Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [TB]     [PL]  [PB] 
 <<  Wahyu 8 : 13 >> 

TB: Lalu aku melihat: aku mendengar seekor burung nasar terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring: "Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di atas bumi oleh karena bunyi sangkakala ketiga malaikat lain, yang masih akan meniup sangkakalanya."


AYT: Lalu, aku melihat dan mendengar seekor burung rajawali terbang di tengah-tengah langit, berkata dengan suara nyaring, “Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di bumi karena bunyi trompet ketiga malaikat lain yang masih akan ditiup.”

TL: Maka aku tampak serta aku dengar seekor burung nasar terbang di tengah langit mengatakan dengan suara besar, "Wai, wai, wai atas segala orang yang duduk di atas bumi dari sebab bunyi sangkakala yang lain lagi, yaitu daripada ketiga malaekat yang akan meniupnya kelak."

MILT: Dan aku melihat, dan aku mendengar, ada seorang malaikat yang terbang di tengah langit seraya berkata dengan suara nyaring, "Celaka, celaka, celaka bagi mereka yang tinggal di bumi karena bunyi sangkakala ketiga malaikat yang tersisa, yang akan segera meniup sangkakalanya."

Shellabear 2010: Kemudian aku melihat dan mendengar seekor burung nasar sedang terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring, "Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di bumi pada waktu terdengar bunyi ketiga nafiri lainnya yang akan segera ditiup oleh ketiga malaikat yang lain!"

KS (Revisi Shellabear 2011): Kemudian aku melihat dan mendengar seekor burung nasar sedang terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring, "Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di bumi pada waktu terdengar bunyi ketiga nafiri lainnya yang akan segera ditiup oleh ketiga malaikat yang lain!"

Shellabear 2000: Kemudian aku melihat dan mendengar seekor burung nasar sedang terbang di tengah langit dan berkata dengan suara nyaring, “Celaka, celaka, celakalah mereka yang diam di bumi pada waktu terdengar bunyi ketiga nafiri lainnya yang akan segera ditiup oleh ketiga malaikat yang lain!”

KSZI: Kemudian aku melihat dan mendengar seekor burung helang yang terbang tinggi berseru nyaring, &lsquo;Sengsara! Sengsara! Sengsaralah sekalian penghuni bumi kerana tiga malaikat lagi yang akan meniup sangkakalanya.&rsquo;

KSKK: Dan berlanjutlah penglihatan: aku melihat seekor burung rajawali terbang di langit dan berkata dengan suara nyaring, "Celakalah, celakalah, celakalah para penduduk negeri ketika ketiga malaikat yang terakhir membunyikan sangkakala mereka."

WBTC Draft: Ketika aku memperhatikan, aku melihat seekor burung elang terbang di tengah langit. Aku mendengar burung elang itu berkata dengan kuat, "Celaka. Celaka. Celakalah mereka yang diam di atas bumi karena bunyi terompet yang akan ditiup oleh ketiga malaikat lain."

VMD: Ketika aku memperhatikan, aku melihat seekor burung elang terbang di tengah langit. Aku mendengar burung elang itu berkata dengan kuat, “Celaka. Celaka. Celakalah mereka yang diam di atas bumi karena bunyi terompet yang akan ditiup oleh ketiga malaikat lain.”

AMD: Sementara melihat semua itu, aku mendengar suara keras dari seekor burung rajawali yang sedang terbang, katanya, “Celaka! Celaka! Celakalah mereka yang tinggal di bumi karena masih ada tiga trompet lagi yang akan ditiup oleh malaikat yang lain!”

TSI: Lalu muncullah sesuatu yang penting! Saya melihat dan mendengar seekor burung elang terbang di langit dan menyerukan pengumuman, “Celaka! Celaka! Celakalah mereka yang hidup di bumi karena bunyi terompet yang akan ditiup oleh ketiga malaikat berikutnya!”

BIS: Lalu saya melihat, maka saya mendengar seekor burung rajawali yang sedang terbang tinggi di udara, berseru, "Celaka! Celaka! Celakalah semua orang di bumi apabila terdengar ketiga malaikat lainnya meniup trompetnya nanti!"

TMV: Kemudian aku melihat dan mendengar seekor burung helang yang terbang tinggi di angkasa, berseru, "Sungguh malang! Sungguh malang! Sungguh malang semua orang yang hidup di bumi apabila terdengar bunyi trompet yang akan ditiup oleh tiga malaikat lain."

BSD: Lalu saya melihat seekor burung Nazar yang sedang terbang tinggi di udara. Burung itu berseru, “Celaka! Celaka! Celakalah setiap orang di bumi, kalau mendengar ketiga malaikat lainnya meniup terompet mereka.”

FAYH: Sementara saya memperhatikan, saya melihat seekor garuda melayang-layang sendirian di udara sambil berseru dengan nyaring, "Celaka, celaka, celakalah manusia di bumi, karena segala perkara dahsyat yang akan segera terjadi, pada waktu ketiga malaikat yang lain meniup sangkakala mereka."

ENDE: Dan sementara digerakkan dalam roh akupun mendengar seekor burung radjawali jang terbang diangkasa menjerukan dengan suara keras! "Wahai, wahai, wahai kamu para penduduk bumi, apabila sangkakala-sangkakala jang lain akan berbunji ditiup oleh ketiga malaekat jang lain!"

Shellabear 1912: Maka kulihat pula serta kudengar seekor burung nasar yang terbang ditengah langit mengatakan dengan suara yang nyaring, "Susah, susah, susah bagi segala orang yang duduk diatas bumi dari sebab bunyi yang lain lagi, yaitu bunyi nafiri yang akan ditiup malaikat ketiga kelak."

Klinkert 1879: Hata, maka koelihat dan koedengar sa'orang malaikat terbang meneroesi sama tengah langit seraja katanja dengan njaring soewaranja: Wai, wai, wai atas segala orang, jang doedoek di-atas boemi, olih sebab boenji napiri, jang akan ditioep lagi olih katiga orang malaikat, jang belom menioep napirinja!

Klinkert 1863: Maka akoe lihat dan akoe dengar ada satoe malaikat terbang ditengah langit, serta katanja dengan soeara jang keras: Tjilaka, tjilaka, tjilaka! segala orang jang diam di-atas boemi, dari sebab boenji nafiri, jang nanti ditioep malaikat jang lagi tiga itoe.

Melayu Baba: Dan sahya tengok, dan sahya dngar satu burong lang terbang di tngah langit, yang kata dngan suara yang bsar, "Susah, susah, susah-lah orang-orang yang tinggal di atas bumi, deri sbab bunyi-bunyi yang lain lagi, ia'itu bunyi trompet itu tiga mla'ikat nanti tiop.

Ambon Draft: Dan aku dengarlah dan melihatlah satu burong nasar jang terbanglah pada sama-tengah langit, katanja dengan sawara besar: Tjelaka! Tjelaka pada segala awrang itu, jang mengadijami di dunja, awleh karana sawara nafiri deri katiga mela

Keasberry 1853: Hata maka kulihatlah, dan kudungarlah bahwa adalah sa'orang muleikat turbang munurusi sama tungah langit, sambil burkata dungan suara yang nyaring, Karamlah, karamlah, karamlah, isi bumi, ulih subab bunyi nafiri kulak akan ditiup ulih muleikat yang burtiga itu!

Keasberry 1866: Hata maka kulihatlah dan kudŭngarlah, bahwa adalah sa’orang mŭliekat tŭrbang mŭnŭrusi sama tŭngah langit, sambil bŭrkata dŭngan swara yang nyaring, Karamlah, karamlah, karamlah, isi bumi, ulih sŭbab bunyi nafiri kŭlak akan ditiup ulih mŭliekat yang bŭrtiga itu!

Leydekker Draft: Maka sudah kulihat, dan sudah kudengar sa`awrang Mela`ikat terbang pada sama tengah langit, katanja dengan sawara njaring: wa`j, wa`j, wa`j bagi segala 'awrang jang dudokh di`atas bumi, deri karana segala sawara jang sisa, deri pada bunji nafirij katiga Mela`ikat 'itu jang nanti menijop nafirij.

AVB: Kemudian aku melihat dan mendengar seekor burung helang yang terbang tinggi di tengah langit berseru nyaring, “Sengsara! Sengsara! Sengsaralah sekalian penghuni bumi kerana tiga malaikat lagi yang akan meniup sangkakalanya.”

Iban: Udah nya aku malik, lalu aku ninga munyi siku menaul ti terebai ba tengan langit bejaku enggau nyawa ti inggar, "Tulah! Tulah! Tulah meh orang ke diau di dunya, lebuh terumpit ti bukai nya disepu melikat tiga iku nya!"


TB ITL: Lalu <2532> aku melihat <1492>: aku mendengar <191> seekor <1520> burung nasar <105> terbang <4072> di <1722> tengah langit <3321> dan berkata <3004> dengan suara <5456> nyaring <3173>: "Celaka <3759>, celaka <3759>, celakalah <3759> mereka yang diam <2730> di atas <1909> bumi <1093> oleh karena <1537> bunyi <5456> sangkakala <4536> ketiga <5140> malaikat <32> lain <3062>, yang masih akan <3195> meniup sangkakalanya <4537>." [<2532>]


Jawa: Aku banjur weruh, lan krungu sawijining manuk garudha mabur ing satengahing langit lan ngucap kanthi swara seru: “Bilai, bilai, bilai wong kang manggon ana ing bumi awit saka swarane kalasangkane malaekat telu liyane, kang isih bakal ngungelake kalasangkane.”

Jawa 2006: Aku banjur weruh, lan krungu ana manuk garudha mabur dhuwur ing langit lan ngucap kanthi swara sora, "Bilai, bilai, bilai wong kang manggon ana ing bumi, awit saka swara kalasangkané malaékat telu liyané, kang isih bakal ngungelaké kalasangkané."

Jawa 1994: Aku banjur weruh ana manuk garudha mabur dhuwur ing awang-awang. Manuk mau nywara seru: "Bilai, bilai! Samangsa malaékat telu liyané ngunèkaké slomprèté, sakèhing wong sing padha manggon ing bumi iki nemahi bilai."

Jawa-Suriname: Aku terus weruh manuk garuda mabur duwur nang awang-awang. Manuk mau nyuwara banter. “Tyilaka, tyilaka! Tyilaka nekani sakkèhé wong nang bumi, nèk mulékat telu liyané ngunèkké trompèté.”

Sunda: Geus kitu kaula nenjo hiji manuk rajawali hiber luhur di awang-awang, sarta kadenge disada tarik jeung aya unina: "Balahi! Balahi! Balahi pangeusi bumi lamun tarompet anu tilu deui geus ditiup ku malaikat!"

Sunda Formal: Ari di langit, aya hiji galudra anu keur ngalayang, — kacida luhurna — bari disada; sorana gede jeung aya unina: “Balai! Balai! Balai pangeusi bumi, upama tilu sangkakala malaikat sejenna deui enggeus ditiup!”

Madura: Kaula pas ngabas, laju ngedhing mano’ rajabali se teppa’na ngabberebang-abang, aera’, "Palang! Palang! Palang sakabbiyanna oreng e bume mon malaekat se katello laenna nope tarompedda dhaggi’!"

Bauzi: Labi eho neo vi aaha bume tuha baabu labe mahate asum gae toolehe vaba gi donibu laba boiadam bak eho ab aaham. Labi ame tuha baabu labe oaedam labe nehame dae bisteat budda. “Aiee! Dam bakda Yesus bake fakemoholi mu vooho dam ab beodalo modemam tame. Aiee! Alam im usem dam vekeheda làtela nim trompet ibida feume butem bak vou fusi feume butemeam làhà dam bakdate fai bak feà ab vou fumam tame. Aiee!” lahame labihasu buddamna eho ab aiham. Lada labihada.

Bali: Raris tiang manggihin miwah miragi wenten paksi garuda makeber tegeh ring ambarane sambilang ipun masuara banter sapuniki: “Sengkala, sengkala! Ambate sengkalan sawatek anake ane nongos di gumine, yen trompet malaekate ane buin tetelu ento bakal kamunyiang!”

Ngaju: Palus aku mite, hayak mahining ije burong rajawali je metohe tarawang gantong intu langit, mangkariak, "Calaka! Calaka! Calaka toto oloh handiai hong hunjun petak amon ewen mahining katatelo malekat awang beken te kareh mampahiau tarompete!"

Sasak: Beterus tiang serioq dait dengah sopoq kedit rajewali saq kenyeke kesur lẽq atas langit, bekuih, "Celake! Celake! Celake selapuq dengan lẽq gumi lamun kedengahan suare ketelu terompẽt lainne saq gen tetiup siq ketelu malaẽkat saq lain!"

Bugis: Nainappaka makkita, nauwéngkalingani sikaju manu’-manu’ kuwajang iya mattengngangngé luttu ri bétaraé, gora, "Cilaka! Cilaka! Cilakai sininna tauwé ri linoé rékko naéngkalingai iya tellu malaéka’ laingngéro seppungngi tarompé’na matti!"

Makasar: Nampa kucinikimi pole; na nia’mo kulangngere’ sa’ra jangang-jangang rajawali sitabanga anri’ba’ tinggi rate ri allaka akkio’ angkana, "Cilakai! Cilakai! Cilakai sikontu tau niaka ri lino punna nalangngere’ sinampe’ anjo tallua malaeka’ maraenga ampasa’rai tarompe’na!"

Toraja: Kutiromi sia kurangi misa’ langkan maega mettia’ lan tangngana langi’ ma’kada umpekapuai gamaranna; A’a, a’a, a’a, masolang tu mintu’ to untorroi kuli’na padang tu belanna oni tarompe’ pua senga’na, iamotu lu dio mai tallu malaeka’ tu la umpannonii undinna.

Duri: Angkukita omi naden langkan tedong mentia' liwa' majao metamba-tamba nakua, "Cilaka, cilaka, cilakai to tau ntorroi lino, nasaba' tallupa tarompe' la dipannoni."

Gorontalo: Lapatao ilontongau mota burungi buliya tuwawu tombo-tombota molanggato to hulungo wawu hemobisala mayi wolo suwara uda'a odiye, ”Matilopotala, matilopotala, matilopotala ta hetolawa to duniya, sababu donggo woluwo sanggakala mohelutotolu to malaikati towulota wuwewo u ma hua hipaliyo mayi.”

Gorontalo 2006: Lapatao̒ watia lomilohe mola, yi watia loo̒dungohe bulungi rajawali tuwau udonggo tombo-tomboto molanggato todulente longiibodu, "Topotala! Topotala! Tilopo-talaalo ngoa̒amila taa todunia wonu bolo modungohe otolu malai̒kati wewolio de mohiipao̒ torompetilio!"

Balantak: Kasi yaku' nontoa'i isian sapu' koi tumpuna laya-layang alayo' tuu' na lealaa, ka' yaku' rongor sapu' iya'a morobu taena, “Silaka'! Silaka'! Silaka'mo a mian men isian na tano' balaki' kalu malaa'ikat totolu' men sambanaan munduupmo torompeetna.”

Bambam: Mane kuitai mesa bunia mentia' yabo langi' anna kuhingngi kaoli-oli naua: “Tettekede! Tilaka, tilaka, tilaka hupatau illaam lino ke nahingngii moninna indo tallupi sangkakala la naponi malaika'!”

Kaili Da'a: Naopu etu aku nanggita wo'u pade kitamo, naria samba'a tonji lowe nembua ri laerawa. Niepeku wamba nu lowe etu notesa ante suara to namangga. Niulina, "Mandasamo! Mandasamo! Mandasamo tau-tau to naja'a to neto'o ri dunia tempo toluongupa kololio rapopomoni tolumba'a malaeka etu."

Mongondow: Bo aku'oi noko'ontong bo nokodongog kom boniak tobatuí inta iḷumayug noḷantud nomaḷuí nana'a: "Mobodito! Mobodito! Moboditodon im bayongan intau kon dunia na'a aka mokodongogdon kom malaekat taya toḷu ibanea mogirup kon terompetnya!"

Aralle: Kupahandammi, ya' kuitang mesa sahebaki molo' yaho di nähäng mane kuhingngii mekoha naoatee, "Tilaka! Tilaka! Tilaka ingkänna to lino, ke kahingngiammi tallu malaeka' senga'na umponi terompe'na!"

Napu: Hangko inditi kuita, ara hambaa tadasingkaya au membaro i raoa. Kuhadimi tadasi iti momoni masisimbuku, nauli: "Meahi-ahi! Meahi-ahi! Ina meahi-ahihe tauna au maida i dunia, lawi ane talu malaeka au kahopoana motawue tatamburunda, ara mani talu pakana pepopeahi-ahi au ina morumpahe."

Sangir: Mase iạ nakasilo, tangu iạ e nakaringihẹ̌ piạ manụ kamamaresẹ̌ sěmbaụ tụtěllạ marangẹ su winangaeng, kạěnggahe, "Silakạ! Silakạ! Silakạete patikụ umatẹ̌ su dunia kereu makaringihe malạekatẹ̌ tatěllu wal᷊ine e němpẹ̌tiụ napirin sire sarung!"

Taa: Yako etu aku mangalo’a pasi aku mangandonge loo nu bomboliano to mayoko malangan ndate rao. Wali bomboliano etu maroso loonya kaboo-boo tongo mpayokonya, ia manganto’o, “Masesa! Masesa! Kasesa danarata nto lino ane rata temponya ratawuis tarompet to tiroo danatawuis mpomakau to togo!”

Rote: Boema au mete ita manupui kaka'ka esa ana bei laa dema na seli nai lalai, nalo bou-bou nae, "Soe, Soe, Soe ba'eneu basa hataholi manai daebafa ka, metema lamanene ata nusa so'da katelu fe'e kala, mahani te ala puu pupuu nala!"

Galela: Kagena de ngohi takelelo kali o namo muludu moi isososo o ngawa-ngawako, de toise ma ili ilamo itemo, "O bodito! O bodito! Kodo! O bodito qatotorou foloi ilamo asa yadahe o nyawa igogogoge o duniaka, sababu o orasi manena asa o malaikat yaruwangeli manga trompet magena yawuwu."

Yali, Angguruk: Hik teg lit eneg weregma anden yet harukmen suwe tunguni pohol ke lam-lam laruk lit ele hum toho tung turuk lit, "Fong fong fong," il laruk lit," Malaikat hinahan itanowen oho waruk teltuk eleg ane roho teltuk halug ap kinangma werehonen fong watuk lamuhup," ulug suwe inowen urukmu hol harikik.

Tabaru: Ge'enaka de tomalega dakuie de tamake 'o kodoba 'o ngai moi 'iso-sosono daku 'o gurutie 'o ngawa-ngawaka, de to'isene 'isigasoko, "Niotorouoka! Niotorouoka! Niotorouoka 'o nyawa 'o duniaka 'iodumu, gee dua nio'isene 'o mala'ekati 'iregu ngai sa'ange ma torompet yauwaka!"

Karo: Jenari kunehen, janah kubegi serko rajawali si paksa kabang meganjang i tengah awang-awang nina, "Cilaka! Cilaka! Cilaka kal kerina kalak si nggeluh i doni adi ibegina denggo sora terompet si iembus malekat si telu kalak nari!"

Simalungun: Dob ai mangkawah ma ahu, gabe hubogei ma sada manuk-manuk nanggordaha habang i tongah langit, na marsora na maling mangkatahon, “Bursik, bursik, bursik ma sagala na mangiankon tanoh in, pangkorhon ni sora na tading ai ope, ai ma tarompit ni malekat na tolu nari, na sihol manompul tarompit ope.”

Toba: Dung i hubereng, jadi hubege ma sada pidong raja ualu habang martongatonga langit; marsoara na gogo do ibana mandok: Marjea, marjea, marjea ma angka na mangingani tano i, horhonon ni soara na tading i dope, i ma sarune ni surusuruan na tolu nari, angka na naeng marsarune dope!

Dairi: Jadi kuperdatèken mo, kuidah mo sada manuk-manuk sipanggor daha ngkabang ndates kalohoon i abang-abang i. Nggang ngo sorana pingko-pingko, "Merjaya! Merjaya! Merjaya mo karinana jelma simerian i dunia, mula isempul malaèkat-malaèkat sitellu kalak i nai kessa sarunèna i!"

Minangkabau: Sudah tu ambo maliyek, mako ambo mandanga sikua buruang rajowali, nan sadang tabang tinggi di udaro, sambia ma imbaukan, "Cilako! Cilako! Cilakolah kasadonyo urang nan di bumi, jikok katigo malekaik nan lainnyo, ma ambuih tarumpiknyo isuak!"

Nias: Aefa da'õ, u'ila ba urongo sambua moyo si hombo ba dalu mbanua, imane, "Alai! Alai! Alai niha fefu sowanua ba gulidanõ na terongo lafoli dorofera dania mala'ika si datõlu andrõ tanõ bõ'õ!"

Mentawai: Iageti lelek'akékungan nia, oto arepkungan ai sangamuneng manyang, ai nia tububurut ka pata, pelé nga-ngania, "Mateirangan te! Mateirangan te! Mateirangan te sangamberi sirimanua ka polak néné, ké maarep baí rapiau pipiaura ka sia samalaika sitelu!"

Lampung: Raduni nyak ngeliak, maka nyak ngedengi sai burung rajawali sai sedang hambor langgar di udara, beseru, "Celaka! Celaka! Celakado sunyin jelma di bumi kik kedengian ketelu malaikat barehni nyebu trumpetni kanah!"

Aceh: Laju ulôn kalon, teuma ulôn deungoe saboh cicém siwah nyang teungoh jipo manyang di udara, jimeuhôi, "Mupaloe! Mupaloe! Mupaloe kheueh banmandum ureuëng nyang na ateueh rhueng donya nyoe meunyoe teudeungoe lhée malaikat nyang laén jiyueb beureuguih jih teuma!"

Mamasa: Kuitami langkan mentia' yao loa, anna kurangngi mealo'-alo' nakua: “Sanggang, sanggang, la sanggang angganna to untongkonni kuli'na padang, napobua' oninna tamboro' annu' tallupi malaeka' la umpamoni tamboro'na!”

Berik: Jepga ai anggana, ane ai igwalna aa jei ifunonnorom winis bolap ga ai damtana. Ai ga enggam ai sarbana, jei enggam gwefala, "Tamtam, tamtam, tamtamsus angtane seyafter ogiribe aa jei ge nwinbenerem, jei malaikata nawer-ningna nensaiserem jam aa jep ne sarbabilirim. Malaikata jeiserem jei trompeta jemna gemerje jam ne fortabaabiyen."

Manggarai: Itug kali itan laku ca ntangis ata lélap éta awang langkas agu mai taén cang agu kepokn, “Copél, copél, copél da’at isét ka’éng oné lino, émé dengé kolé runing terompét de telu malékat haéd.”

Sabu: Moko ta ngadde ke ri ya, jhe rangnge ri ya hengi'u luji-ae do era pa dhara nga lila do dhida, do nga peka, "Apa kerewe rai ke, apa kerewe rai ke, apa kerewe rai ke tu hari-hari ddau pa danni raiwawa kinga rangngi ke ri ro ne lii wotabbe do tiu ri do tallu naju Deo do wala he ne wotabbe ro hine!"

Kupang: Ais beta angka muka, ju dapa lia satu burung garuda tarbáng tinggi-tinggi di langit. Dia batarea bilang, “Awas, ó! Calaka bésar nanti jato kaná samua orang yang idop di bumi. Te masi ada tiga ana bua di sorga laen yang balóm tiop dong pung tarompet.”

Abun: Ji sokme saresa, ji jam ndam syap tu ge dik yo gato ok mo gu nim ne saiye do, "Sukye o, sukye o, sukye o, sukye ndo nde wa yetu gato kem mo bur. Bergan malaikat ge gri yo o fuf bi trompet-i ne ba yo, yetu mo bur ku sukye ndo nde!"

Meyah: Askesi didif diajga mar insa koma, beda didif dik mem nesmei ofu gu mebaga skidameda. Noba mem insa koma ois rot oga eteb gu rusnok mebif oida, "Ayo rot rusnok mebif, jeska ai juens beda malaikat ongga cinja ni, malaikat ongga cinja erfens ni, malaikat ongga cinja erfeka ni rimen manghi mei oga deika. Beda mar okum ongga ekirsa emecirej iwa si!"

Uma: Ngkai ree kuhilo, ria hama'a danci pada ngkalimoko hi lolo raoa. Ku'epe moni danci toe, napesukui mpo'uli': "Silaka! Silaka! Silaka-ramo mpai' tauna to dada'a to mo'oha' hi dunia', apa' ane tolu mala'eka to ka'omea-na mpotuwui' sangkakala-ra, ria-pi tolu nyala pesesa' to mporumpa'-ra."

Yawa: Umba syeraseo, daniv akato, insani mangkangkano po ayao patimu raura inta badirir no naumo warae, gwain akoeve pare, “Wakakai! Wakakai! Wakakai! Vatan tenambe watantuna no mine vone so, wakakai! Weye naito Amisye mandeij nanawirati wo awa tavuna ramawi dainy soamo ware wo ramawisy akato!”


NETBible: Then I looked, and I heard an eagle flying directly overhead, proclaiming with a loud voice, “Woe! Woe! Woe to those who live on the earth because of the remaining sounds of the trumpets of the three angels who are about to blow them!”

NASB: Then I looked, and I heard an eagle flying in midheaven, saying with a loud voice, "Woe, woe, woe to those who dwell on the earth, because of the remaining blasts of the trumpet of the three angels who are about to sound!"

HCSB: I looked, and I heard an eagle, flying in mid-heaven, saying in a loud voice, "Woe! Woe! Woe to those who live on the earth, because of the remaining trumpet blasts that the three angels are about to sound!"

LEB: And I looked, and I heard one eagle flying _directly overhead_ , saying with a loud voice, "Woe, woe, woe to those who live on the earth, from the remaining sounds of the trumpets of the three angels who are about to blow the trumpet!

NIV: As I watched, I heard an eagle that was flying in mid-air call out in a loud voice: "Woe! Woe! Woe to the inhabitants of the earth, because of the trumpet blasts about to be sounded by the other three angels!"

ESV: Then I looked, and I heard an eagle crying with a loud voice as it flew directly overhead, "Woe, woe, woe to those who dwell on the earth, at the blasts of the other trumpets that the three angels are about to blow!"

NRSV: Then I looked, and I heard an eagle crying with a loud voice as it flew in midheaven, "Woe, woe, woe to the inhabitants of the earth, at the blasts of the other trumpets that the three angels are about to blow!"

REB: As I looked, I heard an eagle calling with a loud cry as it flew in mid-heaven: “Woe, woe, woe to the inhabitants of the earth at the sound of the other trumpets which the next three angels must now blow!”

NKJV: And I looked, and I heard an angel flying through the midst of heaven, saying with a loud voice, "Woe, woe, woe to the inhabitants of the earth, because of the remaining blasts of the trumpet of the three angels who are about to sound!"

KJV: And I beheld, and heard an angel flying through the midst of heaven, saying with a loud voice, Woe, woe, woe, to the inhabiters of the earth by reason of the other voices of the trumpet of the three angels, which are yet to sound!

AMP: Then I [looked and I] saw a solitary eagle flying in midheaven, and as it flew I heard it crying with a loud voice, Woe, woe, woe to those who dwell on the earth, because of the rest of the trumpet blasts which the three angels are about to sound!

NLT: Then I looked up. And I heard a single eagle crying loudly as it flew through the air, "Terror, terror, terror to all who belong to this world because of what will happen when the last three angels blow their trumpets."

GNB: Then I looked, and I heard an eagle that was flying high in the air say in a loud voice, “O horror! horror! How horrible it will be for all who live on earth when the sound comes from the trumpets that the other three angels must blow!”

ERV: While I watched, I heard an eagle that was flying high in the air. The eagle said in a loud voice, “Terrible! Terrible! How terrible for those who live on the earth! The terrible trouble will begin after the sounds of the trumpets that the other three angels will blow.”

EVD: While I watched, I heard an eagle that was flying high in the air. The eagle said with a loud voice, “Trouble! Trouble! Trouble for the people that live on the earth! The trouble will begin after the sounds of the trumpets that the other three angels will blow.”

BBE: And there came to my ears the cry of an eagle in flight in the middle of heaven, saying with a great voice, Trouble, trouble, trouble, to all on the earth, because of the other voices of the horns of the three angels, whose sounding is still to come.

MSG: I looked hard; I heard a lone eagle, flying through Middle-Heaven, crying out ominously, "Doom! Doom! Doom to everyone left on earth! There are three more Angels about to blow their trumpets. Doom is on its way!"

Phillips NT: Then in my vision I heard a solitary eagle flying in midheaven, crying in a loud voice, "Alas, alas, alas for the inhabitants of the earth for there are three more trumpet blasts which the three angels shall sound!"

DEIBLER: As I watched, I heard an eagle that was flying high in the sky, shouting in a loud voice, “Terrible things will happen to rebellious people who live on the earth as a result of what will happen when the three remaining angels blow their trumpets! They are about to blow them!”

GULLAH: Den wiles A da look, A yeh one eagle wa da fly high op call loud say, “Woe! Woe! De people dem wa dey een de wol, dey gwine suffa plenty wen de sun come fom de oda shree trumpet wa de shree angel dem wa lef mus blow!”

CEV: Then I looked and saw a lone eagle flying across the sky. It was shouting, "Trouble, trouble, trouble to everyone who lives on earth! The other three angels are now going to blow their trumpets."

CEVUK: Then I looked and saw a lone eagle flying across the sky. It was shouting, “Trouble, trouble, trouble to everyone who lives on earth! The other three angels are now going to blow their trumpets.”

GWV: I saw an eagle flying overhead, and I heard it say in a loud voice, "Catastrophe, catastrophe, catastrophe for those living on earth, because of the remaining trumpet blasts which the three angels are about to blow."


NET [draft] ITL: Then <2532> I looked <1492>, and <2532> I heard <191> an <1520> eagle <105> flying <4072> directly overhead <3321>, proclaiming <3004> with a loud <3173> voice <5456>, “Woe <3759>! Woe <3759>! Woe <3759> to those who live <2730> on <1909> the earth <1093> because of <1537> the remaining <3062> sounds <5456> of the trumpets <4536> of the three <5140> angels <32> who are about <3195> to blow <4537> them!”


  Share Facebook  |  Share Twitter

Studi lengkap, lihat: Alkitab SABDA.

 <<  Wahyu 8 : 13 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Alkitab ANDROID
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
Copyright
© 2010-2022
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran