Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [ENDE]     [PL]  [PB] 
 <<  Wahyu 21 >> 

ACHIR SEGALA PERKARA: JERUSALEM BARU SURGA JANG BARU DAN BUMI JANG BARU

1Lalu tampaklah kepadaku surga jang baru dan bumi jang baru; surga jang pertama dan bumi jang pertama telah lenjap dan lautanpun tidak kelihatan lagi.

2Dan aku melihat Kota sutji, jaitu Jerusalem jang baru, turun dari Allah dari dalam surga, laksana pengantin wanita tjantik berhias untuk suaminja.

3Lalu aku mendengar suatu suara njaring berseru dari tachta: "Lihatlah, inilah Rumah Allah ditengah umat manusia! Ia akan berdiam bersama mereka. Merekalah umatnja, dan Dia, Allah-beserta-mereka, akan mendjadi Allah mereka.

4Dan Ia akan menjapu segala air mata dari mata mereka, dan mautpun tak akan ada lagi; tak akan ada perkabungan, atau tangisan, atau dukatjita, karena segala perkara jang mula-mula itu telah berlalu".

5Maka Dia jang bersemajam diatas singgasana itu bersabda: "Lihatlah, Aku memperbaharui segala-gala". - Dan Ia berkata kepadaku: "Tulislah segala sabda ini; karena semuanja amat tepat dan benar".

6Dan Ia berkata lagi kepadaku: "Telah terlaksana! Akulah Alfa dan Omega, Jang Awal dan Jang Achir. Barangsiapa dahaga, dia akan Kuberi minum dari sumber air hidup, dengan pertjuma.

7Barangsiapa menang, dia akan mewarisi semua ini, dan Aku akan mendjadi Allah baginja dan dia mendjadi puteraku.

8Tetapi bagi orang-orang penakut, jang tidak setia, bedjat, para pembunuh, pelatjur, penjembah berhala dan segala pendusta, bagian mereka ialah didalam lautan hangat dengan api dan belerang. Itulah kematian kedua".

JERUSALEM JANG BARU

9Maka satu dari malaekat-malaekat jang memegang tudjuh pinggan berisi tudjuh malapetaka terachir itu datang kepadaku, dan berkata: "Marilah! Aku akan menundjukkan kepadamu Permaisuri Anak Domba".

10Dan dalam roh ia membawa aku keatas sebuah gunung jang amat tinggi, dan menundjukkan kepadaku Kota Sutji, jaitu Jerusalem, jang sementara turun dari Allah dari dalam surga,

11dipenuhi dengan kemuliaan Allah; ia bertjahaja bagaikan batu permata jang amat berharga dan bagaikan batu jasib djernih seperti hablur.

12Adapun Kota itu dilingkari dinding jang amat tinggi dan berpintu gerbang duabelas buah, dan pada pintu-pintu gerbang itu berdirilah duabelas malaekat; diatasnja tertulis nama-nama, jaitu nama-nama keduabelas suku bangsa putera-putera Israel.

13Disebelah timur terdapat tiga pintu gerbang, disebelah utara terdapat tiga pintu gerbang, disebelah selatan terdapat tiga pintu gerbang, dan disebelah barat terdapat tiga pintu gerbang.

14Dan dinding kota itu mempunjai duabelas batu dasar dan diatasnja tertulis duabelas nama dari duabelas rasul Anak Domba.

15Adapun dia jang berbitjara kepadaku itu memegang sebuah tongkat pengukur dari emas untuk mengukur Kota itu dan pintu-pintu gerbangnja dan dindingnja.

16Adapun kota itu bentuknja empat persegi, pandjangnja sama dengan lebarnja. Dan iapun mengukur dengan pengukur emas dinding Kota itu; duabelas ribu stadi; pandjangnja, lebarnja dan djuga tingginja sama.

17Lalu ia mengukur dindingnja: seratus empatpuluhempat hasta - menurut ukuran manusia, dan djuga ukuran malaekat.

18Dinding itu tersusun dari batu jasib, sedangkan Kota sendiri itu dari emas sedjati, laksana hablur murni.

19Dasar-dasar dinding kota itu berhiaskan serba djenis batu permata: jang pertama dari batu jasib, jang kedua dari batu nilam, jang ketiga dari batu akik putih, jang keempat dari zamrud,

20jang kelima dari permata unam, jang keenam dari akik merah, jang ketudjuh dari batu piruz, jang kedelapan dari batu beril, jang kesembilan dari batu jakut, jang kesepuluh dari akik hidjau, jang kesebelas dari Pusparagam dan jang keduabelas dari batu martais.

21Adapun keduabelas pintu gerbang itu adalah duabelas mutiara: tiap pintu gerbang itu masing-masing terbuat dari sebutir mutiara. Dan pelataran Kota itu adalah dari emas sedjati, bening bagaikan katja.

22Tetapi tidak tampak kepadaku sebuah kenisah, karena Allah, Tuhan, Jang Mahakuasa sendiri adalah kenisahnja, sebagaimana djuga Anak Domba itulah kenisahnja.

23Dan Kota itu tidak memerlukan tjahaja matahari atau bulan, karena kemuliaan Allah meneranginja dan Anak Domba itulah lampunja.

24Dan segala bangsa berdjalan dalam tjahajanja, dan para radja sedunia membawa kedalamnja keagungan dan hormat.

25Pintu-pintu gerbangnja tidak akan tertutup pada siang hari, karena malam tak akan ada lagi disana.

26Keagungan dan kekajaan bangsa-bangsa akan dibawa kedalamnja.

27Tak suatupun jang nadjis akan masuk kedalamnja, tidakpun seorang jang melakukan sesuatu jang haram ataupun dusta; melainkan hanja mereka jang namanja tersurat didalam kitab kehidupan dari Anak Domba.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Wahyu 21 >> 


Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2020
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran