Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [TB]     [PL]  [PB] 
 <<  Matius 9 : 17 >> 

TB: Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."


AYT: Juga, tidak ada orang yang menuang anggur baru ke dalam kantong kulit yang lama. Jika demikian, kantong kulit itu akan robek, dan anggurnya akan tumpah, dan kantong kulitnya hancur. Akan tetapi, mereka menyimpan anggur yang baru ke kantong kulit yang baru pula sehingga keduanya terpelihara.

TL: Dan tiada pula orang membubuh air anggur yang baharu ke dalam kerbat kulit yang lama. Jikalau sedemikian, pecahlah kerbat kulit itu dan air anggur itu pun tumpahlah, dan kerbat itu juga binasalah; melainkan air anggur yang baharu patutlah dibubuh orang ke dalam kerbat yang baharu, dan kedua-duanya terpeliharalah."

MILT: Tidak pula mereka menuangkan anggur yang baru ke dalam kirbat yang lapuk, dan jika tidak, kirbat itu meletus dan anggurnya tertumpah ke luar dan kirbat itu hancur; tetapi mereka menuangkan anggur yang baru ke dalam kirbat yang baru, dan kedua-duanya terpelihara."

Shellabear 2010: Demikian pula tidak seorang pun akan menuang air anggur baru ke dalam kirbat-kirbat kulit yang sudah tua, karena jika begitu, maka air anggur akan merusak kirbat-kirbat kulit itu. Akibatnya air anggur itu akan tertumpah dan kirbat-kirbat kulitnya pun akan hancur. Jadi, air anggur baru harus disimpan pada kirbat-kirbat kulit yang baru pula, sehingga terpeliharalah keduanya."

KS (Revisi Shellabear 2011): Demikian pula tidak seorang pun akan menuang air anggur baru ke dalam kirbat-kirbat kulit yang sudah tua, karena jika begitu, maka air anggur akan merusak kirbat-kirbat kulit itu. Akibatnya air anggur itu akan tertumpah dan kirbat-kirbat kulitnya pun akan hancur. Jadi, air anggur baru harus disimpan pada kirbat-kirbat kulit yang baru pula, sehingga terpeliharalah keduanya."

Shellabear 2000: Demikian pula tidak seorang pun akan menuang air anggur baru ke dalam kirbat-kirbat kulit yang sudah tua, karena jika begitu, maka air anggur akan merusak kirbat-kirbat kulit itu. Akibatnya air anggur itu akan tertumpah dan kirbat-kirbat kulitnya pun akan hancur. Jadi, air anggur baru harus disimpan pada kirbat-kirbat kulit yang baru pula, sehingga terpeliharalah keduanya.”

KSZI: Begitu juga, tiada siapa akan menuangkan air anggur yang baru ke dalam bekas kulit yang lama, kerana bekas itu akan pecah dan air anggur itu akan terbuang. Air anggur yang baru patut dituangkan ke dalam bekas kulit yang baru juga supaya kedua-duanya selamat.&rsquo;

KSKK: Selain itu anggur yang baru tidak boleh disimpan di dalam kantong anggur yang lama. Jika demikian maka kantong anggur itu akan pecah dan anggur akan tertumpah. Tidak, anggur yang baru harus disimpan di dalam kantong yang baru; maka keduanya akan tersimpan baik."

WBTC Draft: Tidak seorang pun memasukkan anggur yang baru ke dalam kantung kulit yang tua karena kantung anggur itu akan robek. Lalu anggurnya akan tumpah dan kantung kulit itu menjadi rusak. Jadi, anggur yang baru selalu disimpan dalam kantung kulit yang baru, sehingga anggur dan kantung kulit itu akan terpelihara."

VMD: Tidak seorang pun memasukkan anggur yang baru ke dalam kantung kulit yang tua karena kantung anggur itu akan robek. Anggurnya akan tumpah dan kantung kulit itu menjadi rusak, jadi anggur yang baru selalu disimpan dalam kantung kulit yang baru, sehingga anggur dan kantung kulit itu akan terpelihara.”

TSI: Begitu juga dengan air anggur yang baru. Anggur itu tidak boleh diisi ke dalam kantong kulit yang lama. Karena waktu air anggur itu menguap dan udaranya tidak bisa keluar, kantong itu akan menjadi rusak. Akhirnya air anggur akan tumpah dan kantong kulit itu dibuang saja. Karena itu, air anggur yang baru harus diisi ke dalam kantong kulit yang baru juga, sehingga keduanya akan tersimpan dengan baik.”

BIS: Begitu juga tidak ada orang yang menuang anggur baru ke dalam kantong kulit yang tua. Sebab kantong itu akan pecah dan rusak, lalu anggurnya terbuang. Anggur baru harus dituang ke dalam kantong yang baru juga, supaya kedua-duanya tetap baik."

TMV: Demikian juga tidak ada orang menuang wain baru ke dalam kirbat kulit yang lama. Jika dia berbuat demikian, kirbat itu akan pecah dan rosak, lalu wain itu akan terbuang. Wain baru harus dituang ke dalam kirbat kulit yang baru juga, supaya kedua-duanya tetap baik."

BSD: Begitu juga dengan anggur yang masih baru. Anggur itu tidak bisa ditaruh ke dalam kantong kulit yang sudah tua. Nanti kantong itu pecah dan rusak, lalu anggurnya terbuang. Anggur baru harus ditaruh ke dalam kantong yang baru juga, supaya baik kantong maupun anggurnya tetap baik.”

FAYH: Dan siapakah yang akan menggunakan kantong kulit yang tua untuk menyimpan air anggur yang masih baru? Karena kantong yang tua itu akan pecah oleh tekanan air anggur dan air anggurnya akan tumpah dan kantongnya pun rusak. Hanya kantong yang baru yang digunakan untuk menyimpan air anggur yang baru. Dengan demikian maka kedua-duanya akan terpelihara."

ENDE: Tidak djuga orang menjimpan anggur dalam kerbat-kerbat lama, karena kalau begitu, kerbat-kerbat petjah, lalu anggur tumpah dan kerbat-kerbatpun binasa. Air anggur baru biasa disimpan orang dalam kerbat-kerbat baru. Kalau begitu kedua-duanja terpelihara.

Shellabear 1912: Lagi pun tiada orang membubuh air anggur yang baharu dalam kirbat kulit yang lama; maka jikalau begitu, niscaya pecahlah kulit itu, dan air anggur itu pun tumpahlah, dan kulit itu pun binasa; melainkan air anggur yang baharu dibubuh orang kedalam kulit yang baharu, maka terpeliharalah keduanya."

Klinkert 1879: Danlagi sa'orang pon tiada jang memboeboeh ajar-anggoer beharoe dalam kirbat lama, melainkan tadapat tidak petjahlah kirbat itoe dan ajar-anggoernja pon toempahlah dan kirbat itoepon binasalah; tetapi ajar-anggoer beharoe diboeboeh orang dalam kirbat beharoe, soepaja terpeliharalah kadoewanja.

Klinkert 1863: {Mar 2:22} Bagitoe djoega orang tidak mengisi kantong koelit jang toewa sama anggoer baroe: melainken kantongnja robek dan anggoernja toempah, serta kantongnja roesak; tetapi orang mengisi kantong baroe sama anggoer baroe, serta doewa-doewa tinggal.

Melayu Baba: Lagi pun orang bukan taroh ayer-anggor bharu dalam botol-kulit yang lama: kalau bgitu kulit pun pchah, ayer-anggor pun tumpah, dan kulit pun binasa: ttapi orang taroh ayer-anggor bharu dalam kulit bharu, bharu-lah dua-dua pun slamat."

Ambon Draft: Lagipawn awrang tijada simpan ajer angawr baharu dalam kadu-kadu kulit jang lama, kalu tijada kadu-kadu kulit rabe, dan ajer angawr tompah, dan kadu-kadu kulit binasa; tetapi saharosnja aw-rang simpan ajer angawr ba-haru dalam kadu-kadu kulit jang baharu, bagitu djuga kaduwanja itu tinggal bajik-bajik.

Keasberry: Lagi sa'orang pun tiada purna munaroh ayer anggor bahru kadalam kulit yang lama, mulainkan dapat tiada puchalah kulit itu, dan ayer anggor itu pun tumpahlah habis, dan kulit itu pun binasalah: tutapi adalah adat orang; munaroh ayer anggor, yang bahru itu, kadalam kulit kulit yang bahru, supaya kuduanya itu pun santausalah adanya.

Leydekker Draft: Lagipawn tijada 'awrang membuboh 'ajer 'angawr baharu kadalam chikh 2 jang lama: maka tjara lajin terbelahlah chikh 'itu, dan 'ajer 'angawr 'itu tertuwang habis, dan chikh 'itu rusakh: tetapi 'awrang membuboh 'ajer 'angawr baharu, maka kaduwanja 'itu depaliharakan sama 2.


TB ITL: Begitu pula anggur <3631> yang baru <3501> tidak <3761> diisikan <906> ke dalam <1519> kantong kulit <779> yang tua <3820>, karena <1161> jika <1487> demikian kantong <779> itu akan koyak <4486> sehingga <2532> anggur <3631> itu terbuang <1632> dan <2532> kantong <779> itupun hancur <622>. Tetapi <235> anggur <3631> yang baru <3501> disimpan orang <906> dalam <1519> kantong <779> yang baru <2537> pula, dan <2532> dengan demikian terpeliharalah <4933> kedua-duanya <297>." [<3361> <1065>]


Jawa: Mangkono anggur kang anyar iku iya ora diwadhahi ing impes kang lawas, amarga yen mangkono impese mesthi bedhah, anggure banjur wutah impese rusak. Nanging anggur kang anyar iku diwadhahi ing impes anyar, dadi loro-lorone tetep kanggo ing gawe.”

Jawa 2006: Mangkono anggur kang anyar iku iya ora diwadhahi ing kanthong kulit kang lawas, amarga yèn mangkono kanthong kulité mesthi bedhah, angguré banjur wutah, kanthong kulité rusak. Nanging anggur kang anyar iku diwadhahi ing kanthong kulit anyar, dadi loro-loroné tetep kanggo ing gawé."

Jawa 1994: Mengkono uga ora ana wong sing nyimpen anggur anyar ana ing impes sing lawas, sing digawé saka lulang, merga yèn mengkono impes mau mesthi bedhah. Angguré bakal wutah lan impesé ora kena dienggo menèh. Anggur sing anyar kudu disimpen ing impes sing anyar uga, supaya loro-loroné tetep apik."

Jawa-Suriname: Semono uga ora ènèng wong nyimpen anggur sing anyar nang kantongan lulang sing lawas, awit mengko kantongané mesti bakal bedah. Angguré bakal wutah lan kantongané bakal ora kanggo gawé menèh. Apiké, anggur sing anyar ya kudu disimpen nang kantongan sing anyar, supaya angguré lan kantongané bisa tetep apik.”

Sunda: Moal aya anu ngeusikeun anggur anyar kana kantong kulit anu geus heubeul, sabab tangtu bedah, anggurna kapiceun. Anggur anyar wadahna ge kudu anyar supaya boh wadahna boh eusina tetep hade."

Sunda Formal: Kitu keneh jeung cianggur nu anyar keneh, moal disimpen dina kantong kulit nu geus heubeul; sabab kulitna pasti bedah: Cianggurna mancawura mubah teu kaarah, kitu keneh wadahna. Pikeun anggur anyar mah, wadahna oge kudu anyar: Kakara bisa awet duanana, boh eusina, boh wadahna.”

Madura: Bariya keya tadha’ oreng se nyelen anggur se anyar ka kanthong kole’ se laju. Sabab kanthong jareya tanto leddu’ ban rosak, anggurra pas tabuwang. Anggur anyar kodu selen ka dhalem kanthong se anyar keya, sopaja anggur ban baddhana pagguna becce’."

Bauzi: Labi laha meit anggur oo gi etei unaha vaksa gàhàda fi kidi neàdehe vabda lam ba kambing fi ho sokba amu buhaleme bugeahana modi esu dehalehena laba fedem vabak. Meit labi modemeam ame na vaksa lam ba fi kidem labe ame na sokba amuda lam gi modi fi fasi ame na vaksa lam gi bake veàtom bak. Labi ame na sokba lab fedehena lamti gi amait vàhàdeme setem bak. Labiham bake meit ame na lam ba ozome modem vabak. Gi ame anggur vaksa gàhàda lam fa ame na sokba gàhàda buhaleme bugeahana modi laba fedem bak. Labi modem labe ame na sokba lamti ame na vaksa lamti gi amait iademe fi kidi neàna modesdam bak,” lahame Yesusat ame im totobe lam ab vameadaham.

Bali: Keto masih anggure ane anyar ento tuaraja katuruhang di klukuh blulange ane let. Sawireh yen keto sinah klukuhe ento lakar makeplug tur anggure mabiayagan muah klukuhe uug. Ento krana anggure ane anyar patut katuruhang di klukuh blulange ane anyar. Yen keto makadadua pada melah.”

Ngaju: Jaton kea oloh manyuang anggor je taheta akan huang kambut upak meto je usang. Karana kambut te kareh babindai tuntang rusak, palus anggor te nihau mananya. Anggor je taheta musti inyuang akan huang kambut je taheta kea, uka kadaduee te tetep bahalap."

Sasak: Maraq nike ẽndah ndẽq araq dengan saq ngisiq anggur saq masih baru lẽq dalem kantong lẽndong saq sampun lebung. Sẽngaq kantong nike gen bedah dait sẽde, terus aiq anggur nike gen tumpah. Anggur saq masih baru harus teisiq lẽq dalem kantong saq baru ẽndah, adẽq deduaqne tetep solah."

Bugis: Makkuwatoro dé’gaga tau tiri’ anggoro baru ri laleng popang koli iya malaungngé. Saba’ reppa’i matu sibawa masolangngi iyaro popangngé, natabbé anggoro’na. Iyaro anggoro barué ritiri’i ri laleng popang iya baruétto, kuwammengngi natette’ madécéng iya duwa."

Makasar: Kammayatompa, tenanniakka tau ammoli’ anggoro’ beru ri pammantangang lajappokamo. Nasaba’ tena tareppe’na anjo pammantanganna, sa’genna tappela’-pela’mo anjo anggoroka. Jari anjo anggoroka musti anjorengi ri pammantangang berua todong niboli’, sollanna tuli baji’ anjo anggoroka siagang pammoneanna."

Toraja: Sia tae’ duka tau umpatama uai anggoro’ ba’ru tama kiriba’ malusa. Belanna iake susito inang la tesse tu kiriba’ natibollo tu uai anggoro’ sia sanggang duka tu kiriba’, sangadinna iatu uai anggoro’ ba’ru sipatu dipatama kiriba’ ba’ru, anna pada-pada manda’.

Duri: Te'da tau mpatama anggoro' baru tama pangpanian malusemo, to dikabua' jio mai balulang, nasaba' ia namangkamburamo, tiba'tui joo pangpanian malusemo, natibaku to anggoro'. Jaji la sajang duai to anggoro' sola pangpanianna. Ia to anggoro' baru la dipatama todapi ia pangpanian baru, dikua nasalama' joo anggoro' sola pangpanianna."

Gorontalo: Odito olo diyaluwo tawu ta moluwanga angguru bohu to bututu pilohutuliyo lonto walito wonu bututu boyito ma lotupo. Wonu dila, bututu walita boyito ma mobutao wawu moantulu, tunggulo angguru boyito ma mohuayadu. Bo angguru bohu musi tuwangola to bututu walita bohu, alihu duduluwo metahu mopiyohu.”

Gorontalo 2006: Odito olo diaaluo taa u moluango angguru bohu todelomo bututu lowalito u deedelo. Sababu bututu boito mamobutao̒ wau molusa, tulusi anggurulio mamohua̒yadu. Angguru bohu musi tuangola tobututu bohu olo, alihu duduluolo debo mopiohu."

Balantak: Koiya'a uga' sianta mian men mantawa' anggur u'uru na batutu' anit manau' men motopu'mo. Gause kalu koiya'a, batutu' anit iya'a sabole bo koberak, mbaka' anggurna kowuwus ka' batutu' anitna kobaraba'ian. Anggur men u'uru sabole naa'on na batutu' anit men u'uru kada' batutu' anit ka' anggurna rua-rua'na kototobo' pore.”

Bambam: Susi toi duka' tä' tia deem tau la muala anggur bakahu anna napatamai pa'pongngeam malusa. Aka indo anggur bakahu la untesseam pa'pongngeam malusa, katampasanna bassim labu', susi anggurna teem pa'pongngeanna. Anggur bakahu pahallu la dipalutama duka' pa'pongngeam bakahu anna mala bassim mapia."

Kaili Da'a: Iwetu wo'u ante ue anggur. Da'a ria samba'a tau nombaisi ue anggur to nabouna riara pombolina to nasae. Sabana ane iwetu ue anggur to nabouna kana morende mompakaposo pombolina etu sampe masowe wetumo ue anggur pade marugi pombolina. Ue anggur to nabouna kana raisi riara pomboli to nabouna wo'u. Ante iwetu pura-pura kana mabelo, nabeloka ue anggur, nabeloka pombolina."

Mongondow: Ná doman tua, anggur inta nobagupa diábí mota'au bonuon kom botutunya inta ain nokoyongan, sin aka bonuon yo botutu tatua im mobisikbí bo anggur tatua mo'ibutak doman, bo botutu tatua mogoguya'atdon totok. Tuamai anggur inta mobagu im bonuonbí kon tampatnya inta nobagu doman, simbá tumpaḷa diá mogoguya'at."

Aralle: Anna noa tunne' hapanganna monna aha pangnganang lollo' ang masaeng lambi' mato'do', dai la sihatang dipampatamai angkoro' bakahu aka' la natehse, lambi' sahing ditibe. Ampo' angkoro' bakahu supung mala dipatama di pangnganang lollo' bakahu, lambi' sahing la tontong mapia."

Napu: Nodo wori bara maroa mokando anggoro au wou i pambolia au hae. Lawi ane rengke, ina mahepa pamboliana au hae iti, alana mabubu anggoro, hai marugi wori pamboliana. Mewali anggoro au wou hangangaa rakando i pambolia au wou, bona maroa ope-ope."

Sangir: Kerene lai tawẹu makapěndal᷊ingu anggorẹ̌ buhue su ral᷊ungu wakuhẹ̌ pisị seng těbe. Batụ u wakuhẹ̌ ene e kai mạběse ringangu magholang, mase anggorẹ̌ e mạboso. Anggorẹ̌ buhue harusẹ̌ itaho su ral᷊ungu wakuhẹ̌ lai wuhu tadeạu i rẹ̌dua ene mapiawe kěbị."

Taa: Pasi kita seja ane re’e tule to bou, kita ne’e mampoyali la’u raya mpela binatang to masaem, apa ane la’u raya mpela binatang to masaem, tamo maya mone apa mako’om pelanya etu. Wali tempo tule etu mawali yua, senoanya mawali tipunto, wali maputu, masia yau pela binatang etu. Wali tule etu roo manja’at yau pasi pela binatang seja mawali maja’a yau. See naka matao ane tule to bou kita mampoyali la’u raya mpela binatang to bou seja see taa manja’at yau tule pasi taa seja maja’a yau pela etu.”

Rote: Leondiak boe, ta hapu hataholi sali angol beu ka leo alukosu banalou palaak dale neu fa. Nanahu neukose alukosu ndia siba'en ma nalutun fo po'aheni ango la. Angol beu ka muse salin leo alukosu beuk dale neu boe, fo tao ka nde duas beuk mesa-mesan."

Galela: Komagenali o nyawa moi lo asa pamakewa o anggur qamomuane de yoguse ma ngihi iqoqomaku, upa sidago o anggur qamomuane done asa iwaka so ma ngihi iqoqoma magena yapolote. Ma dodoguku ma anggur de ma ngihi sinoto lo sona podahewa. So o anggur qamomuane gena bilasu poguse ma ngihi lo qamomuaneku, la qangodu idadi ka qaloha."

Yali, Angguruk: Ari hag toho ik eleruk fanowon kubag warehon fam hinangguk fug teg. Hinanggurukmu kubag wareg keyen ik ino tep-tep wambuhureg eleg aruhumu ele ino hum aruhu. Ik kubag fam fano welaruhuwen aben ik eleruk fanowon kubag keron fam hinangguruk," ulug Ele indit toho hiyag isibag.

Tabaru: Koge'enali mita 'o 'anggur ma sungi koidadiwa posinoa ma ngii ma siraku, sababu dua yosidopotoka de 'ipoaka. So 'o 'anggur ma sungi salingou posinoa ma ngii ma sungiku, la ma 'anggur de ma ngii ge'ena koyado'oawa."

Karo: Bage pe labo itamaken kalak lau anggur mbaru ku bas guci kuling-kuling si nggo male. Sabap adi bage, pecah me guci e, janah anggur pe mambur dingen guci e pe lanai terpake. Tapi lau anggur mbaru itamaken kalak ku bas guci kuling-kuling si mbaru. Alu bage anggur ras guci tetap mehuli duana."

Simalungun: Seng ipausei halak anggur na baru hubagas gusi hulingkuling na buruk, mapultak holi gusi ai, gabe mambur anggur ai anjaha maseda iananni ai. Hubagas gusi hulingkuling na baru do nahkonon anggur na baru, jadi simpan ma haduasi ai.”

Toba: Ndang dipainding jolma tuak anggur siraruan tu poting naung buruk, aik mapultak poting i gabe bolong tuak i, laos sega dohot ingananna; tu poting na imbaru do bahenon tuak siraruan i, jadi simpan be ma!

Dairi: Bagi ma ngo, oda nung ibaing dèba anggur tangkasen mi kiong sienggo buruk, mula ibaing mi sidi mpustak ngo kiong i. Ancuh mo anggur idi, janah kiong i pè maknè terpakkè. Kennah mi kiong rimbaru ngo anggur i ibaing, asa duana tong selloh."

Minangkabau: Baitu pulo, indak ado doh urang nan mamasuakkan anggur nan baru, ka dalam kampia kulik nan usang. Dek karano kampia tu bisa cabiak bisa kuyak, taseraklah anggur tu kasadonyo. Anggur nan baru musti dimasuakkan ka dalam kampia nan baru pulo, buliah kaduwo-duwonyo samo-samo tapaliaro."

Nias: Si manõ gõi lõ hadõi niha samaduwa agu si bohou ba naha nagu satua nifazõkhi moroi ba guli gurifõ si no atua. Na ilau zi manõ ba asika nahia nagu andrõ. Aduwa nagu ba tebai gõi nifake sa'ae nahia andrõ. Agu si bohou ena'õ labe'e ba naha nagu si bohou gõi, ena'õ sõkhi ma'afefu."

Mentawai: Kisedda leú et, tá te anai sia sibaliuaké suat anggur sibau ka bagat lalaisú kulit simamumúmú. Aipoí, tá te isosoppi imakakataí samba ipupukpuk nia nenda lalaisú kulit simamumúmú, mapilinangan leú et suat anggur. Buítá ka bagat lalaisú kulit simabau leú et itubabaliuaké suat anggur sibau, bulé imariu-riu erúnia ka ruania."

Lampung: Reno muneh mak ngedok jelma sai nuangko anggor ampai mik delom kantong bawak sai tuha. Mani kantong udi haga pecoh rik cadang, raduni anggor tetok. Anggor ampai haga dituang mik delom kantong sai ampai juga, in rua-ruani tetap betik."

Aceh: Meunan cit hana ureuëng nyang jiroe ié anggô barô dalam baluem kulét nyang ka tuha. Sabab baluem nyan teuma beukah dan rusak, dan ié anggô lam baluem nyan laju ro uluwa. Anggô barô harôh teuleng lam baluem nyang barô, mangat bandua nyan teutab gét."

Mamasa: Susi duka' anggur bakaru, tae' dengan tau umpatamai pa'pengngean malusa annu la natessean napolalan masala babang anggur anna tesse duka' pa'pengngean anggur. Dadi anggur bakaru manggi' dipalutama pa'pengngean bakaru anna malara bassi mapia.”

Berik: Jeiserem jes gamserem aaiserem jegme gemer: Angtane afa fas fo angguru ibirmi jam suwulntefe kambing tifin fon fwatermanaiserem jebe, ga aam temawer fo angguru ibirmi jeiserem ga jese gwebili kambing tifin fon jeiserem ga sene bitnetini. Jepga fo angguru gase suwetini, ane kambing tifin fon gase kabwakswena. Wowo, gamyan! Jengga enggam, fo angguru ibirmiserem ga kambing tifin fon ga ibirmiter gane suwulntena, ga jep gane bokola, gam jega nawersamer waakena."

Manggarai: Nenggitu kolé anggor weru, toé loli nggereoné kandi luit manga, ai émé nenggitu, betéy kandi hitu wiga anggor situ oké taungy, agu lewes bon kolé kandi hitu. Landing anggor weru na’a lata oné kandi weru kolé wiga ali hitu meler kid isét sua.”

Sabu: Mina harre lema bhule dho ddau do hali ei-ago do wiu la dhara taa-kuri do dui. Rowi ne taa-kuri do naanne do medae ta mehakka jhe apa, moko ta hore ele he ke ne ei-ago do naanne. Ei-ago do eiu do jhamma ta hale taa-kuri do wiu ma, mita ie hari dhue ta pee ma nga ie."

Kupang: Bagitu ju, orang sonde isi tuak baru, pi dalam haik yang su lapuk. Te nanti itu haik pica, ju itu tuak malele buang. Jadi tuak baru, musti poꞌa pi dalam haik yang baru ko dong dua bisa batahan!” [Deng bagitu Yesus ajar sang dong bilang Dia pung ajaran tu, baru. Jadi jang kasi bacampor deng ajaran lama.]

Abun: Sane dom, men yo sye nau anggur be mo sukbo gato rok nde, we i-su tut mo mit, ete bere sukbo ne pet anato ben sukbo ibit, orete nau ne sye kadit re. Sane bere suk we ne, gato nau si sukbo ne ibit sino re. Men ben sane nde, wo men sye nau anggur be mo sukbo be, subere nau si bi sukbo ne sino kem ndo."

Meyah: Erek koma tein, anggur efei ongga efeinah bera runotkinaja gij mesina kambing ofos ongga efeyei guru. Jeska anggur efei ongga efeinah koma bera emefifij gij mesina kambing ofos ongga efeyei insa koma. Beda mesina koma emecka rot, noba anggur efei insa koma omotkinaja jeska. Noba mesina ongga efeyei insa koma bera eja erek oska ojgomu. Tina anggur efei ongga efeinah bera rutkinaja gij mesina kambing ofos tein ongga efeinah ojgomu jeskaseda egeka tein ah rot ahais ojgomu."

Uma: Wae wo'o uma lompe' mpotua anggur to bo'u hi pontu'ua to hae. Apa' ane dede'-i-damo, mopengka pontu'ua to hae toe, alaa-na mobowo lau-mi anggur, pai' mpadaa' wo'o-mi pontu'ua-na. Anggur to bo'u kana ratua hi pontu'ua to bo'u, bona lompe' omea."

Yawa: Muno vatane wo awijo wanyine rauvarasyo karoa ugami wusyine rai, weamo mamaisye ramu, weye awijo wanyine umaso ntipu akoeve ti mo karoa ugami umaso rapatimu ti ngkakai, muno awije mbuvar kobe. Yara awijo wanyine mamo rauvarasyo no karoa ugami wanyine obo rai, wea umba awije muno karoa ugami imamai kava.”


NETBible: And no one pours new wine into old wineskins; otherwise the skins burst and the wine is spilled out and the skins are destroyed. Instead they put new wine into new wineskins and both are preserved.”

NASB: "Nor do people put new wine into old wineskins; otherwise the wineskins burst, and the wine pours out and the wineskins are ruined; but they put new wine into fresh wineskins, and both are preserved."

HCSB: And no one puts new wine into old wineskins. Otherwise, the skins burst, the wine spills out, and the skins are ruined. But they put new wine into fresh wineskins, and both are preserved."

LEB: Nor do they put new wine into old wineskins. _Otherwise_ the wineskins burst and the wine is spilled, and the wineskins are destroyed. But they put new wine into new wineskins and both are preserved.

NIV: Neither do men pour new wine into old wineskins. If they do, the skins will burst, the wine will run out and the wineskins will be ruined. No, they pour new wine into new wineskins, and both are preserved."

ESV: Neither is new wine put into old wineskins. If it is, the skins burst and the wine is spilled and the skins are destroyed. But new wine is put into fresh wineskins, and so both are preserved."

NRSV: Neither is new wine put into old wineskins; otherwise, the skins burst, and the wine is spilled, and the skins are destroyed; but new wine is put into fresh wineskins, and so both are preserved."

REB: Nor do people put new wine into old wineskins; if they do, the skins burst, and then the wine runs out and the skins are ruined. No, they put new wine into fresh skins; then both are preserved.”

NKJV: "Nor do they put new wine into old wineskins, or else the wineskins break, the wine is spilled, and the wineskins are ruined. But they put new wine into new wineskins, and both are preserved."

KJV: Neither do men put new wine into old bottles: else the bottles break, and the wine runneth out, and the bottles perish: but they put new wine into new bottles, and both are preserved.

AMP: Neither is new wine put in old wineskins; for if it is, the skins burst and are torn in pieces, and the wine is spilled and the skins are ruined. But new wine is put into fresh wineskins, and so both are preserved.

NLT: And no one puts new wine into old wineskins. The old skins would burst from the pressure, spilling the wine and ruining the skins. New wine must be stored in new wineskins. That way both the wine and the wineskins are preserved."

GNB: Nor does anyone pour new wine into used wineskins, for the skins will burst, the wine will pour out, and the skins will be ruined. Instead, new wine is poured into fresh wineskins, and both will keep in good condition.”

ERV: Also, people never pour new wine into old wineskins. They would break, the wine would spill out, and the wineskins would be ruined. People always put new wine into new wineskins, which won’t break, and the wine stays good.”

EVD: Also, people never pour new wine into old wine bags. Why? Because the old bags will break. The wine will spill, and the wine bags will be ruined. But people always pour new wine into new wine bags. Then the wine and the wine bags will continue to be good.”

BBE: And men do not put new wine into old wine-skins; or the skins will be burst and the wine will come out, and the skins are of no more use: but they put new wine into new wine-skins, and so the two will be safe.

MSG: And you don't put your wine in cracked bottles."

Phillips NT: Nor do people put new wine into old wineskinsotherwise the skins burst, the wine is spilt and the skins are ruined. But they put new wine into new skins and both are preserved."

DEIBLER: Neither does anyone pour freshly-squeezed wine into old skin bags to store it. If anyone did that, those skin bags would tear because they would not stretch when the wine ferments and expands. They would be ruined, and the wine would be spilled {spill} on the ground. Instead, people put new wine into new skin bags, and the bags will stretch when the wine ferments. As a result, both the wine and the bags are preserved.”

GULLAH: Ain nobody gwine tek ole wineskin bottle an pit nyew wine een um wiles de wine still da draw. Cause ef e do dat, dat wine gwine buss open de ole haad wineskin. De wine gwine waste an de ole wineskin bottle gwine git ruint too. Stead ob dat, dey mus pit nyew wine een nyew wineskin bottle wa ain gwine broke op, an de wine ain gwine waste needa.”

CEV: No one pours new wine into old wineskins. The wine would swell and burst the old skins. Then the wine would be lost, and the skins would be ruined. New wine must be put into new wineskins. Both the skins and the wine will then be safe.

CEVUK: No one pours new wine into old wineskins. The wine would swell and burst the old skins. Then the wine would be lost, and the skins would be ruined. New wine must be put into new wineskins. Both the skins and the wine will then be safe.

GWV: Nor do people pour new wine into old wineskins. If they do, the skins burst, the wine runs out, and the skins are ruined. Rather, people pour new wine into fresh skins, and both are saved."


NET [draft] ITL: And no one <3761> pours <906> new <3501> wine <3631> into <1519> old <3820> wineskins <779>; otherwise <1487> <1161> <3361> <1065> the skins <779> burst <4486> and <2532> the wine <3631> is spilled out <1632> and <2532> the skins <779> are destroyed <622>. Instead <235> they put <906> new <3501> wine <3631> into <1519> new <2537> wineskins <779> and <2532> both <297> are preserved <4933>.”


  Share Facebook  |  Share Twitter

Studi lengkap, lihat: Alkitab SABDA.

 <<  Matius 9 : 17 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2017
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran