Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [AYT]     [PL]  [PB] 

Daftar Ayat


Kejadian 1:1--3:24

Permulaan Penciptaan

1:1Pada mulanya, Allah menciptakan langit dan bumi.

1:2Bumi tidak berbentuk dan kosong, kegelapan menutupi permukaan samudra, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

1:3Kemudian, Allah berfirman, “Jadilah terang.” Lalu, terang itu jadi.

1:4Allah melihat bahwa terang itu baik. Kemudian, Allah memisahkan terang itu dari gelap.

1:5Allah menyebut terang itu siang dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

1:6Kemudian, Allah berfirman, “Jadilah cakrawala di tengah-tengah air untuk memisahkan air dari air!”

1:7Lalu, Allah membuat cakrawala dan memisahkan air yang ada di atas cakrawala itu dari air yang ada di bawah cakrawala itu. Lalu, jadilah demikian.

1:8Allah menyebut cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.

1:9Kemudian, Allah berfirman, “Biarlah air yang ada di bawah langit berkumpul ke satu tempat dan biarlah tanah yang kering itu tampak.” Lalu, jadilah demikian.

1:10Allah menyebut tanah yang kering itu darat dan kumpulan air itu disebut-Nya laut. Allah melihat bahwa itu baik.

1:11Allah berfirman, “Biarlah bumi menumbuhkan rerumputan, tumbuh-tumbuhan berbiji, dan pohon buah yang berbuah menurut jenisnya dan berbiji di dalamnya, di atas bumi.” Lalu, jadilah demikian.

1:12Bumi menumbuhkan rerumputan, tumbuh-tumbuhan berbiji menurut jenisnya, dan pohon yang berbuah dengan biji di dalamnya menurut jenisnya. Allah melihat bahwa itu baik.

1:13Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga.

1:14Kemudian, Allah berfirman, “Biarlah ada penerang di cakrawala langit untuk memisahkan siang dari malam, dan biarlah itu ada untuk tanda-tanda dan untuk musim-musim, dan untuk hari-hari serta tahun-tahun,

1:15dan biarlah itu menjadi penerang di cakrawala langit, untuk memberikan terang atas bumi.” Demikianlah itu terjadi.

1:16Allah membuat dua penerang yang besar. Penerang yang lebih besar untuk menguasai siang, sedangkan penerang yang lebih kecil untuk menguasai malam. Dia juga membuat bintang-bintang.

1:17Allah mengatur mereka di cakrawala langit untuk menerangi bumi,

1:18untuk menguasai siang dan menguasai malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa itu baik.

1:19Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat.

1:20Kemudian, Allah berfirman, “Biarlah air dikerumuni oleh makhluk-makhluk hidup, dan biarlah burung-burung beterbangan di atas bumi, melintasi cakrawala langit.”

1:21Lalu, Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak serta berkerumun di dalam air menurut jenisnya, dan segala burung bersayap menurut jenisnya. Allah melihat bahwa itu baik.

1:22Allah memberkatinya, firman-Nya, “Berkembangbiaklah, dan berlipatgandalah, dan penuhilah air di lautan, dan biarlah burung-burung berlipat ganda di bumi.”

1:23Jadilah petang dan jadilah pagi. Inilah hari kelima.

1:24Kemudian, Allah berfirman, “Biarlah bumi menghasilkan makhluk hidup menurut jenisnya, hewan ternak, binatang melata, dan binatang-binatang liar, masing-masing menurut jenisnya.” Lalu, jadilah demikian.

1:25Allah membuat binatang liar di darat itu menurut jenisnya, hewan ternak menurut jenisnya, dan segala binatang melata di atas tanah menurut jenisnya. Allah melihat bahwa itu baik.

1:26Kemudian, Allah berfirman, “Sekarang, mari Kita membuat manusia dalam rupa Kita, menurut keserupaan Kita. Biarlah mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut, atas burung-burung di udara, atas ternak, atas seluruh bumi, dan atas segala yang melata yang merayap di bumi.”

1:27Lalu, Allah menciptakan manusia menurut rupa-Nya. Menurut rupa Allah, Dia menciptakannya. Laki-laki dan perempuan, demikianlah Dia menciptakan mereka.

1:28Allah memberkati mereka dan Allah berfirman kepada mereka, “Beranakcuculah dan berlipatgandalah, dan penuhilah bumi, dan kuasailah itu. Berkuasalah atas ikan-ikan di laut, atas burung-burung di udara, dan atas segala yang hidup yang bergerak di bumi.”

1:29Kemudian, Allah berfirman, “Lihat, Aku telah memberikan kepadamu segala tumbuhan yang menghasilkan biji yang ada di seluruh muka bumi, dan segala pohon yang buahnya berbiji, itulah yang akan menjadi makananmu.

1:30Untuk segala binatang di bumi, dan untuk segala burung di langit, dan untuk segala yang merayap di bumi, yaitu segala sesuatu ada napas hidup di dalamnya, Aku telah memberi segala tumbuhan hijau sebagai makanan.” Lalu, jadilah demikian.

1:31Allah mengamati segala sesuatu yang telah dibuat-Nya, dan lihatlah, itu sangat baik! Jadilah petang dan jadilah pagi. Inilah hari keenam.

2:1Demikianlah langit dan bumi beserta segala isinya diselesaikan.

2:2Pada hari ketujuh, Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya, yang telah dilakukan-Nya itu, dan Dia beristirahat pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya, yang telah dilakukan-Nya.

2:3Lalu, Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, sebab pada saat itu, Dia beristirahat dari segala pekerjaan-Nya, yang telah dilakukan-Nya dalam penciptaan.

Permulaan Umat Manusia

2:4Inilah riwayat langit dan bumi ketika mereka diciptakan, pada waktu TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit,

2:5ketika di bumi belum ada segala semak belukar di ladang dan belum ada tanaman ladang yang tumbuh karena TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang yang mengolah tanah itu.

2:6Namun, ada kabut yang keluar dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi.

2:7Kemudian, TUHAN Allah membentuk manusia dari debu tanah dan mengembuskan napas kehidupan ke dalam lubang hidungnya sehingga manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

2:8Lalu, TUHAN Allah membuat sebuah taman di sebelah timur, di Eden, dan di sana Dia menempatkan manusia yang telah dibentuk-Nya itu.

2:9Dari dalam tanah, TUHAN Allah menumbuhkan segala jenis pohon yang enak dilihat dan baik untuk makanan. Pohon kehidupan juga ada di tengah-tengah taman itu beserta pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat.

2:10Ada suatu sungai yang mengalir dari Eden dan mengairi taman itu. Dari situ, sungai tersebut terbagi menjadi empat cabang.

2:11Nama sungai yang pertama adalah Pison yang mengelilingi seluruh tanah Hawila, tempat yang ada emasnya.

2:12Emas dari tanah itu bagus, dan di sana ada damar bedolah dan batu krisopras.

2:13Nama sungai yang kedua adalah Gihon yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush.

2:14Nama sungai yang ketiga adalah Tigris yang mengalir di sebelah timur Asyur. Sungai yang keempat adalah Efrat.

2:15TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya di taman Eden untuk mengolahnya dan memeliharanya.

2:16Kemudian, TUHAN Allah memberikan perintah kepada manusia itu, firman-Nya, “Kamu boleh makan dari segala pohon apa yang ada di taman ini,

2:17tetapi kamu jangan makan dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, sebab pada hari kamu memakannya, kamu pasti akan mati.”

2:18Kemudian, TUHAN Allah berfirman, “Tidak baik kalau manusia itu sendiri saja. Aku akan membuat baginya, penolong yang sepadan dengannya.”

2:19Lalu, dari tanah, TUHAN Allah membentuk segala binatang di padang dan segala burung di udara, dan membawanya kepada manusia untuk melihat bagaimana dia akan menyebut mereka. Apa pun sebutan manusia itu bagi setiap makhluk hidup itu, itulah namanya.

2:20Jadi, manusia itu memberikan nama untuk semua hewan, untuk burung-burung di udara, dan semua binatang liar di padang. Akan tetapi, bagi manusia itu, tidak ditemukan seorang penolong yang sepadan dengannya.

2:21Lalu, TUHAN Allah mendatangkan tidur yang lelap atas manusia itu. Ketika dia tidur, TUHAN mengambil salah satu tulang rusuknya, lalu dan menutupnya dengan daging.

2:22Tulang rusuk, yang telah TUHAN Allah ambil dari manusia itu, dibuat-Nya menjadi seorang perempuan dan dibawa-Nya kepada manusia itu.

2:23Kemudian, manusia itu berkata, “Inilah tulang dari tulang-tulangku, dan daging dari dagingku; dia akan disebut perempuan karena dia diambil dari laki-laki.”

2:24Karena itu, laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya, lalu bersatu dengan istrinya sehingga mereka akan menjadi satu daging.

2:25Manusia dan istrinya itu, keduanya telanjang, tetapi mereka tidak merasa malu.

Permulaan Dosa

3:1Ular adalah yang paling licik dari segala binatang di padang yang telah dijadikan oleh TUHAN Allah. Dia berkata kepada perempuan itu, “Apakah Allah benar-benar berfirman, ‘Kamu tidak boleh makan dari pohon mana pun di taman ini?’”

3:2Perempuan itu berkata kepada ular, “Kami boleh makan buah dari pohon-pohon dalam taman,

3:3tetapi dari buah pohon yang ada di tengah taman, Allah telah berfirman, ‘Kamu tidak boleh memakannya, kamu juga tidak boleh menyentuhnya, jangan sampai kamu mati.’”

3:4Namun, ular itu berkata kepada perempuan itu, “Kamu sama sekali tidak akan mati,

3:5sebab Allah tahu bahwa pada hari kamu memakannya, matamu akan terbuka dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu yang baik dan yang jahat!”

3:6Ketika perempuan itu melihat bahwa pohon itu baik untuk makanan dan itu menarik bagi mata, dan pohon itu diinginkan untuk membuat seseorang bijaksana, dia pun memetik buahnya dan memakannya, dan dia juga memberikannya kepada suaminya yang bersamanya, dia memakannya.

3:7Lalu, mata mereka berdua terbuka sehingga mereka tahu bahwa mereka telanjang. Kemudian, mereka menyemat daun-daun ara dan membuat cawat.

3:8Ketika mereka mendengar suara TUHAN Allah yang berjalan di taman pada suatu hari yang sejuk, manusia dan istrinya itu menyembunyikan diri mereka dari hadapan TUHAN Allah, di antara pohon-pohon di dalam taman.

3:9Namun, TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berkata kepadanya, “Di manakah kamu?”

3:10Dia menjawab, “Aku mendengar suara-Mu di taman dan aku takut karena aku telanjang, jadi aku bersembunyi.”

3:11Kemudian, TUHAN berkata, “Siapa yang memberitahukanmu kalau kamu telanjang? Apakah kamu makan dari pohon yang kepadamu telah Kuperintahkan jangan kamu memakannya?”

3:12Manusia itu berkata, “Perempuan yang Engkau berikan untuk bersamaku itu, dialah yang telah memberikannya kepadaku dari pohon itu, maka aku pun memakannya.”

3:13Lalu, TUHAN Allah berkata kepada perempuan itu, “Apa yang telah kaulakukan?” Perempuan itu menjawab, “Ular itu menipuku, maka aku makan.”

3:14Kemudian, TUHAN Allah berkata kepada ular itu, “Karena kamu telah melakukan hal ini, terkutuklah kamu di antara segala hewan ternak, dan di antara segala binatang liar di padang. Dengan perutmu, kamu akan berjalan, dan kamu akan makan debu tanah seumur hidupmu.

3:15Aku akan mengadakan permusuhan antara kamu dengan perempuan ini, dan di antara keturunanmu dan keturunannya. Keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan kamu akan meremukkan tumitnya.”

3:16Kepada perempuan itu, Allah berfirman, “Aku akan sangat melipatgandakan susah payahmu ketika mengandung; dalam kesakitan kamu akan melahirkan anak-anak; tetapi kamu tetap akan berahi kepada suamimu, dan dia akan berkuasa atasmu.”

3:17Lalu, kepada manusia itu, Dia berfirman, “Karena kamu mendengarkan suara istrimu, dan telah makan dari pohon yang kepadamu telah Kuperintahkan, ‘Jangan kamu memakannya,’ terkutuklah tanah karena kamu! Dengan susah payah kamu akan makan dari hasilnya selama hari-hari hidupmu.

3:18Semak duri dan rumput liarlah yang akan ditumbuhkan bagimu, dan kamu akan memakan tumbuh-tumbuhan di padang.

3:19Dengan keringat di wajahmu, kamu akan makan roti, sampai kamu kembali kepada tanah yang darinya kamu diambil. Sebab, kamu adalah debu, dan kamu akan kembali kepada debu.

3:20Manusia itu menyebut istrinya Hawa karena dia adalah ibu dari semua yang hidup.

3:21TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit untuk manusia dan istrinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

3:22Setelah itu, TUHAN Allah berfirman, “Lihatlah, manusia itu menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat. Sekarang, jangan sampai dia mengulurkan tangannya dan mengambil juga dari pohon kehidupan, lalu memakannya dan hidup selama-lamanya.”

3:23Karena itu, TUHAN Allah menyuruhnya keluar dari taman Eden untuk mengolah tanah yang dari itu dia diambil.

3:24Setelah Allah menghalau manusia itu keluar, di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah kerub-kerub dengan pedang api yang menyambar-nyambar untuk menjaga jalan menuju pohon kehidupan.


Kejadian 6:1-22

Manusia Menjadi Jahat

6:1Ketika manusia mulai berlipat ganda di muka bumi dan anak-anak perempuan dilahirkan bagi mereka,

6:2anak-anak Allah melihat bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik, lalu mereka mengambil istri-istri yang mereka pilih untuk diri mereka sendiri.

6:3Kemudian, TUHAN berfirman, “Roh-Ku tidak akan selama-lamanya beperkara dengan manusia karena dia adalah daging, hari-harinya akan menjadi 120 tahun.”

6:4Ada raksasa-raksasa di bumi pada zaman itu, bahkan sesudahnya, ketika anak-anak Allah datang kepada anak-anak perempuan manusia dan melahirkan anak-anak bagi mereka. Inilah orang-orang yang perkasa sejak dahulu kala, orang-orang yang terkenal.

6:5TUHAN melihat bahwa kejahatan manusia demikian besar di bumi, dan setiap maksud pikiran dari hatinya semata-mata jahat sepanjang waktu.

6:6TUHAN menyesal bahwa Dia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu mendukakan hati-Nya.

6:7Karena itu, TUHAN berfirman, “Aku akan memusnahkan manusia yang telah Kuciptakan dari muka bumi; baik manusia dan binatang, yang merayap dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal telah menjadikan mereka.”

6:8Namun, Nuh mendapat perkenanan di mata TUHAN.

Nuh dan Air Bah

6:9Inilah keturunan Nuh. Nuh adalah orang yang benar, tidak bercela pada zamannya, dan Nuh berjalan dengan Allah.

6:10Tiga anak laki-laki lahir bagi Nuh, yaitu Sem, Ham, dan Yafet.

6:11Pada saat itu, bumi sudah rusak di hadapan Allah dan bumi dipenuhi dengan kekerasan.

6:12Allah mengamati bumi, dan lihatlah, ia sudah rusak, sebab semua manusia telah merusak jalan hidupnya di bumi.

6:13Lalu, Allah berkata kepada Nuh, “Akhir dari semua manusia telah datang di hadapan-Ku sebab bumi sudah dipenuhi dengan kekerasan oleh mereka. Lihat! Aku akan memusnahkan mereka bersama dengan bumi.

6:14Buatlah bahtera dari kayu gofir untuk dirimu. Buatlah kamar-kamar di dalam bahtera itu dan lapisilah bagian dalam maupun luarnya dengan ter.

6:15Beginilah kamu harus membuatnya: panjang bahtera itu 300 hasta, lebarnya 50 hasta, dan tingginya 30 hasta.

6:16Buatlah jendela untuk bahtera itu dan selesaikanlah itu kira-kira sehasta dari atas. Pasanglah pintu bahtera di sisinya. Buatlah bahtera itu dengan geladak bawah, kedua, dan ketiga.

6:17Lihat, Aku akan mendatangkan air bah ke atas bumi untuk memusnahkan semua daging yang di dalamnya ada napas kehidupan di bawah langit sehingga semua yang ada di bumi akan mati.

6:18Akan tetapi, Aku akan menetapkan perjanjian-Ku denganmu, dan kamu akan masuk ke dalam bahtera; kamu, anak-anakmu, istrimu, dan para istri anak-anakmu.

6:19Dari segala yang hidup, kamu harus membawa sepasang dari setiap jenisnya ke bahtera untuk menjaganya tetap hidup bersamamu, jantan dan betina.

6:20Dari burung-burung menurut jenisnya, dari binatang-binatang menurut jenisnya, dan dari setiap yang merayap di tanah menurut jenisnya, sepasang dari setiap jenis itu akan datang kepadamu supaya mereka tetap hidup.

6:21Bawalah juga segala makanan yang dapat dimakan, kumpulkanlah itu bagi dirimu, dan itu akan menjadi makanan untukmu dan untuk mereka.”

6:22Demikianlah Nuh melaksanakannya, dia melaksanakan semua yang diperintahkan Allah kepadanya.


Kejadian 14:1-24

Abram Menyelamatkan Lot

14:1Pada masa Amrafel, raja Sinear; Ariokh, raja Elasar; Kedorlaomer, raja Elam; dan Tideal, raja Goyim;

14:2mereka mengadakan perang terhadap Bera, raja Sodom; Birsya, raja Gomora; Syinab, raja Adma; Syemeber, raja Zeboim; dan, Zoar, raja Bela.

14:3Mereka semua bersekutu di Lembah Sidim, yaitu Laut Asin.

14:4Selama dua belas tahun mereka melayani Kedorlaomer, tetapi pada tahun ketiga belas, mereka memberontak.

14:5Pada tahun keempat belas, datanglah Kedorlaomer bersama raja-raja yang menyertainya dan mengalahkan orang Refaim di Asyterot-Karnaim, orang Zuzim di Ham, orang Emim di Syawe-Kiryataim,

14:6dan orang Hori yang tinggal di pegunungan mereka, Seir, sampai ke El-Paran di pinggir padang belantara.

14:7Setelah itu, mereka kembali dan tiba di En-Mispat, yaitu Kadesh, dan menaklukkan seluruh wilayah milik orang Amalek serta orang Amori yang tinggal di Hazezon-Tamar.

14:8Lalu, keluarlah Raja Sodom, Raja Gomora, Raja Adma, Raja Zeboim, dan Raja Bela, yaitu Zoar, dan mengatur pertempuran terhadap mereka di Lembah Sidim,

14:9yaitu terhadap Kedorlaomer, raja Elam; Tideal, raja Goyim; Amrafel, raja Sinear; dan Ariokh, raja Elasar. Empat raja melawan lima raja.

14:10Lembah Sidim penuh dengan sumur aspal, dan ketika Raja Sodom dan Raja Gomora melarikan diri, beberapa orang terjatuh ke dalam lubang-lubang tersebut, tetapi mereka yang selamat melarikan diri ke pegunungan.

14:11Jadi, mereka pun menjarah seluruh barang serta makanan milik orang Sodom dan Gomora, kemudian pergi.

14:12Mereka juga menawan Lot, anak dari saudara Abram, dan segala kepunyaannya sebab dia tinggal di Sodom. Setelah itu, mereka pergi.

14:13Kemudian, seseorang yang berhasil melarikan diri datang dan menceritakannya kepada Abram, orang Ibrani itu, yang tinggal di antara pohon-pohon tarbantin milik Mamre, orang Amori, saudara Eskol dan saudara Aner, dan mereka itu bersekutu dengan Abram.

14:14Ketika Abram mengetahui bahwa saudaranya telah ditawan, dia mengerahkan orang-orangnya yang terlatih, yang lahir di rumahnya, sebanyak 318 orang, dan mengejar mereka sampai ke Dan.

14:15Dia membagi pasukannya, yaitu dia dan pelayan-pelayannya, untuk melawan mereka pada waktu malam, lalu memukul mereka, dan mengejar mereka sampai ke Hoba di sebelah utara Damsyik.

14:16Abram membawa kembali segala barang, dan juga membawa kembali saudaranya, Lot, dan barang-barangnya, dan juga para perempuan, dan orang-orang yang lain.

14:17Kemudian, Raja Sodom keluar untuk menemuinya di Lembah Syawe, yaitu lembah raja, sekembalinya dia dari mengalahkan Kedorlaomer dan raja-raja yang bersamanya.

Melkisedek

14:18Kemudian, Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur. Dia adalah imam Allah Yang Mahatinggi

14:19Dia memberkati Abram dan berkata, “Diberkatilah Abram dari Allah Yang Mahatinggi, Sang Pemilik langit dan bumi.

14:20Terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuh-musuhmu ke dalam tanganmu.” Kemudian, Abram menyerahkan sepersepuluh dari segala sesuatunya kepada Melkisedek.

14:21Kemudian, Raja Sodom berkata kepada Abram, “Berikanlah kepadaku orang-orang itu, tetapi ambillah barang-barang itu untuk dirimu sendiri.”

14:22Akan tetapi, Abram berkata kepada Raja Sodom, “Aku telah mengangkat tanganku kepada TUHAN, Allah Yang Mahatinggi, Sang Pemilik langit dan bumi

14:23bahwa aku tidak akan mengambil segala sesuatu yang menjadi milikmu, bahkan sehelai benang atau tali sandal sekalipun supaya kamu jangan berkata, ‘Aku telah menjadikan Abram kaya.’

14:24Aku tidak akan mengambil apa pun, kecuali yang sudah dimakan oleh orang-orang muda ini dan bagian orang-orang yang turut bersamaku, yaitu Aner, Eskol, dan Mamre, biarlah mereka mengambil bagian mereka.”


Kejadian 22:1-24

Iman Abraham Diuji

22:1Sesudah berbagai peristiwa itu, Allah menguji Abraham dan berkata kepadanya, “Abraham!” Abraham menjawab, “Ini aku!”

22:2Dia berfirman, “Bawalah Ishak, anakmu satu-satunya, yang kaukasihi itu, ke tanah Moria. Lalu, persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran di salah satu gunung yang akan Kutunjukkan kepadamu.”

22:3Pagi-pagi sekali, bangunlah Abraham dan memelanai keledainya. Dia mengajak dua dari pelayannya bersamanya dan juga Ishak, anaknya. Dia membelah kayu untuk kurban bakaran, lalu dia bersiap dan berangkat ke tempat yang telah difirmankan Allah kepadanya.

22:4Pada hari yang ketiga, Abraham melayangkan pandangannya dan melihat tempat itu dari kejauhan.

22:5Abraham berkata kepada kedua orang muda yang bersamanya, “Tinggallah di sini dengan keledai ini. Aku dan anak ini akan pergi ke sana untuk beribadah dan akan kembali lagi kepadamu.”

22:6Abraham mengambil kayu untuk kurban bakaran itu dan meletakkannya di bahu Ishak, anaknya, sedangkan dia membawa api dan pisau di tangannya. Keduanya pergi bersama-sama.

22:7Ishak berkata kepada ayahnya, “Ayahku!” Abraham menjawab, “Ya, Nak?” Ishak bertanya, “Lihat, api dan kayunya ada di sini, tetapi mana domba untuk persembahan bakarannya?”

22:8Abraham menjawab, “Anakku, Allah sendiri yang akan menyediakan anak domba untuk persembahan bakaran itu bagi-Nya.” Keduanya pun terus berjalan bersama-sama.

22:9Ketika mereka sampai di tempat yang difirmankan Allah kepada Abraham, Abraham pun membangun mazbah di sana dan mengatur kayu di atasnya. Kemudian, dia mengikat Ishak, anaknya, dan membaringkannya di atas mazbah itu, di atas kayu.

22:10Lalu, Abraham mengulurkan tangannya dan mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

22:11Akan tetapi, Malaikat TUHAN memanggilnya dari langit dan berkata, “Abraham! Abraham!” Abraham pun menjawab, “Ini aku.”

22:12Malaikat TUHAN berkata, “Jangan ulurkan tanganmu ke atas anak itu, jangan lakukan apa pun terhadapnya, sebab sekarang Aku tahu bahwa kamu takut akan Allah dan kamu tidak menahan anakmu, anak tunggalmu itu, dari-Ku.”

22:13Kemudian, Abraham mengangkat wajahnya dan melihat seekor domba jantan yang tanduknya tersangkut di semak belukar. Lalu, Abraham pergi untuk mengambil domba jantan itu dan mempersembahkannya sebagai kurban bakaran menggantikan anaknya.

22:14Abraham pun menyebut tempat itu: “TUHAN akan Menyediakan”. Sebab itu, sampai hari ini orang mengatakan, “Di gunung TUHAN hal itu akan disediakan.”

22:15Untuk kedua kalinya, Malaikat TUHAN memanggil Abraham dari langit,

22:16dan berkata, “Demi diri-Ku sendiri Aku bersumpah, demikianlah firman Allah, sebab kamu telah melakukan hal ini dan tidak menahan anakmu, anak tunggalmu itu,

22:17Aku sungguh-sungguh akan memberkatimu dan akan melipatgandakan keturunanmu sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di pantai. Keturunanmu akan menduduki setiap gerbang musuh-musuh mereka,

22:18dan melalui keturunanmu, semua bangsa di bumi akan diberkati karena kamu menaati perkataan-Ku.”

22:19Lalu, Abraham kembali kepada pelayan-pelayannya, dan mereka semua pergi bersama ke Bersyeba. Abraham pun tinggal di Bersyeba.

22:20Setelah semua peristiwa ini, diberitakanlah mengenai hal ini kepada Abraham, “Ketahuilah, Milka juga telah menjadi ibu. Dia telah melahirkan anak-anak laki-laki bagi Nahor, saudaramu.

22:21Anaknya yang sulung adalah Us, kemudian Bus, adiknya, dan Kemuel, nenek moyang orang Aram.

22:22Kemudian, Kesed, Hazo, Pildash, Yidlaf, dan Betuel.”

22:23Betuel adalah ayah dari Ribka. Milka melahirkan delapan anak bagi Nahor, saudara laki-laki Abraham.

22:24Gundik Nahor yang bernama Reuma juga melahirkan anak laki-laki, yaitu Tebah, Gaham, Tahash, dan Maakha.


Keluaran 12:1-51

Hari Raya Pesakh

12:1TUHAN berkata kepada Musa dan Harun di tanah Mesir, firman-Nya,

12:2“Bulan ini akan menjadi permulaan bulan-bulan bagimu dan akan menjadi bulan pertama dalam setahun bagimu.

12:3Sampaikanlah kepada seluruh jemaat Israel, katakanlah, ‘Pada hari kesepuluh bulan ini, setiap laki-laki harus mengambil seekor domba untuk setiap rumah.

12:4Jika satu rumah terlalu sedikit jumlahnya untuk seekor domba, biarlah dia bersama tetangga yang dekat dengan rumahnya mengambil berdasarkan jumlah jiwa. Kamu harus memperkirakan domba itu berdasarkan berapa banyak yang dimakan oleh setiap orang.

12:5Dombamu itu harus tidak bercacat, jantan, dan berumur setahun, dan kamu dapat mengambilnya dari antara domba atau kambing.

12:6Kamu harus menyimpannya sampai pada hari keempat belas bulan ini. Setelah itu, seluruh jemaat Israel harus menyembelihnya pada waktu senja.

12:7Kemudian, mereka harus mengambil darahnya dan mengoleskannya pada kedua tiang dan ambang pintu rumah tempat mereka memakannya.’

12:8‘Pada malam itu juga, mereka harus makan daging itu, yang dipanggang pada api, dan mereka harus memakannya dengan roti tidak beragi dan sayur pahit.

12:9Jangan memakannya mentah-mentah atau matang karena direbus dengan air, melainkan pangganglah dengan api, baik kepalanya, dan kakinya, beserta isi perutnya.

12:10Kamu tidak boleh menyisakannya sampai pagi. Apa pun yang tersisa dari itu sampai pagi harus kamu bakar dengan api.’

12:11‘Beginilah kamu harus memakannya, yaitu dengan pinggangmu yang dililit sabuk, dengan kasutmu di kakimu, dan dengan tongkatmu di tanganmu, dan kamu harus memakannya dengan cepat, itulah Pesakh bagi TUHAN.’

12:12‘Pada malam itu, Aku akan melintasi seluruh tanah Mesir dan akan memukul setiap anak sulung di tanah Mesir, baik itu manusia maupun binatang, dan Aku akan menjatuhkan penghakiman atas seluruh ilah Mesir. Akulah TUHAN.

12:13Darah itu akan menjadi tanda bagimu pada rumah tempat kamu tinggal. Ketika Aku melihat darah itu, Aku akan melewatkan rumahmu agar tidak ada bencana yang akan menimpamu dan membinasakanmu ketika Aku memukul tanah Mesir.’

12:14‘Hari ini akan menjadi hari peringatan bagimu dan kamu harus memeliharanya sebagai suatu hari raya bagi TUHAN, turun-temurun. Kamu harus memeliharanya sebagai suatu ketetapan untuk selama-lamanya.

12:15Selama tujuh hari kamu harus makan roti tidak beragi, tetapi pada hari pertama kamu harus menyingkirkan ragi dari rumahmu. Karena siapa pun yang makan sesuatu yang beragi sejak hari pertama sampai hari ketujuh, nyawanya harus dilenyapkan dari Israel.

12:16Pada hari pertama akan ada pertemuan kudus, begitu pula pada hari ketujuh akan ada pertemuan kudus bagimu. Tidak ada pekerjaan yang boleh dilakukan pada hari-hari itu. Apa yang perlu dimakan oleh setiap orang, hanya itulah yang boleh kamu siapkan.

12:17Kamu harus tetap memelihara hari raya Roti Tidak Beragi sebab tepat pada hari itu Aku telah membawa pasukanmu keluar dari tanah Mesir. Karena itu, kamu harus memelihara hari ini turun-temurun sebagai ketetapan untuk selama-lamanya.

12:18Dalam bulan pertama, pada hari keempat belas bulan itu, kamu harus makan roti tidak beragi sampai pada hari kedua puluh satu bulan itu, pada waktu sore.

12:19Selama tujuh hari tidak boleh ada ragi yang didapati dalam rumahmu. Karena siapa pun makan sesuatu yang beragi, nyawanya akan dilenyapkan dari antara jemaat Israel, baik orang asing atau penduduk asli negeri itu.

12:20Kamu tidak boleh makan apa pun yang beragi. Di seluruh tempat tinggalmu, kamu harus makan roti tidak beragi.’”

12:21Kemudian, Musa memanggil semua tua-tua Israel dan berkata kepada mereka, “Pilihlah dan ambillah domba berdasarkan keluargamu dan sembelihlah domba Pesakh itu.

12:22Ambillah seikat hisop dan celupkan itu ke dalam darah di sebuah baskom. Lalu, oleslah ambang pintu dan dua tiangnya dengan darah di baskom itu. Tidak ada seorang pun yang boleh keluar dari pintu rumah sampai pagi,

12:23sebab TUHAN akan melintas untuk memukul orang Mesir, dan ketika Dia melihat darah pada ambang pintu dan pada dua tiangnya, TUHAN akan melewatkan pintu itu dan tidak akan mengizinkan si pembinasa masuk ke dalam rumahmu untuk memukulmu.

12:24Kamu harus memelihara hal ini sebagai ketetapan bagimu dan anak-anakmu untuk selamanya.

12:25Saat kamu memasuki negeri yang akan diberikan TUHAN kepadamu, seperti yang telah dijanjikan-Nya, kamu harus tetap memelihara ibadah ini.

12:26Apabila anak-anakmu bertanya kepadamu, ‘Apa arti ibadah ini bagimu?’

12:27kamu harus menjawab, ‘Ini adalah kurban Pesakh bagi TUHAN yang melewatkan rumah keturunan Israel di Mesir ketika Dia memukul orang Mesir, tetapi meluputkan rumah kami.’” Lalu, umat itu bersujud dan menyembah.

12:28Kemudian, keturunan Israel pergi dan melaksanakannya, sebagaimana yang telah diperintahkan TUHAN kepada Musa dan Harun, demikianlah mereka melaksanakannya.

Anak Sulung Orang Mesir Mati

12:29Terjadilah, pada tengah malam, TUHAN memukul semua anak sulung di tanah Mesir, mulai dari anak sulung Firaun yang duduk di takhtanya, sampai anak sulung para tahanan yang berada di penjara, dan juga setiap anak sulung ternak.

12:30Pada malam itu, Firaun bangun, dia, dan semua hambanya, dan seluruh orang Mesir. Lalu, terdengarlah jerit tangis yang dahsyat di Mesir sebab tidak ada satu pun rumah yang tidak ada kematian.

12:31Pada malam itu juga, Firaun memanggil Musa dan Harun, lalu berkata, “Bangkitlah, keluarlah kamu dari antara rakyatku, baik kamu maupun keturunan Israel, dan pergi, layanilah TUHAN seperti katamu itu.

12:32Bawa juga kawanan dombamu dan ternakmu seperti katamu itu, pergilah, dan berkatilah juga aku.”

12:33Orang Mesir pun mendesak bangsa itu dan menyuruh mereka keluar dari negeri itu sesegera mungkin sebab mereka berkata, “Kami semua bisa mati.”

12:34Kemudian, bangsa itu mengangkat adonan yang belum beragi beserta tempat adonannya yang dibungkus dengan pakaiannya ke atas bahu mereka.

12:35Keturunan Israel juga telah melaksanakan yang dikatakan Musa, yaitu mereka meminta barang-barang perak, barang-barang emas, dan pakaian dari orang Mesir.

12:36TUHAN memberikan kepada bangsa ini kemurahan hati di mata orang Mesir sehingga orang Mesir memberi yang mereka minta. Demikianlah mereka merampasi orang Mesir.

12:37Keturunan Israel berangkat dari Raamses ke Sukot, sekitar 600.000 laki-laki yang berjalan kaki, belum termasuk anak-anak.

12:38Banyak bangsa campuran yang juga pergi bersama mereka, beserta kawanan domba, kawanan sapi, dan ternak yang sangat banyak.

12:39Kemudian, mereka memanggang adonan yang mereka bawa dari Mesir menjadi roti tidak beragi sebab mereka diusir dari Mesir dan tidak boleh berlambat-lambat. Mereka juga tidak sempat menyiapkan bekal bagi diri mereka.

12:40Lamanya keturunan Israel tinggal sementara, yaitu ketika mereka tinggal di Mesir adalah 430 tahun.

12:41Pada akhir 430 tahun, pada hari itu, seluruh pasukan TUHAN keluar dari tanah Mesir.

12:42Ini adalah malam yang harus diperingati bagi TUHAN karena telah membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Malam ini adalah malam bagi TUHAN, untuk diperingati oleh seluruh keturunan Israel, turun-temurun.

12:43TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun, “Inilah peraturan tentang Pesakh: Orang asing tidak boleh memakannya,

12:44tetapi setiap budak yang dibeli dengan uang, setelah kamu menyunatnya, mereka boleh memakannya.

12:45Orang asing dan orang upahan tidak boleh memakannya.

12:46Itu harus dimakan dalam rumah, kamu tidak boleh membawa daging itu keluar dari rumah, dan satu pun tulangnya tidak boleh kamu patahkan.

12:47Seluruh jemaat Israel harus melaksanakannya.

12:48Jika ada orang asing yang tinggal sementara denganmu dan ingin merayakan Pesakh bagi TUHAN, setiap laki-laki dari mereka harus disunat. Setelah itu, mereka boleh datang untuk merayakannya dan dia akan menjadi seperti yang lahir di negeri itu. Orang yang tidak bersunat tidak boleh memakannya.

12:49Satu hukum ini berlaku bagi semua penduduk asli dan bagi orang asing yang tinggal sementara di tengah-tengah kamu.”

12:50Demikianlah seluruh keturunan Israel melaksanakannya, sebagaimana yang telah TUHAN perintahkan kepada Musa dan Harun, demikianlah mereka melaksanakannya.

12:51Pada hari itu juga, TUHAN membawa orang Israel keluar dari tanah Mesir menurut kelompok-kelompoknya.


Keluaran 20:1-26

Sepuluh Hukum

20:1Kemudian, Allah menyampaikan semua firman ini, kata-Nya,

20:2“Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawamu keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan:

20:3Jangan ada padamu ilah lain di hadapan-Ku.

20:4Jangan membuat berhala bagimu atau wujud apa pun yang ada di langit, di atas, atau di bumi, di bawah, atau di dalam air, di bawah bumi.

20:5Janganlah kamu menyembah atau beribadah kepadanya sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalas kesalahan ayah kepada anak-anaknya sampai keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.

20:6Namun, Aku akan menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang yang mengasihi Aku dan yang menaati perintah-perintah-Ku.

20:7Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sia-sia karena TUHAN akan memandang bersalah siapa pun yang menyebut nama-Nya dengan sia-sia.

20:8Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.

20:9Selama enam hari kamu akan bekerja dan melakukan semua pekerjaanmu,

20:10tetapi hari ketujuh adalah Sabat TUHAN, Allahmu. Pada hari itu, kamu tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun, kamu, ataupun anak laki-lakimu, ataupun anak perempuanmu, ataupun hamba laki-lakimu, ataupun hamba perempuanmu, ataupun ternakmu, ataupun orang asing yang ada di kotamu.

20:11Sebab, selama enam hari TUHAN menciptakan langit dan bumi, laut dan segala yang ada di dalamnya, lalu beristirahat pada hari ketujuh. Karena itu, TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

20:12Hormatilah ayahmu dan ibumu supaya umurmu panjang di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

20:13Jangan membunuh.

20:14Jangan berzina.

20:15Jangan mencuri.

20:16Jangan mengucapkan kesaksian dusta tentang sesamamu.

20:17Jangan mengingini rumah sesamamu, jangan mengingini istri sesamamu, hamba laki-lakinya atau perempuan, sapinya, keledainya, atau apa pun yang adalah milik sesamamu.”

Orang Israel Takut akan Kedatangan TUHAN

20:18Seluruh bangsa itu menyaksikan guntur dan kilat, bunyi trompet, dan gunung yang berasap. Ketika bangsa itu menyaksikannya, mereka gemetar dan berdiri jauh-jauh.

20:19Kemudian, mereka berkata kepada Musa, “Berbicaralah kepada kami dan kami akan mendengarkan, tetapi jangan biarkan Allah berbicara dengan kami, atau kami akan mati.”

20:20Musa berkata kepada mereka, “Jangan takut! Sebab, Allah datang untuk mengujimu agar rasa takut akan Dia ada padamu sehingga kamu tidak berbuat dosa.”

20:21Jadi, bangsa itu pun berdiri jauh-jauh dan Musa menghampiri kegelapan yang pekat, tempat Allah hadir.

20:22TUHAN berfirman kepada Musa, “Inilah yang harus kamu katakan kepada keturunan Israel, ‘Kamu sudah menyaksikan bahwa Aku telah berbicara kepadamu dari langit.

20:23Jangan kamu membuat ilah-ilah lain, di samping Aku, baik itu ilah dari perak maupun ilah dari emas, kamu tidak boleh membuatnya bagi dirimu.

20:24Kamu harus membuat sebuah mazbah di bumi bagi-Ku dan harus mengurbankan persembahan bakaranmu dan persembahan pendamaianmu di atasnya, yaitu dombamu dan sapimu. Di setiap tempat yang Aku tentukan untuk mengingat nama-Ku, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan memberkatimu.

20:25Jika kamu membuat sebuah mazbah batu bagi-Ku, jangan kamu membangunnya dari batu yang dipahat. Sebab, jika kamu mengangkat peralatanmu atasnya, kamu sudah mencemarkannya.

20:26Jangan kamu naik ke mazbah-Ku menggunakan tangga supaya ketelanjanganmu tidak terlihat di sana.’”


2 Samuel 7:1-29

Janji Allah kepada Daud

7:1Ketika raja tinggal di istananya dan TUHAN mengaruniakan keamanan kepadanya dari semua musuh di sekelilingnya,

7:2raja berkata kepada Nabi Natan, “Lihatlah, aku tinggal di dalam istana dari kayu aras, tetapi Tabut Allah tinggal di dalam tenda.”

7:3Lalu, Natan berkata kepada raja, “Lakukanlah apa saja yang ada di hatimu, sebab TUHAN menyertaimu.”

7:4Namun, pada malam itu, firman TUHAN datang kepada Natan, bunyinya,

7:5“Pergilah dan katakan kepada hamba-Ku Daud, inilah firman TUHAN, ‘Kamukah yang akan mendirikan rumah untuk Kudiami?

7:6Sesungguhnya, Aku tidak pernah menetap di dalam rumah sejak menuntun orang Israel dari Mesir sampai saat ini, tetapi mengembara dengan kemah sebagai tempat kediaman.

7:7Ke mana pun Aku mengembara bersama semua orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan untuk menggembalakan umat-Ku Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan rumah bagi-Ku dari kayu aras?’

7:8Karena itu, inilah yang harus kaukatakan kepada hamba-Ku Daud, inilah firman TUHAN semesta alam, ‘Aku mengambil kamu dari padang rumput, dari menggiring domba, untuk menjadikanmu raja atas umat-Ku, yaitu atas Israel.

7:9Aku menyertai kamu ke mana pun kamu pergi dan mengalahkan semua musuhmu dari hadapanmu. Aku akan membuat namamu besar seperti nama orang-orang besar di bumi.

7:10Aku akan mendirikan tempat bagi umat-Ku Israel dan akan menanam mereka di sana sehingga mereka akan menetap di tempatnya sendiri dan tidak lagi diusik, atau ditindas oleh orang-orang jahat seperti sebelumnya.

7:11Sejak Aku menetapkan hakim-hakim atas umat-Ku Israel, Aku memberi keamanan kepadamu dari semua musuhmu. TUHAN juga menyatakan kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu.

7:12Apabila umurmu sudah genap dan engkau berbaring bersama-sama dengan nenek moyangmu, Aku akan membangkitkan benih sesudahmu yang akan keluar dari buah pinggangmu. Dan, Aku akan menegakkan kerajaannya.

7:13Dia akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, dan Aku akan menegakkan kerajaannya sampai selama-lamanya.

7:14Aku akan menjadi Bapanya, dan dia akan menjadi anak-Ku. Jika dia bersalah, Aku akan menghukumnya dengan rotan manusia, dengan pukulan dari anak-anak manusia.

7:15Kasih setia-Ku tidak akan menjauh darinya, seperti yang Kujauhkan dari Saul, yang telah Kusingkirkan dari hadapanmu.

7:16Keluarga dan kerajaanmu akan kukuh selamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan tegak untuk selama-lamanya.’”

7:17Sesuai dengan semua firman dan semua penglihatan ini, demikianlah Natan berkata kepada Daud.

Daud Memuji Allah

7:18Lalu, Raja Daud masuk dan duduk di hadapan TUHAN sambil berkata, “Siapakah aku, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku sehingga Engkau membawaku sampai ke sini?

7:19Hal ini tampak kecil di mata-Mu, ya TUHAN Allah! Engkau berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu untuk masa yang masih jauh itu. Inikah perjanjian bagi manusia, ya TUHAN Allah?

7:20Apa lagi yang dapat dikatakan Daud kepada-Mu? Sebab, Engkau yang mengenal hamba-Mu ini, ya TUHAN Allah.

7:21Oleh karena firman-Mu dan sesuai dengan isi hati-Mu, Engkau melakukan segala perkara yang besar ini dan memberitahukannya kepada hamba-Mu.

7:22Sebab itu, Engkau besar, ya Tuhan ALLAH. Sebab, tidak ada yang seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau, sesuai segala yang kami dengar dengan telinga kami.

7:23Bangsa manakah di bumi yang seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya untuk menjadikannya sebagai umat-Nya, untuk mendapat nama bagi-Nya, dan melakukan hal-hal besar dan dahsyat bagi tanah-Mu dengan mengusir bangsa-bangsa dan para ilah mereka dari depan umat-Mu yang telah Engkau tebus dari Mesir?

7:24Engkau telah meneguhkan umat Israel sebagai umat-Mu untuk selamanya, dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka.

7:25Oleh karena itu, sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah firman yang Engkau ucapkan tentang hamba-Mu dan keluarganya, dan lakukanlah seperti yang telah Engkau firmankan itu.

7:26Dengan demikian, nama-Mu akan diagungkan sampai selamanya sehingga orang berkata, ‘TUHAN semesta alam adalah Allah atas Israel.’ Dan kiranya keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kukuh di hadapan-Mu.

7:27Sebab Engkau, ya TUHAN semesta alam, Allah Israel, menyatakan kepada hamba-Mu, demikian, ‘Aku akan membangun keturunan bagimu.’ Itulah sebabnya, hamba-Mu ini memberanikan diri untuk menyampaikan doa ini kepada-Mu.

7:28Sekarang, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah, dan segala firman-Mu adalah kebenaran. Engkau telah menjanjikan hal-hal yang baik kepada hamba-Mu.

7:29Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini supaya tetap melayani di hadapan-Mu sampai selamanya. Sebab, Engkau berfirman, ya Tuhan ALLAH, dan dengan berkat-Mu biarlah keluarga hamba-Mu ini akan diberkati untuk selamanya.”


Ibrani 3:1-6

Yesus Lebih Besar daripada Musa

3:1Karena itu, saudara-saudara yang kudus, kamu yang memiliki bagian dalam panggilan surgawi, pandanglah Yesus, Sang Rasul dan Imam Besar pengakuan kita,

3:2yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sama seperti Musa yang setia dalam seluruh rumah-Nya.

3:3Sebab, Yesus dianggap layak untuk mendapat kemuliaan yang lebih besar daripada Musa, seperti halnya seorang pembangun rumah yang mendapat kehormatan lebih besar daripada rumah itu sendiri.

3:4(Sebab, setiap rumah dibangun oleh seseorang, tetapi Pembangun dari segala sesuatu adalah Allah).

3:5Musa setia dalam seluruh rumah Allah sebagai seorang pelayan, untuk memberi kesaksian kepada hal-hal yang akan dikatakan di kemudian hari.

3:6Namun, Kristus setia sebagai Anak dalam rumah Allah, yaitu kita, jika kita tetap berpegang teguh pada keyakinan dan pengharapan yang kita banggakan sampai akhir.


Ibrani 3:4

3:4(Sebab, setiap rumah dibangun oleh seseorang, tetapi Pembangun dari segala sesuatu adalah Allah).


Ibrani 1:1--5:10

Allah Telah Berbicara Melalui Anak-Nya

1:1Setelah di masa yang lampau, Allah berulang kali berbicara kepada nenek moyang kita melalui para nabi,

1:2pada hari-hari terakhir ini, Allah berbicara kepada kita melalui Anak-Nya yang telah dipilih-Nya untuk menjadi Pewaris atas segala sesuatu, yang melalui-Nya juga Allah menciptakan alam semesta.

1:3Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambaran yang sempurna dari sifat-Nya, Ia pula yang menopang segala sesuatu dengan firman kuasa-Nya. Sesudah melakukan penyucian dosa-dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar di tempat tinggi,

1:4sehingga Ia menjadi jauh lebih tinggi daripada para malaikat sebab Ia mewarisi nama yang lebih tinggi daripada nama mereka.

1:5Sebab, pernahkah Allah berkata kepada malaikat, “Engkau adalah Anak-Ku. Pada hari ini, Aku telah menjadi Bapa-Mu”? Atau, pernahkah Ia berkata tentang mereka, “Aku akan menjadi Bapa bagi-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku.”?

1:6Akan tetapi, ketika Allah memperkenalkan Anak sulung-Nya kepada dunia, Ia berkata, “Biarlah seluruh malaikat Allah menyembah Dia.”

1:7Tentang para malaikat, Allah berkata, “Ia membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi angin, pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api.”

1:8Sedangkan tentang Anak-Nya, Ia berkata, “Takhta-Mu, ya Allah, akan ada selama-lamanya. Tongkat kebenaran adalah tongkat Kerajaan-Mu.

1:9Engkau mencintai kebenaran dan membenci kejahatan. Karena itu, Allah, yaitu Allah-Mu, telah mengurapi Engkau dengan minyak sukacita melebihi sahabat-sahabat-Mu.”

1:10Dan lagi, “Engkau, Tuhan, pada mulanya Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu.

1:11Bumi dan langit akan lenyap, tetapi Engkau akan tetap ada. Bumi dan langit akan usang seperti pakaian.

1:12Seperti jubah Engkau akan melipatnya, dan seperti pakaian, mereka akan diganti. Akan tetapi, Engkau tidak akan berubah, dan tahun-tahun-Mu tidak akan pernah berakhir.”

1:13Dan, kepada malaikat yang mana, Allah pernah berkata seperti ini, “Duduklah di sebelah kanan-Ku sampai Aku meletakkan musuh-musuh-Mu di bawah kuasa-Mu”?

1:14Bukankah malaikat adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk menolong orang-orang yang akan menerima keselamatan?

Keselamatan Besar

2:1Karena itu, kita harus lebih teliti memperhatikan apa yang sudah kita dengar supaya kita tidak terseret arus.

2:2Sebab, bila ajaran yang disampaikan oleh para malaikat terbukti tidak dapat diubah, dan setiap pelanggaran atau ketidaktaatan akan menerima hukuman yang adil,

2:3bagaimana mungkin kita dapat lolos jika kita mengabaikan keselamatan yang besar itu? Yaitu, keselamatan yang pertama-tama diberitakan oleh Tuhan, dan dibuktikan kebenarannya kepada kita oleh orang-orang yang mendengar-Nya

2:4Selain itu, Allah juga memberi kesaksian melalui tanda-tanda dan hal-hal ajaib, berbagai mukjizat serta karunia-karunia Roh Kudus yang dibagikan menurut kehendak-Nya.

Yesus Menjadi Sama seperti Manusia untuk Menyelamatkan Manusia

2:5Allah tidak menaklukkan dunia yang akan datang, yaitu dunia yang sedang kita bicarakan, kepada para malaikat

2:6Namun, ada satu orang yang telah memberi kesaksian dalam sebuah nas: “Siapakah manusia sehingga Engkau memikirkannya? Siapakah anak manusia sehingga Engkau memedulikannya?

2:7Untuk sesaat, Engkau membuatnya lebih rendah daripada malaikat; Engkau memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

2:8Engkau menaklukkan segala sesuatu di bawah kakinya.” Sebab, dengan menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, maka Allah tidak membiarkan sesuatu pun yang tidak takluk kepada-Nya. Akan tetapi, sekarang kita belum melihat segala sesuatu takluk kepada-Nya.

2:9Namun, kita telah melihat Yesus yang untuk sementara dibuat lebih rendah daripada para malaikat, yaitu Yesus yang dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat karena telah menderita kematian supaya oleh anugerah Allah, Ia dapat merasakan kematian bagi semua orang.

2:10Sudah selayaknya Ia -- yang bagi Dia dan melalui Dia segala sesuatu ada -- menyempurnakan Perintis Keselamatan anak-anak-Nya melalui penderitaan, untuk membawa mereka kepada kemuliaan.

2:11Sebab, baik Ia yang menyucikan maupun mereka yang disucikan, semuanya berasal dari satu Bapa; itulah sebabnya Yesus tidak malu menyebut mereka sebagai saudara-saudara-Nya

2:12dengan berkata: “Aku akan menyatakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku. Di tengah-tengah seluruh umat-Mu, Aku akan menyanyikan pujian bagi-Mu.”

2:13Dan lagi: “Aku akan menaruh keyakinan-Ku kepada Allah.” Dan lagi, “Inilah Aku, beserta anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku.”

2:14Karena anak-anak itu adalah manusia yang memiliki darah dan daging, maka Yesus juga mengambil bagian dalam keadaan mereka supaya melalui kematian-Nya, Ia dapat membinasakan dia yang memiliki kuasa atas kematian, yaitu Iblis.

2:15Dan, membebaskan mereka yang seumur hidupnya diperbudak oleh ketakutan akan kematian.

2:16Jadi, jelaslah bahwa Ia tidak memberi pertolongan kepada para malaikat, tetapi kepada keturunan Abraham.

2:17Karena itu, dalam segala hal Yesus harus menjadi seperti saudara-saudara-Nya, supaya Ia dapat menjadi Imam Besar yang penuh belas kasihan dan setia dalam pelayanan kepada Allah. Dengan demikian, Ia dapat membawa penebusan atas dosa-dosa umat.

2:18Sebab, Yesus sendiri menderita ketika dicobai, maka Ia dapat menolong mereka yang sedang dicobai.

Yesus Lebih Besar daripada Musa

3:1Karena itu, saudara-saudara yang kudus, kamu yang memiliki bagian dalam panggilan surgawi, pandanglah Yesus, Sang Rasul dan Imam Besar pengakuan kita,

3:2yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sama seperti Musa yang setia dalam seluruh rumah-Nya.

3:3Sebab, Yesus dianggap layak untuk mendapat kemuliaan yang lebih besar daripada Musa, seperti halnya seorang pembangun rumah yang mendapat kehormatan lebih besar daripada rumah itu sendiri.

3:4(Sebab, setiap rumah dibangun oleh seseorang, tetapi Pembangun dari segala sesuatu adalah Allah).

3:5Musa setia dalam seluruh rumah Allah sebagai seorang pelayan, untuk memberi kesaksian kepada hal-hal yang akan dikatakan di kemudian hari.

3:6Namun, Kristus setia sebagai Anak dalam rumah Allah, yaitu kita, jika kita tetap berpegang teguh pada keyakinan dan pengharapan yang kita banggakan sampai akhir.

Teruslah Mengikuti Allah

3:7Karena itu, seperti yang Roh Kudus katakan, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,

3:8janganlah keraskan hatimu seperti dalam pemberontakan yang kamu lakukan pada hari pencobaan di padang gurun,

3:9yaitu ketika nenek moyangmu mencobai Aku dan melihat perbuatan-perbuatan-Ku selama empat puluh tahun.

3:10Sebab itulah Aku marah kepada generasi itu dan berkata, ‘Hati mereka selalu sesat dan mereka tidak mengerti jalan-jalan-Ku.’

3:11Jadi, Aku bersumpah dalam amarah-Ku: ‘Mereka tidak akan masuk ke tempat perhentian-Ku.’”

3:12Berhati-hatilah Saudara-saudara, janganlah ada di antara kamu yang memiliki hati yang jahat dan yang tidak percaya, yang membuatmu berpaling dari Allah yang hidup.

3:13Sebaliknya, nasihatilah satu dengan yang lain setiap hari, selama masih ada yang disebut “hari ini” supaya tidak ada di antaramu yang dikeraskan oleh tipu daya dosa.

3:14Kita telah mengambil bagian di dalam Kristus, jika kita berpegang teguh pada keyakinan kita yang semula sampai pada akhirnya.

3:15Seperti tertulis, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam pemberontakan.”

3:16Siapakah orang-orang yang telah mendengar suara Allah, tetapi memberontak? Bukankah mereka semua yang keluar dari Mesir di bawah kepemimpinan Musa?

3:17Dan, kepada siapakah Allah marah selama empat puluh tahun? Bukankah kepada mereka yang berbuat dosa sehingga mayat mereka bergelimpangan di padang gurun?

3:18Dan, kepada siapakah Allah bersumpah bahwa mereka tidak akan pernah masuk ke tempat perhentian-Nya, kalau bukan kepada mereka yang tidak taat?

3:19Jadi, kita melihat bahwa mereka tidak dapat masuk karena ketidakpercayaan mereka.

Janji untuk Masuk ke Tempat Perhentian Allah

4:1Oleh karena itu, selama janji untuk masuk ke tempat perhentian-Nya masih berlaku, biarlah kita merasa takut, kalau-kalau ada di antara kita yang gagal mendapatkan janji itu.

4:2Memang betul, kabar baik telah diberitakan kepada kita, seperti juga telah diberitakan kepada mereka, tetapi berita yang mereka dengar itu tidak menguntungkan mereka karena tidak disatukan dengan iman orang-orang yang mendengarkannya.

4:3Karena kita yang percaya, akan masuk ke tempat perhentian itu, seperti yang dikatakan-Nya, “Aku bersumpah dalam amarah-Ku: ‘Mereka tidak akan pernah masuk ke tempat perhentian-Ku,’” meskipun pekerjaan Allah sudah selesai sejak penciptaan dasar dunia ini.

4:4Sebab, dalam sebuah nas, Allah berbicara demikian tentang hari ketujuh, “Pada hari ketujuh, Allah berhenti dari semua pekerjaan-Nya.”

4:5Akan tetapi, seperti yang telah dikatakan Allah, “Mereka tidak akan masuk ke tempat perhentian-Ku.”

4:6Jadi, masih ada kemungkinan untuk sebagian orang masuk ke tempat perhentian, dan ada sebagian orang yang sebelumnya telah mendengar kabar baik, tetapi gagal masuk karena ketidaktaatan mereka.

4:7Jadi, sekali lagi Allah menetapkan satu hari tertentu, yang disebut “hari ini”, yang telah dikatakan melalui Daud jauh hari sebelumnya, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam pemberontakan.”

4:8Sebab, jika Yosua sudah memberi mereka tempat perhentian, maka Allah tidak akan lagi berbicara tentang suatu hari lain di kemudian hari.

4:9Jika demikian, maka masih ada perhentian pada hari Sabat untuk umat Allah.

4:10Untuk mereka yang telah masuk ke tempat perhentian Allah, mereka juga telah beristirahat dari pekerjaannya, seperti yang Allah lakukan dari pekerjaan-Nya.

4:11Karena itu, marilah kita berjuang untuk masuk ke tempat perhentian itu, sehingga tak seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan yang sama.

4:12Sebab, firman Allah itu hidup dan berkuasa, dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun. Firman itu menusuk jauh sampai memisahkan jiwa dan roh, antara sendi dan tulang sumsum, serta sanggup menilai pikiran dan kehendak hati kita.

4:13Tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi dari pandangan-Nya. Sebaliknya, segala sesuatu telanjang dan tak tersembunyi dari mata-Nya. Kepada-Nyalah kita harus memberi pertanggungjawaban atas semua yang kita lakukan.

Yesus Kristus adalah Imam Besar Kita

4:14Karena kita mempunyai Imam Besar Agung yang sudah naik ke surga, yaitu Yesus, Anak Allah, marilah kita terus berpegang teguh pada pengakuan kita.

4:15Sebab, kita tidak memiliki Imam Besar yang tidak dapat memahami kelemahan-kelemahan kita, tetapi kita memiliki Imam Besar yang telah dicobai dalam segala hal, sama seperti kita, tetapi Ia tidak berdosa.

4:16Karena itu, dengan keyakinan, marilah kita datang menghampiri takhta anugerah supaya kita menerima belas kasihan dan menemukan anugerah untuk menolong kita, ketika kita membutuhkannya.

5:1Sebab, setiap imam besar yang dipilih dari antara manusia ditunjuk untuk menjadi wakil manusia dalam hal-hal yang berkenaan dengan Allah, supaya ia dapat mempersembahkan persembahan-persembahan dan kurban-kurban atas dosa-dosa.

5:2Karena imam besar juga penuh dengan kelemahan, maka ia juga dapat bersikap lembut terhadap orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan dan mudah tersesat.

5:3Itu sebabnya, ia wajib mempersembahkan kurban penghapusan dosa, bukan hanya untuk umat, tetapi juga untuk dirinya sendiri.

5:4Tidak ada imam besar yang dapat mengambil kehormatan ini untuk dirinya sendiri, ia hanya menerimanya ketika ia dipanggil oleh Allah, seperti halnya Harun.

5:5Demikian juga Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri untuk menjadi seorang Imam Besar, tetapi oleh Dia yang berkata kepada-Nya, “Engkau adalah Anak-Ku. Pada hari ini Aku telah menjadi Bapa-Mu.”

5:6Di bagian lain Ia juga berkata, “Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.”

5:7Dalam hidupnya sebagai manusia, Yesus mempersembahkan doa maupun permohonan dengan ratapan dan air mata, kepada Dia yang dapat menyelamatkan-Nya dari kematian. Dan, Ia didengar karena kesalehan-Nya.

5:8Walaupun Yesus adalah Anak, tetapi Ia belajar untuk taat melalui penderitaan yang dialami-Nya.

5:9Dengan setelah disempurnakan, Ia menjadi sumber keselamatan kekal bagi semua orang yang taat kepada-Nya,

5:10dan Ia telah dipanggil oleh Allah sebagai Imam Besar sesuai peraturan Melkisedek.


Ibrani 5:7

5:7Dalam hidupnya sebagai manusia, Yesus mempersembahkan doa maupun permohonan dengan ratapan dan air mata, kepada Dia yang dapat menyelamatkan-Nya dari kematian. Dan, Ia didengar karena kesalehan-Nya.


Ibrani 1:1--8:13

Allah Telah Berbicara Melalui Anak-Nya

1:1Setelah di masa yang lampau, Allah berulang kali berbicara kepada nenek moyang kita melalui para nabi,

1:2pada hari-hari terakhir ini, Allah berbicara kepada kita melalui Anak-Nya yang telah dipilih-Nya untuk menjadi Pewaris atas segala sesuatu, yang melalui-Nya juga Allah menciptakan alam semesta.

1:3Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambaran yang sempurna dari sifat-Nya, Ia pula yang menopang segala sesuatu dengan firman kuasa-Nya. Sesudah melakukan penyucian dosa-dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar di tempat tinggi,

1:4sehingga Ia menjadi jauh lebih tinggi daripada para malaikat sebab Ia mewarisi nama yang lebih tinggi daripada nama mereka.

1:5Sebab, pernahkah Allah berkata kepada malaikat, “Engkau adalah Anak-Ku. Pada hari ini, Aku telah menjadi Bapa-Mu”? Atau, pernahkah Ia berkata tentang mereka, “Aku akan menjadi Bapa bagi-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku.”?

1:6Akan tetapi, ketika Allah memperkenalkan Anak sulung-Nya kepada dunia, Ia berkata, “Biarlah seluruh malaikat Allah menyembah Dia.”

1:7Tentang para malaikat, Allah berkata, “Ia membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi angin, pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api.”

1:8Sedangkan tentang Anak-Nya, Ia berkata, “Takhta-Mu, ya Allah, akan ada selama-lamanya. Tongkat kebenaran adalah tongkat Kerajaan-Mu.

1:9Engkau mencintai kebenaran dan membenci kejahatan. Karena itu, Allah, yaitu Allah-Mu, telah mengurapi Engkau dengan minyak sukacita melebihi sahabat-sahabat-Mu.”

1:10Dan lagi, “Engkau, Tuhan, pada mulanya Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu.

1:11Bumi dan langit akan lenyap, tetapi Engkau akan tetap ada. Bumi dan langit akan usang seperti pakaian.

1:12Seperti jubah Engkau akan melipatnya, dan seperti pakaian, mereka akan diganti. Akan tetapi, Engkau tidak akan berubah, dan tahun-tahun-Mu tidak akan pernah berakhir.”

1:13Dan, kepada malaikat yang mana, Allah pernah berkata seperti ini, “Duduklah di sebelah kanan-Ku sampai Aku meletakkan musuh-musuh-Mu di bawah kuasa-Mu”?

1:14Bukankah malaikat adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk menolong orang-orang yang akan menerima keselamatan?

Keselamatan Besar

2:1Karena itu, kita harus lebih teliti memperhatikan apa yang sudah kita dengar supaya kita tidak terseret arus.

2:2Sebab, bila ajaran yang disampaikan oleh para malaikat terbukti tidak dapat diubah, dan setiap pelanggaran atau ketidaktaatan akan menerima hukuman yang adil,

2:3bagaimana mungkin kita dapat lolos jika kita mengabaikan keselamatan yang besar itu? Yaitu, keselamatan yang pertama-tama diberitakan oleh Tuhan, dan dibuktikan kebenarannya kepada kita oleh orang-orang yang mendengar-Nya

2:4Selain itu, Allah juga memberi kesaksian melalui tanda-tanda dan hal-hal ajaib, berbagai mukjizat serta karunia-karunia Roh Kudus yang dibagikan menurut kehendak-Nya.

Yesus Menjadi Sama seperti Manusia untuk Menyelamatkan Manusia

2:5Allah tidak menaklukkan dunia yang akan datang, yaitu dunia yang sedang kita bicarakan, kepada para malaikat

2:6Namun, ada satu orang yang telah memberi kesaksian dalam sebuah nas: “Siapakah manusia sehingga Engkau memikirkannya? Siapakah anak manusia sehingga Engkau memedulikannya?

2:7Untuk sesaat, Engkau membuatnya lebih rendah daripada malaikat; Engkau memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

2:8Engkau menaklukkan segala sesuatu di bawah kakinya.” Sebab, dengan menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, maka Allah tidak membiarkan sesuatu pun yang tidak takluk kepada-Nya. Akan tetapi, sekarang kita belum melihat segala sesuatu takluk kepada-Nya.

2:9Namun, kita telah melihat Yesus yang untuk sementara dibuat lebih rendah daripada para malaikat, yaitu Yesus yang dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat karena telah menderita kematian supaya oleh anugerah Allah, Ia dapat merasakan kematian bagi semua orang.

2:10Sudah selayaknya Ia -- yang bagi Dia dan melalui Dia segala sesuatu ada -- menyempurnakan Perintis Keselamatan anak-anak-Nya melalui penderitaan, untuk membawa mereka kepada kemuliaan.

2:11Sebab, baik Ia yang menyucikan maupun mereka yang disucikan, semuanya berasal dari satu Bapa; itulah sebabnya Yesus tidak malu menyebut mereka sebagai saudara-saudara-Nya

2:12dengan berkata: “Aku akan menyatakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku. Di tengah-tengah seluruh umat-Mu, Aku akan menyanyikan pujian bagi-Mu.”

2:13Dan lagi: “Aku akan menaruh keyakinan-Ku kepada Allah.” Dan lagi, “Inilah Aku, beserta anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku.”

2:14Karena anak-anak itu adalah manusia yang memiliki darah dan daging, maka Yesus juga mengambil bagian dalam keadaan mereka supaya melalui kematian-Nya, Ia dapat membinasakan dia yang memiliki kuasa atas kematian, yaitu Iblis.

2:15Dan, membebaskan mereka yang seumur hidupnya diperbudak oleh ketakutan akan kematian.

2:16Jadi, jelaslah bahwa Ia tidak memberi pertolongan kepada para malaikat, tetapi kepada keturunan Abraham.

2:17Karena itu, dalam segala hal Yesus harus menjadi seperti saudara-saudara-Nya, supaya Ia dapat menjadi Imam Besar yang penuh belas kasihan dan setia dalam pelayanan kepada Allah. Dengan demikian, Ia dapat membawa penebusan atas dosa-dosa umat.

2:18Sebab, Yesus sendiri menderita ketika dicobai, maka Ia dapat menolong mereka yang sedang dicobai.

Yesus Lebih Besar daripada Musa

3:1Karena itu, saudara-saudara yang kudus, kamu yang memiliki bagian dalam panggilan surgawi, pandanglah Yesus, Sang Rasul dan Imam Besar pengakuan kita,

3:2yang setia kepada Dia yang telah menetapkan-Nya, sama seperti Musa yang setia dalam seluruh rumah-Nya.

3:3Sebab, Yesus dianggap layak untuk mendapat kemuliaan yang lebih besar daripada Musa, seperti halnya seorang pembangun rumah yang mendapat kehormatan lebih besar daripada rumah itu sendiri.

3:4(Sebab, setiap rumah dibangun oleh seseorang, tetapi Pembangun dari segala sesuatu adalah Allah).

3:5Musa setia dalam seluruh rumah Allah sebagai seorang pelayan, untuk memberi kesaksian kepada hal-hal yang akan dikatakan di kemudian hari.

3:6Namun, Kristus setia sebagai Anak dalam rumah Allah, yaitu kita, jika kita tetap berpegang teguh pada keyakinan dan pengharapan yang kita banggakan sampai akhir.

Teruslah Mengikuti Allah

3:7Karena itu, seperti yang Roh Kudus katakan, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,

3:8janganlah keraskan hatimu seperti dalam pemberontakan yang kamu lakukan pada hari pencobaan di padang gurun,

3:9yaitu ketika nenek moyangmu mencobai Aku dan melihat perbuatan-perbuatan-Ku selama empat puluh tahun.

3:10Sebab itulah Aku marah kepada generasi itu dan berkata, ‘Hati mereka selalu sesat dan mereka tidak mengerti jalan-jalan-Ku.’

3:11Jadi, Aku bersumpah dalam amarah-Ku: ‘Mereka tidak akan masuk ke tempat perhentian-Ku.’”

3:12Berhati-hatilah Saudara-saudara, janganlah ada di antara kamu yang memiliki hati yang jahat dan yang tidak percaya, yang membuatmu berpaling dari Allah yang hidup.

3:13Sebaliknya, nasihatilah satu dengan yang lain setiap hari, selama masih ada yang disebut “hari ini” supaya tidak ada di antaramu yang dikeraskan oleh tipu daya dosa.

3:14Kita telah mengambil bagian di dalam Kristus, jika kita berpegang teguh pada keyakinan kita yang semula sampai pada akhirnya.

3:15Seperti tertulis, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam pemberontakan.”

3:16Siapakah orang-orang yang telah mendengar suara Allah, tetapi memberontak? Bukankah mereka semua yang keluar dari Mesir di bawah kepemimpinan Musa?

3:17Dan, kepada siapakah Allah marah selama empat puluh tahun? Bukankah kepada mereka yang berbuat dosa sehingga mayat mereka bergelimpangan di padang gurun?

3:18Dan, kepada siapakah Allah bersumpah bahwa mereka tidak akan pernah masuk ke tempat perhentian-Nya, kalau bukan kepada mereka yang tidak taat?

3:19Jadi, kita melihat bahwa mereka tidak dapat masuk karena ketidakpercayaan mereka.

Janji untuk Masuk ke Tempat Perhentian Allah

4:1Oleh karena itu, selama janji untuk masuk ke tempat perhentian-Nya masih berlaku, biarlah kita merasa takut, kalau-kalau ada di antara kita yang gagal mendapatkan janji itu.

4:2Memang betul, kabar baik telah diberitakan kepada kita, seperti juga telah diberitakan kepada mereka, tetapi berita yang mereka dengar itu tidak menguntungkan mereka karena tidak disatukan dengan iman orang-orang yang mendengarkannya.

4:3Karena kita yang percaya, akan masuk ke tempat perhentian itu, seperti yang dikatakan-Nya, “Aku bersumpah dalam amarah-Ku: ‘Mereka tidak akan pernah masuk ke tempat perhentian-Ku,’” meskipun pekerjaan Allah sudah selesai sejak penciptaan dasar dunia ini.

4:4Sebab, dalam sebuah nas, Allah berbicara demikian tentang hari ketujuh, “Pada hari ketujuh, Allah berhenti dari semua pekerjaan-Nya.”

4:5Akan tetapi, seperti yang telah dikatakan Allah, “Mereka tidak akan masuk ke tempat perhentian-Ku.”

4:6Jadi, masih ada kemungkinan untuk sebagian orang masuk ke tempat perhentian, dan ada sebagian orang yang sebelumnya telah mendengar kabar baik, tetapi gagal masuk karena ketidaktaatan mereka.

4:7Jadi, sekali lagi Allah menetapkan satu hari tertentu, yang disebut “hari ini”, yang telah dikatakan melalui Daud jauh hari sebelumnya, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam pemberontakan.”

4:8Sebab, jika Yosua sudah memberi mereka tempat perhentian, maka Allah tidak akan lagi berbicara tentang suatu hari lain di kemudian hari.

4:9Jika demikian, maka masih ada perhentian pada hari Sabat untuk umat Allah.

4:10Untuk mereka yang telah masuk ke tempat perhentian Allah, mereka juga telah beristirahat dari pekerjaannya, seperti yang Allah lakukan dari pekerjaan-Nya.

4:11Karena itu, marilah kita berjuang untuk masuk ke tempat perhentian itu, sehingga tak seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan yang sama.

4:12Sebab, firman Allah itu hidup dan berkuasa, dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun. Firman itu menusuk jauh sampai memisahkan jiwa dan roh, antara sendi dan tulang sumsum, serta sanggup menilai pikiran dan kehendak hati kita.

4:13Tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi dari pandangan-Nya. Sebaliknya, segala sesuatu telanjang dan tak tersembunyi dari mata-Nya. Kepada-Nyalah kita harus memberi pertanggungjawaban atas semua yang kita lakukan.

Yesus Kristus adalah Imam Besar Kita

4:14Karena kita mempunyai Imam Besar Agung yang sudah naik ke surga, yaitu Yesus, Anak Allah, marilah kita terus berpegang teguh pada pengakuan kita.

4:15Sebab, kita tidak memiliki Imam Besar yang tidak dapat memahami kelemahan-kelemahan kita, tetapi kita memiliki Imam Besar yang telah dicobai dalam segala hal, sama seperti kita, tetapi Ia tidak berdosa.

4:16Karena itu, dengan keyakinan, marilah kita datang menghampiri takhta anugerah supaya kita menerima belas kasihan dan menemukan anugerah untuk menolong kita, ketika kita membutuhkannya.

5:1Sebab, setiap imam besar yang dipilih dari antara manusia ditunjuk untuk menjadi wakil manusia dalam hal-hal yang berkenaan dengan Allah, supaya ia dapat mempersembahkan persembahan-persembahan dan kurban-kurban atas dosa-dosa.

5:2Karena imam besar juga penuh dengan kelemahan, maka ia juga dapat bersikap lembut terhadap orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan dan mudah tersesat.

5:3Itu sebabnya, ia wajib mempersembahkan kurban penghapusan dosa, bukan hanya untuk umat, tetapi juga untuk dirinya sendiri.

5:4Tidak ada imam besar yang dapat mengambil kehormatan ini untuk dirinya sendiri, ia hanya menerimanya ketika ia dipanggil oleh Allah, seperti halnya Harun.

5:5Demikian juga Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri untuk menjadi seorang Imam Besar, tetapi oleh Dia yang berkata kepada-Nya, “Engkau adalah Anak-Ku. Pada hari ini Aku telah menjadi Bapa-Mu.”

5:6Di bagian lain Ia juga berkata, “Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.”

5:7Dalam hidupnya sebagai manusia, Yesus mempersembahkan doa maupun permohonan dengan ratapan dan air mata, kepada Dia yang dapat menyelamatkan-Nya dari kematian. Dan, Ia didengar karena kesalehan-Nya.

5:8Walaupun Yesus adalah Anak, tetapi Ia belajar untuk taat melalui penderitaan yang dialami-Nya.

5:9Dengan setelah disempurnakan, Ia menjadi sumber keselamatan kekal bagi semua orang yang taat kepada-Nya,

5:10dan Ia telah dipanggil oleh Allah sebagai Imam Besar sesuai peraturan Melkisedek.

Melangkah Menuju Kedewasaan Rohani

5:11Ada banyak yang dapat dikatakan tentang hal ini. Akan tetapi, sulit untuk menjelaskannya karena kamu sudah menjadi lamban untuk mendengar.

5:12Sebab, sekalipun saat ini kamu seharusnya sudah menjadi pengajar, tetapi ternyata kamu masih membutuhkan seseorang untuk mengajarimu lagi tentang prinsip-prinsip dasar mengenai firman Allah. Kamu masih membutuhkan susu, bukan makanan yang padat.

5:13Sebab, orang yang hidup dari susu adalah orang yang belum berpengalaman dalam memahami ajaran tentang kebenaran, ia masih bayi.

5:14Akan tetapi, makanan padat adalah untuk orang-orang yang sudah dewasa, yaitu mereka yang sudah melatih indra mereka untuk membedakan apa yang baik dan yang jahat.

6:1Karena itu, mari kita tinggalkan pengajaran dasar tentang Kristus dan melangkah kepada kedewasaan, tidak lagi mengulang-ulang ajaran dasar tentang pertobatan dari perbuatan yang mati dan iman kepada Allah;

6:2ajaran tentang pembasuhan dan penumpangan tangan; ajaran tentang kebangkitan orang mati dan hukuman kekal.

6:3Dan, itulah yang akan kita lakukan, jika Allah mengizinkannya.

6:4Sebab, tidak mungkin mempertobatkan kembali orang-orang yang sebelumnya telah mendapatkan pencerahan, telah merasakan karunia surgawi, telah mengambil bagian bersama Roh Kudus,

6:5mencicipi kebaikan firman Allah, dan merasakan kuasa dari dunia yang akan datang.

6:6Jika mereka meninggalkan jalan Kristus, maka mustahil untuk memperbarui kembali pertobatan mereka karena mereka sedang menyalibkan Anak Allah untuk yang kedua kalinya dan mempermalukan-Nya secara terbuka.

6:7Sebab, tanah yang menyerap banyak air hujan yang jatuh di atasnya, serta menghasilkan panenan yang bermanfaat bagi mereka yang menggarapnya, akan menerima berkat dari Allah.

6:8Namun, jika tanah itu hanya menumbuhkan duri dan semak-semak, maka tanah itu tidak berguna dan dekat dengan kutuk, dan pada akhirnya dibakar.

6:9Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kukasihi, sekalipun kami berkata-kata demikian, kami meyakini hal-hal yang lebih baik tentang kamu, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan keselamatan.

6:10Sebab, Allah bukan tidak adil. Ia tidak melupakan semua pekerjaan dan kasihmu yang kamu tunjukkan demi nama-Nya dengan melayani orang-orang kudus seperti yang masih kamu lakukan.

6:11Kami rindu masing-masing kamu menunjukkan ketekunan yang sama untuk memiliki jaminan pengharapan yang sempurna sampai akhir,

6:12supaya kamu jangan menjadi malas, tetapi mengikuti teladan orang-orang yang telah mewarisi janji-janji Allah melalui iman dan ketekunan.

Janji Allah Tidak Pernah Berubah

6:13Ketika Allah berjanji kepada Abraham, Ia berjanji atas diri-Nya sendiri karena tidak ada yang lebih besar daripada diri-Nya.

6:14Allah berkata, “Aku pasti akan memberkatimu,” dan “Aku pasti akan melipatgandakan keturunanmu.”

6:15Dan, setelah menantikan dengan sabar, Abraham menerima janji itu.

6:16Manusia bersumpah demi seseorang yang lebih besar daripada dirinya sendiri, dan sumpah diberikan sebagai penegasan untuk mengakhiri semua perbantahan.

6:17Jadi, ketika Allah ingin menunjukkan dengan lebih meyakinkan kepada ahli waris janji-Nya bahwa tujuan-Nya tidak akan berubah, Ia menjamin dengan membuat sumpah

6:18sehingga dengan dua hal yang tak dapat berubah itu, yang mengenainya Allah mustahil berbohong, kita yang datang mencari perlindungan akan mendapatkan dorongan yang besar untuk berpegang teguh pada pengharapan yang diberikan kepada kita.

6:19Pengharapan yang kita miliki ini adalah jangkar bagi jiwa kita, kuat dan pasti, yang menembus masuk sampai ke balik tirai,

6:20ke tempat yang telah dimasuki Yesus sebagai pembuka jalan bagi kita untuk menjadi Imam Besar untuk selama-lamanya, sesuai dengan peraturan Melkisedek.

Imam Melkisedek

7:1Sebab, Melkisedek, Raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi, menemui Abraham setelah Abraham kembali dari membantai raja-raja, dan memberkatinya.

7:2Kepada Melkisedek, Abraham juga memberikan sepersepuluh dari semua harta rampasan yang diperolehnya. Pertama-tama, nama Melkisedek berarti “Raja Kebenaran”, selanjutnya, “Raja Salem” yang berarti “raja damai”.

7:3Ia tidak berayah atau beribu, tidak bersilsilah, dan hidupnya tidak berawal atau berakhir. Akan tetapi, seperti Anak Allah, ia akan menjadi imam untuk selama-lamanya.

7:4Perhatikanlah, betapa agungnya orang ini, bahkan Abraham leluhur kita pun menyerahkan kepadanya sepersepuluh dari segala hasil rampasan perangnya.

7:5Menurut Hukum Taurat, anak-anak Lewi yang menerima jabatan imam berhak mengumpulkan persepuluhan dari umat yang adalah saudara-saudara mereka, walaupun mereka sama-sama keturunan Abraham.

7:6Namun, Melkisedek yang tidak dari keturunan Lewi, menerima persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia yang memegang janji-janji Allah.

7:7Dan, tidak dapat disangkal, yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.

7:8Dalam satu hal, persepuluhan diterima oleh manusia fana yang bisa mati. Namun, dalam hal ini, diterima oleh dia, yang dipastikan hidup.

7:9Karena itu, dapat dikatakan bahwa bahkan kaum Lewi yang berhak menerima persepuluhan pun juga membayar persepuluhan mereka melalui Abraham,

7:10sebab saat Melkisedek menemuinya, Lewi masih ada dalam tubuh nenek moyangnya.

7:11Sekarang, seandainya kesempurnaan bisa dicapai melalui keimaman Lewi (yang karenanya, umat Israel memperoleh Hukum Taurat), untuk apa ada imam lain yang harus dibangkitkan menurut aturan Melkisedek, dan bukan imam dari garis keturunan Harun?

7:12Sebab, jika aturan keimaman berubah, maka Hukum Taurat pun harus diubah.

7:13Orang yang sedang kita bicarakan ini berasal dari suku yang lain, dan tak ada seorang pun dari suku-Nya yang pernah bertugas sebagai pelayan altar.

7:14Sebab, sudah jelas bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda, suku yang tentangnya Musa tidak pernah mengatakan hal apa pun yang berkaitan dengan para imam.

Yesus adalah Imam seperti Melkisedek

7:15Semua hal ini menjadi semakin jelas ketika kita melihat munculnya seorang Imam lain, yang serupa dengan Melkisedek,

7:16yang menjadi imam bukan berdasarkan persyaratan keturunan jasmani, tetapi berdasarkan kuasa kehidupan yang tidak dapat binasa.

7:17Sebab, Kitab Suci bersaksi tentang Dia: “Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.”

7:18Di satu sisi, peraturan yang lama sudah berakhir karena memiliki kelemahan dan tidak berguna,

7:19dan karena hukum itu tidak menyempurnakan apa pun. Namun, di sisi yang lain, ada pengharapan yang lebih baik yang diperkenalkan kepada kita, dan pengharapan itu menarik kita untuk mendekat kepada Allah.

7:20Dan karena pengharapan itu dibawa kepada kita dengan sebuah sumpah -- imam yang lain menjadi imam tanpa disertai sumpah.

7:21Namun, Ia menjadi Imam dengan sumpah yang dibuat oleh Dia yang berkata kepada-Nya, “Tuhan telah bersumpah dan Ia tidak akan berubah pikiran: ‘Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya.’”

7:22Karena sumpah ini, Yesus telah menjadi jaminan dari perjanjian yang lebih baik.

7:23Sebelumnya, ada banyak imam sehingga ketika ada imam yang mati, ada yang dapat menggantikannya.

7:24Namun, Yesus memegang keimaman secara tetap selamanya karena Ia akan terus hidup selamanya.

7:25Dengan demikian, Yesus dapat menyelamatkan dengan sempurna mereka yang datang kepada Allah melalui-Nya, karena Ia selalu hidup untuk berdoa bagi mereka.

7:26Imam Besar seperti itulah yang kita butuhkan, yaitu Imam Besar yang kudus, tidak bercela, murni, dipisahkan dari orang-orang berdosa, dan ditinggikan melebihi tingkat-tingkat surgawi.

7:27Yesus tidak seperti para imam besar yang lain. Mereka harus mempersembahkan kurban setiap hari, pertama bagi dosa mereka sendiri, kemudian bagi dosa-dosa umat. Namun, Yesus tidak perlu melakukannya. Ia hanya mempersembahkan kurban sekali untuk selamanya, yaitu diri-Nya sendiri.

7:28Hukum Musa menetapkan manusia yang penuh kelemahan untuk menjadi imam-imam besar. Akan tetapi, sumpah yang berasal dari Allah, yang datang setelah Hukum Musa, menetapkan Anak-Nya, yang telah dijadikan sempurna sampai selama-lamanya.

Yesus adalah Imam Besar Perjanjian yang Baru

8:1Inilah pokok utama pembicaraan kita: kita mempunyai Imam Besar yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahatinggi di surga.

8:2Ia melayani di Ruang Mahakudus dan di Kemah Suci sejati yang didirikan oleh Allah sendiri, bukan oleh manusia.

8:3Karena setiap imam besar ditunjuk untuk mempersembahkan pemberian dan kurban, maka Imam Besar ini juga harus membawa sesuatu untuk dipersembahkan.

8:4Jika Imam Besar ini hidup di bumi, Ia tidak akan menjadi imam sama sekali sebab di bumi sudah ada imam-imam yang mempersembahkan pemberian sesuai Hukum Taurat,

8:5yaitu mereka yang beribadah menurut tiruan dan bayang-bayang dari hal-hal surgawi seperti ketika Allah memperingatkan Musa saat ia hendak mendirikan Kemah Suci: “Pastikanlah engkau membuat segala sesuatunya sesuai dengan rancangan yang telah Kutunjukkan kepadamu di atas gunung.”

8:6Namun, sekarang, Yesus menerima tugas pelayanan yang jauh lebih mulia karena perjanjian baru yang diperantarai oleh-Nya itu juga jauh lebih tinggi dan ditetapkan berdasarkan pada janji-janji yang lebih baik.

8:7Sebab, jika perjanjian yang pertama tidak mengandung kesalahan, tidak akan ada yang membutuhkan perjanjian yang kedua.

8:8Karena Allah mendapati kesalahan manusia, Ia berkata, “‘Lihatlah, saatnya akan tiba,’ kata Tuhan, ‘ketika Aku akan mengadakan sebuah perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda.

8:9Tidak seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, yaitu ketika aku menuntun mereka dengan tangan-Ku untuk memimpin mereka keluar dari tanah Mesir. Karena mereka tidak setia pada perjanjian yang Kuberikan, maka Aku tidak memedulikan mereka,’ kata Tuhan.

8:10‘Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan kaum Israel setelah masa itu,’ kata Tuhan: ‘Aku akan menaruh hukum-hukum-Ku dalam pikiran mereka, dan Aku akan menuliskannya pada hati mereka. Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.

8:11Mereka juga tidak akan lagi mengajar sesama bangsanya atau saudaranya dengan berkata, ‘Kenallah Tuhan’ karena semua orang akan mengenal Aku, dari yang kecil sampai yang paling besar.

8:12Sebab, Aku akan berbelas kasihan atas pelanggaran dan dosa-dosa mereka. Dan, Aku pun tidak akan lagi mengingat kesalahan-kesalahan mereka.’”

8:13Ketika Allah mengucapkan perjanjian baru, Ia membuat perjanjian yang lama tidak berlaku lagi. Dan, apa yang sudah tidak berlaku lagi dan usang akan segera lenyap.


Ibrani 8:9

8:9Tidak seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, yaitu ketika aku menuntun mereka dengan tangan-Ku untuk memimpin mereka keluar dari tanah Mesir. Karena mereka tidak setia pada perjanjian yang Kuberikan, maka Aku tidak memedulikan mereka,’ kata Tuhan.


Ibrani 11:1-40

Iman

11:1Iman adalah jaminan atas segala sesuatu yang kita harapkan, dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kelihatan.

11:2Sebab, oleh iman merekalah orang-orang pada zaman dahulu memperoleh pujian.

11:3Oleh iman, kita mengerti bahwa alam semesta diciptakan dengan firman Allah. Jadi, apa yang kelihatan tidak terbuat oleh apa yang kelihatan pula.

11:4Oleh iman, Habel mempersembahkan kepada Allah kurban yang lebih baik daripada yang dipersembahkan Kain. Melalui persembahannya itu, Habel memperoleh kesaksian yang baik dari Allah sebagai orang benar; Allah memberikan kesaksian itu dengan menerima kurban persembahannya. Dan, oleh imannya, meskipun ia mati, Habel masih dapat berbicara.

11:5Oleh iman, Henokh diangkat supaya ia tidak harus mengalami kematian dan ia tidak ditemukan karena Tuhan telah mengangkatnya; karena sebelum diangkat, ia mendapat kesaksian sebagai orang yang menyenangkan Allah.

11:6Tidak mungkin menyenangkan Allah tanpa iman, sebab siapa pun yang mendekat kepada Allah harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi pahala kepada mereka yang mencari Dia.

11:7Oleh iman, setelah diperingatkan oleh Allah tentang peristiwa yang belum ia lihat, Nuh dengan gentar dan taat membangun sebuah bahtera untuk menyelamatkan keluarganya. Dengan ini, Nuh menghukum dunia dan menjadi pewaris kebenaran yang sesuai dengan imannya.

11:8Oleh iman, Abraham ketika dipanggil Tuhan, taat untuk pergi ke suatu tempat yang akan diberikan sebagai milik pusakanya. Dan, ia berangkat, walaupun tidak tahu ke mana ia akan pergi.

11:9Oleh iman, ia pergi dan tinggal di tanah yang dijanjikan seperti tinggal di tanah asing, yaitu di dalam kemah bersama Ishak dan Yakub; para pewaris dari janji yang sama,

11:10sebab Abraham sedang menantikan sebuah kota yang mempunyai fondasi, yang perancang dan pembangunnya adalah Allah.

11:11Oleh iman, Sara menerima kemampuan untuk mengandung dan melahirkan anak, meskipun ia mandul dan sudah terlalu tua untuk melahirkan, sebab Sara menganggap Ia yang telah berjanji kepadanya adalah setia.

11:12Karena itulah, dari satu orang yang sudah sangat tua dan hampir mati, lahirlah keturunan yang banyaknya seperti bintang di langit dan yang jumlahnya tak terhitung seperti butiran pasir di pantai.

11:13Mereka semua ini telah mati dalam iman dengan tidak mendapat apa yang dijanjikan, tetapi mereka memandang dan menyambut janji-janji itu dari jauh, dengan mengetahui bahwa mereka adalah para pendatang dan orang asing di bumi.

11:14Perkataan mereka yang demikian itu menunjukkan dengan jelas bahwa mereka sedang mencari sebuah tanah air bagi mereka.

11:15Karena, jika yang mereka pikirkan adalah negeri yang mereka tinggalkan sebelumnya, maka mereka bisa saja kembali lagi ke sana.

11:16Namun, mereka merindukan suatu negeri yang lebih baik, yaitu negeri surgawi. Oleh karena itulah, Allah tidak malu disebut sebagai Allah mereka sebab Ia sudah menyediakan sebuah kota bagi mereka.

11:17Oleh iman, ketika Tuhan mengujinya, Abraham menyerahkan Ishak sebagai kurban; ia yang sudah menerima janji-janji itu rela mempersembahkan anak tunggalnya.

11:18Tentang anak itu, Allah pernah berkata, “Dengan nama Ishaklah keturunanmu akan disebut.”

11:19Abraham menaruh percayanya kepada Allah, bahkan ia percaya bahwa Allah sanggup membangkitkan orang mati. Ibaratnya, Abraham telah mendapatkan Ishak kembali dari kematian.

11:20Oleh iman, Ishak memberkati masa depan Yakub dan Esau.

11:21Oleh iman, Yakub, menjelang kematiannya, memberkati anak-anak Yusuf. Ia menyembah kepada Allah dengan bersandar pada kepala tongkatnya.

11:22Oleh iman, Yusuf, pada akhir hidupnya, berbicara tentang keluarnya bangsa Israel dari Mesir dan memberi perintah sehubungan dengan tulang-tulangnya.

11:23Oleh iman, Musa, ketika ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya. Mereka melihat bahwa Musa adalah bayi yang sangat manis, dan mereka tidak takut terhadap perintah raja.

11:24Oleh iman, Musa, setelah tumbuh ia dewasa, menolak disebut anak dari putri Firaun.

11:25Ia lebih memilih menderita bersama umat Allah daripada menikmati kesenangan dosa yang hanya sementara,

11:26Ia menganggap bahwa kehinaan Kristus lebih berharga daripada seluruh kekayaan Mesir sebab Musa memandang kepada pahala yang akan datang.

11:27Oleh iman, Musa meninggalkan Mesir tanpa rasa takut terhadap murka Raja Firaun seolah-olah ia dapat melihat Dia yang tidak kelihatan itu.

11:28Oleh iman, Musa melaksanakan Paskah dan pemercikan darah sehingga malaikat kematian jangan menyentuh bangsa Israel.

11:29Oleh iman, bangsa Israel berjalan menyeberangi Laut Merah, seakan-akan berjalan di tanah kering. Namun, ketika orang-orang Mesir mencoba melakukan hal yang sama, mereka ditenggelamkan.

11:30Oleh iman, tembok Yerikho runtuh setelah dikelilingi selama tujuh hari.

11:31Oleh iman, Rahab, pelacur itu, tidak dibunuh bersama dengan orang-orang yang tidak taat karena ia menerima mata-mata Israel dengan damai.

11:32Dan, apa lagi yang harus kukatakan? Aku tidak punya cukup waktu untuk menceritakan kepadamu tentang Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud, Samuel, dan para nabi,

11:33yang oleh iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, melakukan kebenaran, mendapatkan janji-janji, dan mengatupkan mulut singa-singa,

11:34memadamkan kobaran api, terlepas dari mata pedang, dikuatkan dari kelemahan mereka, gagah perkasa dalam pertempuran, dan menghalau bala tentara asing.

11:35Para perempuan menerima kembali orang-orang mati mereka melalui kebangkitan, tetapi ada pula yang dianiaya dan menolak untuk menerima pembebasan supaya mereka mendapatkan kebangkitan dalam kehidupan yang lebih baik.

11:36Sementara itu, ada pula yang dihina dan dicambuk, bahkan dibelenggu dan dipenjarakan.

11:37Mereka dirajam, digergaji menjadi dua, dan dibunuh dengan pedang. Ada pula yang mengembara dengan mengenakan pakaian dari kulit domba atau kulit kambing; mereka sangat miskin, ditindas, dan diperlakukan semena-mena.

11:38Dunia ini tidak pantas bagi mereka, mereka mengembara di padang gurun dan gunung-gunung, tinggal di celah-celah gunung, dan gua-gua di bawah tanah.

11:39Walaupun mendapat kesaksian yang baik karena iman yang mereka miliki, mereka tidak menerima apa yang dijanjikan.

11:40Sebab, Allah menyediakan sesuatu yang lebih baik untuk kita, sehingga tanpa kita, mereka tidak akan menjadi sempurna.


Ibrani 1:1-14

Allah Telah Berbicara Melalui Anak-Nya

1:1Setelah di masa yang lampau, Allah berulang kali berbicara kepada nenek moyang kita melalui para nabi,

1:2pada hari-hari terakhir ini, Allah berbicara kepada kita melalui Anak-Nya yang telah dipilih-Nya untuk menjadi Pewaris atas segala sesuatu, yang melalui-Nya juga Allah menciptakan alam semesta.

1:3Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambaran yang sempurna dari sifat-Nya, Ia pula yang menopang segala sesuatu dengan firman kuasa-Nya. Sesudah melakukan penyucian dosa-dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar di tempat tinggi,

1:4sehingga Ia menjadi jauh lebih tinggi daripada para malaikat sebab Ia mewarisi nama yang lebih tinggi daripada nama mereka.

1:5Sebab, pernahkah Allah berkata kepada malaikat, “Engkau adalah Anak-Ku. Pada hari ini, Aku telah menjadi Bapa-Mu”? Atau, pernahkah Ia berkata tentang mereka, “Aku akan menjadi Bapa bagi-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku.”?

1:6Akan tetapi, ketika Allah memperkenalkan Anak sulung-Nya kepada dunia, Ia berkata, “Biarlah seluruh malaikat Allah menyembah Dia.”

1:7Tentang para malaikat, Allah berkata, “Ia membuat malaikat-malaikat-Nya menjadi angin, pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api.”

1:8Sedangkan tentang Anak-Nya, Ia berkata, “Takhta-Mu, ya Allah, akan ada selama-lamanya. Tongkat kebenaran adalah tongkat Kerajaan-Mu.

1:9Engkau mencintai kebenaran dan membenci kejahatan. Karena itu, Allah, yaitu Allah-Mu, telah mengurapi Engkau dengan minyak sukacita melebihi sahabat-sahabat-Mu.”

1:10Dan lagi, “Engkau, Tuhan, pada mulanya Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu.

1:11Bumi dan langit akan lenyap, tetapi Engkau akan tetap ada. Bumi dan langit akan usang seperti pakaian.

1:12Seperti jubah Engkau akan melipatnya, dan seperti pakaian, mereka akan diganti. Akan tetapi, Engkau tidak akan berubah, dan tahun-tahun-Mu tidak akan pernah berakhir.”

1:13Dan, kepada malaikat yang mana, Allah pernah berkata seperti ini, “Duduklah di sebelah kanan-Ku sampai Aku meletakkan musuh-musuh-Mu di bawah kuasa-Mu”?

1:14Bukankah malaikat adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk menolong orang-orang yang akan menerima keselamatan?


Wahyu 21:1-27

Langit dan Bumi yang Baru

21:1Kemudian, aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru. Sebab, langit yang pertama dan bumi yang pertama sudah lenyap; dan laut pun sudah tidak ada lagi.

21:2Lalu, aku melihat kota yang kudus, Yerusalem Baru, turun dari langit, dari Allah, dan telah disiapkan bagaikan pengantin perempuan berdandan untuk suaminya.

21:3Aku mendengar suara yang keras dari takhta berkata, “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia. Ia akan tinggal di antara mereka dan mereka akan menjadi umat-Nya. Allah sendiri akan ada di antara mereka dan menjadi Allah mereka.

21:4Ia akan menghapus setiap air mata dari mata mereka dan maut tidak akan ada lagi, tidak akan ada lagi perkabungan, tangisan, atau rasa sakit karena yang lama sudah berlalu.”

21:5Ia yang duduk di takhta itu berkata, “Lihatlah, Aku menjadikan semuanya baru!” Kata-Nya lagi, “Tulislah ini karena perkataan-perkataan ini dapat dipercaya dan benar.”

21:6Kemudian, Ia berkata kepadaku, “Sudah selesai! Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Aku akan memberikan minum kepada setiap orang yang haus dari mata air kehidupan secara cuma-cuma.

21:7Ia yang menang akan mewarisi semuanya ini; Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.

21:8Akan tetapi, mereka yang takut, tidak percaya, dan keji; pembunuh, orang-orang sundal, tukang sihir, para penyembah berhala, dan semua pendusta, akan mendapat bagian mereka dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang. Inilah kematian kedua.”

Yerusalem Baru

21:9Kemudian, satu dari tujuh malaikat yang memegang tujuh cawan yang penuh dengan tujuh bencana terakhir itu datang dan berkata kepadaku, “Marilah, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, istri Anak Domba itu.”

21:10Lalu, ia membawaku dalam Roh menuju ke sebuah gunung yang sangat besar dan tinggi, serta menunjukkan kepadaku kota suci itu, Yerusalem, yang turun dari langit, dari Allah,

21:11penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya seperti permata yang sangat mahal, seperti permata yaspis, jernih seperti kristal.

21:12Kota itu mempunyai tembok yang besar dan tinggi dengan dua belas pintu gerbang. Pada pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan nama-nama tertulis di atasnya, yaitu nama kedua belas suku Israel.

21:13Ada tiga pintu gerbang di sebelah timur, tiga pintu gerbang di sebelah utara, tiga pintu gerbang di sebelah selatan, dan tiga pintu gerbang di sebelah barat.

21:14Tembok kota itu memiliki dua belas batu fondasi dan di atas batu-batu fondasi itu tertulis nama kedua belas rasul Anak Domba.

21:15Malaikat yang berbicara kepadaku itu memegang sebuah tongkat pengukur yang terbuat dari emas untuk mengukur kota itu, pintu-pintu gerbangnya, dan temboknya.

21:16Kota itu berbentuk segi empat, panjangnya sama dengan lebarnya. Ia mengukur kota itu dengan tongkatnya, dua belas ribu stadia; panjang, lebar, dan tingginya sama.

21:17Lalu, ia mengukur tembok kota itu, seratus empat puluh empat hasta, menurut ukuran manusia, yang juga merupakan ukuran malaikat.

21:18Tembok kota itu terbuat dari permata yaspis dan kota itu terbuat dari emas murni, sebening kaca.

21:19Fondasi tembok kota itu terdiri atas semua jenis permata yang mahal. Batu fondasi yang pertama adalah batu yaspis, yang kedua batu safir, yang ketiga batu mirah, yang keempat adalah batu zamrud,

21:20yang kelima batu unam, yang keenam batu sardis, yang ketujuh batu ratna cempaka, yang kedelapan batu beril, yang kesembilan batu krisolit, yang kesepuluh batu krisopras, yang kesebelas batu lazuardi, dan yang kedua belas adalah batu kecubung.

21:21Kedua belas pintu gerbangnya adalah dua belas mutiara, masing-masing pintu gerbang terbuat dari satu mutiara. Jalan kota itu terbuat dari emas murni, sebening kaca.

21:22Aku tidak melihat Bait Allah di dalam kota itu karena Tuhan, Allah Yang Mahakuasa, dan Anak Domba sendirilah Bait Allah kota itu.

21:23Kota itu tidak memerlukan matahari atau bulan untuk meneranginya karena kemuliaan Allah menerangi kota itu dan Anak Domba adalah lampunya.

21:24Bangsa-bangsa akan berjalan dalam cahaya kota itu dan raja-raja di bumi akan membawa kemuliaan mereka ke dalamnya.

21:25Pintu-pintu gerbangnya tidak akan pernah ditutup pada siang hari, dan tidak akan ada malam hari di sana.

21:26Mereka akan membawa kemuliaan dan hormat bangsa-bangsa ke dalam kota itu.

21:27Namun, tak sesuatu pun yang najis akan masuk ke dalam kota itu, juga orang yang melakukan hal-hal keji atau melakukan kebohongan, melainkan hanya yang namanya tertulis dalam Kitab Kehidupan Anak Domba.


  Share Facebook  |  Share Twitter


Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2020
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran