TB: Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,
AYT: Walaupun Yesus adalah Anak, tetapi Ia belajar untuk taat melalui penderitaan yang dialami-Nya.
TL: sungguhpun Ia Anak, tetapi sudahlah Ia belajar taat dengan segala sesuatu yang dirasai-Nya itu,
MILT: Sekalipun dengan menjadi seorang Putra, Dia telah belajar melalui apa yang pernah Dia derita, ketaatan;
Shellabear 2010: Sekalipun Ia adalah Sang Anak, Ia belajar untuk taat melalui segala hal yang diderita-Nya.
KS (Revisi Shellabear 2011): Sekalipun Ia adalah Sang Anak, Ia belajar untuk taat melalui segala hal yang diderita-Nya.
Shellabear 2000: Sekalipun Ia adalah Sang Anak, Ia telah belajar untuk taat melalui segala hal yang diderita-Nya;
KSZI: Sungguhpun Dia Putera, namun Dia belajar taat melalui segala penderitaan-Nya.
KSKK: Sekalipun Ia Putra, Ia telah belajar patuh melalui penderitaan,
WBTC Draft: Yesus adalah Anak Allah, tetapi Ia menderita dan belajar untuk taat melalui penderitaan-Nya.
VMD: Yesus adalah Anak Allah, tetapi Ia menderita dan belajar untuk taat melalui penderitaan-Nya.
AMD: Walaupun Yesus adalah Anak Allah, tetapi Ia belajar untuk taat melalui segala penderitaan yang Ia hadapi.
Kitab Kehidupan: Meskipun Yesus adalah Anak Allah, Dia tetap belajar taat melalui penderitaan-Nya.
TSI: Meskipun Yesus adalah Anak Allah, Dia rela menderita sebagai bentuk ketaatan-Nya kepada Allah.
BIS: Yesus adalah Anak Allah, tetapi meskipun begitu, Ia belajar menjadi taat melalui penderitaan-Nya.
TMV: Tetapi meskipun Yesus Anak Allah, Dia belajar menjadi taat melalui penderitaan-Nya.
BSD: Allah mendengar doa-doa Yesus karena Yesus taat dan sangat mengasihi Allah. Tetapi, walaupun Yesus adalah Anak Allah, namun Ia juga menderita supaya Ia belajar menjadi taat kepada Allah.
FAYH: Walaupun Yesus Anak Allah, Ia harus belajar dari pengalaman, apakah makna ketaatan apabila ketaatan itu berarti penderitaan.
ENDE: Walaupun Ia Putera tetapi dari apa jang telah dideritaNja Ia beladjar mendjadi patuh.
Shellabear 1912: maka sungguhpun ia Anak, tetapi dari pada perkara-perkara yang dirasainya itu ia belajar menurut perintah;
Klinkert 1879: Soenggoehpon ija anak sendiri, maka beladjar djoega ija menoeroet, olih sebab sangsara, jang dirasainja;
Klinkert 1863: {Fil 2:6} Maski Toehan itoe Anak sendiri, tetapi beladjar djoega menoeroet parentah dari sebab perkara-perkara jang dia rasai.
Melayu Baba: sunggoh pun dia satu Anak, dia sudah blajar turut-prentah deri perkara-perkara yang dia mrasa;
Ambon Draft: Dan maski djuga Ija ada Anak laki-laki, Ija sudah a-djar dengar-dengaran, didalam jang mana Ija sudah mera-sa sangsara.