Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [TB]     [PL]  [PB] 
 <<  Roma 7 : 3 >> 

TB: Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain.


AYT: Demikian juga, perempuan itu akan disebut pezina jika ia hidup lagi dengan laki-laki lain selagi suaminya masih hidup. Namun, jika suaminya mati, ia bebas dari hukum dan ia tidak dianggap berzina jika ia menikah dengan laki-laki lain.

TL: Sebab itu, jikalau perempuan itu berlakikan orang lain tatkala suaminya lagi hidup, maka ia dikata orang perempuan berzinah; tetapi jikalau suaminya itu mati, terlepaslah perempuan itu daripada hukum itu, sehingga bukanlah ia perempuan berzinah, walaupun berlakikan orang lain.

MILT: Jadi kemudian, ketika suaminya masih hidup, ia akan disebut seorang pezina jika dia menjadi milik pria lain; tetapi jika suaminya meninggal, bebaslah dia dari hukum itu sehingga dia bukanlah seorang pezina karena menjadi milik pria lain.

Shellabear 2010: Itulah sebabnya jika perempuan itu menikah dengan laki-laki lain sementara suaminya masih hidup, maka ia dianggap berzina. Tetapi jika suaminya sudah meninggal, maka bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya, sehingga ia dianggap tidak berzina kalau ia menikah lagi dengan laki-laki lain.

KS (Revisi Shellabear 2011): Itulah sebabnya jika perempuan itu menikah dengan laki-laki lain sementara suaminya masih hidup, maka ia dianggap berzina. Tetapi jika suaminya sudah meninggal, maka bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya, sehingga ia dianggap tidak berzina kalau ia menikah lagi dengan laki-laki lain.

Shellabear 2000: Itulah sebabnya jika perempuan itu menikah dengan laki-laki lain sementara suaminya masih hidup, maka ia dianggap berzina. Tetapi jika suaminya sudah meninggal, maka bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya, sehingga ia dianggap tidak berzina kalau ia menikah lagi dengan laki-laki lain.

KSZI: Oleh itu, jika dia berkahwin dengan lelaki lain ketika suaminya masih hidup, perempuan itu dipanggil penzina. Tetapi jika suaminya mati, perempuan itu bebas daripada hukum tersebut dan bukanlah penzina sekiranya dia berkahwin dengan lelaki lain.

KSKK: Apabila ia memberikan diri kepada seorang laki-laki lain selama suaminya masih hidup, maka ia menjadi seorang pezina; tetapi sesudah kematian suaminya ia bebas dan jika ia memberikan diri kepada seorang laki-laki lain, dia bukan seorang pezinah.

WBTC Draft: Tetapi jika perempuan itu menikah dengan laki-laki lain sementara suaminya masih hidup, hukum mengatakan bahwa ia berzina. Tetapi jika suaminya meninggal, ia bebas dari hukum pernikahan. Jadi, jika perempuan itu menikah dengan laki-laki lain setelah suaminya meninggal, ia tidak berzina.

VMD: Jika perempuan itu menikah dengan laki-laki lain sementara suaminya masih hidup, hukum mengatakan bahwa ia berzina. J suaminya meninggal, ia bebas dari hukum pernikahan. Jadi, jika perempuan itu menikah dengan laki-laki lain setelah suaminya meninggal, ia tidak berzina.

AMD: Kalau seorang perempuan berhubungan dengan laki-laki lain, padahal suaminya masih hidup, maka perempuan itu adalah seorang yang berzina. Tetapi, kalau suaminya sudah mati, perempuan itu bebas dari hukum dan tidak dianggap berzina kalau ia menikah dengan laki-laki lain.

TSI: Kalau perempuan itu kawin atau berhubungan seks dengan laki-laki lain sementara suaminya masih hidup, peraturan itu mengatakan bahwa dia berzina. Kalau suaminya mati, dia menjadi bebas dari peraturan pernikahan itu. Jadi, kalau perempuan itu menikah dengan laki-laki lain sesudah suaminya meninggal, dia tidak berzina.

BIS: Kalau wanita itu hidup dengan laki-laki yang lain pada waktu suaminya masih hidup, maka wanita itu dikatakan berzinah. Tetapi kalau suaminya meninggal, maka secara hukum, wanita itu sudah bebas. Dan kalau ia kawin lagi dengan seorang laki-laki yang lain, maka ia tidak berzinah.

TMV: Jika wanita itu hidup dengan lelaki lain semasa suaminya masih hidup, wanita itu dikatakan berzina. Tetapi jika suaminya meninggal, dari segi hukum, wanita itu sudah bebas. Jika dia berkahwin dengan lelaki lain, dia tidak berzina.

BSD: Jadi, kalau istri itu tinggal dengan laki-laki lain pada waktu suaminya masih hidup, maka menurut hukum ia adalah wanita yang berbuat zina. Tetapi jika suaminya meninggal, menurut hukum, istri itu bebas. Jadi, kalau ia kawin lagi dengan laki-laki lain, menurut hukum ia tidak berzina.

FAYH: Kemudian ia boleh menikah dengan orang lain, kalau ia mau. Hal itu salah, apabila suami itu masih hidup, tetapi kalau ia sudah meninggal, sama sekali tidak menjadi soal.

ENDE: Djadi, kalau selama suaminja masih hidup, ia berhubungan dengan seorang laki-laki lain, ia disebut pezinah. Tetapi kalau suaminja sudah meninggal bebaslah ia dari ikatan hukum dan tidak berzinah, kalau ia menjerahkan diri kepada seorang laki-laki lain.

Shellabear 1912: Sebab itu jikalau ia berlakikan orang lain, maka perempuan itu disebut orang berzinah kalau lakinya lagi hidup: tetapi jikalau lakinya sudah mati, bebaslah ia dari pada hukum itu, sehingga tiada ia berzinah kalau berlakikan orang lain sekalipun.

Klinkert 1879: Sebab itoe, kalau ija mendjadi bini orang lain selagi hidoep soeaminja, dipanggil orang akandia sa'orang bermoekah, tetapi kalau soeaminja soedah mati, terlepaslah ija daripada hoekoem itoe, sahingga tidak ija bermoekah, kalau ija mendjadi bini orang lain.

Klinkert 1863: {Mat 5:32} Dari itoe, kaloe dia kawin sama orang lain salagi hidoep lakinja, dipanggil orang sama dia sa-orang perampoean berdjina adanja: tetapi kaloe lakinja soedah mati, lantas itoe perampoean lepas dari hoekoem itoe, boekan dia berdjina, kaloe dia kawin sama sa-orang lain.

Melayu Baba: Jadi itu, jikalau waktu laki-nya ada hidop dia berhubong sama lain orang, itu prempuan nanti di-sbotkan prempuan berzina: ttapi jikalau laki-nya mati, prempuan itu sudah bebas deri-pada itu hukum, jadi dia bukan satu prempuan berzina, sunggoh pun dia berhubong sama lain orang.

Ambon Draft: Sebab itu, salama lakinja ada hidop, ija akan denama; i parampuwan bermukal djika-law ija tinggal dengan barang laki-laki jang lajin; tetapi manakala lakinja mati, ija sudah terlepas deri pada taw-rat, dan ija bukan ada param-puwan bermukah, djikalaw ija nikah satu laki-laki jang lagin.

Keasberry 1853: Dan dumkian juga, jikalau prumpuan itu kawin kapada orang lain slagi hidop swaminya, maka iya itu disubut orang akan dia sa'orang prumpuan burzina adanya: tutapi jikalau swaminya itu sudah mati, maka prumpuan itu tururielah deripada hukum itu; maka bukannya iya burzina, jikalau iya kawin kapada orang lain skalipun.

Keasberry 1866: Dan dŭmkian juga jikalau pŭrampuan itu kahwen kapada orang lain slagi hidop swaminya, maka iya itu disŭbut orang akan dia sa’orang pŭrampuan bŭrzinah adanya; tŭtapi jikalau swaminya itu sudah mati, maka pŭrampuan itu tŭrurielah deripada hukum itu; maka bukannya iya bŭrzinah jikalau iya kahwen kapada orang lain skalipun.

Leydekker Draft: Sebab 'itu kalakh salama hidop lakinja 'ija 'akan dinama`ij parampuwan mukah, djikalaw 'ija djadi milik sa`awrang laki 2 lajin: tetapi djikalaw lakinja sudah mati, maka 'ija 'ada maredhejka deri bawah sjarixet 'itu, sahingga 'ija bukan 'ada parampuwan mukah, manakala 'ija djadi milik sa`awrang laki 2 lajin.

AVB: Oleh itu, jika dia berkahwin dengan lelaki lain ketika suaminya masih hidup, perempuan itu dipanggil penzina. Tetapi jika suaminya mati, perempuan itu bebas daripada hukum tersebut dan bukanlah penzina sekiranya dia berkahwin dengan lelaki lain.

Iban: Lalu iya deka dikumbai butang enti iya diau enggau lelaki bukai lebuh laki iya empu agi idup. Tang enti laki iya mati, iya dilepaska ari tanchang adat nya, lalu enti iya belaki baru, iya enda butang.


TB ITL: Jadi <3767> selama suaminya <435> hidup <2198> ia dianggap <5537> berzinah <3428>, kalau <1437> ia menjadi <1096> isteri laki-laki <435> lain <2087>; tetapi <1161> jika <1437> suaminya <435> telah mati <599>, ia bebas <1658> dari <575> hukum <3551>, sehingga ia <846> bukanlah <3361> berzinah <3428>, kalau ia menjadi <1096> isteri laki-laki <435> lain <2087>. [<686> <1510> <1510>]


Jawa: Dadi yen gelem diepek bojo wong lanang liyane sajrone kang lanang isih urip, wong wadon mau diarani laku bedhang. Nanging manawa kang lanang wus mati, wong wadon mau wus uwal saka angger-angger, satemah manawa diepek bojo wong lanang liya, ora diarani laku bedhang.

Jawa 2006: Dadi sajroné somahé isih urip, wong wadon dianggep laku bédhang yèn dadi bojoné wong lanang liyané. Nanging menawa bojoné iku wis mati, wong wadon mau wis uwal saka angger-angger, lan ora laku bédhang, menawa dadi somahé wong lanang liya.

Jawa 1994: Yèn wong wadon mau nalika sing lanang isih urip, urip bebarengan karo wong lanang liya, wong wadon mau diarani laku bédhang. Nanging yèn sing lanang wis mati, manut undhang-undhang wong wadon kuwi bébas, lan saupama kawin menèh karo wong lanang liya, ora kena diarani laku bédhang.

Jawa-Suriname: Semunggoné wong wédok mau mlaku karo wong lanang liyané dongé bojoné ijik urip, ya bener nèk dèkné disalahké wong nèk laku bédang. Lah nanging nèk sing lanang wis mati, wong wédok mau wis ora kebanda menèh karo sing lanang lan dèkné bisa kawin karo wong lanang liyané, kuwi ora laku bédang.

Sunda: Sapanjang salakina hirup keneh, lamun eta awewe milu ka lalaki sejen, disebutna awewe serong. Kajaba lamun salakina geus maot, meunang kawin deui sarta sah, lain jinah.

Sunda Formal: Satungtung salakina hirup keneh, upama awewena kawin kanu sejen, ngaranna jinah. Lamun kawinna deui sanggeus salakina maot mah, lain jinah; sabab manehna, geus teu kakurung deui ku hukum.

Madura: Manabi babine’ ganeka odhi’ apolong sareng lalake’ laen e bakto lakena gi’ odhi’, babine’ ganeka ekoca’ azina. Tape mon lakena ampon mate, menorot hokom babine’ ganeka ampon bebas. Manabi pas alake lalake’ laen, ganeka banne azina.

Bauzi: Labihàmu iho nehi ozom bak. Ame nam labe am dat bak niba esdam lahasuhu di aho vedi dat amomoi vameam làhà, “Nam dat ehena dat amomoi ve faina modeho,” lahame vàlu gagom bak. Lahana ame nam labe am dat elomeam làhà dat amomoi vamta neà bak. Amu damat ihimo gagu fi hasi vàmadi esuhu im lam ehena am dat eloho labe ba, “Nam dat ehena dat amomoi ve faina modeho,” lahame ba vàlu gagom biem bak.

Bali: Yening ipun makurenan ring anak muani lianan, sakantun somahipune urip, ipun kawastanin mamitra; nanging yening somahipune sampun padem, yen manut undang-undang, ipun sampun dados anak eluh sane kuasa awak, kenginan ipun tan malih kabaos mamitra, yen ipun makurenan ring anak muani sane lianan.

Ngaju: Amon oloh bawi te belom dengan oloh hatue beken katika banae magon belom, maka oloh bawi te inyewut habandong. Tapi amon banae matei, maka manumon cara hukum, oloh bawi te jari bebas. Tuntang amon ie kawin tinai dengan ije biti oloh hatue beken, maka ie dia habandong.

Sasak: Lamun dengan nine nike idup kance dengan mame lain sewaktu semamene masih araq, make dengan nine nike teparan bezinah. Laguq lamun semamene ninggal, make menurut hukum ie sampun bẽbas, dait lamun ie merariq malik kance dengan mame saq lain, make ie ndẽq bezinah.

Bugis: Rékko iyaro makkunraié siyonrongngi sibawa worowané laingngé ri wettu tuwona mupa lakkainna, secara hukkung, iyaro makkunraié riyasengngi malaweng. Iyakiya rékko maténi lakkainna, secara hukkung, iyaro makkunraié leppe’ni. Narékko kawingngi paimeng sibawa séddié worowané laing, dé’ namalaweng.

Makasar: Punna assialle siagang bura’ne maraeng anjo bainea ri wattu attallasa’naija bura’nenna, nikana a’gau’ bawammi anjo bainea. Mingka punna matemi bura’nenna, ta’lappasa’mi anjo bainea, situru’ hukkunga. Punna assialle pole siagang bura’ne maraeng, tenaja na’gau’ bawang.

Toraja: Iamoto iake umpomuanei to senga’, ke tuopi tu muanena, nasanga tau baine pasandak salu lako rampanan kapa’, apa iake matemi tu muanena, tilendokmo tu baine dio mai atoran iato, naurunganni tangia baine pasandak salu lako rampanan kapa’, ke umpomuanei to senga’.

Duri: Ianna den baine male sola muane laen, disangai manggauk sala, ke tuo unapi to muanena. Apa ia ke matemi to muanena, la'pahmi jio mai muanena situru' atoran tosibali. Na ianna kemuane pole' sola muane laen, te'da nadisanga manggauk sala.

Gorontalo: Wolo uodito, ngohilayao hiyaliyo donggo tumu-tumulo tabuwa ngota lojina wonu tiyo mowali dile lo mongololai wuwewo mao. Bo wonu hiyaliyo ma yilate, tiyo bebasi to hukum; wawu wonu tiyo mowali dile lo tawu wuwewo mao, tiyo dila lojina.

Gorontalo 2006: Wonu taabua boito tumumula wolo talolai̒ wewo tou̒ dilelio donggo tumutumulo, yi taabua boito iluntee lojina. Bo wonu dilelio mate, yi odelo dudelo lobutoo̒, taabua boito malo lopato. Wau wonu tio muli monika wolo ngotaalio talolai̒ wewo, yi tio diila lojina.

Balantak: Kalu wiwine iya'a poototobo' tia moro'one sambana na tempo langkai'na dauga' tumuo', mbaka' wiwine iya'a ngaanon nuntumpangkonmo langkai'na. Kasee kalu langkai'na nolapusmo, mbaka' koi taena ukum, wiwine iya'a sianmo gunta-guntang ukum. Ka' kalu ia mosuo' soosoodo tia moro'one men sambana, ia sianmo ngaanon muntumpangkon langkai'na.

Bambam: Maka' tubopi muanena baine ia too anna kemuane senga'i, baine ia too ullullu' pa'bannetauam. Sapo' maka' matem muanena, iya beba'um, tä'um tisäke' anna tä' toom la disangai ullullu' pa'bannetauam ke kemuane polei.

Kaili Da'a: Jadi ane besi etu mangala langgai ntanina tempo rongona danatuwu, etu niuli nebualo. Tapi ane rongona langgai namatemo besi etu mana nisoko ada-ada mporongo. Jadi ane i'a niporongo langgai ntanina etu mana nireke nebualo.

Mongondow: Tuamai aka bobay tatua bo nosi-aḷumandon in ḷoḷaki ibanea kowakutu ing ki buḷoinya nobiagpa, daí bobay tatua tangoian nonuaḷing. Ta'e aka ki buḷoinya minatoidon, daí podudui in hukum, bobay tatua no'ipilatdon. Bo aka sia pobuḷoiondon in ḷoḷaki ibanea, daí sia in de'eman bidon nonuaḷing.

Aralle: Dahi hapanganna ke kemuane salai yato bahine naonge tuhoke' yato muane dolunna, ya' diangka'ete' ungngindä'-indä' pa'bannetauang. Ampo' ponna ke mateng muanena, ya' dang umpentokei yato atohang. Anna ponna ke kemuane salai, ya' dante' diangka' ungngindä'-indä' pa'bannetauang.

Napu: Mewali, ane pandirina towawine iti mombekadipura hai tobalilo ntanina tangana mani tuwo tobalilona au nguru-nguruna, mebualosi hangana. Agayana ane matemi tobalilona, barapi tetaka hai atura iti. Kehapiri motambi hai tobalilo ntanina, barapi teimba masala.

Sangir: Kereu wawine ene měbẹ̌biahẹ̌ dingangu esẹ bal᷊ine su tempong kawinge wẹ̌dang biahẹ̌, ute wawine ene ikawerạe nawuang. Kai kereu kawinge seng nairị ute tumuhụ toratẹ̌ ute wawine seng nal᷊iu. Kụ kereu i sie saụ mẹ̌kawingu esẹ bal᷊ine ute i sie tawe nawuang.

Taa: Wali ane tempo tuwuwa rongonya pei ia mamporongo wo’u to langkai to yusa, ia rato’oka masala. Pei ane matemo rongonya to ruyu etu pei ia mangoko wo’u samba’a to langkai to yusa, ia tamo rato’oka masala apa ia tilapamo yako ri ara mporenta to etu.

Rote: Boema metema inak ndia saotou na bei naso'da, tehu inak ndia neu popo'de tou fe'ek soona, ana hohonge ndia. Tehu metema saotou na maten, fo tunga hoholo-lalane ka soona, inak ndia nai hoholo-lalane ka deak so. De metema ana sao seluk tou fe'ek soona, ana ta hohonge ndia fa.

Galela: Komagena so o nyawa itemo nakoso o ngopeqeka moi ngaroko ami roka woohosi, duma kanaga mogoge dede yanau moili, muna magegena mosundali gena o dorou maakaka. Duma nakoso kanaga ami roka ma duhutu gena wosone, de muna gena maro o bobita magenano asa mipalako, de upa he mamote. So ngaroko yanau moili mowikawi kali, de upa he itemo muna magena mosundali eko o dorou maaka.

Yali, Angguruk: Ahun ino oluk weregma ap ekeyen pal taruk halug tuk fug teg ane siyag ane tehek peruk. Ahun war atuk halug eneg te nubam seleg aha ulug ap eke hila reg.

Tabaru: Nako 'o ngeweka gumuna mo'ahu de 'o nauru 'iregu ma 'orasi 'ami rokata kawowango-wangosi, ge'ena 'o ngeweka gumuna posironga mosongou. Ma nako 'ami rokata wosongenokau, ge'ena moteke 'o besesongo muna kaidadioli mongaamoko. De nako muna mongaamokoli de 'o nauru 'iregu, muna komosongouwa.

Karo: Dage adi erjabu ia ras dilaki si deban asum nggeluh denga perbulangenna e, ia igelari erlua-lua. Tapi adi mate perbulangenna e, ia nggo bebas i bas undang-undang perjabun nari, janah labo ia icap perlua-lua aminna pe ia erjabu ras dilaki si deban.

Simalungun: Halani ai parbangkis do ia goranon, anggo laho ia bani dalahi na legan, sanggah manggoluh ope paramangonni. Tapi, anggo domma matei dalahi ai, bebas ma ia humbani titah, seng be parbangkis ia goranon, anggo laho ia bani dalahi na legan.

Toba: Asa pangalangkup do ibana goaron, ia tu baoa na asing ibana, tagan mangolu dope hamulianna. Alai anggo dung mate baoa i, malua do pardihutana sian patik i; ndang pangalangkup be ibana goaron, molo muli tu baoa na asing.

Dairi: Asa mula sijahè nola sada daberru taba sada anak laki, keppè nggelluh dèng ngo sinibalèna, merlangkah julu meddem ngo terdokken daberru i. Tapi mula enggo matè sinibalèna, jadi secara hukum, enggo mo bèbas daberru i. Jadi mula sijahè nola pè ia taba anak laki sidèban, oda ngo merlangkah julu meddem nèngè ia.

Minangkabau: Kok santano padusi tu balaki jo laki-laki nan lain, sadangkan kutiko itu, lakinyo layi iduik juwo lai, mako padusi tu dianggap bajina. Tapi jikok lakinyo lah mati, mako sacaro jo paratuaran, nan padusi tu lah talapeh ikek jo lakinyo. Jikok inyo balaki sakali lai jo nan lain, buliah, mako inyo indak dikatokan bajina doh.

Nias: Na orudu ndra alawe andrõ ba ndra matua bõ'õ me auri na wo'omonia, ba lafotõi sohorõ ndra alawe andrõ. Ba na no mate wo'omonia, ba molo'õ huku, lõ tabitabi ndra alawe andrõ. Ba na mangowalu ia ba ndra matua bõ'õ, lõ law̃a'õ sohorõ ia.

Mentawai: Oto ké paalei nia sinanalep néné ka tubudda taimanteu bagei, einangan nia muririmanua ka sia simanteunia, oniakétangan nia sinanalep néné, sipaeelet. Tápoi ké geti amateian simanteunia sinanalep néné, siripot ka surukat, abelangan nia sinanalep néné ka surukat pusisimanteu. Bailiu ké mutalimou nia ka taimanteu bagei, táan te tuooniaké nia sipaeelet.

Lampung: Kik bebai udi hurik jama bakas sai bareh pada waktu kajongni masih hurik, maka bebai udi diucakko bezinah. Kidang kik kajongni mati, maka nutuk hukum, bebai udi radu bebas. Rik kik ia kawin lagi jama sai jelma bakas sai bareh, maka ia mak bezinah.

Aceh: Meunyoe inong nyan udeb ngon agam laén seudangkan lakoe jih mantong udeb, dan ureuëng inong nyan teupeugah ka meumukah. Teuma meunyoe lakoe jih meuninggai donya, seucara huköm, inong nyan ka beubaih. Dan meunyoe inong nyan jimeukawen lom ngon agam laén, inong nyan hana teupeugah meumukah.

Mamasa: Dadi, ianna tuopa muanena anna kemuane senga', itin baineo ullullu' pa'bannetauan. Sapo ianna matemo muanena, lappa'mi dio mai atoran anna ta'mo ullullu' pa'bannetauan ke kemuane polei.

Berik: Jengga anaiserem gemer gam nwinirim, afa jei anggwana nafsi gamjon jam gam geraram, nei negama bili jei maaryens gwebili. Jengga anaiserem jam gam tererem, jei ga gam ferwetini. Afa jei anggwana nafsi gam geraram, jei maaryena jam gwebiyen.

Manggarai: Jari, du lari mosé ronan, hia mangkong loma latay émé hia ciri wina data rona banay, maik émé matag ronan, hia nia-ngoéngn oné mai wintuk, wiga hia toé loma latay émé hia ciri wina data banay.

Sabu: Ki aggu momone do wala ne mabanni do naanne nga era ko ne ddau pa hedhapa no ne, moko ne mobanni do naanne do pale ta do kenyo langa huka ke. Tapulara kinga do alla ke pemade ne ddau pa hedhapa no ne, moko pedutu nga uku, ne mobanni do naanne do balla kattu ke. Jhe kinga banga-ammu ri no nga momone do wala, moko adho ke no do kenyo langa huka.

Kupang: Ma kalo dia kawin deng orang laen waktu dia pung laki masi idop, na, iko atoran, dia su barsina. Ma kalo dia pung laki su mati, atoran laki-bini sonde kaná sang dia lai. Dia su bebas. Ais kalo dia kawin deng orang laen, na, iko atoran dia sonde barsina.

Abun: Sane, nggon bi ya kem tó, ete nggon ne mu nai ye yi kadit an bi ya yo, nggon ne ben siri it anane. Sarewo nggon bi ya do kwop it yo, sukduno ne yo yawa nggon ne o nde. Nggon iwa kra ye yi yo o yo, nggon kra sor, siri anane nde.

Meyah: Tina, erek ojaga egens eja jeska efen mahina noba ejeker jera orna egens enjgineg deika, beda koma erek ofa esiri morototuma jera orna egens insa koma. Tina erek efen mahina agos sismeni fog, beda ojaga egens koma onsuwa jeska mar ongga hukum erebent rot insa koma fob. Noba erek ofa ahi igers enjgineg deika, beda koma enerek ofa esiri morototuma jera orna egens insa koma deika guru.

Uma: Jadi', ane rapa'-na tobine toei mpotomane tomane ntani'-na bula tuwu'-pidi tomane-na to lomo'-na, mobualo' hanga'-na. Aga ane mpolia' mate-mi-hawo tomane-na, uma-ipi tehoo' hante atura toe. Nau' ncamoko-i hante tomane ntani'-na, uma-i-hawo rahanga' topobualo'.

Yawa: Ranivara ama anya ta no yara nikijo anya kaijinta arijat, weamo wanya umaso rawainamo wanya anaerere ma. Weramu ranivara ama anap kakai to, weamo ananyao mo raokaisy akatoe ramu. Weti mo anya kaijinta aovan akato, weamo mo aovan kai, omamo rawainamo wanya anaerere ma jewen.


NETBible: So then, if she is joined to another man while her husband is alive, she will be called an adulteress. But if her husband dies, she is free from that law, and if she is joined to another man, she is not an adulteress.

NASB: So then, if while her husband is living she is joined to another man, she shall be called an adulteress; but if her husband dies, she is free from the law, so that she is not an adulteress though she is joined to another man.

HCSB: So then, if she gives herself to another man while her husband is living, she will be called an adulteress. But if her husband dies, she is free from that law. Then, if she gives herself to another man, she is not an adulteress.

LEB: Therefore as a result, if she belongs to another man [while] her husband is living, she will be called an adulteress. But if her husband dies, she is free from the law, so that she is not an adulteress [if she] belongs to another man.

NIV: So then, if she marries another man while her husband is still alive, she is called an adulteress. But if her husband dies, she is released from that law and is not an adulteress, even though she marries another man.

ESV: Accordingly, she will be called an adulteress if she lives with another man while her husband is alive. But if her husband dies, she is free from that law, and if she marries another man she is not an adulteress.

NRSV: Accordingly, she will be called an adulteress if she lives with another man while her husband is alive. But if her husband dies, she is free from that law, and if she marries another man, she is not an adulteress.

REB: If, therefore, in her husband's lifetime she gives herself to another man, she will be held to be an adulteress; but if the husband dies, she is free of the law and she does not commit adultery by giving herself to another man.

NKJV: So then if, while her husband lives, she marries another man, she will be called an adulteress; but if her husband dies, she is free from that law, so that she is no adulteress, though she has married another man.

KJV: So then if, while [her] husband liveth, she be married to another man, she shall be called an adulteress: but if her husband be dead, she is free from that law; so that she is no adulteress, though she be married to another man.

AMP: Accordingly, she will be held an adulteress if she unites herself to another man while her husband lives. But if her husband dies, the marriage law no longer is binding on her [she is free from that law]; and if she unites herself to another man, she is not an adulteress.

NLT: So while her husband is alive, she would be committing adultery if she married another man. But if her husband dies, she is free from that law and does not commit adultery when she remarries.

GNB: So then, if she lives with another man while her husband is alive, she will be called an adulteress; but if her husband dies, she is legally a free woman and does not commit adultery if she marries another man.

ERV: But if she marries another man while her husband is still alive, the law says she is guilty of adultery. But if her husband dies, she is made free from the law of marriage. So if she marries another man after her husband dies, she is not guilty of adultery.

EVD: But if that woman marries another man while her husband is still alive, the law says she is guilty of adultery. But if the woman’s husband dies, then that woman is made free from the law of marriage. So if that woman marries another man after her husband dies, she is not guilty of adultery.

BBE: So if, while the husband is living, she is joined to another man, she will get the name of one who is untrue to her husband: but if the husband is dead, she is free from the law, so that she is not untrue, even if she takes another man.

MSG: If she lives with another man while her husband is living, she's obviously an adulteress. But if he dies, she is quite free to marry another man in good conscience, with no one's disapproval.

Phillips NT: This means that, if she should give herself to another man while her husband is alive, she incurs the stigma of adultery. But if, after her husband's death, she does exactly the same thing, no one could call her an adulteress, for the legal hold over her has been dissolved by her husband's death.

DEIBLER: Therefore, a woman will be called {people will call a woman} an adulteress if she lives with another man while her husband is alive. But if her husband dies, she no longer has to obey that law. Then she will not be an adulteress if she marries another man.

GULLAH: So den, ef de ooman go lib wid noda man wen e husban ain dead, people gwine say dat ooman dey da lib een sin cause e done broke de marry law. Bot ef e husban done dead, de ooman free fom dat law an e kin go marry noda man. An ef e do dat, e ain da lib een sin tall.

CEV: to marry someone else. However, if she goes off with another man while her husband is still alive, she is said to be unfaithful.

CEVUK: to marry someone else. However, if she goes off with another man while her husband is still alive, she is said to be unfaithful.

GWV: So if she marries another man while her husband is still alive, she will be called an adulterer. But if her husband dies, she is free from this law, so she is not committing adultery if she marries another man.


NET [draft] ITL: So then, if <1437> she is joined <1096> to another <2087> man <435> while her husband <435> is alive <2198>, she will be called <5537> an adulteress <3428>. But <1161> if <1437> her husband <435> dies <599>, she is <1510> free <1658> from <575> that law <3551>, and if she is joined to another <2087> man <435>, she is <1096> not <3361> an adulteress <3428>.



Studi lengkap, lihat: Alkitab SABDA.

 <<  Roma 7 : 3 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Single Panel

Laporan Masalah/Saran