo timongotalio debo odelo batangalio lohihilao. Uito lebe mopiohe wolo mopodewo bake yilalango wau babaa-keyaalo wewolio ode Allahu Taa̒ala."

Balantak: Ka' mian tiodaa mongkolingu'kon Alaata'ala tia noa men tuutuu', tia wiwi'na waka ka' wiwi'na pinginti'ian ka' tia wiwi'na men pokoonna. Ka' i ia uga' tiodaa mongkolingu'kon simbaya'na mian koikoimo pongkolingu'konna wakana. Ya'a a daana tia mongorookon kurbaan men tunuon ka' kurbaan sambana bona Alaata'ala.”

Bambam: Anna abana hupatau pahallu la ungkamasei Puang Allataala sola sakalebu penabanna anna mentu' pikkihanna anna mentu' kamatohoanna, anna la ungkamasei padanna hupatau umba susi ungkamasei kalena. Kalando hi tia pa'pogausam susi anna la umpadeem tunuam sola pemala' senga' lako olona Puang Allataala."

Kaili Da'a: Pade ewa niuli komi manusia kana mompotowe Alatala ante mpu'u-mpu'u rarana, ante pura-pura pekirina pade ante pura-pura karoso korona. Pade masipato kita mompotowe sanggamanusiata ewa korota mboto. Etu neliu nggabelo nggari mombawai pesomba to nitunu bo pewai-pewai ntanina ka Alatala."

Mongondow: Bo intau im mustibií totu-totu'u motabi ko'i Allah kom bonu ing ginanya, bo kom bonu in raiannya bo ropotnya. Bo mustibií doman in sia motabi kon tumpaḷa intau naí kototabinya kon awaknya tontanií. Tuabií im mopia-pia nongkon mobogoi in sosumbah inta kurban tuba'an bo kurban mita ibanea ko'i Allah."

Aralle: Anna inang pahallu la ungkalemuiingkea' Puang Alataala umpakalebu bätäng sungnga'ta anna bätäng kalaeta anna para-paranta hupatau sinnoa ungkalemuiingkea' kalaeta toboua' kita'. Mahasa puha nei' andana ingkänna petunu ang dipopenomba dai' di Puang Alataala."

Napu: Hai hangangaa tapokaahi Pue Ala hangko i sukana kabulana lalunta, hangko i sukana kapandeta, hai hangko i sukana rohonta. Hai hangangaa tapokaahi ranganta nodo watanta haduduanta. Iti au meliu kamaroana hangko i ope-ope binata hai anu-anu ntanina au tapopenomba i Pue Ala."

Sangir: Dingangu taumata e harusẹ̌ kuměndagu Mawu Ruata e ringangu kaguwạu naunge, ringangu kaguwạu l᷊aěnnane, ringangu lai kaguwạu ihạe. Dingangu i sie lai harusẹ̌ kuměndagu kasanggidange kerẹewe kuměndagu watangenge. Ene kai limembong kapiaěnge wọu maněmbang sasěmba tẹ̌tutungang ringangkewelain sasěmba wal᷊ine su Mawu Kasěllahenge."

Taa: Wali see naka kita mampampueka resi Ia pampue to ratunju pasi pampue to yusa. Pasi bae batuanginya resi i Pue Allah ane kita mangika pampue to etu. Pei kamonsonya bae wo’u batuanginya resi Ia ane kita mangalulu porenta to dua etu. Etu semo kita mampakabae kojo pamporayang ngkita resi Ia panewa yako ri pamporayanginta etu see naka kita mampobuuka kojo Ia, pasi mangabiaka pamporayanginta resi Ia etu damampasilonga katuwu ngkita pei mampakaroso raya ngkita mangika palaong to Ia mangawaika resi kita. Pasi ane kita mamporayang sa’e ewa raika mamporayang koro ngkalio. Wali ane kita mangalulu porenta to dua etu, palaong to etu semo to bae-bae batuanginya resi i Pue Allah pei mangika pampue.”

Rote: Hu ndia de, hataholi daebafa ka muse sue-lai Manetualain ninik dale katematua na, ma ninik basa dudu'a-aafin ma ninik basa be'ibalakain lala'ena. Ma ana muse sue-lai nonoo hataholi na sama leo ana sue-lai aoina na boe. Ndia nde malole lenak neme fe tutunu-hohotu bana manu ma tutunu-hohotu fe'ek neu Manetualai na."

Galela: De lo o nyawa bilasu o Gikimoi widodara dede manga sininga ma buturu de manga pade ma buturu qangodu isikomote, de ona lo yadodara manga dodiao maro ka to ona manga rohe masirete. Magena foloi qaloha de o gaso yatutupu eko o bi gaso ma somoa isimeta o Gikimoika."

Yali, Angguruk: Allah unundaman inindi reg lit inindimu wenggel haruk lit, inine roho seneg lit wereg inap arimano fano. Ap it men werehon arimano oho ininggareg inindi reg hag toho inindi enesug lit wereg inap arimano fano. Allah fahet wam waroho hubu lahaptukon men mun angge man angge At fahet emberukon men we tot apma reg," ibag.

Tabaru: De 'o nyawa salingou widora ma Jo'oungu ma Dutuka de manga singina ma gou-goungu, de manga 'akali de manga guata 'iodumu. De salingou yakidora 'o nyawaka, 'isoka 'onali ma sirete yomadora. Ge'ena 'ifoloi yaowa de gee yosisuba 'o su-suba yatuu-tuuku de 'o su-suba 'iregu-regu gee yosisuba ma Jo'oungu ma Dutuka."

Karo: Emaka arus manusia engkelengi Dibata asa ukurna lit, alu kerina kengasupenna ngukurisa ras alu kerina gegeh si lit i bas ia. Janah manusia arus engkelengi temanna manusia bagi ikelengina bana. Pentingen ngikutken undang-undang si dua enda asangken erbahan persembahen tutungen ras persembahen gelehen man Dibata."

Simalungun: Anjaha mangkaholongi-Si humbani gok ni atei-atei, humbani gok ni uhur ampa humbani gok ni gogoh anjaha mangkaholongi hasoman doskon diri, banggalan do ai humbani ganup galangan situtungon age galangan na legan pe.”

Toba: Jala mangkaholongi Ibana sian nasa ateate, sian nasa roha dohot sian nasa gogo huhut mangkaholongi dongan songon diriniba, ummangat do i sian saluhut angka pelean situtungon nang pelean na asing pe.

Dairi: Janah kennah ikekelengi jelma ngo Dèbata, ibas nasa atè-atèna, dekket ibas nasa pikirenna, dekket ibas nasa gegohna, janah kennah ikekelengi ngo jelma sidèban bagè pengkekelengina mi dirina sendiri. Lotiin ngo bagidi, ulang pada memèlèken pinakan bak pèlèen sidèbanna i babo langgaten taba Dèbata."

Minangkabau: Manusia musti mancintoi Allah jo sapanuah atinyo, jo kasadonyo aka pikierannyo, sarato jo sagalo kakuatannyo. Inyo musti pulo mancintoi sasamo manusia, samo jo bakcando inyo mancintoi dirinyo sandiri. Itu labiah ba arago di mato Tuhan, daripado mampasambahkan karoban nan babaka, atau pun karoban-karoban nan lainnyo."

Nias: Ba lõ tola lõ'õ i'omasi'õ Lowalangi andrõ niha moroi si'aikõ ba dõdõnia, awõ wa ihorigõ wa'abõlõ fefu wangerangerania. Lõ tola lõ'õ gõi i'omasi'õ niha bõ'õ si mane fa'omasinia ia samõsa. Abõlõ sõkhi da'õ moroi ba wame'e sumange urifõ awõ zumange tanõ bõ'õ khõ Lowalangi."

Mentawai: Oto buitá rapukateki nia baga sirimanua, Taikamanua, bulat sibara ka sangamuinet paatuatda, bulat sibara ka sangamuinet purimanuaiatda, samba bulat pat sappru siripot siagaira rapaeerú, samba bulat teret sapprut ka tubudda rabesíaké nia. Kisedda leú, buítá ipukateki sia baga saaleinia sirimanua, ké leú katet bagania ka tubunia ka sia. Aipoí nenda peilé maerú, ka buluaakenen rarangen, elé ka buluakenen bagei kaunen masibuluji Taikamanua."

Lampung: Rik manusia haga mencintai Allah jama sepenuh hatini, rik jama sunyinni akalni rik jama sunyin kekuatanni. Rik ia juga haga mencintai peperda tian injuk dirini tenggalan. Ano lebih betik jak mempersembahko kurban bakaran rik kurban-kurban barehni jama Allah."

Aceh: Dan manusia harôh jicinta Allah deungon sipeunoh até, dan deungon banmandum ákai dan deungon banmandum teunaga nyang na bak ureuëng nyan. Dan ureuëng nyan pih harôh jicinta seusamoe jih manusia lagée jicinta droe jih keudroe. Nyan leubeh gét nibak jipeuseumah keureubeuen nyang teutot dan keureubeuen-keureubeuen nyang laén ubak Po teu Allah."

Mamasa: Innang la sangkalebu ia penawanna ma'rupa tau ungkamasei Puang Allata'alla, anna sangkalebu pikki'na sola sangkalebu kamatoroanna, anna ungkamasei padanna susi ungkamasei kalena. Kara-kara ia tee marru untodon pantunuan sola angganna bua pemala' senga' langngan Puang Allata'alla.”

Berik: Angtane Uwa Sanbagiri ga jam sene nesiktene, ini jemnaiserem seyafter gemerserem jeme, ane mafnana jemna seyafter gemerserem, ane baabeta jemna seyafter gemerserem. Ane angtane jei angtane nafsiserem ga jam sene nesiktababili, jei jen jena gemer gane nesiksonaram. Hukumu naura jeiserem je waakensusu. Apgal jigala jam ne gwalanela enggalfe Uwa Sanbagirfe gam gulbaf, ane apgal jigala nafis-nafsiserem Uwa Sanbagirfe jes gulbalaiserem Jena Uwa Sanbagirmanaiserem jebe, jega enggalf Uwa Sanbagiri jem gane pujitef, seyafter jeiserem ga bastowaifer waakena."

Manggarai: Tu’ung kéta paka momang hia mai wa mai nain, agu lawang nuk naid agu lawang wuli-wekid, agu momang kolé cama manusia cama ného momang weki rum, hitu kétay ata mésén oné mai sanggéd takung ata tapa molés agu ata mbelé molés.”

Sabu: Jhe ddau raiwawa do jhamma ta ddhei nga hewue nge danni ade, nga hari-hari uku nga mmau dhara no, nga hari-hari lua rui nga kedii no. Jhe mina harre lema do jhamma ta hajha ta ddhei nga ddau nga ddau ihi-anga mii ddhei nga ngi'u no le miha. Napoanne do rihi ie ngati jhula bhara tunu-menahu nga bhara jhula do wala-wala he ri pa Deo."

Kupang: Kotong musti sayang sang Dia lebe dari samua, sampe kotong salalu rindu sang Dia, mangarti sang Dia, deng karjá karás ko iko Dia pung mau. Deng kotong ju musti sayang orang laen, sama ke kotong sayang kotong pung diri badan. Itu, Tuhan lebe sanáng, daripada kotong cuma iko atoran agama sa. Itu lebe bae daripada kalo kotong cuma bakar binatang korban, ko, kasi barang laen sang Dia.”

Abun: Sane men yetu ré, men bi sukjimnut sye kas subot Yefun Allah, men bi men nggwa wa men ben An bi suk-i sisu men mit dik, men onyar dik, men bi sukjimnut dik et. Sane dom men bi sukjimnut sye kas subot ye yi tepsu men bi sukjimnut sye kas subot men dakai anato ndo wai kadit men gre suge tepsu suksom ete men gwat suksom bok yo o ma wa men som Yefun Allah su ne."

Meyah: Noba Bua tein banggot rot tenten oida mimif mudou okora rot Ofa jera mudou ongkasmos ni, gij mar nomnaga ongga musujohu rot ni, gij mar nomnaga ongga mutunggom ni, noba mudou okora rot rusnok enjgineg erek mudou okora rot misinsa tein ojgomu. Mar koma nomnaga bera ofoufem ekirsa jeska mar nomnaga ongga mimeita nou murougif gu Allah."

Uma: Pai' kana tapoka'ahi'-i hante nono-ta mpu'u, hante hawe'ea pekiri-ta pai' hudu pakulea'-ta. Pai' kana tapoka'ahi' doo-ta hewa woto-ta moto. Toe to meliu kalompe'-na ngkai hawe'ea porewua pai' rewa ntani'-na to tapopepue' hi Alata'ala."

Yawa: Muno Amisye beker pare wamuiny irati Ai rave, wansanuga ntenami rai muno wama ana wandatantona ntenami rai muno wama vambunine rai tenambe; muno wamuiny irati wama arakove mansai mamaisyo taune wamuinyo taune wansai ramaisy. Ananyao umaso nayamo ibe mobe, yo ananyao anakotaro rameseo Amisye aije rakivan.”


NETBible: And to love him with all your heart, with all your mind, and with all your strength and to love your neighbor as yourself is more important than all burnt offerings and sacrifices.”

NASB: AND TO LOVE HIM WITH ALL THE HEART AND WITH ALL THE UNDERSTANDING AND WITH ALL THE STRENGTH, AND TO LOVE ONE’S NEIGHBOR AS HIMSELF, is much more than all burnt offerings and sacrifices."

HCSB: And to love Him with all your heart, with all your understanding, and with all your strength, and to love your neighbor as yourself, is far more important than all the burnt offerings and sacrifices."

LEB: And to love him from your whole heart and from your whole understanding and from your whole strength, and to love your neighbor as yourself, is much more than all whole burnt offerings and sacrifices.

NIV: To love him with all your heart, with all your understanding and with all your strength, and to love your neighbour as yourself is more important than all burnt offerings and sacrifices."

ESV: And to love him with all the heart and with all the understanding and with all the strength, and to love one's neighbor as oneself, is much more than all whole burnt offerings and sacrifices."

NRSV: and ‘to love him with all the heart, and with all the understanding, and with all the strength,’ and ‘to love one’s neighbor as oneself,’ —this is much more important than all whole burnt offerings and sacrifices."

REB: And to love him with all your heart, all your understanding, and all your strength, and to love your neighbour as yourself -- that means far more than any whole-offerings and sacrifices.”

NKJV: "And to love Him with all the heart, with all the understanding, with all the soul, and with all the strength, and to love one’s neighbor as oneself, is more than all the whole burnt offerings and sacrifices."

KJV: And to love him with all the heart, and with all the understanding, and with all the soul, and with all the strength, and to love [his] neighbour as himself, is more than all whole burnt offerings and sacrifices.

AMP: And to love Him out of {and} with all the heart and with all the understanding [with the faculty of quick apprehension and intelligence and keenness of discernment] and with all the strength, and to love one's neighbor as oneself, is much more than all the whole burnt offerings and sacrifices. [I Sam. 15:22; Hos. 6:6; Mic. 6:6-8; Heb. 10:8.]

NLT: And I know it is important to love him with all my heart and all my understanding and all my strength, and to love my neighbors as myself. This is more important than to offer all of the burnt offerings and sacrifices required in the law."

GNB: And you must love God with all your heart and with all your mind and with all your strength; and you must love your neighbor as you love yourself. It is more important to obey these two commandments than to offer on the altar animals and other sacrifices to God.”

ERV: And you must love God with all your heart, all your mind, and all your strength. And you must love others the same as you love yourself. These commands are more important than all the burnt offerings and sacrifices we give to God.”

EVD: And a person must love God with all his heart, all his mind, and all his strength. And a person must love other people the same as he loves himself. These commands are more important than all the animals and sacrifices we offer to God.”

BBE: And to have love for him with all the heart, and with all the mind, and with all the strength, and to have the same love for his neighbour as for himself, is much more than all forms of offerings.

MSG: And loving him with all passion and intelligence and energy, and loving others as well as you love yourself. Why, that's better than all offerings and sacrifices put together!"

Phillips NT: and to love him with the whole of our hearts, the whole of our intelligence and the whole of our strength, and to love our neighbors as ourselves is infinitely more important than all these burntofferings and sacrifices."

DEIBLER: You have also said correctly that we …should/must show that we† love God by all that we are, by all that we think, and by the way that we live. And you have said correctly that we must love …people with whom we come in contact/others† as much as we love ourselves. And you have also correctly said that doing these things pleases God more than offering/giving animals to him or burning other sacrifices.”

GULLAH: Ya done tell de trute wen ya say we mus lob God wid all we haat, all we mind, an all we scrent. An we mus lob oda people roun we same like how we lob wesef. E mo betta fa do wa dem two law yah tell we fa do den fa gii God all we offrin, an de sacrifice dem wa we da mek, an all de animal dem wa we da bun fa God.”

CEV: It is also true that we must love God with all our heart, mind, and strength, and that we must love others as much as we love ourselves. These commandments are more important than all the sacrifices and offerings that we could possibly make."

CEVUK: It is also true that we must love God with all our heart, mind, and strength, and that we must love others as much as we love ourselves. These commandments are more important than all the sacrifices and offerings that we could possibly make.”

GWV: To love him with all your heart, with all your understanding, with all your strength, and to love your neighbor as you love yourself is more important than all the burnt offerings and sacrifices."


NET [draft] ITL: And <2532> to love <25> him <846> with <1537> all <3650> your heart <2588>, with <1537> all <3650> your mind <4907>, and <2532> with <1537> all <3650> your strength <2479> and <2532> to love <25> your neighbor <4139> as <5613> yourself <1438> is <1510> more important than <4054> all <3956> burnt offerings <3646> and <2532> sacrifices <2378>.”


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Markus 12 : 33 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran