Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [TB]     [PL]  [PB] 
 <<  Yakobus 3 : 17 >> 

TB: Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.


AYT: Hikmat yang datang dari atas, pertama-tama adalah murni, kemudian suka damai, lemah lembut, terbuka, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak membeda-bedakan, dan tidak munafik.

TL: Tetapi kebijakan yang dari atas itu pertama-tama suci, kemudian suka berdamai, manis lakunya, seturut, penuh dengan belas kasihan dan buah-buahan yang baik, dengan tiada syak, dan dengan tiada munafik.

MILT: Namun hikmat yang dari atas, pertama-tama adalah benar-benar murni, selanjutnya penuh damai sejahtera, baik hati, penurut, penuh kemurahan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak berpura-pura.

Shellabear 2010: Tetapi hikmah yang dari atas itu pertama-tama adalah suci, kemudian suka damai, ramah, tidak keras kepala, penuh dengan belas kasihan dan berbagai buah kebaikan, berpendirian, serta tidak berpura-pura.

KS (Revisi Shellabear 2011): Tetapi hikmah yang dari atas itu pertama-tama adalah suci, kemudian suka damai, ramah, tidak keras kepala, penuh dengan belas kasihan dan berbagai buah kebaikan, berpendirian, serta tidak berpura-pura.

Shellabear 2000: Tetapi hikmat yang dari atas itu pertama-tama adalah suci, kemudian suka damai, ramah, tidak keras kepala, penuh dengan belas kasihan dan berbagai buah kebaikan, berpendirian, serta tidak berpura-pura.

KSZI: Sebaliknya, apabila seseorang memiliki kebijaksanaan yang berasal dari syurga, maka dia bersifat murni, mencintai kedamaian, lemah lembut dan ramah-tamah. Dia juga bersikap belas kasihan serta mengamalkan segala jenis perbuatan baik. Dia tidak bersikap berat sebelah dan tidak munafik atau bertalam dua muka.

KSKK: Sebaliknya kebijaksanaan yang datang dari atas murni dan cinta damai. Mereka yang memiliki kebijaksanaan ini penuh pengertian dan terbuka terhadap nasihat; penuh belas kasih dan perbuatan baik; tidak memihak dan tulus.

WBTC Draft: Tetapi hikmat yang datang dari Allah adalah seperti ini: Pertama-tama adalah murni, juga penuh damai, lemah-lembut, dan mau mengalah. Hikmat selalu mau menolong orang yang berada dalam kesulitan dan selalu berbuat baik. Hikmat itu juga adil dan jujur.

VMD: Hikmat yang datang dari Allah adalah seperti ini: Pertama-tama adalah murni, juga penuh damai, lemah-lembut, dan mau mengalah. Hikmat selalu mau menolong orang yang berada dalam kesulitan dan selalu berbuat baik. Hikmat itu juga adil dan jujur.

AMD: Tetapi, hikmat yang datang dari Allah, pertama-tama bersifat murni. Selanjutnya, bersifat penuh damai, pengertian, taat, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, adil, dan tulus.

TSI: Tetapi hikmat yang benar-benar dari Allah membuat hidup kita pertama-tama suci, selanjutnya cinta damai, lemah lembut, dan terbuka untuk mengikuti kemauan orang lain. Hikmat juga memimpin kita untuk berbelas kasih kepada sesama dan selalu berbuat baik dengan tulus dan tidak pilih kasih.

BIS: Tetapi orang yang mempunyai kebijaksanaan yang berasal dari atas, ia pertama-tama sekali murni, kemudian suka berdamai, peramah, dan penurut. Ia penuh dengan belas kasihan dan menghasilkan perbuatan-perbuatan yang baik. Ia tidak memihak dan tidak berpura-pura.

TMV: Tetapi orang yang mempunyai kebijaksanaan yang datang dari syurga, pertama sekali murni, suka akan kedamaian, lemah lembut, dan ramah tamah. Mereka berbelas kasihan dan mengamalkan segala macam perbuatan baik. Mereka tidak berat sebelah ataupun munafik.

BSD: Tetapi, orang yang mendapat kebijaksanaan dari surga, ia pertama-tama berhati tulus. Selanjutnya, ia suka berdamai dengan orang. Ia ramah dan penurut. Ia berbelaskasihan kepada orang lain dan banyak berbuat baik. Ia tidak membeda-bedakan orang dan tidak suka berpura-pura.

FAYH: Tetapi hikmat yang berasal dari surga itu pertama-tama adalah murni dan lemah lembut, lagipula cinta damai dan sopan santun. Hikmat surgawi memberi kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan pendapat dan bersikap mau mengalah. Hikmat itu penuh dengan belas kasihan dan perbuatan baik serta tulus ikhlas, terus terang, dan jujur.

ENDE: Tetapi kebidjaksanaan jang dari atas asalnja, pertama-tama bersifat sutji, tjinta-damai, sopan-santun, ramah-tamah, selalu selaras dengan kebaikan, penuh belas-kasihan dan menghasilkan buah-buah jang baik, tidak memihak, tidak bersifat munafik.

Shellabear 1912: Tetapi budi yang dari pertama-tama suci, kemudian suka berdamai, manis lakunya, bukan keras kepala, penuh dengan kasihan, dan tiada pura-pura.

Klinkert 1879: Tetapi hikmat jang dari atas pertama-tama ija-itoe soetji, kemoedian soeka ija akan perdamaijan danlagi ija sopan dan senang di-ichtiarkan dan penoeh dengan belas-kasihan dan boewah-boewah jang baik dengan tidak membedakan sa'orang dengan sa'orang dan tidak poela ija berpoera-poera.

Klinkert 1863: Tetapi kapinteran jang dari atas, ija-itoe pertama-tama soetji, lantas soeka sama roekoen, dan aloes, dan seneng dikasih-inget, dan penoh dengan belas-kasihan, dan boewah-boewah jang baik, dengan tidak membedaken sa-orang dengan sa-orang, dan dengan tidak poera-poera.

Melayu Baba: Ttapi bijaksana yang deri atas itu mula-mula ada suchi, kmdian suka berdamai, dan manis, bukan dgil, pnoh dngan ksian dan buah-buahan yang baik, dngan t'ada sliseh dan t'ada pura-pura.

Ambon Draft: Tetapi budi-mengarti itu, jang ada deri atas, itulah pertama pawn sutji; berikot suka dame, berdjinak hati, tahu dengar-dengaran, punoh sajang dan bowa-bowa jang bajik, tijada tahu angkat mu-ka awrang, tijada bertjulas.

Keasberry 1853: Tutapi budiman yang deri atas iya itu purtama tama suchi, kumdian purdamiean, dan lumah lumbut, sunang dibicharakan, dan punoh dungan kasihan dan buah buahnya baik, dungan tiada mumbethakan suatu dungan suatu, dungan tiada munafik.

Keasberry 1866: Tŭtapi budiman yang deri atas iya itu pŭrtama tama suchi, kumdian pŭrdamiean, dan lŭmah lŭmbut, sŭnang dibicharakan, dan pŭnoh dŭngan kasihan, dan buah buahnya baik, dŭngan tiada pŭrbethaan, dŭngan tiada munafik.

Leydekker Draft: Tetapi kabidjakan jang deri 'atas 'adanja, 'itu pertama pawn 'ada sutjij, komedijen 'itu berdamej, 'ada murah, tahu detabkitkan, punoh dengan peng`asijanan dan dengan bowah 2 jang bajik, tijada 'itu bertjidera, dan tijada 'itu bertjulas.

AVB: Sebaliknya, apabila seseorang memiliki kebijaksanaan yang berasal dari syurga, maka dia bersifat murni, mencintai kedamaian, lemah lembut dan ramah-tamah. Dia juga bersikap belas kasihan serta mengamalkan segala jenis perbuatan baik. Dia tidak bersikap berat sebelah dan tidak munafik atau bertalam dua muka.

Iban: Tang penemu-dalam ti datai ari atas nya, lumur satu, tuchi, mai pemaik, nelap, siru, penuh laban pengasih enggau buah ti manah, enda bepilih mata tauka pura-pura ngapa.


TB ITL: Tetapi <1161> hikmat <4678> yang dari atas <509> adalah <1510> pertama-tama <4412> murni <53>, selanjutnya <1899> pendamai <1516>, peramah <1933>, penurut <2138>, penuh <3324> belas kasihan <1656> dan <2532> buah-buah <2590> yang baik <18>, tidak memihak <87> dan tidak munafik <505>. [<3303>]


Jawa: Balik kawicaksanan kang saka ing ngaluhur, iku kang dhisik dhewe murni, sabanjure dhemen rukun, sumlondhoh, mbangun turut, sugih kawelasan sarta woh-woh kang becik, ora ilon-ilonen sarta ora lamis.

Jawa 2006: Balik kawicaksanan kang saka ngaluhur, iku kang dhisik dhéwé murni, sabanjuré dhemen rukun, alus ing budi, mbangun turut, sugih kawelasan sarta awoh kabecikan, ora ilon-ilonen sarta ora lamis.

Jawa 1994: Nanging kawicaksanan sing pinangkané saka Rohé Allah kuwi sipaté sing dhisik dhéwé suci, seneng marang katentreman, wataké alus lan sumanak, kebak katresnan lan metokaké woh sing becik tikel-matikel. Kawicaksanan sing mengkono kuwi ora mbédak-mbédakaké lan ora lamis.

Jawa-Suriname: Nanging wong sing nduwèni kaweruh sing sangka Gusti Allah kuwi kaping pisan resik atiné, kaping pindoné seneng rukun lan uga nduwèni watek alus lan geleman. Wong sing nduwèni kaweruh sangka swarga kuwi gedé kawelasané lan okèh kabetyikané marang liyané. Wong kaya ngono kuwi ora pilih-sih lan ora étok-étokan.

Sunda: Ari kabijaksanaan nu ti sawarga mah estuning pangmulus-mulusna, resep rapih, amis budi, sareseh, karunyaan, buahna teh harade kabeh, taya curiga ka batur, taya sipat pura-pura.

Sunda Formal: Sabalikna, budi pangarti anu asal ti sawarga, — sipat anu pangutamana — nya eta suci. Lian ti eta: Resep rapih, darehdeh, nurut, karunyaan, jembar ku amal, leubeut ku kahadean, tara beurat sabeulah, sarta tara munapek.

Madura: Nangeng oreng se gadhuwan kabicaksana’an se asalla dhari attas, oreng ganeka nomer settong morne; nomer dhuwa’na ta’ lebur atokaran, laba ban toro’ oca’. Possa’ ban bellas ase sarta ngasellagi kon-lalakon se sae. Ta’ ro’-noro’ ban ta’ tha’-kantha’an.

Bauzi: Lahana Alat meia modi vizi im ozobohu dam abo imbo dam labe gi nehadam bak bohu meedam bak. Amu ahamte nasi modemda gi ibi iho ozohoda lam ba meedam vaba fa Alat Aba Aho gagoho im lamota ulohodesu vamdesu meeda. Labihazobe ame dam labe laha meia ot vei neàdedume vabademsu meeda. Labi laha meia im vameadam di gi im nemahuba neàt dam aim neà bak laba ozome iademe vameada. Labi laha meit im gagom di ba odohali mom vabak. Gi uledi meedam bak tade. Labi laha meia aam faimu im neà bak tau meeda. Labi laha dam bake im neà bakta meeda. Labi laha ba dam faheme dam totbaho lamota deeli vuusu meedam vabak. Gi dam ahebu uloholi iademe meeda. Labi laha ba ahobat neàdi meedam vaba abo gi neà bakta ahu vàmadi meeda. Labihasu Alat ame im ozobohu dam laba modi gi labihadam bohu meedam damat modem bak.

Bali: Nanging yening kawicaksanan sane saking luur, punika kapingarep pisan nirmala, salanturipun seneng ngardi dame, ajer, ngidep munyi, bek madaging sih kapiolasan miwah matingkah solah sane becik, tan maroang-roangan, tur tan mapi-mapi.

Ngaju: Tapi oloh je mingkes kapintar kaharati je bara sorga, sola-solake iete oloh je barasih, limbah te ie rajin damai, bajenta, tuntang panumon. Ie kontep dengan sinta-asi tuntang mampalua kare gawi je bahalap. Ie dia mamihak tuntang dia pura-pura.

Sasak: Laguq kebijaksanean saq asalne lẽman atas, pertame-tame murni, beterus demen bedamẽ, gerasaq, penurut, penoq belas kasihan dait ngasilang perbuatan-perbuatan saq solah, ndẽq bepihak dait ndẽq munapik.

Bugis: Iyakiya tau iya mappunnaiyé apanréng iya assalenna polé ri yasé’, bunge’-bunge’na mapaccingngi, nainappa napoji sidamé, mabessa, sibawa mapato. Pennoi sibawa paressé babuwa powassélé’ pangkaukeng-pangkaukeng iya makessingngé. Dé’ nakacowé-cowé sibawa dé’ nabbonga-bonga.

Makasar: Mingka inai ampatangi kacara’dekang battu ratea ri suruga, iami maci’nong, nangai assiamaka, sombereki, siagang mappilangngeri. Iami sanna’ jaina pangngamaseanna siagang a’nyatami panggaukang-panggaukang baji’na. Tena nabattala’ siali, siagang tena nangai assara-sarai.

Toraja: Apa iatu kakinaan songlo’ lu dao mai tipamulanna masallo’, ungkabarii kamarampasan, mabalele, matinuru’, ponno kamamasean sia bua-bua maelo, tae’ nabata, sia tae’ nabelo puduk.

Duri: Apa ia to tonnampa' kamaccan pole jao mai, melo te'da caccana, sitarruhna sikabudan tau, mabassa, mangpasipatu, mangkamase, na tuli mpugauk kameloan, te'da narempe' sangbali na te'da too namajekkong.

Gorontalo: Bo hikimati u lonto yitato asaliliyo lonto Allahuta'ala wawu motohilawo lo udame, molumboyoto, turuti, adili wawu dila munapiki, polu-polu lo toliango wawu tili-tililahepala lo huhutu mopiyohu.

Gorontalo 2006: Bo taa o tinepo u asalilio mai monto yitaato, tio tabohu-bohulio daa̒ belesi, lapatao̒ ohilaa modaamea, mopiohe hale, wau tamoo-dungohea. Odehu hilaalio lealeaatu wau mongohi tilapulo tou̒ totoonulalo huhutu u mopiohe. Tio diila motiwambao̒ wau diila munapiki.

Balantak: Kasee mian men isian pinginti'ian men ringkat na surugaa, men tumbena tukokonon mase wawauna tuutuu' kana', ka' mingkira' pooka'amat, seredee ka' malolo'. Ia isian polingu'na na mian ka' mantakakon wawau men pore. Sian poosasala' a pimiile'na giigii' mian, ka' sian minti pore-pore.

Bambam: Aka kakeakasam buttu yabo mai Puang Allataala umpakende' penaba mahändä, kasiolaam, umpaillaam penaba solana, matinuhu', mamase, anna ma'gau' mapia. Tä' ma'se'la-se'la anna ia illaam ia sulibam.

Kaili Da'a: Tapi tau to naria noto to nopu'u nggari ja'i Alatala, nagasa rarana, da'a ria pokaingguna nuapa-nuapa to naja'ana. Pade i'a wo'u natuwu nosinggabelo ante tau ntanina, nalusu rarana bo, i'a nasadia mantarima pombarata tau ntanina. Naasi mpu'u matana nanggita roana to nandasa, pade nadea powiana to nabelona. I'a da'a nompakasabingga, pade natebuka bo nanoa rarana.

Mongondow: Ta'e intau inta noko'ulií kong kabijaksana'an nongkon i Allah, yo sia im muna-munamai totok modarit, onda intua mo'ibog in sia kon dodamean, mobahasa makow, bo motoindudui. Moḷoben in tabinya bo oaíidnya mongopia. Diaíbií in sia momilií kon intau bo diaíbií tongaí ki ubo-uboḷmai mopia.

Aralle: Aka' kakeaka'ang ang sule yaho mai di Puang Alataala umpakende' inaha bahahsi, dai ungkärä'i kasiba'diang, marota' pano di solana, tuhu'-tuhu'ang, si ma'kalemu lolo, anna membabe mapia. Dai mampille-pillei anna umba noa yaling di inahanna, noanto napasohong.

Napu: Agayana tauna au molambihe kanoto lalu hangko i Pue Ala, node babehianda: malelaha lalunda, raunde mohintuwu hai ranganda, maalusu poantinda, moulahe peundeanda ranganda hai paka motulungihe tauna. Maroa babehianda, barahe mampopontani tauna hai poantinda moula kabulana lalunda.

Sangir: Arawe taumata mạnaghuang kapapelesa e kụ asal᷊e kai wọu marangẹ, kahumotong-motongange tangu i sie susi, bọu e maghighilẹ̌, masahimbuluang, dingangu mararingihẹ̌. I sie napenẹ u kakěndagẹ̌ dingangu makạual᷊i kakanoạ mapapia, tawe mananumběka ringangu tawe měmamělle.

Taa: Pei ane tau to re’e kapande to yako resi i Pue Allah ndate saruga, tau etu ewa si’i lengkonya, to uyunya, ia matao lengkonya panewa ia rani tuwu masingkatao pei sa’e, ia taa makasar, ia simpalai, ia rani kojo mangansawang sa’e, pasi boros palaong to matao to inikanya to raporapaka ewa wua ngkaju to matao. Pasi tau etu taa mampasisala tau pasi si’a ojo gombonya to manoto.

Rote: Tehu hataholi fo nanuu manatee tenok maneme lai na mai ndia, maka sososa na, hataholi ndia matetu-mandaak, fo basa soona, ana hii ka'da mole-dame, hala-kokolan mangana'uk, ma ana tunga paleta. Dale na henuk no susue-lalaik, fo susue-lalaik ndia, nabuna-naboa tatao-nono'i malole. Hataholi ndia ta mana metematak, ma ta manadea dalek fa.

Galela: Duma nakoso o cawaro ma sihino o Gikimoino la wonahike ngoneka, de ngone nanga sininga ma rabaka asa ibolowo de o dorou moi lo ihiwa. So to ngone nanga oho o dame ma rabaka, sababu ngone asa o nyawa pagalusiri de nanga sininga asa qamuuqu la o nyawa manga dupa lo posigise qaloha. De o nyawaka lo asa ngone o loha moi-moi idala paaka onaka. De lo ngone asa upa o nyawa pohihiri sidago moi pasitubuso de moi pasiguui, de lo nanga demo o nyawaka asa igogou de itiai.

Yali, Angguruk: Mun ane man ane fahet alem onoluk atuk ane Allah famen waharukon tu: Ap inindi wirik toho wereg lit mangno atuk ane men, inindi wiyig toho wereg lit ap enele holtukon men, ap inindi enesug lit fano ane turukon men, ap orohole yami ruk fug angge ele si ane uruk elehon fahet ihi.

Tabaru: Ma 'o nyawa gee manga barija dakuuku, 'ona ge'ena ma di-disiraka manga singina 'itebini, deika yoduaka yomakatiai, manga singina 'ima'ai, de yosingou-ngounu. 'Ona yaki'omanga de 'o dora so manga manarama 'isure-sure. 'Ona koya'ena-'enawa de koyoma'uca-'ucawa.

Karo: Tapi kepentaren si rehna i datas nari si pemena e me bersih pusuh peraten, nggit erdame, lemah lembut, la megogo. Dem perkuah ate i bas ia dingen erbuahken perbahanen si mehuli. La rayo-ayo, ras tangkas ukur tangkas kata.

Simalungun: Tapi ia hauhuron na hun babou ai sabonar borsih do ai, ambah ni ai ra mardamei, lamlam, pambalosi, gok idop ni uhur ampa buah-buah ni hadearon, seng singapit-apit ampa lang marsipahulah-hulah.

Toba: Alai anggo habisuhon na sian ginjang i, sandok na bontor do i, olo mardame, lambok, pangoloi, gok asi ni roha dohot parbue hadengganon, dao sian hagangguon nang pangansion.

Dairi: Tapi ukum kepantasen si ni dates idi nai, memellin ngo i janah oda merpengait, ikelloloken ngo merdamè, persaor janah merpenguèi. Idomi masèh atè ngo i janah merperangè selloh. Oda ganggu i janah oda merakkal-akkal.

Minangkabau: Tapi, urang nan mampunyoi kabijaksanoan nan barasa dari ateh, inyo partamu-tamu sakali suci, kudian suko badamai, paramah, sarato sa ulah. Inyo panuah jo raso ibo, sarato ma asiekan karajo-karajo nan baiak. Inyo indak mamihak, sarato indak ba icak-icak.

Nias: Ba hiza, niha si so fa'atuatua soroi yaw̃a, ba si ofõna sibai no sadõlõ tõdõ ia, ba fanete da'õ omasi ia atulõ khõ naw̃õnia, fahuwu ba solo'õlo'õ li. Fahõna khõnia wa'ahakhõ dõdõ ba i'owua'õ mbuabua si sõkhi. Lõ ebua dõdõ zambuana ba lõ mamini tõdõ.

Mentawai: Tápoi ka sia geti sisiló sikut paatuat sibara ka pata, muboikí takua nia néné maliná paatuatnia, samba leú iobá paaban, matopit ka paaleiat, sambat mareddet nia ka nga-nga. Masut paatuatnia punununtut baga, samba maigi abara simaerú sigalainia. Tá maré-ré nia ka sisara, samba tá mapatajuat tubunia.

Lampung: Kidang jelma sai ngedok kebijaksanaan sai asalni jak atas, ia mula-mula nihan murni, kak raduni gering bedamai, peramah, rik penutuk. Ia risok ngeni rasa kesian rik ngehasilko perbuatan-perbuatan sai betik. Ia mak memihak rik mak bepura-pura.

Aceh: Teuma ureuëng nyang na keubijaksanaan nyang asai jih di ateueh, jihnyan kheueh nyang phon-phon that gleh, óh lheueh nyan jitem meudamé, ramah dan patuh. Nibak jihnyan peunoh gaséh sayang dan jipeuhase buet-buet nyang gét. Jihnyan hana meupihak dan hana meupura-pura.

Mamasa: Aka kakeakasan lu yao mai Puang Allata'alla umpabuttu penawa mapatting, kasikalinoan, marampan penawa, manuru', mamase, ma'gau' mapia, tae' ma'pebulu-bulu anna ia salian ia tanda tama.

Berik: Jengga tousaiserem winsiwer aa jei gam iretyaram, jei bunarsus tabalbalsusu. Afa angtane tousaiserem jam gam domolaram, angtane jeiserem jei angtane nafsiserem jebar waakenfer ga gangge gwena. Jei angtane nafsi gam tagbana. Jei angtane nafsi uskambar gam nesiktababili, ane jei jeber-jeber waakenater gam eyebili. Jei angtane seyafter gemerserem jebe armanaber gam eyeipmini, jei akar-akarem jam eyeipmiyen. Ane jei aa gemer gam gunurum, ga gemer gam gwena.

Manggarai: Maik nggalas éta mai, laring cain kéta nggélok taran, poli hitu ngoéng te hambor, lumu, lorong, lembak nai agu sanggéd pandé di’a, toé kambé agu pisik.

Sabu: Tapulara ne ddau do nga uku nga mmau dhara do dakka ngati dhida nidhe, petari-tari do adho do pehiwo ri do woapa, jhe do ddhei nga lua pedhuri-pemira do kehaka jhe do pedhanno. Do tobo no ri lua dhara, nga do wie ne wue-wue wui ai-wui tao do woie. Adho no do anga jhara he bhakka, nga adho do peuku-uku-anni.

Kupang: Ma bijaksana yang turun datang dari Tuhan, bagini: partama-partama dia bekin kotong idop barisi. Ais dia bekin kotong ko idop deng kapala dingin, sadia mangala, salalu sabar, deng kalam. Dia pung hasil ju bekin kotong bae hati, suka tolong orang, sonde barát sablá, deng sonde muka-balakang deng orang laen dong.

Abun: Sarewo ye gato Yefun Allah kak bi sukjimnut ko wa jam suk mwa ne bere ben bi suk-i sare do, kwa gato sye wai anato an ben an bi suk-i ndo petok sor, kwa gato ibit yo mo nde. Sane dom, an werwa subere an si ye yi kem ndo su yu sino, an ben an bi suk-i njep, an nutbot ye yi bi sukdu-i, an dakai jimnotku ye yi sye wai o re, an ben suk mwa ne ndo sino bor mone, an ben an bi suk-i su yé mwa ne tepsu yu, an ben suk tepsu suk gato an ki ne.

Meyah: Tina idu ongga odou ebriyi gij mar ongga en jeska Allah rot tenten ojgomu, beda mimif mik mar erek kef: Ofa efen odou ongga ebsi komowa ni, ofa ocunc odou ongga eskeiramera skoita rusnok enjgineg ni, ofa odou eriagamaga skoita rusnok enjgineg tein ni, efen ebirfaga ombrera guru n, odou okora rot rusnok enjgineg ni, ofa tein eita mar ongga ongkoska ojgomu ni, ofa enekeba rot rusnok ebic enjgineg guru ni, tina ofa efen odou ongga aharukamoka rot rusnok nomnaga ni,

Uma: Aga ane tauna to mporata mpu'u kanotoa nono ngkai Alata'ala, hewa toi po'ingku-ra: lomo'–lomo'-na moroli' nono-ra. Doko' tuwu' hintuwu'-ra hante doo, mo'olu nono-ra pai'-ra mpotuku' konoa doo. Jau-ra mpotulungi tauna to mpe'ahii', pai' mpobabehi kehi to lompe'. Uma-ra mopahamalia pai' uma-ra turu mpomahapi.

Yawa: Yara Amisye apa ana ratantona ntiti Po raugaje vatane mai maisyare so: vatane so manuga ngkakavin muno manuga nsaumano vatane mansai. Wo vatane mantitidi jewen, yara ubekobe muno maemeno mai. Awa ana udave ngko tenambe, awa ayao sarokir muno wo vatane maponae ramu.


NETBible: But the wisdom from above is first pure, then peaceable, gentle, accommodating, full of mercy and good fruit, impartial, and not hypocritical.

NASB: But the wisdom from above is first pure, then peaceable, gentle, reasonable, full of mercy and good fruits, unwavering, without hypocrisy.

HCSB: But the wisdom from above is first pure, then peace-loving, gentle, compliant, full of mercy and good fruits, without favoritism and hypocrisy.

LEB: But the wisdom from above is first pure, then peaceful, gentle, obedient, full of mercy and good fruits, nonjudgmental, without hypocrisy,

NIV: But the wisdom that comes from heaven is first of all pure; then peace-loving, considerate, submissive, full of mercy and good fruit, impartial and sincere.

ESV: But the wisdom from above is first pure, then peaceable, gentle, open to reason, full of mercy and good fruits, impartial and sincere.

NRSV: But the wisdom from above is first pure, then peaceable, gentle, willing to yield, full of mercy and good fruits, without a trace of partiality or hypocrisy.

REB: But the wisdom from above is in the first place pure; and then peace-loving, considerate, and open-minded; it is straightforward and sincere, rich in compassion and in deeds of kindness that are its fruit.

NKJV: But the wisdom that is from above is first pure, then peaceable, gentle, willing to yield, full of mercy and good fruits, without partiality and without hypocrisy.

KJV: But the wisdom that is from above is first pure, then peaceable, gentle, [and] easy to be intreated, full of mercy and good fruits, without partiality, and without hypocrisy.

AMP: But the wisdom from above is first of all pure (undefiled); then it is peace-loving, courteous (considerate, gentle). [It is willing to] yield to reason, full of compassion and good fruits; it is wholehearted {and} straightforward, impartial {and} unfeigned (free from doubts, wavering, and insincerity).

NLT: But the wisdom that comes from heaven is first of all pure. It is also peace loving, gentle at all times, and willing to yield to others. It is full of mercy and good deeds. It shows no partiality and is always sincere.

GNB: But the wisdom from above is pure first of all; it is also peaceful, gentle, and friendly; it is full of compassion and produces a harvest of good deeds; it is free from prejudice and hypocrisy.

ERV: But the wisdom that comes from God is like this: First, it is pure. It is also peaceful, gentle, and easy to please. This wisdom is always ready to help people who have trouble and to do good for others. This wisdom is always fair and honest.

EVD: But the wisdom that comes from God is like this: First, it is pure. It is also peaceful, gentle, and easy to please. This wisdom is always ready to help people who have trouble and to do good things for other people. This wisdom is always fair and honest.

BBE: But the wisdom which is from heaven is first holy, then gentle, readily giving way in argument, full of peace and mercy and good works, not doubting, not seeming other than it is.

MSG: Real wisdom, God's wisdom, begins with a holy life and is characterized by getting along with others. It is gentle and reasonable, overflowing with mercy and blessings, not hot one day and cold the next, not two-faced.

Phillips NT: The wisdom that comes from above is first pure, then peaceloving, gentle, approachable, full of merciful thoughts and kindly actions, straightforward, with no hint of hypocrisy.

DEIBLER: But when people are wise [PRS] in the way that God [MTY] wants them to be, they are pure in every way, which God considers to be very important. They also act peaceably towards others, they …are considerate of/think about the rights and feelings of† others, they are willing to yield to the wishes of others, they act compassionately toward others, and they do all kinds of good things for others [MET]. How they treat others does not depend on …others’ status/whether others are important or not†, and they are sincere in all they do.

GULLAH: Bot de one wa got de sense wa God gii, e got a clean haat fom God. Dat de fus ting. De one wa got dat kind ob sense dey, e lob peace, an e like fa hep people, an e pay mind ta um. All de time e mussyful an da do plenty good. All e haat dey fa God. E ain no hypicrik.

CEV: But the wisdom that comes from above leads us to be pure, friendly, gentle, sensible, kind, helpful, genuine, and sincere.

CEVUK: But the wisdom that comes from above leads us to be pure, friendly, gentle, sensible, kind, helpful, genuine, and sincere.

GWV: However, the wisdom that comes from above is first of all pure. Then it is peaceful, gentle, obedient, filled with mercy and good deeds, impartial, and sincere.


NET [draft] ITL: But <1161> the wisdom <4678> from above <509> is <1510> first <4412> pure <53>, then <1899> peaceable <1516>, gentle <1933>, accommodating <2138>, full <3324> of mercy <1656> and <2532> good <18> fruit <2590>, impartial <87>, and not hypocritical <505>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

Studi lengkap, lihat: Alkitab SABDA.

 <<  Yakobus 3 : 17 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Alkitab ANDROID
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
Copyright
© 2010-2022
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran