Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [MANGGARAI]     [PL]  [PB] 
 <<  Wahyu 4 : 1 >> 

Manggarai: Poli hitu ita laku: Ca para éta Surga ngai céngka kin agu reweng hitut dengé laku danong, tombo oné aku cama ného runing de terompét, “Maih wa mai ga, Aku te toto oné hau apa ata paka jari laingn tai.”


AYT: Setelah itu, aku melihat sebuah pintu terbuka di surga, dan suara tadi, yang aku mendengar seperti suara trompet berbicara denganku, berkata, “Naiklah ke sini dan Aku akan memperlihatkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.”

TB: Kemudian dari pada itu aku melihat: Sesungguhnya, sebuah pintu terbuka di sorga dan suara yang dahulu yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti bunyi sangkakala, katanya: Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.

TL: Kemudian daripada itu aku tampak suatu pintu terbuka di surga, maka suara yang mula-mula kudengar itu seperti bunyi sangkakala bertutur kepadaku, katanya, "Naiklah ke mari, Aku menunjukkan kepadamu barang yang tak dapat tiada akan jadi kemudian kelak."

MILT: Sesudah aku melihat hal-hal itu, maka lihatlah, ada sebuah pintu yang terbuka di surga, dan ada suara yang pertama yang pernah aku dengar itu yang berbicara kepadaku bagaikan sangkakala, yang mengatakan, "Naiklah ke sini, dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang seharusnya terjadi setelah hal-hal ini."

Shellabear 2010: Kemudian aku melihat sebuah pintu terbuka di surga, dan suara yang dahulu kudengar seperti nafiri itu berbicara kepadaku, katanya, "Naiklah kemari, Aku akan menunjukkan kepadamu hal-hal yang harus terjadi kelak."

KS (Revisi Shellabear 2011): Kemudian aku melihat sebuah pintu terbuka di surga, dan suara yang dahulu kudengar seperti nafiri itu berbicara kepadaku, katanya, "Naiklah kemari, Aku akan menunjukkan kepadamu hal-hal yang harus terjadi kelak."

Shellabear 2000: Kemudian aku melihat sebuah pintu terbuka di surga, dan suara yang dahulu kudengar seperti nafiri itu berbicara kepadaku, katanya, “Naiklah kemari, Aku akan menunjukkan kepadamu perkara-perkara yang harus terjadi kelak.”

KSZI: Selepas itu, aku melihat sebuah pintu terbuka di syurga. Suara seperti bunyi sangkakala yang pernah kudengar dahulu berkata kepadaku, &lsquo;Marilah naik ke sini. Aku akan memperlihatkan apa yang pasti terjadi kemudian kelak.&rsquo;

KSKK: Kemudian aku melihat: Sesungguhnya sebuah pintu terbuka di surga dan suara yang dahulu, yang telah kudengar, berkata kepadaku seperti sangkakala katanya: Naiklah ke sini dan aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.

WBTC Draft: Kemudian aku melihat di hadapanku sebuah pintu yang terbuka di surga. Dan aku mendengar suara seperti yang berkata kepadaku sebelumnya, bunyinya seperti bunyi terompet. Katanya, "Naiklah kemari. Aku akan menunjukkan kepadamu yang harus terjadi sesudah ini."

VMD: Kemudian aku melihat di hadapanku sebuah pintu yang terbuka di surga. Dan aku mendengar suara seperti yang berkata kepadaku sebelumnya, bunyinya seperti bunyi terompet. Katanya, “Naiklah kemari! Aku akan menunjukkan kepadamu yang harus terjadi sesudah ini.”

AMD: Kemudian, aku melihat sebuah pintu yang terbuka di surga. Dan, aku mendengar suara yang sama seperti sebelumnya, yang bunyinya seperti trompet itu. Suara itu berkata, “Kemarilah, Aku akan memperlihatkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.”

TSI: Lalu dalam penampakkan yang terus berlangsung itu saya melihat ke atas ada sebuah pintu terbuka di surga, dan saya mendengar suara seperti yang sebelumnya sekeras bunyi terompet yang berkata, “Naiklah kemari! Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang harus terjadi sesudah ini.”

BIS: Sesudah itu saya mendapat penglihatan lagi. Saya melihat sebuah pintu terbuka di surga. Kemudian terdengar lagi suara yang pada mulanya sudah berbicara kepada saya seperti bunyi trompet. Suara itu berkata, "Mari naik ke sini. Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang akan terjadi nanti."

TMV: Sesudah itu aku nampak suatu penglihatan lagi. Aku melihat sebuah pintu terbuka di syurga. Suara seperti bunyi trompet, yang pernah bercakap kepadaku berkata, "Marilah naik ke sini. Aku akan menunjukkan apa yang harus berlaku selepas ini."

BSD: Sesudah saya melihat semua itu, saya mendapat penglihatan yang lain. Saya melihat ke surga dan di sana ada sebuah pintu yang terbuka. Lalu saya mendengar lagi suara yang dahulu berbicara kepada saya, yaitu suara seperti bunyi trompet. Suara itu berkata, “Naiklah ke sini! Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang nanti akan terjadi.”

FAYH: KEMUDIAN, sementara saya memandang, tampaklah sebuah pintu terbuka di surga, dan suara nyaring yang pernah saya dengar sebelumnya, yang seperti bunyi sangkakala, berkata kepada saya, "Naiklah ke mari dan Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang pasti terjadi kelak!"

ENDE: Setelah itu aku mendapat penampakan: Tampaklah kepadaku disurga sebuah pintu terbuka, dan suara, njaring bagaikan sangkakala, jang pernah aku dengar lebih dahulu berkata kepadaku, menjerukan: "Naiklah kepadaku, maka Aku akan menundjukkan kepadamu perkara-perkara jang kemudian akan berlangsung".

Shellabear 1912: Kemudian aku lihat pula, maka adalah suatu pintu yang terbuka di surga, maka ada pula suara yang dahulu yang kudengar itu, seperti nafiri, bertutur dengan aku, maka katanya, "Marilah engkau naik kemari, maka aku akan menunjukkan kepadamu perkara-perkara yang tak dapat tiada akan jadi kemudian kelak."

Klinkert 1879: HATA, maka kemoedian daripada itoe koelihat, bahwa sasoenggoehnja adalah soeatoe pintoe terboeka dalam sorga, maka soewara, jang moela-moela koedengar berkata dengan akoe, saperti napiri boenjinja, ija-itoe bersabda demikian: Marilah engkau; naik kamari, maka akoe akan menoendjoek kapadamoe perkara-perkara, jang tadapat tidak akan djadi kelak kemoedian daripada masa ini.

Klinkert 1863: Habis bagitoe akoe melihat, bahoea sasoenggoehnja ada satoe pintoe terboeka dalem sorga; maka soeara jang moela-moela akoe dengar saperti nafiri, berkata-kata dengan akoe, katanja: Marilah angkau, naik kamari, maka akoe nanti toendjoek padamoe jang tra-bolih tidak nanti djadi diblakang ini.

Melayu Baba: Kmdian deri-pada itu smoa, sahya tengok, dan ada satu pintu terbuka di shorga, dan ada pula itu suara yang sahya dngar mula-mula, sperti satu trompet berchakap sama sahya, dan kata, "Mari naik sini, dan sahya nanti tunjokkan angkau perkara-perkara yang nanti jadi kmdian."

Ambon Draft: Adapawn komedijen deri pada itu b/eta dapat lihat, ta-kadjoh! di langit sudah de-bukakan satu pintu; dan sa-wara jang pertama itu, jang aku sudahlah dapat dengar, ber-kata-kata dengan b/eta, se-perti satu nafiri bersabdalah: Mari najik kasini, dan Aku akan bertondjok padamu, a-patah akan haros djadi ko-medijen deri pada sakarang ini.

Keasberry 1853: MAKA kumdian deripada itu aku mulihat, bahwa sasungguhnya, adalah suatu pintu turbuka dalam shorga: maka purtama tama suara yang kudungar, iya itu sapurti nafiri burkata kata dungan aku; katanya, Marilah angkau naik kamari, maka aku akan mununjukkan padamu yang dapat tiada akan jadi kulak kumdian deripada masa ini

Keasberry 1866: MAKA kumdian deripada itu aku mŭlihat, bahwa sŭsungguhnya adalah suatu pintu tŭrbuka dalam shorga; maka pŭrtama tama swara yang kudŭngar, iya itu spŭrti nafiri bŭrkata kata dŭngan aku, katanya, Marilah angkau naik kŭmari, maka aku akan mŭnunjokkan padamu pŭrkara pŭrkara yang dapat tiada akan jadi kŭlak kumdian deripada masa ini.

Leydekker Draft: Komedijen deri pada demikijen 'ini sudah kulihat, maka bahuwa sasonggohnja 'adalah sawatu pintu terbuka didalam sawrga: maka sawara jang pertama, jang sudahlah kudengar, saperij bunji nafirij meng`atakan sertaku, 'itu berkatalah: najiklah 'angkaw kamarij, maka 'aku 'akan menondjokh padamu barang jang haros djadi komedijen deri pada demikijen 'ini.

AVB: Selepas itu, aku melihat sebuah pintu terbuka di syurga. Suara seperti bunyi sangkakala yang pernah kudengar dahulu berkata kepadaku, “Marilah naik ke sini. Aku akan memperlihatkan apa yang pasti terjadi kemudian kelak.”

Iban: Udah nya aku malik, lalu tepedaka siti pintu tebuka di serega. Nyawa ti terubah bejaku munyi terumpit lalu bejaku ngagai aku, "Niki ke atas kitu. Aku deka nunjuk ke nuan utai ti enda tau enda nyadi udah lepas tu."


TB ITL: Kemudian <3326> dari pada itu <5023> aku melihat <1492>: Sesungguhnya <2400>, sebuah pintu <2374> terbuka <455> di <1722> sorga <3772> dan <2532> suara <5456> yang dahulu <4413> yang <3739> telah kudengar <191>, berkata <2980> kepadaku <3326> <1700> seperti <5613> bunyi sangkakala <4536>, katanya <3004>: Naiklah <305> ke mari <5602> dan <2532> Aku akan menunjukkan <1166> kepadamu <4671> apa yang <3739> harus <1163> terjadi <1096> sesudah <3326> ini <5023>. [<2532>]


Jawa: Sawuse mangkono aku weruh: Lah, lawanging swarga ana kang menga sarta ana swara kang wus dakrungu biyen, ngandikani aku kaya swarane kalasangka, mangkene: “Sira munggaha mrene bakal Suntedahi apa kang sawuse iki pinesthi kalakon ing tembe.”

Jawa 2006: Sawisé mangkono aku weruh: Lah sanyata, lawanging swarga ana kang menga sarta ana swara kang wis dakrungu biyèn, ngandikani aku kaya swarané kalasangka, mangkéné, "Sira munggaha mréné bakal suntedahi apa kang sawisé iki pinasthi kelakon."

Jawa 1994: Sawisé mengkono, aku, Yohanes, kaparingan wahyu menèh. Aku weruh lawangé swarga menga lan ana swara sing wis dakrungu biyèn, ngandikani aku kaya swarané slomprèt, mengkéné: "Munggaha mréné. Kowé bakal Daktuduhi apa sing mbésuk bakal kelakon."

Jawa-Suriname: Sakwisé iku, aku, Yohanes, terus éntuk pamedaran liyané. Aku weruh lawang nang swarga menga lan ènèng swara sing mauné aku wis tau krungu lan sing uniné kaya trompèt. Swara kuwi ngomong ngéné: “Munggaha réné. Kowé bakal tak duduhi apa sing bakal klakon mbésuk”

Sunda: Sanggeus eta, harita keneh aya titingalan sejen. Di sawarga aya panto muka, jeung aya nu ngagentra kawas sora tarompet, gentra-Na saperti anu ti heula sasauran ka kaula tea, saur-Na: "Ka dieu unggah, Kami rek nembongkeun kajadian-kajadian saterusna!"

Sunda Formal: Tutas titingalan anu eta, breh aya titingalan sejen. Aya panto di sawarga anu muka. Tuluy aya Nu ngagentra, lir sada sangkakala anu kadenge ti heula tea, ungelna: “Ka dieu unggah! Kami rek nembongkeun kajadian-kajadian saterusna!”

Madura: Saamponna ganeka kaula nengale pangatonan pole. Kaula nengale labang abukka’ e sowarga. Saamponna ganeka kaula pas mereng pole sowara se dha’-adha’na ampon abu-dhabu ka kaula akadi monyena tarompet. Dhabuna sowara ganeka, "Mara ongga dha’ enna’. Bi’ Sengko’ ba’na eduduwana apa se bakal kadaddiyana dhaggi’."

Bauzi: Labi im lada lam aadume neàdi eho neo asum ahoba iuba vi aaha gi tombali ahatedi modesdam bak ab aaham. Labi eho aiha ame Da labe dae abo aim tomba neàna oma buddam dae eho amu aihi trompet dae lamti ulohona asum ahoba iubet eba neo im nom vameadam bak ab aiham. Ame na dae labet nehame vameada. “Om nasi eba niba tom ilule. Ba abobo modem im Eho oba nasi fet vameadase,” lahame ame na dae labe eba ab gagoham.

Bali: Sasampune punika malih tiang polih sipta jati sane lianan, tur tiang ngantenang wenten kori mampakan ring suarga. Tur suara sane suarannyane sakadi suaran trompet, sane riin sampun naenin piragi tiang ngandika ring tiang, ngandika kadi asapuniki: “Maija menekan, Ulun bakal ngedengin kita, apa ane tusing buungan bakal kasidan sasubane ene.”

Ngaju: Limbah te aton taloh je gitangku tinai. Aku mite ije bauntonggang buap hong sorga. Limbah te aku mahining tinai auh je solake jari hakotak dengangku kilau tarompet. Auh te hamauh, "Has, mandai akan hetoh. Aku handak mamparahan akam taloh je akan manjadi rahian kareh."

Sasak: Sesampun nike tiang mauq penyerioqan malik. Tiang serioq sopoq lawang kebukaq lẽq sorge. Beterus kedengahan malik suare saq penembẽq sampun bebase tipaq tiang maraq suare terompẽt. Basen suare nike, "Silaq taẽk ojok deriki. Tiang gen petitoqang side napi saq gen telaksane ẽraq."

Bugis: Purairo lolongessika pakkitang. Uwitai séddi tange’ tattimpa’ ri surugaé. Nainappa riyéngkalingasi sadda iya bunge’na pura mabbicara lao ri iyya pada-pada oni tarompé’é. Makkedai iyaro saddaé, "Enré’no kuwaé. Maélo-Ka mappaitangngi lao ri iko aga iya maéloé kajajiyang matti."

Makasar: Le’baki anjo anggappama’ pole paccini’. Accinikka’ se’re pakke’bu’ tassungke ri suruga. Nampa kulangngere’mo pole anjo sa’ra le’baka kulangngere’ a’bicara mae ri nakke, sangkammaya tarompe’ sa’ranna. Nakana anjo sa’raya, "Naikko mae anrinni. Erokko Kupicinikiang apa lakajarianga sallang."

Toraja: Undinnato kutiromi tu misa’ ba’ba tibungka’ dao suruga, na iatu gamara bunga’-bunga’na susito oni tarompe’ pua ma’kada lako kaleku, Nakua: Kendekko mai, angKu pakitangko tu apa tae’ nasalai tang la dadi undinna.

Duri: Mangkai joo ngkita omo' mesa' pengkita. Ngkitana' mesa' pelalan titimbak jao suruga. Kumane' sa'ding pole' gamara susi oni tarompe' to mangka sipangkada-kadanna'. Ia joo gamara nakua, "Endekko mai ntee. La kupakitanko to apa la jaji dau."

Gorontalo: Lapatao wau lo'onto pintu tuwawu lohuo to soroga wawu woluwo suwara tuwawu, odelo u omo-omolu ilodungoheu u odelo tingohu sanggakala u loloiya mayi ode ola-U odiye, ”Dulo pobotulayi odiyamayi wawu ma popobilohu'u mayi olemu u ma tilatapu mayi lo Allahuta'ala mowali ngope'e mao.”

Gorontalo 2006: Lapatao̒ uito watia luli loo̒toduo mai bibilohe. Iloontonga mola lowatia huhebu tuwau yilohuo̒ tosologa, lapatao̒ luli dungo-dungohei suala u tou̒ bohulio malo tahuda mai olaatia debo odelo tingohu torompeti. Suala boito lotahuda, "Dulo pobotulai odia. Wau̒ mamopo bilohei olemu wolo u de mamotoduo mai."

Balantak: Noko daa iya'a, yaku' nimiile'mo soopanna surugaa nokobongkatian. Kasi nokamporongoran soosoodo a wurung koi men yaku' rongor mbaripian. Wurung iya'a norobu na ingku' koi laungna torompeet taena, “Pasawe' ro'omari kada' siso'konon-Ku na ko'oom a upa men bo sida ini'imari.”

Bambam: Puhai ia too, dipaitai pole omä' mesa ba'ba yabo suhuga tibukka. Iya kuhingngi oom indo kamaha ma'kada susi moninna lalloho' naua: "Maiko eta inde anna kupaitaiko indo la dadi illaam wattu mane la sule."

Kaili Da'a: Naopu etu aku nanggita pade kitamo, naria saongu pewobo nibea ri suruga. Pade niepeku suara pamulana to niepeku pani'a. Suara etu kamanggana ewa moni kololio. Nangulimo suara etu ka aku, "Peponemo wemai. Aku mompopokita ka iko nuapa to majadi banepiana."

Mongondow: Nopaḷut makow intua nana'a im bui inontongku: Inontongku in tobatuí ḷolingkop nobukat kon soroga. Bo dinongogkudon bui in singog inta noguman ko'inakoí ko'ina inta naonda bo singog in terompet. Singog tatua noguman, "Poponikdon mangoi kon na'a, baí popo'ontong-Kudon ko'inimu onu im mobalií kon singgai mo'iduduimai."

Aralle: Tahpana kupahandang bou, aha bumi kuita mesa baba tibuhke yaho di suruka. Pihsananna aha bung yato kamaha sinnoa terompe' ang puha kuhingngi dolu. Yato kamaha naoatee, "Maio done indee anna kupainsangngio didiona ang la dahi dako'."

Napu: Roo iti, ara mbuli au rapetudungiana. Kuitami baba au tebungkahi i suruga, hai kuhadimi hambua wotu au mololita nguru-nguruna iriko. Pomonina nodo tatamburu. Nauliangaana: "Maimoko! Ina kutudungiako apa au hangangaa mewali i alo au ina mai."

Sangir: Nal᷊iung ene iạ saụewe nakahombang papasilo. Iạ e nakasilo tukadẹ̌ sěmbaụ su sorga e natope. Bọu ene kinaringihẹ̌ko l᷊ai piạ tingihẹ̌ nạung seng bọu měmẹ̌misara si siạ kere tingihu napiri. Tingihẹ̌ ene něbera, "Endaị e awị sol᷊ong ini. Iạ e mapasilo si kau apa kụ sarung mariadi."

Taa: Wali ojo karoonya Ia magombo, aku re’e wo’u pangkitangku. Aku mangkita wombo ndate saruga tiloka. Pasi aku mangandonge wo’u loo to ewa loo ntarompet karosonya to aku owo roo mangandonge ngena. Loo etu manganto’o wo’u, “Papone mai. Aku damampaporaoka korom palaong to damawali ri tempo to darata.”

Rote: Basa ndia boema, au ita seluk ninitak esa. Au ita lelesu esa natahuka nai nusa so'da ka. Basa boema au amanene seluk halak fo nai makasoso na ana kokolak basa no au sama leo pupuu ka lii na. Halak ndia nae, "Mai, kae leoia mai. Neukose Au atu'du o hata fo mahani te neukose ana da'di."

Galela: Qabolo de ngohi takelelo o gogelelo moili kagena o sorogaka o ngora moi ipelenga. De ngohi o ili ilalamo toise kali maro o trompet yawuwu, de magena itemo, "Hino nodolaye kanena, de asa Ngohi tonisikelelo ngonaka o bi moi-moi o kia bilasu imaaka o orasi ma simaka."

Yali, Angguruk: Ele hiyag nitisimu itano yet harukmen poholma kurukon sok husigmu yet harikik. Yet harukmen Ele tam urukmu holtikikon ino waruk ele hag toho uruk lit, "Fobik aruhu ane fahet hubam unug haminen tiya lahik ma," irisi.

Tabaru: Ge'ena 'ipasa de tamakeli 'o mo-make. Tamake 'o sorogaaka 'o ngorana moi 'ipelengaka. De 'una gee 'awi 'ilingi ma amokie 'isoka 'o torompet wobicarali ngoino wongose 'ato, "Nou, nodoade ningie. Ngoi 'asa tonisidumutu 'okia naga gee dua 'idadiou ne'ena 'ipasa de."

Karo: Kenca bage kuidah ka sada nari pengenehenen. Kuidah talang pintun i Surga. Janah kubegi pe sora bagi sora terompet, si nggo kubegi ngerana man bangku. Nina sora e, "Mari ku datasken; Kucidahken man bandu kai arus jadi kenca si enda."

Simalungun: Dob salpu ai, mangkawah ma ahu, jadi tonggor ma, tarbuka ma sada labah i nagori atas. Anjaha sora na hubogei bani mulani ai, na marsora songon sora ni tarompit hu bangku, nini ma, “Naik ma ho hujon, ase Hupatuduhkon bam na maningon laho masa, dob salpu on.”

Toba: (I.) Dung salpu i, hubereng ma, jadi ida ma, ungkap do sada pintu di banua ginjang, jadi mangkuling ma soara, naung hubege mangkatai dohot ahu di mulana i, songon soara ni sarune, didok ma: Nangkok ma ho tuson, asa hupatuduhon tu ho na naeng masa, dung salpu angka ari on.

Dairi: Nai kuidah nola mo sada alaten. Mbuka mo sada pèntu i sorga, janah kudengkoh rana sienggo mengerana idi kin taba aku bagè sarunè. Nina mo, "Roh mo kono mbengket mi sèn, asa Kubagahken bamu kadè sinaing masa i podinkenna èn."

Minangkabau: Sasudah itu ambo mandapek pangliyatan pulo. Ambo maliyek sabuwah pintu tabukak di sarugo. Kudian tadanga pulo suwaro, nan pado mulonyo lah mangecek kabake ambo bakcando bunyi tarumpik. Suwaro tu bakato, "Kamarilah, nayiak lah ka siko. Ambo ka manunjuakkan kabake angkau apo nan ka tajadi isuak."

Nias: Aefa da'õ ba u'ila zui gangilata. U'ila sambua mbawa ndruhõ si no teboka ba zorugo. Fanete da'õ terongo nasa li si no irai fahuhuo khõgu ba mbõrõta si mane li dorofe. Imane li andrõ, "Aine, ae yaw̃a ba da'e. U'ombakha'õ khõu hadia zedõna alua dania."

Mentawai: Lepá bara mitsá siitsot matakku. Itsókungan sara matatbaliu sitububuká ka manua. Iageti maarepnangan mitsá nga-nga sipaninibo siboikí ka tubukku kelé nga-ngan pipiau. Pelé nga-ngania, "Sakaiaké ekeu sené. Bulé kupatoilá ka tubum sipuaaili ka gogoi sibabara."

Lampung: Radu jak udi nyak mansa pengliakan luot. Nyak ngeliak sai rangok tebukak di surga. Raduni kedengian luot suara sai pada mulani radu cawa jama nyak injuk bunyi trumpet. Suara udi cawa, "Ija cakak mik dija. Nyak haga nunjukko jama niku api sai haga tejadi kanah."

Aceh: Óh lheueh nyan ulôn meuteumé lôn keumalon. Deuh lôn kalon saboh pintoe ka teuhah lam syeuruga. Óh lheueh nyan teudeungoe lom su nyang yoh awai phon ka geumariet lagée su beureuguih. Su nyan jipeugah, "Jak ék keunoe. Ulôn teuma lôn tunyok bak gata peue nyang teuma teujadi."

Mamasa: Mangkai too, dengan pole omi pa'paombo' senga' kuita. Ummitamo' ba'ba titungka' yao suruga. Kurangngi omi iato kamara susi oninna tamboro'o nakua: “Kendekko mai angku paitaiko kara-kara la dadi ke dako'.”

Berik: Jes galapserem, ai Yohanes ai gamjon ga ai anggaswena. Ai mwona taman waaken-girmana ga ai damtaswena, mwona jeiserem tertesili. Ane jepga ai taterisi gamjon ga ai sarbili, taterisi gwanan abe as gemer nasibenentem trompet ter manggen gamserem. Taterisi jeiserem ga enggam gutena, "Au, aaf se tauya! Ai ibe is ajewer destaibef galap aa jei ge etamwebiliserem."

Sabu: Ta alla pemina harre, ta pengadde ri ke pa ya ri. Ta ngadde ke ri ya he wue kelae do boke pa era do mmau do megala. Ta alla pemina harre ta rangnge ri ke ne lipedai, do pa uru jhara ne do alla ke peli pa ya, do mii lii wotabbe he. Ne lipedai do naanne do pali mina hedhe: "Mai ha'e ma dhe. Do ta pengadde ri Ya pa au ne nga ne do medae ta jadhi hine."

Kupang: Manusia Tulen omong abis Dia pung pasán kasi sang itu tuju jamaꞌat dong, ais Tuhan buka kasi lia sang beta hal laen lai. Takuju sa, beta lia satu pintu tabuka di sorga. Ais beta dengar lai itu orang yang pung suara karás sama ke tarompet tu bilang, “Mari! Nae datang di sini su, ko beta mau kasi lia sang lu samua yang nanti jadi.”

Abun: Sukdu wa yé gato onyar kem mo Yefun Yesus mo nu ari bok ne, ji jam or sa, ben sato ji semda ete ji sokme nusyo mo gu kak re. Ye gato ji jam ki suk su ketke, gato saiye tepsu ye fuf dut, tepsu trompet ne, an ki do, "Nan ma more et. Ji kadum suk gato bere bor wari wa nan jam."

Meyah: Nou ongga koma nomnaga oisa fob beda didif dik montouj egens gu mebaga ongga onghoda fob. Beda didif dig oga egens ongga agot mar gu didif rot ahais erek manghi mei oga ongga ogugur eteb. Oga insa koma agot oida, "Bua bin skoita Didif, beda Didif dumocunc gu bua rot mar ongga omorogna gij mona kahma si."

Uma: Oti toe, ria wo'o pehilo-ku. Kuhilo wobo' tebea hi suruga, pai' ku'epe topololita mpololitai-a, hewa to mpololitai-a lomo'-na we'i, to hewa sangkakala moni-na. Na'uli'-ka: "Ngkahe'-moko tumai! Kutudo'-koko napa to kana jadi' hi katimpaliu-na to nuhilo we'i."

Yawa: Naije akato risyo ana inta raen akato: Tugae rave, unsanda inta rapaya no munijo ntiti warae. Umba anamote inta ngkin akato, omamo anamoto idanaun to arono wusyinoe, ama kine maisyare tavuna Amisye ramaisy, mo raura mare: “Winandesen no so, Syo ana inta rarorono nai, ana indati mare nande kobe rai.”


NETBible: After these things I looked, and there was a door standing open in heaven! And the first voice I had heard speaking to me like a trumpet said: “Come up here so that I can show you what must happen after these things.”

NASB: After these things I looked, and behold, a door standing open in heaven, and the first voice which I had heard, like the sound of a trumpet speaking with me, said, "Come up here, and I will show you what must take place after these things."

HCSB: After this I looked, and there in heaven was an open door. The first voice that I had heard speaking to me like a trumpet said, "Come up here, and I will show you what must take place after this."

LEB: After these [things] I looked, and behold, an open door in heaven, and the former voice that I had heard like a trumpet speaking with me was saying, "Come up here and I will show you [the things] which must take place after these [things].

NIV: After this I looked, and there before me was a door standing open in heaven. And the voice I had first heard speaking to me like a trumpet said, "Come up here, and I will show you what must take place after this."

ESV: After this I looked, and behold, a door standing open in heaven! And the first voice, which I had heard speaking to me like a trumpet, said, "Come up here, and I will show you what must take place after this."

NRSV: After this I looked, and there in heaven a door stood open! And the first voice, which I had heard speaking to me like a trumpet, said, "Come up here, and I will show you what must take place after this."

REB: AFTER this I had a vision: a door stood open in heaven, and the voice that I had first heard speaking to me like a trumpet said, “Come up here, and I will show you what must take place hereafter.”

NKJV: After these things I looked, and behold, a door standing open in heaven. And the first voice which I heard was like a trumpet speaking with me, saying, "Come up here, and I will show you things which must take place after this."

KJV: After this I looked, and, behold, a door [was] opened in heaven: and the first voice which I heard [was] as it were of a trumpet talking with me; which said, Come up hither, and I will shew thee things which must be hereafter.

AMP: AFTER THIS I looked, and behold, a door standing open in heaven! And the first voice which I had heard addressing me like [the calling of] a war trumpet said, Come up here, and I will show you what must take place in the future.

NLT: Then as I looked, I saw a door standing open in heaven, and the same voice I had heard before spoke to me with the sound of a mighty trumpet blast. The voice said, "Come up here, and I will show you what must happen after these things."

GNB: At this point I had another vision and saw an open door in heaven. And the voice that sounded like a trumpet, which I had heard speaking to me before, said, “Come up here, and I will show you what must happen after this.”

ERV: Then I looked, and there before me was an open door in heaven. And I heard the same voice that spoke to me before. It was the voice that sounded like a trumpet. It said, “Come up here, and I will show you what must happen after this.”

EVD: Then I looked, and there before me was an open door in heaven. And I heard the same voice that spoke to me before. It was the voice that sounded like a trumpet. The voice said, “Come up here, and I will show you what must happen after this.”

BBE: After these things I saw a door open in heaven, and the first voice came to my ears, like the sound of a horn, saying, Come up here, and I will make clear to you the things which are to come.

MSG: Then I looked, and, oh!--a door open into Heaven. The trumpet-voice, the first voice in my vision, called out, "Ascend and enter. I'll show you what happens next."

Phillips NT: LATER I looked again, and before my eyes a door stood open in Heaven, and in my ears was the voice with the ring of a trumpet, which I had heard at first, speaking to me and saying, "Come up here, and I will show you what must happen in the future."

DEIBLER: After these things I, John, saw in the vision that there was a door open in heaven. The one whose voice was like [SIM] a loud trumpet, the onewho had spoken to me previously, said to me, “Come up here! I will show you events that must happen later.”

GULLAH: Atta dat, A see noda bision. A see a do open oba deyso een heaben. An A yeh dat boice wa soun same like a trumpet, de same boice wa A been yeh fo. E tell me say, “Come op yah, an A gwine show ya dem ting wa haffa happen atta dis.

CEV: After this, I looked and saw a door that opened into heaven. Then the voice that had spoken to me at first and that sounded like a trumpet said, "Come up here! I will show you what must happen next."

CEVUK: After this, I looked and saw a door that opened into heaven. Then the voice that had spoken to me at first and that sounded like a trumpet said, “Come up here! I will show you what must happen next.”

GWV: After these things I saw a door standing open in heaven. I heard the first voice like a trumpet speaking to me. It said, "Come up here, and I will show you what must happen after this."


NET [draft] ITL: After <3326> these things <5023> I looked <1492>, and <2532> there was a door <2374> standing open <455> in <1722> heaven <3772>! And <2532> the first <4413> voice <5456> I had heard <191> speaking <2980> to me <1700> like <5613> a trumpet <4536> said <3004>: “Come up <305> here <5602> so <2532> that I can show <1166> you <4671> what <3739> must <1163> happen <1096> after <3326> these things <5023>.”


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Wahyu 4 : 1 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2020
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran