Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [TB]     [PL]  [PB] 
 <<  Wahyu 19 : 2 >> 

TB: sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu."


AYT: karena penghakiman-Nya benar dan adil; karena Ia telah mengadili pelacur besar itu, yang merusak bumi dengan kebejatannya, dan telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya kepada pelacur itu.”

TL: sebab segala hukumannya benar lagi adil; karena Ia telah menghukumkan sundal besar itu, yang merusakkan dunia dengan persundalannya itu, dan Ia telah membelakan darah segala hambanya atas sundal itu."

MILT: sebab benar dan adil penghakiman-Nya, karena Dia telah mengadili pelacur besar itu, yang terus menerus merusak bumi dengan percabulannya. Dan Dia telah menuntut balas darah para hamba-Nya dari tangannya."

Shellabear 2010: sebab penghakiman-Nya benar dan adil! Ia telah menghakimi pesundal besar itu, "yang merusak dunia dengan persundalannya. Darah hamba-hamba-Nya telah dibalas Tuhan atas pesundal itu."

KS (Revisi Shellabear 2011): sebab penghakiman-Nya benar dan adil! Ia telah menghakimi pesundal besar itu, "yang merusak dunia dengan persundalannya. Darah hamba-hamba-Nya telah dibalas Tuhan atas pesundal itu."

Shellabear 2000: sebab penghakiman-Nya benar dan adil! Ia telah menghakimi pesundal besar itu, yang merusak dunia dengan persundalannya. Darah hamba-hamba-Nya telah dibalas Tuhan atas pesundal itu.”

KSZI: Kerana segala penghakiman-Nya benar dan adil, kerana Dia telah menghakimi pelacur besar yang telah mencemarkan dunia dengan perzinaannya; dan Dia telah menghukumnya kerana menumpahkan darah hamba-hamba-Nya!&rsquo;

KSKK: karena penghakiman-Nya adalah benar dan adil. Ia telah menghukum pelacur besar itu yang telah menyesatkan dunia dengan pelacurannya. Ia telah membalas darah para hamba-Nya yang ditumpahkan oleh tangannya dalam pelacurannya.

WBTC Draft: Semua penghakiman-Nya benar dan adil. Allah kita telah menghakimi pelacur besar, yang merusakkan bumi dengan percabulannya. Allah telah membalaskan kematian hamba-hamba-Nya kepadanya, yang dibunuh oleh pelacur itu."

VMD: Semua penghakiman-Nya benar dan adil. Allah kita telah menghakimi pelacur besar, yang merusakkan bumi dengan percabulannya. Allah telah membalaskan kematian hamba-hamba-Nya kepadanya, yang dibunuh oleh pelacur itu.”

AMD: Sebab, penghakiman-Nya benar dan adil. Allah kita telah menghukum Pelacur Besar yang merusak bumi dengan dosa seksualnya itu. Allah telah membalaskan darah para hamba-Nya kepada si Pelacur itu.”

TSI: Karena Dia selalu menghakimi dengan adil dan benar. Jadi sekarang Allah sudah menghukum ratu pelacur itu yang membuat penduduk bumi ternoda dengan penyembahan berhala. Di mata Allah, hal itu seperti dosa percabulan. Dan Allah sudah membalas pembunuhan hamba-hamba-Nya kepada pelacur itu, karena dia yang menjadi pelakunya.”

BIS: Penghakiman-Nya adil dan bijaksana! Ia sudah menjatuhkan hukuman ke atas pelacur yang besar, yang merusak dunia dengan percabulannya. Allah sudah menghukum pelacur itu, sebab ia membunuh hamba-hamba Allah."

TMV: Penghakiman-Nya benar dan adil! Dia telah menjatuhkan hukuman kepada pelacur termasyhur itu, yang menyesatkan dunia dengan perbuatan cabulnya. Allah sudah menghukum dia kerana dia membunuh hamba-hamba Allah."

BSD: Ia agung dan berkuasa! Ia memutuskan perkara dengan adil dan bijaksana! Ia sudah menjatuhkan hukuman ke atas pelacur besar yang suka melacur dan merusak dunia. Allah menghukum dia, sebab ia membunuh orang-orang yang melayani Allah.”

FAYH: Karena penghakiman-Nya benar dan adil. Ia telah menghukum Pelacur Besar itu, yang dengan dosanya telah merusak bumi, dan Ia telah membalas kematian hamba-hamba-Nya."

ENDE: karena benar dan adil segala peradilannja. Ia telah mengadili si Sundal besar, jang dengan pelatjurannja telah membinasakan dunia. Ia telah membela darah para hambanja terhadap si Sundal itu".

Shellabear 1912: sebab segala hukumannya benar lagi 'adil; karena telah dihukumkannya akan sundal yang besar, yang merusakkan dunia dengan persundalannya itu, dan darah hamba-hambanya telah dibalaskan Tuhan atas sundal itu."

Klinkert 1879: Karena benar dan adillah segala hoekoemnja; tegal dihoekoemkannja soendal besar, jang meroesakkan boemi dengan persoendalannja, dan tegal ditoentoetnja bela darah segala hambanja akandia.

Klinkert 1863: {Wah 15:3; 16:7} Karna bener dan adil segala hoekoemnja; karna Toehan soedah menghoekoemken lonte besar, jang soedah meroesakken boemi dengan persoendalannja, serta Toehan soedah membales sama dia {Wah 18:20; Ula 32:43} darah segala hambanja.

Melayu Baba: kerna btul dan bnar-lah dia punya hukuman; kerna dia sudah hukumkan itu sundal bsar, yang sudah rosakkan dunia dngan dia punya persundalan, dan dia sudah balaskan hamba-hamba-nya punya darah atas itu sundal."

Ambon Draft: Karana benarlah dan adil ada segala hukumnja, awleh karana Ija sudah bowat pu-tusan hukum atas parampu-wan sondal jang besar itu, jang sudah merusak dunja dengan dija punja persondal-an, dan sudah balas darah segala hamba-hambanja deri pada tangannja.

Keasberry 1853: Kurna bunar dan adillah kiranya sagala hukumnya: tugal iya tulah munghukumkan jalang yang busar itu, yang tulah murosakkan bumi ulih pursundalannya, surta mununtut bela darah sagala hambanya akan dia.

Keasberry 1866: Kŭrna bŭnar dan adillah kiranya sagala hukumnya, tŭgal iya tŭlah mŭnghukumkan jalang yang bŭsar itu, yang tŭlah mŭrosakkan bumi ulih pŭrsundalannya, sŭrta mŭnuntut bela darah sagala hambanya akan dia.

Leydekker Draft: Karana benarlah dan xadillah segala hhukum 2 nja: sedang 'ija sudah menghhukumkan 'atas sondal besar 'itu, jang sudah merusakhkan bumi 'awleh persondalannja, dan 'ija sudah berbalaskan darah segala hamba 2 nja deri pada tangannja.

AVB: Kerana segala penghakiman-Nya benar dan adil, kerana Dia telah menghakimi pelacur besar yang telah mencemarkan dunia dengan perzinaannya; dan Dia telah menghukumnya kerana menumpahkan darah hamba-hamba-Nya!”

Iban: laban Iya ngakim ngena pemendar enggau pengelurus! Iya udah ngukum indu sundal nya ti udah ngamahka dunya ngena pengawa iya ti bambai, lalu Allah Taala udah malas iya laban iya udah munuh bala nembiak Allah Taala."


TB ITL: sebab <3754> benar <228> dan <2532> adil <1342> segala penghakiman-Nya <2920>, karena <3754> Ialah yang telah menghakimi <2919> pelacur <4204> besar <3173> itu, yang merusakkan <5351> bumi <1093> dengan <1722> percabulannya <4202>; dan <2532> Ialah yang telah membalaskan <1556> darah <129> hamba-hamba-Nya <1401> atas pelacur itu." [<846> <3748> <846> <846> <1537> <5495> <846>]


Jawa: awitdene leres lan patitis pangadilanipun, amargi Panjenenganipun ingkang sampun ngadili wanita tunasusila ageng, ingkang ngrisak bumi srana lampahipun jina; sarta Panjenenganipun punika ingkang sampun malesaken rahipun para abdinipun dhateng wanita punika.”

Jawa 2006: awit leres lan adil sakathahing pangadilanipun, amargi Panjenenganipun sampun ngadili sundel ageng punika, ingkang ngrisak bumi sarana lampah-cabulipun; sarta Panjenenganipun punika ingkang sampun malesaken rahing para abdinipun dhateng wanita punika."

Jawa 1994: Pengadilané leres lan patitis. Panjenengané wis ngadili sundel gedhé, kang gawé rusaking bumi srana enggoné laku jina. Panjenengané wis malesaké marang wong wadon kuwi, merga enggoné wis matèni para abdiné."

Jawa-Suriname: Dèkné sing ngrutu bener lan nyata. Dèkné wis ngrutu lonté gedé, sing nggawé rusaké bumi nganggo laku bédangé. Dèkné wis mbales marang wong wédok kuwi, sing wis matèni para peladèné.”

Sunda: Putusan Mantenna adil jeung jujur. Mantenna geus ngahukum palacur anu ngaruksak dunya ku lampah mesumna. Manehna ku Allah geus dihukum, sabab geus maehan abdi-abdi-Na."

Sunda Formal: Putusan Mantenna adil saestu. Indung palacuran, anu jahat ngaruksak buana, tur geus maehan abdi-abdi Mantenna, ayeuna enggeus dihukum.”

Madura: Panghakimanna adil ban bicaksana! Salerana la neba’agi okoman ka sondel raja, se arosak dunnya bi’ kama’seyadanna. Allah ampon ngokom sondel ganeka polana mate’e di-abdina Allah."

Bauzi: Neham bak. Obo Oho meia im uloome aime ozome ozobohudi gagodam di ba biou giomim gagodam vaba abo gi ahole im vamdesu imbo bakta gagu beodam bak. Labi ame nam fi lohona labe aho meia vou fohome fi loholi ostam alalehena laba vou baedam bak lamti ulohona ame kota Babel laba azihi dam labe iho neo dam bakda totbaho ahebu laba gi ame baket neo meedàmu Oho ame dam laba ab beodaham bak. Labi laha Obo Oho gagoho im aime uledi meedam dam lam ame dam labe iho oddume im vasea veàtoho bake Oho fa ot vai vatau dam lam ab beodaham bak. Labihàmu iho Oba, ‘Om abo feàte. Ahole modeho,’ lahame Oba vou baedam bak.”

Bali: sawireh tetepasan Idane saja patut muah adil. Ida suba nyisipang sundele ane agung ento ane ngusakang gumine aji cabulne. Ida suba nyisipang ia, sawireh ia suba ngamatiang parekan-parekan Idane.”

Ngaju: Ie mahakim hapan kaadilan tuntang kapintar-kaharati! Ie jari malalus hukuman te mawi lontei hai, je marusak kalunen hapan karayape. Hatalla jari mahukum lontei te, basa ie mampatei kare rewar Hatalla."

Sasak: Penghakimanne adil dait bijaksane! Ie sampun mutusang hukuman tipaq pelacur saq belẽq nike, saq nyẽdaq dunie siq perbuatanne saq cabul. Allah sampun hukum pelacur nike, sẽngaq ie nyematẽq hambe-hambe Allah."

Bugis: Adélé’i pangadéléken-Na sibawa mapanréi! Purani napatakkenna pahukkungengngé ri yasé’na cakkuribang iya battowaé, iya solangiyéngngi linoé sibawa appangaddinna. Allataala pura hukkungngi iyaro cakkuribangngé, saba’ naunoi ata-atanna Allataala."

Makasar: Adeleki siagang annabai pangngadelanNa! Napabattumi hukkunganNa mae ri pasundala’ lompoa, ampanrakiai linoa siagang gau’ bawanna. Le’ba’mi Nahukkung Allata’ala anjo pasundalaka, lanri nabunona sikamma ata-atanNa Allata’ala."

Toraja: belanna mintu’ tu pa’paolainNa salu tongan sia malambu’; belanna Naukungmo tu pa’gau’ sala masarrang iato, tu ussanggang lino diona gau’ salana, sia Naalammo bala’ tu rarana mintu’ taunNa lako to ma’gau’ sala iato.

Duri: Sanga tongan na maruruhhi pangra'tah-Na! Nara'tahmi kara-karana to baine bandarang nggajatan lino mpugaukki to mesirisan, na napabalahhimo to kadibunoanna taun-Na."

Gorontalo: Nga'amila hukumani lo Allahuta'ala yito adili wawu banari! Tiyo ta ma lohukumani tabuwa sundali da'a boyito ta ma longantulu duniya wolo jinaliyo. Allahuta'ala ma lomalasi mao duhu lo mongowato-Liyo ta ma pilate lo tabuwa sundali boyito.”

Gorontalo 2006: Pomuto-I̒o aadili wau molinepo! Tio malo podehu mai hukuumani to tasuuntali daa̒, tamoruusa dunia wolo polo hulotolio. Allahu Taa̒ala malo hukuumani mai tasuuntali boito, sababu tio lomate yila-yilateelo mao̒ mongo wato lo Allahu Taa̒ala."

Balantak: Kana' ka' maloos a pungukumi-Na, ka' i Ia a men nungukummo wiwine men bukuan mogora' iya'a men nanggau'kon mian na tano' balaki' sida nangawawau men ba'idek. Alaata'ala a nungukum wiwine men bukuan mogora' iya'a, gause i ia nampapatei papalimang-Na.”

Bambam: Dipuji aka abana malolo anna sipäto' pesämbä'na. Puham umpassala indo baine passunda' to dipobungam bibi, to ungkadakei lino napobua' passundasanna. Napassala Puang Allataala aka buda sabua'na si napatei."

Kaili Da'a: Toiyamo I'a sabana pombabutusina nanoa pade nakono. Nisukunamo besi bajinga etu to nompakaja'a dunia ante pokaingguna nogau sala. Nipesawanamo besi etu sabana i'a to nompatesi batua-batua nu Alatala."

Mongondow: Sim pohohakim-Nya moaídil bo mobijaksana! Sia ain nopoḷabuí in hukuman kom polacur moḷoben, inta nomoguya'at kon dunia na'a takin aidnya inta mokotor. Ki Allah ain nohukum kom polacur tatua, sin sia nolimod kon intau mita inta nogaid kon oaíidan i Allah."

Aralle: Panghohto'na tahpa' anna para-para! Puhang untahungkung yato pahsundala' ang kainsangang ang ungkarakei lino napobua' katasampa'anna. Natallangnging Puang Alataala aka' puha umpatei petauanna!"

Napu: Tatoyami, lawi pobotusiNa manoto hai tou. Nahukumi towawine au kadake ntepuu babehiana, au mopakadake dunia ide hai pebualosina. Nahukumi lawi masala anti kamopapatenda hawina Pue Ala."

Sangir: Pělahukung'E kai adilẹ̌ dingangu pelesa! I Sie seng něnawong hukumange su tau wawine tahapẹ̌sundal᷊ẹ̌ gẹ̌guwạ, kụ seng nakagholang dunia e ual᷊ingu pẹ̌sasundal᷊e. Mawu Ruata e seng něhukungu tahapẹ̌sundal᷊ẹ̌ ene, batụu i sie němate manga ěllangu Mawu Ruata."

Taa: Apa tempo Ia mangahuku to lino, hukuNya etu masipato pasi singkonong ewa anu to monso. Ia roomo mangahuku lonte bae etu, to mampakaja’a lino apa ia magoyal. Ia mangahuku lonte etu apa saba lonte etu room mampopate yau to papolaong i mPue Allah.”

Rote: Nakeketu na tunga ka'da ndoo na, ma manatee tenok. Naketu basa huhukuk soaneu manasosoa-piao matuaina, fo manatao nalutu daebafa ka ninik sosoa-piaon. Manetualain huku basa manasosoa-piaok ndia, nana ana taonisa Manetualain ata nala."

Galela: Sababu Una nako o dorou wafanggali de o sangisara magena, itiai de itero. Muna ami sundali ifofoloi gena de o bi nyawa o duniaka o nyafusu ma dorou magaka, to muna magena ami dorou asa Una de o sangisara wosifanggali qaboloka. De to muna ami dorou ma ngale to Una Awi sosulo-sosulo matotoomaka, so muna magenena asa Una womisangisara qaboloka.

Yali, Angguruk: At tem toho wereg lit unggum ap unubam werehon pikit toho eneg kong turuk. Pabi ane til noruk lit kinang siyahap turuk latisi hiyap ino Aren alem ubam emberuk lit unggum kong tirisi. Amingmingangge enemep saplangge hililtuson fahet at ino men ayeg war isarisi," urusa.

Tabaru: 'Una 'o hukumani wosiputusu 'itiai de 'itero! 'Una womihukumokau gee mi roese mowuku-wukunu gumuna. Ngano munau so 'o nyawa 'o duniaka manga 'ahu 'itorouokau sababu to muna 'ami nyafisuu ma dorou. Mita ma Jo'oungu ma Dutu womihukumu sababu muna makito'oma to 'una 'awi nyawa gee wile-leleani."

Karo: Ukumen si IberekenNa bujur dingen adil kap. Nggo IukumNa diberu perlua-lua si mbelin, si mabai doni enda papak alu lagu langkahna si perlua-lua e. Nggo iukum Dibata diberu e perbahan ibunuh diberu e suruh-suruhen Dibata."

Simalungun: Ai sintong anjaha pintor do uhum-Ni, ai domma iuhumi boru jalang na banggal ai, na dob mangagou tanoh in marhitei panriah-riahonni, anjaha ibalaskon do hubani saroh ni juakjuakni.”

Toba: Ai na sintong jala na tigor do angka uhumna, ai nunga diuhumi Ibana boruboru na jahat, na balga i, naung mangago tano on binahen ni parmainanonna, jala diluluhon Ibana do mudar ni naposona sian tanganna.

Dairi: bennar janah sènteng ngo hukumNa! Enggo idabuh hukum taba perlangkah julu meddem mbellen i, sienggo mencèdai dunia èn merkitè perulanna luhlah i. Enggo ihukum Dèbata Ia, bales kumarna ibunuh kalak i naposo Dèbata."

Minangkabau: Caro Baliau ma ukun adie, sarato bijaksano! Baliau lah manjatuahkan ukunan kabake padusi nan sangaik pajina, nan marusak dunia jo karajo cabulnyo. Allah lah ma ukun padusi nan sangaik pajina tu, dek karano inyo mambunuah pisuruah-pisuruah Allah."

Nias: Satulõ ba satuatua wanguhuku-Nia andrõ! No Ihuku zohorõ sebua andrõ, samakiko ulidanõ ba wohorõnia. No Ihuku zohorõ andrõ Lowalangi, bõrõ me no ibunu genoni Lowalangi."

Mentawai: Pasihahakimi nia, maadil, sambat sineseat! Aiorak'akéan ukuman ka tubudda sipuoolop tubu simakopé, sipakataí polak, kalulut pusilaingeatnia. Aiukum'akéan nia Taikamanua sipuoolop tubu néné, aipamatei poí sia sapakoiniet Taikamanua."

Lampung: Penghakiman-Ni adil rik bijaksana! Ia radu ngeniko hukuman mik atas jelma sai ngelacorko diri sai paling hibat, sai nyadangko dunia jama perbuatan hajorni. Allah radu ngehukum jelma sai ngelacorko diri udi, mani ia ngebunuh jelma-jelma sai ngebantu Allah."

Aceh: Hakém nyang ade lom bijaksana! Gobnyan ka geupeu rhot huköman ateueh inong lunte nyang rayeuk, nyang peurusak donya ngon buet jih nyang cabui. Po teu Allah ka geuhuköm inong lunte nyan, sabab jihnyan jipoh maté hamba-hamba Allah."

Mamasa: Annu malolo urratta' bisara anna sipato' tongan angganna perambinna. Umpabambannimi sangka' inde passundala' kaleleanne, to ungkadakei lino napobua' pa'palakona. Nabala'imi annu mangka umpatei sabua'na Puang Allata'alla.”

Berik: Tamtamtala Jei aa jes golminirim jeba bunaram ane ga waakena. Uwa Sanbagiri Jei angtane kota girip jep aa jei ge nwinbenerem, Jei jebe tamtamtala mesam golmini. Kota giri jeiserem ga wini maaryen-maaryenaiserem jes galserem. Uwa Sanbagiri Jei tamtamtala jebe mesam golbili, aam temawer jei ogiri aaiserem mes kabwaktana maaryena aa jes gwebuwenaram jeme. Uwa Sanbagiri Jei tamtamtala mes golbili wini jeiserem jebe, aam temawer jei angtane awelna Uwa Sanbagirmana aa jei ne gwebilirim, jei angtane jeiserem mesam munbobili."

Manggarai: Beté-bicar Diha molor agu agiln. Polig liha wahéngn iné-wai mbérong mésé hitu, ata pandé rowak lino ali loman. Mori Keraéng poli wahéngn iné-wai mbérong hitu te léko dara de sanggéd mendiN.”

Sabu: Pa dhara lua happo hala, do happo nga mola nga mira jhe do tobo ri lua uku nga mmau dhara! Alla ke No pepebunu ne lua wolo tu do kepali jhagga bute nga dhawu ne do peape raiwawa do na dhe lua dhawu nga bute no. Alle ke pewole ri Deo ne do jhagga dhawu nga bute do naanne, rowi do alla ke ri no pepemade ne annu-niki Deo."

Kupang: Kotong puji sang Tuhan Allah, tagal Dia yang putus parkara deng batúl. Kotong puji sang Tuhan Allah, tagal Dia yang kasi jato hukuman yang adil. Tuhan su kasi jato hukuman sang itu parampuan nakal, tagal dia maen buju orang-orang di dunya, ko iko maen serong sama-sama deng dia, deng iko-iko dia pung jahat. Tuhan su balas itu parampuan jahat, tagal dia maen bunu bekin mati Tuhan pung orang suru-suru dong.”

Abun: An ndobot nje mo bur ré sa, An ndobot An bi suk-i ne ri-roi sor, An syo sukye nai yetu mo bur ré tepsu sukibit gato yé ben ne. Yé mo kota gato ben suk sato nggon gato ben siri mwa ne, Yefun syo sukye nai re. Ben sato yé mo kota ne tik yé mwa mo bur ré mit anato yé mwa ne simo os ibit tepsu nggon gato ben siri mwa tik yé mit wa ben suksiri. Ben sato nggon ne gu Yefun Allah bi pakwerut kwop wé mone, sane Yefun Allah waii gu nggon ne wé win sukibit gato nggon ne ben re."

Meyah: Noba Ofa bera ongga oga ojga rot rusnok nomnaga rot tenten jera odou ongga aharukamoka ojgomu. Jeska Ofa omfra mar okum eteb keingg rusnok ongga rudou eftirir keingg mar ofoukou erek ojaga eja motu egens ongga odou eftirir keingg runer rufoukou. Jeska rua bera ongga rurokrusa rusnok mebif jeskaseda rugif gu efen mar ongga oska efekeifa ojgomu. Jefeda Allah ensesa efen rusnok rugufu sons skoita ofa fob. Jeska rua bera ongga ranggob rua sis fob."

Uma: Une'-imi, apa' pobotuhi-na monoa' pai' makono. Nahuku'-imi tobine to uma mowo ele'-na, to mpakada'a dunia' hante pobualo'-na. Nahuku'-i apa' hi'a to masala' hi kampopatehi-na batua–batua Alata'ala."

Yawa: Apa mangke po rapatimu omamo mamaisy muno no rai tugae. Wepirati po mangke raunanto irati wanya anaerer akoe rai, wemirati mo munije tename waraya raugabe indamu wo ayao kakaije rave. Amisye po mangke raugaje rai to, weye wanya umaso mo Apa vatano wanapatambe Aije maubai to.”


NETBible: because his judgments are true and just. For he has judged the great prostitute who corrupted the earth with her sexual immorality, and has avenged the blood of his servants poured out by her own hands!”

NASB: BECAUSE HIS JUDGMENTS ARE TRUE AND RIGHTEOUS; for He has judged the great harlot who was corrupting the earth with her immorality, and HE HAS AVENGED THE BLOOD OF HIS BOND-SERVANTS ON HER."

HCSB: because His judgments are true and righteous, because He has judged the notorious prostitute who corrupted the earth with her sexual immorality; and He has avenged the blood of His servants that was on her hands.

LEB: because his judgments [are] true and righteous, because he has passed judgment on the great prostitute who corrupted the earth with her sexual immorality, and has avenged the blood of his slaves _shed by_ her hand!

NIV: for true and just are his judgments. He has condemned the great prostitute who corrupted the earth by her adulteries. He has avenged on her the blood of his servants."

ESV: for his judgments are true and just; for he has judged the great prostitute who corrupted the earth with her immorality, and has avenged on her the blood of his servants."

NRSV: for his judgments are true and just; he has judged the great whore who corrupted the earth with her fornication, and he has avenged on her the blood of his servants."

REB: for true and just are his judgements! He has condemned the great whore who corrupted the earth with her fornication; he has taken vengeance on her for the blood of his servants.”

NKJV: "For true and righteous are His judgments, because He has judged the great harlot who corrupted the earth with her fornication; and He has avenged on her the blood of His servants shed by her."

KJV: For true and righteous [are] his judgments: for he hath judged the great whore, which did corrupt the earth with her fornication, and hath avenged the blood of his servants at her hand.

AMP: Because His judgments (His condemnation and punishment, His sentences of doom) are true {and} sound and just {and} upright. He has judged (convicted, pronounced sentence, and doomed) the great {and} notorious harlot (idolatress) who corrupted {and} demoralized {and} poisoned the earth with her lewdness {and} adultery (idolatry). And He has avenged (visited on her the penalty for) the blood of His servants at her hand.

NLT: His judgments are just and true. He has punished the great prostitute who corrupted the earth with her immorality, and he has avenged the murder of his servants."

GNB: True and just are his judgments! He has condemned the prostitute who was corrupting the earth with her immorality. God has punished her because she killed his servants.”

ERV: His judgments are true and right. Our God has punished the prostitute. She is the one who ruined the earth with her sexual sin. God has punished the prostitute to pay her back for the death of his servants.”

EVD: His judgments are true and right. Our God has punished the prostitute. She is the one who made the earth evil with her sexual sin. God has punished the prostitute to pay her for the blood (death) of his servants.”

BBE: For true and upright are his decisions; for by him has the evil woman been judged, who made the earth unclean with the sins of her body; and he has given her punishment for the blood of his servants.

MSG: his judgments true, his judgments just. He judged the great Whore who corrupted the earth with her lust. He avenged on her the blood of his servants.

Phillips NT: for his judgments are true and just. He has judged the great harlot who corrupted the earth with her wickedness, and he has avenged upon her the blood of his servants!"

DEIBLER: Praise him because he judges truly and justly! He has punished the very evil cities that are like a prostitute, because their people persuaded the other people of earth [MTY] to act immorally and idolatrously like they do. Praise him because he has punished them for murdering his servants [MTY]!”

GULLAH: E da taak true all de time, an e da jedge scraight! E done condemn dat free ooman wa all people know bout, dat wid e free life e done been mek de people ob de wol sin real bad an God done punish um, cause e done been kill dem do e wok.”

CEV: because his judgments are honest and fair. That filthy prostitute ruined the earth with shameful deeds. But God has judged her and made her pay the price for murdering his servants."

CEVUK: because his judgments are honest and fair. That filthy prostitute ruined the earth with shameful deeds. But God has judged her and made her pay the price for murdering his servants.”

GWV: His judgments are true and fair. He has condemned the notorious prostitute who corrupted the world with her sexual sins. He has taken revenge on her for the blood of his servants."


NET [draft] ITL: because <3754> his <846> judgments <2920> are true <228> and <2532> just <1342>. For <3754> he has judged <2919> the great <3173> prostitute <4204> who <3748> corrupted <5351> the earth <1093> with <1722> her <846> sexual immorality <4202>, and <2532> has avenged <1556> the blood <129> of his <846> servants <1401> poured out by <1537> her own <846> hands <5495>!”


  Share Facebook  |  Share Twitter

Studi lengkap, lihat: Alkitab SABDA.

 <<  Wahyu 19 : 2 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2020
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran