Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [AYT]     [PL]  [PB] 

Daftar Ayat


Kejadian 16:1--22:24

Hagar dan Ismael

16:1Pada saat itu, Sarai, istri Abram, tidak mempunyai anak. Sarai mempunyai hamba perempuan dari Mesir bernama Hagar.

16:2Lalu, Sarai berkata kepada Abram, “Lihatlah, TUHAN mencegahku melahirkan anak. Karena itu, aku mohon kepadamu, bersetubuhlah dengan hambaku, mungkin aku dapat memiliki anak melaluinya.” Abram pun mendengarkan suara Sarai.

16:3Jadi, setelah sepuluh tahun lamanya Abram tinggal di tanah Kanaan, Sarai, istri Abram mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, dan memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi istrinya.

16:4Lalu, Abram bersetubuh dengan Hagar sehingga perempuan itu mengandung. Ketika Hagar tahu bahwa dia mengandung, dia pun memandang rendah nyonyanya itu.

16:5Sarai berkata kepada Abram, “Kiranya penghinaan yang kuterima ini menjadi tanggung jawabmu! Aku telah memberikan hambaku ke dalam pelukanmu, tetapi ketika dia tahu bahwa dia mengandung, dia memandang rendah aku. Kiranya TUHAN menjadi hakim antara aku dan engkau!”

16:6Akan tetapi, Abram berkata kepada Sarai, “Lihatlah, hambamu itu ada dalam kuasamu. Karena itu, perlakukanlah dia menurut yang kaupandang baik.” Lalu, Sarai memperlakukan Hagar dengan kasar sehingga dia melarikan diri.

16:7Malaikat TUHAN menemukan Hagar di dekat mata air di padang belantara. Mata air itu berada di dekat jalan menuju Syur.

16:8Kata Malaikat itu, “Hagar, hamba Sarai, dari manakah kamu dan ke mana kamu akan pergi?” Jawab Hagar, “Aku melarikan diri dari Sarai, nyonyaku.”

16:9Kemudian, Malaikat TUHAN berkata kepadanya, “Kembalilah kepada nyonyamu dan tunduklah di bawah otoritasnya.”

16:10Malaikat TUHAN itu juga berkata, “Aku akan melipatgandakan keturunanmu sehingga jumlahnya akan menjadi terlalu banyak untuk dihitung.”

16:11Lalu, Malaikat TUHAN itu berkata lagi kepadanya, “Dengar, kamu sedang mengandung dan akan melahirkan anak laki-laki. Kamu akan menamainya Ismael sebab TUHAN telah mendengar tentang penderitaanmu.

16:12Dia akan menjadi manusia yang seperti keledai liar. Tangannya akan melawan setiap orang, dan tangan setiap orang akan melawannya. Dia akan tinggal berseberangan dengan semua saudaranya.”

16:13Lalu, Hagar memanggil nama TUHAN yang berbicara kepadanya itu dengan sebutan, “Engkaulah El-Roi!” sebab katanya, “Sungguhkah di sini aku telah melihat Dia yang telah melihat aku?”

16:14Itulah sebabnya, mata air itu dinamakan sumur Lahai-Roi, yang terletak di antara Kadesh dan Bered.

16:15Kemudian, Hagar melahirkan anak laki-laki bagi Abram, dan Abram menamai anak itu Ismael.

16:16Abram berumur 86 tahun ketika Hagar melahirkan Ismael baginya.

Sunat Sebagai Tanda Perjanjian

17:1Ketika Abram berumur 99 tahun, TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berkata kepadanya, “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku tanpa cela.

17:2Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan kamu, dan Aku akan melipatgandakanmu menjadi sangat banyak.”

17:3Lalu, Abram tersungkur dengan wajahnya dan Allah berfirman kepadanya,

17:4“Dari pihak-Ku, lihatlah, perjanjian-Ku adalah denganmu: kamu akan menjadi bapak dari banyak bangsa.

17:5Kamu juga tidak akan disebut Abram lagi, melainkan Abraham karena Aku telah menjadikanmu bapak dari banyak bangsa.

17:6Aku akan membuat keturunanmu sangat banyak, Aku akan menjadikanmu bangsa-bangsa, dan raja-raja akan muncul darimu.

17:7Aku akan meneguhkan perjanjian antara Aku dan kamu, dan keturunan-keturunan sesudahmu dalam generasi mereka, untuk suatu perjanjian yang kekal, yaitu Aku akan menjadi Allah bagimu dan bagi keturunan-keturunan sesudahmu.

17:8Aku akan memberikan kepadamu dan kepada keturunan-keturunan sesudahmu, negeri yang kamu tinggali sementara ini, yaitu seluruh tanah Kanaan sebagai milikmu selama-lamanya, dan Aku akan menjadi Allah mereka.”

17:9Lalu, Allah berkata kepada Abraham, “Untukmu, kamu harus memegang teguh perjanjian-Ku, kamu dan keturunan-keturunan sesudahmu dalam generasi mereka.

17:10Inilah perjanjian-Ku yang harus kamu pegang teguh, antara Aku, dan kamu, dan keturunan-keturunan sesudahmu, yaitu setiap anak laki-laki di antara kamu harus disunat.

17:11Kamu harus memotong kulit khatanmu, dan itu akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

17:12Setiap bayi laki-laki yang berumur 8 hari dalam keturunanmu juga harus disunat, baik yang lahir di rumahmu ataupun yang kamu beli dari orang asing, yaitu mereka yang tidak termasuk dalam keturunanmu.

17:13Jadi, baik yang lahir di rumahmu maupun yang dibeli dengan uangmu, mereka harus disunat. Dengan begitu, perjanjian-Ku ada dalam dagingmu sebagai perjanjian yang kekal.

17:14Namun, laki-laki yang tidak disunat, yaitu yang kulit khatannya tidak dipotong, dia harus disingkirkan dari bangsanya sebab dia telah mengingkari perjanjian-Ku.”

Janji Allah Mengenai Ishak

17:15Kemudian, Allah berfirman kepada Abraham, “Mengenai istrimu, Sarai, kamu tidak akan memanggilnya Sarai lagi, melainkan Sara, itulah namanya.

17:16Aku akan memberkatinya dan akan memberikan anak laki-laki kepadamu melalui dia. Aku akan memberkatinya sehingga dia akan menjadi ibu dari bangsa-bangsa dan raja-raja banyak bangsa akan berasal darinya.”

17:17Lalu, Abraham tersungkur dengan mukanya sampai menyentuh tanah, dan tertawa sambil berkata dalam hatinya, “Mungkinkah seorang anak dilahirkan bagi dia yang berumur 100 tahun? Mungkinkah Sara, yang berumur 90 tahun, melahirkan anak?”

17:18Lalu, berkatalah Abraham kepada Allah, “Oh, biarlah Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu.”

17:19Akan tetapi, Allah berfirman, “Sungguh! Sara, istrimu, akan melahirkan anak laki-laki bagimu dan kamu akan menamainya Ishak. Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengannya sebagai perjanjian kekal yang akan berlaku sampai kepada keturunan-keturunannya setelah dia.

17:20Mengenai Ismael, Aku telah mendengarkanmu. Lihatlah, Aku telah memberkatinya, membuatnya beranak cucu, dan akan melipatgandakannya menjadi sangat banyak. Darinya akan lahir dua belas raja dan Aku akan menjadikannya bangsa yang besar.

17:21Namun, Aku akan meneguhkan perjanjian-Ku dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu, pada waktu seperti ini, tahun depan.”

17:22Setelah selesai berfirman kepada Abraham, pergilah Allah dari Abraham.

17:23Kemudian, Abraham mengambil Ismael, anaknya, dan semua yang lahir di rumahnya, dan semua yang dibelinya dengan uang, semua laki-laki di rumah Abraham, dan dia menyunat mereka pada hari itu juga, sesuai dengan yang difirmankan Allah kepadanya.

17:24Abraham berumur 99 tahun ketika dia disunat,

17:25dan Ismael, anak laki-lakinya, berumur 13 tahun ketika disunat.

17:26Abraham dan anak laki-lakinya disunat pada hari yang sama.

17:27Semua laki-laki yang berada di rumah Abraham, baik yang lahir di dalam rumahnya maupun yang dibelinya dari orang asing, disunat juga bersama-sama dengannya.

Tiga Tamu Abraham

18:1TUHAN menampakkan diri kepada Abraham di dekat pohon-pohon tarbantin Mamre, ketika dia duduk di pintu tendanya, pada suatu hari yang panas terik.

18:2Abraham mengarahkan matanya dan melihat, lihatlah, ada tiga orang yang berdiri di depannya. Ketika dia melihat mereka, dia berlari dari pintu tendanya untuk menyambut mereka, lalu dia membungkukkan dirinya ke tanah,

18:3dan berkata, “Tuanku, jika pada saat ini aku mendapat perkenanan di matamu, janganlah berlalu dari hambamu ini begitu saja.

18:4Aku mohon kepadamu, biarlah diambil sedikit air dan cucilah kakimu, lalu beristirahatlah di bawah pohon ini.

18:5Aku akan mengambil sepotong roti dan akan menyegarkan hatimu. Setelah itu, Tuan-tuan dapat berlalu sebab Tuan-tuan telah singgah kepada hambamu ini.” Mereka berkata, “Jadi, lakukanlah seperti yang telah kaukatakan itu.”

18:6Abraham cepat-cepat masuk ke dalam tenda, kepada Sara, dan berkata, “Cepat! Ambillah 3 sukat tepung yang baik, remaslah, dan buatlah roti-roti bundar.”

18:7Kemudian, Abraham berlari menuju kawanan sapinya dan mengambil seekor anak sapi yang empuk dan baik, lalu dia menyerahkannya kepada seorang muda, dan orang itu segera mengolahnya.

18:8Lalu, dia mengambil dadih dan susu, serta sapi yang sudah diolah itu, kemudian dia meletakkannya di hadapan ketiga orang itu. Dia berdiri di dekat mereka di bawah pohon, lalu mereka pun makan.

18:9Setelah itu, mereka berkata kepadanya, “Di mana Sara, istrimu?” Dia berkata, “Di sana, di dalam tenda.”

18:10Lalu, Dia berkata, “Kelak, Aku pasti kembali lagi kepadamu. Lihatlah, Sara, istrimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki.” Sara mendengarnya dari pintu tenda, di belakang orang itu.

18:11Abraham dan Sara sudah tua, mereka telah lanjut umur, Sara pun sudah tidak haid.

18:12Jadi, Sara tertawa dalam hatinya dan berkata, “Setelah aku begini tua, apakah aku akan berahi, sementara suamiku juga sudah tua?”

18:13Lalu, TUHAN berkata kepada Abraham, “Mengapa Sara tertawa dan berkata, ‘Apakah aku benar-benar akan melahirkan anak padahal aku sudah tua?’

18:14Adakah sesuatu yang mustahil bagi TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan, Aku akan kembali kepadamu, dan pada waktu itu Sara akan mempunyai laki-laki.”

18:15Akan tetapi, Sara menyangkalnya dan berkata, “Aku tidak tertawa,” karena dia takut. Namun, Dia berkata, “Tidak! Kamu memang tertawa!”

Permohonan Abraham untuk Sodom

18:16Kemudian, orang-orang itu bangun dari situ dan mereka memandang ke arah Sodom, dan Abraham berjalan bersama mereka untuk mengantar mereka.

18:17TUHAN berkata, “Apakah Aku harus merahasiakan kepada Abraham tentang apa yang akan Aku lakukan,

18:18sedangkan Abraham pasti akan menjadi bangsa yang besar dan berkuasa, dan melaluinya seluruh bangsa di bumi akan diberkati?

18:19Sebab Aku telah mengenalnya, dia akan memerintahkan kepada anak-anaknya dan seisi rumahnya sesudah dia untuk hidup sesuai jalan TUHAN dengan melakukan kebenaran dan keadilan sehingga TUHAN akan memberikan kepada Abraham apa yang telah dijanjikan-Nya kepadanya.”

18:20Kemudian TUHAN berkata, “Karena teriakan tentang Sodom dan Gomora sangat keras, dan karena dosa mereka terlampau berat,

18:21Aku akan turun sekarang untuk melihat apakah mereka benar-benar telah melakukan semua itu sesuai dengan teriakan yang sampai kepada-Ku? Jika tidak, Aku akan mengetahuinya.”

18:22Kemudian, orang-orang itu berbalik dari sana dan berangkat menuju Sodom, tetapi Abraham masih berdiri di hadapan TUHAN.

18:23Lalu, Abraham mendekat dan bertanya, “Apakah Engkau benar-benar akan membinasakan orang-orang benar bersama-sama dengan orang jahat?

18:24Seandainya ada lima puluh orang benar di kota itu, apakah Engkau akan benar-benar membinasakan dan tidak menyayangkan kota itu demi lima puluh orang benar di dalamnya?

18:25Kiranya, jauh dari-Mu untuk melakukan hal itu, membinasakan lima puluh orang benar bersama-sama dengan orang jahat. Kiranya hal itu jauh dari-Mu! Bukankah Hakim Semesta Bumi akan berlaku adil?”

18:26TUHAN berkata, “Jika Aku mendapati lima puluh orang benar di kota Sodom, Aku akan menyayangkan seluruh tempat itu demi mereka.”

18:27Lalu, Abraham menjawab dan berkata, “Lihatlah, aku telah berbicara kepada Tuhan meskipun aku hanya debu dan abu;

18:28seandainya kurang lima saja dari lima puluh orang benar di kota itu, apakah Engkau akan membinasakan seluruh kota karena lima orang itu?” Tuhan berkata, “Aku tidak akan membinasakan kota itu, jika Aku mendapati empat puluh lima orang benar di sana.”

18:29Abraham berbicara lagi kepada-Nya, katanya, “Seandainya hanya ada empat puluh orang benar yang didapati di sana?” TUHAN berkata lagi, “Aku tidak akan membinasakan kota itu demi empat puluh orang benar itu.”

18:30Kemudian, Abraham berkata, “Oh, janganlah kiranya Tuhan murka, maka aku akan berbicara. Seandainya hanya ada tiga puluh orang yang didapati di sana?” Tuhan berkata, “Aku tidak akan membinasakan kota itu, jika Aku mendapati tiga puluh orang benar di sana.”

18:31Abraham berkata lagi, “Aku memberanikan diri berbicara kepada Tuhan, bagaimana jika hanya ada dua puluh orang benar yang didapati di sana?” Tuhan menjawab, “Demi dua puluh orang benar itu, Aku tidak akan membinasakan kota itu.”

18:32Akhirnya Abraham berkata, “Kiranya Tuhan jangan murka terhadapku, maka aku akan berbicara sekali lagi. Seandainya hanya ada sepuluh orang benar yang didapati di sana?” Jawab-Nya, “Aku tidak akan membinasakannya demi sepuluh orang itu.”

18:33Lalu, TUHAN pergi setelah Dia selesai berfirman kepada Abraham. Abraham pun kembali ke tempatnya.

Kejahatan Sodom

19:1Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada sore hari dan Lot sedang duduk di dekat pintu gerbang Sodom. Ketika Lot melihat mereka, dia berdiri untuk menyambut mereka, lalu dia berlutut sampai mukanya ke tanah.

19:2Lot berkata, “Tuan-tuan, mohon singgahlah di rumah hambamu ini dan menginaplah, cucilah kakimu, dan Tuan-tuan dapat bangun pagi-pagi untuk melanjutkan perjalanan.” Akan tetapi, mereka berkata, “Tidak, kami akan bermalam di alun-alun kota.”

19:3Namun, dia terus mendesak mereka sehingga mereka pun singgah kepadanya dan masuk ke dalam rumahnya. Kemudian, dia menyiapkan makanan bagi mereka dan memanggang roti tak beragi, lalu mereka pun makan.

19:4Namun, sebelum mereka berbaring, para laki-laki dari kota itu, yaitu laki-laki Sodom, mengepung rumah itu, baik yang tua maupun yang muda, semua orang tanpa terkecuali.

19:5Mereka memanggil Lot dan berkata kepadanya, “Di manakah kedua orang yang datang kepadamu malam ini? Bawa mereka keluar kepada kami supaya kami dapat bersetubuh dengan mereka.”

19:6Lalu, Lot keluar menemui mereka dan menutup pintu di belakangnya,

19:7dan berkata, “Aku mohon, Saudara-saudaraku, janganlah berbuat jahat.

19:8Lihatlah, aku mempunyai dua anak perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki. Aku mohon, biarlah aku membawa mereka kepadamu dan perlakukanlah mereka menurut apa yang kamu pandang baik, asal jangan lakukan apa pun terhadap orang-orang ini sebab mereka datang untuk berlindung di bawah atap rumahku.”

19:9Akan tetapi, orang-orang itu berkata, “Mundur!” Mereka berkata lagi, “Orang ini datang ke sini untuk menumpang tinggal dan dia berlagak seperti hakim! Sekarang, kami akan berbuat lebih jahat terhadapmu daripada terhadap mereka!” Karena itu, mereka terus mendorong orang itu dengan kasar, yaitu Lot, dan mendekat untuk mendobrak pintu.

19:10Namun, kedua orang itu mengulurkan tangannya, dan menarik Lot ke dalam rumah, lalu menutup pintu.

19:11Setelah itu, mereka memukul orang-orang yang berada di depan pintu itu dengan kebutaan, dari yang kecil sampai yang besar sehingga mereka kesulitan mencari-cari pintu itu.

Allah Menyelamatkan Lot dari Sodom

19:12Lalu, kedua orang itu berkata kepada Lot, “Siapa lagi keluargamu yang masih ada di sini? Menantu laki-laki, anak laki-laki, anak perempuan, dan keluargamu yang lain di kota ini, bawa mereka keluar dari tempat ini,

19:13sebab kami akan membinasakan tempat ini. Teriakan mengenai kota ini begitu keras di hadapan TUHAN sehingga TUHAN mengutus kami untuk membinasakannya.”

19:14Lalu, Lot pergi dan berbicara kepada calon-calon menantunya yang akan mengawini anak-anak perempuannya, katanya, “Ayo, tinggalkan kota ini karena TUHAN akan segera membinasakannya!” Namun, bagi kedua calon menantunya itu, dia tampak seperti orang yang sedang bercanda.

19:15Pada waktu fajar, malaikat-malaikat itu mendesak Lot, katanya, “Bangun! Bawa istri dan kedua anak perempuanmu yang ada di sini, atau kamu juga akan dibinasakan dalam penghukuman kota ini!”

19:16Akan tetapi, Lot berlambat-lambat sehingga kedua orang itu menarik tangan Lot dan tangan istrinya, juga tangan kedua anaknya sebab TUHAN berbelaskasihan kepadanya. Mereka membawa Lot sampai di luar kota itu.

19:17Ketika mereka sudah membawa Lot dan keluarganya ke luar kota, salah satu dari mereka berkata, “Lari! Selamatkan nyawamu! Jangan menoleh ke belakang, jangan berhenti di mana pun di lembah, dan larilah ke pegunungan, atau kamu juga akan dibinasakan!”

19:18Akan tetapi, Lot berkata kepada mereka, “Jangan begitu, ya, Tuanku!

19:19Lihat, hambamu ini sudah mendapat belas kasihan di matamu dan engkau sudah menunjukkan kemurahan dengan menyelamatkan nyawa hamba. Namun, aku tidak sanggup melarikan diri ke pegunungan itu sehingga bisa-bisa aku akan tersusul oleh malapetaka itu, lalu mati!

19:20Lihatlah, kota itu cukup dekat untuk dituju dan kota itu kecil. Izinkanlah hamba melarikan diri ke sana supaya nyawaku selamat. Bukankah itu kota kecil?”

19:21Malaikat itu berkata kepada Lot, “Baiklah, aku juga akan mengabulkan permintaanmu ini dan tidak akan membinasakan kota yang kamu sebutkan itu.

19:22Cepat pergi ke sana karena aku tidak dapat melakukan apa pun sampai kamu tiba di kota itu.” Itulah sebabnya, kota itu disebut Zoar.

Sodom dan Gomora Dibinasakan

19:23Matahari baru saja terbit ketika Lot tiba di Zoar.

19:24Kemudian, TUHAN menghujani Sodom dan Gomora dengan belerang dan api dari langit, yaitu dari TUHAN.

19:25Dia menunggangbalikkan kota-kota itu, seluruh lembah, seluruh penduduk, dan membinasakan kedua kota itu dan seluruh wilayahnya, termasuk semua penduduk, dan apa pun yang tumbuh di atas tanah.

19:26Namun, istri Lot, yang berjalan mengikutinya, menoleh ke belakang dan dia menjadi tiang garam.

19:27Keesokan harinya, Abraham bangun pagi-pagi, lalu pergi ke tempat dia berdiri di hadapan TUHAN.

19:28Dia pun melayangkan pandangannya ke arah Sodom dan Gomora serta ke arah seluruh lembah itu. Dia melihat asap yang naik dari kedua kota itu seperti asap perapian.

19:29Demikianlah, ketika Allah membinasakan kota-kota di lembah itu, Allah mengingat Abraham dan mengeluarkan Lot dari tengah-tengah kehancuran itu, ketika Dia menunggangbalikkan kota-kota itu, tempat Lot tinggal.

Lot dan Anak-Anak Perempuannya

19:30Kemudian, Lot pergi dari Zoar dan tinggal di suatu gua, di pegunungan, bersama kedua anak perempuannya sebab dia takut tinggal di Zoar.

19:31Pada suatu ketika, anak sulungnya berkata kepada adiknya, “Ayah kita sudah tua dan tidak ada satu laki-laki pun di bumi ini yang datang kepada kita seperti tradisi di seluruh bumi.

19:32Jadi, marilah kita memberikan minuman anggur kepada ayah kita, lalu bersetubuh dengannya supaya kita dapat meneruskan keturunan melalui ayah kita.”

19:33Malam itu, mereka pun membuat ayah mereka minum anggur, lalu anak yang sulung masuk dan bersetubuh dengan ayahnya. Lot bahkan tidak tahu ketika anaknya itu bersetubuh dengannya dan ketika anaknya itu pergi.

19:34Hari berikutnya, anak yang sulung berkata kepada adiknya, “Semalam, aku bersetubuh dengan ayah, mari kita juga membuatnya minum anggur malam ini supaya kamu juga dapat masuk dan bersetubuh dengannya. Dengan demikian, kita dapat meneruskan keturunan melalui ayah kita.”

19:35Jadi, mereka pun membuat ayahnya mabuk lagi pada malam itu. Lalu, anak yang lebih muda masuk dan bersetubuh dengannya. Sekali lagi, Lot tidak tahu ketika anaknya itu bersetubuh dengannya dan ketika anaknya itu pergi.

19:36Kemudian, kedua anak perempuan Lot itu mengandung oleh ayah mereka.

19:37Anak yang sulung melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Moab. Moab adalah nenek moyang semua orang Moab yang ada sekarang.

19:38Anak yang lebih muda juga melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Ben-Ami. Ben-Ami adalah nenek moyang semua orang Amon yang ada sekarang ini.

Abraham dan Abimelekh

20:1Dari tempat itu, Abraham berjalan menuju ke selatan dan tinggal di antara Kadesh dan Syur. Kemudian, dia tinggal sementara di Gerar.

20:2Abraham berkata tentang Sara, istrinya, “Dia adalah adikku,” sehingga Abimelekh, raja Gerar, menyuruh orang untuk mengambil Sara.

20:3Akan tetapi, pada suatu malam, Allah berkata kepada Abimelekh dalam mimpi, firman-Nya, “Kamu akan mati sebab perempuan yang kauambil itu adalah istri orang lain.”

20:4Namun, Abimelekh belum mendekati Sara dan dia berkata, “Tuhan, apakah Engkau akan membunuh bangsa yang tidak bersalah?

20:5Bukankah dia sendiri yang berkata kepadaku, ‘Perempuan ini adalah adikku,’? Lalu, bukankah perempuan itu juga berkata, ‘Laki-laki ini adalah kakakku,’? Aku melakukan ini dalam ketulusan hatiku dan ketidakbersalahan tanganku.”

20:6Kemudian, Allah berfirman kepadanya dalam mimpi, “Ya, Aku tahu bahwa kamu melakukan hal ini dalam ketulusan hatimu. Aku yang mencegahmu berbuat berdosa terhadap Aku. Karena itu, Aku tidak membiarkanmu menyentuhnya.

20:7Sekarang, kembalikanlah istri orang itu karena dia adalah seorang nabi. Dia akan berdoa untukmu supaya kamu akan hidup. Namun, jika kamu tidak mengembalikan istrinya kepadanya, ketahuilah bahwa kamu dan semua yang bersama denganmu pasti akan mati.”

20:8Jadi, pagi-pagi sekali, Abimelekh memanggil semua hambanya dan menceritakan tentang semua hal ini di telinga mereka sehingga mereka semua menjadi sangat takut.

20:9Lalu, Abimelekh memanggil Abraham dan berkata kepadanya, “Apa yang sudah kaulakukan terhadap kami? Kesalahan apa yang telah kulakukan kepadamu sehingga kamu menimpakan dosa yang besar atas diriku dan kerajaanku? Kamu telah melakukan sesuatu yang tidak pantas terhadapku!”

20:10Lalu, Abimelekh berkata lagi kepada Abraham, “Apa maksudmu sehingga kamu melakukan hal ini?”

20:11Kata Abraham, “Pikirku, sesungguhnya rasa takut akan Allah tidak ada dalam tempat ini sehingga mereka akan membunuhku karena istriku.

20:12Lagi pula, dia memang adikku; dia anak ayahku, tetapi bukan anak ibuku, dan dia menjadi istriku

20:13Ketika Allah menyuruhku mengembara keluar dari rumah ayahku, aku berkata kepada istriku, ‘Tunjukkanlah kasihmu kepadaku dengan melakukan hal ini di setiap tempat yang kita tuju, katakanlah tentang aku: dia adalah kakakku.’”

20:14Abimelekh mengambil domba, sapi, serta hamba laki-laki dan perempuan, lalu memberikannya kepada Abraham. Abimelekh juga mengembalikan Sara, istri Abraham, kepadanya.

20:15Kata Abimelekh, “Lihatlah, negeriku ada di hadapanmu. Tinggallah di mana pun kamu suka.”

20:16Abimelekh berkata kepada Sara, “Dengarlah, aku memberikan 1000 syikal perak kepada kakakmu sebagai bukti kesucianmu di hadapan semua orang yang bersama-sama denganmu. Di hadapan semua orang, namamu dibersihkan.”

20:17Kemudian, Abraham berdoa kepada Allah dan Allah menyembuhkan Abimelekh, istrinya, dan hamba-hambanya perempuan sehingga mereka dapat melahirkan anak.

20:18Sebelumnya, TUHAN menutup rahim semua perempuan di dalam istana Abimelekh karena Sara, istri Abraham.

Kelahiran Ishak

21:1TUHAN mengunjungi Sara seperti yang difirmankan-Nya, dan TUHAN melakukan kepada Sara seperti yang telah difirmankan-Nya.

21:2Jadi, Sara mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham pada masa tuanya, sesuai dengan waktu yang telah difirmankan Allah kepadanya.

21:3Abraham menamakan anak yang lahir baginya itu Ishak, yaitu anak yang telah dilahirkan oleh Sara baginya.

21:4Lalu, Abraham menyunat Ishak, anak laki-lakinya itu, ketika berumur 8 hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya.

21:5Abraham berumur 100 tahun ketika Ishak lahir.

21:6Sara berkata, “Allah telah membuatku tertawa, dan setiap orang yang mendengar hal ini akan tertawa bersamaku.”

21:7Dia berkata lagi, “Dahulu, siapakah yang dapat mengatakan kepada Abraham bahwa Sara akan menyusui anak? Namun, aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya, pada masa tuanya.”

Abraham Mengusir Hagar dan Ismael

21:8Anak itu bertambah besar dan mulai disapih. Abraham mengadakan suatu pesta besar pada hari Ishak disapih.

21:9Pada suatu waktu, Sara melihat anak Hagar, perempuan Mesir yang melahirkan bagi Abraham itu, sedang bermain-main,

21:10Sara berkata kepada Abraham, “Usirlah hamba itu bersama anaknya sebab anak laki-laki dari hamba itu tidak akan menjadi ahli waris bersama dengan Ishak, anakku.”

21:11Hal ini sangat mendukakan dalam pandangan Abraham karena Ismael juga adalah anaknya.

21:12Namun, Allah berkata kepada Abraham, “Jangan berduka karena anak laki-laki dan karena hamba perempuanmu itu. Lakukanlah semua yang dikatakan Sara kepadamu karena dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu.

21:13Namun, Aku juga akan menjadikan anak hamba perempuanmu suatu bangsa yang besar sebab anak itu juga adalah keturunanmu.”

21:14Kemudian, Abraham bangun pagi-pagi sekali, lalu mengambil roti serta kantong kulit yang berisi air, dan memberikannya kepada Hagar. Dia meletakkan makanan dan air itu di pundak Hagar dan menyerahkan anak itu kepadanya, lalu menyuruh mereka pergi. Lalu, perempuan itu pergi mengembara di padang belantara Bersyeba.

21:15Setelah air di dalam kantong kulit itu habis, Hagar meletakkan anaknya di bawah semak belukar.

21:16Kemudian, dia pergi dan duduk berseberangan dengan anaknya kira-kira sejauh anak panah yang dilepaskan, sebab katanya, “Jangan sampai aku melihat anak itu mati.” Selagi dia duduk berseberangan dengan anaknya, dia mulai menangis dengan suara nyaring.

21:17Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah memanggil Hagar dari surga dan berkata kepadanya, “Apa yang menyusahkanmu, Hagar? Jangan takut sebab Allah telah mendengar suara anak itu di tempatnya.

21:18Bangunlah! Angkat anak itu dan tegakkan dia dengan tanganmu sebab Aku akan menjadikannya suatu bangsa yang besar.”

21:19Kemudian, Allah membuka mata Hagar sehingga dia melihat sebuah sumur. Lalu, Hagar pergi dan mengisi kantong kulit itu dengan air, dan meminumkannya kepada anaknya.

21:20Allah menyertai anak itu dan dia bertambah besar. Ismael hidup di padang belantara dan menjadi pemanah.

21:21Dia tinggal di padang belantara Paran dan ibunya mengambilkan istri dari tanah Mesir baginya.

Perjanjian Abraham dengan Abimelekh

21:22Pada waktu itu, Abimelekh dan Pikhol, panglima tentara Abimelekh, berbicara kepada Abraham, “Allah menyertaimu dalam segala sesuatu yang kamu lakukan.

21:23Jadi, bersumpahlah kepadaku di sini, di hadapan Allah, bahwa kamu tidak akan berlaku curang terhadap aku, kepada anak-anakku, atau kepada cucu cicitku. Akan tetapi, seperti kebaikan yang telah kutunjukkan kepadamu, tunjukkanlah kebaikanmu kepadaku dan kepada negeri yang kamu tumpangi ini.”

21:24Jawab Abraham, “Aku bersumpah!”

21:25Namun, Abraham mengeluh kepada Abimelekh tentang sumur air yang telah dirampas oleh hamba-hamba Abimelekh.

21:26Abimelekh berkata, “Aku tidak tahu siapa yang melakukannya. Lagi pula, kamu tidak pernah mengatakannya kepadaku dan aku belum pernah mendengar tentang ini sampai hari ini.”

21:27Abraham mengambil beberapa ekor domba dan sapi jantan, lalu memberikannya kepada Abimelekh. Lalu, kedua orang itu pun mengadakan perjanjian.

21:28Lalu, Abraham juga memisahkan tujuh ekor domba betina dari kawanannya.

21:29Abimelekh bertanya kepada Abraham, “Mengapa kamu memisahkan ketujuh domba betina itu?”

21:30Abraham menjawab, “Kamu akan menerima tujuh domba betina ini dari tanganku sebagai kesaksian bagiku bahwa akulah yang menggali sumur ini.”

21:31Itulah sebabnya, sumur itu disebut Bersyeba karena di situlah keduanya bersumpah.

21:32Jadi, mereka mengadakan suatu perjanjian di Bersyeba. Setelah itu, Abimelekh dan pemimpin pasukannya, Pikhol, kembali ke negeri orang Filistin.

21:33Abraham menanam pohon tamariska di Bersyeba dan di situ dia menyerukan nama TUHAN, Allah yang kekal.

21:34Setelah itu, Abraham masih tinggal sementara di tanah orang Filistin selama beberapa waktu.

Iman Abraham Diuji

22:1Sesudah berbagai peristiwa itu, Allah menguji Abraham dan berkata kepadanya, “Abraham!” Abraham menjawab, “Ini aku!”

22:2Dia berfirman, “Bawalah Ishak, anakmu satu-satunya, yang kaukasihi itu, ke tanah Moria. Lalu, persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran di salah satu gunung yang akan Kutunjukkan kepadamu.”

22:3Pagi-pagi sekali, bangunlah Abraham dan memelanai keledainya. Dia mengajak dua dari pelayannya bersamanya dan juga Ishak, anaknya. Dia membelah kayu untuk kurban bakaran, lalu dia bersiap dan berangkat ke tempat yang telah difirmankan Allah kepadanya.

22:4Pada hari yang ketiga, Abraham melayangkan pandangannya dan melihat tempat itu dari kejauhan.

22:5Abraham berkata kepada kedua orang muda yang bersamanya, “Tinggallah di sini dengan keledai ini. Aku dan anak ini akan pergi ke sana untuk beribadah dan akan kembali lagi kepadamu.”

22:6Abraham mengambil kayu untuk kurban bakaran itu dan meletakkannya di bahu Ishak, anaknya, sedangkan dia membawa api dan pisau di tangannya. Keduanya pergi bersama-sama.

22:7Ishak berkata kepada ayahnya, “Ayahku!” Abraham menjawab, “Ya, Nak?” Ishak bertanya, “Lihat, api dan kayunya ada di sini, tetapi mana domba untuk persembahan bakarannya?”

22:8Abraham menjawab, “Anakku, Allah sendiri yang akan menyediakan anak domba untuk persembahan bakaran itu bagi-Nya.” Keduanya pun terus berjalan bersama-sama.

22:9Ketika mereka sampai di tempat yang difirmankan Allah kepada Abraham, Abraham pun membangun mazbah di sana dan mengatur kayu di atasnya. Kemudian, dia mengikat Ishak, anaknya, dan membaringkannya di atas mazbah itu, di atas kayu.

22:10Lalu, Abraham mengulurkan tangannya dan mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.

22:11Akan tetapi, Malaikat TUHAN memanggilnya dari langit dan berkata, “Abraham! Abraham!” Abraham pun menjawab, “Ini aku.”

22:12Malaikat TUHAN berkata, “Jangan ulurkan tanganmu ke atas anak itu, jangan lakukan apa pun terhadapnya, sebab sekarang Aku tahu bahwa kamu takut akan Allah dan kamu tidak menahan anakmu, anak tunggalmu itu, dari-Ku.”

22:13Kemudian, Abraham mengangkat wajahnya dan melihat seekor domba jantan yang tanduknya tersangkut di semak belukar. Lalu, Abraham pergi untuk mengambil domba jantan itu dan mempersembahkannya sebagai kurban bakaran menggantikan anaknya.

22:14Abraham pun menyebut tempat itu: “TUHAN akan Menyediakan”. Sebab itu, sampai hari ini orang mengatakan, “Di gunung TUHAN hal itu akan disediakan.”

22:15Untuk kedua kalinya, Malaikat TUHAN memanggil Abraham dari langit,

22:16dan berkata, “Demi diri-Ku sendiri Aku bersumpah, demikianlah firman Allah, sebab kamu telah melakukan hal ini dan tidak menahan anakmu, anak tunggalmu itu,

22:17Aku sungguh-sungguh akan memberkatimu dan akan melipatgandakan keturunanmu sebanyak bintang di langit dan sebanyak pasir di pantai. Keturunanmu akan menduduki setiap gerbang musuh-musuh mereka,

22:18dan melalui keturunanmu, semua bangsa di bumi akan diberkati karena kamu menaati perkataan-Ku.”

22:19Lalu, Abraham kembali kepada pelayan-pelayannya, dan mereka semua pergi bersama ke Bersyeba. Abraham pun tinggal di Bersyeba.

22:20Setelah semua peristiwa ini, diberitakanlah mengenai hal ini kepada Abraham, “Ketahuilah, Milka juga telah menjadi ibu. Dia telah melahirkan anak-anak laki-laki bagi Nahor, saudaramu.

22:21Anaknya yang sulung adalah Us, kemudian Bus, adiknya, dan Kemuel, nenek moyang orang Aram.

22:22Kemudian, Kesed, Hazo, Pildash, Yidlaf, dan Betuel.”

22:23Betuel adalah ayah dari Ribka. Milka melahirkan delapan anak bagi Nahor, saudara laki-laki Abraham.

22:24Gundik Nahor yang bernama Reuma juga melahirkan anak laki-laki, yaitu Tebah, Gaham, Tahash, dan Maakha.


  Share Facebook  |  Share Twitter


Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2020
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran