Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [AYT]     [PL]  [PB] 
 <<  Wahyu 5 : 12 >> 

AYT: berseru dengan suara yang keras, “Layaklah Anak Domba, yang telah disembelih itu, menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan pujian.”


TB: katanya dengan suara nyaring: "Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!"

TL: yang mengatakan dengan suara besar, "Berlayak Anak domba yang tersembelih itu menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji."

MILT: yang berkata dengan suara nyaring, "Layaklah Anak Domba yang telah disembelih itu menerima kuasa dan kekayaan dan hikmat dan kekuatan dan hormat dan kemuliaan dan berkat."

Shellabear 2010: Kata mereka dengan suara nyaring, "Anak Domba yang telah disembelih itu layak menerima kuasa, kekayaan, hikmah, kekuatan, hormat, kemuliaan, dan pujian!"

KS (Revisi Shellabear 2011): Kata mereka dengan suara nyaring, "Anak Domba yang telah disembelih itu layak menerima kuasa, kekayaan, hikmah, kekuatan, hormat, kemuliaan, dan pujian!"

Shellabear 2000: Kata mereka dengan suara nyaring, “Layaklah Anak Domba yang telah disembelih itu menerima kuasa, kekayaan, hikmat, kekuatan, hormat, kemuliaan, dan pujian!”

KSZI: Mereka menyanyi dengan suara yang lantang: &lsquo;Anak Domba yang telah disembelih layak menerima kekuasaan, kekayaan, kebijaksanaan, kekuatan, kehormatan, kemuliaan dan puji-pujian.&rsquo;

KSKK: semuanya berseru dengan suara lantang: Layaklah Anak Domba yang disembelih itu menerima kuasa dan kekayaan, kebijaksanaan, dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan pujian.

WBTC Draft: Mereka berkata dengan kuat, "Segala kuasa, kekayaan, hikmat, dan kekuatan adalah milik Anak Domba yang sudah dibunuh itu. Ia layak menerima hormat, kemuliaan, dan pujian."

VMD: Mereka berkata dengan kuat, “Segala kuasa, kekayaan, hikmat, dan kekuatan adalah milik Anak Domba yang sudah dibunuh itu. Ia layak menerima hormat, kemuliaan, dan pujian.”

AMD: Malaikat-malaikat itu berkata dengan suara yang lantang, “Segala kuasa, kekayaan, hikmat, dan kekuatan adalah milik Anak Domba yang sudah disembelih itu. Dia layak menerima hormat, kemuliaan, dan pujian.”

TSI: Mereka bernyanyi dengan suara keras, “Biarlah segala kuasa, kekayaan, hikmat, dan kekuatan menjadi milik Anak Domba yang sudah dibunuh itu! Dialah yang layak menerima segala hormat, kemuliaan, dan pujian!”

TSI3: Mereka bernyanyi dengan suara keras, “Biarlah segala kuasa, kekayaan, hikmat, dan kekuatan menjadi milik Anak Domba yang sudah dibunuh itu! Dialah yang layak menerima segala hormat, kemuliaan, dan pujian!”

BIS: Dan mereka menyanyi dengan suara yang kuat, "Anak Domba yang sudah disembelih itu, layak untuk menerima kuasa, kekayaan, kebijaksanaan dan kekuatan; Ia layak dihormati, diagungkan dan dipuji-puji!"

TMV: Mereka menyanyi dengan suara yang lantang, "Anak Domba yang sudah dibunuh itu layak menerima kekuasaan, kekayaan, kebijaksanaan, kekuatan, penghormatan, kemuliaan, dan pujian."

BSD: Mereka bernyanyi dengan suara yang kuat, “Anak Domba yang sudah disembelih itu layak untuk menerima kuasa, kekayaan, kebijaksanaan, dan kekuatan. Ia layak dihormati, diagungkan dan dipuji-puji.”

FAYH: "Anak Domba itu layak -- Anak Domba yang telah disembelih. Ia layak menerima kekuasaan, kekayaan, kebijaksanaan, kekuatan, kehormatan, kemuliaan, dan segala pujian."

ENDE: dan mereka menjerukan dengan suara njaring: "Lajaklah Anak Domba jang tersembelih itu menerima kuasa dan kemegahan hikmat dan kekuatan, dan pudjian dan kemuliaan dan hormat".

Shellabear 1912: yang mengatakan dengan suara yang nyaring, "Layaklah Anak-domba yang tersembelih itu menerima kuasa, dan kekayaan, dan bijaksana, dan kekuatan, dan kemuliaan, dan hormat, dan puji."

Klinkert 1879: Mengatakan dengan soewara jang besar: Bahwa Anak-Domba jang tersembeleh itoe patoetlah berolih koewasa dan kakajaan dan hikmat dan koewat dan hormat dan kamoeliaan dan pengoetjap sjoekoer.

Klinkert 1863: Katanja dengan soeara jang njaring: {Wah 4:11} Bahoea itoe Anak Domba jang disembeleh patoet menerima koeasa, dan kakajaan, dan boedi, dan koewat, dan hormat, dan kamoeliaan, dan poedji.

Melayu Baba: yang kata dngan suara yang bsar, "Layak-lah itu Anak-domba yang sudah kna smbleh mau trima kuasa, dan kkaya'an dan bijaksana dan kkuatan, dan hormat dan kmulia'an dan puji.

Ambon Draft: Jang berkatalah dengan sawara besar-besar: Anak dom-ba itu, jang sudah terpotong, itulah mustahak akan mena-rima kawasa, dan kakaja; an, dan ilmu, dan kowat, dan hor-mat, dan kamukija; an, dan ka-pudjian!

Keasberry 1853: Burkata dungan suara yang nyaring, Layaklah anak Domba itu yang tulah tursamblih itu akan munurima kuasa, dan kakayaan, dan budi, dan kuat, dan hormat, dan kamuliaan, dan burkat.

Keasberry 1866: Bŭrkata dŭngan swara yang nyaring, Layaklah anak Domba itu yang tŭlah tŭrsŭmblih itu, akan mŭnŭrima kwasa, dan kŭkayaan, dan budi, dan kuat, dan hormat, dan kamuliaan dan bŭrkat.

Leydekker Draft: Jang meng`atakan dengan sawara njaring: 'Anakh domba jang terbantej 'itu 'ada mustahhakh 'akan tarima peng`awasa`an, dan kakaja`an, dan kabidjakan, dan kakarasan, dan hhormat, dan kamulija`an, dan sjukur.

AVB: Mereka menyanyi dengan suara yang lantang: “Anak Domba yang telah disembelih layak menerima kekuasaan, kekayaan, kebijaksanaan, kekuatan, kehormatan, kemuliaan dan puji-pujian.”

Iban: Sida belagu enggau nyawa ti inggar: "Anak Domba ti udah dibunuh endang patut nerima kuasa, pengaya, penemu-dalam, enggau pengering, basa, mulia enggau puji!"


TB ITL: katanya <3004> dengan suara <5456> nyaring <3173>: "Anak Domba <721> yang disembelih <4969> itu layak <514> untuk menerima <2983> kuasa <1411>, dan <2532> kekayaan <4149>, dan <2532> hikmat <4678>, dan <2532> kekuatan <2479>, dan <2532> hormat <5092>, dan <2532> kemuliaan <1391>, dan <2532> puji-pujian <2129>!" [<1510>]


Jawa: pangucape kalawan swara sora: “Sang Cempe ingkang sampun kapragat punika sembada nampeni panguwaos, lan kasugihan, sarta kawicaksanan, saha kakiyatan, tuwin kaurmatan, miwah kamulyan lan pangalembana.”

Jawa 2006: pangucapé kalawan swara sora, "Sang Cempé ingkang sampun kapragat punika sembada nampèni pangwaos, lan kasugihan, sarta kawicaksanan, saha kakiyatan, tuwin kaurmatan, miwah kamulyan lan pangalembana."

Jawa 1994: Para malaékat mau padha ngidung nganggo swara sora, pangucapé: "Sang Cempé ingkang sampun kapragat menika pantes nampèni pangwaos, lan kasugihan tuwin kawicaksanan, saha kekiyatan tuwin pakurmatan, miwah kamulyan lan pangalembana!"

Jawa-Suriname: Para mulékat mau pada ngomong nganggo swara banter, tembungé: “Tyempé sing wis dibelèh pantes nampa pangwasa, kasugihan, kaweruh lan kekuwatan, kahurmatan, kaluhuran lan pamuji.”

Sunda: tuluy ngarawih sorana tarik: "Anak Domba nu geus ditelasan, layak nampi kakawasaan, kamuktian, kaluhungan, jeung kakuatan, kamulyaan, kaagungan, jeung pujian!"

Sunda Formal: breng pupujian, sorana ngageder: “Anak Domba nu geus ditelasan, layak nampi kakawasaan, kamuktian, kaluhungan, jeung kabedasan; enya eta Anak Domba teh layak nampi puji, kahormatan, sareng kamulyaan.”

Madura: Para malaekat ganeka anyanye, sowarana kaja, "Cacempe se la esambelli rowa pantes narema kobasa, kasogiyan, kabicaksana’an ban kakowadan; Salerana patot ehormadi, eagungngagi ban eji-poji!"

Bauzi: Labi ame dam zi fai labe im nehame ame Domba Adat laba ab faasi vou ladeeme vou baedamam. “Alat fa dam bake beom bake Domba Adat fa ot vai oteme gohaleheda lam imo ame Da laba nasi nehasu ozome ahu adat iedi, ‘Am abo feàte,’ lahame Am ee vousai vou baedase. Aho Boehàdateboli dam ahebu vuusdam bak ame. Labi am bisi feàda na im ahebu im dedateli meedam bak ame. Labi na ahebu Am naedat modem bak ame. Labi na im ahebu ozobohu aabodi la modi le modidaha bak ame. Am labihasu meedam Dàt modemu iho gi ahole Aba vou baedam bak.” Lahame vou baedamam bak eho ab vi aiham.

Bali: tur pada makidung antuk suara sane jangih sapuniki suaranne: “Panak Biri-birine sane sampun naenin katampah punika, Ida mula patut nampi kawisesan, kasugihan, kawicaksanan miwah kakuatan, kamulian, kagungan miwah kapujian.”

Ngaju: Tuntang ewen manyanyi hapan auh je hai, "Anak Tabiri je jari inyambalih te, patut manarima kuasa, panatau, kapintar-kaharati tuntang kaabas; Ie patut ihormat, impahai tuntang inara!"

Sasak: Dait ie pade benyanyi siq suare saq belẽq, "Anak Dombe saq sampun tesembelẽh nike, patut nerimaq kuase, kesugihan, kebijaksanean dait kekuatan; Ie patut tehormatin, temulieang dait tepuji-puji!"

Bugis: Namakkélong mennang sibawa sadda battowa, "Iyaro Ana’ Bimbala’ iya puraénna rigéré, sitinajai tarima akuwasang asugireng, apanréng sibawa awatangeng; sitinajai ripakalebbi, ripakaraja enrengngé ripoji-poji!"

Makasar: Siagang sa’ra lompo, nakana, "Anjo Ana’ Gimbala’ le’baka nisamballe, siratangi annarima koasa, kakalumanynyangang, kacara’dekang siagang kagassingang; siratangi nipakalompo, nipakala’biri’ siagang nipuji-puji!"

Toraja: tu ma’kada umpekapuai gamaranna: Sipatu tu Anak domba tu direre’ untarima kuasa sia kasugiran sia kakinaan sia kamatotoran sia kadipangkeran sia kamala’biran sia kadipudian.

Duri: makkelong nnandongngi gamaranna nakua, "Ia joo Anak Bembala' mangka digere', sipato' ntarima kuasa, kasugiran, kapaissenan sola kamawatangan. Nang sipato' ia dikasiri', dipakala'bih, na dipuji."

Gorontalo: Timongoliyo hepoloiyawa wolo suwara uda'a odiye, ”Walao Himba u ma olo-olota boyito patuti mololimo kawasa, okokaya, ubijaki wawu lotolo, hurumati, popouda'a wawu puji!”

Gorontalo 2006: Wau timongolio hipolahua wolo suala moo̒ohuu̒, "Walao̒ Himba umaa iloloto boito, patuti u mololimo kawasa, okokaya, tinepo wau olootolo; Tio paatuti hulumatiolo, poudaa̒alo wau pujiolo boli puji!"

Balantak: Ka' i raaya'a manani men tamban lansoongan taena, “Anak Domba men nikoyo' iya'a a men daa sida bo pangalabot kuasa, kupang biai', pinginti'ian, ka' kakuatan. Ia a men daa sida bo angga'ion, popobalaki'on ka' tunde'on!”

Bambam: sikaoli menani naua: "Indo Änä' Domba to puha dihehe' sihatam untahima kakuasaam, katomakakaam, kakeakasam, anna kamatohoam; Anna sihatam dipa'kasallei, dipomatande, anna dipuji!"

Kaili Da'a: Pade nongaremo ira ante suara to namangga mpu'u, "Ana Bimba to nisambale nggaolu etu masipato ratesata kuasana bo kakalumanana, notona bo karosona. I'amo to masipato rabila bo ratoiyata bo rapakabeteta sangana."

Mongondow: Bo mosia nomanyanyi noropot nana'a: "Ki Adií in Domba inta ain irataí tatua, patusbií motarima kong kawasa, kakaya'an, kabijaksana'an bo kakuatan. Sia patusbií hormaton, poḷantudon bo dayo-dayowon!"

Aralle: Sika menani napekäyyängngi naoatee, "Änä' Domba ang puha dikehe' ma'kuasa anna sihatang untahimbo katomakakaang, kamanähängang anna kamatohoang; Sihatang dipakeangka', dipamatande anna dipudi!"

Napu: Monanimohe masisimbuku, rauli: "Ana Dimba au rasambale, hintoto mpuu tabila, tatoya, tapakahile hangaNa, tapahawe kamarohoNa, tapolinga peawaNa, takatuinao kamapandeNa, hai tabambari kamakuasaNa!"

Sangir: Kụ i sire měmpẹ̌kẹ̌kantarị u tingih'i sire mal᷊aihạ, "Ahusu Domba kụ nạung seng nipotọ e, su hinone wue makatarimạ u kawasa, kakakalạ, kapelẹesa ringangu katoghasẹ̌ e; i Sie hinong adateng, bantughang dingangu hanesẹ̌ daloěng!"

Taa: Sira maroso loonya manganto’o, “Ana nu Domba to roomo rasimbale, masipato kojo kita manga’angga Ia, mampakabae Ia, pasi mangabarong Ia. Masipato seja kita magombo mangkonong kuasaNya, kasugiNya, kapandeNya pasi karosoNya.”

Rote: Ma lakamee lapane'e lae, "Bi'ilopo Ana fo nanado'do basak ndia, nandaa sipo koasa, su'i-betes, manatee tenok ma be'ibalakaik; Ndia nandaa nanafe ha'da-holomata, nananan matutua-namadedemak ma nanakoa-kiok!"

Galela: De ona inyanyi imaili-ilika itemo, "Ka o Duba ma Goho nitotooma cawali Ngona gena notiai. Nokuasa, nokaya, de nocawaro foloisi nolamo, Ngonaka bilasu nisihoromati de ka nisimulia. So Ngonaka bato nanga sukuru lo bilasu patide."

Yali, Angguruk: enele ine roho uruk lit, "Wam domba umalik senggelohon ino Ubabut fano rehen Ineyap turuk lit Anggengge anggolowap turukon men mun angge man angge alem Olukap turuk lit suwap turukon men wel turuk lit palimuwap turukon men At fene sini uruk lamuhup," uruk latusa.

Tabaru: De 'ena 'ikokinyanyi yakua-kuatie konee, "'Una gee wisironga 'o Domba ma Ngowaka, gee yato'omakau, 'una yadaene powisiarene sababu 'una wokuasa, wokorago, wobarija 'ifoloi, de wi guata ma amokoka. 'Una salingou powihoromati de nanga 'amalah positedene 'unaka."

Karo: Alu sora megang rende malekat-malekat e, "Anak Biri-biri si nggo igeleh e metunggung ngaloken kuasa, kinibayaken, kepentaren, gegeh, kehamaten, kemulian ras puji-pujin!"

Simalungun: Marsora na maling do sidea mangkatahon, “Na talup do Anak ni biribiri, na dob tarsambolih in, manjalo kuasa, habayakon, hapentaron, hagogohon, hasangapon, hamuliaon, ampa puji-pujian.”

Toba: Marsoara na gogo nasida mandok: Na tama do Birubiru naung tarbunu i manjalo hagogoon dohot hamoraon dohot hapistaran dohot sahala dohot hamuliaon dohot hasangapon dohot pujipujian!

Dairi: Merendè ngo kalak i nggang kalohoon, "Anak Biri-biri sienggo isembellih i ngo patut menjalo kuasa; kinibèak kebijaken bak kegegohen; patut ngo Ia sipessangap, imuliaken dekket ipepoji-poji!"

Minangkabau: Inyo bi malagu jo suwaro nan kuwaik, "Anak Domba nan lah didabiah tu, patuik untuak manarimo kuwaso, kakayoan, kabijaksanoan, sarato jo kakuatan; Baliau patuik di aromaik-i, dibasakan, sarato jo dipuji-puji!"

Nias: Ba manunõ ira si fao fa'ebua li, "Ono Mbiribiri si no mutaba andrõ, no sinangea ba wanema famatõrõ, fa'akayo, fa'atuatua ba fa'abõlõ; no sinangea nifosumange Ia, nifolakhõmi ba nisunosuno!"

Mentawai: Iageti puurairangan simaron, pelé nga-nganda, "Mateúan ka sia togat Biri-biri sijá-já néné, isiló gege, pukayoat, pusisikut paatuat sambat puroron; mateú tuhormati, tuabeuaké samba tuumun'aké nia!"

Lampung: Rik tian nyanyi jama suara sai kuat, "Anak Biri-biri sai radu ditikol udi, layak untuk nerima kuasa, kebatinan, kebijaksanaan rik kekuatan; Ia layak dihormati, diagungko rik dipuji-puji!"

Aceh: Dan awaknyan laju jimeulagu ngon su nyang teuga, "Aneuëk Bubiri nyang ka teusie nyan, na hak keujiteurimong kuasa, keukayaan, keubijaksanaan dan teunaga; Gobnyan patot teuhoreumat, teupeuagong dan teupujo-pujo!"

Mamasa: napemandui menani nakua: “Itin Anak Domba mangka direre'o, sipato' untarima kakuasaan, katomakakaan, kakeakasan anna kamatoroan. Siratan diangga', dipakasalle anna dipudi.”

Berik: Ane jei ga simala ga baabetfer ne twola ga enggam: "Domba Tane aa jes ne tegilsantam, ai ajesa balbabili, Jeiba Sanbaksam, galgala Jemna unggwanfer, Jei tousa unggwanfer, ane baabeta seyafter gemerserem jeba Jemnam. Ai enggam aya balbabili, 'Jeiba waakensusum, nafa Jemna uskambar.', ane ai ga aJesa pujitene."

Manggarai: agu télés kéta déréd, “Anak Jimbal hitut poli mbelé patun te tiba kuasa, bora, nggalas, mberes, hiang, mengit, agu sanggéd naring!”

Sabu: Jhe ro do nga jhuka lodho do dhai maddu, "Ana Ki'i Jhawa do alle pekehabbhe do naanne, do jhamma ke ta hammi kuaha, kaja-kete'e, uku nga mmau dhara nga lua rui nga kedi; do jhamma ke No ta takke pa dhara kire, pedhede-pekelode nga ta wue ta waje!"

Kupang: Dong samua manyanyi deng suara karás bilang, “Botong angka tinggi-tinggi itu Domba Ana yang kaná horo, tagal Dia yang pantas tarima botong pung puji! Dia pung kuasa tu, paling bésar. Dia pung harta tu, talalu banya. Dia pung akal tu, jitu talalu. Dia pung kuat tu, hebat batúl. Botong angka tinggi-tinggi Dia pung nama. Botong kasi hormat sang Dia. Botong puji-puji sang Dia.”

Abun: Malaikat mwa ne ba sukbadek, án ba sye sare do, "Domba ga ye gu ne e, Domba ga kwop ne e, Nan sa, Nan gum kok ne o, gum sye ne o. Men un An gum a we, Men bes An gum a we, Domba ne tep wa ku suktinggi mwa ne o, tep wa suk mwa ne sino o. Men un An gum a we, Men bes An gum a we, Domba ne tep wa ku suktinggi mwa ne o, tep wa dakai rer kom mo mit ne o. Men un An gum a we, Men bes An gum a we, Domba ne tep wa ye bes An gum kok ne o, tep wa ye un An gum petok ne o."

Meyah: Beda rua ruf medemer rot ruga ongga eteb erek kef oida, "Adaij nou domba efer egens ongga rusnok ranggob sis fob esma owesa efek ni, jera mar nomnaga ongga oufamofa jeska Allah ni, jera odou ongga ebriyi eteb gij mar ni, jera ofoka aksa ongga rusnok nomnaga rugif gu noba risitit rot tein ni."

Uma: Mogora mpesukui-ra, ra'uli': "Ana' Bima to rasumale' toei, masipato' lia tabila', ta'une', tapomobohe hanga'-na, tapotompo'wiwi karoho-na, takahangai' kamo'ua'-na, tapololitaa kamonoto-na, pai' tatutura kuasa-na!"

Yawa: Umba wanugan tenambe, ukinyo manamoto manakoe rai, awa ansyerane mi so: “Domba Tuvano winy, Winyamo naubai to, weti Wibuin nyirati mamaisy! Weti reamo nararimbe muno reamo naura titive weye Winyamo wimbe akarive nuge so rai tenambe, muno nyaura anakotare rai tenambe, nakarikuga mba dave, muno Winyamo mbambunin dave! Weti reamo naijaseo titive, Nya kove ntiti rave! Tugae, reangkangkamambe Nai!”


NETBible: all of whom were singing in a loud voice: “Worthy is the lamb who was killed to receive power and wealth and wisdom and might and honor and glory and praise!”

NASB: saying with a loud voice, "Worthy is the Lamb that was slain to receive power and riches and wisdom and might and honor and glory and blessing."

HCSB: They said with a loud voice: The Lamb who was slaughtered is worthy to receive power and riches and wisdom and strength and honor and glory and blessing!

LEB: saying with a loud voice, "Worthy is the Lamb who was slaughtered to receive power and riches and wisdom and strength and honor and glory and praise!

NIV: In a loud voice they sang: "Worthy is the Lamb, who was slain, to receive power and wealth and wisdom and strength and honour and glory and praise!"

ESV: saying with a loud voice, "Worthy is the Lamb who was slain, to receive power and wealth and wisdom and might and honor and glory and blessing!"

NRSV: singing with full voice, "Worthy is the Lamb that was slaughtered to receive power and wealth and wisdom and might and honor and glory and blessing!"

REB: They proclaimed with loud voices: “Worthy is the Lamb who was slain, to receive power and wealth, wisdom and might, honour and glory and praise!”

NKJV: saying with a loud voice: "Worthy is the Lamb who was slain To receive power and riches and wisdom, And strength and honor and glory and blessing!"

KJV: Saying with a loud voice, Worthy is the Lamb that was slain to receive power, and riches, and wisdom, and strength, and honour, and glory, and blessing.

AMP: Saying in a loud voice, Deserving is the Lamb, Who was sacrificed, to receive all the power and riches and wisdom and might and honor and majesty (glory, splendor) and blessing!

NLT: And they sang in a mighty chorus: "The Lamb is worthy––the Lamb who was killed. He is worthy to receive power and riches and wisdom and strength and honor and glory and blessing."

GNB: and sang in a loud voice: “The Lamb who was killed is worthy to receive power, wealth, wisdom, and strength, honor, glory, and praise!”

ERV: The angels said in a loud voice, “All power, wealth, wisdom, and strength belong to the Lamb who was killed. He is worthy to receive honor, glory, and praise!”

EVD: The angels said with a loud voice: “ {All} power, wealth, wisdom and strength belong to the Lamb (Jesus) that was killed. He is worthy to receive honor, glory, and praise!”

BBE: Saying with a great voice, It is right to give to the Lamb who was put to death, power and wealth and wisdom and strength and honour and glory and blessing.

MSG: in full song: The slain Lamb is worthy! Take the power, the wealth, the wisdom, the strength! Take the honor, the glory, the blessing!

Phillips NT: crying in a great voice, "Worthy is the Lamb who was slain, to receive power and riches and wisdom, and strength and honour and glory and blessing!"

DEIBLER: They were singing in a loud voice, “The one who is like a lamb, who was killed {whom his enemies killed} and who became alive again, is worthy that all created beings acknowledge that he is infinitely powerful, infinitely rich, infinitely wise, and infinitely strong! He is worthy of being honored and praised byall created beings!”

GULLAH: De angel dem sing loud, say, “De Lamb wa dey done kill, e got de right fa mek we praise um, E got powa an plenty ting. E got sense fa true an plenty scrent. We gim hona an glory. We praise um!”

CEV: and they were saying in a loud voice, "The Lamb who was killed is worthy to receive power, riches, wisdom, strength, honor, glory, and praise."

CEVUK: and they were saying in a loud voice, “The Lamb who was killed is worthy to receive power, riches, wisdom, strength, honour, glory, and praise.”

GWV: In a loud voice they were singing, "The lamb who was slain deserves to receive power, wealth, wisdom, strength, honor, glory, and praise."


NET [draft] ITL: all of whom were singing <3004> in a loud <3173> voice <5456>: “Worthy <514> is <1510> the lamb <721> who was killed <4969> to receive <2983> power <1411> and <2532> wealth <4149> and <2532> wisdom <4678> and <2532> might <2479> and <2532> honor <5092> and <2532> glory <1391> and <2532> praise <2129>!”


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Wahyu 5 : 12 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
Copyright
© 2010-2022
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran