Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [TB]     [PL]  [PB] 
 <<  Kisah Para Rasul 5 : 26 >> 

TB: Maka pergilah kepala pengawal serta orang-orangnya ke Bait Allah, lalu mengambil kedua rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan, karena mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka.


AYT: Lalu, kepala penjaga Bait Allah beserta pengawalnya pergi dan membawa rasul-rasul itu, tetapi tidak dengan kekerasan karena mereka takut dilempari batu oleh orang banyak.

TL: Lalu pergilah penghulu Bait Allah itu beserta dengan pegawainya mengambil rasul-rasul itu, tetapi bukannya dengan kekerasan, karena mereka itu takut dirajam oleh kaum itu.

MILT: Kemudian, sambil pergi dengan para pengawalnya, komandan pengawal itu membawa mereka tidak dengan kekerasan, karena mereka takut akan massa, agar mereka tidak dilempari batu.

Shellabear 2010: Maka pergilah kepala pengawal Bait Allah bersama orang-orangnya dan membawa kembali rasul-rasul itu. Tetapi mereka tidak menggunakan kekerasan, sebab mereka takut kalau-kalau orang-orang akan melempari mereka dengan batu.

KS (Revisi Shellabear 2011): Maka pergilah kepala pengawal Bait Allah bersama orang-orangnya dan membawa kembali rasul-rasul itu. Tetapi mereka tidak menggunakan kekerasan, sebab mereka takut kalau-kalau orang-orang akan melempari mereka dengan batu.

Shellabear 2000: Maka pergilah kepala pengawal Bait Allah bersama orang-orangnya dan membawa kembali rasul-rasul itu, tetapi mereka tidak menggunakan kekerasan, sebab mereka takut kalau-kalau orang-orang akan melempari mereka dengan batu.

KSZI: Dengan demikian, ketua rumah ibadat pergi diiringi pegawai-pegawai lalu membawa rasul-rasul itu beredar dari situ tanpa menggunakan kekerasan, kerana takut direjam oleh orang ramai.

KSKK: Maka kepala penjaga serta bawahannya, pergi dan membawa kedua rasul itu, tetapi tanpa kekerasan, sebab mereka takut, kalau-kalau orang banyak melempari mereka.

WBTC Draft: Berangkatlah kepala pengawal pelataran Bait beserta anak buahnya dan mereka membawa kembali rasul-rasul itu. Mereka tidak menggunakan kekerasan karena takut orang banyak akan melempar mereka dengan batu.

VMD: Berangkatlah kepala pengawal pelataran Bait beserta anak buahnya dan mereka membawa kembali rasul-rasul itu. Mereka tidak menggunakan kekerasan karena takut orang banyak akan melempar mereka dengan batu.

AMD: Maka, kepala penjaga Bait Allah beserta anak buahnya menuju Bait Allah. Mereka membawa para rasul itu ke luar tanpa memakai kekerasan karena mereka takut kalau orang banyak akan melempari mereka dengan batu.

TSI: Kemudian kepala pengawal rumah TUHAN beserta para pejabatnya itu pergi dan membawa kembali rasul-rasul itu. Tetapi mereka tidak menggunakan kekerasan, karena mereka takut kepada orang banyak yang sedang mengikuti ajaran para rasul itu. Jangan sampai orang-orang itu marah lalu melempari mereka dengan batu.

TSI3: Maka kepala pengawal rumah Allah bersama anak buahnya pergi dan membawa kembali rasul-rasul itu. Tetapi mereka tidak menggunakan kekerasan karena takut kepada orang banyak yang sedang mendengarkan pengajaran para rasul. Jangan sampai orang-orang itu marah lalu melempari mereka dengan batu.

BIS: Maka perwira pengawal Rumah Tuhan itu bersama pengawal-pengawalnya pergi mengambil rasul-rasul itu kembali. Tetapi mereka tidak memakai kekerasan, sebab mereka takut kepada orang banyak; jangan-jangan orang banyak itu nanti melempari mereka dengan batu.

TMV: Oleh itu ketua pengawal Rumah Tuhan pergi dengan anak buahnya dan membawa rasul-rasul itu kembali. Tetapi mereka tidak menggunakan kekerasan, kerana mereka takut kalau-kalau orang ramai merejam mereka.

BSD: Perwira pengawal Rumah Tuhan itu pun pergi bersama pengawal-pengawalnya ke Rumah Tuhan dan mengambil rasul-rasul itu kembali. Tetapi, mereka mengambil dengan baik-baik, tidak dengan kekerasan, sebab mereka takut kepada orang banyak; jangan-jangan orang-orang itu nanti melempari mereka dengan batu.

FAYH: Kepala pengawal Bait Allah serta orang-orangnya pergi menangkap para rasul itu (tanpa kekerasan, karena takut orang banyak akan membunuh mereka, apabila mereka bertindak kasar terhadap para rasul) dan membawa mereka ke hadapan Mahkamah Agama.

ENDE: Lalu kepala kenisah dan hamba-hambanja pergi mengambil mereka, tetapi tanpa kekerasan, sebab takut kalau-kalau mereka sendiri diradjam oleh orang banjak.

Shellabear 1912: Lalu pergilah penghulu-penghulu itu serta dengan mata-matanya, maka diambilnya rasul-rasul itu, bukan dengan kerasnya, karena takutlah ia akan kaum itu kalau-kalau direjamnya akan dia.

Klinkert 1879: Laloe pergilah penghoeloe itoe dengan segala orangnja hendak mengambil rasoel itoe, tetapi tidak dengan kakerasan, sebab takoetnja, kalau-kalau dilimpari orang banjak akandia dengan batoe.

Klinkert 1863: Lantas pergi itoe penghoeloe kabah serta dengan orang-orangnja maoe mengambil sama dia-orang tetapi tidak dengan kras, {Kis 4:21; Mat 21:26} sebab dia takoet dilimpar itoe orang banjak dengan batoe.

Melayu Baba: Habis itu pnghulu ka'abah pergi dngan mata-mata, dan bawa dia-orang datang, ttapi bukan dngan kras; sbab takot orang bangsa itu, barangkali dia-orang nanti kna hntam batu.

Ambon Draft: Tatkala itu pergilah Panghulu itu dengan mata-mata, ambil bawa dija aw-rang, tetapi tijada dengan ka-karasan, karana takotlah ma-rika itu kawm itu, akan djang-an dapat limpar dengan ba-tu-batu.

Keasberry 1853: Maka purgilah punghulu kaabah surta dungan orang orangnya, supaya munangkap marika itu, tutapi tiada dungan kakrasan: subab takutnya kalau dilempar ulih kaum itu dungan batu akan marika itu.

Keasberry 1866: Maka pŭrgilah pŭnghulu ka’abah, sŭrta dŭngan mata mata itu akan mŭmbawa marika itu, tŭtapi tiada dŭngan kŭkrasan, sŭbab takotnya kalau dilempar ulih kaum itu dŭngan batu akan marika itu.

Leydekker Draft: Tatkala 'itu pergilah Panghulu lasjkar, serta dengan sakej 2, dan mendatangkanlah marika 'itu, hanja tijada dengan meng`arasij, (karana takotlah 'awrang 'itu deri pada khawm, 'agar djangan 'ija delutar dengan batu 2.)

AVB: Dengan demikian, ketua Bait Suci pergi diiringi pegawai-pegawai lalu membawa rasul-rasul itu beredar dari situ tanpa menggunakan kekerasan, kerana takut direjam oleh orang ramai.

Iban: Pemesai nya lalu mupuk enggau bala polis ke nyaga Rumah Sembiang, lalu mai sida rasul, tang enda enggau chara ti kasar, laban sida takutka diri dituku orang mayuh ngena batu.


TB ITL: Maka <5119> pergilah <565> kepala pengawal <4755> serta <4862> orang-orangnya <5257> ke Bait Allah, lalu mengambil <71> kedua rasul itu <846>, tetapi tidak <3756> dengan <3326> kekerasan <970>, karena <1063> mereka takut <5399>, kalau-kalau <3361> orang banyak <2992> melempari <3034> mereka.


Jawa: Lurah jagabaya lan para punggawane banjur padha menyang ing Padaleman Suci, nyepeng para rasul, nanging ora kanthi roda-peksa, jalaran wedi, manawa dibenturi watu wong akeh.

Jawa 2006: Pemimpiné jaga-baya lan para punggawané banjur padha menyang Padaleman Suci, nyepeng para rasul, nanging ora kanthi roda-peksa, jalaran wedi, menawa dibenturi watu wong akèh.

Jawa 1994: Perwira pengawal Pedalemané Allah karo pendhèrèké nuli metu lan ora wetara suwé mlebu menèh ngirid para rasul. Enggoné nyekel para rasul mau patrapé ora kasar, awit padha wedi dibenturi watu déning wong akèh.

Jawa-Suriname: Kumendané sekaut sing jaga Gréja Gedé terus budal karo sekaut-sekauté arep nyekel para rasul, nanging ora nganggo patrap sing kasar, awit wedi nèk dibandemi watu karo wong-wong.

Sunda: Kapala pangawal indit jeung bawahanana ngala rasul-rasul. Tapi teu wanieun keras-keras sieuneun dibaledogan ku batu ku jalma-jalma.

Sunda Formal: Kapala kawal sabaladna ngagidig ka Bait Allah, tuluy rasul-rasul teh digiringkeun deui. Tapi henteu bari papaksa, da maranehna teh sieuneun bisi dibaledogan ku balarea.

Madura: Daddi parwirana pangawalla Padalemman Socce jareya ban para pangawalla padha mangkat ngone’e sul-rasul gella’, egiba abali. Tape se ngeba ta’ ngangguy kakerrasan, sabab reng-oreng jareya tako’ ka oreng se bannya’, tako’ me’ pas egarujuk.

Bauzi: Lahame labi gagoha ame Num Vàmteabu laba vou aasdam boehàda lamti ibi iho gagoho im aime ot vai meedam dam toheda totbaho lamti fa vahi le ame Yesusat Aho gagu olu Am im vameadume esmozi laiam dam lam iademe betea si fa vou leda. Dam duada zi labe iba kebut beodume oddam bake iedi betea si fa vou leda.

Bali: Irika komandan pajagaan Perhyangan Agunge kairing antuk parapajagaane raris ngambil parautusane punika, nanging tan malih nganggen kawirosan, kabatek antuk ajerih danene ring anake akeh, mangda sampunang dane kencurin antuk batu.

Ngaju: Maka perwira pangawal Human Tuhan te haya-hayak dengan kare pagawai ayue, haguet manduan kare rasul te haluli. Tapi dia mahapan kakaras, awi ewen mikeh dengan oloh are; ela-ela oloh are te kareh mamedak ewen hapan batu.

Sasak: Beterus prewire pengawal Gedẽng Allah nike bareng kance pengawal-pengawalne lumbar bait rasul-rasul nike malik. Laguq ie pade ndẽq kadu kekerasan, sẽngaq ie pade takut lẽq dengan luwẽq; ndaq-ndaq laun ie pade tepelẽwas kadu batu siq dengan luwẽq nike.

Bugis: Nalaona parawira pengawalna Bolana Puwangngé silaong pengawal-pengawalna malai iyaro rasul-rasul-é paimeng. Iyakiya dé’ napaké awatangeng, saba’ métaui ri tau maégaé; ajakké iyaro tau maégaé genrungngi matu mennang sibawa batu.

Makasar: Jari a’lampami perwira pangawala’na Balla’Na Batara siagang pangawalaka ngaseng, mange angngallei ammotere’ anjo sikamma tunisuroNa Allata’ala. Mingka tena nanaerang passai ke’nanga, lanri mallaki ke’nanga ri tau jaia; gassingka nisambilai sallang batu ke’nanga ri anjo tau jaia.

Toraja: Tonna iato laomi pangulu Banua Kabusungan sola pa’ronda’na unnalai tu mai rasulu’, apa tae’ naala maparrangi, belanna mataku’ la natumbui batu to buda.

Duri: Ta'pa malei joo kapala pangjagana Bola Puang Allataala sola taunna njokko pole'i joo rasulu'. Apa te'damo naewa karrahhi, sanga malaja'i lako tobuda, iamo ke nasilekko'i batu.

Gorontalo: Lapatao tauwa wawu ta hedahawa bele lo Eya ma lonao mota lohama mayi mongorasul boyito lonto bele lo Eya, bo dila wolo upakusa, sababu timongoliyo mohe bolo paiyo lo tawu ngohuntuwa boyito lo botu.

Gorontalo 2006: Yi polowila tamoo-kawalia Bele lo Eeya boito wolo tahi pokawalia olio malonao̒ mota luli lohama mai tomongo rasulu boito. Bo timongolio diila lomakusai sababu timongolio moohe totaa dadaata; tolongao̒ taa dadaata boito de momai̒ olimongolio wolo botu.

Balantak: Mbaka' tanaasna dadagai Laiganna Alaata'ala tia mianna, mae' nondolo' ari poposuu' soosoodo, kasee raaya'a sian nansambumo, gause layaon too mian biai' mangalapak i raaya'a tia watu.

Bambam: Iya mengkalao siaham indo kapalana to si unjagai Banua Debata sola sanaka-naka änä'-änä'na le'ba' muala indo suho, sapo' napasola manappa tä' nakeaha'i aka mahea' lako tau buda anu' naua meleba'i manii batu.

Kaili Da'a: Nangepe tesa etu nalaumo balengga topojaga Sapo Mpepue ante roana mangala suro-suro etu. Tapi da'a mana nipandasa ira, apa naeka ira ka tau dea. Nipekiri ira ane ira mompandasa suro-suro etu tau dea kana mombarempe ira ante watu.

Mongondow: Daí bui bo binayak ginamaí in itoi mita inta moḷoḷukad kom Baḷoi Tuhan bo in intaunya mita im mosia. Ta'e ki pia-piabiímai mosia nodia ko'i monia, sim mo'ondok kon intau moaíntoí kon tua sin dikabo arabon monia.

Aralle: Ya' mengkalao siang yato pongkahana to pandaka Dasang Ada'na Puang Alataala sibaha sangngaka-sangngaka änä' buana le'ba' do ungngala yato rasul, ampo' sika napaela'-ela' aka' mahea' pano di tau mai'di la nasaleba'i batu.

Napu: Ido hai laomi tadulako surodado hihimbela hai rangana i Souna Pue Ala mangala suro iti. Suro iti, barahe hampai rakakarumpui ba rapapahai, lawi langahe surodado i tauna bosa datihe rawatui.

Sangir: Tangu, těmbonangu měndal᷊ukadẹ̌ Bal᷊em Mawu e ringangu mangạewe lukade tamai něngal᷊ạ si sire manga rarolohange kapia. Kai i sire tawe něngal᷊ạ u wuntal᷊ẹ̌, batụu i sire kai mạtakụ u taumata l᷊awọ; mạdiring taumata l᷊awọ e měmpěngěntung u watu si sire.

Taa: Wali kepala nto panjaga etu pasi to papolaong nsira yau njo’u raya banua i mPue Allah pei mangoko pomakau i mPue Yesu etu. Pei tempo sira mangoko etu sira taa mampoja’a bara mantidas pomakau etu, apa sira meka rayanya tau boros bara damangantasoka sira watu.

Rote: Boema soldadu la malanga matuan mana manea Amak Manetualain Uma na, sama-sama no mana manea nala de leu lala falik Lamatua ka hataholi nadedenun sila la. Tehu ala tao balakaik neu fas, nana ala bii hataholi makadoto kala; boso nalosak hataholi makadotok sila la ala tapas linik batu.

Galela: So kagena de o Gikimoi Awi Tahu ma jojaga ona de moili to ona manga sahe o bi rasul magena yangosoka, duma o bi jojaga he yangangapo kawa, sababu yamodo nako yangangapo done o nyawa yadadala yatoosa de o teto yasipaka.

Yali, Angguruk: Hiyag isa watfagma Allah ibam foroho inap onowe men amingmingangge men libareg ininggik lisoho hondog enebul halug ap anggolo arimanowen helep fam nunusuk nowen ulug we fano roho hondog eneplug watfag.

Tabaru: So ma Jou wi Woa ma jo-jaga ma balusu de gee wimote-moteke yaika kayaki'esekali 'o su-suloko go'ona. Ma kayakikuatuawau sababu yakimodongo 'o nyawa yoku-kudaika; 'uwa sigado yakiriteto.

Karo: Emaka berkat pengawal Rumah Pertoton ras juak-juakna ngelegi rasul-rasul e. Tapi labo alu cara paksa ibahanna, sabap mbiar ia ibenteri kalak si nterem.

Simalungun: Jadi laho ma kopala ni rumah panumbahan ai rap pakon juakjuak ai mangalop sidea, tapi seng marhasoman paksa, halani mabiar sidea ipargijig halak na mabuei ai.

Toba: Dung i laho ma sintua i rap dohot angka naposo mangalap nasida; alai ndada gogo dibahen, ai mabiar do nasida mida natorop, aik boha didangguri nasida maon.

Dairi: Nai laus mo ekuten perjaga i rebbak dekket naposona mengalengi apostèl-apostèl i, tapi oda mengasangken gegoh nèngè ibaing kalak i, ai mbiar ngo kalak i midah jelma nterrem i; tah bakunè nola gabè ibentiri jelma nterrem i kalak i merkitè batu.

Minangkabau: Mako payilah parwira pangawal Rumah Tuhan tu, samo-samo jo pangawalnyo bagai untuak manjapuik rasul-rasul tu baliak. Tapi inyo manjapuik indak sacaro jo paso doh, dek karano inyo takuik kabake urang nan banyak; jan sampai tajadi baiko, urang nan banyak tu mamungkangi inyo jo batu.

Nias: Hõgõ zanaro ba Nomo Zo'aya awõ ndra sanaro tanõ bõ'õ, numalõ wangai mangawuli ira sinenge andrõ. Ba tenga ba wõnu lahalõ ira, bõrõ me ata'u ira ba niha sato; ma dania latebu ira kara.

Mentawai: Iageti eirangan leú et tai perwiran Uman Taikamanua sambadda saaleinia, masialá mitsá tai apostel. Tápoi tá amugege sia ka tubudda tai apostel, kalulut lotóra ka tubudda sirimanua simigi; babara rababaijuk sia bukkú.

Lampung: Maka perwira pengawal Lamban Ibadah udi jama-jama pengawal-pengawalni mik ngakuk rasul-rasul ano luot. Kidang tian mak ngegunako kekerasan, mani tian rabai jama jelma lamon; dang-dang jelma lamon udi kanah nayar tian jama batu.

Aceh: Banjideungoe haba nyan lé panglima nyang kawai Baét Tuhan nyan meunan cit ureuëng-ureuëng kawai jih laju jijak cok rasui-rasui nyan lom. Teuma awaknyan hana ngon cara paksa, sabab awaknyan teumakot keu ureuëng ramé, pat jiteupeue lé ureuëng ramé nyan laju jigeulawa awaknyan ngon batée.

Mamasa: Mengkalao siami kapalana to siundagai Banua Ada'na Puang Allata'alla sola pira-pira to sidio sa'dena lao ummala rasul, sapo' tae' naparrang annu marea' la naleba'i batu tau buda.

Berik: Angtane sanbaka angtane Jena Uwa Sanbagirmana aa jei ne gerabisnennerem ane angtane jam aa jei ne tikwebaatinennerem, jei ga aa ge sofobili rasul-rasulu gam ne kitulifenefe. Jei rasul jam ne tergenbaabiyen, jengga jei samem-samem ne tebabili, aam temawer jei angtane unggwanfer jep jeiserem jes ne erebaabili. Jei enggam ge gubili jelem inibe, "Angtane jeiserem jei tonem nes ne munbobili."

Manggarai: Poli hitu, ngog tu’an agu sanggéd isét lami oné Mbaru de Mori Keraéng, og dadéd lisé rasul-rasul situ, maik toé onggas, ai rantangs isé, émé ata do situ peké isé le watu.

Sabu: Moko ne kattu mone jaga Ammu Deo ne nga mone jaga do haghe he ta kako ke ro la aggu pebhale ne rasul-rasul he. Tapulara adho ke ro nga lai do hekarru ri, rowi do meda'u ro ri ddau lowe he nge ngeta wuhu ri wowadu ro.

Kupang: Dengar bagitu, ju itu kapala jaga Ruma Sambayang pange ame dia pung ana bua dong, ko pi tangkap ulang sang Petrus deng dia pung tamán dong. Ma dia pung ana bua dong taku, tagal orang banya dong ada dengar Petrus baꞌomong. Dong pikir bilang, “Jang sampe orang banya dong mangamok, ais dong lempar sang kotong deng batu.” Andia ko, waktu dong tangkap ulang Petrus dong, dong sonde barani ame deng paksa.

Abun: Sane yé gato mewa Yefun Allah bi nu bi yekwesu si bi pa mu kar yerasul ne ma. Án but yerasul, án yo ben sukot su nde, we án nyuwa, sawe yé mwa mo Yefun Allah bi nu ne maskwa ete am án su jok.

Meyah: Jefeda ebirfager tentarer eja jera efen rusnok jah suma noba ruroun Yesus efen ruforoker sons. Tina rua rinagot mar rot ruga ahais skoita ruforoker koma guru, jeska rua rimeesa rot oida rusnok riskemba jah suma rumotkonu oska fogora rimera mamu rimeredi rua.

Uma: Kahilou-rami kapala' polisi hante doo-na hi Tomi Alata'ala, mpo'ala'-ra suro toera. Aga uma-ra raweba', rapelompehi mpu'u mpobawai-ra, apa' me'eka'-ra hi ntodea, nee–neo' mpai' hira' lau to rakahurui, alaa-na ntodea mpopana'-ra hante watu.

Yawa: Wetiva naito wo Yavaro Amisye ramane nawe, awa akarije pe wuruta no Yavaro Amisye rai indamu wo Yesus apa arakovo po matutire maijar. Weramu wo maijaro soowabe ramu weye wo vatano wanui no naije masyaniv, ware, “Vemo wo orame veano wansamaug inta!”


NETBible: Then the commander of the temple guard went with the officers and brought the apostles without the use of force (for they were afraid of being stoned by the people).

NASB: Then the captain went along with the officers and proceeded to bring them back without violence (for they were afraid of the people, that they might be stoned).

HCSB: Then the captain went with the temple police and brought them in without force, because they were afraid the people might stone them.

LEB: Then the captain went with the officers [and] brought them, not with force (for they were afraid of the people, lest they be stoned [by them]).

NIV: At that, the captain went with his officers and brought the apostles. They did not use force, because they feared that the people would stone them.

ESV: Then the captain with the officers went and brought them, but not by force, for they were afraid of being stoned by the people.

NRSV: Then the captain went with the temple police and brought them, but without violence, for they were afraid of being stoned by the people.

REB: Then the controller went off with the officers and fetched them, but without use of force, for fear of being stoned by the people.

NKJV: Then the captain went with the officers and brought them without violence, for they feared the people, lest they should be stoned.

KJV: Then went the captain with the officers, and brought them without violence: for they feared the people, lest they should have been stoned.

AMP: Then the military leader went with the attendants and brought [the prisoners], but without violence, for they dreaded the people lest they be stoned by them.

NLT: The captain went with his Temple guards and arrested them, but without violence, for they were afraid the people would kill them if they treated the apostles roughly.

GNB: So the officer went off with his men and brought the apostles back. They did not use force, however, because they were afraid that the people might stone them.

ERV: The captain and his men went out and brought the apostles back. But the soldiers did not use force, because they were afraid of the people. They were afraid the people would stone them to death.

EVD: Then the captain and his men went out and brought the apostles back. But the soldiers did not use force, because they were afraid of the people. The soldiers were afraid that the people would {become angry and} kill them (the soldiers) with rocks.

BBE: Then the captain and some of the police went and took them, but not violently, for fear that they might be stoned by the people.

MSG: The chief and his police went and got them, but they handled them gently, fearful that the people would riot and turn on them.

Phillips NT: Then the captain went out with his men and fetched them. They dared not use any violence however, for the people might have stoned them.

DEIBLER: So the captain of the Temple guards went to the Temple courtyard with the officers, and they brought the apostles back to the Council room. But they did not treat them roughly, because they were afraid that the people would kill them by throwing stones at them if they hurt the apostles.

GULLAH: So de captain an e gyaad dem gone an find de postle dem een God House. An dey bring um back ta de Council. Bot dey ain haam um wen dey mek um come, cause dey been scaid dat de people gwine stone um.

CEV: The captain went with some of the temple police and brought the apostles back. But they did not use force. They were afraid that the people might start throwing stones at them.

CEVUK: The captain went with some of the temple police and brought the apostles back. But they did not use force. They were afraid that the people might start throwing stones at them.

GWV: Then the officer of the temple guards went with some of his men to bring back the apostles without using force. After all, the officer and his guards were afraid that the people would stone them to death for using force.


NET [draft] ITL: Then <5119> the commander of the temple guard <4755> went <565> with <4862> the officers <5257> and brought <71> the apostles without <3756> the use <3326> of force <970> (for <1063> they were afraid <5399> of being stoned <3034> by the people <2992>).


  Share Facebook  |  Share Twitter

Studi lengkap, lihat: Alkitab SABDA.

 <<  Kisah Para Rasul 5 : 26 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
Copyright
© 2010-2021
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran