Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [SBDR]     [PL]  [PB] 
 <<  Yakobus 5 : 7 >> 

Shellabear 1912: Sebab itu, hai saudara-saudaraku, hendaklah kamu panjang hati sampai kepada kedatangan Tuhan. Ada pun peladang menantikan dengan panjang hatinya akan buah yang indah-indah yang dikeluarkan oleh bumi, sa-hingga diterimanya hujan sulong dan hujan bongsu itu.


AYT: Oleh karena itu, Saudara-saudaraku, bersabarlah sampai kedatangan Tuhan. Lihatlah bagaimana petani menantikan buah terbaik yang dihasilkan tanah, menantikannya dengan sabar hingga datangnya hujan awal dan hujan akhir.

TB: Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.

TL: Sebab itu, hai saudara-saudaraku, bersabarlah kamu sehingga sampai kepada Hari kedatangan Tuhan. Tengoklah, orang dusun menanti hasil yang berharga keluar daripada bumi dengan sabar, sehingga ditimpa hujan pada musim bah dan pada musim kemarau.

MILT: Oleh karena itu, hai saudara-saudara, bersabarlah sampai kedatangan Tuhan! Lihatlah petani, dia menanti-nantikan buah yang terbaik dari bumi, dengan bersabar atasnya sampai dia menerima hujan awal dan hujan akhir.

Shellabear 2010: Sebab itu, hai Saudara-saudaraku, bersabarlah sampai kedatangan Tuhan. Perhatikanlah, seorang petani sabar menantikan buah yang bernilai tinggi dari tanah garapannya itu sampai masa turunnya hujan awal dan hujan akhir.

KS (Revisi Shellabear 2011): Sebab itu, hai Saudara-saudaraku, bersabarlah sampai kedatangan Tuhan. Perhatikanlah, seorang petani sabar menantikan buah yang bernilai tinggi dari tanah garapannya itu sampai masa turunnya hujan awal dan hujan akhir.

Shellabear 2000: Sebab itu, hai Saudara-saudaraku, hendaklah kamu tetap bersabar sampai kedatangan Tuhan. Perhatikanlah, seorang petani sabar menantikan buah yang bernilai tinggi dari tanah garapannya itu sampai masa turunnya hujan awal dan hujan akhir.

KSZI: Saudara-saudaraku, bersabarlah menanti kedatangan Tuhan. Lihatlah betapa sabarnya seorang peladang menunggu tanahnya mengeluarkan hasil yang bernilai. Dengan sabar dia menanti hujan musim luruh dan hujan musim bunga.

KSKK: Maka hendaklah bersabar, saudara-saudara terkasih, sampai hari kedatangan Tuhan. Lihatlah betapa si penabur menantikan buah-buah yang berharga dari tanah, dengan sabar menantikan datangnya musim gugur dan hujan musim semi.

WBTC Draft: Saudara-saudara, bersabarlah. Tuhan Yesus akan datang. Bersabarlah sampai hari itu. Ingatlah akan petani. Ia sabar menunggu sampai tanahnya memberi hasil yang berharga. Ia sabar menunggu hujan musim gugur dan musim semi tiba untuk tanamannya.

VMD: Saudara-saudara, bersabarlah! Tuhan Yesus akan datang. Bersabarlah sampai hari itu. Ingatlah akan petani. Ia sabar menunggu sampai tanahnya memberi hasil yang berharga. Ia sabar menunggu hujan musim gugur dan musim semi tiba untuk tanamannya.

AMD: Saudara-saudara, bersabarlah sampai Tuhan datang. Contohlah para petani. Mereka harus bersabar menunggu tanaman mereka tumbuh dan menghasilkan panen yang berharga. Mereka sangat sabar menunggu dari hujan awal sampai datangnya hujan akhir.

TSI: Jadi Saudara-saudari, karena Tuhan mengetahui segala kesusahan kita, bersabarlah sampai Tuhan Yesus datang kembali. Sebagai contoh, pikirkanlah para petani yang dengan begitu sabar menantikan turunnya hujan sesudah musim tanam dan sebelum musim panen.

BIS: Sebab itu, sabarlah Saudara-saudaraku, sampai Tuhan datang. Lihatlah bagaimana sabarnya seorang petani menunggu sampai tanahnya memberikan hasil yang berharga kepadanya. Dengan sabar ia menunggu hujan musim gugur dan hujan musim bunga.

TMV: Oleh itu, saudara-saudaraku, bersabarlah sehingga Tuhan datang. Lihatlah betapa sabarnya seorang peladang menunggu tanahnya mengeluarkan hasil yang berharga. Dengan sabar dia menunggu hujan musim luruh dan hujan musim bunga.

BSD: Sebab itu sabarlah sampai Tuhan datang. Lihatlah hidup petani yang dengan begitu sabar menantikan hujan musim gugur dan hujan musim bunga yang akan menyirami tanamannya sehingga bertumbuh dengan baik.

FAYH: Tetapi Saudara sekalian yang menunggu Tuhan datang kembali, hendaknya bersabar seperti petani yang menungggu sampai tuaiannya masak pada musim panen.

ENDE: Saudara-saudara, oleh karena itu bersabarlah sampai kedatangan Tuhan. Tengoklah, petani menantikan dengan sabar buah jang bernilai dari tanah; menanti sampai hudjan, jang tjepat atau lambat, telah turun.

Klinkert 1879: Sebab itoe, hai saoedara-saoedara, sabarlah kiranja sampai kapada kadatangan Toehan. Lihatlah olihmoe orang peladang menantikan hasil jang baik daripada boemi; ditarohnja sabar jang amat lama akandia, sahingga diperolihnja hoedjan soelong dan hoedjan bongsoe pon.

Klinkert 1863: Sebab itoe, sabarlah kiranja, hei soedara-soedara, sampe kadatengan Toehan. Tengoklah, itoe orang ladang, dia menantiken boewah-boewah jang baik dari boemi, dan dia pake sabar sama dia, sampe soedah dia trima hoedjan awal dan hoedjan achir.

Melayu Baba: Sbab itu, hei sudara-sudara, sabar-lah sampai kdatangan Tuhan. Orang ladang nantikan dngan sabar bumi punya buah-buahan yang indah-indah, sampaikan itu bumi trima hujan yang sulong dan hujan yang bongsu.

Ambon Draft: Bagitupawn hendaklah kamu tinggal dengan tsabar, h/e sudara-sudara! sampe ka-datangan maha Tuhan. Tjaw-ba tengok, sa; awrang baka-bon bernanti-nanti bowa-bowa jang indah deri tanah, sedang awleh karana dija itu ija ber-tsabar, sampe sudah dapat hu-djan pertama dan hudjan jang berikot.

Keasberry 1853: Maka subab itu sabarlah kiranya, saudara saudara, sampie kadatangan Tuhan. Tengoklah, orang ladang itu munantikan buah buahan itu deri bumi, maka iya munaroh sabar yang amat lanjut akan dia itu, sahingga ditrimanya hujan sulung dan hujan bongsu.

Keasberry 1866: Maka sŭbab itu sabarlah kiranya saudara saudara sampie kadatangan Tuhan. Tengoklah, orang ladang itu mŭnantikan buah buahnya yang indah itu deri bumi, maka iya mŭnaroh sabar yang amat lanjut akan dia itu, sahingga ditrimanya hujan sulong dan hujan bongsu.

Leydekker Draft: Bagitu kalakh hendakhlah kamu tsabar, hej sudara 2 laki 2, sampej kapada kadatangan maha Tuhan. Lihatlah 'awrang duson menantikan bowah 2 an jang 'indah deri pada tanah dengan tsabar harap padanja, sahingga 'itu sudah ber`awleh hudjan pada musim bah dan pada musim kamaraw.

AVB: Saudara-saudaraku, bersabarlah menanti kedatangan Tuhan. Lihatlah betapa sabarnya seorang peladang menunggu tanahnya mengeluarkan hasil yang bernilai. Dengan sabar dia menanti hujan musim luruh dan hujan musim bunga.

Iban: Nya alai, menyadi, kita enda tau enda liat ati nyentuk ngagai maya Tuhan datai. Peda kita pengeliat ati orang bumai nganti umai sida mansutka asil. Sida liat ati nganti hari ujan lebuh musin ruruh daun enggau lebuh musin bungai.


TB ITL: Karena itu <3767>, saudara-saudara <80>, bersabarlah <3114> sampai <2193> kepada kedatangan <3952> Tuhan <2962>! Sesungguhnya <2400> petani <1092> menantikan <1551> hasil <2590> yang berharga <5093> dari tanahnya <1093> dan ia sabar <3114> sampai <2193> telah turun <2983> hujan musim gugur <4406> dan <2532> hujan musim semi <3797>. [<1909> <846>]


Jawa: Kang iku para sadulur, padha disabar nganti tumeka rawuhe Gusti! Sajatine wong tani iku nganti-anti marang pametuning bumine kang adi sarta disrantekake, nganti tekane udan ing mangsa rontog lan ing mangsa semi.

Jawa 2006: Kang iku para Sadulur, padha disabar nganti tumeka rawuhé Gusti! Satemené wong tani iku nganti-anti pametuning buminé kang akèh ajiné sarta disrantèkaké, nganti tekané udan mangsa rontog lan udan mangsa semi.

Jawa 1994: Para sedulur! Mulané padha sing sabar nganti sarawuhé Gusti. Delengen sepira sabaré wong tani enggoné ngentèni pametuning buminé, sing gedhé ajiné. Kanthi sabar enggoné ngentèni tekané udan ing mangsa rendheng.

Jawa-Suriname: Para sedulur, kowé sing pada ngalami kangèlan, pada dikuwatké terus karo sabar karo ngentèni tekané Gusti. Wong tandur kaé mesti ya ngarep-arep bisa panèn gedé. Mulané dèkné ya sabar ngentèni tekané udan ing rendengan tyilik lan rendengan gedé.

Sunda: Sing salabar dulur-dulur, ngadago Gusti sumping. Pek tengetkeun patani, sakitu sabarna ngadago hasil pepelakanana, sakitu sabarna ngadago hujan munggaran jeung hujan panganggeusan.

Sunda Formal: Dulur-dulur! Sing tagen, sing sabar ngadago sumpingna Gusti Jungjunan urang. Tenjo patani, teu weleh sabar ngarep-ngarep sangkan pepelakanana hade hasilna. Teu weleh sabar ngarep-ngarep usum hujan.

Madura: Daddi, Tan-taretan, pasabbar sampeyan, sampe’ Pangeran rabu. Oladi saponapa sabbarra oreng tane se anante’ kantos tanana aberri’ hasel se arga ka aba’na. Oreng tane ganeka sabbar anante’ toronna ojan e mosem ronto ban ojan e mosem nyemme.

Bauzi: Emti vahi Kristus bake tu vuzehi meedam dam oa, na dua dam labe uba vabidam bak lam gi ozahigeàmu meedam bohu vuusdume vou faodume im Boehàda Yesus iba bak niba fa lese. Ubu uho lab ozahit vou faodam bak lamti na debe soali àm da labe aba aho meedam bak lamti ulohote. Neham bak. Ame da labe am na soali àm neà bak lam vou faodam meot. Aho gi nehadam bak. Amu nasi na debe afoezobe abaabu ahamte lemda laba vou faoda. Labi neo am na soalelo vabalem di lem abaabu laba neo laha vou faodume soali neàdehezobe ab meedume vahedamam bak.

Bali: Punika awinanipun parasemeton, pada sabarja kantos panemayan rauh Ida Sang Panembahan. Cingakinja, kadi asapunapi sabar parapetanine rikala ipun nyantosang pamupun pategalanipune sane becik. Ipun sabar nyantosang masan endang miwah masan sabeh.

Ngaju: Tagal te, keleh sabar pahari handiai, sampai Tuhan dumah. Keleh keton manampayah ampin kasabar ije biti oloh pamalan je mentai tanae sampai mampalembut hasil je barega akae. Hapan kasabare ie mentai ujan hong wayah dawen kayu baduroh tuntang ujan hong wayah dawen manyuloh.

Sasak: Keranaq nike, pade sabar semeton-semeton tiang, jangke Tuhan rauh. Pade serioq berembẽ sabarne sopoq petani ngantih jangke tanaqne ngasilang hasil saq mahel ajine. Ie sabar ngantih ujan saq penembẽq dait ujan saq penutuq.

Bugis: Rimakkuwannanaro, sabbara’ki Saudara-saudaraku, narapi polé Puwangngé. Itai pékkugi sabbara’na séddié patani tajengngi narapi tanana mabbéré wassélé’ iya engkaé angke’na ri aléna. Nasibawang asabbarakeng natajengngi bosié wettu maddununa daud-daungngé sibawa bosi wettu mpungana aju-kajungngé.

Makasar: Lanri kammana, sa’bara’ ngasengko sari’battang, sa’genna battu Batara. Ciniki antekamma sa’bara’na palamung-lamunga antayangi wassele’ lamung-lamung lompoa anggaranna mae ri ia. Sa’baraki antayangi wattu bosia siagang wattu pa’rapponna lamung-lamunna.

Toraja: Iamoto, e sangiulurangku, ma’tan penaakomi sae lako allo kasaeanNa Puang. Tiromi, tu to ma’pa’lak untayan bua malapu’ diong mai padang; napama’tanan penaa sae lako nata’painna uran masonak sia uran ma’pangalla’.

Duri: Ee, tomala'bihku'! La sabbara' kamu' ratu lako nadete' karatuan-Na pole' Puang Isa. Takitai to pangdusung ntajanni assele' bara'bahna. Susi tooi sabbara' ntajanni to wattu peuranan.

Gorontalo: Wolo uodito mongowutatu'u ngoimani, posabari mola timongoli sambe ode podudungga mayi li Isa Eya. Po'obilohe mao limongoli: Ta momengila wolo usabari yima-yima didi, alihu tiyo mowali molude wawu lapatao tiyo wolo usabari olo yima-yima hasili lo ilengiliyo u oharaga oliyo.

Gorontalo 2006: Sababu uito, posabalilo mola Mongo wutatuu̒, dilumutu Eeya meidungga mai. Bilohilo woloolo mola sabaliilio tamoomengia ngota mohima dilumutu hutalio mongohi tilapulo u ohalaga olio. Wolo sabali tio mohima didi losembo polodehua wau didi sembo lobunga.

Balantak: Mbali' iya'a, utu-utus, bi pokotaan i kuu na repaan pataka kotakaanna Tumpu! Piile' uga', koi upa a mian men mo'ale' mokotaan mempeperai pataka i ia mantausi ule' men umangga' na ale'na iya'a. Ia mokotaan memepeperai usan moko daa mangasok ka' pataka tempo pangalaan ule'na.

Bambam: Inggannakoa' solasubungku, abana la nalambi'koa' pandahhaam. Dadi iam too anna la sa'baha'ungkoa' muampai kasuleanna sule Debatanta Puang Yesus, umba susi to ungkähä litä' sa'baha' muampai bua pengkähäna la kende' mapia. Aka nasa'bahasam muampai wattunna palauham kela mangngambo'i anna wattunna palauham kela mamuppu'um.

Kaili Da'a: Jadi sampesuwu-sampesuwuku, komi kana mosabara sampe i Pue Yesus marata. Kitamo iwenu posabara samba'a topotinalu nompopea sampe nowua nuapa to nitujana. Ante nosabara i'a nompopea uja tempo motuja bo uja nompakajadi wuana.

Mongondow: Tuamai, posabardon utatku mita, dapot ki Tuhan mamangoi. Indoiaidon naonda ing kososabar in intau monononggobaí mogoḷat modapot im butaínya mobogoi in hasil inta mobogoi ing ka'untungan ko'inia. Umuran mosabar in sia mogoḷat kon uyan sempo ing kototakan bo uyan sempo im pononobur.

Aralle: Ingkämmua' solasohongku, inang la nalambi'koa' kamadahhaang. Dahi dianto anna la sa'bara'mokoa' ungngempei kasuleanna sumule Dehatanta Puang Yesus sinnoa mesa to pangnguma sa'bara' ungngempei boa pengkähänna la kende' mapia. Aka' nasa'bara'ang ungngempei tempona uhangngallo ke la mangngambo'i anna tempona uhangngallo ke la mantanammi.

Napu: Idomi halalu, hai hangangaa sabarakau duuna Pue hawe hule. Nipeita noumba kasabaranda topobonde mampegia powuana tuda-tudanda. Sabarahe mampegia uda i temponda mantuda hawe i powuana.

Sangir: Ual᷊ingu ene, pakakakědang manga anạ u sěmbaụku, sarang Mawu e ruměnta. Kakěllạ e kereapa kararage sěngkatau mělahěnsinuange mělẹ̌hědo sarang ěntanane měngonggọu ghẹ̌sine maarěga si sie. Kụ měngkai mararagẹ̌ i sie rụdal᷊ahědo tahiting musungu kalalolang dingangu tahiting musungu mẹ̌burạ.

Taa: Wali a’i-a’i, pakabae sabara ngkomi mangampeas tempo danakama’i i mPue. Rapanya ewa to panawu. Apa to panawu ane roomo mamuya mansabaraka mangampeas temponya rapomota. Ia mansabaraka mangampeas tempo uja to uyunya to mampakatuwu pae, pasi mangampeas wo’u tempo uja to tondong mpae etu mosumo matasa.

Rote: Hu ndia, tolano-tolanoo ngala lemin! Boso haelai mamanasa losa Lamatua ka fai mamai na. Mete mitak hataholi mana tao tina osi esa, nahani losa dae oen nini fen buna boa kabelik. Ana ta haelai namanasa fa, te nahani nahele u'da oe faa ka ma u'da oe timu a.

Galela: So ngini ai dodiao nipipiricaya, bilasu nia sabari ilamo, ngaroko o sangisara ma rabaka, sidago o Jou done wahino kali de asa niamake o oho ka sidutu ikakali. Hika niakelelo o nyawa itotoro gena asa de manga sabarika, ona yodamaha manga doro done asa ma sopo yautu de yatolomuka, sababu o ino magegena ma faida ilamo. Ona yodamaha sidago o muura ma orasika asa yodato de sidago lo o muura ma orasika asa isopo de magena asa qabolo qangoduka.

Yali, Angguruk: Nori, ari fahet hinindi yuwag toho wereg lit Nonowe waruhu ane fahet yet teg lamuhup. Suburu yabuk wituk ahunen ebe wirik atukon fahet mangno reg lit wereg. O hibi anggolo laharuk li suburu ei yabuk fug angge osit mangno ruruk lit wereg.

Tabaru: Sababu ge'ena 'Esa moi riaka dodoto, niosabari sigado ma Jou woboa! Niamake kokia wopai-pairi wimoi wosabari wodadanu sigado 'o tonaka ma hasili 'iba-baraguna wamake. 'Una wosabari wodadanu 'o besaka ma 'orasi.

Karo: Dage o senina-seninangku, saberlah kam ngayak reh Tuhan. Nehenlah sekalak perjuma kuga ia saber nimai seh jumana mereken ulih si erguna. Saber ia nimai udan si reh nandangi merdang ras udan si reh kenca rumpah page.

Simalungun: Ai pe, nasiam sanina, sabar ma nasiam das hubani ari parroh ni Tuhan in! Ai parjuma pe, ipaima-ima do buah na maharga hun tanoh in, anjaha sabar do ia paima-imahon udan partidahonkon ampa udan paima pariama.

Toba: (II.) Antong, pabenget hamu ma rohamuna, ale angka dongan, sahat ro di haroro ni Tuhan i! Ai parhauma i pe, dipaimaima do parbue na arga, na sian tano i, jala dihabengethon do, paima dijalo udan manogot nang bodari.

Dairi: Kerna nai mbingit mo kènè alè dengan soh mi ari pekeroh Tuhan i. Codi kènè mo bakunè mbingitna peruma-uma i memèma ari perudan dekket udan mbuah bagi ma mèma ari perudan dekket udan mbuah bagi ma mèma buah maharga i tanoh i nai.

Minangkabau: Dek karano itu, basabalah oih sudaro-sudaro ambo, sampai Tuhan datang. Liyeklah, baa ka sabanyo surang urang paparak manunggu, sampai tanahnyo mambarikan asie nan ba arago kabake inyo. Sacaro saba inyo manunggu ujan musin ruruik, jo ujan musin bungo.

Nias: Bõrõ da'õ, mibologõ dõdõmi ya'ami ira talifusõ irugi we'aso Zo'aya. Mifaigi hewisa wa'ebolo dõdõ zonowi wombase'õ bua danõ sebua bõli khõnia. Fao fa'ebolo dõdõ ibase'õ deu mbaw̃a wangaruwu, ba teu mbaw̃a wobene.

Mentawai: Oto kalulut néné, ale kam sasaraina, kau nuom'aké kam nia masiorik pangoringan, teret iaili tetrenia kaoijanan Tuhan! Itsó peité kam om bagadda sipasigagalai mone, rangena ibara buat siuremanda ka monenda, kelé oniakenenda puuktunganda sabeu. Raom'aké rangena ibelé urat ka rura sigoisó samba ka rura sabeu.

Lampung: Ulihni seno, sabardo Puari-puariku, sampai Tuhan ratong. Liakdo injuk repa sabarni sai jelma petani nunggu sampai tanohni ngeniko hasil sai berega jama ia. Ia sabar nunggu labung musim gugor rik labung musim kumbang.

Aceh: Sabab nyan, saba kheueh wahe mandum Syedara lôn, sampoe Tuhan geuteuka teuma. Ngieng kheueh pakriban ureuëng meutani jipreh sampoe tanoh jih jipeuteubiet wase nyang meuhareuga keu jih. Deungon saba jihnyan jipreh ujeuen tron bak watée musém lurôh ôn kayée dan ujeuen watée musém meubungöng.

Mamasa: Dadi anggammua' sa'do'dorangku, ianna nalambi'koa' pandarraan la sa'bara'koa' sae lako attunna kasaeanna sule Dewatanta Puang Yesus, susi to ungkarang litak sa'bara' ummampai alan litakna. Anu' nasa'barasan ummampai attu palauran ke la mangngambo'i anna attu palauran ke la meparemi.

Berik: Ga jem temawer am afelen mesna, abakfer igama fina, ane kanaufer igama fina jamere Tuhan se fortya. Sa damta angtane makana aa jei gam gwebanaram, angtane jeiserem fomfom gam fina jamere ona jeiserem nananisi jem igiserem gam gulbana waakena. Jei arous gam fibana twam tanna nalefe jam tonolyan, ane arouwa afelnaiserem gam fibana nalefe nananisi jam ge eseberswebife.

Manggarai: Asé-ka’én, ta’ong koém dengkir cai de Mori! Damang lélo le méu, co’oy ta’ong data ciwal uma te géréng dani situt méséng oné-mai umad. Isé kolé ta’ong dengkir cai usang cekeng rencak agu usang cekeng wéla.

Sabu: Rowi do mina harre ke, makka tee nga wangnge we Tuahhu-tuahhu he, tade dhai la awe dakka Muri ne. Heleo we ne lua halla-anni mone jhagga worai wowadu, ne pemata no tade dhai ne worai no ne ta wie ne ihi-habha do nga kebhue tu no. Jhe mina harre lema no ne makka tee nga wangnge, ne mate awe ajjhi pa awe muru rrau nga ajjhi pa awe kehabbha wila.

Kupang: Sodara dong! Bosong musti sabar tunggu Tuhan pung datang kambali. Lia sa orang tani yang ada sabar tunggu dia pung hasil tana. Ujan partama datang, ju dia batanam. Ais itu, dia tunggu ujan lai ko bekin subur dia pung tanaman. Lama-lama ju dong babua. Pas dia pung waktu datang, itu orang pi koru dia pung hasil tanam dong.

Abun: Sane, ji bi nji, ji bi nyanggon, nin eswa Yefun Yesus satu ma sor. Nin me mo ye gato ben nggwe ne do, an jan an bi sukjan mo nggwe, orete an eswa, an eswa sane sor sukjan gato ndo ne kom, ete kri. An eswa nogi dom, an eswa nogi tepsu aina gato nogi ma su, ete an bi sukjan kom sisu ndo.

Meyah: Edohuji, iwa ita idou ahais gij mar insa koma ongga runa mei ahta runtunggom skoita iwa ojgomu. Noba iwa iroru Allah rot idou ongkasmos ojgomuja onjoros mona ongga Tuhan Yesus ongksons en fob. Iwa isujohu rot osnok egens ongga efarur gij efen mekeni. Nou mona ongga mosua beda ofa ebij mekeni. Nou ongga koma oisa fob beda ofa erefa marsi gij onjoros mona ongga mos ens. Beda ofa eker rot odou ahais ojgomuja onjoros maat ongga enrefa insa koma enjefema beda ofa et.

Uma: Toe-mi ompi', pai' kana tari-ta duu'-na Pue' rata nculii'. Hilo pe' posabara topolia'-e, mpopea-ra duu'-na ria wua' polia'-ra to rasarumaka. Mosabara-ra mpopea uda ka'oti-ra ntuja', duu'-na rata tempo-na mepae.

Yawa: Maisyare omai ti, sya arakove, wasatawandi yava nto Amisy Yesus pakare rai! Syare wapo vatano po nawaisye raperame apa atawandije raen: opamo nowo apa mino mo ama ine rauguje ranyut, muno atawandi yava maru maje, apa anare ama kamino wanyine ntipu rai jakato.


NETBible: So be patient, brothers and sisters, until the Lord’s return. Think of how the farmer waits for the precious fruit of the ground and is patient for it until it receives the early and late rains.

NASB: Therefore be patient, brethren, until the coming of the Lord. The farmer waits for the precious produce of the soil, being patient about it, until it gets the early and late rains.

HCSB: Therefore, brothers, be patient until the Lord's coming. See how the farmer waits for the precious fruit of the earth and is patient with it until it receives the early and the late rains.

LEB: Therefore be patient, brothers, until the coming of the Lord. Behold, the farmer waits for the precious fruit of the soil, being patient concerning it until it receives the early and late rains.

NIV: Be patient, then, brothers, until the Lord’s coming. See how the farmer waits for the land to yield its valuable crop and how patient he is for the autumn and spring rains.

ESV: Be patient, therefore, brothers, until the coming of the Lord. See how the farmer waits for the precious fruit of the earth, being patient about it, until it receives the early and the late rains.

NRSV: Be patient, therefore, beloved, until the coming of the Lord. The farmer waits for the precious crop from the earth, being patient with it until it receives the early and the late rains.

REB: YOU MUST be patient, my friends, until the Lord comes. Consider: the farmer looking for the precious crop from his land can only wait in patience until the early and late rains have fallen.

NKJV: Therefore be patient, brethren, until the coming of the Lord. See how the farmer waits for the precious fruit of the earth, waiting patiently for it until it receives the early and latter rain.

KJV: Be patient therefore, brethren, unto the coming of the Lord. Behold, the husbandman waiteth for the precious fruit of the earth, and hath long patience for it, until he receive the early and latter rain.

AMP: So be patient, brethren, [as you wait] till the coming of the Lord. See how the farmer waits expectantly for the precious harvest from the land. [See how] he keeps up his patient [vigil] over it until it receives the early and late rains.

NLT: Dear brothers and sisters, you must be patient as you wait for the Lord’s return. Consider the farmers who eagerly look for the rains in the fall and in the spring. They patiently wait for the precious harvest to ripen.

GNB: Be patient, then, my friends, until the Lord comes. See how patient farmers are as they wait for their land to produce precious crops. They wait patiently for the autumn and spring rains.

ERV: Brothers and sisters, be patient; the Lord will come. So be patient until that time. Look at the farmers. They have to be patient. They have to wait for their valuable crop to grow and produce a harvest. They wait patiently for the first rain and the last rain.

EVD: Brothers and sisters, be patient; the Lord {Jesus} will come. So be patient until that time. Farmers are patient. A farmer waits for his valuable crop to grow up from the earth. A farmer waits patiently for his crop to receive the first rain and the last rain.

BBE: Go on waiting calmly, my brothers, till the coming of the Lord, like the farmer waiting for the good fruit of the earth till the early and late rains have come.

MSG: Meanwhile, friends, wait patiently for the Master's Arrival. You see farmers do this all the time, waiting for their valuable crops to mature, patiently letting the rain do its slow but sure work.

Phillips NT: But be patient, my brothers, as you wait for the Lord to come. Look at the farmer quietly awaiting the precious harvest of his land. See how he has to possess his soul in patience till the early and late rains have fallen.

DEIBLER: So, my fellow believers, although rich people cause you to suffer, be patient until the Lord Jesus Christ comes back. Remember that when farmers plant a field, they wait for their valuable crops to grow. They must wait patiently for the rain that comes at the planting season and for more rain that comes just before the harvest season. They wait for the crops to grow and mature before they can harvest them.

GULLAH: Me Christian bredren, beah op onda all oona trouble, da wait til de Lawd come back. Memba how de faama kin wait fom wen e plant de seed een de groun til de time come fa haabis e walyable crop. E kin beah ebryting, da wait fa de rain fa come een de fall an een de spring time.

CEV: My friends, be patient until the Lord returns. Think of farmers who wait patiently for the spring and summer rains to make their valuable crops grow.

CEVUK: My friends, be patient until the Lord returns. Think of farmers who wait patiently for the spring and summer rains to make their valuable crops grow.

GWV: Brothers and sisters, be patient until the Lord comes again. See how farmers wait for their precious crops to grow. They wait patiently for fall and spring rains.


NET [draft] ITL: So <3767> be patient <3114>, brothers and sisters <80>, until <2193> the Lord’s <2962> return <3952>. Think <2400> of how the farmer <1092> waits for <1551> the precious <5093> fruit <2590> of the ground <1093> and is patient <3114> for <1909> it <846> until <2193> it receives <2983> the early <4406> and <2532> late rains <3797>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Yakobus 5 : 7 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2020
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran