Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [AYT]     [PL]  [PB] 
 <<  Roma 8 : 23 >> 

AYT: Dan bukan hanya ini, tetapi kita sendiri pun yang menerima buah sulung Roh juga mengerang dalam diri kita sendiri, sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu penebusan tubuh kita.


TB: Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.

TL: Dan bukannya itu sahaja, melainkan kita sendiri pun yang beroleh buah sulung Roh itu, bahkan, kita ini sendiri juga mengerang pada batinnya dengan menanti-nanti hal menjadi anak angkat, yaitu tebus tubuh kita.

MILT: Dan bukan hanya itu, tetapi juga kita sendiri, dengan beroleh buah sulung Roh, kita di dalam diri kita sendiri juga mengeluh sambil sungguh-sungguh menantikan adopsi sebagai anak, yaitu penebusan tubuh kita.

Shellabear 2010: Bukan mereka saja, melainkan juga kita, yang telah memperoleh buah sulung Ruh, mengerang dalam hati sementara kita menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu penebusan tubuh kita.

KS (Revisi Shellabear 2011): Bukan mereka saja, melainkan juga kita, yang telah memperoleh buah sulung Ruh, mengerang dalam hati sementara kita menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu penebusan tubuh kita.

Shellabear 2000: Bukan mereka saja, melainkan juga kita, yang telah memperoleh buah sulung Ruh, mengerang dalam hati sementara kita menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu penebusan tubuh kita.

KSZI: Lebih daripada itu, kita sendiri yang mendapat buah pertama Roh Allah, turut mengerang dalam batin sambil menanti-nantikan pengangkatan sebagai anak Allah, iaitu penebusan tubuh kita.

KSKK: Bukan hanya ciptaan itu, tetapi juga kita sendiri. Meskipun Roh telah diberikan kepada kita sebagai pendahuluan untuk apa yang akan kita terima, namun dalam batin kita merintih dan dengan rindu menantikan hari itu, ketika Allah akan mengangkat kita menjadi anak dan menebus tubuh kita juga.

WBTC Draft: Dan bukan hanya dunia ini, tetapi kita juga mengeluh dalam hati kita. Kita mempunyai Roh sebagai bagian pertama dari janji Allah. Jadi, kita menantikan Allah menyelesaikan pengangkatan kita menjadi anak-Nya sendiri. Maksudku ialah kita menantikan tubuh kita dibebaskan.

VMD: Dan bukan hanya dunia ini, tetapi kita juga mengeluh dalam hati kita. Kita mempunyai Roh sebagai bagian pertama dari janji Allah. Jadi, kita menantikan Allah menyelesaikan pengangkatan kita menjadi anak-Nya sendiri. Maksudku ialah kita menantikan tubuh kita dibebaskan.

TSI: Dan bukan hanya makhluk hidup di dunia saja yang merasakan kesusahan ini. Tetapi kita yang sudah menerima Roh Allah pun merasa bersusah hati. Akan tetapi Roh-Nya merupakan jaminan bagi kita bahwa kita akan menerima semua yang dijanjikan Allah. Karena itulah dengan yakin dan sukacita kita menantikan saatnya Allah menyatakan segala sesuatu yang sudah Dia sediakan bagi semua anak angkat-Nya. Pada saat itu jugalah tubuh kita dibebaskan dari kuasa dosa dan kematian.

BIS: Dan bukannya seluruh alam saja yang mengeluh; kita sendiri pun mengeluh di dalam batin kita. Kita sudah menerima Roh Allah sebagai pemberian Allah yang pertama, namun kita masih juga menunggu Allah membebaskan diri kita seluruhnya dan menjadikan kita anak-anak-Nya.

TMV: Bukan sahaja alam semesta yang merintih, tetapi kita juga merintih dalam batin. Kita yang sudah menerima Roh Allah sebagai kurnia Allah yang pertama, pun masih menunggu masanya Allah menjadikan kita anak-anak-Nya dan membebaskan diri kita seluruhnya.

BSD: Dan bukan seluruh alam saja yang mengeluh, tetapi kita pun mengeluh di dalam hati. Kita yang sudah menerima Roh Allah tinggal di dalam diri kita sebagai pemberian yang pertama dari Allah kepada kita, kita pun masih mengeluh. Kita menunggu Allah membebaskan setiap bagian dari diri kita dan menjadikan kita anak-anak-Nya.

FAYH: Bahkan kita, orang-orang Kristen, walaupun memiliki Roh Kudus di dalam kita sebagai permulaan dari kemuliaan yang akan datang, juga mengerang dan ingin dibebaskan dari sakit dan penderitaan. Dengan penuh harap kita juga menantikan hari Allah akan memberi kita hak penuh sebagai anak-anak-Nya, termasuk juga tubuh baru yang dijanjikan-Nya kepada kita, yaitu tubuh yang tidak akan sakit lagi dan tidak akan mati.

ENDE: Dan bukan dia sadja, melainkan kita, jang sudah mempunjai anugerah pokok dari Roh, kita sendiri pun mengeluh dalam lubuk hati, karena merindukan pengangkatan sebagai putera dan pembebasan tubuh kita.

Shellabear 1912: Maka bukan demikian saja, melainkan kita ini pun yang beroleh buah bungaran Roh itu, bahkan kita ini pun mengerang dalam diri kita, serta menantikan hal anak angkat, yaitu tubuh badan kita.

Klinkert 1879: Dan boekan itoe sadja, melainkan diri kita pon, jang telah berolih boewah soeloeng Roh, kita sendiri pon berkeloeh dalam diri kita sambil menanti-nanti akan hal kita di-angkat anak, ija-itoe akan penanggalan toeboeh kita.

Klinkert 1863: Dan boekan ini sadja, melainken kita sendiri djoega, jang soedah mendapet boewah soelong Roh itoe, kita sendiri djoega mengeloh dalem diri kita, serta menantiken kita di-angkat anak: {Luk 21:28} ija-itoe teboesan badan kita.

Melayu Baba: Dan bukan itu saja, ttapi kita ini pun yang ada itu Roh punya buah-bungaran, kita pun mngrang dalam diri kita serta mnantikan kita punya pangkat anak-angkat, ia'itu kita punya badan punya tbusan.

Ambon Draft: Dan bukan sadja ini, tetapi lagi kami ini, jang ber-punja hulu-hulu; an jang per-tama deri pada Roch itu, ka-mi djuga h/elah susah di da-lam diri kami, dengan ber-nanti-nanti ka; angkatan anak-anak, kalepasan tuboh kami.

Keasberry: Dan bukannya marika itu sahja, mulainkan diri kita pun, yang tulah mundapat buah bungaran sulong Roh itu, kita sundiri pun mungurang dalam diri kita sundiri, surta munantikan akan diangkat anak, iya itu tubusan tuboh kita.

Leydekker Draft: Maka bukan sadja 'ini, hanja lagi kamij sendirij, jang sudah ber`awleh hulu 2 an Rohh, bahuwa kamij 'ini sendirij meng`aloh dalam dirij kamij, sambil menantikan peng`angkatan 'anakh 2, jaxnij penubusan tuboh kamij.


TB ITL: Dan <2532> bukan <3756> hanya <3440> mereka <846> saja, tetapi <235> kita yang telah menerima <2192> karunia sulung <536> Roh <4151>, kita <2249> juga <2532> mengeluh <4727> dalam <1722> hati kita <1438> sambil menantikan <553> pengangkatan sebagai anak <5206>, yaitu pembebasan <629> tubuh <4983> kita <2257>. [<1161> <846>]


Jawa: Lan ora ngamungake iku bae, dalasan kita dhewe kang wus kaparingan Sang Roh minangka ganjaran wiwitan, uga padha sesambat sajroning ati kalawan nganti-anti marang kaputran, yaiku pangluwaraning badan kita.

Jawa 2006: Ora mung wong-wong iku baé, nanging kita kang wis kaparingan Roh minangka ganjaran wiwitan, uga padha sesambat sajroning ati kalawan nganti-anti wektuné kaangkat putra, yaiku pangluwaraning badan kita.

Jawa 1994: Ora mung para tumitah sing padha sambat, nanging kita dhéwé ing batin iya padha nggresah: Yakuwi sajroning nganti-anti marang wektu enggoné Gusti Allah arep ngangkat kita dadi para putrané lan ngluwari badan kita sasampurnané, sanajan kita wis padha diparingi Rohé Gusti Allah, yakuwi peparing sing kaparingaké sepisanan.

Jawa-Suriname: Ora namung jagat sing sambat, nanging uga awaké déwé iki sing nampa pawèhé Gusti Allah sing sepisanan, yakuwi Roh Sutyi. Awaké déwé sing wis kanggonan Roh Sutyi uga pada nggresah ing sakjeroné kebatinan, sak barengé awaké déwé ngarep-arep wantyiné enggoné Gusti Allah bakal ngangkat awaké déwé, ditetepké dadi anaké lan nganyarké badané awaké déwé dadi badan sing langgeng.

Sunda: Anu humarurung kitu teh lain dunya bae, urang oge, anu geus nampa Roh Allah (kurnia Allah anu katampa pangheulana), humaregung sajeroning batin, ngarep-ngarep sangkan diri urang sakujur gancang-gancang dibebaskeun ku Allah sarta dijadikeun putra-putra-Na.

Sunda Formal: Lain batur bae anu kitu teh, urang oge anu geus ti heula ginanjar Ruh, sarua rumahuh jeroning kalbu; eta teh bawaning kumejot ngarep-ngarep hak kaputraan tea, nya eta leupasna badan urang tina kabinasaan tea.

Madura: Ban se aserro banne saantero alam saos; sampeyan sareng kaula sadaja jugan aserro e dhalem ate. Sampeyan sareng kaula ampon narema Errohna Allah menangka paparengnga Allah se dha’-adha’, namong sampeyan sareng kaula sadaja gi’ rep-arebban Allah se mabebasa sampeyan sareng kaula sadaja ban madaddi sampeyan sareng kaula sadaja tra-pottrana.

Bauzi: Ba na zi lamota geàdam vabak. Im Kristus bake tu vuzehehe dam abo Alam Aha Nutabe Neàna labe iba vizi vuusdam dam nibe im laha im ahu ad niba laha modi geàdam bak. Ame Alam Aha Nutabe Neàna labe im ahu ad niba lab vizi vuusdam bak lam Alat nasi fet modemna am. Ba diamut Alat Am feà bak lam iba fi zeam bitoi im tau feà damalem bak ehe bak. Labihàmu iho adnahet geàdam labe nehasu vou faoda. Alat ba diamut iba modi im Am dam aaboli neàdi iba fi hasi vizi meedamna laba ozome ilahu vou faoda. Abo im so niba modealahana zi nibe modi vanamamna fa vaitoi fa so gàhàli neàbodem bake laha vou faoda. Labihasu vou faodam di nibe gi geàdam bak.

Bali: Boya buana miwah sadagingipun kewanten sane mataanan; nanging taler iraga sane sampun nampi paica Roh Ida Sang Hyang Widi Wasa, inggih punika minakadi paica sane pangawit saking Ida Sang Hyang Widi Wasa, taler mataanan ring angen iragane, rikala iraga ngati-ati mangda iraga kadadosang paraputran Idane tur sikian iragane kabebasang antuk Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Ngaju: Tuntang dia baya salepah langit tuntang petak bewei je manarahing; itah kabuat mahin manarahing huang atei itah. Itah jari manarima Roh Hatalla kilau panengan Hatalla ije mambatang, tapi itah magon kea mentai Hatalla maliwus itah samandiai tuntang manjadian itah jadi anak Ayue.

Sasak: Ndẽqne selapuq mahluk doang saq ngeluh, laguq ite mẽsaq ẽndah ngeluh lẽq dalem atẽnte. Ite saq sampun nerimaq paice lẽman hasil penembẽq Roh Allah, ite masih doang ngantih piran Allah bẽbasang diriqte selapuqne dait jariang ite bije-bije dowẽ-Ne.

Bugis: Sibawa tenniya sininna alangngé bawang maddaréké, idi paimeng maddaréké ri laleng batétta. Purani ritarima Rohna Allataala selaku pabbéréna Allataala iya pammulangngé, iyakiya ritajeng mupi Allataala paleppe’i sininna aléta sibawa pancajiki ana’-ana’-Na.

Makasar: Ba’lalo teai linoa bawang akkunrareng; passangalinna manna ikatte akkunrareng tongi lalang atinta. Le’ba’mi nitarima RohNa Allata’ala. Iaminjo passare uru-uruNa Allata’ala. Mingka attayangijaki’, sollanna nilappassang todong sikontu batangkalenta ri Allata’ala siagang Napa’jariki’ ana’-ana’Na.

Toraja: Sia tangia manna to, sangadinna kita duka tu unnappa’namo bunga’ pamengan –, iamotu Penaa, kita duka sumarroki’ lan kaleta umpeagi kadianakanta, iamotu katilendokanna batang kaleta.

Duri: Na te'da na ia manda to napaden Puang, apa moi kita' sumarro na maparri' tooki'. Moiraka tamangkamo ntarima Roh Allataala, to bungah barakka', apa ntajan unapiki' la naganna'i Puang Allataala to kadila'bakanta' jio mai kuasa dosa napupenjajiki' anak.

Gorontalo: Wawu dila bo wambao timongoliyo ta hengulua, bo ito olo ta ma lololimo Roh lo Allahuta'ala lowali tuwota awali lo bahagiyanginto u ma siladiya mao lo Allahuta'ala to soroga. Ito hewolola da'a hewulata sa'ati ito mololimo budeli lonto Allahuta'ala sababu ito mongowala-Iyo, deuwitoyito sa'ati popobebasiya-Liyo batanganto.

Gorontalo 2006: Wau diila bo wambao̒ ngoilanggubu aalamu u hemo po@ilaalo suukali; ito lohihilao olo hemo po@ilaalo suukali todelomo hilaanto. Ito malo lolimo Rohullah odelo wowohi mai lo Allahu Taa̒ala ubohulio, bo boli odito ito olo donggo hemohima Allahu Taa̒ala mopo lopatai batanganto lea-leaatulo mao̒ wau mopowali olanto mongo wala-I̒o.

Balantak: Ka' taasi' tongko' men nisidakon a men mongkoinanang. Kitapo uga' mongkoinanang na noanta. Kita nangalabotmo Alus Molinas bookoi parasikootta men ia rookon Alaata'ala, kasee i kita uga' dauga' mempeperai Alaata'ala montololoki wakanta, ka' minsidakon i kita anak-Na.

Bambam: Anna taia angga mandi pa'padadinna Puang Allataala mengkaloa', sapo' kitaa' duka' to matappa' mengkaloa'kia' duka' illaam penabanta. Puha salangkia' kita nabeem Penaba Masehona Puang Allataala. Moi anna susi sapo' tapemmitai sianna' duka' temo wattunna la napasitäntängam dosa inde bätä puntinta anna la tepum mendadikia' änä' ikalena.

Kaili Da'a: Pade da'a aga pura-pura to nipajadi Alatala to nekakai, tapi kita topomparasaya i Pue Yesus wo'u nekakai riara nta'ita. Kita nalentora mompopea tempo Alatala manggabasaka kita nggari kuasa kamatea pade mompakanoto kita mpu'u-mpu'u nionggotaka majadi anana. Ninjanita tempo etu kana marata sabana kita nipesua Nosa Nagasa nu Alatala ewa tandaina pojanjina ka kita kana rapakadupa.

Mongondow: Bo de'emanbií tongaí mosia i mogamui, ta'e kitabií doman inta ain notarima kon Roho i Allah. Tua in o'ogoi i Allah inta muna, tongaí kita in umuranpabií doman mogoḷat makow ko'i Allah mopobebas kom bayongan awak naton bo baliíon-Nya ing kita ki adií-Nya mita.

Aralle: Anna dai lino supu ang mohahaeng, ampo' kita' tou kita' to Sahani mohahaeng yaling di inahanta. Puhamingke untahimbo pebeana Puang Alataala ang uhuna, dianto Inaha Maserona. Ampo' mangngempe tukingke kita' di pihhang la napabeba'ingkea' Puang Alataala di hao mai di dosa anna kamateang, anna napadahiingkea' änä'-änä'na.

Napu: Hai bara pea dunia ide au mantodiha. Ikita to Sarani, mantodiha worike i lalu katuwonta. Mampegiamoke tempona Pue Ala mokabaha watanta hangko i kapate, Nadokoke nodo anaNa, hai Naweike katuwo mahile. Taisa kaina hawena tempo iti, lawi tadokomi Inao Malelaha hangko i Pue Ala nodo tanda podandiNa irikita.

Sangir: Dingangu wal᷊ine kětạeng patikụ diadikang rụdal᷊umpasiang; kaiso i kitẹewe lai rụdal᷊umpasiang su ral᷊ungu naung i kitẹ. I kitẹ seng něnarimạ Rohkẹ̌ u Ruata nakoạ laonggọu Ruata kahumotongange, kaiso i kitẹ bědang lai mạngampal᷊ẹ̌ Duata mapakal᷊iwir'u watangeng i kitẹ kěbị dingangu mapakariading kitẹ manga anạ'E.

Taa: Pei si’a ojo anu to napapowali i mPue Allah etu to sakarai, kita seja. Pei kita room mangarata i Nosa Mapasing wali i Nosa Mapasing semo tondong samparia anu to tiroo danawaika i mPue Allah kita. Wali kita seja sakarai mangampeas temponya i Pue Allah damangalapa koro ngkita yako ri kuasa ngkapate pasi mampaponsanika tau boros kita semo anaNya.

Rote: Tehu ta ka'da daebafa ka mesa kasa hoo-nggu'u fa; te ita hoo-nggu'u nai ita dalen dale boe. Ita sipo basa Manetualain Dula Dale na da'di neu Manetualain baba'e-babati makasososa na, tehu ita boeo bei tahani Manetualain soi-tefa na ita so'da na basa-basan lala'ena fo Ana tao ita da'di Ndia anan.

Galela: De upa ka cawali o bi moi-moi o Gikimoi wosidadadika, duma ngone masirete lo kanaga podamaha de nanga sininga foloisi qanali. Sababu ngone pamake o Gurumi Qatetebi gena maro o Gikimoi Awi ngongike ma nonoma ngoneka, so de nanga ngongano foloi ilamo asa podamaha done wonasimulia. Gena ma orasika done Una wonaqehe ngone maro Awi ngopa masirete, so nanga rohe o dunia manena ma dorouno wosisupu.

Yali, Angguruk: It eneg asengseng haruk lit wereg eleg. Nir oho Allahn hime pen nisaruk hag toho Allah hime fanowon og nisarisiyon asengseng haruk lit Umaliki hag toho indag nenebuhumu nenebe fano amuhukon ino fahet yet teg lahe.

Tabaru: De duga ka'enawa 'itudu-tudunu ma 'ena ngone ma sirete mita potudunu nanga singina ma dodaka. Ngone padawongokau 'o Ngomasa 'Itebi-tebini ge'ena la ma Jo'oungu ma Dutu 'awi co-catu ma di-disiraka, ma ngone kapodadanuosi mita ma Jo'oungu ma Dutu wosipidili nanga roese 'iodumu 'o sowonoka de wonadiai to 'una 'awi ngowa-ngowaka.

Karo: Janah labo e saja, tapi kita pe si nggo ngaloken Kesah selaku jaminen i bas pemere-pemere Dibata si nandangi IberekenNa man banta, kelsehen nge nimai Dibata ndungi pengangkatenta jadi anak-AnakNa, eme nebusi badanta.

Simalungun: Ambah ni ai, age hita, na dob manjalo limbuah ni Tonduy in, marhoih do ibagas uhurta, paima-imahon haanakon, ase maluah pamatangta.

Toba: Angkup ni i, nang hita angka naung manjalo patumonaan ni Tondi i, marhoihoi di bagasan rohanta, paimaimahon haanakon, asa disi marhaluaon pamatangta.

Dairi: Janah dèng ma oda ngo pellin sagumanna tinempa i kessa kekelsohen, kita sendiri pè kekelsohen ngo ibas ukurta. Ai tukasi pè kita menjalo Tendi Dèbata imo sibasa-basa Dèbata perlebbè banta, dak tong dèng ngo kita terpèma-pèma taba Dèbata paluahken dirinta, asa ibaing gabè dukak-dukakNa.

Minangkabau: Indak sadonyo isi alam ko sajo doh nan mangaluah; kito sandiri pun mangaluah pulo di batin kito. Kito lah manarimo Roh Allah, sabagai pambarian Allah nan partamu, tapi kito sadang mananti juwo lai, pabilokoh Allah ka malapehkan kito kasadonyo, pabilokoh Allah ka manyatokan kito jadi anak-anak-Nyo.

Nias: Ba tenga ha nifazõkhi Lowalangi zangarõngarõ; mangarõngarõ gõi ita bakha ba dõdõda. No tatema Geheha Lowalangi si no amaedola mbuala Lowalangi si fõfõna, ba hiza tabaloi nasa wangefa'õ Lowalangi ya'ita awõ wombali'õ-Nia ya'ita iraono-Nia.

Mentawai: Tá sarat sangaliat polak sambat manua muhohoi-hoi, tápoi beri leú et sita ka sita, ai sita muhohoi-hoi ka paatuatta ka baga. Atasilóan tedda kam Ketsat Sipunenan kelé panguruat Taikamanua siboikí ka tubutta, ibelaaké sangamuinet tubutta, ibailiu sita tatogania.

Lampung: Rik lain hak sunyin alam gaoh sai mengeluh; ram tenggalan pun mengeluh di delom hati ram. Ram radu nerima Ruh-Ni Allah sebagai pengenian-Ni Allah sai mula-mula, kidang ram masih juga nunggu Allah ngebebasko diri ram sunyinni rik ngejadiko ram anak-anak-Ni.

Aceh: Dan bukon bansigom donya mantong nyang apoh apah; tanyoe keudroe pih apoh apah lam baten. Tanyoe ka tateurimong Roh Allah sibagoe meuneubri Allah nyang phon, teuma tanyoe teutab mantong tapreh Allah geupeubeubaih droe geutanyoe banmandum nyan dan geupeujeuet tanyoe sibagoe aneuëk-aneuëk Gobnyan.

Mamasa: Anna tangngia angga ia mengkaloa', sapo kita duka' to yolomo dibengan Penawa Masero mengkaloa'piki' illalan penawanta tapasiolaan ummampai attunna la nangei ummala anakki' iamo la umpasitoyang batang kaleta anna angganna kakadakean.

Berik: Ane nei Mafnana Uwa Sanbagirmana nemsa taabili, ane jega jem temawer nei ga neya towaswena enggame nei waakenaiserem Uwa Sanbagirminiwer nesa taabisi. Ane nei mese nesa aanggelerwena nelem inibe, nei ga nunu nesa fibili, nunu Uwa Sanbagiri Jei nei jem nes jem gweretababiliserem enggame neiba tantantane Jelemana, ane Jei tifni nemna seyafter aaiserem nes jem se ibirim taabaipmisi.

Manggarai: Toé hanang isé kanang, maik ité ata poli tiba widang laring cain de Nai Nggeluk, ité kolé gesar oné naid cang agu géréng kesep te téti ciri anak, ngong te céla wekid oné-mai mendi.

Sabu: Jhe adho ta tu hari hewue liru nga raiwawa we ne do penina noho, di lema do penina noho pa dhara ade nga penge di. Alle ke ri di pehamme Henga Deo mii lua ruba dhara Deo do petari rai, tapulara do pee ko ma nga mate Deo ri di ta ma golo ne ngi'u di hari heddau nga ta ma pejadhi di ta ana-ana ri No.

Kupang: Bukan dunya sandiri sa yang ada tunggu-tunggu, ma kotong ju ada tunggu-tunggu bagitu. Biar Tuhan su kasi Dia pung Roh lebe dolo sang kotong, kotong ju ada mahahoo dalam hati. Te kotong ada jaga-jaga ko tunggu Tuhan Allah angka sang kotong jadi Dia pung ana-ana yang batúl, deng kasi lapás sang kotong pung badan dari samua yang rusak.

Abun: Suk bok ne sino saiye su sukye sor nde, wo men yé gato Yefun Allah Gen bok nggwa mone, men dom saiye su sukye gato men ku mo men kaim budat. Yefun Allah syo suk mwa gato ndo nai men. Ketke An syo An Gen nai men re, or o men eswa Yefun Allah sombok men kaim budat wé kadit sukye mo bur ré, ete syo men kaim be nai men. Men eswa saresa, men ben sato men saiye su sukye ne mo men mit dom.

Meyah: Tina mimif tein bera mudou eriyema askesi mimif mumom mudou nou mona ongga Allah osuwa mimif jeska mifaga ongga etefa insa kef. Noba mimif minsma Efena Ebsi jeska Allah erek mar ongga osumbohka fob. Jeska gij mona kahma bera Allah emeita mar nomnaga ongga ongkoskamoka noba ongga orocunc rot oida mimif bera erek efen efeser rot fob.

Uma: Pai' uma muntu' dunia' toi to ntodohaka. Kita' to napo'ana' Alata'ala wo'o ntodohaka hi rala nono-ta. Tatarima-mi Inoha' Tomoroli' hewa tanda pojanci-na Alata'ala hi kita'. Aga tapopea-pidi tempo-na Alata'ala mpo'ongko'-ta jadi' ana'-na, pai' mpobahaka woto-ta ngkai hawe'ea to dada'a.

Yawa: Muno Amisye apa kawasae wamamo wamoyov muno wamanonae tavon arono wana no mine so rai. Wamo Amisye apa kovo po raurairive ranyut. Soamo Po apa Anawayo Vambunine raugaje ntuna wansanuga rai, Omamo Amisye apa kovo manasyino po raugaje wansai mije, weti wamo Apa kovo makanande ranyut. Muno wamo Amisye apa masyote ranyut arono indati Po wansaijasea wamamo Apa arikainye waino wansai muno Po wansanasine so ranigwan nggwanyin.


NETBible: Not only this, but we ourselves also, who have the firstfruits of the Spirit, groan inwardly as we eagerly await our adoption, the redemption of our bodies.

NASB: And not only this, but also we ourselves, having the first fruits of the Spirit, even we ourselves groan within ourselves, waiting eagerly for our adoption as sons, the redemption of our body.

HCSB: And not only that, but we ourselves who have the Spirit as the firstfruits--we also groan within ourselves, eagerly waiting for adoption, the redemption of our bodies.

LEB: Not only [this], but we ourselves also, having the first fruits of the Spirit, even we ourselves groan within ourselves [while we] await eagerly [our] adoption, the redemption of our body.

NIV: Not only so, but we ourselves, who have the firstfruits of the Spirit, groan inwardly as we wait eagerly for our adoption as sons, the redemption of our bodies.

ESV: And not only the creation, but we ourselves, who have the firstfruits of the Spirit, groan inwardly as we wait eagerly for adoption as sons, the redemption of our bodies.

NRSV: and not only the creation, but we ourselves, who have the first fruits of the Spirit, groan inwardly while we wait for adoption, the redemption of our bodies.

REB: What is more, we also, to whom the Spirit is given as the firstfruits of the harvest to come, are groaning inwardly while we look forward eagerly to our adoption, our liberation from mortality.

NKJV: Not only that , but we also who have the firstfruits of the Spirit, even we ourselves groan within ourselves, eagerly waiting for the adoption, the redemption of our body.

KJV: And not only [they], but ourselves also, which have the firstfruits of the Spirit, even we ourselves groan within ourselves, waiting for the adoption, [to wit], the redemption of our body.

AMP: And not only the creation, but we ourselves too, who have {and} enjoy the firstfruits of the [Holy] Spirit [a foretaste of the blissful things to come] groan inwardly as we wait for the redemption of our bodies [from sensuality and the grave, which will reveal] our adoption (our manifestation as God's sons).

NLT: And even we Christians, although we have the Holy Spirit within us as a foretaste of future glory, also groan to be released from pain and suffering. We, too, wait anxiously for that day when God will give us our full rights as his children, including the new bodies he has promised us.

GNB: But it is not just creation alone which groans; we who have the Spirit as the first of God's gifts also groan within ourselves as we wait for God to make us his children and set our whole being free.

ERV: Not only the world, but we also have been waiting with pain inside us. We have the Spirit as the first part of God’s promise. So we are waiting for God to finish making us his own children. I mean we are waiting for our bodies to be made free.

EVD: Not only the world, but we also have been waiting with pain inside us. We have the Spirit as the first part of God’s promise. So we are waiting for God to finish making us his own children. I mean we are waiting for our bodies to be made free.

BBE: And not only so, but we who have the first fruits of the Spirit, even we have sorrow in our minds, waiting for the time when we will take our place as sons, that is, the salvation of our bodies.

MSG: These sterile and barren bodies of ours are yearning for full deliverance.

Phillips NT: And it is plain, too, that we who have a foretaste of the Spirit are in a state of painful tension, while we wait for that redemption of our bodies which will mean that we have realised our full sonship in him.

DEIBLER: Not only do those things groan, but we ourselves also groan inwardly. We who have God’s Spirit, who is like a partial gift [MET] we have received as we wait for the future glory, groan inwardly. We groan while we wait eagerly for the time when we will receive our full rights as God’s adopted children. That will include his freeing our bodies from the things that hinder us on earth. He will do this by giving us new bodies.

GULLAH: An ain jes dem ting yah wa da groan. Bot we wa got God Sperit, de fus paat ob dat glory wa da come, we too da groan een we haat wiles we da wait, da look fowaad ta de time wen God gwine gii we all we oughta git as chullun wa God done mek e own. An God gwine set we body free fom dis wol, wen e gii we we nyew body.

CEV: The Spirit makes us sure about what we will be in the future. But now we groan silently, while we wait for God to show that we are his children. This means that our bodies will also be set free.

CEVUK: The Spirit makes us sure about what we will be in the future. But now we groan silently, while we wait for God to show that we are his children. This means that our bodies will also be set free.

GWV: However, not only creation groans. We, who have the Spirit as the first of God’s gifts, also groan inwardly. We groan as we eagerly wait for our adoption, the freeing of our bodies from sin.


NET [draft] ITL: Not <3756> only <3440> this, but <235> we <2249> ourselves <846> also <2532>, who have <2192> the firstfruits <536> of the Spirit <4151>, groan <4727> inwardly <1722> <1438> as we eagerly await <553> our adoption <5206>, the redemption <629> of our <2257> bodies <4983>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Roma 8 : 23 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2017
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran