Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [LAMPUNG]     [PL]  [PB] 
 <<  Wahyu 18 : 2 >> 

Lampung: Jama suara sai keras, ia beseru, "Radu runtuh! Babel balak radu runtuh! Tano ia jadi rangni sitan-sitan rik ruh jahat. Di delomni hurik sunyin macam burung sai ngejijikko rik sai dinyuohko jelma.


AYT: Ia berseru dengan suara yang keras, katanya, “Runtuh! sudah runtuh Babel yang besar itu! Ia telah menjadi tempat tinggal setan-setan dan penjara bagi setiap roh najis, sarang bagi setiap jenis burung yang najis dan yang dibenci.

TB: Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

TL: Maka bersuaralah ia dengan sekuat-kuat hati, katanya, "Sudahlah roboh, sudahlah roboh negeri Babil yang besar itu, dan telah jadi tempat kediaman segala setan, dan penjara tiap-tiap roh yang najis, dan suatu sangkaran tiap-tiap burung yang najis dan yang dibenci.

MILT: Dan dia berseru dengan kuat dengan suara nyaring sambil mengatakan, "Sudah runtuh, sudah runtuh Babilon yang besar itu, dan dia telah menjadi tempat kediaman setan-setan dan penjara segala roh najis dan penjara segala burung najis dan yang dibenci,

Shellabear 2010: Dengan suara yang kuat ia berteriak, serunya, "Telah roboh, roboh Babel, kota yang besar itu! Ia telah menjadi tempat kediaman setan-setan, penjara bagi setan-setan yang terkutuk, dan bagi burung-burung najis yang dibenci.

KS (Revisi Shellabear 2011): Dengan suara yang kuat ia berteriak, serunya, "Telah roboh, roboh Babel, kota yang besar itu! Ia telah menjadi tempat kediaman setan-setan, penjara bagi setan-setan yang terkutuk, dan bagi burung-burung najis yang dibenci.

Shellabear 2000: Dengan suara yang kuat ia berteriak, serunya, “Telah roboh, roboh Babel, kota yang besar itu! Ia telah menjadi tempat kediaman setan-setan, penjara bagi roh-roh yang najis, dan bagi burung-burung najis yang dibenci.

KSZI: Dia berseru dengan suara yang lantang dan hebat, &lsquo;Babel yang agung telah runtuh, telah runtuh, dan telah menjadi tempat kediaman roh-roh durjana, penjara bagi setiap roh durjana, sangkar bagi setiap burung yang jijik dan dibenci!

KSKK: Dengan suara yang keras ia berseru: "Babel yang besar telah jatuh! Telah jatuh! Ia telah menjadi tempat kediaman para roh jahat, dan tempat istirahat bagi setiap roh najis, suatu sarang untuk segala burung yang najis dan menjijikkan.

WBTC Draft: Malaikat itu berkata dengan kuat, katanya, "Sudah binasa. Kota Babel yang besar sudah binasa. Itu telah menjadi tempat kediaman setan. Tempat pelarian semua roh jahat, tempat pelarian semua burung yang najis, tempat pelarian binatang yang najis dan dibenci

VMD: Malaikat itu berkata dengan kuat, katanya, “Sudah binasa. Kota Babel yang besar sudah binasa. Itu telah menjadi tempat kediaman setan. Tempat pelarian semua roh jahat, tempat pelarian semua burung yang najis, tempat pelarian binatang yang najis dan dibenci

AMD: Malaikat itu berseru dengan keras, “Sudah hancur! Babel yang besar itu sudah hancur! Ia telah menjadi rumah bagi setan-setan dan sarang bagi roh-roh jahat. Kota itu telah menjadi sarang bagi segala jenis burung najis yang dibenci.

TSI: Malaikat itu berseru dengan suara yang sangat keras, “Babel sudah binasa! Ibu kota yang agung itu sudah binasa! Dan hanya setan-setan dan roh-roh jahat yang tinggal di kota itu. Tempat yang dulu ramai sudah menjadi tempat tinggal burung-burung najis yang dibenci oleh manusia.

BIS: Dengan suara yang besar, ia berseru, "Sudah jatuh! Babel besar sudah jatuh! Sekarang ia menjadi tempat setan-setan dan roh-roh jahat. Di dalamnya hidup segala macam burung yang najis dan yang dibenci orang.

TMV: Dia berseru dengan suara lantang, "Babel sudah jatuh! Babel yang agung sudah jatuh! Sekarang syaitan-syaitan dan roh-roh jahat tinggal di Babel. Segala macam burung yang najis dan dibenci orang tinggal di situ.

BSD: Malaikat itu berseru dengan keras, “Sudah jatuh! Babel, kota besar itu sudah jatuh! Sekarang ia menjadi tempat tinggal yang dihantui roh-roh jahat. Segala macam burung yang najis dan yang dibenci orang tinggal di situ.

FAYH: Ia berseru dengan suara yang dahsyat, "Babel sudah roboh, sudah roboh kota besar itu. Ia sudah menjadi sarang hantu dan gua setan serta segala macam roh jahat.

ENDE: Dengan suara njaring dia menjerukan: "Sudah roboh, sudah roboh Babylon, kota agung itu! Dia mendjadi tempat diam setan-setan, tempat sembunji roh-roh nadjis dan sarang serba matjam burung.

Shellabear 1912: Maka berteriaklah ia dengan sekuat-kuat suaranya, "Telah robohlah, telah robohlah Babil yang besar itu, dan telah jadi kediaman segala setan, dan penjara bagi tiap-tiap jin yang najis, dan penjara tiap-tiap burung yang najis dan yang kebencian.

Klinkert 1879: Maka berseroelah ija dengan soewara jang njaring, katanja: Telah roeboehlah; telah roeboehlah negari Babil jang besar itoe dan telah djadi tempat kadiaman segala sjaitan dan perhimponan segala roh nedjis dan perkoempoelan segala onggas jang haram dan kabentjian.

Klinkert 1863: Maka dia berseroe dengan soeara jang keras, katanja {Wah 14:8; Yes 21:9; Yes 51:8} Soedah roeboh, soedah roeboh, itoe Babilon jang besar, dan soedah djadi {Yes 13:21; 34:14; Yer 50:39} tampat kadoedoekan segala setan, dan sangkaran segala roh nadjis, dan koeroengan segala {Yes 34:11} boerong jang haram dan kabentjian adanja.

Melayu Baba: Dan dia bertriak dngan suara yang kuat skali, dan kata, "Sudah ruboh-lah, sudah ruboh-lah, Babil yang bsar itu, dan sudah jadi sgala Setan punya tmpat tinggal, dan sgala jin yang najis punya jel, dan tiap-tiap burong yang najis dan yang kbnchian punya jel.

Ambon Draft: Dan menjarulah ija deng-an sawara jang amat kowat, katanja: Sudah djatoh, sudah djatoh Babilon jang besar itu, dan sudah djadi satu tam-pat kadijaman pada hantu-hantu, dan satu tampat sem-bunji pada iblis-iblis jang nedjis, dan satu tampat sem-bunji pada rupa-rupa burung-burungan jang nedjis dan jang kabintjian.

Keasberry 1853: Maka burtumpeklah iya dungan suara yang kras, katanya, nugri Babel yang busar itu tulah runtohlah, runtohlah, iya itu tulah munjadi tumpat kadiaman sagala sheitan, dan sangkaran sagala jin jahat, dan kurungan sagala burong yang haram dan kabunchian adanya.

Keasberry 1866: Maka bŭrtŭmpeklah iya dŭngan swara yang kras, katanya, Nŭgri Babel yang bŭsar itu tŭlah runtohlah, runtohlah, iya itu tŭla mŭnjadi tŭmpat kadiaman sagala Shietan, dan sangkaran sagala jin jahat, dan kurongan sagala burong yang haram, dan kabŭnchian adanya.

Leydekker Draft: Maka 'ija pawn berterijakhlah dengan karasnja, dengan sawara njaring, katanja: sudah roboh, sudah roboh Babel besar 'itu, dan sudah djadi perdijaman segala djin, dan kurongan sakalijen hantu jang nedjis, dan kurongan sakalijen burong 2 an jang nedjis dan kabintji`an.

AVB: Dia berseru dengan suara yang lantang dan hebat, “Babel yang agung telah runtuh, telah runtuh, dan telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat, penjara bagi setiap roh jahat, sangkar bagi setiap burung yang jijik dan dibenci!

Iban: Lalu iya ngangau enggau nyawa ti inggar, "Udah alah! Babilon ti besai udah alah! Iya udah nyadika endur alai antu diau, nyadika endur alai roh ti kamah, nyadika endur alai semua burung ti kamah sereta dipegedika, diau.


TB ITL: Dan <2532> ia berseru <2896> dengan <1722> suara <5456> yang kuat <2478>, katanya <3004>: "Sudah rubuh <4098>, sudah rubuh <4098> Babel <897>, kota besar <3173> itu, dan <2532> ia telah menjadi <1096> tempat kediaman <2732> roh-roh jahat <1140> dan <2532> tempat bersembunyi <5438> semua <3956> roh <4151> najis <169> dan <2532> tempat bersembunyi <5438> segala <3956> burung <3732> yang najis <169> dan <2532> yang dibenci <3404>,


Jawa: Malaekat mau nguwuh-uwuh kalawan swara seru: “Wus rubuh, wus rubuh Babil, kutha gedhe iku. Lan wus dadi dhangkane para roh reged lan papan pandhelikane para roh najis, tuwin sarupaning manuk kang najis lan kang sinengitan,

Jawa 2006: Malaékat mau nguwuh-uwuh kalawan swara sora, "Wis ambruk, Babél wis ambruk, kutha gedhé iku. Lan wis dadi padunungané roh-roh jahat lan papan pandhelikané sakèhing roh najis, tuwin papan pandhelikané sarupaning kéwan kang najis lan kang sinengitan,

Jawa 1994: Malaékat mau nguwuh-uwuh kanthi seru: "Wis rubuh! Babil, kutha gedhé kuwi wis rubuh. Saiki wis dienggoni roh-roh reged lan dadi papan pandhelikané para roh najis sarta sarupaning manuk sing najis lan disengiti déning wong.

Jawa-Suriname: Mulékat mau ngomong nganggo swara banter: “Wis rubuh! Babilon, kuta gedé kuwi wis rubuh. Saiki wis dienggoni roh-roh reget lan dadi panggonan delikané roh-roh ula lan sak rupané manuk sing ala lan sing disengiti wong.

Sunda: tuluy nyabda handaruan, "Rugrug! Babul nu sohor geus rugrug! Ayeuna manehna geus jadi pangulinan setan-setan jeung roh-roh najis, padumukan manuk-manuk pikageuleuheun matak ceuceub.

Sunda Formal: Tuluy eta malaikat cumeluk handaruan: “Geus rugrug! Babul nu sohor teh geus rugrug! Geus jadi panonoban setan-setan, tempat nyilib roh-roh najis, tempat kumbuh manuk-manuk nu gareuleuh piijideun.

Madura: Malaekat ganeka aera’, sowarana raja, "La gaggar! Babil se raja la gaggar! Sateya la daddi kennengnganna tan-setan ban roh-erroh jahat. E jadhiya ekennengnge samacemma mano’ se najjis ban se ekabaji’i oreng.

Bauzi: Labi nom ilu dae buduana nehame ab buddamam. “Vàhàdeho! Vàhàdeho! Kota Babel laba esdam dam labe neha, ‘Im abo feàte,’ lahame it daetbadam dam lamti ulohona modesdam kota zi laba esdam dam lam ahebu ab modi vàhàdeham tame. Labiha labe ame num debu bae lam setan mei setan meime modeo, labi ahasbeam dut mei dut meime modeo, na ohemnabu Ala bake lom fi hamna ahasbeamna ahebu modeo, labihasu laba li vatasuidalo. Labi bume Ala bake lom fi hamna ahasbeam bume ahebu fa laba li ila moadalo. Labihasu modem num debu baet modem bak.

Bali: Malaekate punika raris ngelur kadi sapuniki: “Suba uug, suba uug Babele, kotane ane gede ento, tur jani suba dadi tongos bebutan muah tongos pengkeban saananing roh-rohe ane cemer, muah sawatek kedis-kedise ane jelek-jelek ane kagetingin, makejang masebun ditu.

Ngaju: Hapan auh hai, ie hamauh, "Jari manjato! Babel hai jari manjato! Toh ie manjadi eka kare setan tuntang kare roh papa. Intu hete kare macam burong je injilek tuntang dia oloh marajie, aton belom.

Sasak: Siq suare saq belẽq, ie bekuih, "Sampun runtuh! Babel belẽq sampun runtuh! Mangkin ie jari taoq ndot sẽtan-sẽtan dait roh-roh jahat. Lẽq dalemne idup segale macem kedit saq najis dait saq temeriq siq dengan.

Bugis: Nasibawang sadda iya battowaé, gorai, "Sempé’ni! Sempé’ni Babél battowaé! Makkekkuwangngé mancajini onronna sining sétangngé sibawa sining roh majaé. Ri lalenna tuwoi sininna rupanna manu’-manu’ iya najisi’é sibawa iya nacéccé tauwé.

Makasar: Akkio’ lompomi angkana, "Tu’guru’mi anjo bainea! Tu’guru’mi Babel lompoa! Kamma-kamma anne anjarimi tampa’ pammantanganna setang-setanga siagang roh-roh ja’dalaka. Lalammi ammantang sangka’ rupaya jangang-jangang rantasa’ siagang nakabirisia taua.

Toraja: Melallakmi umpekapuai gamaranna nakua: Ro’pokmo, ro’pokmo tu tondok Babel kapua sia naniimo tonang mintu’ deata bulituk, sia nanii pentirerunganna mintu’ deata masussuk, sia pa’kurunganna manuk-manuk maruttak sia dikagi’gi’na.

Duri: Metambami nakua, "Ro'pokmi. Ro'pokmi Babel kota matonggo. Ia tuu lako setang sola roh gaja' mari'pih lan. Messerang lan to mangrupa-rupa manuk-manuk harang to nakaba'ci tau.

Gorontalo: Tiyo wuwa-wuwatio wolo suwara uda'a odiye, ”Ma loantulu, ma loantulu Babel kota damanga boyito! Wawu ma lowali tambati lo lati-latiyalo wawu buburungiyala mo'olonuo wawu dila otohila lo tawu bebasi motitola teto.

Gorontalo 2006: Wolo suala daa̒ tio longiibodu, "Malodehu! Babel leidaa̒ malodehu! Botia tio lowali tambati lo lalaa-tiyaalo wau roroo-huwaalo u hileeta. To delomio hitumula totoonulalo bulungi hidala-dalaala unajiisi wau uilonuo̒ tau.

Balantak: Ia mangkakaro' taena, “Kabus nokobaraba'ian a Babel, kota men balaki' iya'a, ka' nosidamo dodongoanna giigii' meena ka' nosidamo pinsapitanna giigii' alus ba'idek, ka' pinsapitanna giigii' sapu' men kobiit ka' men komaso'na mian.

Bambam: Anna katamba-tambai naua: "Tilakam! Tilakam Babel indo kota kasalle! Tentomai mendadim ongeanna ingganna setam anna debata kadake; anna naongei ingganna hupanna dassi mekussi'-kussi' si nakahidi' hupatau.

Kaili Da'a: Nongaremo i'a ante suara to namangga mpu'u, "Nageromo! Nageromo ngata bete Babel! Nompamula we'i-we'i ngata etu kana majadi peto'o seta-seta bo peto'o nompengaya-ngaya to naja'ana, pade peto'o nompengaya tonji to natantoruna to niporau rara manusia.

Mongondow: Nana'a im pinobaḷuínya: "Ain noḷabuí! Babel, kotaí moḷoben tua ain noḷabuí! Tana'a sia nobaliídon tampat in dimbuḷoí bo dimukud mita mora'at. Bo kom bonunya nobiagdon norupa-rupamai in ḷagapan inta nonajis bo inta kinodoií in intau.

Aralle: Mekoha napekäyyängngi naoatee, "Sitale-taleng! Bohto käyyäng Babel sitaleng! Dinoa mendahing ongeanna setang anna inaha karake. Naongei tuho sedansiang ang si ungngande bahke, sedansiang ang nakahi'di' hupatau.

Napu: Mongangami ia masisimbuku, nauli: "Magero! Mageromi Babeli, kota au mahile! Mepongka ide-ide, kota ide ina rapaidai seta, tokadake, hai hinangka tadasi au rapalia hai rakahihi.

Sangir: Dingangu tingihe maihạ, i sie něluntingihẹ̌ u, "Ene kụ nanawọe Babel gẹ̌guwạ ene seng nanawo! Kụ orasẹ̌ inie seng nakoạ pẹ̌bawaesangu manga setang dingangu manga rohkẹ̌ dal᷊akị. Su ral᷊unge seng pěbẹ̌biahengu manga haghing manụ makạdarěnting dingangu ikẹ̌kawěnsingu taumata.

Taa: Ia maroso loonya kaboo, manganto’o, “Napukamo, napukamo kota Babel to bae etu! Babel etu room nawali yau lipu measa, pasi mawali yau seja banua nsamparia nosa to maja’a, pasi gimpu nsamparia tonsi to makarika pasi to maja’a nakita ntau.

Rote: Nalo bou-bou napane'e nae, "Ana tu'u neu so! Babel matuaina ana tu'u neu so! Besak ia kota ndia da'di nitu la ma dula dale mangalau kala mamanan so. Basa manupui manggenggeok mata-matak fo hataholi a ta nahii kasa, ala leo lai dalek.

Galela: Woutiku de womatoore womaili-ilika wotemo, "He! O Babel o kota ilalamo magena ituraba de ibiau qaboloka. Kagena naga o bi gurumi ma dorou de o bi namo maro o kawi de o koqoba yangodu yahino, kagena de o bi sone ma bake magena yaoqo.

Yali, Angguruk: At inowen ele hi roho uruk lit, "O pin kuruk lit o Babel pumbuk suwon ino aben pin hi halog ane unusurusa. O ino olun eneg atisimu mungguwat inibam wiroho kurusama hime siyahon men siyag-siyag asuwe men it hirag atuk ambeg ngi atisi.

Tabaru: De ma 'ilingi 'iamo-amokie 'imapoaka 'ingose 'ato, "'Itorouokau! 'O Babel 'iamo-amoko 'itorouokau! Ma 'orasi ne'ena 'ena 'imadadi 'o sagala tokata ma ngii. Ge'enaka dau 'i'ahu 'o sagala namoro gee nanga bo-bosono de gee 'o nyawa yodu-du'uduku.

Karo: Alu sora megang nina, "Nggo runtuh Babilon! Nggo runtuh diberu, e me Babilon si mbelin e. Genduari rehen setan-setan ras kesah-kesah si melket ndahi diberu e. Erbage-bage perik si melket dingen si ciga ate kalak rasar i bas ia.

Simalungun: Jadi mardilo-dilo ma ia marhitei sora na maling, nini ma, “Domma madabuh, domma madabuh Babilon na bolon in, domma gabe ianan ni setan-setan ai ampa parponopan ni sagala tonduy na mabutak, pakon harang ni sagala manuk-manuk na mabutak, sihagigihononkon.”

Toba: Gogo ma soarana manjoujouhon: Nunga pesan, nunga pesan Babel na balga i, gabe inganan ni angka sibolis jala hurungan ni nasa tondi na hodar jala huruhuruan ni nasa pidong na ronsam, angka hagigian.

Dairi: Nggang kalohoon ngo idiungken, "Enggo tumpat Babel simbellen i! Enggo tumpat daberru i! Bekkas sètan dekket tendi jahat ngo ia, janah ranjang-ranjang manuk-manuk si nikecegoken jelma.

Minangkabau: Jo suwaro nan gadang, inyo basaru, "Lah jatuah! Babel gadang lah jatuah! Kiniko inyo manjadi tampaik setan-setan, sarato jo sagalo roh jahek. Di dalamnyo iduik sagalo macam buruang nan najih, sarato jo sagalo nan dijajok-i urang.

Nias: Ba mu'ao ia, wa'ebua linia, "No adudu ndra alawe andrõ! No adudu Mbabilonia sebua andrõ! Iada'e no tobali ia naha gafõkha ba eheha si lõ sõkhi. Auri khõnia bakha ngawalõ wofo sanuzu dõdõ niha ba sogoro niha.

Mentawai: Iageti pugereinangan leú et pelé nga-ngania, "Amakalangan nia! Laggai Babel sabeu, amakalangan! Kineneiget aibailiuan nia kudduatra sanitu sambat paketsa-ketsat sikataí. Ai ka bagania sene ngamata umá paloli-lolit, samba simalagat bagat sirimanua.

Aceh: Ngon su nyang meudumpék, jihnyan jipeugah, "Ka rhot! Babel ayeuk ka rhot! Jinoenyoe jihnyan ka jeuet keu teumpat jén-jén dan roh-roh jeuhet. Lam nyan udeb meubagoe cicém nyang kutoe dan nyang jibanci lé manusia.

Mamasa: Metamba-tamba nakua: “Loppo'mi! Loppo'mi Babel kota kamai! Natongkonnimi pole' ma'rupa-rupa setang; anna nakesserangngimo angganna dassi meko'do'-ko'do' nakasinnang ma'rupa tau.

Berik: Ane malaikata jeiserem ol dagam enggam ga aa gutena, "Kota Babel mes ne ganamwena! Babel unggwan-giri ga mes ne ganamwena! Kota Babel namwer aas jepserem ga taman nwini bwata kapkaiserem unggwanfer jep nulamini. Ane jep ga junu nafis-nafsi kapkaiserem gemer naawaiton, angtane baife aa jes ne gwebabilirim.

Manggarai: Mai kepok de malékat hitu, “Polig rencon! Polig rencon Babél, béndar mésé hitu! Béndar hitu poli ciri osang ka’éng agu osang tepeng de sanggéd jing da’at agu sanggéd kaka rinek.

Sabu: Nga lipeka do maddu ta peka ke no, "Alla ke pekeloli! Babel do worena ne, alla ke pekeloli! Pa awe nadhe jadhi ke no ta era manga wango nga henga-henga kerabba he. Pa dhara no do muri ke heworawwu-heworawwu do rue do taru jhe do bhege dhara ddau.

Kupang: Dia pake suara bésar ko kasi tau bilang, “Su rubu! Su rubu! Kota Babel su rubu! Su jato! Su jato! Itu kota hebat tu, su jato! Dia su jadi setan dong pung tampa tenga. Dia su jadi samua roh jahat dong pung tana asal. Dia su jadi samua burung tukang makan bangke pung tampa bakumpul. Dia su jadi samua binatang tar bae pung kandang.

Abun: Malaikat ne saiye sare do, "Ibit it! Kota Babel gato ye bes gum kok ne ibit it. Yetu yo kem mone o nde. Su ré, kota ne tepsu nat fo gato malaikat ibit mwa kem mó sor. Kota ne ses su ndam gato ye Israel fowa git si ndam gato yé bariwa ne dom.

Meyah: Beda ofa ois rot efen oga ongga owesa efek eteb oida, "Babel ongga ofoka eiskiskma eteb bera ensiri rot efen rusnok nomnaga fob! Ebeibeyaif efena ofogog jera mar ofogog enjgineg tein ongga bera riker jah kota insa koma ojgomu. Mar ongga oska efekeifa jera mem nomnaga ongga erek oska noba ongga rusnok rinet guru bera angh jah suma tein ojgomu.

Uma: Mekio' mpesukui-i, na'uli': "Mokero! Mokero-mi Babel, ngata to bohe toe! Ngkai wae lau rapo'ohai' seta-imi, rapo'ohai' wori' nyala anudaa', rapo'ohai' butu nyala danci to rapokarungku pai' to rapokahuku'.

Yawa: Gwain akoeve pare, “Mandami to! Munijo akoe Babel mandami kobe! Wemirati vatane inta utantuna rai jakato jewen, yara anawayo kakai obo mirati mo rave yavabe ti no rai. Muno anawayo ngkaumure nsiso ama uga rai vintabo, muno insanijo anaonae kotaro rui vayave ntuna rai.


NETBible: He shouted with a powerful voice: “Fallen, fallen, is Babylon the great! She has become a lair for demons, a haunt for every unclean spirit, a haunt for every unclean bird, a haunt for every unclean and detested beast.

NASB: And he cried out with a mighty voice, saying, "Fallen, fallen is Babylon the great! She has become a dwelling place of demons and a prison of every unclean spirit, and a prison of every unclean and hateful bird.

HCSB: He cried in a mighty voice: It has fallen, Babylon the Great has fallen! She has become a dwelling for demons, a haunt for every unclean spirit, a haunt for every unclean bird, and a haunt for every unclean and despicable beast.

LEB: And he cried out with a powerful voice, saying, "Fallen, fallen [is] Babylon the great, and it has become a dwelling place of demons and a haunt of every unclean spirit and a haunt of every unclean bird and a haunt of every unclean and detested animal.

NIV: With a mighty voice he shouted: "Fallen! Fallen is Babylon the Great! She has become a home for demons and a haunt for every evil spirit, a haunt for every unclean and detestable bird.

ESV: And he called out with a mighty voice, "Fallen, fallen is Babylon the great! She has become a dwelling place for demons, a haunt for every unclean spirit, a haunt for every unclean bird, a haunt for every unclean and detestable beast.

NRSV: He called out with a mighty voice, "Fallen, fallen is Babylon the great! It has become a dwelling place of demons, a haunt of every foul and hateful bird, a haunt of every foul and hateful beast.

REB: In a mighty voice he proclaimed, “Fallen, fallen is Babylon the great! She has become a dwelling for demons, a haunt for every unclean spirit, for every unclean and loathsome bird.

NKJV: And he cried mightily with a loud voice, saying, "Babylon the great is fallen, is fallen, and has become a dwelling place of demons, a prison for every foul spirit, and a cage for every unclean and hated bird!

KJV: And he cried mightily with a strong voice, saying, Babylon the great is fallen, is fallen, and is become the habitation of devils, and the hold of every foul spirit, and a cage of every unclean and hateful bird.

AMP: And he shouted with a mighty voice, She is fallen! Mighty Babylon is fallen! She has become a resort {and} dwelling place for demons, a dungeon haunted by every loathsome spirit, an abode for every filthy and detestable bird.

NLT: He gave a mighty shout, "Babylon is fallen––that great city is fallen! She has become the hideout of demons and evil spirits, a nest for filthy buzzards, and a den for dreadful beasts.

GNB: He cried out in a loud voice: “She has fallen! Great Babylon has fallen! She is now haunted by demons and unclean spirits; all kinds of filthy and hateful birds live in her.

ERV: The angel shouted with a powerful voice, “She is destroyed! The great city of Babylon is destroyed! She has become a home for demons. That city has become a place for every unclean spirit to live. She is a city filled with all kinds of unclean birds. She is a place where every unclean and hated animal lives.

EVD: The angel shouted with a powerful voice: “ She is destroyed! The great city of Babylon is destroyed! She (Babylon) has become a home for demons. That city has become a place for every unclean spirit to live. She has become a city filled with all kinds of unclean birds. She has become a city for every unclean and hated animal.

BBE: And he gave a loud cry, saying, Babylon the great has come down from her high place, she has come to destruction and has become a place of evil spirits, and of every unclean spirit, and a hole for every unclean and hated bird.

MSG: his voice thunderous: Ruined, ruined, Great Babylon, ruined! A ghost town for demons is all that's left! A garrison of carrion spirits, garrison of loathsome, carrion birds.

Phillips NT: and he cried in a mighty voice, "Fallen, fallen is Babylon the great! She has become a haunt of devils, a prison for every unclean spirit, and a cage for every foul and hateful bird.

DEIBLER: He shouted with a very loud voice, “God is about to completely destroy [DOU] all the very evil cities (OR, the very evilcity)that Babylon represents. As a result, all kinds of evil spirits [DOU] will live there, and all kinds of foul and detestable [DOU] birds will live there.

GULLAH: E holla loud say, “E done been stroy! Babylon, dat city wa done been got big powa, e done been stroy! Ebil sperit dem all kind ob bad sperit wa come fom Satan, dey lib dey now. All kind ob dorty bad bad wa people ain like, dey da geda dey.

CEV: The angel shouted, "Fallen! Powerful Babylon has fallen and is now the home of demons. It is the den of every filthy spirit and of all unclean birds, and every dirty and hated animal.

CEVUK: The angel shouted, “Fallen! Powerful Babylon has fallen and is now the home of demons. It is the den of every filthy spirit and of all unclean birds, and every dirty and hated animal.

GWV: He cried out in a powerful voice, "Fallen! Babylon the Great has fallen! She has become a home for demons. She is a prison for every evil spirit, every unclean bird, and every unclean and hated beast.


NET [draft] ITL: He shouted <2896> with <1722> a powerful <2478> voice <5456>: “Fallen <4098>, fallen <4098>, is Babylon <897> the great <3173>! She has become <1096> a lair <2732> for demons <1140>, a haunt <5438> for every <3956> unclean <169> spirit <4151>, a haunt <5438> for every <3956> unclean bird <3732>, a haunt for every unclean <169> and <2532> detested beast <3404>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Wahyu 18 : 2 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2020
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran