Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [WBTCDR]     [PL]  [PB] 
 <<  Yohanes 9 : 17 >> 

WBTC Draft: Mereka bertanya kepada orang yang tadinya buta itu, "Orang itu telah menyembuhkan matamu. Apa pendapatmu mengenai Dia?" Jawabnya, "Ia seorang nabi."


AYT: Jadi, mereka kembali bertanya pada orang buta itu, “Apa pendapatmu tentang Dia karena Dia telah membukakan matamu?” Dia menjawab, “Dia adalah seorang Nabi.”

TB: Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."

TL: Oleh sebab itu bertanyalah mereka itu kepada orang yang dahulu buta itu, "Apakah kata engkau dari hal Dia, karena Ia sudah mencelikkan matamu?" Maka sahutnya, "Nabilah Ia."

MILT: Mereka berkata lagi kepada orang buta itu, "Kamu berkata apa tentang Dia, karena Dia telah mencelikkan kedua matamu?" Dan dia berkata, "Dia adalah seorang nabi."

Shellabear 2010: Mereka pun kembali bertanya kepada orang yang tadinya buta itu, "Apa pendapatmu mengenai orang itu, sebab Ia telah membuat matamu dapat melihat?" Katanya, "Ia seorang nabi."

KS (Revisi Shellabear 2011): Mereka pun kembali bertanya kepada orang yang tadinya buta itu, "Apa pendapatmu mengenai orang itu, sebab Ia telah membuat matamu dapat melihat?" Katanya, "Ia seorang nabi."

Shellabear 2000: Mereka pun kembali bertanya kepada orang yang tadinya buta itu, “Apa pendapatmu mengenai orang itu, sebab Ia telah membuat matamu dapat melihat?” Katanya, “Ia adalah seorang nabi.”

KSZI: Orang Farisi bertanya lagi kepada orang yang dahulunya buta itu, &lsquo;Kamu berkata Dia menyembuhkan matamu. Bagaimana pendapatmu tentang Dia?&rsquo; Orang itu menjawab, &lsquo;Dia seorang nabi.&rsquo;

KSKK: Mereka bertanya lagi kepada orang itu: "Bagaimana pendapatmu mengenai orang ini yang telah mencelikkan matamu?" Ia menjawab, "Ia seorang nabi."

VMD: Mereka bertanya kepada orang yang tadinya buta itu, “Orang itu telah menyembuhkan matamu. Apa pendapatmu mengenai Dia?” Jawabnya, “Ia seorang nabi.”

AMD: Maka, mereka kembali bertanya kepada orang buta itu, “Karena Ia telah menyembuhkan matamu, apa pendapatmu tentang Dia?” Jawab orang itu, “Ia seorang nabi.”

TSI: Lalu mereka bertanya lagi kepada orang itu, “Kamulah si buta yang sudah dibuatnya bisa melihat. Jadi bagaimana pendapatmu tentang orang itu?” Mantan orang buta itu menjawab, “Dia adalah nabi.”

BIS: Maka orang-orang Farisi itu bertanya lagi kepada orang itu, "Apa pendapatmu tentang Dia yang membuat engkau melihat?" "Dia nabi," jawab orang itu.

TMV: Oleh itu orang Farisi di situ bertanya lagi kepadanya, "Kamu berkata dia mencelikkan matamu. Baiklah, apakah pendapatmu tentang dia?" "Dia nabi," jawabnya.

BSD: Karena itu, mereka bertanya lagi kepada orang yang tadinya buta itu, “Kau berkata, Ia membuat matamu melihat! Nah, bagaimana pendapatmu tentang Dia?” “Dia nabi,” jawab orang itu.

FAYH: Kemudian orang-orang Farisi berpaling kepada orang yang tadinya buta itu dan bertanya, "Menurut pendapatmu siapakah orang yang telah membuat matamu dapat melihat lagi?" "Saya kira, Ia pasti seorang nabi yang diutus oleh Allah," jawab orang itu.

ENDE: Merekapun bertanja pula: Tetapi engkau sendiri, apakah pendapatmu tentang Dia, sebab Ia telah membuka matamu? Ia mendjawab: Dia seorang nabi.

Shellabear 1912: Lalu katanya pula kepada orang buta itu, "Apa kata engkau pula dari hal orang itu, sedang dicelikkannya matamu?" Maka katanya, "Ialah seorang nabi."

Klinkert 1879: Maka kembali poela kata mareka-itoe kapada orang jang dehoeloe boeta itoe: Adapon engkau ini, apa katamoe akan hal orang itoe, tegal ditjelekkannja matamoe? Maka sahoetnja: Bahwa ijalah sa'orang nabi.

Klinkert 1863: Kembali dia-orang berkata sama orang jang doeloe boeta: Maka angkau ini, angkau kata apa dari itoe orang karna dia soedah memboekaken matamoe? Maka katanja: {Yoh 4:19; 6:14; Luk 7:16; 24:19} Dia satoe nabi.

Melayu Baba: Lagi s-kali dia-orang kata sama itu orang buta, "Angkau pula apa kata deri-hal dia itu, sdang dia sudah chlekkan angkau punya mata?" Dan dia kata, "Dia satu nabi."

Ambon Draft: Katalah marika itu kom-bali pada awrang buta itu: Angkaw, apatah angkaw ka-takan akan Dija; jang Ija sudah bukakan mata-matamu? Katalah ija: Ijalah satu Nabi?

Keasberry 1853: Hata maka kumbalilah pula marika itu burkata pada orang yang tulah buta itu, Apakah katamu akan hal orang yang munchulekkan matamu itu? Maka jawabnya, Iya itu nabi.

Keasberry 1866: Hata maka kŭmbalilah pula marika itŭ bŭrkata kapada orang yang tŭlah buta itu, Apakah katamu akan hal orang yang mŭnchŭlekkan matamu itu? Maka jawabnya, Iya itu Nabi.

Leydekker Draft: Berkatalah marika 'itu pula pada 'awrang buta 'itu: 'angkaw 'apatah kawkata 'akan dija 'itu, sedang 'ija sudah membuka mata 2 mu? maka berkatalah 'ija: bahuwa 'ija 'ada sa`awrang Nabij.

AVB: Orang Farisi bertanya lagi kepada orang yang dahulunya buta itu, “Kamu berkata Dia menyembuhkan matamu. Bagaimana pendapatmu tentang Dia?” Orang itu menjawab, “Dia seorang nabi.”

Iban: Nya alai sida lalu nanya orang nya baru, "Nama penemu nuan pasal orang nya? Mata nuan ke udah digeraika Iya." Iya lalu nyaut, "Iya nabi."


TB ITL: Lalu <3767> kata mereka <3004> pula <3825> kepada orang buta <5185> itu: "Dan engkau <4771>, apakah <5101> katamu <3004> tentang <4012> Dia <846>, karena <3754> Ia telah memelekkan <455> matamu <4675> <3788>?" Jawabnya <2036>: "Ia adalah <1510> seorang nabi <4396>." [<1161> <3754>]


Jawa: Para wong Farisi banjur padha ngandika maneh marang wong kang maune wuta iku: “Panganggepmu marang wong iku kapriye, rehne kowe kang dielekake mripatmu?” Ature kang didangu: “Panjenenganipun punika nabi.”

Jawa 2006: Para Farisi banjur ndangu manèh marang wong kang mauné wuta iku, "Panganggepmu marang wong iku kepriyé, rèhné kowé kang dielèkaké mripatmu?" Aturé kang kadangu, "Panjenenganipun punika nabi."

Jawa 1994: Para wong Farisi nuli padha takon menèh: "Manut kandhamu, Wong kuwi sing marasaké mripatmu. Yèn mengkono, kepriyé panemumu bab Wong kuwi?" Wangsulané: "Panjenenganipun menika Nabi."

Jawa-Suriname: Wongé terus ditakoni menèh: “Kowé sing ditambani karo wongé, lah kowé ngarani wongé kuwi sapa?” “Dèkné kuwi nabi,” wongé semaur.

Sunda: Ku sabab kitu urang Parisi teh nanya deui ka eta jelema, "Maneh geus ngaku dicageurkeun ku eta jelema, cik, kumaha anggapan maneh ka eta jelema?" "Anjeunna nabi," walonna.

Sunda Formal: Pok deui naranya ka jelemana, “Cek maneh, saha eta Jelema teh? Pedah bae, maneh geus bisa beunta ku eta jelema!” Jawabna, “Moal lepat, Anjeunna teh nabi.”

Madura: Daddi reng-oreng Farisi jareya atanya ka oreng gella’, "Mon ca’na ba’na, oreng apa se mabaras ba’na sampe’ nangale’e jareya?" "Oreng ganeka nabbi," saodda oreng jareya.

Bauzi: Labi ihimo otesi otesidaha vabamu fa neo ame dat fako faidehena fa na aam neàdeheda laba neo ab gagoham. “Ne, om akatiha? Fako faidehena fa na aam neàdeheda om am taia? Om ame Da laba gagom im ehe?” Lahahat ame da labe fa gago, “Eho ozoha, Am abo Alat vameadaha im aime fa dam bake ahate vameaidahada Am am bak.”

Bali: Duaning punika pamimpin golongan Parisine punika raris malih nakenin anake sane pecak buta punika, asapuniki: “Cai ngorahang, Anake ento ngranayang cai nyidayang ningalin. Nah kenken mirib panyengguh caine teken Anake ento?” Pasauripune: “Kamanah antuk tiang Anake punika maraga nabi!”

Ngaju: Maka kare oloh Parisi te misek tinai dengan oloh te, "Kilen tumon tirokm tahiu Ie je mawi ikau tau mite te?" "Ie te nabi," koan oloh te.

Sasak: Make dengan-dengan Parisi nike beketuan malik lẽq dengan nike, "Napi pendapet side lẽq Ie saq miaq side jangke tao nyerioq?" "Ie nabi," jawab dengan nike.

Bugis: Nakkutanasi sining tau Farisiéro lao ri tauwéro, "Aga pallolongemmu passalenna tau iya mébbuékko makkita?" Nappébali iyaro tauwé, "Nabiwi."

Makasar: Jari akkuta’nammi pole anjo tu Farisia ri anjo tau le’baka buta angkana, "Antekamma panggappanu ri anjo Tau le’baka amballeiko nukkulle accini’?" Appialimi nakana, "Na’bi anjo Taua."

Toraja: Iamoto anna mekutana lako tinde to buta nakua: Tumbara duka kadammu tu Tau iato, apa mangkamo umpamillik matammu? Nakuami mebali: Inang nabi Ia.

Duri: Mekutana pole' omi to to-Farisi lako joo to mangka buta nakua, "Na ia ke iko, apa la musanganni joo tau, nasaba' mangkamoko napapakita?" Mebalii nakua, "Oo, nabi Ia."

Gorontalo: Timongoliyo loloiya ode tawu boyito odiye, ”To pahamumu Tawu boyito wololo, sababu Tiyo ma lopo'oluli matomu?” Tawu boyito lolametao odiye, ”Tiyo boyito Nabi.”

Gorontalo 2006: Yi tau-tauwalo Parisi boito luli lohintu mao̒ totau boito, "Wolo huhamaamu pasalii-Lio lo talohutu mai olemu loo̒onto?" "Tio nabi." tametao̒ lotau boito.

Balantak: Mbali' iya'a mian Farisi nimikirawarimo mian iya'a soosoodo taena, “Ka' i koo, koi upa a pinginti'iim i Ia, gause i Ia nompopotarangmo mataam?” Ia simbati taena, “Ia nabii.”

Bambam: Iya ma'kada oom indo to illaam Parisi lako indo tau naua: "Maaka iko susi passangaimmu diona indo to umpabono' matammu?" Natimba'im naua: "Tau ia too mesa nabi."

Kaili Da'a: Jadi nekutana wo'umo to Parisi ka toburo etu, "Iwenu pombaratamu ewa tau etu, sabana matamu to nipakanaana?" Nesonomo toburo etu, "I'a samba'a nabi."

Mongondow: Daí intau mita im Parisi noliboí bui kon intau tatua, "Aka podudui in raianmu, yo naonda in soaáḷ Sia inta nongundam kom matamu nion?" Sia tua in nabibií! Tubag in intau tatua.

Aralle: Sika mekutana salang yato to Farisi pano naoaintee, "Dahi umba dio noa pihki'mu didiona yato tau?" Mentimba'mi naoatee, "Dianto mesa nabi."

Napu: Hangko inditi, mekune mbulimohe to Parisi i tobilo iti, rauli: "Ane oyo, apa au nuuli, lawi Ia mopakaoha matamu." Nauli tobilo iti: "Manoto Ia hadua nabi."

Sangir: Tangu tau Farisi e nakiwal᷊ọe su tau ene kạpia, "Kereapa wue su naungu mạanụen tau nakapia si kau?" "I Sie kai nabi," angkuěngu tau ene.

Taa: See naka sira mampotanaka wo’u resi ngkai to rapakatao matanya etu, sira manganto’o, “Korom semo to napakatao ntau etu matamu, wali wimba panto’o ngkorom mangkonong Ia?” Wali ngkai etu mangansono, to’onya, “Ane ewa pampobuuka to si aku, tau etu to pantuntu tuntu i mPue Allah semo.”

Rote: Boema hataholi Farisi la latane seluk hataholi ndia lae, "Te o hahapu ma leo beek, la'eneu Hataholi manatao na o mita seluk ndia?" Boema hataholi fo besa ka nita ndia nae, "Hataholi ndia Nabi ndia."

Galela: So qabolo de ona asa itemo kali una iqoqoma wopipiloka, "So ngona gena idodooha. Sababu ma ngale to ngona ani lako, so ani sininga ma gaalu Unaka gena idodooha." So iqoqomaka wopipilo magena wotemo, "Nako to ngohi ai siningaka gena, totemo Una magena o Gikimoi Awi nabi moi."

Yali, Angguruk: Suwahal uruk lit ap il siyag latfahon ino fam, "Hil fanowap habehek ahun ino fahet haren nangginoho peruk lahen?" ibagma ap inowen te, "At ino Allahn monde ferisiyon nabi wereg," ibag.

Tabaru: So ma rai 'o Farisioka go'ona yosanoli 'o nyawaka gee womasimake-makekau gu'una, "Kokia moteke ngona ma ngale 'una gee wonidiai nomasimakekau?" 'O nyawa gu'una wosango, "'Una 'o nabii moi."

Karo: Sekali nari nungkun kalak Parisi e man si nggo erpengidah ndai nina, "Ikatakenndu maka Ia me si erbahanca kam erpengidah. Genduari kuga dage pengakapndu kerna Ia?" Erjabap ia, "Ia sekalak nabi."

Simalungun: Dob ai ihatahon sidea ma use bani halak na pitung ai, “Ia ho, sonaha do pangkatahonmu pasal-Si, halani iungkab matamu?” Jadi nini ma, “Nabi do Ia.”

Toba: Dung i didok nasida ma muse tu na mapitung hian: Ia ho, dia ma pandokmu taringot tu Ibana, ala diungkap matami? Jadi didok ma: Panurirang do Ibana!

Dairi: Nai, ikusoi Parisè nola mo sipètung idi kin sikali nai, "Nimu ndai, kalak idi ngo memmaing merpendidah matamu i! Mula bagidi, bakunè ngo pendokkenmu tersèngèt Ia?" Ialoi mo, "Nabi ngo ia."

Minangkabau: Mako urang-urang Farisi tu, bi batanyo pulo baliak kabake urang nan lah cegak tu, "Baa pandapek angkau, tantang Urang nan ma ubek angkau tu?" Inyo manjawab, "Manuruik pandapek ambo, Baliau tu adolah Nabi."

Nias: Lafuli lasofu ba niha andrõ, lamane, "Fanguma'õu, Ya'ia zamadõhõ wa tola õ'ila niha? Na si manõ hewisa gera'erau khõ-Nia?" Imane niha andrõ, "Sama'ele'õ Ia."

Mentawai: Bulé imatune raagai nia nou-nourangan nia mitsá tai Parise, "Oto kekeu, kipa nukukua ka tubut sipakoinong matam néné?" Kuanangan ka matadda, "Nabi lé nia."

Lampung: Maka ulun-ulun Farisi betanya luot jama jelma udi, "Api pendapatmu tentang Ia sai nyani niku ngeliak?" "Ia nabi," jawab jelma udi.

Aceh: Dan lé ureuëng-ureuëng Farisi nyan jitanyong lom bak ureuëng nyan, "Peue peundapat gata keuhai ureuëng nyang ka jipeupuléh gata sampoe gata hase tameungieng?" "Ureuëng nyan Nabi," kheun ureuëng nyan.

Mamasa: Mekutana pole omi to Farisi lako inde to buta angngena'e, nakua: “Umba iko nakua pikki'mu annu iko napomalapu'?” Natimba' nakua: “Mesa nabi.”

Berik: Angtane safna Farisimana jei ga angtane gwanan nwena kofa jeiserem gamjon ga aane tenebana, "Aamei ifom gunu ilem inibe Angtane jeiserem jem temawer, Jei nwena imna is Jei waakensobanaram?" Angtane gwanan nwena kofa jeiserem enggam ga tamawola, "Jeiba nabisam."

Manggarai: Mai kole taéd ngong ata buta hitu: “Agu hau ga, co’o weli taé de hau latang te Hia, ai Hia poli pandé wela mata de haun?” Mai walén: “Hia cengata nabiy.”

Sabu: Moko ta kebhali ke ne do Farisi he pa ddau do naanne ri, "Mina mii pa pe nge au ne jhara lua ddau do peie au ne, hakku nara au ta ngaddi?" Bhale ri ddau do naanne, "Nabi No."

Kupang: Jadi dong tanya ulang sang itu orang yang dolu buta bilang, “Iko lu, itu Orang yang buka ame lu pung mata tu, orang model ke karmana?” Dia manyao bilang, “Iko beta, na, Dia tu, Tuhan pung jubir satu.”

Abun: Sane ye Farisi ndobot ye gato gro ndo satu ne o do, "Nan dakai bi sukjimnut subot Ye gato ben nan gro ndo satu sa u ne?" Ye ne ki do, "Ye gato ben ji gro ndo ne, An yenabi gato frot Yefun Allah bi suktaru nai men."

Meyah: Beda rua rijeka gu osnok egens insa koma ongga eiteij eskeira deika oida, "Bua bera ongga bita biteij ongga eskeira jeska Ofa, jefeda bua busujohu rot oida Ofa bera erek idu?" Beda osnok egens koma oroun oida, "Ofa bera erek nabi egens."

Uma: Ngkai ree, mepekune' tena-ra to Parisi hi towero toei, ra'uli': "Beiwa-kowo iko, napa to nu'uli', apa' napaka'uri'-koko mata-nue." Na'uli' towero toei: "Tantu Hi'a hadua nabi."

Yawa: Umba vatano Parisi wo vatane umawe anajo akato ware, “Vatano po namije raveti mpora ti nyo nuge raen pamo animaisye mi nyo ratantona Ai?” Naije po raura pare, “Vatane so anawae pa.”


NETBible: So again they asked the man who used to be blind, “What do you say about him, since he caused you to see?” “He is a prophet,” the man replied.

NASB: So they *said to the blind man again, "What do you say about Him, since He opened your eyes?" And he said, "He is a prophet."

HCSB: Again they asked the blind man, "What do you say about Him, since He opened your eyes?" "He's a prophet," he said.

LEB: So they said to the blind man again, "What do you say about him, because he opened your eyes?" And he said, "He is a prophet.

NIV: Finally they turned again to the blind man, "What have you to say about him? It was your eyes he opened." The man replied, "He is a prophet."

ESV: So they said again to the blind man, "What do you say about him, since he has opened your eyes?" He said, "He is a prophet."

NRSV: So they said again to the blind man, "What do you say about him? It was your eyes he opened." He said, "He is a prophet."

REB: Then they continued to question him: “What have you to say about him? It was your eyes he opened.” He answered, “He is a prophet.”

NKJV: They said to the blind man again, "What do you say about Him because He opened your eyes?" He said, "He is a prophet."

KJV: They say unto the blind man again, What sayest thou of him, that he hath opened thine eyes? He said, He is a prophet.

AMP: Accordingly they said to the blind man again, What do you say about Him, seeing that He opened your eyes? And he said, He is [He must be] a prophet!

NLT: Then the Pharisees once again questioned the man who had been blind and demanded, "This man who opened your eyes––who do you say he is?" The man replied, "I think he must be a prophet."

GNB: So the Pharisees asked the man once more, “You say he cured you of your blindness -- well, what do you say about him?” “He is a prophet,” the man answered.

ERV: They asked the man again, “Since it was your eyes he healed, what do you say about him?” He answered, “He is a prophet.”

EVD: The Jewish leaders asked the man again, “This man (Jesus) healed you, and you can see. What do you say about him?” The man answered, “He is a prophet.”

BBE: Again they said to the blind man, What have you to say about him for opening your eyes? And he said, He is a prophet.

MSG: They came back at the blind man, "You're the expert. He opened your eyes. What do you say about him?" He said, "He is a prophet."

Phillips NT: Finally, they asked the blind man again, "And what do you say about him? You're the one whose sight was restored." "I believe he is a prophet," he replied.

DEIBLER: So they said to the blind man again, “You are the man whom he enabled to see. What do you yourself say about him?” The man said, “I think he is a prophet!” So they told him to go.

GULLAH: So de Pharisee dem aks de man gin say, “Ya de one dat man mek able fa see. So den, wa ya say bout um?” De man wa been bon bline say, “Dat man a prophet.”

CEV: they asked the man, "What do you say about this one who healed your eyes?" "He is a prophet!" the man told them.

CEVUK: they asked the man, “What do you say about this one who healed your eyes?” “He is a prophet!” the man told them.

GWV: They asked the man who had been born blind another question: "What do you say about the man who gave you sight?" The man answered, "He’s a prophet."


NET [draft] ITL: So <3767> again <3825> they asked <3004> the man who used to be blind <5185>, “What <5101> do <3004> you <4771> say <3004> about <4012> him <846>, since <3754> he caused <455> <3788> you <4675> to see <455> <3788>?” “He is <1510> a prophet <4396>,” the man replied <2036>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Yohanes 9 : 17 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2019
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran