Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [TB]     [PL]  [PB] 
 <<  Filipi 3 : 19 >> 

TB: Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.


AYT: Akhir hidup mereka adalah kebinasaan, karena allah mereka adalah perut mereka, dan pujian mereka adalah hal-hal yang memalukan. Pikiran mereka hanyalah pada hal-hal duniawi.

TL: Maka kesudahan mereka itu menjadi kebinasaan, dan mereka itu bertuhankan perut, dan perkara yang malu menjadi mulia kepada mereka itu, yang memikirkan perkara duniawi sahaja.

MILT: yang kesudahannya: kebinasaan, yang Tuhan (ilahnya - 2316): perut, dan kemuliaannya: ada dalam aib mereka yang memikirkan hal-hal duniawi.

Shellabear 2010: Kesudahan mereka adalah kebinasaan. Perut mereka sendirilah yang menjadi ‘Tuhan’ mereka, dan kemuliaan mereka adalah hal-hal yang memalukan. Pikiran mereka hanya tertuju pada hal-hal yang ada di dunia ini.

KS (Revisi Shellabear 2011): Kesudahan mereka adalah kebinasaan. Perut mereka sendirilah yang menjadi Tuhan mereka, dan kemuliaan mereka adalah hal-hal yang memalukan. Pikiran mereka hanya tertuju pada hal-hal yang ada di dunia ini.

Shellabear 2000: Kesudahan mereka adalah kebinasaan. Perut mereka sendirilah yang menjadi ‘Tuhan’ mereka, dan kemuliaan mereka adalah hal-hal yang memalukan. Pikiran mereka hanya tertuju pada perkara-perkara yang ada di dunia ini.

KSZI: Kesudahan mereka adalah kebinasaan, tuhan mereka adalah perut mereka, kemuliaan mereka adalah dalam keaiban mereka. Mereka menumpukan perhatian kepada perkara dunia.

KSKK: mereka sedang menuju kebinasaannya; Allah mereka adalah perut dan mereka membanggakan apa yang harus membuat mereka menjadi malu. Mereka hanya berpikir tentang hal-hal duniawi.

WBTC Draft: Cara hidup mereka akan membawanya ke dalam kebinasaan. Mereka tidak melayani Allah, hanya menyenangkan diri sendiri. Mereka melakukan yang memalukan dan bangga atas hal itu. Mereka hanya memikirkan hal-hal duniawi.

VMD: Cara hidup mereka akan membawanya ke dalam kebinasaan. Mereka tidak melayani Allah, hanya menyenangkan diri sendiri. Mereka melakukan yang memalukan dan bangga atas hal itu. Mereka hanya memikirkan hal-hal duniawi.

AMD: Hidup mereka menuju kehancuran, allah mereka adalah perut mereka sendiri, dan kemuliaan mereka adalah hal-hal memalukan. Mereka hanya memikirkan hal-hal duniawi.

TSI: Cara hidup yang seperti itu akan membawa mereka ke dalam kebinasaan. Mereka hanya memikirkan hal-hal duniawi saja dan tidak melayani Allah. Hidup mereka hanya untuk memuaskan keinginan diri sendiri saja. Dan mereka melakukan segala macam hal yang memalukan— bahkan mereka bangga atas semua hal itu.

BIS: Hidup orang-orang seperti itu akan berakhir dengan kehancuran, sebab ilah mereka adalah keinginan tubuh mereka sendiri. Hal-hal yang memalukan, justru itulah yang mereka banggakan; sebab mereka memikirkan hanya hal-hal yang berkenaan dengan dunia ini saja.

TMV: Hidup orang seperti itu akan berakhir dengan kehancuran, kerana mereka bertuhankan keinginan tubuh mereka sendiri. Mereka membanggakan hal-hal yang seharusnya memalukan. Mereka hanya memikirkan perkara-perkara duniawi.

BSD: Pada akhirnya orang-orang yang hidup seperti itu akan hancur. Hawa nafsu mereka menjadi ilah mereka. Mereka membanggakan hal-hal yang memalukan. Mereka hanya mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan dunia ini saja.

FAYH: Hari depan mereka ialah kebinasaan kekal, sebab mereka bertuhankan hawa nafsu, dan mereka membanggakan hal-hal yang sebenarnya mengaibkan mereka. Yang mereka pikirkan hanyalah kehidupan di dunia ini.

ENDE: Kesudahan mereka kebinasaan. Mereka mempertuhankan perut dan membanggakan jang memalukan. Tjita-tjita mereka melekat pada tanah.

Shellabear 1912: adapun kesudahan mereka itu kebinasaan kelak, maka perutnya menjadi Tuhan kepadanya, dan perkara yang malu menjadi mulia kepadanya, maka ingat ia akan perkara dunia.

Klinkert 1879: Maka kasoedahan mareka-itoe kabinasaan kelak, dan peroetnja itoelah ilahnja, dan kakedjiannja itoelah kamoeliaannja, dan di-endahkannja perkara doenia ini sadja.

Klinkert 1863: Maka penghabisannja orang itoe kabinasaan, dan proetnja itoelah Allahnja, dan maloenja itoelah kamoeliaannja, maka dia-orang inget perkara doenia sadja.

Melayu Baba: dia-orang punya ksudahan nanti jadi kbinasa'an, dan dia-orang punya prot mnjadi Tuhan sama dia, dan perkara yang malu mnjadi dia-orang punya kmulia'an, dan dia-orang ingat perkara dunia.

Ambon Draft: Jang penghabisannja a-da kabinasa; an, jang punja purut ada Ilahnja, dan jang punja hormat ada di dalam kamalu; annja, awrang-awrang jang mengira-ngira; i perkara-perkara dunja sadja.

Keasberry 1853: Adapun kasudahan marika itu kulak kubinasaan, maka prutnya itulah Allahnya, dan kamuliannya itulah malunya, maka diindahkannya purkara dunia sahja.)

Keasberry 1866: Adapun kasudahan marika itu kŭlak kabinasaan, maka protnya itu Allahnya, dan kamuliannya itulah malunya, maka diindahkannya pŭrkara dunia sahja.

Leydekker Draft: Jang kasudahannja 'ada kabinasa`an, jang 'Ilahnja 'ada purutnja, dan jang kamulija`annja 'ada dengan kamaluwannja, jang meng`ira 2 ij segala hhal kabumi`an djuga.

AVB: Kesudahan mereka adalah kebinasaan, tuhan mereka adalah perut mereka, kemuliaan mereka adalah dalam keaiban mereka. Mereka menumpukan fikiran kepada perkara dunia.

Iban: Sida nya deka dirusak. Perut sida nyadika petara sida, lalu sida temegahka utai ti patut dikemaluka sida. Sida numpuka runding sida ngagai utai dunya.


TB ITL: Kesudahan <5056> mereka ialah kebinasaan <684>, Tuhan <2316> mereka ialah perut <2836> mereka, kemuliaan <1391> mereka ialah aib <152> mereka <846>, pikiran <5426> mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi <1919>. [<3739> <3739> <2532> <1722>]


Jawa: Wekasane wong-wong iku nemahi karusakan, kang dadi allahe wetenge, kang dadi kamulyane kanisthane, pangangen-angene mung tumuju marang prakara kadonyan.

Jawa 2006: Wekasané wong-wong iku nemahi karusakan, kang dadi allahé yaiku wetengé, kang dadi kamulyané yaiku kanisthané, pangangen-angené mung tumuju marang prakara kadonyan.

Jawa 1994: Wong-wong mau bakal mungkasi uripé ana ing nraka, awit sing dadi brahalané hawa-nepsuning badané. Wong-wong mau padha ngegung-egungaké prekara-prekara sing satemené ngisin-isini, lan mung padha mikiraké prekara-prekara kadonyan.

Jawa-Suriname: Gusti Allah bakal mbuwang wong-wong kuwi nang neraka. Ajuré pada nglakoni kekarepané Gusti Allah, nanging ora, malah pada nuruti kesenengan sing ora pantes. Nèk pada nglakoni barang sing ngisin-isinké wis ora pada nduwèni rumangsa isin; klakuan sing kaya ngono kuwi malah dienggo pamèran lan sing digagas namung barang kadonyaan.

Sunda: Sabab anu karitu teh geus tangtu carilaka, da miallahna kana kabeuki badani. Ngalampahkeun nu aeb teh maranehna mah malah agul, jeung ngan malikiran kadunyaan bae.

Sunda Formal: Nu karitu lampahna teh, pasti cilaka; da nu dilulugukeun teh ngan eusi beuteung bae; nu dipuhit ngan kagorengan wungkul; nu dipikiran ngan hal-hal kadunyaan.

Madura: Odhi’na reng-oreng se sapaneka bakal eaherana kalaban ancorra odhi’na ganeka, sabab illah se esemba reng-oreng gapaneka enggi paneka pangaterrona badanna dibi’. Pa-ponapa se matodhusan, la’-mala’ ganeka se eedirragi reng-oreng ganeka; sabab reng-oreng ganeka coma mekkere pa-ponapa se ekaleburi dunnya paneka malolo.

Bauzi: Ame dam lam Alat ba diamut beodume vaitesu vua elum sutem gikina laba voou geàdam bohu vuusdalo modem bak. Im nehasu meedam labe Alat labihalo modem bak. Ame dam labe Alat im Aba Aho gagohoda modehe vaba fa gi ibi iho ozome modelo àhàkemda lamota meeda. Labi ame dam labe iho faina meedam di ba, “Iho git modeho,” lahame it ozome ladem vab damat vedi gi it daetbadam damat modem bak. Labi laha gi im ibi iho bak niba meedamda lamota tu meedam damat modem bak.

Bali: Pamuputipun jadmane punika pacang nemu nraka, santukan ipun madewa dibasang. Ipun nyumbungang dewek malantaran paindikan-paindikan sane sujatinipun ngawinang kimud. Samaliha sane pinehin ipun wantah paindikan-paindikan sane sekala kewanten.

Ngaju: Lawin pambelom kare oloh je kilau te kareh iete kahancor, awi dewa ain ewen iete kipen isin ewen kabuat. Kare hal je mampahawen, ewen malah mampatamame; awi ewen baya manirok kare taloh je eka karajin kalunen jetoh bewei.

Sasak: Idup dengan-dengan maraq nike gen tutuq lẽq keancuran, sẽngaq Tuhan ie pade, tianne mẽsaq. Hal-hal saq merilaq, malahan nike saq ie pade banggeang; sẽngaq ie pade cume mikirang hal-hal saq araq lẽq dunie niki doang.

Bugis: Atuwonna sining tau pada-padaéro maccappa’i matu sibawa ancurukeng, saba’ déwatana iyanaritu cinna tubunna muto mennang. Gau’-gau’ iya mappakasiri-sirié, mala iyanaro mennang nammingkikeng; saba’ banna mennang mappikkiri’i gau’-gau’ iya naéloriyé linoéwé bawang.

Makasar: Mingka lapossoki kale’bakkanna katallassanna anjo tau kammaya; nasaba’ rewata nasombaya lalang ri katallassanna ke’nanga, iamintu apa-apa nakacinnaia kalenna ke’nanga. Sangnging apa-apa appakasirikaji ba’lalo nakalompoang pa’mai’ ke’nanga; nasaba’ apa-apa ri iaji anne pakkalinoanga bawang nanawa-nawa ke’nanga.

Toraja: Ma’katampakanna tau iato mendadi kasanggangan, sia umpa’deatai tambukna, sia napomasiri’na nasanga napomala’bi’, sia a’gan lino manna nainaa-naa.

Duri: Mangkatampakanna la sabu' tuu lako tau, nasaba' mpupuang ba'tangna, mpumatampo panggaukanna to mesirisan, na ia to tangngahna napatuju lako mandai katuoan lan lino.

Gorontalo: Pulitiyo lo tutumuli mongoliyo boyito binasa, eya limongoliyo napusu limongoliyo wawu pasa-pasaliyala u mo'olito, mo'omasahuru olimongoliyo. Pikirangi limongoliyo lalayita talu-talu ode urusani lo duniya boti.

Gorontalo 2006: Tutumulo lotau-tauwala debo odelo uito pulitio mao̒ mabinasa, sababu ila limongolio yito loduduo̒ ilohilaa lobatanga limongolio lohihilao. Susuu-aliyaalo u moo̒olito tumbao̒ ui-uitolo u hepomangga limongolio; sababu timongolio bo hemo mikiilangi susuu-aliyaalo u motuhatawa wolo dunia botie wambai̒o.

Balantak: Mian men koiya'a kokomburi'anna bo silaka'ion, gause Tumpuna i raaya'a mase pingkira'na waka-wakanamo. Wawau men kakamaa' a men kodaakononna i raaya'a, gause i raaya'a tongko' miminoakon upa men kokana'na mianna dunia kani'i.

Bambam: Tau susi ia too ma'katampasanna la lu tama ia nahaka aka moka untuhu'i pa'elo'na Debata, sapo' nakuasai leko' ia kamohäeam bätä puntinna. Ingganna pa'palakoam kalena, indo setonganna la dipa'kasihisam, ia hi nasengkengam. Anna anggam kaha-kaha inde lino napikki'.

Kaili Da'a: Natantumo ira kana rasuku sampe ri kasae-saena ri naraka, sabana "Pue" ira aga dota rara ira mboto to naja'ana. Powia-powia tonepakaeya to nipodamba-damba ira sabana ira aga nompekiri nuapa-nuapa tonaja'ana ri dunia e'i.

Mongondow: Intau mita natua im moputuíbií, sin tuhan monia in sianbií monia, bo aid monia inta moromuí tua duiíonbií monia; sin tongaíbií bonu in dunia na'a in umuran raion monia.

Aralle: Tau ang noa yatoo katämpä'anna la lutamane' di nahaka aka' dai naaku untuhu'i pangngelo'na Dehata, ampo' nakuasai puha nei' kamailuang bätäng kalaena. Yato ingkänna pembabe kalaena, ang setonganna diposili, bilang diane' sika napokale'de. Anna supunne' kaha-kaha yaling inde di lino ang si napihki'.

Napu: Tauna au nodo batenda molambi pehuku i lalu naraka. Menombahe i peundeana watanda haduduanda. Mampomahilehe babehianda au mepakaea. Mampaiyoruhe katuwonda i dunia ide.

Sangir: Pẹ̌bawiahu taumata kerene kasueěnge ute kawawinasa, batụu mahang duatan sire e kai kapulung gẹ̌sin sire hala. Manga hal᷊ẹ̌ makạmea e, sěmatangkewen ilẹ̌lansị i sire; batụu i sire měngkate tumbạu mětẹ̌tiněnnang kal᷊awọu apam mětẹ̌tatahinon dunia ini.

Taa: Wali tau to etu darapakaja’aka yau. Apa tau etu, ojo pamporani ndaya nsira semo to mawali pue nsira. Pasi sira tabaro mangkonong palaong to naika nsira to kamonsonya masipato napokea nsira. Pasi ojo anu to ri lino si’i semo to napobuuka nsira.

Rote: Hataholi matak leo sila ka, neu mate'e na te ala masok leo tasi ha'ik dale leu. Nana hataholi sila la, ala tao sila hihii-nanau ao paa nala da'di neu sila lamatua na. Ma dede'a manini mamae ka, ala taon da'di sila dede'a namahokon; nana ala du'a-dodoo ka'da dede'a daebafa ka mesa kana.

Galela: Ona magena done asa o Gikimoi waumo o narakaku ma bati ka sidutu ikakali. Sababu ona magena o Gikimoi Awi dupa gena yaakawa duma ona manga rohe ma nyafusu gena yodupa yaaka. De o bi moi-moi inasimamaqe magena ona yaaka de imacaralamo so manga giliri isimane. De lo ona manga siningaka moi-moi imatero de o nyawa o Gikimoi iwihoholu.

Yali, Angguruk: Ininggarehen siyag ane tul perukon fahet eneg inindi pulmu werehen it arimano mondabi siyag amuhup. Ininggali hawon famen enewelwel tubat taruk lit kinangmon fahet eneg inindi wenggel haruk.

Tabaru: 'O nyawa koge'ena dua ma du'uruku yakihukumu so yotorouoka, sababu 'ona yosilamo-lamo ka to 'ona manga roese ma nyafisuu. 'Okia sonaa gee poda-damaeke, de ge'enau yosiie-ie. Sababu 'ona yatiba-tibangi ka 'okia sonaa gee 'o nyawa 'o duniaka yodua-duaka yadiai.

Karo: Kalak si bage lawesna la banci lang kempak kebenen, sabap dibatana, eme peraten kulana. Megah iakapna i bas si patut iakapna mela, janah si iukurina kerna barang doni ngenca.

Simalungun: Hamagouan do ujung ni sidea, boltokni do iparnaibata, sihamelahononkon do ihasangapkon, anjaha na i tanoh on iparuhurhon.

Toba: Hamagoan do ujungnasida, butuhanasida do dipardebata, sihailahononna dihasangaphon, angka na di tano on diparrohahon.

Dairi: Ukum kalak sibagidi lako mago ngo i ujungna, kumerna cubellek dagingna ngo i perdèbata. Kadè makinken merlèa, idi nola ngo ihargaken; kerna siperlu i dunia èn sambing ngo kessa ipikiri.

Minangkabau: Iduik urang-urang nan bakcando itu binaso kasudahannyo, dek karano tuhannyo adolah ka inginan tubuahnyo sandiri. Parkaro-parkaro nan mamariangikkan, malah itulah nan inyo panggak-panggakkan; dek karano inyo hanyo mamikiekan parkaro-parkaro dunia ko sajo.

Nias: Amozua wa'auri niha si manõ ba fa'atekiko, bõrõ me somasi nõsira ni'olowalangigõra. Ba solohe ya'ira ba wa'aila da'õ ni'omusoi'õra tõdõ; ha so'amakhaita ba ngawalõ hadia ia zi so ba gulidanõ ni'era'erara.

Mentawai: Oto kakakataí lé te iaailiaké puririmanuanda néné, aipoí pubobot-bot akkulára lé rapu-Tataikamanua. Pakailaat nenda lé rauumun'aké; aipoí sarat siobat polak lé rapaaatu.

Lampung: Hurik jelma-jelma injuk reno haga berakher jama kehancoran, mani diwa tian yakdo kehagani badan tian tenggalan. Hal-hal sai ngeliamko, justru senodo sai tian banggako; mani tian mikerko angkah hal-hal sai bekenan jama dunia inji gaoh.

Aceh: Udeb ureuëng-ureuëng nyang lagée nyan akhé jih teuma rhot ubak hanco, sabab ilah awaknyan na kheueh keuheundak tuboh jih keudroe. Hai-hai nyang teupeumalée, nyan kheueh nyang awaknyan peubangga; sabab awaknyan nyang jipike keuhai-hai nyang na hubongan ngon donya nyoe mantong.

Mamasa: Tau susi te maie la unduppa kasanggangan. Kamailuannamo napodewata anna la dipomakadere'namo naposende. Anggami kara-kara mellinona napikki'.

Berik: Angtane jeiserem jes galserem jei taman tokwagirip ga sege sofobili. Jei jam eyebiyen Uwa Sanbagiri aa jes bilirim jam eyebife. Jei jamer jetefener sene eyebili jelem tifniwer gam eyebif. Jei etam-etama kapkaiserem gane eyebili, ane jei jam ge seferswebiyen, jengga jen jena jam ne detena kabwakfer eyebiliserem jem temawer. Ini jemna unggwan-giri ga enggalf ga jetefener gam eyebili, ogiri aaiserem jem temawenefener.

Manggarai: Cemold isé situ ampus taungs, ai tuka rud ciri Mori Keraéng disé, copél disé ciri angos disé, nukd hanang oné perkara de lino.

Sabu: Ne muri mada ddau-ddau do mina harre, do ne pedakka ne muri ro la dhara lua apa nga kerewe ne, rowi ne deo ro wata ke lua ddhei nga ngi'u ro we miha. Lai-lai do pemekae dhara ddau we ne do pekerihi ri ro, rowi ne do penge ri ro wata ke lai-lai do pedu nga lua raiwawa nadhe he we.

Kupang: Te nanti Tuhan tola buang sang dong, ais lempar buang sang dong pi api naraka, tagal dong pung hati sonde taꞌika deng Dia. Dong cuma pegang hal-hal jahat, deng cari-cari jalan ko bekin puas dong pung badan sandiri sa, sampe dong kapala bésar deng dong pung jahat. Dong sonde ada pung rasa malu. Dong cuma tau pikir, macam ke orang yang sonde kanál sang Tuhan.

Abun: Kom mo rut, bere Yefun Allah ben án ibit re, we án bi sukjimnut sye mo án kaim budat ré sor re. Án jam nde án damen mo sukibit gato án ben ne, ete án nut do, suk ne ndo wai, we án bi sukjimnut kem pe mo sukibit gato yetu ben mo bur ré sor re.

Meyah: Tina Allah omofra okum eteb keingg rua rot mar insa koma ojgomu. Jeska rua rugif gu mar erek meidu meidu ongga rudou efesi eftirir keingg rot ojgomuja. Noba mojenen rua rot mar insa koma jinaga guru, tina rua risitit risinsa rifaga rot ojgomu. Beda rua rusujohu rot mar ongga angh gu mebif ojgomu.

Uma: Tauna to hewa toe bate mporata silaka hi rala naraka. Konoa woto-ra moto, toe-mi to rapue'. Gau'-ra to me'eai', toe-mi to rapomobohe-ki nono-ra. Katuwu'-ra to hi dunia' toi, toe-wadi to rapoinono.

Yawa: Vatano nanawije awa marane mamo Amisye indati po mangke raugaje maija ntoa nuge nuganui. Ubekero Amisye aije ramu, yara ubekero manasine ama marinsene obo rai. Awa ana udave mbe samaneve, weramu usamane rai ramu, yara mararin dave rai. Muno wo anakotaro mine so bo ratantona.


NETBible: Their end is destruction, their god is the belly, they exult in their shame, and they think about earthly things.

NASB: whose end is destruction, whose god is their appetite, and whose glory is in their shame, who set their minds on earthly things.

HCSB: Their end is destruction; their god is their stomach; their glory is in their shame. They are focused on earthly things,

LEB: whose end [is] destruction, whose God [is] the stomach, and [whose] glory [is] in their shame, the ones who think on earthly things.

NIV: Their destiny is destruction, their god is their stomach, and their glory is in their shame. Their mind is on earthly things.

ESV: Their end is destruction, their god is their belly, and they glory in their shame, with minds set on earthly things.

NRSV: Their end is destruction; their god is the belly; and their glory is in their shame; their minds are set on earthly things.

REB: They are heading for destruction, they make appetite their god, they take pride in what should bring shame; their minds are set on earthly things.

NKJV: whose end is destruction, whose god is their belly, and whose glory is in their shame––who set their mind on earthly things.

KJV: Whose end [is] destruction, whose God [is their] belly, and [whose] glory [is] in their shame, who mind earthly things.)

AMP: They are doomed {and} their fate is eternal misery (perdition); their god is their stomach (their appetites, their sensuality) and they glory in their shame, siding with earthly things {and} being of their party.

NLT: Their future is eternal destruction. Their god is their appetite, they brag about shameful things, and all they think about is this life here on earth.

GNB: They are going to end up in hell, because their god is their bodily desires. They are proud of what they should be ashamed of, and they think only of things that belong to this world.

ERV: The way they live is leading them to destruction. They have replaced God with their own desires. They do shameful things, and they are proud of what they do. They think only about earthly things.

EVD: The way these people live is leading them to destruction. They don’t serve God. Those people live only to please themselves. They do shameful things, and they are proud of those things. They think only about earthly things.

BBE: Whose end is destruction, whose god is the stomach, and whose glory is in their shame, whose minds are fixed on the things of the earth.

MSG: But easy street is a dead-end street. Those who live there make their bellies their gods; belches are their praise; all they can think of is their appetites.

Phillips NT: These men are heading for utter destructiontheir god is their own appetite, they glory in their shame, and this world is the limit of their horizon.

DEIBLER: God will destroy them because of the way they act. The things their bodies desire [MTY] have become like gods to them [MET]. They are proud of the things they should be ashamed of. They think only about what unbelievers [MTY] think about.

GULLAH: Dem people yah gwine be stroy een de end. Cause dey tek all wa dey wahn fa dey own body dem an ton dat eenta dey god. Dey proud bout dem ting wa oughta mek um too shame. An dey pay mind all de time ta jes dem ting dey yah een dis wol.

CEV: that they are headed for hell! They worship their stomachs and brag about the disgusting things they do. All they can think about are the things of this world.

CEVUK: that they are headed for hell! They worship their stomachs and boast about the disgusting things they do. All they can think about are the things of this world.

GWV: In the end they will be destroyed. Their own emotions are their god, and they take pride in the shameful things they do. Their minds are set on worldly things.


NET [draft] ITL: Their end <5056> is destruction <684>, their god <2316> is the belly <2836>, they exult <1391> in <1722> their <846> shame <152>, and they think about <5426> earthly things <1919>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

Studi lengkap, lihat: Alkitab SABDA.

 <<  Filipi 3 : 19 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2020
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran