Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [TB]     [PL]  [PB] 
 <<  Wahyu 15 : 1 >> 

TB: Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib: tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.


AYT: Aku melihat tanda lain di langit, yang besar dan ajaib, tujuh malaikat yang membawa tujuh bencana, yaitu bencana yang terakhir, karena dalam ketujuh bencana itulah murka Allah diakhiri.

TL: Maka aku tampak pula di langit suatu alamat yang lain, yang besar lagi ajaib, yaitu tujuh malaekat yang memegang tujuh bala yang akhir; karena dengan dialah penyudah murka Allah.

MILT: Dan aku melihat suatu tanda lain di langit, yang besar dan ajaib: Tujuh malaikat yang memegang tujuh bencana yang terakhir, karena kemarahan Allah (Elohim - 2316) telah digenapi di dalamnya.

Shellabear 2010: Aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib. Ada tujuh malaikat membawa tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.

KS (Revisi Shellabear 2011): Aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib. Ada tujuh malaikat membawa tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.

Shellabear 2000: Aku melihat suatu tanda lain di langit, besar dan ajaib. Ada tujuh malaikat membawa tujuh malapetaka terakhir, karena dengan itu berakhirlah murka Allah.

KSZI: Aku melihat pula di langit suatu alamat lagi, yang besar dan ajaib, iaitu tujuh malaikat membawa tujuh wabak terakhir, maka dengannya selesailah kemurkaan Allah.

KSKK: Lalu aku melihat suatu tanda besar dan ajaib di surga: tujuh malaikat membawa tujuh malapetaka terakhir karena dengan ini amarah Allah sudah akan berakhir.

WBTC Draft: Kemudian aku melihat tanda lain di langit. Tanda itu besar dan ajaib. Aku melihat tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka. Itulah malapetaka terakhir karena setelah itu berakhirlah murka Allah.

VMD: Kemudian aku melihat tanda lain di langit. Tanda itu besar dan ajaib. Aku melihat tujuh malaikat dengan tujuh malapetaka. Itulah malapetaka terakhir karena setelah itu berakhirlah murka Allah.

AMD: Kemudian, aku melihat keajaiban besar lain di langit. Ada tujuh malaikat yang membawa tujuh bencana terakhir. Setelah bencana-bencana terakhir itu selesai, murka Allah akan berakhir.

TSI: Lalu saya melihat keajaiban yang lain di surga yang sangat hebat dan mengherankan: Saya melihat tujuh malaikat yang bertugas mendatangkan tujuh bencana yang terakhir. Dengan demikian semua hukuman karena kemarahan Allah sudah selesai.

BIS: Kemudian saya melihat di langit sesuatu yang ajaib dan luar biasa hebatnya. Ada tujuh malaikat dengan tujuh bencana yang terakhir. Inilah penghabisan kalinya Allah menumpahkan amarah-Nya.

TMV: Kemudian aku nampak di langit sesuatu yang ajaib, luar biasa, dan menghairankan. Ada tujuh malaikat yang bertugas mendatangkan tujuh bencana terakhir ke atas bumi. Dengan ketujuh-tujuh bencana itu hukuman Allah akan berakhir.

BSD: Kemudian saya melihat di langit sebuah tanda lain yang ajaib dan luar biasa hebatnya. Ada tujuh malaikat dengan tujuh bencana yang terakhir. Allah akan melampiaskan kemarahan-Nya untuk terakhir kalinya.

FAYH: DAN saya melihat sebuah tanda ajaib lagi yang memperlihatkan peristiwa-peristiwa yang akan datang: Tujuh malaikat diberi tugas membawa tujuh malapetaka terakhir ke bumi. Sesudah itu, maka berakhirlah murka Allah.

ENDE: Maka tampaklah kepadaku pada langit sebuah tanda lain, besar dan menakdjubkan; tudjuh malaekat dengan tudjuh malapetaka, jaitu jang terachir, karena dengan inilah berachirlah murka Allah.

Shellabear 1912: Maka kulihat pula dilangit suatu 'alamat yang lain, yang besar lagi 'ajaib, yaitu tujuh orang malaikat yang membawa tujuh bala yang akhir, karena dengan dia itu genaplah murka Allah.

Klinkert 1879: BERMOELA, maka koelihat poela dalam langit soeatoe alamat lain jang besar dan adjaib, ija-itoe toedjoeh orang malaikat, padanja adalah katoedjoeh bela jang achir, karena dengan dia djoega genaplah moerka Allah.

Klinkert 1863: {Wah 11:14} Maka akoe lihat lagi satoe alamat lain jang besar dan adjaib dilangit, ija-itoe toedjoeh malaikat jang ada toedjoeh tjilaka jang blakang-kali, maka dalemnja itoe penoh marah Allah jang kasoedahan.

Melayu Baba: Dan sahya tengok lagi satu tanda di langit, yang bsar dan hairan, ia'itu tujoh mla'ikat yang bawa tujoh chlaka yang pnghabisan, kerna dalam ini smoa gnap-lah Allah punya marah.

Ambon Draft: Adapawn melihatlah aku satu tanda besar jang lajin di dalam langit, dan jang a-mat heran, ija itu tudjoh me-la

Keasberry 1853: BURMULA maka kulihat pula suatu alamat lain yang busar dan ajaib dilangit, iya itu tujoh orang muleikat yang ada tujoh bala yang akhir itu; kurna dalamnya itulah punuh morka Allah.

Keasberry 1866: BŬRMULA maka kulihat pula suatu alamat lain yang bŭsar, dan ajaib dilangit, iya itu tujoh orang mŭliekat yang ada tujoh bala yang akhir itu; kŭrna dalamnya itulah pŭnoh morka Allah.

Leydekker Draft: Sabermula maka sudah kulihat sawatu xalamat lajin didalam sawrga, jang besar dan katjangangan, jaxnij tudjoh 'awrang Mela`ikat, jang memegang katudjoh bela jang 'achir, karana dengan dija 'ini sudah putus morka 'Allah.

AVB: Aku melihat pula di langit suatu tanda lagi, yang besar dan ajaib, iaitu tujuh malaikat membawa tujuh wabak terakhir, maka dengannya selesailah kemurkaan Allah.

Iban: Udah nya aku tepedaka siti agi tanda di langit, tanda ti besai sereta manah, iya nya tujuh iku melikat ke mai tujuh bengkah penusah, iya nya penusah ti penudi, laban udah bekau penusah tu nyadi, Allah Taala badu agi ringat.


TB ITL: Dan <2532> aku melihat <1492> suatu tanda <4592> lain <243> di <1722> langit <3772>, besar <3173> dan <2532> ajaib <2298>: tujuh <2033> malaikat <32> dengan <2192> tujuh <2033> malapetaka <4127> terakhir <2078>, karena <3754> dengan <1722> itu <846> berakhirlah <5055> murka <2372> Allah <2316>.


Jawa: Aku tumuli weruh pratandha liyane kang gedhe lan elok ana ing langit: ana malaekat pitu padha mbekta wewelak pitu kang wekasan, awit iku kang dadi pantoging bebenduning Allah.

Jawa 2006: Aku tumuli weruh pratandha liyané ana ing langit kang gedhé lan élok: ana malaékat pitu padha ngasta wewelak pitu kang pungkasan, awit iku kang mungkasi bebenduné Allah.

Jawa 1994: Aku nuli weruh rerupan élok lan nggumunaké. Ana malaékat pitu padha nggawa wewelak pitu kang wekasan. Iki paukumané Allah sing kèri dhéwé.

Jawa-Suriname: Aku terus weruh rerupa sing élok lan nggumunké. Enèng mulékat pitu pada nggawa memala pitu sing kèri. Iki setrapané Gusti Allah sing kèri déwé.

Sunda: Geus kitu aya deui hiji pamandangan aheng di langit, agung jeung matak helok kabina-bina. Aya tujuh malaikat nyangking tujuh rupa balahi anu panutup, sabab nya ku ieu balahi-balahi Allah nganggeuskeun bebendu-Na.

Sunda Formal: Geus kitu, aya deui hiji totonde anu aheng, di langit: Agung sarta matak helok kabina-bina. Aya tujuh malaikat, mawa tujuh rupa balai anu panganggeusan, nya eta kanyataan anu panutup tina bebenduning Allah.

Madura: Saamponna ganeka kaula nengale e langnge’ badha barang se ajib ban talebat lowar biyasa. Badha malaekat papetto’ ban balai se dhi-budhi papetto’. Paneka’ dhi-budhina Pangeran se neba’agi babendunna.

Bauzi: Labi im lada lam aadume neàdi eho neo tom aaha damat fet aame àvodi ozobohudem im feàna meida asum ahoba iuba ab aaham. Alat Am im gagu vou usem dam tujuh lehe dam labe iho im dedamali dam bakda Ala bake fakemoholehe dam laba vabime vàhàdedume tujuh lehe im abo ba meedume novalo modem im vuusu li dozeadume ahumdehena eho ab aaham. Dam bakda vabime vàhàdedam im tujuh nidi nim meedume neàdemeam làhà Alat dam bakda Aba fakemoholehe dam laba Aho bisi faki feà bak fusi beodume vataum bak lam ab vaitolo meedamam.

Bali: Malih tiang ngantenang praciri ageng tur tawah ring langite. Inggih punika wenten malaekat pepitu ngagem panyengkala sane pamuput, pepitu akehipun, tur punika bebendun Ida Sang Hyang Widi Wasa sane ka pamuput.

Ngaju: Limbah te intu langit aku mite taloh je heran tuntang dia lue-luen katamame. Aton uju malekat dengan uju calaka je pangkarahiae. Jetoh je pangkalepahe Hatalla manusoh kalait Aie.

Sasak: Beterus tiang serioq lẽq langit sopoq tande saq lain, saq ajaip dait luar biase gati. Araq pituq malaẽkat kance pituq bencane saq penutuq. Nike saq penutuqne Allah numpahang murke-Ne.

Bugis: Nainappa uwita ri langié séuwa iya makalallaingngé sibawa dé’gaga padanna serona. Engka pitu malaéka’ sibawa pitu abala iya paccappurengngé. Iyanaé paccappurenna Allataala tuppa’i cai-Na.

Makasar: Nampa nia’ kucini’ ri langika apa appakalannasaka siagang sannaka heba’na. Nia’ tuju malaeka’ siagang tuju bala kala’busanga. Iaminne kala’busanna Napappicinikang kalarroanNa Allata’ala.

Toraja: Kutiro polemi misa’ tanda senga’ dao langi’, kapua sia kalle-kallean, iamotu pitu malaeka’, tu umbaa pitu kamaparrisan ma’katampakanna; belanna iamo naposundun kasengkeanNa Puang Matua.

Duri: Ngkita pole' omo' mesa' tanda jao langi' mejangngaran te'da susinna. Den pitu malaeka' nnampui pitu cappa' pangsessa. Cappa'nami to Puang Allataala mabirih.

Gorontalo: Lapatao woluwo to soroga tuwota tuwawu uda'a wawu mo'olinggolabu, deuwitoyito malaikati pitulota hedihima balla mohelupitu. Balla mohelupitu botiye u pulitiyo, sababu wolo balla botiye Allahuta'ala mopo'opulitayi lo muruka-Liyo.

Gorontalo 2006: Lapatao̒ watia loo̒onto mola tohulungo hitua-tuawua u moo̒linggolabe wau laba-labaalo polutui̒o. Woluo pitu lota malai̒kati wolo pitu baala upulitio. Uti-utieelo pulitio lo Allahu Taa̒ala lopo bangguwatai mulukaa-Lio.

Balantak: Kasi yaku' nimiile' sa'angu' oos sambanaan na langit men sian dele ka' kosamba' tuu'. Isian pipitu' malaa'ikat tia pipitu' balaa' men kokomburi'anna. Balaa' iya'a a kokomburi'anna maso'na Alaata'ala.

Bambam: Puhai ia too, kuita pole oom yabo suhuga mesa tanda memängä-mängä tä' deem la susinna. Pitu malaika' umbaba pitu kamapi'disam kasalle. Iam too inde katampasanna ingganna kamapi'disam, aka puhai too indo pitu hupanna, iya suppi'um ingganna aha'na Puang Allataala.

Kaili Da'a: Naopu etu aku nanggita ri langi naria sangelepa tandai nabete to nipogumaa. Naria pitumba'a malaeka ante pitungaya pepandasa kaopuna. Ante pepandasa kaopuna etu kana maopumo rau rara nu Alatala mompokarau manusia riara dunia.

Mongondow: No'iduduimai kon tua, inontongku kon ḷangit tobatuí soaáḷ inta mokoherang totok bo diaí im poliuan kon tua. Pitu im malaekat, bo pitu doman in roriga pangabisan. Na'adon im pangabisan totok ki Allah mopoḷuai in toruí-Nya.

Aralle: Pihsananna kuitang yaho di suruka mesake' tanda ang mepusa'-pusa' anna senga'-senga'. Aha pitu malaeka' umbaha pitu kamadahhaang tamahamu'. Dianto inde ang katämpä'na kakeaha'anna Puang Alataala.

Napu: Roo indo, kuita mbulimi i langi hambua tanda au mahile hai au mewulungai: pitu malaeka hai pitu pakana pepopeahi-ahi au kahopoana. Ane hopomi pepopeahi-ahi ide, ina ope karumpuna Pue Ala i tauna i dunia.

Sangir: Bọu ene iạ nakasilo su l᷊angị piạ tanda makạl᷊aherang tawẹ sihinge kasěllahe. Tangu piạ malạekatẹ̌ pitung katau ringangu papahang kasamuriange kụ pitu haghine. Kụ seng ini e pangěnsueěngu tatompẹ u ral᷊angehu Mawu Ruata e.

Taa: Wali aku mangkita wo’u anu to taa rapobiasa ndate yangi. Anu etu mampakaipu raya ntau pasi mawali tondong resi sira. Anu to aku mangkita etu semo pitu pomakau i mPue Allah. Pomakau to pitu etu sira mangkeni pitu ngaya soba, soba to kapuranya. Apa ojo kapuranya soba etu, roomo seja kaja’a ndaya i mPue Allah.

Rote: Basa boema, au ita nai lalai hata matabeuk esa ba'u na seli. Boema ata nusa so'dak hitu lo susa-soe hitu, fo susa-soe mate'e kala. Ia nde la'i mate'e na Manetualain po'aheni nasa-melun.

Galela: Qabolo kagena o dipaka o nonako ihahairani moili de foloisi ilamo asa ngohi takelelo. Kanaga o malaikat yatumudingi gena asa yaaka o bodito tumudingi kiaka ma dodogu. Magena yaaka qabolo, de igogou asa o Gikimoi wodoosa kawa.

Yali, Angguruk: Anden yet harukmen enehangge suwon aben fog turukon poholma weregma yet harikik. Yet harikik angge ino malaikat sabiren arimano fotog-fotogma ap siyahap eneptuk angge ininggik wal taneg alem seneg latusa. Allah olok peruk ane alem ari famen fotog fotogma siyahap enebuhu.

Tabaru: Ge'enaka de tamake 'o sorogaaka 'o no-nako 'ihera-herangi gee ko biasawa ge'ena la 'o mala'ekati ngai tumudiingoka de 'o bodito gee ma du-du'uruoka 'o rupa tumudiingi. De ma bahaya ge'enau 'idadioka de ma Jo'oungu ma Dutu womatogumokau wongamo 'o nyawaka.

Karo: Kenca bage, kuidah ka sada tanda si mbelin dingen si erbahanca ate mamang i langit. Lit pitu malekat mbaba pitu mara e me mara si pendungi, sabap enda me tanda pernembeh ate Dibata si perpudina.

Simalungun: Dob ai huidah ma sada tanda na legan i nagori atas, banggal anjaha halongangan: Pitu malekat manjolom pitu sitaronon na parpudi, ai marhiteihon ai ma marpunsa ringis ni Naibata.

Toba: (I.) Dung i huida ma di banua ginjang tanda na asing na balga jala halongangan: Adong ma pitu surusuruan, na umpeop pitu haporsuhon na parpudi; ai di bagasan i do marujung rimas ni Debata.

Dairi: Enggo kessa i kuidah mo i langit tanda kelengangen lègan kalohoon. Lot mo pitu malaèkat menjèmak pitu kepersuken perpodi. Èn mo puncaNa pungur Dèbata.

Minangkabau: Kudian ambo maliyek sasuatu nan ajaib di langik, nan luwa biaso manakuikkannyo. Ado tujuah malekaik, sarato jo tujuah bala bancano nan pangabisan. Iko nan pangabisan sakali Allah malapehkan bangih-Nyo.

Nias: Aefa da'õ u'ila ba mbanua si yaw̃a zahõlihõli dõdõ ba sebua. So dafitu mala'ika ba fitu ngawalõ wamakao safuria. Da'e gafuriata wolau Lowalangi fõnu-Nia.

Mentawai: Lepá itsókungan leú et ka manua kiseiet bulat tá anai siaili nia. Ai pitu sia igidda samalaika samba leú et pitu paoreat pasilepá. Nia té néné pasilepat oloi golúnia Taikamanua.

Lampung: Kak raduni nyak ngeliak di langit sai hal sai aneh rik luar biasa hibatni. Wat pitu malaikat jama pitu bencana sai paling akher. Injido sai paling akher Allah ngeluahko butong-Ni.

Aceh: Óh lheueh nyan lôn kalon di langét sapeue-sapeue nyang ajaéb dan luwabiasa hebat jih. Na tujoh malaikat ngon tujoh beuncana nyang keuneulheueh. Nyoe kheueh nyang keuneulheueh jih Po teu Allah geusintong banmandum beungéh Gobnyan.

Mamasa: Mangkai too, ummita pole omo' mesa tanda memangnga-mangnga yao langi' tae' dengan la nasusian. Dengan pitu malaeka' umbaa pitu kamaparrisan kamai. Iamo te pitu rupa kamaparrisanne la ungkatampakanni ara'na Puang Allata'alla.

Berik: Jepga winsip ga ai anggaswena, bwembwema teisyena unggwandwasusu ga ai domola. Jep ga malaikata tuju, ane malaikata jes gemerserem daamfen-daamfenneme kapkaiserem ga jei ne gwirinmiyele angtanefe. Jeiserem ga Uwa Sanbagirmana kakala umwef aa jep gosorsinirim, jepga kakala Jemna bar.

Manggarai: Itug kali itan laku ca tanda lenget mésé bana éta awang. Manga pitud malékat ata ba pitud copél turung cemol. Hitus kali cemold rabo de Mori Keraéng.

Sabu: Ta alla pemina harre ta ngadde ke ri ya pa ihi liru hahhi do madalae nga do rihi meliri dhara ddau. Era do pidu ddau naju Deo nga pidu lua apa nga kerewe do pedakka rahi. Nadhe ke ne awe do pedakka rahi ne pa Deo ta hegute ne lua kete nga bubu dhara No.

Kupang: Ais itu, beta dapa lia satu hal di langit yang luar biasa, sampe beta heran mau mati. Ada tuju ana bua dari sorga, satu-satu pegang kuasa ko kirim calaka bésar pi bumi. Ini tuju calaka ni, andia calaka tarahir. Kalo dong samua su jadi, na, dia pung arti bilang, Tuhan Allah pung hati su dingin, sampe Dia su sonde mara lai sang manusia.

Abun: Orete ji sokme suk yo mo gu gato ben ji yeket, ji nutbot ndo nde. Ji sokme malaikat ge mufit gato gwat sukye mufit wa nje ma mo bur ré. Sukye mufit ne anato sukye gato wari, we sukye mufit ne bor yo, Yefun Allah bi sukmaskwa or mone it.

Meyah: Nou ongga koma oisa fob, beda didif dik mar egens egema deika gu mebaga ongga erek onswos noba ongkoska eteb. Mar koma orocunc rot mar ongga emen deika. Mar onswos insa koma bera erek malaikat cinja erfeka ongga rurka mar okum cinja erfeka. Noba mar okum insa koma orotunggom rusnok rita rufogu okora eteb rot ongga omoisa. Jeska nou ongga rua raha mar okum cinja erfeka insa koma keingg rusnok fob, beda mar ongga Allah ontunggom rot odou ongga okum eteb skoita rusnok mebif bera oisa fob.

Uma: Oti toe kuhilo wo'o-mi hi langi' ria tanda to bohe pai' to mekoncehi lia: pitu mala'eka hante pitu nyala pesesa' to ka'omea-na. Hante pesesa' toi, oti-mi roe Alata'ala mpokaroe manusia' hi dunia'.

Yawa: Muno syerato syo anainame inta raen no naumo warae, manakoe rave weti ripaparo inai. Anainame umaso mamo naite kaururum wo siurijo mangke kaururum raugav. Siuri mangke umaso wemirati Amisye apa pari mangke dija dave mije. Arono Amisye po mangke umaso raugaje mine so rai, weamo Apa pari marane mije.


NETBible: Then I saw another great and astounding sign in heaven: seven angels who have seven final plagues (they are final because in them God’s anger is completed).

NASB: Then I saw another sign in heaven, great and marvelous, seven angels who had seven plagues, which are the last, because in them the wrath of God is finished.

HCSB: Then I saw another great and awe-inspiring sign in heaven: seven angels with the seven last plagues, for with them, God's wrath will be completed.

LEB: And I saw another great and marvelous sign in heaven: seven angels having seven plagues [that are] the last [ones], because with them the wrath of God is completed.

NIV: I saw in heaven another great and marvellous sign: seven angels with the seven last plagues—last, because with them God’s wrath is completed.

ESV: Then I saw another sign in heaven, great and amazing, seven angels with seven plagues, which are the last, for with them the wrath of God is finished.

NRSV: Then I saw another portent in heaven, great and amazing: seven angels with seven plagues, which are the last, for with them the wrath of God is ended.

REB: THEN I saw in heaven another great and astonishing sign: seven angels with seven plagues, the last plagues of all, for with them the wrath of God was completed.

NKJV: Then I saw another sign in heaven, great and marvelous: seven angels having the seven last plagues, for in them the wrath of God is complete.

KJV: And I saw another sign in heaven, great and marvellous, seven angels having the seven last plagues; for in them is filled up the wrath of God.

AMP: THEN I saw another wonder (sign, token, symbol) in heaven, great and marvelous [warning of events of ominous significance]: There were seven angels bringing seven plagues (afflictions, calamities), which are the last, for with them God's wrath (indignation) is completely expressed [reaches its climax and is ended].

NLT: Then I saw in heaven another significant event, and it was great and marvelous. Seven angels were holding the seven last plagues, which would bring God’s wrath to completion.

GNB: Then I saw in the sky another mysterious sight, great and amazing. There were seven angels with seven plagues, which are the last ones, because they are the final expression of God's anger.

ERV: Then I saw another wonder in heaven. It was great and amazing. There were seven angels in charge of seven plagues. These are the last plagues because after these, God’s anger is finished.

EVD: Then I saw another wonder in heaven. It was great and amazing. There were seven angels bringing seven troubles. These are the last troubles, because after these troubles God’s anger is finished.

BBE: And I saw another sign in heaven, great and strange; seven angels having the seven last punishments, for in them the wrath of God is complete.

MSG: I saw another Sign in Heaven, huge and breathtaking: seven Angels with seven disasters. These are the final disasters, the wrap-up of God's wrath.

Phillips NT: THEN I saw another sign in Heaven, vast and aweinspiring: seven angels are holding the seven last plagues, and with these the wrath of God is brought to an and.

DEIBLER: Something else very unusual appeared in the sky. I saw seven angels, whose duty it was to punish (OR, inflict hardship upon) rebellious people with seven different plagues (OR, in seven different ways). God is so angry with rebellious people that this is the last time that he will punish them with the purpose of giving them an opportunity to turn away from their sinful behavior.

GULLAH: Den op een heaben A see noda mazin sign wa mek me wonda. Seben angel been dey an dey come da bring seben real bad ting fa tek ta de people ob de wol. Dem ting gwine mek people suffa real bad. Dem de las real bad ting cause dey de las ting dem dat God gwine tek fa show people dat e bex real bad wid um.

CEV: After this, I looked at the sky and saw something else that was strange and important. Seven angels were bringing the last seven terrible troubles. When these are ended, God will no longer be angry.

CEVUK: After this, I looked at the sky and saw something else that was strange and important. Seven angels were bringing the last seven terrible troubles. When these are ended, God will no longer be angry.

GWV: I saw another sign in heaven. It was spectacular and amazing. There were seven angels with the last seven plagues which are the final expression of God’s anger.


NET [draft] ITL: Then <2532> I saw <1492> another <243> great <3173> and <2532> astounding <2298> sign <4592> in <1722> heaven <3772>: seven <2033> angels <32> who have <2192> seven <2033> final <2078> plagues <4127> (they are final because <3754> in <1722> them <846> God’s <2316> anger <2372> is completed <5055>).



Studi lengkap, lihat: Alkitab SABDA.

 <<  Wahyu 15 : 1 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2020
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Single Panel

Laporan Masalah/Saran