Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [MANGGARAI]     [PL]  [PB] 
 <<  Wahyu 12 : 4 >> 

Manggarai: Le ikon sorok pati telus ntala éta awang agu péncars liha nggere-wa tana lino. Itu kali hesén manunggé hitu bolo-mai iné-wai hitut kudut loas, jengkek te omet muing Anakn du poli loasn.


AYT: Ekor naga itu menarik sepertiga bintang di langit dan melemparkannya ke bumi. Naga itu berdiri di depan perempuan yang hendak melahirkan itu supaya ketika perempuan itu telah melahirkan, ia bisa menelan Anaknya.

TB: Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

TL: dan ekornya menyeret sepertiga daripada segala bintang di langit, lalu dicampakkannya ke bumi. Maka berdirilah naga itu di hadapan perempuan yang sedang hendak beranak itu, supaya apabila ia sudah beranak, naga itu dapat melulur anaknya itu.

MILT: Dan ekornya menyeret sepertiga bintang-bintang di langit dan dia melemparkan mereka ke bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan wanita yang akan segera melahirkan itu, supaya bilamana dia telah melahirkan anaknya, naga itu dapat menelannya.

Shellabear 2010: Ekor naga itu menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit, lalu mencampakkannya ke bumi. Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, supaya ia dapat menelan anak dari perempuan itu apabila anak itu sudah dilahirkan.

KS (Revisi Shellabear 2011): Ekor naga itu menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit, lalu mencampakkannya ke bumi. Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, supaya ia dapat menelan anak dari perempuan itu apabila anak itu sudah dilahirkan.

Shellabear 2000: Ekor naga itu menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit, lalu mencampakkannya ke bumi. Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, supaya ia dapat menelan anak dari perempuan itu apabila anak itu sudah dilahirkan.

KSZI: Naga itu mengheret sepertiga bintang di langit dengan ekornya dan menghumbankannya ke bumi. Ia menunggu di hadapan perempuan yang hendak bersalin untuk menelan anaknya sebaik-baik dia lahir.

KSKK: Naga itu baru saja menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dengan ekornya, dan melemparkannya ke bumi. Naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hampir melahirkan itu, supaya ia dapat menerkam Sang Anak segera setelah dilahirkan.

WBTC Draft: Ekor ular besar itu menyeret sepertiga bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke bumi. Dan ular besar itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu. Ular besar itu mau menelan Anak perempuan itu segera sesudah lahir.

VMD: Ekor ular besar itu menyeret sepertiga bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke bumi. Dan ular besar itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu. Ular besar itu mau menelan Anak perempuan itu segera sesudah lahir.

AMD: Ekor naga itu menyeret sepertiga dari seluruh bintang di langit dan melemparkan bintang-bintang itu ke bumi. Ia berdiri di hadapan perempuan yang akan segera melahirkan itu. Ia bersiap untuk memakan anaknya begitu ia lahir.

TSI: Lalu dengan ekornya naga itu menarik dan melemparkan sepertiga bintang-bintang ke bumi. Sesudah itu naga pun berdiri di hadapan perempuan hamil itu supaya dia langsung menelan Anaknya pada saat Dia dilahirkan.

BIS: Dengan ekornya ia menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke bumi. Naga itu berdiri di depan wanita yang mau melahirkan itu dengan maksud menelan anaknya, begitu ia lahir.

TMV: Dengan ekornya naga itu menyeret sepertiga daripada bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke bumi. Naga itu berdiri di hadapan wanita yang sedang bersalin, kerana hendak memakan anaknya, sebaik sahaja bayi itu lahir.

BSD: Dengan ekornya ia menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke bumi. Sang naga berdiri di depan wanita itu dan siap untuk menelan anaknya segera setelah lahir.

FAYH: Ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang, yang kemudian dilemparkannya ke bumi. Ia berdiri di hadapan perempuan itu, siap untuk menelan bayi yang akan segera dilahirkan.

ENDE: Dan ekor naga itu menjapu sepertiga dan bintang-bintang dilangit dan membuangnja keatas bumi. Dan Naga itu menempatkan dirinja dihadapan Wanita jang hendak melahirkan itu, supaja serentak ia melahirkan, anaknja akan ditelannja.

Shellabear 1912: Maka ekornya menyeret sepertiga segala bintang yang dilangit, lalu dicampakkannya kebumi. Maka berdirilah naga itu dihadapan perempuan yang hendak beranak itu, supaya apabila ia beranak kelak maka anaknya itu hendak ditelannya.

Klinkert 1879: Maka ekoernja menjeret sapertiga segala bintang dari langit, diloetarkannja kaboemi; maka berdirilah naga itoe dihadapan perempoewan jang akan beranak itoe hendak menelan anaknja serta ija-itoe djadi.

Klinkert 1863: Maka ekornja menjeret sapertiga segala bintang dari langit, dia limparken diboemi. Maka itoe naga berdiri dihadepan itoe perampoean jang akan beranak, maoe menelen anaknja srenta ija-itoe djadi.

Melayu Baba: Dan dia punya buntut seret s-pertiga sgala bintang di langit, dan champakkan smoa-nya di bumi; dan itu naga berdiri-lah dpan itu prempuan yang mau beranak, spaya bila dia beranak dia boleh tlankan dia punya anak.

Ambon Draft: Dan ekornja menghirit-lah-helah sapertiga bahagian segala bintang, dan bowang-lah itu di dunja. Maka naga itu datanglah berdiri di mu-ka parampuwan, jang ada mawu beranak, sopaja, ma-nakala ija sudah habis bera-nak ija akan bawleh telan ka; anaknja itu.

Keasberry 1853: Ekornya munyeret tiga bahgian bintang dilangit, surta dichampakkannya kabumi: maka burdirilah naga itu dihadapan prumpuan yang hampir branak itu, surta handak munulan akan anaknya itu surta jadi.

Keasberry 1866: Ekornya mŭnyeret tiga bahgian bintang dilangit, sŭrta dichampakkannya kabumi: maka bŭrdirilah naga itu dihadapan pŭrampuan yang hampir branak itu, sŭrta handak mŭnŭlan akan anaknya itu sŭrta jadi.

Leydekker Draft: Dan 'ejkornja 'itu menghiritlah sapertiga deri pada segala bintang dilangit, dan membowanglah dija ka`atas bumi: maka naga 'itu berdirilah dihadapan parampuwan 'itu jang nanti ber`anakh, sopaja 'ija makan habis 'anakhnja 'itu, manakala 'ija sudah ber`anakh.

AVB: Naga itu mengheret sepertiga bintang di langit dengan ekornya dan menghumbankannya ke bumi. Ia menunggu di hadapan perempuan yang hendak bersalin untuk menelan anaknya sebaik-baik dia lahir.

Iban: Iya narit sebagi ari tiga bagi bintang ti di langit ngena iku iya, lalu nikauka sida ke baruh ngagai dunya. Naga nya lalu bediri di mua indu ke baru deka beranak nya, deka makai anak indu nya lebuh anak mit nya ada.


TB ITL: Dan <2532> ekornya <3769> <846> menyeret <4951> sepertiga <5154> dari bintang-bintang <792> di langit <3772> dan <2532> melemparkannya <906> <846> ke atas <1519> bumi <1093>. Dan <2532> naga <1404> itu berdiri <2476> di hadapan <1799> perempuan <1135> yang hendak <3195> melahirkan <5088> itu, untuk menelan <2719> Anaknya <5043> <846>, segera sesudah perempuan <3752> itu melahirkan-Nya <5088>. [<2443>]


Jawa: Pethite nyered sapratelone lintang-lintang ing langit, banjur ditibakake marang bumi. Naga mau mapan ana ing ngarepe wanita kang arep nglairake iku, sedyane arep nguntal Putrane sang wanita, samangsa miyos.

Jawa 2006: Pethité nyèrèd saprateloné lintang-lintang ing langit, banjur ditibakaké ing bumi. Naga mau mapan ana ing ngarsané wanita kang arep babaran iku, sedyané arep nguntal Putrané, samangsa wis miyos.

Jawa 1994: Buntuté naga mau nyèrèd saprateloné lintang-lintang ing langit, nuli katibakaké ana ing bumi. Naga mau mapan ana ing ngarepé wong wadon sing nglarani mau, sedyané arep nguntal bayiné samangsa lair.

Jawa-Suriname: Karo buntuté, naga mau nyèrèt sak prateluné lintang-lintang nang langit, dibuwang nang bumi. Naga mau mapan nang ngarepé wong wédok sing nglarani mau, arep nguntal bayiné nèk lair.

Sunda: Buntutna ngadudut sapertilu bentang-bentang, dibalangkeun ti langit ka bumi. Seug eta naga ngadangong hareupeun eta awewe, rek nyaplok orokna lamun geus kaluar.

Sunda Formal: Buntutna dipake ngaranggeum sapertiluna bentang-bentang di langit, tuluy dibabetkeun ka bumi. Geus kitu, eta naga ngadangong hareupeun nu rek ngajuru; karepna rek nyapluk orok upama enggeus kaluar.

Madura: Naga ganeka ngeret sapartellonna tang-bintang e langnge’ bi’ bunto’na, pas epelpallagi ka bume. Naga ganeka manjeng e adha’na babine’ se babara gella’, maksodda ngontala pottrana mon ampon lahir.

Bauzi: Labi ame mokbu labe am vahaso labe it fi bovai modeha asum ahoba iuba modealaha falo zi lam behàsu vekesi meida beo. Lahadume bisteat bak niba ab nom goaitodaham. Labi ame mokbu labe ozo, “Ame nam data faahazobe vietoi àme tolazese,” lahame ame nam labe avaesdam laba duzu vou faoda.

Bali: Antuk ikutnyane, ipun maid apah tigan saking bintang-bintange ring langite tur sabatang ipun ka jagate. Nagane punika tumuli nyeleg ring arepan anake istri sane jaga ngembasang putra punika, praya nyarap okannyane, rikalaning oka punika sampun embas.

Ngaju: Hapan ikohe ie mihir sapertelo bara kare bintang intu langit tuntang manjakahe akan hunjun petak. Naga te mendeng intu taharep oloh bawi je handak luas te awie handak manelen anake, sana inakan.

Sasak: Siq ẽlongne ie ngoros sepertelu bintang-bintang lẽq langit dait timpohne ojok gumi. Nage nike nganjeng lẽq julun dengan nine saq mẽlẽ nganak nike siq maksut gen belet anakne, sesampun ie teanakang.

Bugis: Nasibawang ikko’na nassarénréngengngi tawa tellunna polé risining wéttowingngé ri langié nanaggenrungengngi lao ri linoé. Iyaro nagaé tettongngi siyolong makkunrai iya maéloé mémmana’ro sibawa akkattana memme’i ana’na, ri wettu jajinna muwa.

Makasar: Nare’resammi bage talluna sikontu bintoenga ri langika siagang ingkonna nampa napasambila naung ri buttaya. Ammentengi anjo nagaya ri dallekanna anjo baine eroka ammana’, lanri eroki nakanre ana’na anjo bainea punna lassuki.

Toraja: iatu ikko’na urriu’ sangtaa tallunna mintu’ bintoen dao langi’, anna pentibeanni tama lino. Bendanmi tu naga iato dio tingayona tu baine marassan mangurria’, kumua ianna kianakmo la naamma’ tu Anakna.

Duri: Ia to ikko'na napake rrui' sangtawa tallunna bintuin jao langi', napellekkosanni tama lino. Ia joo naga ke'deh bang jio olona joo baine la keanak, nakua anna ta'pa ngkandei to anakkana ke jajimi.

Gorontalo: Patahiyo lo naga boyito dede-dedeayi ngotayadu to utolo tayadu poli-poliyamala lonto hulungo wawu pilomailiyo mota ode duniya. Naga boyito tihu-tihula to talu lo tabuwa ta ma ngope'e motutu boyito wolo patuju ohila mololola Walaiyo tou boheli potutuliyo lomayi.

Gorontalo 2006: Wolo patahio tio lodedea̒ ngotayade totolu popoo-liyamaalo tohulungo wau pilomahulio ode dunia. Naha boito tilimihulo totalu lotaabua tao̒hilaa mopotutu mai boito wolo makusudu mololoolao̒ walai̒o, odito potutulio mai.

Balantak: Wolo'na naga iya'a nandaat sangobosan na lalomna tolu' obosan bitu'on men isian na langit ka' ia tuong na tano' balaki'. Naga iya'a nokumekerer na aropna wiwine men boomo mindompu' mempeperai anak men pindompu'kononna bo pulononna.

Bambam: Umpessämbäsam engko'na, iya umpassii bahe tallunna bintä yabo langi' nahonnosam tama lino. Mane ke'de'i indo naga mangngampa dio olona indo baine la keänä' aka pattujunna naua: "Subunna too indo änä'-änä', tappa kuamma' kalebum."

Kaili Da'a: Ante lelona ule naga etu nangumbunjai sabagia nggari tolubagia nggari betu'e ri langi, pade nitajiakana mpaka ri dunia. I'a nekanggore ri ngayo besi to madota moana etu ala i'a mamala mangome ana nu besi etu ane mesuwumo.

Mongondow: Iputea pinomorotnya, sahingga sepertiga in tundi nongototak kom butaí. Naga tatua simindog makow kon tayowon im bobay inta koyogot mononggadií tua; sim moroncana moliom kon adií tatua aka pononggadiídon i inaínya.

Aralle: Yatoo okinna unghui' sambahe tallunna bintäng yaho di langi' mane napentibeing naung di lino. Inde saha di hao di olona yato bahine ang lella' mansa'ding, ungngempei yato änä' ang la sohong, pemala naande.

Napu: Naga iti mowentokami ikuna, nadii hangkira talu hangko i betue i langi hai natendehe i wongko dunia. Meangkami i lindona towawine au ina moana iti, bona naame Anana au ina mesupa.

Sangir: Dingangu tol᷊ene ipěmẹ̌mol᷊eng sěngkatěllung kapahiakeng bọu manga wituing su l᷊angị, kụ iwẹ̌bahunge sol᷊ong dunia. Nagạ ene e rimarisị su těngon tau wawine kụ seng tempone měhending e, mědeạu manelohẹ̌ dariọ e su kawawantele.

Taa: Wali iku nu ule etu mangawembo yau santila togo batu’e yako ndate yangi tasiba yau lo’u wawo nu lino. Wali ule naga etu maroo-roo ri tango ntau we’a to damoana etu, mangampeas tau we’a etu moana panewa ananya etu ia mansaka damangomo yau.

Rote: Nduuk manai lalai la ba'en neu telu soona, ana lele'a-loloso baba'ek esa ninik iko na fo ana tapas leo daebafa ka mai. Naga ndia napadeik nai inak fo ana sanga bongi ndia mata na fo sue ka nde, metema inak ndia bongi soona, ana ko'do na ana na.

Galela: De ma pego magena o ngoma o dipaka, qangodu koloko ibati saangeka, so o bati moi magena ma pego isipari de yaumo o duniaku. O naga magena imirisimano de ma edekati o ngopeqeka mororohe muna magena, nakoso mopuoka, de ami ngopa magena asa yaoqo.

Yali, Angguruk: Manu aheye ino kaya rurukmu suhal minggiroho poholman kinangma pilap eneptuk latisi. Ari turukmu manu inowen hiyap umalik indag tamin ulug turukon ino ondoho feruk halug hum toho namin ulug turuk latisi.

Tabaru: 'O ngoma 'o diwangoka gee 'isoka 'ipula sa'angeka, 'o bula moi 'o naga yate-tereboko ge'ena ma bikini yositauru de ya'umo 'o duniaku. 'O naga ge'ena 'ima'okode 'o ngeweka gee momaku'arenou mi bionoka, ma dumutu la 'o ngowaka ge'ena kayauku 'ilahiri de ya'odomokau.

Karo: Alu ikurna isarenna sepertelu bintang-bintang i langit jenari isampetkenna ku doni. Naga e tedis i lebe-lebe diberu e, gelah kenca tubuh anak e minter isarutina.

Simalungun: Isarad ihurni do sapartolu ni bintang na i langit anjaha idabuhkon ma ai hu tanoh. Jadi jongjong ma naga ai i lobei ni naboru na laho tubuhan tuah ai, laho mambondut dakdanakni ai tubuhkonsi.

Toba: Jadi disarat ihurna i sapartolu ni angka bintang na di langit i, gabe didabu tu tano i. Jadi jongjong ma naga i di jolo ni boruboru, na naeng mangintubu, asa bondutonna posoposona, dung tubu.

Dairi: Iruah ngo merkitè uitna sepertellu bintang ni langit i janah idabuh mi tanoh. Cènder ngo naga idi i lebbè-lebbè daberru sinaing kettaring i kerna naing ipangan ngo dukak sinaing tubuh i.

Minangkabau: Jo ikuanyo inyo ma elo sapatigo dari bintang-bintang di langik, sudah tu dibaekannyo ka bumi. Nago tu tagak di adok-an padusi nan ka malayiekan tu, mukasuiknyo nak ka malulua anak padusi tu, baitu anaknyo layie.

Nias: Ba faoma i'onia ibõzini zi sambua ni'otõlu ndrõfi ba mbanua si yaw̃a, itibo'õ tou ba gulidanõ. Ba no sumindro naga andrõ fõna ndra alawe sadono andrõ, ohitõ dõdõnia ba wanõlõ ono andrõ, na i'anemai'õ tumbu.

Mentawai: Iageti bolit'akénangan pai-painia ka tubut sepertelu ka manua, pagiritnangan nia, lepá ribbaiakénangan nia ka polak. Ulou simakopé beunan néné, ai nia muririó ka tei-tei sinanalep sipususulé, iisiaké, bulé tú-túna lé matat togania, guknangan leú et nia.

Lampung: Jama gundangni ia nyiret sepertelu jak bintang-bintang di langit rik nayarkoni mik bumi. Naga udi cecok di hadap bebai sai haga nganak udi jama maksud ngebelot anakni, reno ia laher.

Aceh: Ngon iku jih laju jitarek siteungoh nibak bintang-bintang nyang na di langét laju jigeulawa u ateueh bumoe. Naga nyan laju jidong dikeue ureuëng inong nyang keuneuk peulahé aneuëk nyan ngon meukeusut keuneuk uét aneuëk inong nyan, watée aneuëk nyan lahé.

Mamasa: Tawa tallunna bentoen yao langi' napaparrinni engko'na, anna pa'lessokanni tama lino. Ke'de'mi dio tingngayona inde baine marassan mangnguriwa'e, annu' la naamma' anakna ke tibussanni.

Berik: Jem bubwatim jei matona afwenefener ga winsiwer kofortababunswena, ane ogirip ga aa fasawoltetya. Bwildusa jeiserem jep fina wini jeiserem jem danggonawer aa jei sartenaram tane jewer gerefe. Bwildusa jeiserem ga enggalf fina tane jewer gaataanuf jam se surnurum.

Sabu: Ri ru lai no ne ta kewaru ke ri no bhagi tallu ngati moto-moto pa liru jhe nabha ma raiwawa. Ne debhoho do naanne do titu ke pa hedhapa mobanni do ta kehoo dhara do naanne, do nga lua pedabbho ta mate ta dalle ne ana ri mobanni do naanne.

Kupang: Dia pake dia pung ekor ko sapu barisi kasi ilang satu bagian dari bintang-bintang di langit. Yang sisa, cuma dua bagian sa. Ais dia lempar buang itu bintang dong pi bumi. Tarús dia pi badiri mangada itu parampuan, ko tunggu-tunggu sampe dia barana. Te dia mau kodo memang itu ana.

Abun: Naga nyo gwa bí napyo ges or kadit gu. Naga gwa bí ne sor bí ges gwa mo bur re. Naga ti mo nggon gato nukwe i su pa ne gwem es ndek wa nggon kem su pa. Naga eswa subere nggon do kem su pa-i, naga kuk-i.

Meyah: Beda ofa efen oiraga bera erajgej motur oknama jeska mebaga fogora esiri gu mebif. Noba magosu egens insa koma osku joug jah ojaga egens insa koma odou jeskaseda oskotu ofa efen efesa ongga onjuj rot fogora oub ojgomu.

Uma: Ule naga toei mpoweo iku-na, nadii'-ki hampobagia tolu ngkai betue' hi langi' pai' napetadi hi dunia'. Mokore-imi hi nyanyoa tobine to neo' mo'ana' toei we'i, doko' mpo'ome' ana'-na ane putu-ipi.

Yawa: Muno ratevane rave tumo no no naumo warae raporabe mandei, weti mo nake inta ramau no mine vone so rai. Muno tawae akoe umaso nseo nte no wanya uma mare mo arikainye avaki so ramun indamu mo arikainye umaso aun arono mo avaki.


NETBible: Now the dragon’s tail swept away a third of the stars in heaven and hurled them to the earth. Then the dragon stood before the woman who was about to give birth, so that he might devour her child as soon as it was born.

NASB: And his tail *swept away a third of the stars of heaven and threw them to the earth. And the dragon stood before the woman who was about to give birth, so that when she gave birth he might devour her child.

HCSB: His tail swept away a third of the stars in heaven and hurled them to the earth. And the dragon stood in front of the woman who was about to give birth, so that when she did give birth he might devour her child.

LEB: And his tail swept away a third of the stars from heaven and threw them to the earth. And the dragon stood before the woman who was about to give birth, in order that whenever she gave birth to her child he could devour [it].

NIV: His tail swept a third of the stars out of the sky and flung them to the earth. The dragon stood in front of the woman who was about to give birth, so that he might devour her child the moment it was born.

ESV: His tail swept down a third of the stars of heaven and cast them to the earth. And the dragon stood before the woman who was about to give birth, so that when she bore her child he might devour it.

NRSV: His tail swept down a third of the stars of heaven and threw them to the earth. Then the dragon stood before the woman who was about to bear a child, so that he might devour her child as soon as it was born.

REB: and with his tail he swept down a third of the stars in the sky and hurled them to the earth. The dragon stood in front of the woman who was about to give birth, so that when her child was born he might devour it.

NKJV: His tail drew a third of the stars of heaven and threw them to the earth. And the dragon stood before the woman who was ready to give birth, to devour her Child as soon as it was born.

KJV: And his tail drew the third part of the stars of heaven, and did cast them to the earth: and the dragon stood before the woman which was ready to be delivered, for to devour her child as soon as it was born.

AMP: His tail swept [across the sky] {and} dragged down a third of the stars and flung them to the earth. And the dragon stationed himself in front of the woman who was about to be delivered, so that he might devour her child as soon as she brought it forth.

NLT: His tail dragged down one–third of the stars, which he threw to the earth. He stood before the woman as she was about to give birth to her child, ready to devour the baby as soon as it was born.

GNB: With his tail he dragged a third of the stars out of the sky and threw them down to the earth. He stood in front of the woman, in order to eat her child as soon as it was born.

ERV: Its tail swept a third of the stars out of the sky and threw them down to the earth. It stood in front of the woman who was ready to give birth to the baby. It wanted to eat the woman’s baby as soon as it was born.

EVD: The snake’s tail swept a third of the stars out of the sky and threw them down to the earth. The giant snake stood in front of the woman who was ready to give birth to the baby. The snake wanted to eat the woman’s baby when it was born.

BBE: And his tail was pulling a third part of the stars of heaven down to the earth, and the dragon took his place before the woman who was about to give birth, so that when the birth had taken place he might put an end to her child.

MSG: With one flick of its tail it knocked a third of the Stars from the sky and dumped them on earth. The Dragon crouched before the Woman in childbirth, poised to eat up the Child when it came.

Phillips NT: His tail swept down a third of the stars in the sky and hurled them upon the earth. The dragon took his place in front of the woman who was about to give birth to a child, so that as soon as she did so he might devour it.

DEIBLER: The dragon’s tail dragged a third of the stars from the sky and threw them to the earth. The dragon set himself in front of the woman who was about to give birth, in order that he might eat her child as soon as it was born.

GULLAH: Dat dragon tek e tail an draw one outta ebry shree staa outta de sky. An e heabe um down pon de wol. Dat dragon go stanop fo de ooman. De ooman chile been fa bon, an de dragon stanop so dat e kin name de chile op, jes wen e bon.

CEV: With its tail, it dragged a third of the stars from the sky and threw them down to the earth. Then the dragon turned toward the woman, because it wanted to eat her child as soon as it was born.

CEVUK: With its tail, it dragged a third of the stars from the sky and threw them down to the earth. Then the dragon turned towards the woman, because it wanted to eat her child as soon as it was born.

GWV: Its tail swept away one–third of the stars in the sky and threw them down to earth. The serpent stood in front of the woman who was going to give birth so that it could devour her child when it was born.


NET [draft] ITL: Now <2532> the dragon’s <846> tail <3769> swept away <4951> a third <5154> of the stars <792> in heaven <3772> and <2532> hurled <906> them <846> to <1519> the <3588> earth <1093>. Then <2532> the dragon <1404> stood <2476> before <1799> the woman <1135> who was about <3195> to give birth <5088>, so that <2443> he might devour <2719> her <846> child <5043> as soon as <3752> it was born <5088>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Wahyu 12 : 4 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2020
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran