Alkitab Mobile SABDA
Renungan Harian
<< Jumat, 6 Mei 2016 >>

Bacaan: Yakobus 1:19-27

Bacaan Setahun: 2 Raja-Raja 14-15

Nats: Saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah. (Yakobus 1:19)


Tak Perlu Marah

Suatu pagi yang indah, saya begitu bersemangat ke kantor. Namun ketika rapat dimulai, mendadak emosi saya mulai tak terkontrol. Hampir semua divisi belum menyelesaikan laporan pertanggungjawaban yang diberikan beberapa waktu lalu. Saat itu, saya pun tanpa sadar melontarkan komentar yang sinis terhadap mereka.

Ketika makan siang tiba, entah kenapa kejadian di rapat muncul kembali di dalam memori. Sejenak saya merenungkan apa yang sudah terjadi. Saya menyesali ucapan saya tadi. Saya mencoba menempatkan diri di posisi mereka. Bagaimana perasaan mereka? Apakah dengan komentar yang sinis tersebut mereka akan belajar dan berkembang? Apakah ke depan nanti mereka akan mempunyai hubungan kerja yang baik dengan saya?

Sebagai seorang atasan, pekerja, teman, orangtua, atau sebagai apa pun kita di lingkungan, mungkin seringkali kita dikecewakan atau, sebaliknya, mengecewakan orang lain. Tetapi, bagaimana respons kita dalam menanggapi setiap persoalan yang ada, itulah kunci dari persoalan tersebut. Apakah kita mudah terpancing? Apakah kita berdiam diri sejenak? Apakah kita bersikap masa bodoh dan tidak peduli? Apakah kita mengabaikan? Atau apakah kita mencari Tuhan?

Firman Tuhan mengingatkan kita agar cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata (ay. 19). Amarah manusia tidak mendatangkan kebenaran dan kebaikan. Tidak perlu marah-marah ketika muncul masalah. Ketika kita tenang dan mampu berpikir jernih, kita relatif lebih mudah menemukan solusi yang tepat. --Selly Miarani/Renungan Harian

* * *
KEMARAHAN TAK TERKONTROL BISA MERUSAK HUBUNGAN,
TANPA MENAWARKAN JALAN KELUAR YANG DIPERLUKAN.

* * *
Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian tanpa seizin penerbit (Yayasan Gloria)
Anda diberkati melalui Renungan Harian?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAY GLORIA

Diskusi renungan ini di Facebook:
https://www.facebook.com/groups/renungan.harian/


Ayat Alkitab: Yakobus 1:19-27

Pendengar atau pelaku firman
1:19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah;
1:20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.
1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
1:23 Sebab jika seorang hanya mendengar firman saja dan tidak melakukannya, ia adalah seumpama seorang yang sedang mengamat-amati mukanya yang sebenarnya di depan cermin.
1:24 Baru saja ia memandang dirinya, ia sudah pergi atau ia segera lupa bagaimana rupanya.
1:25 Tetapi barangsiapa meneliti hukum yang sempurna, yaitu hukum yang memerdekakan orang, dan ia bertekun di dalamnya, jadi bukan hanya mendengar untuk melupakannya, tetapi sungguh-sungguh melakukannya, ia akan berbahagia oleh perbuatannya.
1:26 Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.
1:27 Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

  Share Facebook  |  Share Twitter


Bahan Renungan: SH - RH
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2016
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Single Panel

Laporan Masalah/Saran