Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [AYT]     [PL]  [PB] 
 <<  Ibrani 12 : 2 >> 

AYT: Biarlah mata kita tertuju pada Yesus, Sang Pencipta dan Penyempurna iman kita, yang demi sukacita yang telah ditetapkan bagi-Nya, rela menanggung salib dan mengabaikan kehinaan salib itu. Dan, sekarang, Ia duduk di sebelah kanan takhta Allah.


TB: Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

TL: serta memandang kepada Yesus, yang mengadakan dan menyempurnakan iman. Maka Ia pun, karena kesukaan yang menanti Dia sudah menderita sengsara salib dengan tiada mengindahkan malunya, lalu duduk di sebelah kanan arasy Allah.

MILT: sambil memandang kepada YESUS, Penguasa dan penyempurna iman, yang dengan mengabaikan aib ganti sukacita yang disediakan bagi-Nya, Dia tabah memikul salib; maka Dia telah duduk di sebelah kanan takhta Allah (Elohim - 2316).

Shellabear 2010: sambil memandang kepada Isa, pelopor dan penyempurna iman kita. Karena kegembiraan yang disediakan bagi diri-Nya, Ia tabah memikul salib tanpa mempedulikan rasa malu, dan kini Ia duduk di sebelah kanan arasy Allah.

KS (Revisi Shellabear 2011): sambil memandang kepada Isa, pelopor dan penyempurna iman kita. Karena kegembiraan yang disediakan bagi diri-Nya, Ia tabah memikul salib tanpa mempedulikan rasa malu, dan kini Ia duduk di sebelah kanan arasy Allah.

Shellabear 2000: sambil memandang kepada Isa, pelopor dan penyempurna iman kita. Karena kegembiraan yang ditentukan bagi diri-Nya, Ia tabah memikul salib tanpa mempedulikan rasa malu, dan kini Ia duduk di sebelah kanan arasy Allah.

KSZI: Kita harus meneladani Isa, yang mewujudkan dan menyempurnakan iman kita. Untuk kebahagiaan yang ditentukan bagi-Nya, Dia telah menanggung seksa salib, tanpa menghiraukan pengaiban itu, dan sekarang Dia duduk di sebelah kanan takhta Allah.

KSKK: Marilah kita memandang kepada Yesus, pelopor dan penyempurna iman kita, yang akan menyempurnakan iman itu. Demi sukacita yang telah disediakan untuk-Nya, Ia telah menahan derita salib, menanggung malu, dan kemudian duduk di sisi kanan takhta Allah.

WBTC Draft: Marilah kita selalu mengikuti teladan Yesus. Ia adalah pemimpin iman kita. Ia menyempurnakan iman kita. Ia telah menderita kematian di kayu salib, tetapi Ia menerima kehinaan salib itu seakan-akan bukan apa-apa. Ia melakukannya karena sukacita yang disediakan bagi-Nya. Dan sekarang Dia duduk di tempat yang paling terhormat di surga.

VMD: Marilah kita selalu mengikuti teladan Yesus. Ia adalah pemimpin iman kita. Ia menyempurnakan iman kita. Ia telah menderita kematian di kayu salib, tetapi Ia menerima kehinaan salib itu seakan-akan bukan apa-apa. Ia melakukannya karena sukacita yang disediakan bagi-Nya. Dan sekarang Dia duduk di tempat yang paling terhormat di surga.

TSI: Dalam pertandingan ini, biarlah mata kita terus memandang ke depan yaitu kepada Yesus. Dialah Raja dan Pahlawan Iman yang terutama bagi kita, dan Dia menyelesaikan pertandingan yang diberikan kepada-Nya dengan sempurna. Dia rela menahan penderitaan yang sangat memalukan di kayu salib karena Dia memandang terus ke depan kepada sukacita yang disediakan untuk Dia di kemudian hari. Sekarang Dia sudah duduk menantikan kita di tempat yang paling terhormat di samping takhta Allah.

BIS: Hendaklah pandangan kita tertuju kepada Yesus, sebab Dialah yang membangkitkan iman kita dan memeliharanya dari permulaan sampai akhir. Yesus tahan menderita di kayu salib! Ia tidak peduli bahwa mati di kayu salib itu adalah suatu hal yang memalukan. Ia hanya ingat akan kegembiraan yang akan dirasakan-Nya kemudian. Sekarang Ia duduk di sebelah kanan takhta Allah dan memerintah bersama dengan Dia.

TMV: Hendaklah pandangan kita tertumpu kepada Yesus, kerana iman kita bergantung kepada-Nya dari permulaan sehingga akhir. Yesus tidak putus asa, walaupun Dia harus mati pada kayu salib. Sebaliknya, kerana kegembiraan yang menantikan-Nya, Yesus tidak peduli bahawa mati pada kayu salib adalah suatu hal yang memalukan. Sekarang Dia duduk di sebelah kanan takhta Allah.

BSD: Kita harus melihat kepada Yesus, sebab Dialah yang membuat kita percaya. Dan Dia juga yang menjaga supaya kita tetap percaya dari permulaan sampai akhir. Yesus tahan menderita di kayu salib. Menurut orang-orang, mati di kayu salib adalah suatu hal yang memalukan. Tetapi, Yesus rela mati di kayu salib, karena Ia hanya ingat bahwa nanti Ia akan gembira. Dan sekarang Yesus ada di tempat Allah. Di situ Ia memerintah bersama dengan Allah.

FAYH: Arahkanlah pandangan Saudara kepada Yesus, Pemimpin dan Pelatih kita. Ia telah rela mengalami kematian yang hina di kayu salib, karena Ia tahu bahwa kelak akan ada sukacita bagi-Nya; dan sekarang Ia duduk di tempat kemuliaan di sebelah kanan takhta Allah.

ENDE: Dalam pada itu amatilah Jesus, pelopor kita dalam kepertjajaan, jang membawa kita kepada kesempurnaan. Iapun ganti kesukaan jang tersedia baginja, mau menanggung salib sambil mengabaikan segala kehinaannja. Sekarang ia duduk disebelah kanan tachta Allah.

Shellabear 1912: serta memandang kepada Isa, yang mengadakan dan menyempurnakan iman kita. Maka ia pun, karena sukacita yang ditentukan baginya itu, telah menahani salib dengan tidak mengindahkan malunya, dan sudah duduk di sebelah kanan arasy Allah.

Klinkert 1879: Dan memandang kapada Isa, jang permoelaan pertjaja dan jang menjampoernakan dia; maka karena sebab kasoekaan, jang dihadapkan kapadanja, telah ditanggoengnja kajoe palang dan tidak di-endahkannja maloe, laloe doedoeklah ija disabelah kanan arasj Allah.

Klinkert 1863: Serta memandeng sama Jesoes, jang permoelaan dan kasoedahan pertjaja kita, {Luk 24:26; Fil 2:8,9; 1Pe 1:11} maka sebab kasoekaan jang dihadepken sama Dia, Toehan soedah menanggoeng salib, dan tidak mengendahken maloe, maka Toehan djoega ada doedoek disablah kanan {Ibr 1:3; 8:1} krosi karadjaan Allah.

Melayu Baba: dan mrnong k-pada Isa yang adakan dan smpurnakan kita punya perchaya, yang deri sbab ksuka'an yang ada dpan dia, sudah tahan salib, dngan t'ada pdulikan malu-nya, dan sudah dudok di sblah kanan takhta Allah.

Ambon Draft: Dan hendaklah kami li-hat-lihat akan Tuhan JESUS, jang ada Permula; an dan Ka-sudahan iman, jang awleh ka-rana kasuka; an jang tersadija padanja, sudah menahan tsa-lib dan sudah tijada faduli kahina; an, dan sudah dudok sabelah kanan tachta Allah.

Keasberry: Surta mumandanglah kapada Isa yang purmulaan dan kasudahan iman kita; dan ulih subab kasukaan yang ditarohkan dihadapannya iya tulah munanggong salib, dan tiada mungindahkan malu, maka iyalah juga yang duduk disublah kanan arash Allah.

Leydekker Draft: Sambil menudju kapada Panglima dan mukamil 'iman jaxnij Xisaj, jang karana kasuka`an jang tertantu padanja sudah mendirita tsalib, dan sudah memudahkan kamaluwan 'itu, dan sudah dudokh pada kanan xarsj 'Allah.


TB ITL: Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju <872> kepada Yesus <2424>, yang memimpin <747> kita dalam <1519> iman <4102>, dan <2532> yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan <5051>, yang dengan mengabaikan <2706> kehinaan <152> tekun <5278> memikul salib <4716> ganti <473> sukacita <5479> yang disediakan <4295> bagi Dia <2523> <0>, yang sekarang duduk <0> <2523> di <1722> sebelah kanan <1188> takhta <2362> Allah <2316>. [<3739> <846> <5037>]


Jawa: Payo padha kita lakoni kanthi mandeng marang Gusti Yesus, kang nuntun kita ing sajroning pracaya sarta kang ngasta pracaya kita marang kasampurnan, kang ora ngetang kanisthan manggul salib kalayan mantep, sulihing kabungahan kang kacawisake kagem Panjenengane kang samengko lenggah ana ing tengening dhampare Gusti Allah.

Jawa 2006: Payo padha kita lakoni kanthi mandeng marang Yésus, kang ngasta kita ing sajroning pracaya sarta kang nuntun pracaya kita marang kasampurnan, kang ora ngétang kanisthan kalawan mantep manggul salib, sulihing kabungahan kang kacawisaké kagem Panjenengané kang samengko lenggah ana ing tengening dhamparé Allah.

Jawa 1994: Kita mung tansah padha nyenyuwuna marang Gusti Yésus, awit precaya kita kuwi mung ana ing Panjenengané, wiwitan nganti tekan wekasan. Gusti Yésus ora semplah sajroning nandhang sangsara ing kayu salib! Malah merga saka kabungahan kang bakal katampi, Panjenengané ora ngétang kanisthaning pati ana ing kayu salib. Lan saiki Panjenengané ngasta sakèhing pangwasa ana ing Pepréntahané Gusti Allah.

Jawa-Suriname: Mulané para sedulur, ing sakjeroné mblayu ing balapané pengandel iki, hayuk awaké déwé aja sampèk pedot mikirké Gusti Yésus, awit Dèkné ya pretyaya terus marang Gusti Allah tekan rampungé. Gusti Yésus sing marakké awaké déwé bisa pretyaya marang Gusti Allah lan Dèkné uga sing wis nduduhké marang awaké déwé kepriyé enggoné awaké déwé kudu pretyaya marang Gusti Allah. Gusti Yésus uga sing ngréwangi awaké déwé ing prekara apa waé, supaya awaké déwé bisa pretyaya terus tekan entèk-entèkané. Ngertia para sedulur, Gusti Yésus ora semplak, senajan nglakoni sangsara nang kayu pentèngan, ora, awit Dèkné mikirké kabungahan sing bakal ditampa ing tembé. Mulané, senajan Dèkné nglakoni pati nang kayu pentèngan, kuwi ora dianggep ngisin-isinké. Saiki Gusti Yésus sing nduwèni sak ènèngé pangwasa bareng karo Gusti Allah.

Sunda: Puseurkeun paneuteup ka Yesus, tempat ngagantungkeun pangharepan urang ti awal nepi ka ahir. Anjeunna kuat nandangan panyiksa salib, henteu jejerih, henteu malire kana hinana anu maot disalib, lantaran emut kana kabagjaan nu bakal datang. Ayeuna Anjeunna geus linggih di tengeneun tahta Allah.

Sunda Formal: Ti barang prak nepi ka anggeus, aranjeun kudu museurkeun perhatian ka Isa; malar teteg nempuh halangan-harungan. Anjeunna oge, geuning, henteu jejerih ku salib. Guna ngahontal kamulyaan, Anjeunna henteu ngahiding najan kedah pupus ku jalan disalib, nya bari dipoyok, sarta dihina-hina tea. Ayeuna, Anjeunna teh enggeus jumeneng, linggih, di tengeneun singgasana Allah.

Madura: Pekkeran tojjuwagi ka Isa, sabab Isa ganeka se andaddiyagi sampeyan sareng kaula gadhuwan iman sarta se meyara iman ganeka dhari dha’-adha’na kantos aher. Isa kowat nanggung sangsara e kaju salib! Salerana ta’ parduli ja’ seda e kaju salib paneka tamaso’ barang se aeb. Salerana namong emot ka kagumbira’an se bakal ekarassa’a saamponna ganeka. Samangken Salerana alenggi e kanganna tahtana Allah ban marenta asareng Salerana.

Bauzi: Abo ame emoemda labe aho novam bak laba am ahulat vitasu emoedam bak lamti ulohona modi iho im ahulat gi Yesus bake vitasu meedase. Iho tu vuzehi vou mode ladume iba modi neàbodemda Yesus am bak. Ame Da labe Aho nasi Am Ai Ala bake lab tu vuzehi vou meedume bisi neàbodehe labe, “Iho laha ame baket meedase,” lahame Aho ab vouhodaham bak. Ame Da Yesus labe Am eloi ba neàdehezobe ahagoa foou neàdi deelem bak laba fet ozoho labe damat Am ve ame ut tetehesuhunaso laba nom esu paku dou eloho di labe Aho feàna geàdam bak lam Aho gi ozahit keàtet geàdam bohu meedume eloho bak. Am ut tetehesuhunaso laba nom esu paku dou vousaha di lam damat tom aame tozom labe ame Da lam gi ladem dàt moz. Lahana Yesus gi ozahit keàtet geàdam bak bohu meedume eloho bak. Labi etei nim ame Da Yesus fa ahedi usai Am Ai Alat azihi bak laba tom ilu Am ahi totbaho laba tau nusu feà Dateli na ahebu ab vuusdamam bak.

Bali: Ngiringja iraga meleng Ida Sang Hyang Yesus, santukan kapracayan iraga gumantung ring Ida saking pangawit rauh ka pamuput. Ida nenten nyerah malantaran salibe punika. Tungkalikanipun, malantaran kasukan sane nyantosang Ida, Ida tan kimud kanistayang malantaran kasedayang ring salibe, tur sane mangkin Ida malingga ring singasana sane kuasa ring tengen Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Ngaju: Keleh itah manampayah teneh manintu Yesus, basa Ie te je mampisik kapercayan itah tuntang mahagae bara tamparae sampai kalepahe. Yesus tahan manyarenan kapehe hong kayu sampalaki! Jaton Ie paduli je matei hong kayu sampalaki te puna taloh je mampahawen. Ie baya mingat tahiu kahanjak je kareh ingkemee rahian andau. Toh Ie mondok hila gantaun padadusan Hatalla tuntang marentah hayak dengae.

Sasak: Silaq ite laksaneang nike siq perhatiante cume tetujuang tipaq Deside Isa Almasih, sẽngaq Ie saq mimpin ite lẽq dalem iman, dait saq jauq imante nike tipaq kesempurnean. Deside Isa tahen menderite lẽq kayuq salib! Ie nẽnten peduli bahwe ninggal lẽq kayuq salib nike sopoq hal saq merilaq. Deside Isa cume iling lẽq sukecite saq gen Ie terimaq ẽraq. Mangkin Ie melinggih lẽq sedi kanan tahte Allah.

Bugis: Sitinajai pakkitatta mattuju lao ri Yésus, saba’ Aléna ritu iya paoto’éngngi teppe’ta sibawa piyarai polé ri pammulanna lettu ri paccappurenna. Tahangngi Yésus manrasa-rasa ri aju sallié! Dé’ Napaduliwi makkedaé maté ri aju salliéro iyanaritu séuwa gau’ iya mappakasiri-sirié. Banna maréngngerangngi lao ri arennuwang iya Napérasaiyé matu ri munri. Makkekkuwangngé tudanni ri seddé ataunna akkarungenna Allataala, enrengngé mapparéntai silaong Aléna.

Makasar: Parallui tuli tattuju paccinitta mae ri Isa, nasaba’ Iami ampabangungi siagang amparakai tappatta battu ri pakkaramulanna sa’genna kala’busang. Attahangi Isa angkasiaki sessaya ri kayu sallika! TaNajampangiai angkanaya anjo matea ri kayu sallika sannaki appakasiri’na. Iaji bawang Nau’rangi karannuang laNakasiaka sallang. Nakamma-kamma anne ammempomi ri sa’ri kanang empoang kala’biranNa Allata’ala, ammarenta siagang Allata’ala.

Toraja: anta mentiro lu lako Yesu, tu panglalan sia umpasundun kapatonganan. Belanna sondana kaparannuan dipaoloanNi, anNa mangka untanggung kayu pea’ta’ tang Nakuamo siri’, unno’ko’mi dio kanan isungan kapayunganNa Puang Matua.

Duri: La tapugaukmi tapatuju lakoi Puang Isa to penawanta', to mpadenni to kamatapparanta', napupenjajiki' masaranian. Gaja mesirisan joo kamatean jao kaju sitamben. Apa moi nasusi joo te'da nasipattekanni, sanga ia manda naingaran to kamasannangan la naperasai undinna. Na ia tee too cumadokkomi jio kananna cadokkoan mala'bih-Na Puang Allataala namangparenta sola.

Gorontalo: Wawu ito musi tatapu bilo-bilohe ode oli Isa ta lopobongu wawu lopo'olimomota imaninto. Ti Isa lodutola usikisa to ayu salipu wawu dila lomaduli u mo'olita o-Liyo, sababu Tiyo bilo-bilohe wengahe u ma tilantu mao lo Allahuta'ala o-Liyo wawu masatiya Tiyo hulo-huloa to olowala lo Allahuta'ala to arasi to soroga.

Gorontalo 2006: Mamusi bibilohunto duludulunga odeli Isa, sababu Tiolo talo pobongu mai iimaninto wau lolaalao̒ tou̒ bohuliolo mai dilumutu pulitio. Ti Isa tatapu owowoluwoalio lodutolo to ayu salipu! Tio diila paduli deu̒ mate to ayu salipu boito yito tala tuwau sua̒li umoo̒olito. Tio bo hemoe̒ela mola oweengahe umaa olasaa-Lio lapatio mao̒. Masaatia Tio hulohuloa̒ to ambahu olowala totambati huhuloa̒lo Allahu Taa̒ala wau hemo malenta pee̒-pee̒enta wo-Lio.

Balantak: Mai kita limanga tia mata men tontuko ni Yesus. Ia a men pu'una kaparasaya'anta ka' uga' i Ia a men mompopokalepu kaparasaya'anta. Ia nokotaan mamasa'an saliip ka' sian ninsirinai se' kakamaa' a lapus na saliip. Ia tongko' ningintoomkon upa men kobeles men nitoropotikonmo bo Ko'ona, ka' koini'i i ia oru-oruang na paraas uananna oruangan kobalaki'anna Alaata'ala.

Bambam: La pahallukia' umpasatutu penabanta lako Puang Yesus to umpadeem kamatappasanta anna to umpatepui. Tä' deem tikamellum Puang Yesus wattunna ussi'dim kamapi'disam yabo kaju sitambem. Anna moi anna tä' deem pada sadipa'kasihisam ke matei tau yabo kaju sitambem, sapo' tä' ia deem napikki'. Aka anggam ia napikki' diona katilallasam la nasi'dim illaam allo di dako'na. Anna tentomai muokko'um yabo ongeam handam matande dio tandai kananna okkosam kahajaanna Puang Allataala.

Kaili Da'a: Kamaimo kita mowia etu ante tunggai manggita Yesus, pu'u nu pomparasayata bo to nompakaroso pomparasaya etu sampe ri kaopuna. I'a naroo nanta'amaka kasusa bo kapari nipaku ri kayu parika ante da'a nompekiri eyana, sabana nitorana kadamba to nipakasadia ka I'a. Pade we'i-we'i I'a nekatoko ri peto'o to nibila ri panggana nu Alatala.

Mongondow: Mogaid ing kita kon tua takin umuran mopirisaya ko'i Yesus, sin Sia tuata inta nopobangon kom pirisaya naton bo umuran noḷukad kom pirisaya naton nongkon pinomangkoianpamai dapot im pangabisannya. Nonahangbií ing ki Yesus iyoyiga kong kayu pinoyotalempang! Diaíbií pinandung-Nyamai im matoi kong kayu pinoyotalempang tua totokbií im moko'oyak. Tongaíbií ḷunganga inta korasa'an-Nya kon singgai mo'iduduimai in umuran pinonorop-Nya makow. Bo tana'a makow, Sia ilimituídon kon dotaí ing koḷanan i Allah bo nomarentah noyotakin-Nya.

Aralle: Pahalluingkea' untindo' lolo Puang Yesus ang umpaaha anna umpasundung kapampetahpa'anta. Naaku ungngolai kamateang yaho di kayu sitambeng aka' umpihki' yato kakahsiang ang la nalambi' ke dako'mi, moinnakato kamateang ang noa yatoo mepakasili. Dinoa nalambi'mi pole' aka' mohko'mi yaho di ongeang kakeangka'ang tando kuananna Puang Alataala yaho di suruka.

Napu: Au hangangaa tapaiyoru iami Yesu au mobungkahi rara pepoinalainta hai au mopahandai pepoinalainta. Yesu mantaha liliu i lalu kapari duuna mate i kau mombehape. KapateNa iti mepakaea ntepuu. Agayana nauri nodo, bara Napailalu, Nahuhu pea wataNa rapaku i kau, lawi Napeinao molambi katana au ina Nahumba i bokona. Ide-ide mohudami tanda i koanana pohudaana Pue Ala i suruga.

Sangir: Kụ timonang kitẹ e pakatuntụbe sol᷊ong anun Mawu Yesus, u kai i Sie namangung pangangimang i kitẹ e dingangu nẹ̌padul᷊i wọu tětạe sol᷊ong pangěnsueěnge. Mawu Yesus mědẹ̌dararagu sigěsạ su kalu kuruisẹ̌! I Sie tawe mẹ̌dariang mate su kalu kuruisẹ̌ e kawe apạ e makamea. I Sie kětạeweng mětẹ̌tahěndung karal᷊uasẹ̌ kụ sarung kapěndangeng'E su samurine. Orasẹ̌ ini e i Sie mạiang su koanengu kal᷊aianengu Mawu Ruata, kụ mẹ̌pẹ̌parenta sěngkapẹ̌parenta ringang'E.

Taa: Pasi anu kita mangalo’aka yau resi i Yesu apa Ia semo mata njaya to nalulu ngkita pasi Ia semo to mampasilonga pangayanta. Ia mate rapaku ri kaju pasape, pasi kapate to etu napobuuka ntau to tempo etu kapate to masipato kojo rapokea. Pei nempo ewa wetu, taa mawei resi i Yesu, Ia ojo mangainsoka apa Ia mampobuuka kandende ndaya to Ia damangarata karoonya Ia mangika palaong to etu. Wali si’i-si’i Ia matunda ri awe nggadera i mPue Allah ri sambali tondo ngkana.

Rote: Ela leo bee na ita mata memete na nasale leo Yesus neu, nana Ndia nde nafofo'a ita namahehele na, ma nakaboboin neme makasososa na losa mete'e na. Yesus nakatatakak doidoso ka neme ai nggangek lain! Ana ta nafaduli nae, mate nai ai nggangek lain ndia nde bee na, hata esa fo nini mamaek. Ka'da nafandele neu namahokok fo neukose name'da nitan nai fai makabuin. Besak ia, nangatuuk nai Manetualain kandela mane na boboa kona na, ma Ana paleta sama-sama non.

Galela: Bilasu ngone popiricaya la pomagogora powimeta o Yesuska, sababu Una magegena o gogora manena ma ngeko wosidumu ngoneka de lo womagogora itiai sidago ma batika womasidiado. Una o sangisara wamoku sidago lo wisangahadika. Ma ngale wisangahadi so wisimaqe komagena o nyawa manga simaka, duma Una wosidoohawa, sababu wososininga o nali kiaka done asa wamake o orasi ma simaka. De o orasi manena kadaku o sorogaka Una womatamiye o Gikimoi Awi girinaka la Awi horomati wamake.

Yali, Angguruk: Laruk lit Nonowe Yesus ninil ki roho yet haruk lit welamul. At ino Ubam ninindi wenggel haruk laheyon ino fam hondog neneplug laruk lit mondabi fanoma nunumbahik laruk. At ino fanoma wereg lit Ahiyeg toho welalep angge famen aben Inggaliyap turukmu osokowa fisibareg teltuk ahan ha ribag. Teltuk ahan ha ribareg Allah inggik pikit fil lehoma hur atfareg wereg.

Tabaru: Ma 'orasi ngone pomariwo nanga ngo-ngakuoka, ngone salingou tatapu potaari 'o Yesusika, sababu 'unau wosibaoro nanga ngo-ngaku de wapaliara ma ngale wositotomo ka ma guruenosi sigado ma do-dogumu. 'O Yesus wotahani wosangisara. 'Una wosongene 'o salipoka ma kowokalesanguwa 'ato ge'ena 'o mahe. 'Una duga wongano-nganono dua ma du'uruoka de kawomore-morene. De ma 'orasi ne'ena 'una wopareta de ma Jo'oungu ma Dutu 'o ngii 'isure-sureka.

Karo: Kempak Jesuslah kita natap, sabap ia me sumbul ras tujun kinitekenta. IgengkenNa ngenanami kiniseran i kayu persilang! Tapi erdandanken keriahen si nimai Ia, lanai IukuriNa mela mate i kayu persilang. Janah genduari kundul Ia arah kemuhen kursi kinirajan Dibata.

Simalungun: Ibagas ai mangkawah ma hita dompak Jesus, sipungkah ampa sidobkon haporsayaon in, na manaronkon parsilang ai, gantih ni malas ni uhur na i lobeini, anjaha seng ihira hailaon ai, gabe hundul i siamun ni paratas ni Naibata.

Toba: Tabereng ma induk ni haporseaon i jala na paujungkonsa, i ma Jesus, na manaonhon parsilangon i, singkat ni las ni roha, tohapna i hian, so dietong i hailaon, gabe hundul di siamun ni habangsa ni Debata!

Dairi: Sitengen mo dempak Jesus, kerna Ia ngo mengurupi kita, asa terbaing kita percaya bana, i bennana nai soh mi puncana, igongken ngo matè tersilang. Oda ngo pella kemmemèla iradumi matè i kayu persilang i, lako mengayaki sampang atè sinaing jalonNa i podi ari. Asa kum bagèndari, kundul ngo Ia i kamuhun Dèbata rebbak mengerajai.

Minangkabau: Andaklah pandangan kito tatuju kapado Isa Almasih, dek karano Baliaulah nan mambangkikkan iman kito, sarato nan mamaliaronyo dari sajak samulo, sampai ka akienyo. Isa Almasih tahan manangguang sansaro di kayu salib! Baliau indak paduli, baraso mati di kayu salib tu, adolah suatu parkaro nan mamariangikkan. Nan takana dek Baliau hanyolah, sukocito nan ka dirasokan-Nyo kamudian. Kiniko Baliau duduak di sabalah suwok kurisi Allah, sarato mamarentah samo-samo jo Allah.

Nias: Ya lõ tebulõ tatõngõni Yesu, bõrõ me Ya'ia zanolo ya'ita ba wamati khõ-Nia i'otarai mbõrõta irugi gamozua. No Itaha wamakao Yesu ba dõla rõfa! No I'ositengagõ ba wa'amate ba rõfa andrõ no sambua fa'aila. Ha fa'omuso dõdõ nitõrõ tõdõ-Nia si falukha Ia dania ba gafuriata. Iada'e no dumadao Ia ba gambõlõ Lowalangi, mamatõrõ Ia fao awõ Lowalangi.

Mentawai: Buítá tamataiaké kam matatta ka tubut Jesus, aipoí nia lé masitutú-túaké tonem bagatta samba masipasisikeli, barania ka panandaatnia, pat aili ka kalepakatnia. Aiom'aké Jesus mangorik ka loiná siliktenga! Tá aipuletsei katukuanan matei ka loiná siliktenga iaté kelé sara katukailaat. Sarat puangkakat baga siloketnia ka gogoi sibabara lé aipaatu. Kineneiget aian nia mukukuddu kai kattoet uddenan purimataat Taikamanua muririmata sambat nia.

Lampung: Hagani pandangan ram tertuju jama Isa, mani Iado sai ngebangkitko iman ram rik melihara jak permulaan sampai akher. Isa tahan menderita di kayu salib! Ia mak peduli bahwa mati di kayu salib udi iado suatu hal sai ngeliamko. Ia angkah ingok jama keriangan sai haga dirasako-Ni kak raduni. Tano Ia mejong di kebelah kanan takhta-Ni Allah rik memerintah jejama jama Ia.

Aceh: Bah kheueh mata tanyoe tatuju ubak Isa, sabab Gobnyan kheueh nyang peubeudôh iman geutanyoe dan nyang peulara phon awai trok án akhé. Isa ék geupeuteun deurita bak kayée saleb! Gobnyan hana geupakoe bahwa maté bak kayée saleb nyan na kheueh buet nyang paleng malée. Nyang geuingat na kheueh keugeumbiraan nyang geuteurimong watée nyang teuma teuka. Jinoenyoe Gobnyan geuduek blaih uneuen takhta Allah dan geumat peurintah meusajan-sajan ngon Gobnyan.

Mamasa: Anta pasatutumoa' pennenne'ta lako Puang Yesus to umparundukkia' illalan kapangngoreanan anna to umpasundun kapangngoreananta. Natananan dipakario-rio yao kayu pantokesan anna tae' napikki' kumua dipomakadere' ke bonno' yaoi tau kayu pantokesan. Anggami napaillalan penawa iamo kadoresan la nasa'dingan ke dako'. Temo ummokko'mi yao angngenan randan matande dio tandai kananna tongkonan layukna Puang Allata'alla.

Berik: Afa nei nele jeiserem jam nesa onsobanaram, nwena nemna ga Yesusminip fener sege folbamifele. Jeiba Angtanesam nele nep aa jei sartaminirim, ane Jei ga nes jei se aftabifele jamer fwesabo. Jei ga gununt, "Ai tamtamtala As domola, jamer As tere ti salibibe, safe angtane nensaiserem enggam ge gubili je seferabara." Jei Jam irfweyan angtane Jei aa jei ne daktanswefe ti salibibe jemniwer, aam temawer Jei mes towaswena enggame, Jei ini galap se saaserswebana. Jepga Jei ga terewer ga aa irwenant, ane namwer ga aa nwini Uwa Sanbagirem taasfolawer.

Manggarai: Mait ga, mata dité paka jeténg nggere-oné Mori Yésus, ai Hia dé ata pandé kéngko agu tinu imbi dité pu’ung du wangkan dengkir agu cemoln. Mori Yésus poli ta’ong susa oné haju panggol. Toé rékéng Liha te mata oné panggol hitu pandé ritak laing. Nuk Diha kali cembes latang te mosé nggere-olon. Te ho’on ga, Hia lonto oné racap wanang seriga de Mori Keraéng kudut cama-cama cau adak.

Sabu: Do jhamma ke ne namada di ta pee nga petuje pa Yesus, rowi No ke ne do pemuri ne lua manno nga kaho di nga do piare-peloje ne lua manno nga kaho di rai ngati petari lohe la pedakka rahi. Do makka tarra Yesus ne dhui hape hedui-herui pa kolo ajhu ketoe ne. Adho No do pedhuli ta do ne lua made pa kolo ajhu ketoe ne ta hahhi lai do ta pemekae dhara. Ne do henge ri No wata ke lua mengallu nge nga kehaka dhara do medae ta narro ta lake ri No pa awe do ta hedhape ne. Pa dhara awe nadhe nnai ke No do mejaddhi pa hebhakka kedhanga kedera era mejaddhi Deo jhe pereda hela'u-la'u nga Deo.

Kupang: Deng kotong musti lari deng mata sonde lia kiri-kanan, ma lia sang Yesus sa. Te Dia yang buka jalan ko kotong bisa parcaya sang Tuhan Allah. Deng Dia nanti tolong ko kotong bisa parcaya tarús-tarús sampe abis. Inga, ko sonde? Waktu Yesus sangsara di kayu palang, orang olok-olok sang Dia, ma Dia batahan tarús. Te Dia tau kalo Dia pung sangsara su abis, nanti Dia pung hati jadi sanáng. Itu batúl. Te waktu Dia su mati abis, ju Tuhan Allah angka sang Dia ko dudu di Tuhan pung sablá kanan, ko Dong dua parenta sama-sama.

Abun: Men ben men bi suk-i yo, men bi sukjimnut kas ri mu kem pe mo Yefun Yesus et, we Yefun Yesus anato kak os wa men onyar kem mo Yefun Allah. Yefun Yesus anato ós men onyar kem pe mo Yefun sane sane sor kom mo pe gato or mó. Yefun Yesus ku sukye mo kwesukwin, sarewo Yefun Yesus simo sor, An yo damen wa kwop mo kwesukwin ne nde. An misyar, we An kok mo kwesukwin sa, An nutbot sukye gato An ku mone nde, wo An nutbot do, kam sari ne ma, bere An mit at ndo nde mo os gato An kak wa men yetu ne o re. Su ré An kem tak Yefun Allah de syim ge, mone An si Yefun jom suk mwa ne sino.

Meyah: Beda mimif tein musujohu rot Yesus efen oga insa koma ojgomuja. Jeska Ofa eita odou ahais gij mona ongga rusnok runtob Ofa tumu mega salib. Beda mojenen Ofa rot mar ongga rua runtunggom skoita Ofa gij mona insa koma guru. Jeska ofa osujohu rot mar ongga emereita efen odou erirei eteb rot gij mona kahma ojgomu. Noba ebeibeyaif bera Ofa enja jah mebaga fob jeskaseda ofoka ereij keingg rusnok nomnaga morototuma jera efen meka Allah.

Uma: Mata-ta mpototopa Yesus, Pangkeni-ta to mpotate ohea-ta pai' to mposipolea pepangala'-ta. Ntaha-i mpotodohaka kaparia duu'-na mate hi kaju parika'. Kamate-na hi kaju parika' toe anu me'eai' lia. Aga nau' wae, uma natapari, na'agi mate raparika', apa' napoimata–mata kagoea' to narata mpai' ngkabokoa'. Wae lau mohura-imi hi mali ngka'ana Pohuraa Alata'ala hi suruga.

Yawa: Muno syare wansami ntetero Yesus obo ai, Wepi po unanuije rausiso wansai indamu wamanave, muno Wepi po wansaeranande wama anave rai no manasyin ava nto ama marano matu wansai rai. Yesus atawandi siuri rai no inyo kapite rai, muno Po rawatambe ramu. Kakai no inyo kapite rai omamo mbe samaneve, weramu Yesus po samane umaso ratantona ramu weye kovo indati nande no marane obo mi Po ratantona. Soamo tuna no Injayo Amisy anem ngkove rai no munijo ntiti indamu be akarive atavon.


NETBible: keeping our eyes fixed on Jesus, the pioneer and perfecter of our faith. For the joy set out for him he endured the cross, disregarding its shame, and has taken his seat at the right hand of the throne of God.

NASB: fixing our eyes on Jesus, the author and perfecter of faith, who for the joy set before Him endured the cross, despising the shame, and has sat down at the right hand of the throne of God.

HCSB: keeping our eyes on Jesus, the source and perfecter of our faith, who for the joy that lay before Him endured a cross and despised the shame, and has sat down at the right hand of God's throne.

LEB: fixing our eyes on Jesus, the originator and perfecter of faith, who for the joy that was set before him endured the cross, disregarding the shame, and has sat down at the right hand of the throne of God.

NIV: Let us fix our eyes on Jesus, the author and perfecter of our faith, who for the joy set before him endured the cross, scorning its shame, and sat down at the right hand of the throne of God.

ESV: looking to Jesus, the founder and perfecter of our faith, who for the joy that was set before him endured the cross, despising the shame, and is seated at the right hand of the throne of God.

NRSV: looking to Jesus the pioneer and perfecter of our faith, who for the sake of the joy that was set before him endured the cross, disregarding its shame, and has taken his seat at the right hand of the throne of God.

REB: our eyes fixed on Jesus, the pioneer and perfecter of faith. For the sake of the joy that lay ahead of him, he endured the cross, ignoring its disgrace, and has taken his seat at the right hand of the throne of God.

NKJV: looking unto Jesus, the author and finisher of our faith, who for the joy that was set before Him endured the cross, despising the shame, and has sat down at the right hand of the throne of God.

KJV: Looking unto Jesus the author and finisher of [our] faith; who for the joy that was set before him endured the cross, despising the shame, and is set down at the right hand of the throne of God.

AMP: Looking away [from all that will distract] to Jesus, Who is the Leader {and} the Source of our faith [giving the first incentive for our belief] and is also its Finisher [bringing it to maturity and perfection]. He, for the joy [of obtaining the prize] that was set before Him, endured the cross, despising {and} ignoring the shame, and is now seated at the right hand of the throne of God.

NLT: We do this by keeping our eyes on Jesus, on whom our faith depends from start to finish. He was willing to die a shameful death on the cross because of the joy he knew would be his afterward. Now he is seated in the place of highest honor beside God’s throne in heaven.

GNB: Let us keep our eyes fixed on Jesus, on whom our faith depends from beginning to end. He did not give up because of the cross! On the contrary, because of the joy that was waiting for him, he thought nothing of the disgrace of dying on the cross, and he is now seated at the right side of God's throne.

ERV: We must never stop looking to Jesus. He is the leader of our faith, and he is the one who makes our faith complete. He suffered death on a cross. But he accepted the shame of the cross as if it were nothing because of the joy he could see waiting for him. And now he is sitting at the right side of God’s throne.

EVD: We should always follow the example of Jesus. Jesus is the leader in our faith. And he makes our faith perfect. He suffered death on the cross. But Jesus accepted the shame of the cross like it was nothing. He did this because of the joy that God put before him. And now he is sitting at the right side of God’s throne.

BBE: Having our eyes fixed on Jesus, the guide and end of our faith, who went through the pains of the cross, not caring for the shame, because of the joy which was before him, and who has now taken his place at the right hand of God’s seat of power.

MSG: Keep your eyes on [Jesus], who both began and finished this race we're in. Study how he did it. Because he never lost sight of where he was headed--that exhilarating finish in and with God--he could put up with anything along the way: cross, shame, whatever. And now he's [there], in the place of honor, right alongside God.

Phillips NT: our eyes fixed on Jesus the source and the goal of our faith. For he himself endured a cross and thought nothing of its shame because of the joy he knew would follow his suffering; and he is now seated at the right hand of God's throne.

DEIBLER: And let us keep our minds on Jesus, as a runner keeps his eyes on the goal [MET]. He is the one we should imitate concerning how he perfectly trusted God. When he died on the cross he endured it when he suffered greatly [MTY], instead of thinking about the things he would rejoice about later. He disregarded being disgraced by dying that way. He is now sitting at the place of highest honor [MTY] at the throne where God rules.

GULLAH: Leh we look op ta Jedus all de time, cause e de one wa led we fa trus God an e gwine hep we fa keep on da trus til we git fa be all e wahn we fa be. Jedus ain neba gii op, cause ob de cross! Cause ob de joy wa God keep fa um, e ain tek de shame ob dyin pon de cross fa mean nottin. So now, e seddown pon de right han side ob God trone.

CEV: We must keep our eyes on Jesus, who leads us and makes our faith complete. He endured the shame of being nailed to a cross, because he knew that later on he would be glad he did. Now he is seated at the right side of God's throne!

CEVUK: We must keep our eyes on Jesus, who leads us and makes our faith complete. He endured the shame of being nailed to a cross, because he knew that later on he would be glad he did. Now he is seated at the right side of God's throne!

GWV: We must focus on Jesus, the source and goal of our faith. He saw the joy ahead of him, so he endured death on the cross and ignored the disgrace it brought him. Then he received the highest position in heaven, the one next to the throne of God.


NET [draft] ITL: keeping <872> our eyes fixed <872> on Jesus <2424>, the pioneer <747> and <2532> perfecter <5051> of our faith <4102>. For <473> the joy <5479> set out <4295> for him <846> he endured <5278> the cross <4716>, disregarding <2706> its shame <152>, and has taken <2523> his seat <2523> at <1722> the right hand <1188> of the throne <2362> of God <2316>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Ibrani 12 : 2 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2018
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran