Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [JAWASUR]     [PL]  [PB] 
 <<  Matius 10 : 25 >> 

Jawa-Suriname: Kanggo murid mesti ya wis tyukup nèk bisa kaya guruné, semono uga slaf, ya wis tyukup nèk bisa kaya sing nduwé. Lah nèk sing nduwé omah waé diarani Bèlsebul, lah brayaté sak omah menèh ora diarani kepriyé!”


AYT: Cukuplah jika murid menjadi seperti gurunya, dan hamba menjadi seperti tuannya. Jika mereka menyebut tuan rumah itu Beelzebul, betapa lebih buruk lagi kepada anggota keluarganya.”

TB: Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.

TL: Maka cukuplah bagi murid itu jikalau halnya sama dengan gurunya, dan demikian bagi hamba itu sama dengan tuannya. Jikalau tuan rumah itu dikata orang ia Baalzebul, apatah lagi akan segala orang isi rumahnya.

MILT: Cukuplah bagi seorang murid bahwa dia menjadi seperti gurunya, dan seorang hamba seperti tuannya. Jika mereka memanggil majikan itu Beelzebul, betapa lebih lagi seisi rumahnya!"

Shellabear 2010: Cukuplah bagi seorang murid apabila ia menjadi sama dengan gurunya, dan bagi seorang hamba apabila ia menjadi sama dengan tuannya. Jadi, jika kepala keluarga mendapat julukan Baalzebul, apalagi anggota-anggota keluarganya!

KS (Revisi Shellabear 2011): Cukuplah bagi seorang murid apabila ia menjadi sama dengan gurunya, dan bagi seorang hamba apabila ia menjadi sama dengan tuannya. Jadi, jika kepala keluarga mendapat julukan Baalzebul, apalagi anggota-anggota keluarganya!

Shellabear 2000: Cukuplah bagi seorang murid apabila ia menjadi sama dengan gurunya, dan bagi seorang hamba apabila ia menjadi sama dengan tuannya. Jadi, jika kepala keluarga mendapat julukan Baalzebul, apalagi anggota-anggota keluarganya!

KSZI: Murid haruslah berpuas hati menjadi seperti gurunya; hamba haruslah berpuas hati menjadi seperti tuannya. Jika ketua keluarga dipanggil Beelzebul, betapa lagi ahli-ahli keluarganya!

KSKK: Seorang murid harus bergembira jika ia sama dengan gurunya, dan demikian seorang hamba dengan tuannya. Jika kepala keluarga dinamakan Beelzebul, betapa lebih lagi anggota-anggota keluarga itu! Maka janganlah takut terhadap mereka.

WBTC Draft: Sudah cukup jika seorang murid menjadi sama seperti gurunya, dan seorang hamba seperti majikannya. Jika kepala keluarga disebut setan, anggota-anggota keluarga lainnya pasti disebut lebih buruk daripada itu.

VMD: Sudah cukup jika seorang murid menjadi sama seperti gurunya, dan seorang hamba seperti majikannya. Jika kepala keluarga disebut setan, anggota-anggota keluarga lainnya pasti disebut lebih buruk daripada itu.”

AMD: Cukuplah jika seorang murid bisa menjadi sama seperti gurunya, dan seorang hamba bisa menjadi sama seperti majikannya. Jika kepala keluarga disebut Beelzebul, maka anggota-anggota keluarga lainnya pasti akan disebut lebih buruk lagi.”

TSI: (10:24)

BIS: Sudah cukup kalau seorang murid menjadi seperti gurunya, dan seorang pelayan seperti tuannya. Kalau kepala keluarga sudah diberi nama Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Mereka akan diberi nama yang lebih buruk lagi!"

TMV: Seorang murid haruslah puas hati menjadi seperti gurunya, dan seorang hamba haruslah puas hati menjadi seperti tuannya. Jika ketua keluarga diberikan nama Beelzebul, tentu anggota keluarganya akan diberikan nama yang lebih buruk lagi!"

BSD: Sudah cukup kalau seorang murid menjadi pandai seperti gurunya dan seorang pelayan menjadi penting seperti tuannya. Kalau kepala keluarga sudah disebut Beelzebul, yaitu kepala roh-roh jahat, apalagi anggota-anggota keluarganya! Tentu mereka mendapat nama yang lebih buruk!”

FAYH: Murid senasib dengan gurunya. Pelayan senasib dengan majikannya. Dan oleh karena Aku, sebagai kepala keluarga, pernah dipanggil 'Iblis', apalagi kalian!

ENDE: Tjukuplah bagi seorang murid kalau nasibnja sama seperti nasib gurunja, dan bagi hamba kalau halnja sama seperti hal tuannja. Djikalau tuan rumah disebut beelsebub, apalagi segala isi rumahnja.

Shellabear 1912: Maka cukuplah bagi murid itu jikalau ia menjadi sama dengan gurunya, dan hamba itu sama dengan tuannya. Maka jikalau tuan rumah itu disebut orang Baalzebul, terlebih pula orang isi rumahnya.

Klinkert 1879: Tjoekoeplah kiranja bagai moerid kalau bersamaan dengan goeroenja, demikian hamba pon dengan toewannja. Djikalau akan toewan jang empoenja roemah dipanggilnja Baalzeboeb, istimewa poela akan orang isi roemahnja.

Klinkert 1863: Mesti tjoekoep sama moerid kaloe djadi sama seperti goeroenja, serta hamba kaloe sama seperti toewannja. {Mat 9:34; 12:24; Mar 3:22; Luk 11:15; Yoh 8:48} Kaloe toewan jang ampoenja roemah dipanggil Bealzeboel, apa-lagi orang isi roemahnja?

Melayu Baba: Chukop-lah kalau anak-murid jadi sperti dia punya guru, dan hamba pun sperti dia punya tuan. Jikalau orang triak tuan-rumah itu Ba'al-zabul, apa lagi orang isi rumah-nya pula!

Ambon Draft: Sampe djuga pada mu-rid, djikalaw ija djadi saru-pa gurunja, dan hamba sa-rupa tuwannja. Sudahkah ma-rika itu panggil tuwan rumah Be; elsebul, barapa lebeh sa; isi rumahnja!

Keasberry 1853: Maka chukuplah kiranya bagie murid itu, jikalau bursamaan dungan gurunya, dan dumkian pula hamba itu pun dungan tuannya. Jikalau orang mungatakan tuan yang ampunya rumah itu Bilzebab, istimewa pula orang isi rumahnya itu?

Keasberry 1866: Maka chukoplah kiranya bagie murid itu, jikalau bŭrsamaan dŭngan gurunya, dan dŭmkian pula hamba itu pun dŭngan tuannya; jikalau orang mŭngatakan tuan yang ampunya rumah itu Bilzebab, istemewa pula orang isi rumahnya itu?

Leydekker Draft: Padalah bagi murid, sopaja djadinja satara dengan gurunja, dan hamba pawn satara dengan tuwannja: djikalaw 'awrang sudah menjebut 'akan jang 'ampunja rumah 'itu Baxal Zebul, barapa lagi 'akan segala 'awrang jang sarumahnja.

AVB: Murid haruslah berpuas hati menjadi seperti gurunya; hamba haruslah berpuas hati menjadi seperti tuannya. Jika ketua keluarga dipanggil Beelzebul, betapa lagi ahli-ahli keluarganya!”

Iban: Nya alai, murid patut nemu puas ati enti iya sebaka enggau pengajar iya, lalu ulun sebaka enggau tuan iya. Enti tuai bilik dikumbai Belsebup, sida sebilik tentu deka dikumbai ngena nama ti jai agi ari nya!


TB ITL: Cukuplah <713> bagi seorang murid <3101> jika <2443> ia menjadi <1096> sama seperti <5613> gurunya <1320> <846> dan <2532> bagi seorang hamba <1401> jika ia menjadi sama seperti <5613> tuannya <2962> <846>. Jika <1487> tuan rumah <3617> disebut <1941> Beelzebul <954>, apalagi <4214> <3123> seisi rumahnya <3615> <846>.


Jawa: Tumraping sakabat wus cukup, yen nganti nemu lelakon padha kaya gurune, lan tumrap abdi, yen nemu lelakon padha kaya bandarane. Manawa kang duwe omah disebut Beelzebul, apa maneh brayate saomah.

Jawa 2006: Tumraping sakabat wis cukup, yèn nganti karengkuh padha kaya guruné, lan tumrap abdi, yèn karengkuh padha kaya bendarané. Menawa kang duwé omah disebut Bèèlzebul, apa manèh brayaté saomah.

Jawa 1994: Tumraping murid wis cukup yèn bisa dadi kaya guruné, lan abdi bisa dadi kaya bendarané. Yèn sing duwé omah diarani Béèlzebul, apa menèh brayaté saomah, mesthi diarani luwih ala!"

Sunda: Ku sabab eta lamun aya murid anu bisa sarua jeung guruna kudu geus ngarasa untung, nya kitu keneh lamun aya gandek anu bisa sarua jeung dununganana. Lamun kapala kulawarga meunang sesebutan Beelsebul, komo anggota-anggotana disebutna tangtu leuwih goreng ti sesebutan Beelsebul!"

Sunda Formal: Geus untung, lamun si murid bisa kaaku disajajarkeun jeung guruna atawa bujang disajajarkeun jeung dununganana. Lamun nu boga imah geus disebut Beelsebul, mo aya hesena nyebut Beelsebul ka saeusi imahna.

Madura: La cokop mon mored padha ban guruna, ban bareng padha ban lorana. Mon kapala soma la enyamae Be’elzebul, apa pole saessena bengkona, tanto enyamae se ajuba’an pole!"

Bauzi: (10:24)

Bali: Suba cukup yen imurid kajiang pada teken gurunne muah iparekan kaluihang pada teken gustinne. Yen gustinne orahanga Baalsebul apa buin pakurenannyane!”

Ngaju: Sukup ih ije biti murid olih sama kilau gurue, tuntang ije biti jipen sama kilau tempoe. Amon kapala keluarga jari inggare Beelsebul, mahin hindai oloh je huang hapus humae. Ewen kareh inggare oloh labih papa hindai!"

Sasak: Lamun murit sampun jari maraq gurune, nike sampun cukup, dait sopoq hambe sampun pade maraq majikanne. Lamun kepale keluarge sampun tesebut Beelzebul, lebihan malik selapuq dengan saq araq lẽq balẽne. Ie pade gen tesebut saq lengẽan malik!"

Bugis: Cuku’ni rékko séddié ana’ guru mancajiwi pada-pada gurunna, sibawa séddié pattumani pada-pada puwanna. Rékko riyasengngi Béélzébul kapala kaluwargaé, apalagi silise bolana. Riyasengngi matu mennang iya lebbi majaéppasi!"

Makasar: Sukku’mi sa’genna punna a’jari sangkamma ana’ gurua siagang gurunna; yareka a’jari sangkamma palayanga siagang karaenna. Punna nigallara’mo Pinggawa setang kapala ruma tanggaya, la’biangampa pole kodina lanigallarrangi bone balla’na!"

Toraja: Madaoammo tu to digurui ke pada-padai gurunna, ten dukato tu kaunan anna puangna. Iake nasangai tau Beelzebul tu ampu banua, ontong pissanpa tu to lan banuanna.

Duri: Ganna'mi ke passikola pada gurunna, na kaunan pada puangna. Ia ke nasangana' tau Beelzebul, puanggawana setang, apa pole'pi kamu' to tonturu'na' la'bi-la'bi la gaja' sangammi."

Gorontalo: Ma cukupu muri ngota wonu tiyo mowali odelo guruliyo wawu wato ngota wonu tiyo mowali odelo ti tuwaniliyo. Wonu ta ahu'uwo lo bele ma tilanggula lo tawu tauwa lo lati, debolo ta ngotiluwango beleliyo.”

Gorontalo 2006: Malo tuuu̒de wonu muri ngota mowali debo odelo tigurulio, wau wato ngota debo odelo tituanilio. Wonu tau̒wa lou̒ ngaalaa̒ mailohialio tanggulo Beeljebul, tidiyolo mao̒ ngotuango belelio. Timongolio mawohialio tanggulo ulebe moleetao̒!"

Balantak: Sianmo pangalabikonan kalu sa'angu' mian men guruion niwawaukon koikoimo tia guruna, ka' sa'angu' tutulungi niwawaukon koikoimo tia tanaasna. Kalu i Yaku' men bookoi tanaasna sangkau laigan ningaanimo Beelzebul, upa mune' i kuu men tonsoop mian na laigan iya'a. Kuu uga' sabole ngaanion men ba'idekna!”

Bambam: Handam malannam tia ke sipadaanni tuangguhunna indo mesa passikola, susi siam duka' indo sabua' anna puäna. Dadi Kao duka' to mampahe' anna si nasangaiä' 'Beelzebul,' battu diua tomahajanna setam, iya senga'unna' tiko to dipahe'.

Kaili Da'a: Naganamo ane samba'a anaguru mombarasai ewa to nirasai guruna pade samba'a batua mombarasai ewa to nirasai madikana. Ane Aku niuli ntau Beelzebul, Magau nu Seta, neliu-liupa komi to najadi topantuki Aku. Komi wo'u kana rauli sinja'i ira.

Mongondow: Mobalídon aka tobatú murí motongkai i gurunya andeka simpaḷ bo motongkai i tuangnya. Aka ki togi baḷoi bo tangoion ki Betzebul, yo bambíkabí tombonu im baḷoinya tua."

Aralle: Sundummite' mesa pahsikola ke malai umpensinnoai tuangkuhunna, noa tunne' mesa sabua' umpensinnoai pongkahana. Ponna tau ang mendahi kapala yaling di mesa dasang disangai Pongkahana setang, ya' londonante' ingkänna sanghapunna disangai tunte' noa.

Napu: Apa au mewali i hadua guru, iti wori au ina mewali i topeguruna. Apa au mewali i hadua tuana, iti wori au ina mewali i hawina. Maroa-roakau, lawi Iko ide, Ampumi, hai ikamu, topeguruNgku. Mewali, ane rapana Iko rahanga Beelsebul, datunda ope-ope seta, pelumbunami ikamu au meula Iriko. Ina rakakabosai worikau."

Sangir: Seng kapapiane kereu sěngkatau muritẹ̌ mariadi kere mananěntirone, ringangu sěngkatau ěllange kere mawune. Kereu matimad'u wal᷊e seng nisěbạ si Beelzebul ute, rumakeleng kawe ral᷊ohom bal᷊ene. I sire sarung kaghělirangu areng limembong karal᷊akise!"

Taa: Wali masipato anaguru masanang ane lengkonya sewaju ewa lengko nu gurunya. Pasi masipato to papolaong masanang ane lengkonya sewaju ewa lengko ntau puenya. Wali Aku, to raporapaka ewa pue banua, Aku roomo nato’oka ntau i Beelsebul, Kepala Measa semo. Wali ane ewa see, taa manto’o komi to raporapaka ewa tau to maroo ri raya banuangKu. Maja’a wo’u sanga to danato’oka ntau komi.”

Rote: Metema ni'iana sakola ana esa, ana da'di sama leo mese na, ma ata esa, ana da'di sama leo malanga na soona, dai dai so. Makanaema malanga uma lo a, ala foi basa na'de na lae Baalzebul, soona muda hata no uma isi nala bai. Neukose ala fes na'dek esa, mangalau na ba'u lena seluk ndia bai!"

Galela: Ka qaloha nakoso idadi o muri moi womaaka maro awi guru, de lo nakoso woleleleani moi womaaka maro awi tuangi. So nimajaga igogou, sababu Ngohi gena to ngini nia Jou, de ngini gena to Ngohi Ai nyawa imomote. Nakoso Ngohi isiaso o Beelzebul, o Iblis la kanaga o bi toka qangodu wakokolano, de ma boboloili ngini Ngohi nimomote done asa o ronga inigaka foloi qatorou."

Yali, Angguruk: Ot men owe men ambi roho weregma fano. Amingmingangge men ikni men ambi roho weregma fano. O ngi ahun ino hat setan uruk lit pet tuhup halug o ino welamuhubon arimano oho setan uruk lit per enebuhup.

Tabaru: Yaowakau nako 'o do-domoteke moi yodadiokau 'isoka 'o guru, de 'o ro-riwo 'isoka manga balusu. Nako 'o woa moi ma balusu wisirongakau 'o Beelzebul, de dua ma woa ma dodakoli? Dua 'onasi 'ifoloi 'o ronga 'ito-torou yakisironga!"

Karo: Cukup min iakap murid adi jadi bali ia ras guruna, janah suruh-suruhen jadi bali ras tuanna. Adi tuan rumah igelari Balsebul, apai dengan ka isi jabuna?"

Simalungun: Dear ma sada susian anggo dos ia songon guruni, sonai jabolon dos pakon tuanni. Anggo igoran tuan rumah Beelsebul, samintolah parrumahni ai ma lang?”

Toba: Nunga antong jadi di anak sisean i, molo songon na di guruna di ibana; nang di naposo, molo songon na di indukna di ibana. Molo digoar halak nampuna bagas si Belsebul, lam tu donganna sajabu ma, lam so dohononna sisongon i!

Dairi: Mula dos sisiin dekket guruna, janah mula dos naposo dekket indukna, enggo mo cukup idi bai kalak i. Mula idokken dèba induk ni bages idi Belsebul, makin nola mo taba pengisi bages i, otang igerari nola mo lebbih merroha!"

Minangkabau: Cukuiklah jikok surang murik dapek manjadi samo jo gurunyo, atau jikok surang palayan manjadi samo jo induak samangnyo. Jikok kapalo rumah tanggo lah banamo Beelzebul, apolai kasadonyo urang nan dirumahnyo. Kasadonyo ka di agiah namo nan labiah buruak lai daripado itu!"

Nias: Na samõsa nifahaõ tobali samahaõ ba samõsa enoni tobali sangoni, no tobõnõ khõra da'õ. Na no labe'e tõi zatua baomo Mbelesebu, lõ mendrua manõ nõsi nomonia. Labe'e khõra dõi sabõlõ lõ sõkhi gõi!"

Mentawai: Tápoi ké amakeréan baí beunan tiboi tubut sara toga sikola néné, kabeunan tiboi tubut gurunia, elé beunan tiboi tubut sara pagugulet kabeunan tiboi tubut tuannia, amaerúan te. Ké araoniakéan sara ukkui ka bagat lalep si Belsebul, oto sarapeite kopet kataí nia ka sia sangamberi sikukuddu ka bagat lalepnia. Tá isoppi rakau ka sia oninda, oni bulat sisaliu kopet kataí peilé!"

Lampung: Radu cukup kik sai murid jadi sebagai guruni, rik sai jelma sai ngelayani injuk tuanni. Kik kepala keluarga radu dikeni gelar Beelzebul, apilagi seisi lambanni. Tian haga dikeni gelar sai lebih burak lagi!"

Aceh: Ka seb meunyoe sidroe murit saban lagée gurée jihnyan, dan sidroe peulayan lagée po droe jih. Meunyoe ulée keuluwarga ka geuboh nan Beelzebul, peuteuk lom bansaboh asoe rumoh. Awaknyan teuma teuboh nan nyang leubeh brok nibak nan nyan!"

Mamasa: Kalandomia ke susimi manarangna tuanggurunna passikola, anna pada angga' puangna sabua'. Ianna to titanan ambemo illalan banua nagente' tau ponggawana setang, la dapakaia issinna banua.

Berik: Samfer angtane aa jei ne tikwebaatinirim, jei ga galater guru jelemana galserem, ane angtane awelna angtanefe afa dwakf se gwena. Ai im Sanbaka, afa Ai As jam sene jenbenerem bwata kapkaiserem jem sanbakfe, afa bosna nafsi Belsebul, angtane jeime bosna kabwaksusu ip isene kitulmini."

Manggarai: Remo émé ca murid cirik cama agu gurun, agu ca mendi cirik cama agu Morin. Émé ata ngara mbaru caron lisé Bélzébul (tu’a de jing da’at), apan kolé isét ka’éng ca mbaru.

Sabu: Do dhai waji ke tu heddau ana hekola kinga hela'u ke no nga guru no, mina harre lema heddau ddau jhagga ki nara ke no ta hela'u nga muri no. Kinga kattu dhara ammu ne do pehune ke ne ngara no ta Beelzebul, mina mii ri ko ke ne ana-oha no. Bhara tatu ta do rihi apa ri ko ne ngara ro."

Kupang: Kalo ana bua su balajar sama pintar deng dia pung guru, dia su rasa cukup. Deng kalo ana karjá su balajar sama pintar deng dia pung bos, na, dia ju rasa cukup. Jadi inga, é! Kalo orang su pange tuan ruma bilang, ‘Lu ni, Balsebul, andia setan dong pung bos!’ na, tantu dia pung isi ruma ju dapa nama lebe tar bae lai.”

Abun: Sane ye gato farkor sane sor an gum sye tepsu an bi yeguru yo, wai mó re. Sane dom, pakwerut gato ku gum tepsu an bi yenggras yo, wai mó re. Rus dik yo bi yesu gato gum do Beelzebul ben sukibit, sane yo, bere yé mwa mo an bi rus-i ne sino ku gum ibit wai kadit an o re."

Meyah: Jefeda adaij nou ruforoker rita mar morototuma erek rerin Guru eita mar tein ojgomu. Noba adaij nou rua ongga rumfij rerin ebirfaga rita mar morototuma erek rerin ebirfaga egens eita mar ojgomu. Erek koma tina, erek rusnok rerin ebirfaga egens ongga ofoka Setan, beda rusnok enjgineg rumoga oska ekirsa skoita rua ongga ruroru ofa tein si."

Uma: Biasa-na ana' sikola mpotuku' kehi guru-na, pai' batua mpotuku' kehi maradika-na. Jadi', pelompehi, apa' Aku' Pue'-ni, pai' koi' topetuku'-ku. Ane Aku' rahanga' Beelzebul, magau' hawe'ea seta, peliu-nami koi' to mpotuku'-a. Bate raruge' wo'o-koi mpai'.

Yawa: Arikainyo sekora awa ana udave mo kurune awa ramaisy, weamo mamai to. Muno vatano wanapatambe ware wo awa akarije amaisy, omamo mamai tavon. Ananeneae umaso ama ine no taiso: Sya arikainye weap, Risyamo wapa kurune pi Risy, weti ranivara vatane wo rinave tatugadi, weamo wo wasave tatugadi tavon. Muno Risyamo wapa akarijo yavaruga pi Risy, weti ranivara vatane wo rinaura tantunawi ware Risyamo maisyare Anakakai Akoe ai, wea indati wo wasaura tantunawi tavon, weye weapamo wasisa Sya yavaruga rai.”


NETBible: It is enough for the disciple to become like his teacher, and the slave like his master. If they have called the head of the house ‘Beelzebul,’ how much more will they defame the members of his household!

NASB: "It is enough for the disciple that he become like his teacher, and the slave like his master. If they have called the head of the house Beelzebul, how much more will they malign the members of his household!

HCSB: It is enough for a disciple to become like his teacher and a slave like his master. If they called the head of the house 'Beelzebul,' how much more the members of his household!

LEB: [It is] enough for the disciple that he become like his teacher, and the slave like his master. If they have called the master of the house Beelzebul, how much more the members of his household?

NIV: It is enough for the student to be like his teacher, and the servant like his master. If the head of the house has been called Beelzebub, how much more the members of his household!

ESV: It is enough for the disciple to be like his teacher, and the servant like his master. If they have called the master of the house Beelzebul, how much more will they malign those of his household.

NRSV: it is enough for the disciple to be like the teacher, and the slave like the master. If they have called the master of the house Beelzebul, how much more will they malign those of his household!

REB: The pupil should be content to share his teacher's lot, the servant to share his master's. If the master has been called Beelzebul, how much more his household!

NKJV: "It is enough for a disciple that he be like his teacher, and a servant like his master. If they have called the master of the house Beelzebub, how much more will they call those of his household!

KJV: It is enough for the disciple that he be as his master, and the servant as his lord. If they have called the master of the house Beelzebub, how much more [shall they call] them of his household?

AMP: It is sufficient for the disciple to be like his teacher, and the servant {or} slave like his master. If they have called the Master of the house Beelzebub [master of the dwelling], how much more will they speak evil of those of His household. [II Kings 1:2.]

NLT: The student shares the teacher’s fate. The servant shares the master’s fate. And since I, the master of the household, have been called the prince of demons, how much more will it happen to you, the members of the household!

GNB: So a pupil should be satisfied to become like his teacher, and a slave like his master. If the head of the family is called Beelzebul, the members of the family will be called even worse names!

ERV: Students should be happy to be treated the same as their teacher. And servants should be happy to be treated the same as their master. If those people call me ‘the ruler of demons,’ and I am the head of the family, then it is even more certain that they will insult you, the members of the family!

EVD: A student should be satisfied to become like his teacher. A servant should be satisfied to become like his master. If the head of the family is called Beelzebul (the devil), then the other members of the family will be called worse names!

BBE: It is enough for the disciple that he may be as his master, and the servant as his lord. If they have given the name Beelzebub to the master of the house, how much more to those of his house!

MSG: Be content--pleased, even--when you, my students, my harvest hands, get the same treatment I get. If they call me, the Master, 'Dungface,' what can the workers expect?

Phillips NT: for what is good enough for the teacher is good enough for the disciple, and the servant will not fare better than his master. Men call the master of the household the 'Prince of Evil',what sort of names will they give to his servants?

DEIBLER: You do not expect that people will treat a disciple better than they treat his teacher, or thatthey will treat a servant better than they treat his master. Similarly, because I am your teacher and master, you can expect that people will mistreat you, because they have mistreated me. The most you can expect is that people will treat you like they treat me. I am like the ruler of a household [MET]. But people have insulted me by calling me Beelzebub, the ruler of the demons. So they will certainly insult you more, you who are only like members of my household [MET]!

GULLAH: E good nuff fa de one wa laan fa be same like de one wa laan um, an fa de saabant fa be same like e massa. Ef people beena call de head man ob de house, say e Beelzebub, fa sho dey gwine say ting eben mo wossa bout dat man fambly.

CEV: It is enough for disciples to be like their teacher and for slaves to be like their master. If people call the head of the family Satan, what will they say about the rest of the family?

CEVUK: It is enough for disciples to be like their teacher and for slaves to be like their master. If people call the head of the family Satan, what will they say about the rest of the family?

GWV: It is enough for a student to become like his teacher and a slave like his owner. If they have called the owner of the house Beelzebul, they will certainly call the family members the same name.


NET [draft] ITL: It is enough <713> for the disciple <3101> to <2443> become <1096> like <5613> his <846> teacher <1320>, and <2532> the slave <1401> like <5613> his <846> master <2962>. If <1487> they have called <1941> the head of the house <3617> ‘Beelzebul <954>,’ how much <4214> more <3123> will they defame the members of his <846> household <3615>!



 <<  Matius 10 : 25 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Single Panel

Laporan Masalah/Saran