Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [KSKK]     [PL]  [PB] 
 <<  Matius 13 : 23 >> 

KSKK: Tetapi benih yang jatuh di tanah yang subur ialah orang yang mendengar sabda dan memahaminya; ia menghasilkan buah seratus kali lipat, atau enam puluh, atau pun tiga puluh kali lipat."


AYT: Namun, orang yang benihnya tertabur di tanah yang baik, ialah orang yang mendengarkan firman itu dan memahaminya. Dialah yang benar-benar berbuah dan menghasilkan, ada yang 100 kali lipat, beberapa 60, dan beberapa 30.”

TB: Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

TL: Maka yang tertabur di tanah yang baik itu, ialah orang yang mendengar Perkataan itu serta mengerti dia; lalu berbuahlah ia sungguh-sungguh, sehingga mengeluarkan buah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh kali gandanya."

MILT: Dan yang ditaburkan di tanah yang subur, inilah yang mendengarkan firman dan memahaminya, dialah yang benar-benar berbuah dan menghasilkan: yang satu ada yang seratus kali lipat, yang lain ada yang enam puluh kali lipat dan ada yang tiga puluh kali lipat."

Shellabear 2010: Sedangkan benih yang tertabur di tanah yang baik menceritakan tentang orang yang menerima firman dan memahaminya, lalu menghasilkan buah berlipat ganda, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang tiga puluh kali lipat."

KS (Revisi Shellabear 2011): Sedangkan benih yang tertabur di tanah yang baik menceritakan tentang orang yang menerima firman dan memahaminya, lalu menghasilkan buah berlipat ganda, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang tiga puluh kali lipat."

Shellabear 2000: Sedangkan benih yang tertabur di tanah yang baik menceritakan tentang orang yang menerima Firman dan memahaminya, lalu menghasilkan buah berlipat ganda: Ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang tiga puluh kali lipat.”

KSZI: Tetapi orang yang menerima benih di tanah subur ialah orang yang mendengar perkhabaran itu dan memahaminya lalu menghasilkan seratus kali, enam puluh kali atau tiga puluh kali ganda.&rsquo;

WBTC Draft: "Dan apakah artinya benih yang jatuh di tanah yang baik? Benih itu seperti orang yang mendengar ajaran itu dan mengerti dan dia menghasilkan buah, ada yang 100 kali lipat, ada yang 60 kali lipat, dan ada yang 30 kali lipat."

VMD: Dan apakah artinya benih yang jatuh di tanah yang baik? Benih itu seperti orang yang mendengarkan ajaran itu dan mengerti dan dia menghasilkan buah, ada yang 100 kali lipat, ada yang 60 kali lipat, dan ada yang 30 kali lipat.”

AMD: Benih yang jatuh di tanah yang baik adalah seperti orang yang mendengar firman dan menerimanya dengan sungguh-sungguh. Ia memahami firman itu dalam hatinya sehingga ia bertumbuh dan menghasilkan buah, ada yang 100 kali lipat, ada yang 60 kali lipat, dan ada pula yang 30 kali lipat."

TSI: Dan bibit yang jatuh di tanah yang subur, itu sama seperti orang-orang yang mendengarkan ajaran dari Allah dan memahaminya. Seperti tanah yang subur itu, mereka pun menghasilkan banyak buah, dari satu bibit ada yang menghasilkan tiga puluh, atau enam puluh, ataupun seratus bibit.”

BIS: Dan benih yang jatuh di tanah yang subur ibarat orang-orang yang mendengar kabar itu dan memahaminya. Mereka berbuah banyak, ada yang seratus, ada yang enam puluh, dan ada yang tiga puluh kali lipat hasilnya."

TMV: Benih yang jatuh di tanah subur bagaikan orang yang mendengar perkhabaran itu lalu memahaminya, dan berbuah banyak; ada yang seratus kali ganda, ada yang enam puluh kali ganda, dan ada yang tiga puluh kali ganda."

BSD: Sebaliknya, ada juga orang yang sesudah mendengar Kabar Baik itu, mengerti dan berbuat seperti yang disampaikan kabar itu. Mereka seperti benih yang jatuh di tanah yang subur. Mereka bertumbuh dan banyak hasilnya; ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh dan ada yang tiga puluh.”

FAYH: Tanah yang subur melambangkan hati orang yang mendengar berita itu dan memahaminya serta pergi dan menghasilkan tiga puluh, enam puluh atau bahkan seratus orang lain bagi Kerajaan Surga."

ENDE: Tetapi jang tertabur ditanah jang baik, ialah orang mendengarkan adjaran serta mengerti, lalu berbuah, ada jang seratus, ada jang enampuluh, ada jang tigapuluh ganda.

Shellabear 1912: Maka yang tertabur ditanah yang baik itu, yaitu orang yang menengar perkataan itu serta mengerti akan dia; lalu berbuahlah ia berganda-ganda, ada yang seratus, ada yang enam puluh, ada yang tiga puluh kali ganda banyaknya.

Klinkert 1879: Adapon jang tertaboer pada tanah jang baik, ija-inilah dia, jang menengar sabda itoe serta mengerti, maka berboewahlah ija,ada jang saratoes, ada jang enam-poeloeh, ada jang tiga poeloeh ganda banjaknja.

Klinkert 1863: Maka jang tersebar dalem tanah jang baik, ia-itoe jang mendengar itoe perkataan serta mengarti, jang djoega berboewah dan kasih kloewar boewah-boewah, jang satoe kasih saratoes, jang lain anam poeloeh, lain lagi tiga poeloeh.

Melayu Baba: Dan yang tertabur di tanah yang baik, ini-lah dia yang dngar itu perkata'an dan mngerti; dia-lah berbuah berganda-ganda, ada yang s-ratus, ada yang anam-puloh dan ada yang tiga-puloh ganda."

Ambon Draft: Maka dija itu, jang dehamburkan di tanah jang bajik, itu dija jang dengar perkata; an dan mengarti itu, dan lagi berbowa dan kasi, ada jang saratus, ada jang anam puloh, ada jang tiga puloh.

Keasberry: Adapun yang ditabori pada tanah yang baik, iya itulah orang yang munungar purkataan itu, surta ditarohnya hati akan dia; maka burbuahlah iya burganda ganda, ada yang sratus, ada yang anam puloh, ada yang tiga puloh banyaknya.

Leydekker Draft: 'Adapawn jang sudah tertaborij pada tanah jang bajik, 'ija 'ini 'ada 'awrang 'itu jang menengar perkata`an dan meng`arti 'itu, jang lagi berbowah dan memberij bowah, 'ada jang saratus, 'ada jang 'anam puloh, 'ada jang tiga puloh banjakhnja.

AVB: Tetapi orang yang menerima benih di tanah subur ialah orang yang mendengar firman itu dan memahaminya lalu menghasilkan seratus kali, enam puluh kali bahkan tiga puluh kali ganda.”


TB ITL: Yang ditaburkan <4687> di <1909> tanah <1093> yang baik <2570> ialah <3778> <1510> orang yang mendengar <191> firman <3056> itu dan <2532> mengerti <4920>, dan karena itu <1211> ia berbuah <2592>, ada yang seratus kali lipat <1540>, ada yang enam puluh kali lipat <1835>, ada yang tiga puluh kali lipat <5144>." [<1161> <3739> <2532> <4160> <3739> <3303> <3739> <1161> <3739> <1161>]


Jawa: Nanging kang kasebar ing lemah becik iya iku wong kang ngrungokake pangandika lan mangreti, mulane iya banjur metu wohe, ana sing tikel satus, ana sing tikel sawidak, ana sing tikel telung puluh.”

Jawa 2006: Nanging kang kasebar ing lemah becik iya iku wong kang ngrungokaké pangandika lan mangerti, mulané iya banjur metu wohé, ana sing tikel satus, ana sing tikel sawidak, ana sing tikel telung puluh."

Jawa 1994: Déné pangandika sing kasebar ing tanah subur, kuwi ibaraté wong sing padha ngrungokaké pangandika mau lan precaya kanthi mantep. Mulané wong mau ngetokaké woh akèh, ana sing tikel satus, ana sing tikel sewidak, lan ana sing tikel telung puluh."

Jawa-Suriname: Nanging wiji sing tiba nang lemah sing subur, kuwi nggambarké wong sing ngrungokké piwulangé terus mantep pengandelé. Wong kuwi terus ngetokké woh okèh, ping satus, ping swidak lan ping telung puluh.”

Sunda: Binih anu ragragna meneran kana taneuh anu riduh jeung lendo, hartina: Amanat teh ku nu ngadengena ditarima jeung dihartikeun, seug ngabuahkeun, aya nu saratus kalieun, nu genep puluh kalieun, jeung nu tilu puluh kalieun."

Sunda Formal: Anu ditebar dina taneuh anu subur, ngagambarkeun jelema anu geus ngadenge dawuhan tea, bari jeung bisa ngahartikeunana. Ku sabab eta, binih dawuhan teh nepi ka bubuah. Buahna aya nu saratus tikeleun, aya nu genep puluh tikel sarta aya oge anu tilu puluh tikel lobana.”

Madura: Ban ne-bine se gaggar e tana se landhu parompama’anna oreng se ngedhing kabar jareya sarta paham ka essena. Ne-bine jareya abuwa bannya’, badha se hasella saratos kalena, badha se sabidak kalena, ban badha se tello polo kalena."

Bauzi: Labi na oo neb bak neà bake biti usihida lamti dam Alam im nehi aime meedam damti uloho bak. Dam nibe iho Alam im aim di abo gi ahu teudi ule neàt abo va. Abo vaha labe iho iademe ozome ozobohudi meeda. Labi damat ame Alam im lam lab aime ozobohudi meedam di labe gi veimdi veimdida. Neha: dam totbaho abo bisi duana ozobohudi meeda. Abo na oo neb bak neà bake biddahada labe usidume oo vaedaha di labe oo neb totbaho abo duana seratus vaedaha bak lamti uloho bak. Labi dam totbaho gi fota duana ozobohudi meeda. Abo na oo neb bak neà bake biddahada labe usidume oo vaedaha di labe oo neb totbaho fota duana enam puluh vaedaha bak lamti uloho bak. Labi dam totbaho gi koena ozobohudi meeda. Abo na oo neb bak neà bake biddahada labe usidume oo vaedaha di labe oo neb totbaho gi koena tiga puluh vaedaha bak lamti uloho bak,” lahame Yesusat Aba vi tau meedam dam laba ame im tombu lam ab vameadaham.

Bali: Ane kasambehang di tanahe ane lemek, ento anak ane madingehang sabdane tur karesep-resepang di ati. Ento krana ia mabuah, ada tikel ping satus, ada tikel ping nem dasa ada ane tikel ping telung dasa.”

Ngaju: Tuntang binyi je manjato intu petak je basiwoh, jete tanding kare oloh je mahining barita te tuntang haratie. Ewen mamua labat, aton je saratus, aton je jahawen puluh, tuntang aton je telo puluh lipet hasile."

Sasak: Dait binẽq saq geriq lẽq tanaq saq subur ibarat dengan-dengan saq dengah dait paham lẽq manik nike. Ie pade bebuaq luwẽq, araq saq satus, enem dase dait telung dase kali lipet hasilne."

Bugis: Na biné iya teppaé ri tana macommo’é maddapangengngi tau iya méngkalingaéngngi iyaro karébaé sibawa napahanna. Mabbuwai mennang maéga, engka sératu, engka enneng pulona, na engkato leppe’ wékkatelluppulo wassélé’na."

Makasar: Na anjo bine takkioroka ri butta copponga, iaminjo pangngebarang mae ri sikamma tau allangngerekami anjo kabaraka siagang napahang baji’-baji’. Jaimi rapponna ke’nanga, nia’ a’lappi sibilangngang, nia’ a’lappi annampulo, siagang nia’ a’lappi tallumpulo wassele’na."

Toraja: Na iatu tiambo’na rokko to’ padang lunak, iamotu to urrangii tu kada iato anna pemanassai; namembua melo tongan, naumpakendek burana, den manglokkon pessaratu’, den pennannan pulona, den pentallungpulo.

Duri: Na ia to banne ta'pah do' litak malompo dipasangrapangngi to tossa'ding kadan-Na Puang Allataala, napahangngi napugaukki, anna membua melo. Den to manglokkon pessaratuh, den pennannan pulona, na den too to manglokkon pentallung pulo."

Gorontalo: Bili u lodehu to huta suburu tou pilomuayadiyo mota, uwito lumadu ta ma lo'odungohe habari boyito wawu mongarati tunggulo lomungo mopiyohu. Woluwo ta lomungo mohetuto piu, woluwo ta lomungo wolomopulu lopiu wawu woluwo olo ta lomungo tolopulu lopiu.”

Gorontalo 2006: Wau bili u lobiihuto tohuta molomiodu debo odelo tau-tauwalo tahipo dungohe habari boito wau longalati daa̒. Timongolio lomungo ngohuntua, woluo uwolomo pulu, wau woluo olo utolo pulu piu̒wa tilapulio."

Balantak: Ka' wine' men nikambur na tano' men molumba' mase mian men nongorongor lele iya'a kasi ninginti'i ka' miwoo'. Ule'na isian men para sa'atu paku', poro nomompulo' paku', ka' isian men poro tolumpulo' paku'.”

Bambam: Anna indo banne tappa lako litä' malompo, dipasihhapam ia to uhhingngi Battakada Debata anna napekalembasam manappai, nasuhum kembua tiluppi'-luppi'. Deem tiluppi' sahatu', deem tiluppi' annam pulo, anna deem tiluppi' tallu pulo."

Kaili Da'a: Tapi pae to nanawu ri tana naboya nasimbayu ewa tau-tau to nangepe Tesa nu Alatala pade tesa etu ninjani ira patujuna sampe nadea mpu'u wuana to nabelo riara nggatuwu ira. Naria to nowua satu nggani kadeana, naria nowua onompulu nggani kadeana pade naria nowua tolumpulu nggani kadeana."

Mongondow: Bibit inta noḷabú kom butá mopia, tua im mangaḷenya, intau inta nokodongog kom Pirman bo nonota'au kom mangaḷenya, manangka intua sia nomungai, oyúon inta mogatut noguntuḷ, oyúon in onom nopuḷuh noguntuḷ bo oyúon doman in toḷu nopuḷuh noguntuḷ."

Aralle: Ampo' yatone' banne ang dondong di tampo malompo sihapanne' tau ang unghingngi Kaheba Mapia anna napepähängngi si'da-si'dai. Lambi' mala keboa ma'luhpi'-luhpi'; aha ang pentallumpulo luhpi, aha ang pengngunnumpulo luhpi' anna aha ang pensangngatu' luhpi'."

Napu: Tinuda au manawo i tampo au marudu lempona tauna au mampehadingi hai mopailalu Ngkorana Pue Ala. I tauna iti, Ngkorana Pue Ala mowua. Ara au mowua hangatu belana hangko i tinudana, ara au mowua ini pulona belana hangko i tinudana, hai ara au mowua talu pulona belana hangko i tinudana."

Sangir: Arawe wine kụ nasawuhẹ̌ su ěntana mapia e tabidạu taumata apam makạdingihẹ̌ injilẹ̌ e apid'u nakahěngang. I sire měmpẹ̌bua mal᷊awọ, piạ u mahasụ, piạ u ěnnungu pul᷊o, ringangu piạ u l᷊ai těllum pul᷊o su sul᷊ene kal᷊awọe."

Taa: Pei ane liano to rasawu kono ri tana to maboko, tana etu batuanginya tau to mampodongeka kojo kareba etu pei manasanya see naka yako pangayanya mawali boros wuanya. Wali pangaya ntau etu ri kareba etu raporapaka ewa pinumuya to mawua, re’e to mampowuaka satu ngkani kaborosinya yako to rasawu, re’e to mampowuaka ono mpuyu ngkani kaborosinya yako to rasawu, pasi re’e to mampowuaka togo mpuyu ngkani kaborosinya yako to rasawu.” Wali ewa wetu nato’o i Yesu mampakanasaka kami to anaguruNya batuanginya rapa mangkonong liano etu.

Rote: Ma bini-ngges fo mana tu'da nai dae maisi-mamina ka, nakasasama na leo hataholi fo namanene halak ndia, de ana tao tungan. Boema labuna laboa ba'u ka, de nalosa nggelok hapu buna-boak natun esa, nggelok hapu neehulu, ma nggelok ala hapu didikuk la'i telu hulu."

Galela: De o gisisi itutura o tona qalolohaku ioho qaloha, gena imatero bato o nyawa o Gikimoi Awi demo magena yoiseka, de yosihoda de manga sininga ma rabaka imadiahi, so igogou o manara qaloloha yaaka. Kanaga manga manara qaloha sidago ma sopo ma para ratu moi, kanaga manga manara qaloloha sidago ma sopo ma para moributanga, de kanaga lo manga manara qaloloha sidago ma sopo ma para moruwange. Sidago kanena."

Yali, Angguruk: Kinang fanoma fok turuk ihiyon ari aben wene holtuk lit fano wenggel harukon fahet ihi. Winonen anggen teng hinahan yihik feruk, winonen teng piren yihik feruk, winonen teng misig yihik feruk hag toho wereg," ulug Yesusen hiyag isibag.

Tabaru: De 'o fini gee 'itotaka 'o tonaka 'irewo-rewoku, ge'ena 'o nyawa gee yo'isenoka 'o habari ge'ena de yasahe. 'Ona yakidosowoko munuka ma gilio 'o ratusu moioka, munuka 'o nagi butangaka, munuka 'o nagi sa'angeka."

Karo: Tapi benih si ndabuh ku taneh si mehumur bali ras kalak si megi Berita dingen iangkana, jenari erbuah pe; lit si erbuah seratus, lit si enem puluh, lit si telu puluh."

Simalungun: Ia na sinaburhon bani tanoh na lambutan ai, ai ma na mambogei hata ai anjaha iarusi gabe saud marbuah, adong na saratus, adong na onom puluh, adong na tolu puluh lompit.”

Toba: Alai anggo na sinaburhon tu tano na denggan, i do na umbege hata i jala diantusi, laos i do na saut marparbue. Ia parbuena: Saratus lompit do na deba, onompulu lompit do na deba, tolupulu lompit anggo na deba.

Dairi: Ukum bennih sinisaburken mi tanoh nggabur, imo kalak simendengkohken sukuten idi janah iarti. Kalak idi mo merbuah ratraten, dèba seratus kali lempit, dèba ennempuluh kali lempit, dèba nai tellupuluh kali lempit, i bennih idi nai."

Minangkabau: Baniah nan jatuah di tanah nan rancak, ibaraiknyo sarupo jo urang-urang nan layi mayakini sarato mamahami firman Tuhan tu. Urang-urang tu sarupo jo tanaman nan babuwah labek, ado nan saratuih, ado nan anam puluah, ado nan tigo puluah kali lipek asienyo."

Nias: Ba tanõmõ saekhu yaw̃a ba danõ satabõ, amaedola niha samondrongo turia andrõ ba aboto ba dõdõnia. Ba oya mowua ira, so zi otu kali fabali, so zi õnõ ngafulu kali, ba so gõi zi tõlu ngafulu kali fabali mbuania."

Mentawai: Tápoi karamen sibebelé ka polak simagabru geti, iaté tupasikat'aké ka tubudda sipasiaarep Katuareman Simaerú. Arepda lé nia, makolounangan ka bagadda. Pureddetnangan buadda, ai siaili sangotu, ai leú siaili enem ngapulu, tápoi ai leú siaili telu ngapulu igit ngambénia."

Lampung: Rik bibit sai gugor di tanoh sai subor injuk jelma-jelma sai ngedengi kabar udi rik paham. Tian bebuah lamon, wat sai seratus, wat sai enam puluh, rik wat sai telu puluh kali lipat hasilni."

Aceh: Dan bijéh nyang rhot bak tanoh nyang subo miseue ureuëng-ureuëng nyang geudeungoe haba nyan dan geupeu phon laju. Awaknyan jimuboh óh lé, na nyang sireutôh, na nyang nam ploh, dan na nyang lhée ploh goe lipat hase jih."

Mamasa: Anna banne tappa rokko litak malunak, kalembasanna to urrangngi battakadanna Puang Allata'alla anna napekalembasan manappa, napolalan kembua barri'. Dengan tiluppi' pessaratu', dengan tiluppi' pennannan pulona, anna dengan tiluppi' pentallu pulo.”

Berik: Ane twam tanna aa jei gangge janbilirim ona waakenabe, je ga angtane enggalaiserem: Angtane taterisi Uwa Sanbagirmana waakenfer aa jei gam saribenerem, ane jelem inip waakenfer ga gam eganulsini. Jei waakena tefner ga gam eyebili jamere waakenaiserem jam gam taabili, igiserem afwer ga 100, afwer 60, afwer 30."

Manggarai: Siot wécak oné tana beheng, ngong ata siot séngét reweng situ agu idep oné naid, ali hitu cir wuad, manga ata alép ceratusd, manga ata alép enempulud, manga ta alépd telumpulud.”

Sabu: Nga wini do bunu pa era do wwau-bbahha ne, do hela'u ke mii ddau-ddau do dhanno ne lii do naanne jhe kena'a-ketarra pa dhara ade ro. Dhai ne wue ro, era do hengahu, era do anna nguru, nga era do tallu nguru wari lipa ne wue ro."

Kupang: Ma bibit yang jato kaná di tana isi, sama ke orang yang pasang talinga ko tarima itu Kata-kata, deng iko Tuhan pung mau. Ais dia bekin hal-hal yang bae sa, sama ke bibit yang babua tu. Ada yang babua tiga pulu kali lipat, ada ju yang anam pulu, deng ada yang sampe saratus kali.”

Abun: Mbet gro gato ges mo bur ka gato ndo anato tepsu ye gato but sukdu ne ete jammo. Yé ne jamwa sukdu ne pe sane sor án ben suk gato ndo ne, deyo ben sukndo mwa, deyo ben sukndo mwa gan, deyo ben sukndo wokgan, sato mbet gro gato syesyar i-bo, deyo kom mo wotin dik e, deyo kom mo musyu mumat e, deyo kom mo musyu gri e ne."

Meyah: Maat efej ongga esiri gu mebi ofogu rara bera erek rusnok ongga rig rot oga ongga oufamofa insa koma, noba rudou ebriyi gij efen ofou tein. Beda rua rita mar ongga oufamofa gij rerin riteij ah kef erek mega ongga efen efek ofoukou doska."

Uma: "Hawua' to monawu' hi tana' to morudu'-hawo mpobatuai tauna to mpo'epe Lolita Alata'ala pai' rapoinono mpu'u. Hi tauna toe-ramo Lolita Alata'ala mowua' mpu'u. Ria to mowua' hangkedi', ria to mowua' wori', ria to mowua' wori' lia."

Yawa: Kamije inta ntatae no kopa kove rai, omamo raurata irati vatano wo ayao Amisye ranaun muno wanave rai kobe, weti ama ine raen no mai. Vatano maisyare sonawamo awa mano wo rauguje mamo inta nseo no tenamara eane abusyin, inta ma tename mandei, muno inta nseo no tename nadani.”


NETBible: But as for the seed sown on good soil, this is the person who hears the word and understands. He bears fruit, yielding a hundred, sixty, or thirty times what was sown.”

NASB: "And the one on whom seed was sown on the good soil, this is the man who hears the word and understands it; who indeed bears fruit and brings forth, some a hundredfold, some sixty, and some thirty."

HCSB: But the one sown on the good ground--this is one who hears and understands the word, who does bear fruit and yields: some 100, some 60, some 30 times what was sown ."

LEB: But what was sown on the good soil—this is the one who hears the word and understands [it], who indeed bears fruit and produces, this one a hundred [times as much], and this one sixty, and this one thirty.

NIV: But the one who received the seed that fell on good soil is the man who hears the word and understands it. He produces a crop, yielding a hundred, sixty or thirty times what was sown."

ESV: As for what was sown on good soil, this is the one who hears the word and understands it. He indeed bears fruit and yields, in one case a hundredfold, in another sixty, and in another thirty."

NRSV: But as for what was sown on good soil, this is the one who hears the word and understands it, who indeed bears fruit and yields, in one case a hundredfold, in another sixty, and in another thirty."

REB: But the seed sown on good soil is the person who hears the word and understands it; he does bear fruit and yields a hundredfold, or sixtyfold, or thirtyfold.”

NKJV: "But he who received seed on the good ground is he who hears the word and understands it , who indeed bears fruit and produces: some a hundredfold, some sixty, some thirty."

KJV: But he that received seed into the good ground is he that heareth the word, and understandeth [it]; which also beareth fruit, and bringeth forth, some an hundredfold, some sixty, some thirty.

AMP: As for what was sown on good soil, this is he who hears the Word and grasps {and} comprehends it; he indeed bears fruit and yields in one case a hundred times as much as was sown, in another sixty times as much, and in another thirty.

NLT: The good soil represents the hearts of those who truly accept God’s message and produce a huge harvest––thirty, sixty, or even a hundred times as much as had been planted."

GNB: And the seeds sown in the good soil stand for those who hear the message and understand it: they bear fruit, some as much as one hundred, others sixty, and others thirty.”

ERV: “But what about the seed that fell on the good ground? That is like the people who hear the teaching and understand it. They grow and produce a good crop, sometimes 100 times more, sometimes 60 times more, and sometimes 30 times more.”

EVD: But what is the seed that fell on the good ground? That seed is like the person that hears the teaching and understands it. That person grows and makes fruit, sometimes 100 times more, sometimes 60 times more, and sometimes 30 times more.”

BBE: And the seed which was put in good earth, this is he who gives ear to the word, and gets the sense of it; who gives fruit, some a hundred, some sixty, some thirty times as much.

MSG: "The seed cast on good earth is the person who hears and takes in the News, and then produces a harvest beyond his wildest dreams."

Phillips NT: But the seed sown on good soil is the man who both hears and understands the message. His life shows a good crop, a hundred, sixty or thirty times what was sown."

DEIBLER: But some people are like the good soil where some of the seeds fell. Just like the plants that grew in this soil produced a lot of grain, these people hear my message and understand it. Some of them do many things [IDI] that please God, some do even morethings that please God, and some do very many things that please God.”

GULLAH: Bot de seed wa fall pon de good groun, dat like de people wa yeh de wod an ondastan um een dey haat. Dey mek good crop. Some beah a hundud, some beah sixty, an some beah tirty.”

CEV: The seeds that fell on good ground are the people who hear and understand the message. They produce as much as a hundred or sixty or thirty times what was planted.

CEVUK: The seeds that fell on good ground are the people who hear and understand the message. They produce as much as a hundred or sixty or thirty times what was planted.

GWV: But the seed planted on good ground is the person who hears and understands the word. This type produces crops. They produce one hundred, sixty, or thirty times as much as was planted."


NET [draft] ITL: But <1161> as for the seed sown <4687> on <1909> good <2570> soil <1093>, this <3778> is <1510> the person who hears <191> the word <3056> and <2532> understands <4920>. He bears fruit <2592>, yielding <4160> a hundred <1540>, sixty <1835>, or thirty <5144> times what was sown.”



 <<  Matius 13 : 23 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Single Panel

Laporan Masalah/Saran