Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [TB]     [PL]  [PB] 
 <<  Ibrani 4 : 7 >> 

TB: Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu "hari ini", ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!"


AYT: Jadi, sekali lagi Allah menetapkan satu hari tertentu, yang disebut “hari ini”, yang telah dikatakan melalui Daud jauh hari sebelumnya, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam pemberontakan.”

TL: maka lagi sekali ditentukan-Nya suatu hari, yaitu: "Hari ini", dengan firman-Nya di dalam kitab Daud kemudian berselang beberapa lama, seperti yang telah tersebut dahulu itu: Bahwa pada hari ini, jikalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah kamu mengeraskan hatimu.

MILT: Lagi, dia menetapkan suatu hari, "Hari ini," dengan berfirman melalui Daud, setelah sekian lama waktunya, sama seperti yang telah difirmankan, "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!"

Shellabear 2010: Karena itu Ia pun kembali menentukan suatu hari, yaitu "hari ini." Firman-Nya disampaikan melalui Nabi Daud sekian tahun kemudian, seperti telah disebutkan di atas, "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, jangan keraskan hatimu."

KS (Revisi Shellabear 2011): Karena itu Ia pun kembali menentukan suatu hari, yaitu "hari ini." Firman-Nya disampaikan melalui Nabi Daud sekian tahun kemudian, seperti telah disebutkan di atas, "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, jangan keraskan hatimu."

Shellabear 2000: Karena itu Ia pun kembali menentukan suatu hari, yaitu “hari ini.” Firman-Nya disampaikan melalui Nabi Daud sekian tahun kemudian, seperti sudah disebutkan di atas, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah kamu mengeraskan hatimu.”

KSZI: maka Dia menetapkan satu hari lain, dalam firman-Nya kepada Daud, &lsquo;Hari ini,&rsquo; setelah sekian lama, iaitu: &lsquo;Hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, jangan keraskan hatimu.&rsquo;

KSKK: Namun Allah sekali lagi telah menentukan satu hari, ketika Ia bersabda: 'hari ini', dan tahun-tahun kemudian Ia menyatakan melalui Daud: "Jika kamu mendengar suara Allah pada hari ini, janganlah mengeraskan hatimu."

WBTC Draft: Jadi, Ia merencanakan hari khusus yang lain. Itulah yang disebut 'hari ini'. Ia berbicara tentang hari itu melalui Daud setelah sekian lama. Hal itu sama seperti ayat yang kita gunakan sebelumnya, "Jika kamu mendengar suara Allah hari ini, janganlah keras kepala seperti dahulu."

VMD: Jadi, Ia merencanakan hari khusus yang lain. Itulah yang disebut ‘hari ini.’ Ia berbicara tentang hari itu melalui Daud setelah sekian lama. Hal itu sama seperti ayat yang kita gunakan sebelumnya, “Jika kamu mendengar suara Allah hari ini, janganlah keras kepala seperti dahulu.”

AMD: Jadi, sekali lagi Allah menetapkan hari khusus, yang disebut “hari ini”. Ia telah berbicara tentang hari itu pada zaman yang lalu melalui Daud. Itulah yang telah Ia katakan sebelumnya, “Hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, jangan kamu keras kepala seperti dulu, ketika kamu memberontak kepada Allah”

TSI: Karena itu, bertahun-tahun kemudian Allah menentukan lagi suatu hari yang lain sebagai kesempatan untuk memasuki negeri itu, yakni ayat dari Mazmur tadi yang menyebutkan “hari ini,” di mana Allah berbicara tentang hari tersebut melalui Raja Daud, “Hari ini, ketika kamu mendengar suara-Ku, janganlah keraskan hatimu seperti nenek moyangmu.”

BIS: Sebab Allah sudah menentukan suatu hari yang lain lagi, yang disebut "Hari Ini". Bertahun-tahun kemudian Allah berbicara mengenai hal itu melalui Daud, dalam ayat yang dikutip tadi, "Kalau pada hari ini kamu mendengar suara Allah, janganlah kamu berkeras kepala."

TMV: Hal ini nyata kerana Allah telah menentukan suatu hari yang lain, yang disebut "Hari Ini." Allah berfirman tentang hal ini bertahun-tahun kemudian melalui Daud, dalam ayat yang telah dikutip tadi, "Jika pada hari ini kamu mendengar suara Allah, janganlah berkeras kepala."

BSD: Oleh sebab itu, Allah telah menentukan suatu hari yang lain, yang disebut “Hari ini”. Bertahun-tahun kemudian Allah berbicara mengenai hari itu melalui Raja Daud, seperti kutipan tadi. Allah berkata, “Kalau pada hari ini kamu mendengar suara Allah, janganlah kamu berkeras kepala.”

FAYH: Tetapi Ia telah menentukan waktu lain untuk masuk, dan waktu itu ialah sekarang. Hal ini dimaklumkan-Nya melalui Raja Daud, lama sesudah manusia pertama kali gagal untuk masuk, dengan kata-kata seperti yang telah dikutip di atas, "Pada hari ini, jika kamu mendengar Ia memanggil, janganlah mengeraskan hatimu melawan Dia."

ENDE: Sebab itu sudah ditentukanNja suatu hari jang lain, jaitu suatu "hari ini", dengan bersabda djauh lebih kemudian dengan lidah David, bunjinja seperti dahulu kala, jakni: "Hari ini apabila kamu mendengar suaraNja, djanganlah kamu menegarkan hatimu".

Shellabear 1912: maka lagi sekali ditentukannya suatu hari, maka firmannya dalam kitab Daud ada beberapa lama kemudian, "Bahwa pada hari ini" (seperti yang sudah tersebut dahulu itu), "Bahwa pada hari ini, jikalau kamu mendengar suaranya, Janganlah kamu mengeraskan hatimu,"

Klinkert 1879: Maka ditentoekannja poela soeatoe hari, ija-itoe hari ini, karena sabdanja dengan lidah Da'oed kemoedian daripada beberapa lamanja, saperti jang dikatakan dehoeloe: "maka pada hari ini, serta kamoe menengar soearanja, djanganlah kamoe keraskan hatimoe."

Klinkert 1863: Maka sebab itoe Dia tantoeken lagi satoe hari, ija-itoe sakarang ini, kata Toehan dengan lidah nabi Dawoed habis dari bebrapa lamanja, saperti soedah dikataken doeloe: {Ibr 2:7; Maz 95:7} "Maka pada hari ini, kaloe kamoe menengar swaranja, djangan kerasken hatimoe."

Melayu Baba: jadi lagi s-kali dia tntukan satu hari, dan kata dalam kitab Da'ud ada brapa lama kmdian, "Ini hari juga," sperti yang sudah di-sbot dhulu, "Ini hari juga kalau kamu mau dngar suara-nya, Jangan kraskan kamu punya hati."

Ambon Draft: Bagitu djuga Ija tantukan kombali satu hari: "hari ini,"sedang Ija katakan awleh Daud, bagitu lama waktu komedijen deri pada itu, sabagimana di-hulu sudah dekatakan: Hari ini, djikalaw kamu dengar sawa-ranja, djangan tagarkan hati-hati kamu!"

Keasberry 1853: Dan lagi dituntukannya satu hari, burfurmanlah iya dungan mulut Daud, pada hari ini, kumdian deripada bubrapa lamanya; maka pada hari ini, jikalau kiranya kamu handak munungar suaranya, janganlah kraskan hatimu.

Keasberry 1866: Dan lagi ditŭntukannya satu hari, bŭrfŭrmanlah iya dŭngan mulot Daud, Pada hari ini, kumdian deripada bŭbrapa lamanya; spŭrti dikatakannya, maka pada hari ini jikalau kiranya kamu handak mŭnŭngar swaranya janganlah kraskan hatimu.

Leydekker Draft: Maka pula 'ija tantukan barang saharij, jaxnij, harij 'ini, sedang 'ija baferman dalam zabur Da`ud komedijen deri pada barapa wakhtu lamanja: (seperti telah dekatakan) pada harij 'ini djikalaw kamu dengan 'akan sawaranja, djangan tagarkan hati kamu.

AVB: maka Dia menetapkan satu hari lain, dalam firman-Nya kepada Daud, “Hari ini,” setelah sekian lama, iaitu: “Hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, jangan keraskan hatimu.”

Iban: Nya alai Allah Taala ngeletak siti agi hari, ti dikumbai Iya "Sehari tu," ti disebut Iya lama udah bekau nya ngena David, munyi ti udah disebut tadi: "Sehari tu, enti kita ninga nyawa Iya, anang ngasuh ati kita kieh."


TB ITL: Sebab itu Ia menetapkan <3724> pula <3825> suatu hari <2250>, yaitu "hari ini <4594>", ketika Ia setelah <3326> sekian <5118> lama <5550> berfirman <3004> dengan perantaraan <1722> Daud <1138> seperti <2531> dikatakan di atas <4308>: "Pada hari ini <4594>, jika <1437> kamu mendengar <191> suara-Nya <5456> <846>, janganlah <3361> keraskan <4645> hatimu <2588> <5216>!" [<5100>]


Jawa: Mulane Gusti Allah nemtokake sawijining dina maneh, yaiku “dina iki”, nalika Panjenengane wus samono lawase anggone ngandika lumantar Prabu Dawud, kaya kang wus kasebut ing dhuwur: “Ing dina iki, manawa sira padha krungu swarane, aja padha mangkotake atinira!”

Jawa 2006: Mulané, Panjenengané nemtokaké dina manèh, yaiku "dina iki", nalika Panjenengané ngandika lantaran Daud suwé sawisé iku, kaya kang wis kasebut ing ngarep mau, "Ing dina iki, menawa sira padha krungu swantené, aja padha mangkotaké atinira!"

Jawa 1994: Kuwi ketitik saka enggoné Gusti Allah nemtokaké dina liyané, sing disebut: "Dina Iki". Let pirang-pirang taun sebanjuré, Gusti Allah ngandika menèh bab prekara iki lumantar Sang Prabu Dawud, ana ing ayat ngarep mau: "Ing dina iki menawa kowé padha krungu dhawuh pangandikané Allah, aja padha mangkotaké atimu."

Jawa-Suriname: Mulané Gusti Allah nyawiské dina liyané, yakuwi dina sing diarani “dina iki,” kanggo wong-wong, supaya bisa nampa katentremané. Gusti Allah wis ngomongké bab kuwi marang mbah-mbahané awaké déwé dèk mbiyèn, nanging let pirang-pirang taun sakwisé kuwi, Gusti Allah ngomongké bab iki menèh lantaran ratu Daved, sing uniné kaya sing ndisik mau: “Ing dina iki, nèk kowé krungu swarané Gusti Allah, kowé aja pada wangkot atimu.”

Sunda: Sabab Allah geus ngayakeun hiji poe deui anu disebut "Poe ieu". Sanggeus mangalam-alam, hal ieu ku Allah diandikakeun deui ku perantaraan Daud, ayat Kitab Sucina sakumaha anu tadi dipetik, "Lamun poe ieu maraneh ngadarenge gentra Allah, ulah basangkal."

Sunda Formal: Ku sabab eta, sakumaha urang terang, Allah teh nyayagian keneh hiji poe anu disebut “Poe ieu,” anu enggeus mangpirang-pirang alam ku Mantenna ditimbalkeun ku parantaraan Daud, ungelna: “Upama maraneh, poe ieu, ngadenge timbalana-Na, poma ulah mengpet hate.”

Madura: Sabab Allah ampon nantowagi settong are laen pole, se esebbut "Are Teya". Pan-saponapan taon saamponna ganeka Allah adhabu parkara ganeka kalaban parantara’anna Daud, e dhalem ayat se epetthek gella’, "Mon e are teya ba’na ngedhing sowarana Allah, ba’na ja’ cengkal."

Bauzi: Nehaha bak. Aham di iube Yosuat ame Israel dam ahamda zi lam Kanaan bak laba vou ladume vou fusi odosdaha bak. Lahana iho ozom, Alat ba ame lab odosdaha bak laba ozome gagoho vabak. Gi lada lamota ozome gagomeam làhà ba diamut Alat, “Ame bak lam ba di amomoi modem bak ehete,” lahame ba labi gagom bak vabak. Lahana ba labiham vabak. Aho gi neham bak ozome gagoho bak. “Dam Amti vahi neà odosi esdase,” laham bak lam neo di amomoi ab modi esuham bak. Ame di amomoi lam gi etei nibe Aho gagoho im iho aidam digat ahebu am bak. Eho gi neham bak ozome uba labi gagoho bak. Ame dam ahamda zi lam abo Musati Yosuati labihasu ahebu vou fole usdume ba Alat Boehàda Daud bake neo gi ame bak lam neo gagoho bak. Labi Daud aime Alat Vameadaha Im Toedahana zoho laba nehi ab toeham bak. “Alat neha, ‘Um etei nibe Ebe Eho uba vameadam im uho aimeam làhà um ahu a odohali mu meedamule.’ ” Lahame labihasu toeme esuhunàme Daud am ehe lahasuhu di lam am dam labe ame lab fet gagu esuhu bak lam Alati vahi neà odosi esdam bak lam ame dam labe ba modehe vabak.

Bali: Indike punika nyinahang tur muktiang, mungguing Ida Sang Hyang Widi Wasa ngamanggehang rahina lianan, sane kawastanin “Dinane Jani”. Indike punika sampun ndikayang Ida sasampun maletan makudang-kudang taun, malantaran Sang Prabu Daud, tur kunggahang ring Cakepan Sucine sakadi sane sampun inucap iwau kadi asapuniki: “Yen didinane jani kita ningeh sabdan Ida Sang Hyang Widi Wasa eda pesan kita bengkung.”

Ngaju: Basa Hatalla jari manukas ije andau je beken tinai, je inyewut "Andau toh". Banyelo-nyelo tinai limbah te Hatalla hakotak tahiu hal te mahalau Dawid, hong ayat je inyewut nah, "Amon hong andau toh keton mahining auh Hatalla, ela keton malawan."

Sasak: Sẽngaq Allah sampun nentuang sopoq jelo, saq tesebut "Jelo Niki". Betaun-taun sesampun nike Allah bemanik mengenai hal nike langan Daud, lẽq dalem ayat saq onẽq sampun tesebut, "Lamun lẽq jelo niki side dengahang Manik Allah, ndaq side pagah."

Bugis: Saba’ Allataala pura pattentui séddi esso iya laingngéssi, iya riteppué "Essoéwé". Mattaut-taung ri munrinna Allataala mabbicara passalenna gau’éro naolai Daud, ri laleng aya’éwé onna, "Rékko iya essoéwé muwéngkalingai saddanna Allataala, aja’ mumatedde ati."

Makasar: Nasaba’ le’ba’mi Napattantu Allata’ala se’reang allo maraeng pole, ia nikanaya, "Anne Alloa." Attaung-taung ribokoanganna Nabicarai Allata’ala anjo passalaka tete ri Daud, iami antu lalang aya’ le’bakamo nipau sumpadeng, angkanaya, "Punna nulangngere’ sa’ranNa Allata’ala anne alloa, teako tamappilangngeri."

Toraja: Napamanassa polei pissan tu misa’ allo, iamotu: Allo iate, tu Napokada lan sura’na Daud undinna tonna ba’tu sangapamo lendu’na susitu mangka disa’bu’ ina’ kumua: Iate allo, ke mirangii tu gamaranNa, da mipabattukki tu penaammi.

Duri: Iamo joo napattantu pole' omi Puang Allataala to wattu laen nanii wa'ding to tolino mentama ntuu joo tondok kakendenan. Na ia joo wattu sitonganna iamo tee too. Buttinna kumua mangtaun-taun mangkanna Nabi Musa, nauki' pole'i Raja Daud kadan-Na Puang Allataala to mangka tasa'ding nena' kumua, "Ia tee too ke misa'dingngi to gamaran-Na Puang Allataala, danggi' mimembattuk!"

Gorontalo: Bo Allahuta'ala ma lopotatapu mayi lo dulahe tuwawu wuwewo mao u hetanggulala dulahe entiye. Odelo u woluwo tula-tulade to kitabi Jaburu li nabi Dawud, elayi mola ayati entiye boyito odiye, ”To dulahe entiye botiye wonu timongoli mo'odungohe suwara lo Allahuta'ala, dila popotoheta odelo botu hila limongoli.” Odito ayati to kitabi lo Jaburu. Ti nabi Dawud tilumumula tou ti nabi Musa ma lohihewo yilate.

Gorontalo 2006: Sababu matilantu mai lo Allahu Taa̒ala tou̒ dulahe tuwau uwewo poli, u ilunte "Dulahe Botie". Ota-otaunuwalio mola lapatio mao̒ Allahu Taa̒ala lotahuda mai tomimbihu sua̒li boito lotimbulude tolei Dauda, todelomo ayati u hilamalio engonti, "Wonu todulahe botie timongoli modungohe suala lo Allahu Taa̒ala, timongoli diila mao̒ potibaa̒ngi."

Balantak: Koiya'a mbali' Alaata'ala noko pongoosimo ilio men sambana soosoodo, men ngaanon “Ilio kani'i”. Toropii tempo a noporusanna Wurungna Alaata'ala men sian namatalai mian minsoop na pintimalean-Na, isianmo soosoodo Wurungna Alaata'ala men ia tadulkon i Daud koi men ningaan ra'ana: “Kalu ilio kani'i i kuu mongorongor Wurungna Alaata'ala, alia i kuu bingilan a noamuu.”

Bambam: Aka inna puha napa'tantum Puang Allataala allo senga' la naongei hupatau untahima indo kamalubeam, indo diuaam: “Inde allo temo.” Mahhatu' taunna lessu'na Musa mane natula'i Puang Allataala kaha-kaha ia too napalombum tomahaja Daud. Iam too indo ditula' ingngena' naua: “Maka' uhhingngikoa' kadanna Puang Allataala inde allo temo, daa ungkahha' ulua'.”

Kaili Da'a: Jadi etu sampe Alatala nompakatantu loga ntanina to niulina "eo e'i" ala manusia mamala mangosaraka mpasanggani-nggani ante I'a. Sangga naliu bara sakuya atu mpae Alatala notesa ewa etu nggari sumba Daud riara tesa to nitulisiku ri ba'ana iwe'i: "Ane komi mangepe suara Alatala eo e'i, ne'e komi mompakako'o rara."

Mongondow: Sing ki Allah nonantuí domandon kon singgai ibanea inta sinangoian "Singgai Na'a." Bo naonda in tongonumaidon notaong no'iduduimai kon tua, ki Allah bui nosingog kon soaáḷ tatua pinongin i Daud, kom bonu in ayat inta pinais ko'ina, nana'a: "Aka singgai na'a mokodongog im mo'ikow kon singog i Allah, yo dona'ai togaton ing ginamu."

Aralle: Dianto anna napilleing Puang Alataala tempo ang senga' ang naonge mala tau ullambi' yato kapehileanna, dianto allo dinoa. Indee napepainsangnging Puang Alataala ungngolai Tomaraya Daud, masaeng puhanna naonge anna tuhoi Nabi Musa, umpake yato tula' ang tahingngi langngena' naoatee, "Allo dinoa pahallukoa' umpehingngii kamahanna. Daumpamakahha'i inahammu dai'."

Napu: Ido hai Pue Ala mopakanoto hangalo au ntanina bona manusia peisa molambi pengkarooangaa hihimbela hai Ia. Alo au Napakanoto iami alo ide halalu, lawi alo ide tahadimi Ngkora Marasa hangko i Pue Ala. Bahangkia atuna parena roo nabi Musa, Datu Daudi mouki Ngkorana Pue Ala au tahadi inona au manguli: "Alo ide, ane nihadi wotuna Pue Ala, inee nipamatua lalumi."

Sangir: Batụu Ruata e seng něnilakehu ěllo wal᷊ine lai, kụ isěsẹ̌bạ e "Ěllo Ini". Dingangu taunge kụ samurin Duata e měbẹ̌bisara mạanung hal᷊ẹ̌ ene si Daud su ral᷊ungu ayet'e kụ kere seng niwera kal᷊amona, "Kereu su ěllo ini e i kamene nakaringihẹ̌ tingih'u Ruata e, kumbahangbe i kamene mẹ̌tungkětị u naung i kamene."

Taa: Kamonsonya re’e tau tempo owi to nakeni i Yosua rata ri tana Kana’an. Pei si’a tana Kana’an etu to tampa rapandoo to naparajanjika i mPue Allah. Apa sira roomo masua ri tana Kana’an panewa yako etu masae wo’u panewa i Pue Allah mangika parajanji resi wiyaa nsira. Ia magombo liu ri nganga i Makole Daud, manganto’o gombo to kita room mangabasa to manganto’o, “Tempo si’i ane komi mangandonge loo i mPue Allah, ne’e mangaba’a talinga ngkomi.” Ewa wetu nato’o i mPue Allah. Wali ane tampa rapandoo batuanginya tana Kana’an, i Pue Allah tamo damanganto’o wo’u gombo etu. Pei Ia re’e kojo mampakatantuka wo’u tempo to yusa to temponya mangarata kasanang ndaya to raporapaka ewa tampa rapandoo. Etu semo “tempo si’i”. Wali tampa rapandoo etu si’a batuanginya tana Kana’an to narata nto Yahudi to nakeni i Yosua tempo owi. Apa sira roomo masua ri tana Kana’an panewa i Pue Allah magombo wo’u mangkonong tempo to temponya masua ri tampa rapandoo. Wali ane tampa rapandoo batuanginya tana Kana’an etu, i Pue Allah tamo damanganto’o wo’u gombo etu.

Rote: Nanahu Manetualain nafa'da basa fai hehelik esa, fo nanaseseik lae, "Faik Ia". Teu-teu maneu kala, Manetualain kokolak la'eneu dede'ak ndia, tunga Dauk, nai na'ka sa ala kokolak lalane ka dalek, nae leo ia, "Metema nai faik ia, emi mamanene Manetualain hala na soona, emi boso malanga batu."

Galela: So komagena o dongoho moili o Gikimoi asa wositatapu, la o nyawa aku yogoge dede Una. De o dongoho magena, eko o orasi manena, de o wange kia to Una Awi ili gena poiise. Sababu ma nabi Musa de o taungu o ratu muruo naga ipapasaka, de ma Kolano Daud o demo wolefo, kiaka o ayati iqomaka yaeetoka itemo, "Nakoso o wange manena ngini o Gikimoi Awi ili niise gena, upa nia sininga niatogoi."

Yali, Angguruk: It arimano holfag fug ane ari fahet Allahn o yoho tu welahe ulug Ele sali eke imbibag. Tot amusun toho welatfareg palimu eheyon hag toho Daud feneyen hiyag isaruk lit, "Yoho At ele hol halihip halug hinindi wenggel ha fug angge sohu roho welam fug," ibag.

Tabaru: Sababu ma Jo'oungu ma Dutu wositantuuokau 'o 'orasi 'ireguoli ge'ena la "Ne'ena ma Wange". Ma taunu 'iratu-ratusu deika ma Jo'oungu ma Dutu wobicarali ma ngale ge'ena, ma ngekomo ma Koana 'o Dautu, 'isoka gee kangano 'ingosekau ma bo-bula moioka konee, "Nako ne'ena ma wange nio'isene ma Jo'oungu ma Dutu wi 'ilingi, 'uwa nia singina nia'opini."

Karo: Si enda tangkas sabap nggo itetapken Dibata sada wari si deban, si igelari "wari enda". Ndekah kenca si e ngerana Dibata kerna si e arah Daud bagi nggo tersinget arah lebe, "Adi ibegindu sora Dibata wari enda, ula pemersik ukurndu."

Simalungun: Halani ai itotapkon ma use sada nari “Sadari on” ibagas na ihatahon marhitei si Daud, dob sonai dokahni i pudini ai, songon na dob hinatahon nongkan, “Sadari on, sanggah na binogei nasiam sora-Ni, ulang ma pamapir nasiam uhur nasiam songon sapari.”

Toba: Ala ni i, dibuhul muse sada ari, sadari on, ninna, ai didok do marhite sian si Daud, dung salpu na sai leleng i, suman tu naung nidokna i hian: "Sadari on, di na binegemuna soarana, unang ma papir hamu rohamuna!"

Dairi: Ai enggo itentuken Dèbata nola sada ari sidèban sinidokkenna "Ari èn", imo nidokken Dèbata merkitè si Daud, "Sidari èn tikan idengkoh kènè kata Dèbata, ulang peppihir kènè ukur ndènè."

Minangkabau: Dek karano, Allah lah manantukan suatu ari nan lain ciyek lai, nan dinamokan "Ari Iko". Batawun-tawun kamudian Allah mangecek tantang parkaro itu, malalui Nabi Daud, dalam ayaik nan disabuikkan cako, "Jikok pado ari iko angku-angku mandanga suwaro Allah, janlah angku-angku basikareh kapalo."

Nias: Bõrõ me Lowalangi zi no mangahonogõi sambua ngaluo bõ'õ nasa, niw̃a'õ-Nia "Ma'õkhõ andre". Ha'uga fakhe aefa da'õ fahuhuo Lowalangi sanandrõsa ba da'õ nifa'ema Dawido, bakha ba ayati si no muw̃a'õ mege, "Na ma'õkhõ andre mirongo li Lowalangi, bõi mi'abe'e'õ dõdõmi."

Mentawai: Aipoí aitetreakéan Taikamanua sara gogoi bagei, iaté oniakenen, "Gogoi Néné". Oto piga ngarura pá burúnia panibonangan mitsá Taikamanua iaté ka sisegéakenen Dapid, ka sikuania kelé ka ruang sikuatta simaruei néné, sipasikukua, "Ké nuarep kam nga-ngan Taikamanua kineneiget, buí nukeláaké kam paatuatmui."

Lampung: Mani Allah radu nantuko suatu rani sai lain lagi, sai disebut "Rani Inji". Betahun-tahun jak seno Allah cawa tentang hal ano liwat Daud, delom ayat sai dikutip jeno, "Kik di rani inji niku ngedengi suara-Ni Allah, dangdo niku keras ulu."

Aceh: Sabab Allah ka geupeuteuntée saboh uroe nyang laén lom, nyang teupeugah "Uroe Nyoe". Meuthon-thon óh lheueh nyan Allah geumeututoe keuhai nyan meulalu Nabi Daud, lam ayat nyang ka lheueh teupeugah bunoe, "Meunyoe nibak uroenyoe gata tateurimong feureuman Allah, bék kheueh gata tapeukreuh ulée."

Mamasa: Annu innang mangkami napatantu Puang Allata'alla allo senga' la nangei ma'rupa tau ullambi' pelliwean, iamo: “Allo temo.” Merratu'mi taunna mangkanna Musa anna mane tula'i Puang Allata'alla nalombungan tomaraya Daud iatoo ditula' angngena'o nakua: “Ianna urrangngikoa' kadanna Puang Allata'alla allo temo, daua' pomakarra' penawammu.”

Berik: Jepga tahunu anesus gamjon aaiserem, Uwa Sanbagiri aa bil nunu nafsiserem, ane nunu nafsi jeiserem bosna ga aas, "Nunu namwer aaiserem". "Afa nunu aas jepserem aamei jam isa sararam Uwa Sanbagiri Jei ip jam is nasipminirim, ini imna ipsama kekeletababisinirim." Taterisi Uwa Sanbagiri angtane Israelf aa jes golmilim, taterisi jeiserem Raja Daudfe jegme jeter gulbal, ane Daud taterisi jeiserem ga aa tulisul.

Manggarai: Landing hitu, Mori Keraéng wérét kolé ca leso bana, ngasangn “leso ho’o.” Béhéng kolé poli hitu, Hia curup lut hi Daud, cama ného curup hio éta: “Leso ho’o, émé dengé le méu reweng Diha, néka ku’akm!”

Sabu: Rowi do alle ke pepetato ri Deo helodho do wala ri, do pale ta "Lodho do nadhe." Ttau-ttau ta alla pe mina harre ta pedae ke ri Deo ri, ne jhara lai do napoanne pelake jhara Daud, pa dhara lilolo do ngine ne, "Kinga rangnge ke ri mu pa dhara lodho do nadhe ne lipedai Deo, bhole keti ri we mu, mii do tao ri ama-appumu pa awe pelawa-petaddhu he ro nga Deo."

Kupang: Ma lama-lama, Tuhan pili waktu yang laen, ko Dia pung orang bisa maso barenti cape sama-sama deng Dia. Te Dia pake baꞌi Daud ko omong bilang, “Ini hari, kalo bosong dengar Tuhan Allah pung omong, jang bekin bosong pung hati karás ke batu, ma dengar bae-bae su.”

Abun: Sane Yefun Allah fro bi kam-i gato ye kendo mo Yefun Allah bi sukdu do, "Kam ré" ne mó re. Su "Kam" gato ye ki subot ré bere men si Yefun Allah kem not mo An bi nat-i. Yefun Allah ki subot "Kam ré" si ye Israel suga nyim tuya. Or o, nam o, Yefun Allah ki sukdu ne nai yeraja Daud, ete Daud waii krom napyo anato men jam. Sukdu ré ye krom mo Yefun Allah bi sukdu, tepsu gado ji krom ne, sare do, "Su kam ré, nin do jam Yefun Allah ki sukdu nai nin it yo, nin su krat wa nde."

Meyah: Noba mona ongga egema deika insa koma bera erek mona ebeibeyaif tein. Sismeni eteb fob bera Allah anggot rot mona ongga ebeibeyaif oisouska raja Daud. Raja Daud agot oida, "Gij mona ebeibeyaif tein, erek iwa idou ebriyi gij mar ongga Allah anggot gu iwa gij idou efesi fob, beda iwa inokoja mar koma rot idou ongga osumsumu guru."

Uma: Toe pai' Alata'ala mpakatantu eo to ntani'-na wo'o, bona manusia' mporata pento'oa dohe-na. Eo to napakatantu, eo toe-mi lau ompi', hi eo kampo'epe-ta libu' Alata'ala. Apa' ba hangkuja atu mpae ngkabokoa' ngkai nabi Musa, Magau' Daud mpo'uki' Lolita Alata'ala to ta'epe-mi we'i to mpo'uli': "Eo toe lau, ane ni'epe-damo libu' Alata'ala-e, neo' nipakatu'a nono-ni."

Yawa: Muno Po masyoto kaijinta rapatimu tavon, omamo masyoto unumeso. Anene umawe ukakai vintabo to, noa nugoenta rave umba Amisye po ayao so raugaje Daud ai pare: “Wadanide! Syare masyoto unumeso wapo Amisye anamote raraniv! Vemo wasanuga matu nora!”


NETBible: So God again ordains a certain day, “Today,” speaking through David after so long a time, as in the words quoted before, “O, that today you would listen as he speaks! Do not harden your hearts.”

NASB: He again fixes a certain day, "Today," saying through David after so long a time just as has been said before, "TODAY IF YOU HEAR HIS VOICE, DO NOT HARDEN YOUR HEARTS."

HCSB: again, He specifies a certain day--today --speaking through David after such a long time, as previously stated: Today if you hear His voice, do not harden your hearts.

LEB: again he ordains a certain day, today, speaking by David after so long a time, just as had been said before, "Today, if you hear his voice, do not harden your hearts."

NIV: Therefore God again set a certain day, calling it Today, when a long time later he spoke through David, as was said before: "Today, if you hear his voice, do not harden your hearts."

ESV: again he appoints a certain day, "Today," saying through David so long afterward, in the words already quoted, "Today, if you hear his voice, do not harden your hearts."

NRSV: again he sets a certain day—"today" —saying through David much later, in the words already quoted, "Today, if you hear his voice, do not harden your hearts."

REB: once more God sets a day. “Today”, he says, speaking so many years later in the words already quoted from the Psalms: “Today if you hear his voice, do not grow stubborn.”

NKJV: again He designates a certain day, saying in David, "Today," after such a long time, as it has been said: "Today, if you will hear His voice, Do not harden your hearts."

KJV: Again, he limiteth a certain day, saying in David, To day, after so long a time; as it is said, To day if ye will hear his voice, harden not your hearts.

AMP: Again He sets a definite day, [a new] Today, [and gives another opportunity of securing that rest] saying through David after so long a time in the words already quoted, Today, if you would hear His voice {and} when you hear it, do not harden your hearts.

NLT: So God set another time for entering his place of rest, and that time is today. God announced this through David a long time later in the words already quoted: "Today you must listen to his voice. Don’t harden your hearts against him."

GNB: This is shown by the fact that God sets another day, which is called “Today.” Many years later he spoke of it through David in the scripture already quoted: “If you hear God's voice today, do not be stubborn.”

ERV: So God planned another special day. It is called “today.” He spoke about that day through David a long time later using the words we quoted before: “If you hear God’s voice today, don’t be stubborn.”

EVD: So God planned another special day. It is called “today.” God spoke about that day through David a long time later. It is the same Scripture we used before: “ If you hear God’s voice today, don’t be stubborn like in the past.” Psalm 95:7–8

BBE: After a long time, again naming a certain day, he says in David, Today (as he had said before), Today if you will let his voice come to your ears, be not hard of heart,

MSG: God keeps renewing the promise and setting the date as today, just as he did in David's psalm, centuries later than the original invitation: Today, please listen, don't turn a deaf ear...

Phillips NT: he proclaims a further opportunity when he says through David, many years later, "today", just as he had said "today" before. Today if ye shall hear his voice, Harden not your hearts.

DEIBLER: But God appointed another timethat we may enter that place of resting. That time is now! We know that is true because much later than when the Israelites rebelled against God in the desert, he caused King David to write what I have already quoted: Now, when you understand what God is saying to you, do not stubbornly disobey him.

GULLAH: Cause God done fix noda time, a day wa e call “Taday.” Atta plenty yeah done pass, God hab David say dem wod yah, wa A jes tell oona say, “Ef oona yeh God boice taday, mus dohn hab haad haat.”

CEV: Much later God told David to make the promise again, just as I have already said, "If you hear his voice today, don't be stubborn!"

CEVUK: Much later God told David to make the promise again, just as I have already said, “If you hear his voice today, don't be stubborn!”

GWV: So God set another day. That day is today. Many years after your ancestors failed to enter that place of rest God spoke about it through David in the passage already quoted: "If you hear God speak today, don’t be stubborn."


NET [draft] ITL: So God again <3825> ordains <3724> a certain <5100> day <2250>, “Today <4594>,” speaking <3004> through <1722> David <1138> after <3326> so long <5118> a time <5550>, as <2531> in the words quoted before <4308>, “O, that today <4594> you would listen <191> as he <846> speaks <5456>! Do <4645> not <3361> harden <4645> your <5216> hearts <2588>.”


  Share Facebook  |  Share Twitter

Studi lengkap, lihat: Alkitab SABDA.

 <<  Ibrani 4 : 7 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Alkitab ANDROID
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
Copyright
© 2010-2023
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel Dual Panel

Laporan Masalah/Saran