Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [BSD]     [PL]  [PB] 
 <<  Wahyu 6 : 12 >> 

BSD: Sesudah itu, saya melihat Anak Domba itu membuka segel yang keenam. Pada waktu segel keenam itu terbuka, terjadilah gempa bumi yang hebat. Matahari menjadi hitam seperti kain hitam yang kasar, dan bulan menjadi merah seperti darah.


AYT: Dan, aku melihat ketika Anak Domba itu membuka segel yang keenam, terjadilah gempa bumi yang dahsyat; matahari menjadi hitam seperti kain karung yang terbuat dari rambut dan seluruh bulan menjadi seperti darah.

TB: Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.

TL: Maka aku tampak tatkala Anak domba itu membuka meterai yang keenam itu, bahwa jadilah gempa bumi besar, dan matahari pun menjadi hitam seperti suatu kain kabungan daripada rambut, dan bulan semata-mata menjadi seperti darah,

MILT: Dan aku melihat, ketika Dia membuka meterai yang keenam, dan lihatlah: gempa besar terjadi, dan matahari menjadi hitam seperti karung yang terbuat dari rambut dan bulan menjadi seperti darah.

Shellabear 2010: Lalu aku melihat Anak Domba itu membuka segel yang keenam. Terjadilah gempa bumi yang sangat dahsyat. Matahari menjadi hitam seperti kain kabung dan bulan menjadi merah seperti darah.

KS (Revisi Shellabear 2011): Lalu aku melihat Anak Domba itu membuka segel yang keenam. Terjadilah gempa bumi yang sangat dahsyat. Matahari menjadi hitam seperti kain kabung dan bulan menjadi merah seperti darah.

Shellabear 2000: Lalu aku melihat Anak Domba itu membuka segel yang keenam. Maka terjadilah gempa bumi yang sangat dahsyat. Matahari menjadi hitam seperti kain kabung dan bulan menjadi merah seperti darah.

KSZI: Kemudian aku melihat Anak Domba itu memecahkan materai keenam. Seketika itu terjadilah gempa bunyi yang dahsyat. Matahari menjadi seperti kain hitam dan bulan merah seperti darah.

KSKK: Dan berlanjutlah penampakan itu. Ketika Anak Domba membuka meterai yang keenam, terjadilah suatu gempa bumi. Matahari menjadi hitam seperti karung rambut, dan bulan seluruhnya menjadi merah seperti darah,

WBTC Draft: Kemudian aku memperhatikan Anak Domba itu membuka meterai yang keenam. Terjadilah gempa bumi yang kuat. Matahari menjadi hitam seperti pakaian hitam. Bulan purnama menjadi merah seperti darah.

VMD: Kemudian aku memperhatikan Anak Domba itu membuka meterai yang keenam. Terjadilah gempa bumi yang kuat. Matahari menjadi hitam seperti pakaian hitam. Bulan purnama menjadi merah seperti darah.

AMD: Kemudian, aku melihat Anak Domba itu membuka segel yang keenam. Terjadilah gempa bumi yang dahsyat. Matahari menjadi hitam seperti kain karung berwarna hitam dan bulan menjadi merah seperti darah.

TSI: Ketika Anak Domba itu melepaskan meterai yang keenam, terjadilah gempa bumi yang hebat. Dan matahari menjadi hitam seperti pakaian berkabung, dan bulan purnama menjadi merah seperti darah.

TSI3: Ketika Anak Domba itu melepaskan meterai keenam, terjadilah gempa bumi yang hebat! Matahari menjadi hitam seperti pakaian berkabung, dan bulan purnama menjadi merah seperti darah.

BIS: Lalu saya melihat Anak Domba itu memecahkan segel yang keenam. Terjadilah gempa bumi yang dahsyat. Matahari menjadi hitam seperti kain hitam yang kasar, dan bulan menjadi merah seperti darah.

TMV: Kemudian aku melihat Anak Domba itu memecahkan meterai keenam. Lalu berlakulah gempa bumi yang dahsyat. Matahari menjadi hitam seperti kain hitam yang kasar, dan bulan menjadi merah seperti darah.

FAYH: Saya melihat Dia memecahkan meterai keenam. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat, matahari menjadi gelap seperti kain hitam dan bulan menjadi merah bagaikan darah.

ENDE: Dan akupun tetap memandang, tatkala Ia membuka meterai keenam: maka timbullah gempa bumi jang dahsjat. Dan matahari mendjadi hitam bagaikan karung dari rambut dan bulan mendjadi merah seperti darah.

Shellabear 1912: Maka kulihat pula apabila meterai yang keenam itu dibukanya, maka gempalah bumi terlalu sangat, dan matahari pun menjadi hitam seperti kain muri, dan sepenuh bulan pun menjadi seperti darah,

Klinkert 1879: Maka koelihat, satelah di-oeraikannja meterai jang kaenam, sasoenggoehnja adalah gempa-boemi jang besar dan matahari pon djadilah hitam saperti karoeng boeloe dan boelan pon bagaikan darah adanja;

Klinkert 1863: Maka akoe lihat kapan soedah Dia boeka tjap jang ka-anam, heiran, ada boemi bergempa besar; {Kis 2:20} maka matahari djadi hitem saperti karong boeloe hitem, dan boelan djadi saperti darah.

Melayu Baba: Dan sahya tengok bila dia bukakan sil yang nombor anam, ada satu gmpa bumi yang bsar: dan matahari mnjadi hitam, sperti kain muri, dan s-gnap bulan mnjadi sperti darah;

Ambon Draft: Makamelihatlah aku, jang Ija membukakanlah tjap-ma-tri jang ka; anam, maka ta-kadjoh: djadilah satu tanah-gojang jang karas, dan mata-hari sudah djadi gelap seperti satu karong deri bulu hitam, dan bulan djadilah seperti darah.

Keasberry 1853: Maka kulihat apabila tulah diuriekannya mutrie yang kaanam itu, heiran, maka adalah bumi pun burgumpalah kras; maka mata hari pun jadilah hitam sapurti karong burbulu hitam, dan bulan pun jadilah sapurti darah;

Keasberry 1866: Maka kulihat apabila tŭlah diuriekannya mutrie yang kaanam itu, hieran, maka adalah bumi pun bŭrgŭmpahlah kras; maka matahari pun jadilah hitam spŭrti karong bŭrbulu hitam, dan bulan pun jadilah spŭrti darah;

Leydekker Draft: SJahdan sudah kulihat, tatkala 'ija sudahlah membuka materij jang ka`anam, maka bahuwa sasonggohnja djadilah sawatu gompah bumi jang besar: dan mataharij djadilah hitam saperij sawatu kambelij deri pada buluw 2, dan bukan djadilah saperij darah.

AVB: Kemudian aku melihat Anak Domba itu memecahkan materai keenam. Seketika itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat. Matahari menjadi seperti kain hitam dan bulan merah seperti darah.

Iban: Lebuh Anak Domba muka chop tambit ti keenam, aku malik lalu aku meda tanah balat amat berenyang, mata hari bebali chelum baka kain guni ti chelum, bulan bebali mirah baka darah,


TB ITL: Maka <2532> aku melihat <1492>, ketika <3753> Anak Domba itu membuka <455> meterai <4973> yang keenam <1623>, sesungguhnya <2532> terjadilah <1096> gempa bumi <4578> yang dahsyat <3173> dan <2532> matahari <2246> menjadi <1096> hitam <3189> bagaikan <5613> karung <4526> rambut <5155> dan <2532> bulan <4582> menjadi <1096> merah seluruhnya <3650> bagaikan <5613> darah <129>.


Jawa: Bareng Sang Cempe nglethek segel kang kanem, aku tumuli weruh: lah ana lindhu kang nggegirisi lan srengenge dadi ireng kaya kanthong wulu lan rembulan dadi abang mbranang kaya getih.

Jawa 2006: Aku nuli weruh, Cempé mau mbikak sègel kang kanem, sanalika ana lindhu kang nggegirisi lan srengéngé dadi peteng kaya kanthong wulu ireng sarta rembulan dadi abang mbranang kaya getih.

Jawa 1994: Bareng Sang Cempé nglèthèk sègel sing kanem, aku nuli krasa ana lindhu nggegirisi. Srengéngéné dadi ireng kaya karung areng, lan rembulan dadi abang kaya getih.

Jawa-Suriname: Kadung Tyempéné nglèntèk ségel sing nomer nenem, aku terus krasa ènèng lindu sing nggegirisi. Srengéngé malih ireng kaya areng lan mbulané malih abang kaya getih.

Sunda: Anak Domba muka segel anu kagenep. Tuluy aya lini kacida rongkahna, reup panonpoe pareum, ngabelegbeg kawas cita hideung kasar, bulan robah jadi beureum kawas getih,

Sunda Formal: Anak Domba muka segel nu kagenep. Der, aya lini gede kabina-bina sarta panonpoe jadi hideung ngabelegbeg; bulan jadi beureum lir getih;

Madura: Kaula laju nengale Cacempe gella’ mokka’ segel se nomer ennem. Pas badha lendhu se nako’e. Are daddi celleng akadi kaen celleng se kasar, ban bulan daddi mera akadi dhara.

Bauzi: Labi im lada lam aadume neàdi Domba Adat labe neo ame na àk teudedahana meida lam neo ab vuavai enamleham. Labi lada lam vuavai modeha balim feàna belu bak ab nigo nigodamam. Labi modeha ala digadda ab aibuli sue taubuna gihodati ab uloholeham. Labi laha ala useheda laha ab buheli dam vasea bozti uloholi modesdamam.

Bali: Wus punika kantenang tiang Panak Biri-birine raris mukak meterae sane kaping nem. Tumuli wenten linuh ageng tur suryane katon badeng sakadi bereme sane kasar, tur bulane abang pisan sakadi rah.

Ngaju: Palus aku mite Anak Tabiri te mukei segel je kajahawen. Te petak palus hagerek paham. Matanandau manjadi babilem sama kilau benang babilem je kasar, tuntang bulan manjadi bahandang sama kilau daha.

Sasak: Terus tiang serioq Anak Dombe nike bukaq sẽgel saq keenem. Araq lindur saq belẽq gati. Jelo jari bideng maraq kẽrẽng bideng saq kasar, dait bulan jari bẽaq maraq daraq.

Bugis: Nainappa uwita iyaro Ana’ Bimbala’é reppa’i ségélé’ iya maennengngé. Kajajiyanni mpéwang tanaé iya maseroé. Mancaji malotonni mata essoé pada-pada kaing lotong iya makassara’é, enrengngé kétengngé mancaji macella pada-pada daraé.

Makasar: Nampa Nareppe’ kucini’ anjo Ana’ Gimbalaka segele’ makaannanga. Ta’ge’goso’ sanna’mi linoa. A’jari le’lemmi matanna alloa sangkamma kaeng le’leng kasaraka; kammayatompa a’jari ejami bulanga sangkamma cera’.

Toraja: Kutiro tonna bungka’mi Anak domba tu ca’ ma’pennannanna, dadimi lino’ kapua, sia iatu mata allo malotong butung satti bolong sia iatu bulan susi nasang rara.

Duri: Mangkai joo kukita omi tonna piakki Anak Bembala' to segel mangpennannan, nata'pa nino liwa' tonggo. Na ia to allo memmalotong susi dodo ampe' lotong, namemmalea to bulan susi rara.

Gorontalo: Lapatao wau lo'onto Walao Himba lomuo segeli olomiyo. Debolo ma lowali liluhe da'a wawu matolodulahu ma lowali moyitoma odelo kayini moyitoma kasari. Wawu hulalo ma lowali mela odelo duhu.

Gorontalo 2006: Tulusi watia loo̒onto mola Walao̒ Himba boito lomoo̒ seeheli u olomio. Yi lotoduwolo mola liluhe udaa̒ tutu. Mato lodulahu lowali loitomo debo odelo kaingi moitomo u bangganga, wau hulalo lowali yileela debo odelo duhu.

Balantak: Kasi yaku' nimiile' Anak Domba iya'a nanganui segel men konoomna. Mbaka' nolili'onmo men dodoa tuu' ka' matana ilio no'itommo, somo koi toik mo'itom, ka' wulan nopemea'mo, somo koi rara'.

Bambam: Mane kuita pole oi nabukkai Änä' Domba indo pepanti' kaannanna. Iya dadi siahanni lino' kasalle, mata allo malotä susi poheba bahata, anna bulam malea susi haha.

Kaili Da'a: Pade aku nanggita tempo Ana Bimba etu nombalepa segel kaonona. Sangga nilepanapa najadimo lingu bete pade mata eo najadi narumau ewa buya wuri. Pade wula najadi nawonda pura ewa lei.

Mongondow: Bo aku'oi noko'ontongdon bui ko'i Adií in Domba tatua nomukat kon meterai inggonomnya. Bo nobaliídon in linug inta totok moko'ondok kon dunia na'a. Mata in singgai irumondik naonda bo didit morondik inta nokasar bo buḷan sinimimpuya naonda bo duguí.

Aralle: Mane ungngita bouä' yato Änä' Domba ullohka'i katahpena suha' kaunnunna. Tahpa dahi siang lino' ang käyyäng liu. Mataallo malilling sinnoa kaya' maloteng, anna bulang malea sinnoa haha.

Napu: Roo indo, kuita Ana Dimba iti mobungkahi pene au kaini. Unga pea kelinu mahile, alo mewali maeta nodo buri, hai wula mewali malei nodo wahe.

Sangir: Mase iạ nakasilo Ahusu Domba e něměka segelẹ̌ kaěnnunge. Tangu nělinuhe maihạ-ihạ. Matangěllo nẹ̌těngkaitungke kere hekạ kasahẹ̌, dingangu wul᷊ange nẹ̌těngkahamụ kere raha.

Taa: Wali yako etu, Ana nu Domba mangayali tondong to kaono. Panewa aku mangalo’a pei mangkita re’e lengko tana to maroso kojo. Pasi aku mangkita mata nu eo mawali meta kojo. Pasi wuya mawali mawaa ewa raa.

Rote: Boema au ita Bi'ilopo Ana ndia siiba'e segel kane. Dae maggengo matuaina ana da'di. Le'do da'di nggeok sama leo tema nggeo abasela, ma bula ka da'di pilas sama leo daa ka.

Galela: Kagena de Una asa o segel ma butangaka waraca kali, de ngohi takelelo kanaga idadi o osu qapoputuru. De o wange asa qataroka, imatero maro o bakili ma sasao, de o ngoosa itokola lo qasawalaka koloko o au.

Yali, Angguruk: Anden yet harukmen domba umalik inowen enehangge falfalikon filila ririsimu o mek humon turukmu mo oho aben fesi lahaplug sum siyahon suknuruk hag toho il siyag atisimu pikalem il mep atisi.

Tabaru: Ge'enaka de towimake 'o Domba ma Ngowaka wapooteke 'o segeli 'o ngai moioli so 'o ngai butangau. De 'i'osu posironga 'o guatino, de 'o wange koisiwaruwa so kaitaru-tarusikau, de 'o mede 'itereboko 'isoka 'o 'aunu.

Karo: Jenari kuidah ipecahken Anak Biri-biri e meterai si peenemken. Asum e jadi linur si mehantu. Matawari jadi mbiring bagi uis kelam-kelam janah bulan megara bagi dareh.

Simalungun: Jadi huidah ma, sanggah na ibuha lak na paonomkon, masa ma lalou bolon, gabe marbirong ma mata ni ari songon guni horu anjaha ganup bulan ai songon daroh.

Toba: Jadi huida, dung diungkap sahap paonomhon: Masa ma lalo bolon, gabe mamirong ma mata ni ari songon harung hori, jadi sandok bulan i songon mudar.

Dairi: Nai kuidah nola mo ikarkari Anak Biri-biri i sègèl sipeenemken. Mèter masa mo rènur gaya-guyu. Gabè mbèrèng mo mataniari i bagè kaèn mbèrèng, janah bulan i pè mbara bagè daroh.

Minangkabau: Sudah tu ambo maliyek Anak Domba tu mamacahi sege nan ka anam. Tajadilah gampo nan manakuikkan. Matoari manjadi itam bakcando malam nan kalam bakapiciak, bulan manjadi sirah bakcando darah.

Nias: Aefa da'õ ba u'ila Ibokai dandro si õnõ andrõ Ono Mbiribiri. Ba alua ndruru danõ sabõlõbõlõ. Tobali aitõ luo si mane nukha saitõ si lõ sõkhi, tobali oyo mbaw̃a si mane do.

Mentawai: Lepá itsókungan ibá-bá segel sikaenem Togat Biri-biri néné. Iageti baranangan leú et teteu simakopé kataí ron. Mapusúnangan leú et matat sulu kéan lé komang simapusú simakelá baga, samba ka sia leú et laggó mabonannangan kelé logau.

Lampung: Raduni nyak ngeliyak Anak Biri-biri udi mecohko segel keenam. Tejadido kukuk sai hibat. Matarani jadi halom injuk kain halom sai kasar, rik bulan jadi suluh injuk rah.

Aceh: Laju ulôn kalon Aneuëk Bubiri nyan jipeubeukah segée nyang keu nam. Dan jiteuka kheueh geumpa bumoe nyang luwabiasa. Mata uroe ka jeuet keu itam lagée ija itam nyang gasa, dan buleuen ka jeuet keumirah lagée darah.

Mamasa: Kuitaii, kaannannamo segel nala'bakki Anak Domba. Parodo siami padang napatu lino' kamai, malillin mata allo susi sampin malotong, anna malea bulan susi rara.

Berik: Ane ai ga Domba Tane jeiserem ga ai damtana, Jei newa afelna enamabaraiserem ga fertesini. Jepga giniri unggwandusa ga aa gwena, ane gwere ga enggam fala kain seiseye karanga galserem, ane muara enggam fala berbersusu aawisi galserem.

Manggarai: Du Anak Jimbal hitu nggé’i roku hitut te enem, noing kéta laku tuan nupung mésé agu ita laku mata leso ciri nendep, cama ného tuil wié mésé agu wulang ciri ndéréng mana daray.

Sabu: Moko ta ngadde ke ri ya ne Ana Ki'i Jhawa do naanne ta pebhare ne hege do keanne ne. Ta jadhi ke dhai-ie do dhai meliri dhara. Mada lodho ta jadhi ta maddi ke mii bhalla maddi do hekoto he, jhe mada warru jadhi ta mea mii raa he ke.

Kupang: Ais, itu Domba Ana buka segel nomer anam. Takuju sa, beta dapa lia tana goyang yang bésar. Ju matahari jadi galáp sama ke kaen itam, deng bulan jadi mera sama ke dara.

Abun: Ji sokme Domba Gan kak lilin gum domumat ne wé sa, sui juwai bur ré ram ndo nde. Kam su mo gu ne te or re, kam su te tepsu san te re. Aina ne er, tepsu yetu dé re.

Meyah: Beda didif dik domba efer insa koma ohoda mar ongga eyet joug kertas efeyi cinja erfens deika. Beda ainsa koma tein mebif icusur eteb, noba mowa eja erek ahtaboku erek meifeti ongga ahtaboku doska. Noba mesta tein eja erek ekenkeni ongga erek ogugufu.

Uma: Oti toe, kuhilo Ana' Bima toei mpobongka saa' ka'ono-na. Muu–mule' linua bohe, eo jadi' mo'eta hewa mpuga, pai' wula jadi' molei hobo' hewa raa'.

Yawa: Umba syo Domba Tuvane aen po nyovara wao ama wararandemo mo ranavito kawije intabo rapaya akato. Naije mungki akoe inta ravari, umba uma ami ngkaumudi kobe muno embae rami nijam maisyare mavu.


NETBible: Then I looked when the Lamb opened the sixth seal, and a huge earthquake took place; the sun became as black as sackcloth made of hair, and the full moon became blood red;

NASB: I looked when He broke the sixth seal, and there was a great earthquake; and the sun became black as sackcloth made of hair, and the whole moon became like blood;

HCSB: Then I saw Him open the sixth seal. A violent earthquake occurred; the sun turned black like sackcloth made of goat hair; the entire moon became like blood;

LEB: And I watched when he opened the sixth seal, and a great earthquake took place, and the sun became black like sackcloth made of hair, and the whole moon became like blood,

NIV: I watched as he opened the sixth seal. There was a great earthquake. The sun turned black like sackcloth made of goat hair, the whole moon turned blood red,

ESV: When he opened the sixth seal, I looked, and behold, there was a great earthquake, and the sun became black as sackcloth, the full moon became like blood,

NRSV: When he opened the sixth seal, I looked, and there came a great earthquake; the sun became black as sackcloth, the full moon became like blood,

REB: I watched as the Lamb broke the sixth seal. There was a violent earthquake; the sun turned black as a funeral pall and the moon all red as blood;

NKJV: I looked when He opened the sixth seal, and behold, there was a great earthquake; and the sun became black as sackcloth of hair, and the moon became like blood.

KJV: And I beheld when he had opened the sixth seal, and, lo, there was a great earthquake; and the sun became black as sackcloth of hair, and the moon became as blood;

AMP: When He [the Lamb] broke open the sixth seal, I looked, and there was a great earthquake; and the sun grew black as sackcloth of hair, [the full disc of] the moon became like blood.

NLT: I watched as the Lamb broke the sixth seal, and there was a great earthquake. The sun became as dark as black cloth, and the moon became as red as blood.

GNB: And I saw the Lamb break open the sixth seal. There was a violent earthquake, and the sun became black like coarse black cloth, and the moon turned completely red like blood.

ERV: Then I watched while the Lamb opened the sixth seal. There was a great earthquake, and the sun became as black as sackcloth. The full moon became red like blood.

EVD: Then I watched while the Lamb opened the sixth seal. There was a great earthquake. The sun became dark like {black} cloth made from hair. The full moon became red like blood.

BBE: And I saw when the sixth stamp was undone, and there was a great earth-shock; and the sun became black as haircloth, and all the moon became as blood;

MSG: I watched while he ripped off the sixth seal: a bone-jarring earthquake, sun turned black as ink, moon all bloody,

Phillips NT: Then I watched while he broke the sixth seal. There was a tremendous earthquake, the sun turned dark like coarse black cloth, and the full moon was red as blood.

DEIBLER: I saw that when the one who is like a lamb opened the sixth seal, the earth shook violently. The sun became as black as cloth made …of black wool/of pitch†. The whole moon became red [SIM] like blood.

GULLAH: A see da Lamb open de seal wa mek six. Den de groun tremble real bad. De sun git black black like sackcloss. An de moon git all red like blood.

CEV: When I saw the Lamb open the sixth seal, I looked and saw a great earthquake. The sun turned as dark as sackcloth, and the moon became as red as blood.

CEVUK: When I saw the Lamb open the sixth seal, I looked and saw a great earthquake. The sun turned as dark as sackcloth, and the moon became as red as blood.

GWV: I watched as the lamb opened the sixth seal. A powerful earthquake struck. The sun turned as black as sackcloth made of hair. The full moon turned as red as blood.


NET [draft] ITL: Then <2532> I looked <1492> when <3753> the Lamb opened <455> the sixth <1623> seal <4973>, and <2532> a huge <3173> earthquake <4578> took place <1096>; the sun <2246> became <1096> as black <3189> as <5613> sackcloth <4526> made of hair <5155>, and <2532> the full <3650> moon <4582> became <1096> blood red <129>;



 <<  Wahyu 6 : 12 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
Copyright
© 2010-2021
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Single Panel

Laporan Masalah/Saran