Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [SUNDA]     [PL]  [PB] 
 <<  Lukas 16 : 7 >> 

Sunda: Geus kitu nanya ka nu saurang deui, ‘Sabaraha hutang teh?’ Jawabna, ‘Tarigu sarebu karung.’ Ceuk eta pagawe, ‘Tulis dina ieu surat hutang: dalapan ratus.’


AYT: Kemudian kepala pelayan itu bertanya kepada orang lain, ‘Berapa banyak utangmu?’ Orang itu menjawabnya, ‘Seratus kor gandum.’ Lalu bendahara berkata kepadanya, ‘Ambillah surat utangmu dan tulislah bahwa utangmu 80 pikul.’

TB: Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.

TL: Setelah itu berkatalah ia kepada yang lain: Engkau ini, berapa banyak utangmu? Maka katanya: Gandum seratus pikul. Maka katanya kepadanya: Terimalah surat utangmu ini, tuliskan delapan puluh.

MILT: Kemudian dia berkata kepada yang lain: Dan engkau, berapa banyak kamu meminjam? Dan dia berkata: Seratus takar gandum. Dan dia berkata kepadanya: Ambillah surat utangmu, dan tulislah delapan puluh!

Shellabear 2010: Kepada yang berikutnya ia berkata, ‘Engkau, berapa utangmu?’ Orang itu menjawab, ‘Seratus pikul gandum.’ Pegawai keuangan itu berkata, ‘Ini suratnya, tulislah delapan puluh.’

KS (Revisi Shellabear 2011): Kepada yang berikutnya ia berkata, Engkau, berapa utangmu? Orang itu menjawab, Seratus pikul gandum. Pegawai keuangan itu berkata, Ini suratnya, tulislah delapan puluh.

Shellabear 2000: Kepada yang berikutnya ia berkata, ‘Engkau, berapa utangmu?’ Orang itu menjawab, ‘Seratus pikul gandum.’ Pegawai keuangan itu berkata, ‘Ini suratnya, tulislah delapan puluh.’

KSZI: &lsquo;Dia berkata kepada seorang yang lain, &ldquo;Berapakah hutangmu pula?&rdquo; &lsquo;Orang itu menjawab, &ldquo;Seratus pikul gandum.&rdquo; &lsquo;Pengurus itu berkata, &ldquo;Inilah kira-kiramu. Tulislah lapan puluh.&rdquo;

KSKK: Kepada yang kedua dia bertanya hal yang sama: 'Berapakah hutangmu?' Jawab orang itu: 'Seratus pikul gandum'. Lalu katanya kepada orang itu: 'Ambillah surat hutangmu dan tulislah delapan puluh pikul'.

WBTC Draft: "Kepada orang lain dia berkata, 'Berapa utangmu?' Kata orang itu, 'Seratus pikul gandum.' Katanya kepada orang itu, 'Ini, surat utangmu. Tuliskanlah dan ganti menjadi 80 pikul.'

VMD: Kepada orang lain dia mengatakan, ‘Berapa utangmu?’ Kata orang itu, ‘Seratus pikul gandum.’ Katanya kepada orang itu, ‘Ini, surat utangmu. Tuliskanlah dan ganti menjadi 80 pikul.’

AMD: Kemudian, bendahara itu bertanya kepada orang lain, ‘Berapa utangmu kepada majikanku?’ Orang itu menjawabnya, ‘Aku berutang seratus ikat gandum.’ Lalu bendahara berkata kepadanya, ‘Ini surat utangmu, kamu dapat menguranginya. Tulislah delapan puluh ikat saja.’

TSI: “Kepada orang berikut bendahara itu berkata, ‘Berapa utangmu?’ “Kata orang itu, ‘Seribu keranjang gandum.’ “Katanya kepada orang itu, ‘Sobat, inilah surat utangmu. Tulislah di situ menjadi delapan ratus saja!’

BIS: Kemudian ia berkata kepada orang yang kedua, 'Dan Saudara, berapa utang Saudara?' Orang itu menjawab, 'Seribu karung gandum.' Pegawai keuangan itu berkata kepadanya, 'Ini surat utangmu. Tulislah: delapan ratus.'

TMV: Kemudian dia berkata kepada orang yang kedua, ‘Berapakah hutangmu?’ Orang itu menjawab, ‘Seribu pikul gandum.’ Pengurus itu berkata kepadanya, ‘Inilah kira-kiramu; tulislah lapan ratus.’

BSD: Lalu pegawai keuangan itu bertanya kepada orang yang kedua, ‘Dan Saudara, berapa utangmu?’ Orang itu menjawab, ‘Seribu karung gandum.’ Pegawai keuangan berkata, ‘Ini surat utangmu! Tulislah: delapan ratus.’

FAYH: "'Dan utang Saudara berapa?' tanyanya kepada orang berikutnya. '25 ton beras,' jawabnya. Bendahara itu berkata, 'Ambillah surat utang Saudara ini dan gantilah dengan surat utang untuk 20 ton!'

ENDE: Kepada seorang lain ia berkata: Engkau ini, berapa utangmu? Sahut orang itu: seratus kor terigu. Kata bendahara: Inilah surat utangmu, tulislah: delapanpuluh!

Shellabear 1912: Setelah itu maka katanya kepada orang yang lain, Engkau pula, berapakah utangmu? Maka katanya, gandum seratus pikul. Maka katanya kepadanya Ambillah suratmu, tulis delapan puluh.

Klinkert 1879: Satelah itoe katanja kapada sa'orang lain: Maka engkau, berapakah hoetangmoe? Maka sahoetnja: Gandoem saratoes pikoel. Laloe katanja kapadanja: Ambillah soeratmoe, toelislah doelapan-poeloeh.

Klinkert 1863: Lantas katanja sama sa-orang lain: Maka angkau, hoetangmoe brapa? Maka katanja: Gandoem saratoes datjin. Maka katanja sama dia: Ambil soeratmoe, toelislah delapan poeloeh.

Melayu Baba: Kmdian dia kata sama lain orang, 'Angkau pula brapa angkau punya hutang?' Itu orang kata, 'S-ratus pikul trigu.' Dia kata sama dia, 'Ini-tah angkau punya surat, tulis lapan-puloh.'

Ambon Draft: Maka katalah ija pada jang berikot itu: Angkaw, barapa banjak angkaw punja hutang? Katalah ija: saratus ukoran gendom. Bersabdalah ija padanja: Ambillah surat-mu, tulis dulapan puloh.

Keasberry: Sutlah itu katanya kapada yang lain, Brapakah ada hutangmu? Maka jawabnya, sratus sukatan gandom. Maka katanya kapadanya, Ambillah suratmu, dan tulislah dulapan puloh.

Leydekker Draft: Komedijen deri pada 'itu katalah 'ija pada jang lajin: 'adapawn 'angkaw 'ini, barapa 'angkaw berhutang? maka katalah 'ija: saratus gantang gendom. Maka berkatalah 'ija padanja: 'ambillah suratmu, dan menjuratlah dawlapan puloh.

AVB: Dia berkata kepada seorang yang lain, ‘Berapakah hutangmu pula?’ Orang itu menjawab, ‘Seratus pikul gandum.’ Pengurus itu berkata, ‘Inilah kira-kiramu. Tulislah lapan puluh.’


TB ITL: Kemudian <1899> ia berkata <2036> kepada yang kedua <2087>: Dan <1161> berapakah <4214> hutangmu <3784>? Jawab orang <2036> itu: Seratus <1540> pikul <2884> gandum <4621>. Katanya <3004> kepada orang <846> itu: Inilah <1209> surat hutangmu <1121> <4675>, buatlah <1125> surat hutang lain: Delapan puluh <3589> pikul. [<4771> <1161> <2532>]


Jawa: Wong kang kapindho ditakoni: Lah kowe utangmu pira? Wangsulane wong mau: Gandum satus dhacin. Banjur dikandhani: Enya iki layang-utangmu. Gawea layang-utang liyane, tulisen: Wolung puluh dhacin.

Jawa 2006: Wong kang kapindho ditakoni: Lah kowé utangmu pira? Wangsulané wong mau: Gandum satus dhacin. Banjur dikandhani: Enya iki layang-utangmu. Gawéa layang-utang liyané, tulisen: Wolung puluh dhacin.

Jawa 1994: Wong sing kapindho ditakoni: ‘Lha kowé utangmu pira?’ Wangsulané wong mau: ‘Gandum satus rembat.’ Juru-gedhong nuli kandha: ‘Enya iki layangmu utang. Gawéa layang utang liyané. Tulisen: wolung puluh pikul.’

Jawa-Suriname: Wong sing nomer loro ditakoni: ‘Lah utangmu pira?’ Wongé semaur: ‘Gandum satus sakah!’ Penjawab banda mau terus ngomong: ‘Nya iki layang utangmu. Nggawéa layang liyané, ditulis 80 sakah.’

Sunda Formal: Nanya ka nu kadua: ‘Sabaraha hutang teh?’ Dijawab: ‘Saratus pikul gandum.’ Carekna: ‘Ieu surat hutangna, ganti ku nu anyar, jieun dalapan puluh pikul.’

Madura: Saellana jareya ponggaba buru ngoca’ ka oreng se kapeng dhuwa’, ‘Sampeyan, saponapa otangnga?’ Oreng jareya nyaot, ‘Gandum saebu karong.’ Ponggaba kauwangan jareya ngoca’ pole, ‘Paneka’ sorat otangnga sampeyan. Tore toles: ballung atos.’

Bauzi: Labi gagu neàdi da lada lam fa la. Labi ba neo dat meida neo gagome li duzu ahit ozobohuna neo vi ailo ab gagoham. ‘Oho dat nazoh dedate ame baleà vouhom vabat teo li esdam bak akatihasuhela?’ lahame labi vi gagu aiha ame da meida labe fa gago, ‘Em gandum oo keobe kaobu zi seribu lam eho vaha bake na lom kaio. Gi teoli esdalo,’ lahame labi gagu modeha ame toheda labe fa gago, ‘Làhà oho amu neha, “Ame baleà vouhoda tame,” lahame amu toeme esuhu sunit oboda nim oho naedat nasi ve nusu faatoi voou fa ahit, “Kaobu totbaho delapan ratus vaha,” lahame fa toeme gàhàdele. Labi kaobu totbaho dua ratus lam gi labihasu teo lele,’ lahame gagu neàdi neo ame naedate fa ame baleà vouhom vaba modesdam lahasuhu dam totbaho laba gi ame baket labihasu neo meeda. Amu duana loho bak lam fa gagome koededa. Ame dam zi labe ba diamut aba uledi deelem bake aho ame dam zi laba gi ame neà bak modehe bak lam nasi fet ozome meeda.

Bali: Teken ane lenan sedahane ento matakon kene: ‘Akuda ragane mautang ring gustin tiange?’ Pasaut anake ento kene: ‘Gandum siu pikul.’ Sedahane ento laut ngucap kene: ‘Niki ambil surat utang ragane. Wawanin karyanang surat utang sane lianan, tur unggahangja iriki: Gandum domas pikul.’

Ngaju: Limbah te ie hamauh dengan je kaduee, 'En pahari, pire utangm?' Oloh te tombah, 'Sakoyan karung gandom.' Pagawai keuangan te hamauh dengae, 'Toh surat utangm. Surat: hanya ratus.'

Sasak: Beterus ie bebase lẽq dengan saq kedue, 'Pire utangde?' Jawab dengan nike, 'Siyu karung gandum.' Bendahare nike bebase lẽq ie, 'Niki surat utangde, tulis baluq ratus.'

Bugis: Nainappa makkeda ri tau maduwaé, ‘Na iko saudara, siyaga inremmu?’ Nappébali iyaro tauwé, ‘Sisebbu karung gandong.’ Nakkeda iyaro pakkatenning dowié, ‘Iyaé sure’ inremmu. Okini: aruwa ratuna.’

Makasar: Nampa nakana mae ri tau makaruaya, ‘Na ikau siapa jaina inrannu?’ Appialimi anjo taua nakana, ‘Sisa’bu karung gandung.’ Nakanamo anjo pagawena ammolika doe’, ‘Allei anne sura’ pangnginrangannu. Sambei a’jari sagantuju bilangngang.’

Toraja: Namangka to nakuaomi lako tu senga’na misa’: Na iko pira indanmu? Nakua: Barra’ saratu’ pikulu’na. Nakuami lako: Alai tu sura’ indanmu, musura’i tama karua pulona.

Duri: Mangkai joo nakuamo lako tomangpenduanna, 'Na iko mane, pirara indanmu?' Mebalimi joo tau nakua, 'Sangsa'bu pikulu' gose'.' Nakuamo lako, 'Inde' to sura' indanmu. Uki' pole'i to laenna, muuki'i karua ratuhna pikulu'.'

Gorontalo: Lapatao tiyo lohintu ode ta wuwewo poli odiye, ’Wutato, ngolo bilolimu to oli tuwaniu?’ Tawu boyito lolametao, ’Pale mohetuto kado.’ Bondahara boyito loloiya ode tawu boyito odiye, ’Timao tuladu bilolimu wawu tulade mao bilolimu walulopulu lo kado.’

Gorontalo 2006: Lapatao̒ tio loloi̒ya mao̒ totaa oluolio, 'Wau Wutato, ngoolo biloli lowutato?' Tau boito lolametao̒, 'Ngolihu lokado pale.' Pogawee boito loloi̒ya olio, 'Utie tuladu lobilolimu. Tuladelo mao̒ walu lohetuto.'

Balantak: Noko daa koiya'a ia norobumo na mian korua'na taena, ‘Pipii a samayaam?’ Ia simbati mian iya'a taena, ‘Sololoon karung gandum.’ Pagawe panganaa' doi' iya'a norobumo na ko'ona taena, ‘Kani'i a surat samayaam. Tulismo: walu' atu karung.’

Bambam: Mane ma'kada polei lako indo kaduanna naua: 'Anna iko, sanaka iko indammu?' Natimba' naua: 'Sasa'bu kahum gandum.' Iya nauaammi: 'Indem suha' indammu, tuli'i kahua hatu' kahum.'

Kaili Da'a: Pade niulina ka tau ntanina, 'Sakuyamo indamu?' Nesonomo tau etu, 'Sanjobu karu ose.' Pade nangulimo wakele etu, 'E'imo sura inda komi. Tulisimo waluatu karu.'

Mongondow: Onda intua sia noliboí kon intau induanya, 'Tongonu im bolimu?' Intau tatua noguman, 'Gandum mogatut nokarong.' Da' kaiín bendahara doman tatua, 'Na'a in surat bobolianmu. Baḷuiai in surat tanion bo pais waḷu nopuḷuh nokarong.'

Aralle: Pihsananna mao bung pano di tau ang senga' anna nakutanaii naoaintee, 'O ya' dio, sangngaka dio indammu?' Mentimba'mi yato tau naoatee, 'Sansa'bu kahung banne.' Naoa bumintee, 'Indeeng yato suha' buhtinna indammu, dahi dinoa penandaii uki' sala di mesa suha' pahoi'i supung kahua atu'na kahung banne indammu.'

Napu: Roo indo, lao i tauna au hadua, nauliangaa: 'Oyo, hangkia indamu?' Nahanai: 'Hasabu karuna pare.' Nauli topobago iti: 'Idemi sura indamu. Mohudamoko, nuuki pea inde ualu atuna karuna.'

Sangir: Bọu e i sie nẹ̌bera su tau karuane, 'Kụ si kau pirạ e utangu e?' Tau e simimbang, 'Sěhiwu su karong'u gandung.' Sawohị e nẹ̌bera si sie, 'Ini al᷊ạko surat'u utangu. Bohẹ e: ual᷊u hasụ.'

Taa: “Yako etu rata tau to kadua, wali to papolaong etu mampotanaka resi ia, to’onya, ‘Sawei inda ngkorom?’ “Wali tau etu mangansono, ‘Sansowu karu gandum.’ “Pei to papolaong etu manganto’oka ia, ‘Oko sura nu inda ngkorom pei tulis wo’u wayu atu karu.’ Wali ewa see seja inikanya resi samparia tau to re’e indanya resi tau sugi etu. Wali ewa wetu naika nto papolaong etu mampakasanang raya nsa’e see ane tempo to darata sira damasanang seja mangansawang ia.

Rote: Basa boema nafa'da hataholi kadua. 'Ma o mahuta de'ubee?' Hataholi ndia nataa nae, 'Gandum kalong lifun esa.' Pegawi mana pe'da doik ndia nafa'dan nae, 'O susula huta ma nde ia. Sulak natun falu leona.'

Galela: Qabolo de wotemo o nyawa ma sinotoka, 'De ngona ani nagi gena o kiamoi.' O nyawa gena wosango, 'O igo o karung cala moi.' O arata ma jojaga una magena wotemo, 'Manena ani nagi ma surati, nalefo ka o karung ratu tupaange.'

Yali, Angguruk: Hiyag itisiyon ino larisimu pirenehon ino waharisimu ubam kapal haruk lit, 'Nikniyen angge nunggeyen paleg lahen?' irisimu, 'Nasi anggen sum teng uhan paleg lahi,' irisimu, 'Paleg lahen angge fahet suwesingga haharoho foroho lahiyon tu wereg. Sum teng uhan ware fesemihinteg sum teng hinahan haharin,' ulug hiyag itisi."

Tabaru: Ge'enaka de wongose wimoikali, 'Ngona, 'Esa moi, 'ani nagimi 'okia moi?' 'O nyawa gu'una wosango, ''O bira 'o karongo caana moi.' 'O pipi ma ga-gao gu'una kawongosekau 'unaka, 'Neda 'ani nagimi ma surati. Nalefoku ka 'o ratusu tuangerou.'

Karo: Kenca bage isungkunna ka kalak si deban nina, 'Kam kasa kai utangndu?' Erjabap ia, '300 guni page.' Emaka nina bendahara e, 'Enda surat utangndu, suratken 250.'

Simalungun: Bani na legan use ihatahon, ?Ia ho, sadiha do utangmu?? Nini ma, ?Saratus sumpit omei.? Ihatahon ma hu bani, ?On ma surat ni utangmu, suratkon ma ualuh puluh!?

Toba: Tu na asing muse didok: Ia ho, sadia do sigararonmi? Saratus tuhukan eme! Gabe didok tu ibana: Alap ma suratmi, dung i surathon ma: Ualupulu!

Dairi: Kessa i, idokken mo taba sipeduaken, 'Kono sadikè utangMu?' 'Seratus pikkul pagè ngo,' nina. Nai idokken kesakaten riar idi mo mbangsa, 'Na surat utangmi. Suratken mo ualuh puluh.'

Minangkabau: Kudian inyo batanyo pulo kabake urang nan kaduwo, 'Angku, bara utang angku?' Urang tu manjawab, 'Saribu sumpik gandun.' Pagawai tukang pacik pitih tu bakato kabake inyo, 'Ikonyo surek utang angku. Tulihkanlah sajolah: salapan ratuih.'

Nias: Aefa da'õ imane ba ganete da'õ, 'Ha'uga gõmõu gõi, talifusõ?' Itema li niha andrõ, 'Saribu karu gandru!' Ba imane fagaw̃e andrõ khõnia, 'Ya'e zura gõmõu. Sura: w̃alu ngaotu!'

Mentawai: Lepá kuanangan ka tubut siooi sikarua, 'Kekeu, Saraina, piga nuntu utaknu?' Aleginangan nia, 'Sangaribu ngagoni gandum.' Oto kuanangan ka matania si bendahara, 'Aikoíné surat utaknu. Surat'akéan lé balu ngotu ngagoni.'

Lampung: Kak raduni ia cawa jama jelma sai kerua, 'Kantik, pira utangmu?' Jelma ano ngejawab, 'Seribu karung gandum.' Pegawai keuangan ano cawa jama ia, 'Inji surat utangmu. Tulisko: walu ratus.'

Aceh: Óh lheueh nyan jipeugah teuma bak ureuëng nyang keudua, ‘Dan gata, padubna utang gata?’ Jijaweueb lé ureuëng nyan, ‘Siribée boh umpang gandom.’ Peugawée bagian mat péng nyan laju jipeugah bak ureuëng nyan, ‘Nyoe surat utang gata, tuléh: lapan reutôh.’

Mamasa: Nakuamo lako inde kaduannae: ‘Pira iko indammu?’ Natimba' nakua: ‘Sasa'bu karung gandum.’ Nakuammi: ‘Indemi sura' indammue, uki'mi karua ratu'na karung.’

Berik: Ane pegawai jeiserem angtane afelnaiserem ga bala, 'Bona imna ga fomera?' Angtane jeiserem ga tamawola, 'Baras, 1.000 sak.' Pegawai doimana jeiserem angtane jeiserem ga bala, 'Bona imna ga aare. Gase tulistababi enggammer 800 sak!'

Manggarai: Poli hitu, mai taén ngong ata te suan: Asa de hau, pisad raungm? Mai walé data hitu: ceratus békad gandum. Mai taén ngong ata hitu: Ho’o surak raungm, pandé surak raung weru kaut: Alompulu békad.

Sabu: Ta alla pemina harre, ta lii ri ke no pa do kedhue ne, 'Nga tuahhu, henga ne kallu au?' Ta bhale ke ri ddau do naanne, 'Hetabbha karo gandum.' Ta lii ke ne mone takka doi ne pa no, 'Oni ne huri kallu au ne. Bhuke: ta aru ngahu we.'

Kupang: Ais dia pi tanya orang nomer dua bilang, ‘Ko lu lai ada utang barapa?’ Dia manyao bilang, ‘Beta utang 1.000 karong padi.’ Itu kapala urusan kasi tau bilang, ‘Robe buang lu pung surat utang lama tu, abis tulis yang baru bilang, 800 karong sa.’

Abun: Or o pakwerut gato jom yepasye bi suk mwa ne ndo mo ye kedowe o do, 'Nan bi bon kom mo ot ne?' Ye ne ki do, 'Ji bi bon ne kom mo fas karung ribu dik.' Pakwerut ne ki do, 'Sane nan rus nan bi bon gato ji krom ré wé, ete nan krom do, nan bi bon kom mo fas karung wotin munggwo sor re, wotin we yo, men misyar sor.'

Meyah: Beda ofa ejeka gu osnok egens egema deika oida, 'Mar okowu ongga angh gu bua bera erek meidu?' Beda osnok egens koma oroun oida, 'Mar okowu ongga angh gu didif bera erek gandum karon ribu egens.' Beda osnok egens ongga ofij orna mei ahtah koma agot oida, 'Erek koma beda bua buh gandum karon wuntin cinja orfomu gu didif ojgomu!'

Uma: "Oti toe, pai' na'uli'-ki karodua-na: 'Hiaa' iko, hangkuja-kowo inta-nu?' "Natompoi'-hawo: 'Hancobu karu' pae.' "Na'uli' topobago toei: 'Ohe'i sura inta-nu, uki'-mi walu atu karu'-wadi.'

Yawa: Umba naije akato, po raura vatano jirum ai jakato pare, ‘Arakove, ananugo sya akarije pare nyo raugakare aije mamo ama mangke nanto no ruimaisya?’ Umba vatane wato po raura nande ai pare, ‘Kasyambere ama karone ribuge intabo.’ Umba vatano panapatambe umawe po raura nanto ai pare, ‘Syare syo nya ana nyo ravae ama mangke raotar, ti nanto no ratusije kaumandei bayave.’


NETBible: Then he said to another, ‘And how much do you owe?’ The second man replied, ‘A hundred measures of wheat.’ The manager said to him, ‘Take your bill, and write eighty.’

NASB: "Then he said to another, ‘And how much do you owe?’ And he said, ‘A hundred measures of wheat.’ He *said to him, ‘Take your bill, and write eighty.’

HCSB: "Next he asked another, 'How much do you owe?' "'A hundred measures of wheat,' he said. "'Take your invoice,' he told him, 'and write 80.'

LEB: Then he said to another, ‘And how much do you owe?’ And he said, ‘A hundred measures of wheat.’ He said to him, ‘Take your promissory note and write eighty.’

NIV: "Then he asked the second, ‘And how much do you owe?’ "‘A thousand bushels of wheat,’ he replied. "He told him, ‘Take your bill and make it eight hundred.’

ESV: Then he said to another, 'And how much do you owe?' He said, 'A hundred measures of wheat.' He said to him, 'Take your bill, and write eighty.'

NRSV: Then he asked another, ‘And how much do you owe?’ He replied, ‘A hundred containers of wheat.’ He said to him, ‘Take your bill and make it eighty.’

REB: Then he said to another, ‘And you, how much do you owe?’ He said, ‘A hundred measures of wheat,’ and was told, ‘Here is your account; make it eighty.’

NKJV: "Then he said to another, ‘And how much do you owe?’ So he said, ‘A hundred measures of wheat.’ And he said to him, ‘Take your bill, and write eighty.’

KJV: Then said he to another, And how much owest thou? And he said, An hundred measures of wheat. And he said unto him, Take thy bill, and write fourscore.

AMP: After that he said to another, And how much do you owe? He said, A hundred measures [about 900 bushels] of wheat. He said to him, Take back your written acknowledgement of obligation, and write eighty [about 700 bushels].

NLT: "‘And how much do you owe my employer?’ he asked the next man. ‘A thousand bushels of wheat,’ was the reply. ‘Here,’ the manager said, ‘take your bill and replace it with one for only eight hundred bushels.’

GNB: Then he asked another one, ‘And you -- how much do you owe?’ ‘A thousand bushels of wheat,’ he answered. ‘Here is your account,’ the manager told him; ‘write eight hundred.’

ERV: “Then the manager asked another one, ‘How much do you owe my master?’ He answered, ‘I owe him 100 measures of wheat.’ Then the manager said to him, ‘Here is your bill; you can make it less. Write 80 measures.’

EVD: Then the manager said to another man, ‘How much do you owe my master?’ The man answered, ‘I owe him 60,000 pounds of wheat.’ Then the manager said to him, ‘Here is your bill; you can make it less. Write 50,000 pounds.’

BBE: Then he said to another, What is the amount of your debt? And he said, A hundred measures of grain. And he said to him, Take your account and put down eighty.

MSG: "To the next he said, 'And you, what do you owe?' "He answered, 'A hundred sacks of wheat.' "He said, 'Take your bill, write in eighty.'

Phillips NT: Then he said to another, 'And what's the size of your debt?' 'A thousand bushels of wheat,' he replied. 'Take your bill,' said the agent, 'and write in eight hundred.'

DEIBLER: He said to another man, ‘How much do you owe?’ The man replied, ‘A thousand bushels of wheat.’ The manager said to him, ‘Take your bill and change it to eight hundred bushels!’ He did similar things for the others who owed his master money.

GULLAH: Den de wokman een chaage aks noda one say, ‘Hommuch ya owe me bossman?’ Dat one ansa, ‘A owe um one tousan bushel ob wheat.’ De one een chaage tell um say, ‘Yah ya bill. Change de one tousan wa write down dey ta eight hundud.’

CEV: The manager asked someone else who was in debt to his master, "How much do you owe?" "A thousand bushels of wheat," the man replied. The manager said, "Take your bill and write 'eight hundred'."

CEVUK: The manager asked someone else who was in debt to his master, “How much do you owe?” “A thousand sacks of wheat,” the man replied. The manager said, “Take your bill and write ‘eight hundred’.”

GWV: "Then he asked another debtor, ‘How much do you owe?’ "The debtor replied, ‘A thousand bushels of wheat.’ "The manager told him, ‘Take the ledger, and write "eight hundred!"’


NET [draft] ITL: Then <1899> he said <2036> to another <2087>, ‘And how much <4214> do you owe <3784>?’ The second man replied <2036>, ‘A hundred <1540> measures <2884> of wheat <4621>.’ The manager said <3004> to him <846>, ‘Take <1209> your <4675> bill <1121>, and <2532> write <1125> eighty <3589>.’



 <<  Lukas 16 : 7 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Single Panel

Laporan Masalah/Saran