Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [BSD]     [PL]  [PB] 
 <<  Wahyu 5 : 8 >> 

BSD: Pada waktu Anak Domba itu maju dan mengambil gulungan buku itu, keempat makhluk dan kedua puluh empat pemimpin itu tersungkur di hadapan-Nya. Mereka masing-masing memegang kecapi dan mangkuk emas yang berisi kemenyan, yaitu doa-doa umat Allah.


AYT: Dan, ketika Anak Domba telah mengambil gulungan kitab itu, keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua sujud di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang sebuah kecapi dan sebuah cawan emas yang penuh dengan kemenyan, yang adalah doa orang-orang kudus.

TB: Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.

TL: Setelah diambil-Nya kitab itu, maka sujudlah keempat zat yang hidup dan kedua puluh empat ketua itu di hadapan Anak domba itu, masing-masing sedang memegang kecapi dan bokor emas penuh dengan kemenyan, yaitu segala doa orang-orang suci.

MILT: Dan ketika Dia menerima kitab itu, keempat makhluk hidup dan kedua puluh empat tua-tua itu tersungkur di depan Anak Domba itu, seraya masing-masing memegang kecapi dan bokor emas yang penuh dengan dupa, yang adalah doa-doa orang-orang kudus.

Shellabear 2010: Pada waktu gulungan itu diambil, sujudlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba, masing-masing memegang kecapi dan cawan emas penuh dengan kemenyan, yaitu doa-doa orang-orang saleh.

KS (Revisi Shellabear 2011): Pada waktu gulungan itu diambil, sujudlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba, masing-masing memegang kecapi dan cawan emas penuh dengan kemenyan, yaitu doa-doa orang-orang saleh.

Shellabear 2000: Pada waktu gulungan itu diambil, sujudlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba, masing-masing memegang kecapi dan cawan emas penuh dengan kemenyan, yaitu doa-doa orang-orang saleh.

KSZI: Empat makhluk dan dua puluh empat orang tua-tua sujud kepada Anak Domba itu. Masing-masing memegang sebuah kecapi dan sebuah batil emas berisi setanggi, iaitu segala doa orang salih.

KSKK: Ketika Ia mengambilnya, keempat makhluk itu dan kedua puluh empat tua-tua itu tersungkur sujud di depan Anak Domba. Mereka memegang di tangan mereka kecapi dan cawan dari emas berisi penuh kemenyan itulah doa para kudus.

WBTC Draft: Anak Domba itu mengambil gulungan kitab itu, keempat makhluk hidup dan ke-24 tua-tua itu menyembah di hadapan Anak Domba. Mereka masing-masing memegang satu kecapi. Mereka juga memegang mangkuk emas yang penuh dengan kemenyan. Itulah doa umat Allah.

VMD: Ia mengambil gulungan kitab itu, keempat makhluk hidup dan ke-24 tua-tua itu menyembah di hadapan-Nya. Mereka masing-masing memegang satu kecapi. Mereka juga memegang mangkuk emas yang penuh dengan kemenyan. Itulah doa umat Allah.

AMD: Ketika Anak Domba itu mengambilnya, empat makhluk dan 24 tua-tua itu sujud menyembah di hadapan-Nya. Masing-masing dari mereka memegang satu kecapi dan sebuah mangkuk emas yang penuh dengan kemenyan. Kemenyan di dalam mangkuk itu adalah doa orang-orang kudus.

TSI: Dan ketika Dia sudah mengambil gulungan kitab itu, keempat makhluk hidup dan kedua puluh empat pemimpin itu langsung tersungkur dan menyembah di hadapan-Nya. Mereka semua memegang kecapi masing-masing. Dan mereka juga memegang mangkuk emas yang penuh dengan kemenyan— yang menggambarkan doa-doa umat Allah.

TSI3: Sesudah Dia mengambil gulungan kitab itu, keempat makhluk dan kedua puluh empat pemimpin tadi langsung tersungkur dan menyembah Sang Anak Domba. Mereka masing-masing memegang kecapi dan mangkuk emas penuh dengan kemenyan, yang melambangkan doa-doa umat Allah.

BIS: Sementara Anak Domba itu berbuat begitu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat pemimpin itu di depan-Nya. Mereka masing-masing memegang kecapi dan mangkuk emas yang berisi kemenyan, yaitu doa-doa umat Allah.

TMV: Sementara Anak Domba itu berbuat demikian, empat makhluk itu dan dua puluh empat orang pemimpin itu bersujud di hadapan Anak Domba. Masing-masing memegang sebuah kecapi dan sebuah mangkuk emas berisi kemenyan, iaitu doa-doa umat Allah.

FAYH: Dan pada waktu Ia mengambil gulungan itu, keempat Makhluk Hidup serta kedua puluh empat Penatua tersungkur di hadapan Anak Domba itu, masing-masing dengan sebuah kecapi dan sebuah cawan emas berisi kemenyan, yaitu doa-doa umat Allah.

ENDE: Dan setelah Ia menerima kitab itu, sudjudlah keempat binatang itu dihadapan Anak Domba; demikianpun keduapuluhempat Orang-Tua-tua itu, masing-masingnja dengan sebuah ketjapi dalam tangan dan pinggan-pinggan emas penuh kemenjan - itulah doa-doa para orang sutji.

Shellabear 1912: Setelah diambilnya kitab itu, maka sujudlah keempat hidup-hidupan dan kedua puluh empat ketua itu dihadapan Anak-domba itu, masing-masingnya sedang memegang kecapi dan batil emas yang penuh dengan setanggi, yaitu segala do'a orang-orang saleh.

Klinkert 1879: Satelah di-ambilnja kitab itoe, maka soedjoedlah kaempat binatang dan kadoewa-poeloeh empat orang toewa-toewa dihadapan Anak Domba; maka masing-masing ada ketjapinja dan piala emas penoeh dengan baoe-baoean, ija-itoelah permintaan doa orang-orang soetji;

Klinkert 1863: Kapan Dia ambil itoe kitab, maka soedjoedlah ka-ampat binatang, dan kadoewa poeloeh ampat orang toewa-toewa itoe, dihadepan Anak-Domba, serta masing-masing dia-orang ada {Wah 14:2} ketjapi dan piala mas, penoh dengan baoe-baoewan, maka ija-itoelah {Maz 141:2} permintaan doa segala orang salih.

Melayu Baba: Dan bila dia sudah ambil itu kitab, itu ampat hidop-hidopan dan itu dua-puloh-ampat ktua-ktua berlutut-lah di dpan itu Anak-domba, masing-masing ada pegang satu kchapi, dan mangkok-mangkok mas yang pnoh dngan bau-bauan, ia'itu sgala orang kudus punya do'a.

Ambon Draft: Dan pada tatkala Ija mengambillah kitab itu, ba-gitupawn ka; ampat ka; ada; an machluk dan kaduwa puloh ampat penatuwa, bertijaraplah berhadapan Anak domba, dan pada sasa; awrang deri pada marika itu adalah ketjapi-ke-tjapi dan pijala-pijala ka; asmas-an punoh dengan ukpo-ukop-an, ija itu segala pemohonan awrang-awrang mutaki.

Keasberry 1853: Apabila diambilnya kitab itu, maka sujudlah kaampat binatang itu dan kadua puloh ampat orang tuah tuah itu dihadapan anak Domba itu, surta masing masing marika itu ada kachapi, dan piala yang kaamasan punuh dungan bauh bauhan, maka iya itulah doa doa orang orang salih.

Keasberry 1866: Apabila diambilnya kitab itu, maka sujudlah kaampat binatang itu, dan kadua puloh ampat orang tua tua itu dihadapan anak Domba itu, sŭrta masing masing marika itu ada kachapi, dan piala yang kaamasan pŭnoh dŭngan bahu bahuan, maka iya itulah doa doa orang orang salih.

Leydekker Draft: Dan tatkala sudah de`ambilnja kitab 'itu, maka djatohlah ka`ampat hhajwan, dan kaduwa puloh 'ampat Penatuwah 'itu terdjurumis dihadapan 'Anakh domba 'itu, jang masing 2 sa`awrang memegang kitjapij dan pijala ka`amasan punoh dengan 'ukop 2 an, barang jang 'ada sombahjang segala walij 2.

AVB: Ketika Dia mengambil gulungan kitab itu, empat makhluk dan dua puluh empat orang tua-tua sujud kepada Anak Domba itu. Masing-masing memegang sebuah kecapi dan sebuah batil emas berisi setanggi, iaitu segala doa orang salih.

Iban: Lalu lebuh Anak Domba nya ngambi gulung surat nya, empat iku utai ti idup nya enggau dua puluh empat iku bala tuai nya lalu nyungkurka diri di mua Anak Domba nya. Genap iku sida bela bisi belikan enggau mangkuk emas ti penuh laban menyan, iya nya sampi bala nembiak Tuhan.


TB ITL: Ketika <3753> Ia mengambil <2983> gulungan kitab <975> itu, tersungkurlah <4098> keempat <5064> makhluk <2226> dan <2532> kedua puluh <1501> empat <5064> tua-tua <4245> itu di hadapan <1799> Anak Domba <721> itu, masing-masing <1538> memegang <2192> satu kecapi <2788> dan <2532> satu cawan <5357> emas <5552>, penuh <1073> dengan kemenyan <2368>: itulah <3739> <1510> doa <4335> orang-orang kudus <40>. [<2532>]


Jawa: Nalika Panjenengane mundhut gulungan kitab mau, makluk papat lan pinituwa patlikur iku tumuli sumungkem ana ing ngarsane Sang Cempe, siji-sijine nyekel clempung lan bokor mas, kebak isi menyan; yaiku pandongane para Suci.

Jawa 2006: Nalika Panjenengané mundhut gulungan kitab mau, makluk papat lan pinituwa patlikur iku nuli sungkem ana ing ngarsané Cempé iku, karo padha nyekel clempung lan bokor emas, isi dupa kebak; yaiku pandongané para suci.

Jawa 1994: Nalika Sang Cempé mundhut gulungan kitab mau, makluk papat lan pinituwa patlikur nuli sumungkem ana ing ngarepé. Saben pinituwa nyekel clempung lan bokor emas isi menyan, yakuwi pandongané para suci.

Jawa-Suriname: Kadung kuwi wis klakon, kauripan papat lan pinituwa patlikur terus sujut nang ngarepé Tyempéné. Saben pinituwa nyekel harep lan mangkok emas isiné menyan, yakuwi pandongané para sutyi.

Sunda: Brek bae opat mahluk hirup jeung dua puluh opat sepuh teh sarujud ka eta Anak Domba. Para sesepuh teh masing-masing nyekel kacapi jeung pinggan emas anu eusina seuseungitan. Eta seuseungitan teh nya eta panedana umat Allah.

Sunda Formal: Geus kitu, opat mahluk jeung dua puluh opat sesepuh teh, sujud ka eta Anak Domba. Ari sesepuh anu dua puluh opat tea, nyarekel kacapi jeung pinggan emas anu dieusi ku barang seungit, nya eta paneda-paneda jalma-jalma saruci.

Madura: Sabatara Cacempe ganeka alampa’agi ganeka, mahlok se pa’-empa’ ban pamimpin se pa’ lekor gella’ asojut e ajunanna. Sadaja padha neggu’ calempong ban kobugan emmas se aesse mennyan, enggi paneka a-du’ana ommadda Allah.

Bauzi: Labi Domba Adat labe gi etei visoi modeheilahit dam meia im gagu modiam dam dua puluh empat lamti labi na ohemna ahia lamti Aho avaesdam bak laba ahit biti, “Am abo feàte,” lahame ogomaladume faasi vou baedam bak lam eho ab aaham. Ame dam dua puluh empat labe iho Ala bake vou baedamna gitarti ulohona etehà valuhuna ee gagom kecapi vuusualada. Labi fi hiba na ahana neàna vuat usime vuahubulemna ee gagom kemenyan nom goaitoi vuat usime vuahubuledam fi hiba emasat modehena lamti laha vuusualada. Ame vuahubulemna lam gi dam bakda Alam damalehe dam labe ibi iho Ala bake tom gagodam im ozomomna am bak.

Bali: Rikala Panak Biri-birine punika ngambil cakepane punika, satone sane patpat miwah parapanglingsire sane patlikur punika, sami pada sumungkem ring ajeng Panak Biri-birine punika. Suang-suang pada ngamel rebab miwah bokor mas, sane bek madaging menyan, inggih punika pangastawan parakaulan Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Ngaju: Pandehan Anak Tabiri te mawie kalote, maka epat taloh belom tuntang due puluh epat pamimpin te uras mahingkep manyembah intu taharep Ie. Genep bitin ewen te mimbing kacapi tuntang mangkok amas je basuang garo, iete kare lakudoan ungkup Hatalla.

Sasak: Lẽq waktu Anak Dombe nike ngelaksaneang hal nike, keempat mahluk dait keempat likur pemimpin nike nyungkur lẽq arepan-Ne. Ie pade sopoq-sopoq negel kecapi dait cawan emas saq berisi menyan, nike do'e-do'e dengan-dengan saq tehususang bagi Allah.

Bugis: Ri wettu kédo makkuwannaro iyaro Ana’ Bimbala’é, tassulunni iya eppa mahlu’é enrengngé iya duwappulo eppa pamimpingngéro ri yolona. Tungke’-tungke’ mennang makkatenning kacapi enrengngé mangko’ ulaweng iya mallise’é kamennyang, iyanaritu sining paddowangenna umma’na Allataala.

Makasar: Ri wattu appakammana anjo Ana’ Gimbalaka, su’ju’mi naung anjo appaka anu attallasa’ siagang anjo ruampuloa angngappa’ pamimping ri dallekanNa anjo Ana’ Gimbalaka. Massing anna’galaki kacaping siagang mangko’ bulaeng niaka kamanynyanna anjo ke’nanga, iamintu pappala’ doanganna Umma’Na Allata’ala.

Toraja: Iatonna alami tu sura’ iato, tukkumi tu a’pa’ a’gan kepenaa sia iatu duangpulo nna’pa’ penatua dio oloNa Anak domba iato, pada untoe katapi sia gori-gori bulaan ponno kemenian, iamo mintu’ pangandona to masallo’.

Duri: Ia tonna alami, ia to a'pa' olok-olok sola to duang pulo a'pa' tomatua-tua suju' ratu do' litak jio olona joo Anak Bembala'. Pada sitoe cu'bikan sola mangko' bulawan nanii dupa. Ia joo dupa, iamo passambajangna umma'-Na Puang Allataala.

Gorontalo: Tou Tiyo lololimo mayi kartasi lili-lilibe boyito, mahaluku moheluwopato wawu mongotauwa dulopulu wawu wopato ma losujudu to talu lo Walao Himba boyito. To olu'u limongoliyo ngota-ngota hedihima kecapi tuwawu wawu polulutube hulawa tuwawu polu-polu lo alama; u'uwitolo dua lo tawu-tawuwala ta ma tilulawoto Allahuta'ala.

Gorontalo 2006: Tou̒ Walao̒ Himba boito donggo hemohutu odito, malei dambao̒lo mola opato mahaluku wau odulo pulaa pato tau̒wa boito totalulio. Timongolio ngota-ngota hidihuma kocapi wau manggo hulawa u tuatuanga alama, deu̒ito-yito duduua̒waalo umati lo Allahu Taa̒ala.

Balantak: Tempo i Ia nangalabot kitap nilulun iya'a, siinsiing papaat ka' tanaas ruampulo' ka' papaat nobanintuurmo ka' notumutuku' rumbuk tano' na aropna Anak Domba iya'a. Sanda-sanda' i raaya'a ninginton kecapi tia mangko' mosoni toro sa'angu'anna men buke' tia kamangian. Mangko' men ni'isii kamangian iya'a bookoi sambayangna mianna Alaata'ala.

Bambam: Tappana naala indo suha' tilulum, iya menomba siaham indo appa' to ma'penaba sola indo dua pulo appa' to pebaba dio olona indo Änä' Domba. Umposanda katapi anna tubum bulabam kessi tunuam bubanau'. Indo tunuam bubanau' kalembasanna sambajanna umma'na Puang Allataala.

Kaili Da'a: Sangga Ana Bimba nangala sura etu nekadedemo patamba'a anu to natuwuna bo rompulu bo patamba'a totu'a ri ngayona mombasomba I'a. Ri pale ira samba'a bo samba'a naria kacapi bo tubu bulawa to niisi dupa to nawongi mpu'u. Dupa etu nombagambara posambaya ntodea topomparasaya Alatala.

Mongondow: Koyogot ing ki Adií in Domba tatua nogabat kon litodan im buk tatua, sinumungkudon im mahaḷuk opat tatua takin itoi mita doyowa nopuḷuh bo opat kon tayowon-Nya. Mosia notukid ing kecapi bo palo buḷawan inta binonuan ing kamaya, tuata in sambayang mita in umat i Allah.

Aralle: Lella' untahimbo suha' inde Änä' Domba, ya' malimuntu'mi yato uhpa' hupanna ang menanaha sibaha yato dompulo uhpa' to dipakeangka' di olona. Pantang sika untokei mesa katapi anna mesa kahti bulahang ang napunnoi kayu-kayu bomammi' dianto sambayanna petauanna Puang Alataala.

Napu: KaNaalana sura iti, pinatuwo hai totosae au rompulo hai iba molingkudumohe motumpa i lindona Ana Dimba. Ope-opehe mokingki dunde hai mangko bulawa au buke hai anu-anu mawongi au rauli dupa. Dupa iti, lempona pekakaenda taunana Pue Ala.

Sangir: Ene Ahusu Domba e kapẹ̌kẹ̌koạ e kerene tangu, riadikang biahẹ̌ ěpạ e ringangu manga měngangahạ e i sire ruam pul᷊o ěpạ e němpẹ̌těngkasumage su těngone. I sire nahiạeng kěcapi lẹ̌umbelekang e ringangu wohogẹ̌ bul᷊aeng lohone kamania kụ kai mangạ e kakal᷊iomaneng u kawanuan Duata e.

Taa: Wali ojo karoonya Ana nu Domba mangoko buku to rayuyu etu, panewa anu to tuwu opo pasi ketua-ketua to dua mpuyu pei opo paka madungku yau ri tana ri tangoNya. Pasi sira mangangkongko gambus samba’a pei samba’a pasi mangkongko seja yama weyawa to la’u soga to magaya waunya tempo ratunu. Soga etu rato’oka kemenyan. Wali kemenyan etu tondong mpokai-kai ntau to i Pue Allah Puenya.

Rote: Bi'ilopo Ana ndia beitao leondiak te, mahahae kaha kala ma lasi-lasik kaduahulu hak sila la, bala leu mata na. Sila esa soona, ana ho'u sasanu ma mango lilopilas fo isi na boominik, fo nde Manetualain hataholi kamahehele nala huhule-haladoin.

Galela: So ma orasi o Duba ma Goho magena waqehe de Awi simaka o dodadi ngai iha de o roriri yamonahalo de yaruha ona magena asa imabukuku de manga suba yatide Unaka. O roriri moi-moi gena yacohono o kecapi de lo o udo-udo o guracino de ma raba gena iwedo de o manyanyi, ena gena o Gikimoi Awi nyawa yatide manga sumbayang Unaka.

Yali, Angguruk: Suwesingga ino ki regma lebe ruruk angge uhan welatuson itano men iniknisi rohon uhaneg fumahen welatuson arimano men domba alukema ying arik larusa. Ying atuk lit wal taneg pinggong men kubag ili rurukon fam indok munggaltukmu amben turukon fanowon men seneg latusa. Kubag ino fam indok munggaltuk angge ari Allah umalikisiyen sembahyang urukon fahet wereg latisi.

Tabaru: Gee ma Domba ma Ngowaka yadawongo 'o buku ge'ena, de 'o barangi 'i'ahu-'ahu 'o ngai soata ge'ena 'ibukuku, de yopa-pareta yamonaoko de soata mita yobukuku ge'ena ma Domba ma Ngowaka ma bionoka. 'Ona yomasimo-moika ya'aono 'o koroncong de 'o sawoko 'o guraci gee ma dodaka 'o manyanyi ge'ena la ma Jo'oungu ma Dutu 'awi nyawa manga lahidoa.

Karo: Asum bage, mahluk si empat ras pertua-pertua si dua pulu empat ndai erjimpuh nembah i lebe-lebe Anak Biri-biri e. Sekalak-sekalak pertua e njemak sada kulcapi ras sada mangkuk emas isin kumenen, e me pertoton anak-anak Dibata.

Simalungun: Jadi dob ijalo buku ai, manrongop ma pargoluh na ompat ai ampa sintua na dua puluh ompat ai i lobei ni Anak ni biribiri ai; haganup do sidea manjolom husapi pakon pinggan omas gok bani na misbou, ai ma tonggo ni halak na pansing.

Toba: Asa dung dijalo buku i, manungkap ma na opat parngolu i dohot na duapulu opat sintua i di jolo ni Birubiru i; ganup nasida maniop sada hasapi dohot sada saoan sere gok angka na hushus, i ma tangiang ni angka na badia.

Dairi: Ningan bagidi, tangkep mo mersembah siempat pernggelluh bak pengendeng siduapuluh empat idi i hadeppenNa. Karina pengendeng i menggelem kucapi i tanganna gennep dekket caban emmas merisi kemenjen, imo sodip ummat Dèbata.

Minangkabau: Samantaro Anak Domba tu mangarajokan nan bakcando itu, mako bi tasungkualah ka ampek mukaluak, sarato jo kaduwo puluah ampek pamimpin tu di adok-an Baliau. Satiyok urang-urang tu, mamacikkan kucapi jo mangkuak ameh, nan barisi kumayan, iyolah dowa-dowa umaik Allah.

Nias: Fatua Ilau zi manõ Ono Mbiribiri andrõ, ba latuhi danõ si õfa nga'eu saliw̃aliw̃a ba danõ andrõ ba si dua wulu a õfa zalaw̃a sondrõnia'õ andrõ fõna-Nia. Ero samõsa zalaw̃a sondrõnia'õ andrõ no lagogohe kezafi ba mako ana'a so'õsi kumõyõ, ya'ia da'õ fangandrõngandrõ Mbanua Lowalangi andrõ.

Mentawai: Aiaalá buko néné Togat Biri-biri, purappoddangan leú et ka sia makluk siepat néné sambat sirua ngapulu epat tai bajá ka matania. Ai ka kabeira sangamberidda kecapi sambat makkó emas sibara ka baga kamenyan, iaté paniddogatda taikauman Taikamanua.

Lampung: Sementara Anak Biri-biri udi bebuat injuk reno, tersungkordo keepak makhluk rik kerua puluh epak jelma sai mimpin udi di hadap-Ni. Tian masing-masing nyating kecapi rik cumbung emas sai ngisi kemiyan, yakdo dua-dua umat-Ni Allah.

Aceh: Teungoh jipeubuet lagée nyan lé Aneuëk Bubiri nyan, laju meuduga ban peuet boh makhlok dan ban dua ploh peuet peumimpén nyan dikeue geuh nyan. Awaknyan maséng-maséng jimat keucapi dan mangkok méuh nyang meuasoe keumeunyan, na kheueh doá-doá umat Po teu Allah.

Mamasa: Marassanni untarima inde sura'e, malimuntu'mi appa' penatuo anna dua pulo appa' perepi' dio tingngayona inde Anak Dombae. Inde perepi'e pantan ummanda'i katapi anna kolak bulawan kaissi kemenyan, iamo sambayangna angganna petauanna Puang Allata'alla.

Berik: Jes galapserem Domba Tane bukunu jeiserem Jame aa galap taabilirim, malaikata nawer-naura igsusu jeiserem, ane angtane sanbak dua pulu empat jeiserem, jei ga aa ge nwinbitena somwan dumeme Domba Tanem tarnap. Seyafter ga aane erbisini gitar galserem, ane diwir emas nunggwana ga jamer tenbisini, ninsini waakena, seyafter jeiserem ga jes ne erbisini. Nunggwana jeiserem jeba sembayangsam angtane Uwa Sanbagirfe aa jes ne gwebaibowenaram.

Manggarai: Du tiban Liha surak hitu, kaka pat situ agu suampulu pat tu’a suju olo-mai ranga Diha. Néténg-néténg isé, cau gici ca’d kecapi agu ca piala emas ata kembus le nus dupa: Hitu dé ngaji de sanggéd weki serani.

Sabu: Pa dhara nga tao mina harre ne Ana Ki'i Jhawa ne ta peheguru-anni ke ne bhada do appa ngi'u he nga kattu-kattu do dhue nguru do appa ddau he pa hedhapa No. Heddau-heddau ro do nga parru ketadu nga mago mela lara do ihi ri keminya na harre ado ke ta do wala ri ngati lihebhajha-lihebhajha annu-niki Deo he.

Kupang: Waktu itu Domba Ana ame ju, itu 4 binatang luar biasa, deng itu 24 katua tu, jato tikam lutut ko sémba di Dia pung muka. Dong satu-satu ada pegang alat musik sama ke sasando, deng satu mangko mas, yang taꞌisi deng kamanyán yang dong bakar ko bekin asap wangi. Itu dara kayu wangi tu, andia Tuhan pung orang dong pung sambayang.

Abun: Domba Gan ne nai buku sa, suge at si yenggras ge musyu we sop at ne bare nggwa sino mo Domba Gan gwem. Án sino jom kecapi si mbem emas ses su suk yo gato ye gre ete i-bu basmi grik ndo. Suk gato grik ndo ne tepsu sukdu gato yé gato onyar kem mo Yefun Yesus ki nai Yefun Allah ne.

Meyah: Nou ongga ofa eita kertas efeyi insa koma, beda mar ongga efena ebah tohkuru jera ebirfager setka egeka noba tohkuru insa koma nomnaga risiri jah gu Domba Efer okoda. Noba orofosutut rua insa koma nomnaga ragei mar egens ongga erek moubseja tumu ritma. Noba rua ragei mokosku ongga erek emas gij ritma enama. Noba mah efeb jeska mar efen ensesa ongga ris mah gij tein orogna jeska mokosku insa koma. Noba mah efeb insa koma bera erek orocunc rot mar nomnaga ongga Allah efen rusnok rum riteij rot gu Ofa sis fob.

Uma: Kana'ala'-na sura toe, potumpa-rami anu tuwu' to opo' pai' totu'a to rompulu' opo' toera hi nyanyoa Ana' Bima toei. Butu dua-ra ngkakamu kasapi pai' batili bulawa ihia' hante anu mohonga to rahanga' dupa'. Dupa' toe mpobatuai posampaya tauna to napobagia Alata'ala.

Yawa: Arono Domba Tuvane pavakananto rai Po raugav, ana akokoe Amisye po manari mambisye umawe nao muno vatano ube akarive mansano tenamara eane mambisye umawe nao wo awa vukane ranteter no Domba Tuvane amune rai. Umbawe wo kecapi raija tetebe muno wo kapijo emasi veano kemenyane raveasyai ti ntairi raijar tavon. Kemenyane umaso ramer ti ama kijaowe nseo, ranavane nsainy. Kemenyane ama kijaowe somamo Amisye apa kawasae awa sambayane ma.


NETBible: and when he had taken the scroll, the four living creatures and the twenty-four elders threw themselves to the ground before the Lamb. Each of them had a harp and golden bowls full of incense (which are the prayers of the saints).

NASB: When He had taken the book, the four living creatures and the twenty-four elders fell down before the Lamb, each one holding a harp and golden bowls full of incense, which are the prayers of the saints.

HCSB: When He took the scroll, the four living creatures and the 24 elders fell down before the Lamb. Each one had a harp and gold bowls filled with incense, which are the prayers of the saints.

LEB: And when he took the scroll, the four living creatures and the twenty-four elders fell down before the Lamb, each one of whom had a harp and golden bowls full of incense, which are the prayers of the saints.

NIV: And when he had taken it, the four living creatures and the twenty-four elders fell down before the Lamb. Each one had a harp and they were holding golden bowls full of incense, which are the prayers of the saints.

ESV: And when he had taken the scroll, the four living creatures and the twenty-four elders fell down before the Lamb, each holding a harp, and golden bowls full of incense, which are the prayers of the saints.

NRSV: When he had taken the scroll, the four living creatures and the twenty-four elders fell before the Lamb, each holding a harp and golden bowls full of incense, which are the prayers of the saints.

REB: As he did so, the four living creatures and the twenty-four elders prostrated themselves before the Lamb. Each of the elders had a harp; they held golden bowls full of incense, the prayers of God's people,

NKJV: Now when He had taken the scroll, the four living creatures and the twenty–four elders fell down before the Lamb, each having a harp, and golden bowls full of incense, which are the prayers of the saints.

KJV: And when he had taken the book, the four beasts and four [and] twenty elders fell down before the Lamb, having every one of them harps, and golden vials full of odours, which are the prayers of saints.

AMP: And when He had taken the scroll, the four living creatures and the twenty-four elders [of the heavenly Sanhedrin] prostrated themselves before the Lamb. Each was holding a harp (lute or guitar), and they had golden bowls full of incense (fragrant spices and gums for burning), which are the prayers of God's people (the saints).

NLT: And as he took the scroll, the four living beings and the twenty–four elders fell down before the Lamb. Each one had a harp, and they held gold bowls filled with incense––the prayers of God’s people!

GNB: As he did so, the four living creatures and the twenty-four elders fell down before the Lamb. Each had a harp and gold bowls filled with incense, which are the prayers of God's people.

ERV: After the Lamb took the scroll, the four living beings and the 24 elders bowed down before the Lamb. Each one of them had a harp. Also, they were holding gold bowls full of incense, which are the prayers of God’s holy people.

EVD: After the Lamb took the scroll, the four living things and the 24 elders bowed down before the Lamb. Each one of them had a harp. Also they were holding golden bowls full of incense. These bowls of incense are the prayers of God’s holy people.

BBE: And when he had taken the book, the four beasts and the four and twenty rulers went down on their faces before the Lamb, having every one an instrument of music, and gold vessels full of perfumes, which are the prayers of the saints.

MSG: The moment he took the scroll, the Four Animals and Twenty-four Elders fell down and worshiped the Lamb. Each had a harp and each had a bowl, a gold bowl filled with incense, the prayers of God's holy people.

Phillips NT: When he had taken the book, the four living creatures and the twentyfour elders prostrated themselves before the Lamb. Each of them had a harp, and they had golden bowls full of incense, which are the prayers of the saints.

DEIBLER: When he took the scroll, the four living creatures and the twenty-four elders …prostrated themselves/knelt down† before Jesus, the one who is like a lamb, to worship him. They each had a harp, and they had golden bowls full of incense that represents the prayers of God’s people.

GULLAH: Wen de Lamb tek de scroll, de fo ting wa got life dem an de twenty-fo elda dem git down fo de Lamb an woshup um op. Dey all been git haap fa play music een dey han an gole bowl dem. Dem bowl full op wid sweet smellin herb wa dey call incense. An de incense yah dat de pray ob de people wa blongst ta God.

CEV: After he had taken it, the four living creatures and the twenty-four elders knelt down before him. Each of them had a harp and a gold bowl full of incense, which are the prayers of God's people.

CEVUK: After he had taken it, the four living creatures and the twenty-four elders knelt down before him. Each of them had a harp and a gold bowl full of incense, which are the prayers of God's people.

GWV: When the lamb had taken the scroll, the four living creatures and the 24 leaders bowed in front of him. Each held a harp and a gold bowl full of incense, the prayers of God’s holy people.


NET [draft] ITL: and <2532> when <3753> he had taken <2983> the scroll <975>, the four <5064> living creatures <2226> and <2532> the twenty-four <1501> <5064> elders <4245> threw <4098> themselves to the ground <4098> before <1799> the Lamb <721>. Each of them <1538> had <2192> a harp <2788> and <2532> golden <5552> bowls <5357> full <1073> of incense <2368> (which <3739> are <1510> the prayers <4335> of the saints <40>).



 <<  Wahyu 5 : 8 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
Copyright
© 2010-2021
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Single Panel

Laporan Masalah/Saran