Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [LAMPUNG]     [PL]  [PB] 
 <<  Wahyu 14 : 18 >> 

Lampung: Radu jak seno, sai malaikat bareh, sai bekuasa atas apui, ratong jak mezbah. Jama suara sai kuat ia beseru jama malaikat sai nyating arit sai tajam udi, "Ayunkodo aritmu udi rik pelokdo uah-uah batang anggor di bumi, mani uah-uahni radu mesak!"


AYT: Dan, malaikat lain lagi, yang berkuasa atas api, keluar dari altar. Ia berseru dengan suara keras kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, “Ayunkan sabitmu yang tajam itu dan kumpulkanlah gugusan buah anggur dari pohon anggur di bumi.”

TB: Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak."

TL: Maka keluarlah pula dari tempat persembahan seorang malaekat yang lain, yaitu yang berkuasa atas api, sambil bersuara dengan suara besar kepada dia yang memegang sabit yang tajam itu, katanya, "Sabitkanlah sabitmu yang tajam itu, kumpulkanlah segala gugusan anggur bumi, karena buahnya sudah cukup masak."

MILT: Juga keluarlah malaikat lain dari mezbah yang memiliki otoritas atas api. Dan dia memanggil dengan teriakan nyaring kepada yang memegang sabit tajam itu seraya berkata, "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan kumpulkanlah tandan-tandan anggur dari bumi, karena anggurnya telah masak!"

Shellabear 2010: Lalu dari mezbah keluar pula malaikat lain, yaitu malaikat yang memiliki wewenang atas api. Ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit yang tajam itu, katanya, "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan kumpulkanlah semua buah anggur dari bumi, karena buahnya sudah masak."

KS (Revisi Shellabear 2011): Lalu dari mezbah keluar pula malaikat lain, yaitu malaikat yang memiliki wewenang atas api. Ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit yang tajam itu, katanya, "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan kumpulkanlah semua buah anggur dari bumi, karena buahnya sudah masak."

Shellabear 2000: Lalu dari mezbah keluar pula malaikat lain, yaitu malaikat yang memiliki wewenang atas api. Ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit yang tajam itu, katanya, “Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan kumpulkanlah semua buah anggur dari bumi, karena buahnya sudah masak.”

KSZI: Menyusul pula malaikat lain yang keluar dari mazbah dan menguasai api, sambil berseru nyaring kepada yang memegang sabit tajam, &lsquo;Gunakanlah sabit-Mu yang tajam itu, kumpulkan segala gugusan anggur di bumi, kerana anggurnya sudah cukup masak.&rsquo;

KSKK: Lagi seorang malaikat, yang bertugas menjaga api mezbah, keluar dan berseru kepada yang pertama yang memegang sabit tajam itu, "Ayunkanlah sabitmu yang tajam dan tuailah tandan buah anggur dari bumi karena buah-buahnya sudah masak."

WBTC Draft: Dari mezbah keluar malaikat lain. Malaikat itu berkuasa atas api. Malaikat kedua itu berkata dengan kuat kepada malaikat yang memegang sabit tajam, katanya, "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu. Potonglah buah-buah anggur dari bumi karena buahnya sudah masak."

VMD: Dari mezbah keluar malaikat lain. Malaikat itu berkuasa atas api. Malaikat kedua itu berkata dengan kuat kepada malaikat yang memegang sabit tajam, katanya, “Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu. Potonglah buah-buah anggur dari bumi karena buahnya sudah masak.”

AMD: Ada lagi malaikat lain keluar dari altar. Malaikat itu berkuasa atas api. Ia berseru kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, “Ambil sabitmu yang tajam itu dan kumpulkan buah-buah anggur yang sudah matang dari bumi.”

TSI: Dan dari mezbah yang ada di kemah Allah itu keluar lagi malaikat lain— yaitu dia yang berkuasa atas api mezbah. Dia itu berseru kepada malaikat yang baru keluar dengan memegang sabit tajam itu, “Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu! Potonglah dan kumpulkanlah semua buah anggur dari bumi, karena semuanya sudah masak.”

BIS: Setelah itu, seorang malaikat lain, yang berkuasa atas api, datang dari mezbah. Dengan suara yang kuat ia berseru kepada malaikat yang memegang sabit yang tajam itu, "Ayunkanlah sabitmu itu dan keratlah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buah-buahnya sudah matang!"

TMV: Setelah itu, satu lagi malaikat yang berkuasa atas api, keluar dari mazbah. Dia berseru dengan suara kuat kepada malaikat yang memegang sebilah sabit tajam itu, "Gunakanlah sabitmu dan sabit buah anggur di ladang anggur di atas bumi, kerana buah anggur sudah masak!"

BSD: Sesudah itu, seorang malaikat, yang berkuasa atas api, keluar dari mezbah. Dengan suara yang kuat ia berkata dengan keras kepada malaikat yang memegang sabit yang tajam itu, “Ayunkanlah sabitmu itu. Tuailah buah-buah anggur di bumi, karena semuanya sudah matang.”

FAYH: Pada saat itu juga, malaikat yang mempunyai kuasa membinasakan dunia dengan api, berseru kepada malaikat yang memegang sabit, katanya, "Gunakanlah sabitmu sekarang untuk menebas buah-buah anggur dari pohon anggur di bumi, karena buah-buah itu sudah masak, siap menghadapi penghakiman."

ENDE: Seorang malaekat lain, jang mendapat kekuasaan atas api, datang dari altar dan menjerukan dengan suara njaring kepada jang memegang arit tadjam itu, katanja: "Ajunkanlah aritmu jang tadjam itu untuk menuai gugus-gugus pokok anggur dibumi karena buah-buahnja sudah masak".

Shellabear 1912: Maka keluarlah pula dari tempat persembahan seorang malaikat yang lain, yaitu yang berkuasa atas api; maka berteriaklah ia dengan nyaring suaranya kepada malaikat yang memegang sabit yang tajam itu, katanya, "Sabitkanlah sabitmu yang tajam itu, kumpulkanlah segala gugusan anggur di dunia, karena buahnya sudah masak."

Klinkert 1879: Maka daripada medzbah itoe kaloewarlah sa'orang malaikat lain poela, jang berkoewasa atas api; maka berseroelah ija dengan njaring soewaranja kapada malaikat jang bersabit tadjam itoe, katanja: Soeroehkanlah sabitmoe jang tadjam itoe, keratkanlah segala goegoes anggoer daripada pokok anggoer boemi, karena telah masaklah boewahnja.

Klinkert 1863: Maka dari medzbah kloewar satoe malaikat jang lain, jang berkoeasa atas api; maka dia berseroe dengan soeara jang njaring sama malaikat jang pegang itoe arit tadjem, katanja: Kirimlah aritmoe jang tadjem itoe, potonglah itoe goegoes anggoer jang diboemi, karna boewahnja soedah masak.

Melayu Baba: Dan lagi satu mla'ikat kluar deri tmpat korban, dia yang ada kuasa atas api; dan dia bertriak dngan suara yang bsar k-pada dia yang ada sabit tajam itu, dan kata, "Kluarkan-lah angkau punya sabit itu, dan kumpolkan sgala tangkai anggor di dunia, kerna buah-nya sudah masak.

Ambon Draft: Dan sawatu mela

Keasberry 1853: Maka kluarlah sa'orang muleikat yang lain pula deripada tumpat pursumbahan itu, yang ada burkuasa atas api; sambil burtreaklah dungan suara yang nyaring kapada orang yang ada bursabit tajam itu, katanya, Sabitkanlah sabitmu yang tajam itu, kampongkanlah gugus anggor yang dibumi itu; kurna buahnya tulah sangat masak.

Keasberry 1866: Maka kluarlah sa’orang mŭliekat yang lain pula deri pada tŭmpat pŭrsŭmbahan itu yang ada bŭrkwasa atas api, sambil bŭrtriaklah dŭngan swara yang nyaring kapada orang yang ada bŭrsabit tajam itu, katanya, Sabitkanlah sabitmu yang tajam itu, kampongkanlah gugos anggor yang dibumi itu, kŭrna buahnya tŭlah sangat masak.

Leydekker Draft: Maka sa`awrang Mela`ikat lajin kaluwarlah deri sisij medzbehh, jang memegang kawasa 'atas 'apij: maka 'ija pawn bersawaralah dengan penerijakh njaring kapada 'awrang jang memegang sadop tadjam 'itu, 'udjarnja: sampejkanlah sadopmu tadjam, dan karatkanlah segala tindan pohon 'angawr dibumi, karana segala bowahnja sudah masakh.

AVB: Menyusul pula malaikat lain yang keluar dari mazbah dan menguasai api, sambil berseru nyaring kepada yang memegang sabit tajam, “Gunakanlah sabitmu yang tajam itu, kumpulkan segala gugusan anggur di bumi, kerana anggurnya sudah cukup masak.”

Iban: Udah nya siku agi melikat pansut ari alta. Melikat tu bekuasa atas api, lalu iya ngangau enggau nyawa ti inggar ngagai melikat ke bisi bikung ti tajam nya, ku iya, "Biauka bikung nuan, lalu ketau tangkai buah anggur dunya, laban buah anggur udah mansau!"


TB ITL: Dan <2532> seorang malaikat <32> lain <243> datang <1831> dari <1537> mezbah <2379>; ia berkuasa <2192> <1849> atas <1909> api <4442> dan <2532> ia berseru <5455> dengan suara <5456> nyaring <3173> kepada malaikat yang memegang <2192> sabit <1407> tajam <3691> itu, katanya <3004>: "Ayunkanlah <3992> sabitmu <4675> <1407> yang tajam <3691> itu dan <2532> potonglah <5166> buah-buah <1009> pohon anggur <288> di bumi <1093>, karena <3754> buahnya <4718> <846> sudah masak <187>."


Jawa: Lan ana malaekat liyane maneh medal saka ing misbyah kang nguwaosi geni; iku banjur nguwuh kalawan swara seru marang malaekat kang ngasta arit landhep mau: “Aritmu kang landhep iku lakokna, lan dhompolan wohe wit anggur ing bumi undhuhana, awit wohe wis padha mateng.”

Jawa 2006: Lan ana malaékat liyané manèh kang ngwaosi geni medal saka ing misbyah; iku banjur nywara kalawan sora marang malaékat kang nyepeng arit landhep mau, "Aritmu kang landhep iku empakna, lan dhompolané wohé wit anggur ing bumi undhuhana, awit wohé wus padha mateng."

Jawa 1994: Sawisé kuwi nuli ana malaékat liyané menèh metu saka mesbèh. Malaékat kuwi ngwasani geni. Banjur nguwuh kanthi swara seru marang malaékat sing nyekel arit landhep mau: "Aritmu sing landhep kuwi enggonen mbabad, lan dhompolan woh anggur sing ana ing kebon anggur ing bumi padha undhuhana, awit woh-woh wis padha mateng!"

Jawa-Suriname: Sakwisé kuwi terus mulékat sing nomer telu metu sangka altar. Mulékaté kuwi ngwasani geni. Mulékat iki terus mbengok marang mulékat sing nyekel arit landep mau, tembungé: “Aritmu landep kuwi enggonen babat lan dompol-dompolan dreif sing nang kebon dreif nang bumi pada diunduh, awit wis mateng-mateng!”

Sunda: Aya deui malaikat purah ngajaga seuneu kaluar tina altar, nyoara tarik pisan ka malaikat nu nyekel arit seukeut tea pokna, "Geura pake arit andika, pake ngeureutan ranggeuyan anggur tina tangkalna di bumi, sabab geus arasak!"

Sunda Formal: Aya keneh hiji deui malaikat anu purah ngajaga seuneu; eta malaikat teh, kaluar ti jero mezbah, cumeluk ka malaikat nu nyekel arit: “Arit andika geura gunakeun, pake mupu buah anggur, keureutan ranggeuyanana sabab geus arasak!”

Madura: Saamponna ganeka, malaekat laen, se ngobasae apoy rabu dhari mezba. Malaekat ganeka aera’ epakaja ka malaekat se ngastane are’ se tajem gella’, "Basbassagi are’na, kerra’ wa-buwana bungkana anggur e bume, sabab buwana la massa’ kabbi!"

Bauzi: Labi eho neo vi aaha Alat Am im gagu vou usemda meida abo ame Num Vàmteabu asum ahobada iuba modesdamna abo vuat usime vuahubuli ahana neàna feemna esum beahuba laba im dedateli vuusdamda labe ame bak labet li duzuhuna eho ab aaham. Aho li Alam im vou usi im vameadamda ame ae kidesuhuna eimeona vuusdamda laba dae buduana neo nehame buteme ab vameadamam. “Dam bakdate uloome aime neàdi fahedam digat vou fuhemu om ae kidesuhuna eimeona lam ve om anekehàt ahamo bohulali nasi dam bakda Ala bake fakemoholehe dam laba oho nasi beodale. Abo bak niba dehe anggur dee ahebu amdi modeme vahedam bak vou fuhemu damat ae kidesuhuna labe ame anggur labe am oo noha niz lamti fi kbodume vahedam bakti ulohona nasi modeme vahedale.”

Bali: Wenten malih malaekat tiosan rauh saking genah aturane. Malaekate puniki madue kuasa mrentah geni tur dane mageluran ring malaekate sane makta arit mangan punika sapuniki: “Durusang amengang arit druene sane mangan punika tur anggetja woh anggure ring jagate santukan sampun pada nasak wohipune!”

Ngaju: Limbah te, ije biti malekat beken, je kuasa mahunjun apui, dumah bara mesbeh. Hapan auh je hai toto ie mantehau malekat je mimbing arit banyihi te, "Keleh mariwis aritm te tuntang tetek kare bua anggor hunjun petak, awi kare buae te jari masak!"

Sasak: Sesampun nike, sopoq malaẽkat lain, saq nguasein api, dateng lẽman mẽje taoq kurban. Siq suare saq belẽq ie matur tipaq malaẽkat saq negel awis saq merang nike, "Ompẽhang awisde nike dait keret buaq-buaq lolo anggur lẽq gumi, sẽngaq buaq-buaqne sampun masak!"

Bugis: Purairo, séddi malaéka’ laing, iya makuwasaiyéngngi apié, massu polé ri mézbaé. Nasibawang sadda iya maloppoé gorai lao ri malaéka’ iya makkatenningngé kandao iya matarengngéro, "Assangkinni kandaomuro namurette’i buwa-buwa pong anggoro’é ri linoé, nasaba matasa’ni buwa-buwana!"

Makasar: Le’baki anjo, nia’mo pole se’re malaeka’ maraengang, iamintu malaeka’ makoasaya ri pepeka, battu ri tampa’ pakkoro’bangnganga. Akkio’ lompomi mae ri anjo malaeka’ anna’galaka kandao tarang angkana, "Soeammi kandaonu nanukere’ ngaseng sikontu rapponna anggoroka ri buttaya, nasaba’ ti’no’ ngasemmi rapponna!"

Toraja: Sunomi dio mai to’ pemalaran misa’ malaeka’ senga’, tu ungkuasai api, anna metamba umpekapuai gamaranna lako malaeka’ untoe pesae’ taran, nakua: Pata’pami tu pesae’ taranmu, ta’takki tu mintu’ bure anggoro’ lino, belanna matasak melomo tu buanna.

Duri: Mangkai joo, den malaeka' to ngkuasai api messun jio mai to ngenan pangkaroban, metamba ngkuanni joo malaeka' ntoe sae' gaja taran nakua, "Passaetanmi tuu sae'mu, sae'mi to anggoro' do' lino, sanga matasakmi."

Gorontalo: Lapatao woluwo poli malaikati ngota lonao mayi lonto meja hepodutuwaliyo pollutube polapilaliyo alama. Tiyo kawa-kawasa tulu wawu tiyo wuwa-wuwatia mota da'a ode malaikati ta dihu-dihu sabi molalita boyito, uwaliyo mao, ”Posabiya lomota sabimu u molalita boyito wawu taduwa lomota hungo lo angguru to duniya, sababu hungoliyo ma otapu.”

Gorontalo 2006: Lapatao̒ uito, ngotaalio lo malai̒kati wewo, tao̒kawasa totulu, lonao̒ mai lonto mesba. Wolo suala daa̒ tio longiibodu to malai̒kati tadihudihu sabi u molalita boito, "Popoa̒yowa mola sabimu boito wau oyodelo huhuu-ngowaalo angguru todunia, sababu huhuu-ngowaalo boito malo loheto!"

Balantak: Sarataa koiya'a sa'angu' malaa'ikat sambanaan men mungkuasai apu, ringkat na mesba nengeleelo' malaa'ikat men ninginton sabit masasom iya'a taena, “Sabitkon a sabiit kanono' na woo'na anggur men na tano' balaki', gause woo'na mataakmo.”

Bambam: Mane sule polei mesa malaika' buttu dio ia mai ongeam pehumalasam. Malaika' ia too ungkuasai ia api. Metamba lako indo malaika' to untetä kandao pataham naua: "Pessäesanni itim kandao patahammu ammu hatta'i bahutunna anggur illaam lino aka matäsä'um buana."

Kaili Da'a: Pade narata wo'umo samba'a malaeka ntanina nggari Meja Mpesomba. I'amo to nakuasa nanggatono apu ri Meja Mpesomba etu. Nongaremo i'a ante suara namangga mpu'u ka malaeka to nanjoko sarenggo to nataja etu, "Wiatakamo sarenggomu etu pade tirampamo wua anggur ri dunia, sabana natasamo wua anggur etu."

Mongondow: Nopaḷut makow kon tua, tobatuí malaekat ibanea, inta nongawasa kon tuḷu, namangoi nongkon meja pototuduan kon sosumbah. Sia nomaḷuí noropot kom malaekat inta nokadai kon sabit moḷanit tatua, "Pongaḷoidon in sabit-Mu nion bo sabitdon bungai mita in anggur inta kon dunia sin nogurangdon mita im bungainya!"

Aralle: Tahpana yatoo, suleng mesa malaeka' senga' ang ma'kuasa didiona api yaling mai di pantunuang penombaang. Umpa'karai yato ang untokei kandao pahe'la' napekäyyängngi naoaintee, "Pakeng ne kandaomu naung di lino anna ungngalai asangngi boana angkoro', aka' matuang!"

Napu: Hai hawe worimi hadua malaeka au ntanina, iami au mokampai api i meja penombaa. Malaeka iti mokakio masisimbuku i malaeka au mokingki kandau au mataru, nauli: "Nutewokami kandaomu hai nupudukimi wua anggoro au i dunia, lawi mangkami wuana."

Sangir: Bọu ene, malạekatẹ̌ bal᷊ine sěngkatau e kụ piạ kawasane su putunge, riměntạ e wọu pananěmbaěnge. Kụ dingangken tingihe maihạ, i sie něngorọ e malạekatẹ̌ měngẹ̌ngumpaedẹ̌ l᷊aambesẹ̌ ene mahoro e angkuěng: "Bẹ̌baseng l᷊aambesu e ringangu hěsạ e manga wuang kalung anggorẹ̌ e wọu pungene su dunia e, u manga wuane e seng masasasạ!"

Taa: Panewa re’e wo’u samba’a pomakau to mangkuasang apu, ia masuwu yako ri palampa. Pomakau etu maroso seja loonya kaboo manganto’oka pomakau to re’e sabit to mataja etu, ia manganto’o, “Pake sabitmu ri nawu anggur ri lino, pei poromung wuanya apa matasamo.”

Rote: Basa ndia boema, ata nusa nusa so'da fe'ek esa ana koasa ha'i a, ana mai neme mei tutunu-hohotu ka mai. Nalo bou-bou napane'e ata nusa so'dak fo manaho'u dope matane ndia nae, "Leleuk o dope keketu-kokolum ndia leona, fo ke'di angol manai daebafa ka boa na, nanahu boa nala lamalatu so."

Galela: Wacohono, de o malaikat moili una o uku wapopareta o suba yatutupu ma rihono wosupu kali. De awi ili walamo-lamo wosulo o malaikat o rarari wacocohono gena wotemo, "De ani rarari qadodoto magena hika notagi o duniaku de nosiwewa, la naredi de natolomu o anggur ma hutu, sababu ma sopo gena qaomuka."

Yali, Angguruk: Malaikat misig eke Allah fahet hubu lahaptuk ambehen waharisireg at indok ngi roho wereg lit malaikat karog simbuk tohon eke seneg latisiyon ino fam ele hi roho uruk lit, "Hele anggur anggen kinangma yatuson wirik atisimu karog ino walug wambimihinteg anggen tahanik wambimihin," irisi.

Tabaru: Ge'ena 'ipasa de 'o mala'ekati 'iregu ngai moi gee yaku-kuasa 'o 'uku 'iboa 'o su-suba 'idu-dutuuku ma ngiino. De ma 'ilingi yakua-kuatie 'isuloko 'o mala'ekatika gee ya'aono 'o sa-sabaata 'idoto-doto ge'ena, kaingosekau, "Nosimanarama 'ani sa-sabaata ge'ena de nasasoro 'o 'anggur ma sowo-sowoko 'o duniaka, sababu ma 'anggur ma sowoko ge'ena 'ikoki'umukukou!"

Karo: Kenca bage ndarat ka i bas batar-batar persembahen nari sekalak malekat si erkuasa nandangi api. Alu sora megang erlebuh ia man malekat si ncikep sabi-sabi si ntelap e nina, "Sabiken sabi-sabindu, janah perani anggur si lit i kebun anggur i doni, sabap nggo tasak buahna!"

Simalungun: Anjaha luar ma humbani anjapanjap ai sada malekat na legan na markuasa pasal apuy, na mandilohon marhitei sora na maling hubani na manjolom sasabi na marot ai, nini: Sabihon ma sasabimu na marot in, buati ma haganup buah ni hayu anggur na i tanoh in, ai domma mabei buahni.

Toba: Gabe ruar ma sian langgatan i surusuruan na asing, na marhuaso taringot tu api, jadi marsoara na gogo ma ibana manjoujou dompak sitiop sasabi na tajom i, didok ma: Suruhon ma sasabim na tajom i, gotili ma angka parbue ni hau anggur na di tano i, ai nunga malamun parbuena!

Dairi: Enggo kessa i remuar mo sada kalak malaèkat sidèban, i langgaten pemèlèen i nai simerkuasa tersèngèt api. Nggang ngo idiloken taba simenjèmak sabi-sabi ntajem i, "Ambasken mo sabi-sabimu sintajem i, potiki mo buah kayu anggur ni tanoh i, ai enggo ntasak buahna!"

Minangkabau: Sasudah tu, surang malekaik lain, nan bakuwaso ateh api, datang dari mezbah. Jo suwaro nan kuwaik, inyo bakato kabake malekaik nan mamacikkan sabik nan tajam tu, "Ayunkanlah sabik angkau tu, kareklah kasadonyo buwah anggur nan di bumi, dek karano buwahnyo lah masak!"

Nias: Ba me no aefa da'õ, ba so samõsa mala'ika tanõ bõ'õ, samatõrõ alitõ, si otarai naha wame'e sumange. Ba ebua linia, mu'ao ia khõ mala'ika si so ba danga sabi satarõ andrõ, "Fatõrõ zabimõ andrõ ba taba mbua dõla nagu andrõ ba gulidanõ, me no a'oi asoso mbuania!"

Mentawai: Lepá mitsá, itsókungan leú et aioi malaika bagei sipasikup-kup'aké api, barania ka kudduat pasijá-jakat tarimeu buluakenen. Iageti pugereinangan leú et ka tubut malaika sipasiomet'aké sasabit simalauru, pelé nga-ngania, "Araiakéan sasabínu, getaian pabua-buat anggur ka polak, amatuáan poí buania!"

Aceh: Óh lheueh nyan, sidroe malaikat nyang laén, nyang na kuasa ateueh apui, teuka nibak miseubah. Ngon su nyang teuga jihnyan laju jitawök ubak malaikat nyang teungoh mat sadeueb nyang tajam nyan, "Ayon kheueh sadeueb nyan dan reupang kheueh boh-boh anggô nyang na di bumoe, sabab boh-boh jih ka masak!"

Mamasa: Anna mane lemba' pole mesa malaeka' lu yao mai angngenan pemalasan. Inde malaeka'e ungkuasai ia api. Meoli lako inde malaeka' untetang pesae' mataranne nakua: “Patappami pesae'mu ammu tattakki angganna baronge' anggur illalan lino annu' matasakmi.”

Berik: Jeiserem taban, gamjon ga malaikata nafsi mejanawer ga jela. Jemna baabeta uskambar tokwana seyafter gemerserem jem sagabe. Malaikata aa jei totintyerem jei ol dagame malaikata nombeya binbinsusu aa jei gwirinsinirim ga jenbene, "Nombeya imnaiserem jase jawol, ane anggur titantan jeiserem makan anggur ogiribe ga is targabaabisini, aam temawer anggur tanna jeiserem mes ge nonswebili!"

Manggarai: Cengata malékat bana kole mai oné-mai compangn. Hia manga kuasan latang te api, agu getas curupn oné malékat hitut cau kandong harat, “Tiap kandong haratm hitu, keteks anggor oné lino, ai té’é kéta taungs ga!”

Sabu: Ta alla pemina harre, heddau naju Deo do nga kuaha pa ai, do dakka ngati dhea era tunu nga menahu ne. Nga lipeka do maddu ta peka ke no pa naju Deo do nga parru tudhi kae do naanne, "Wino we ne tudhi-kai au ne jhe atta we woago-woago pa raiwawa, rowi do ihi ke wue-wue ro!"

Kupang: Ais, ada satu ana bua yang laen kaluar datang dari itu tampa bakar dara kayu wangi di Ruma Sambayang di sorga. Ana bua ni pung tugas, andia jaga api di itu tampa bakar dara kayu wangi. Dia batarea suru itu ana bua yang pegang itu sabit bilang, “Pake lu pung sabit tu, ko pi ketu bua di bumi su! Te di sana pohon anggor pung bua dong su masak-masak.”

Abun: Or o malaikat ge dik yo o ma kadit meja gato ye grem suksom mone wa ye som Yefun Allah su mo gu ne. Malaikat ne mewa bot mo meja ne. Malaikat ne ma an saiye nai malaikat gato jom nyom gato ot ne do, "Nan gwat nan bi nyom gato ot ne mu, nan tot anggur bo mo kwe anggur mwa mo bur ré, nan nai bo ne nan gwat ma, we anggur bo ne um it."

Meyah: Beda malaikat egens egema deika ongga ont joug mah bera en jeska meja ongga angh jah Allah odou gij efen Mod efesi. Beda ofa ois rot oga eteb skoita malaikat egens ongga agei meiteb yagegeb insa koma oida, "Bua bira meiteb yagegeb ongga efeya doska beda bireris anggur efek gu mebif, jeska anggur efek insa koma bera oruk fob."

Uma: Pai' tumai wo'o-mi-hawo mala'eka kahadua-na ngkai meja' pontunua pepue', mala'eka to mpodongo apu hi meja' pontunua pepue'. Mejeu'-i mpokio' mala'eka to ngkakamu are' to baka' toe, na'uli': "Pesoe-mi are'-nu pai' bintohi wua' anggur to hi dunia', apa' taha'-mi wua'-na."

Yawa: Muno naito Amisy kaijinta puje tavon no tewa orame rai, opirati po tanamo mbadurur no tewa orame ama vone raije raeranande. Naije gwain akoeve to irati naito po omako nsiu raijare umawe ai pare, “Nyo nya omake wato randaride ndave inyo anggur ama mane raotar, weye ama mane mawit to.”


NETBible: Another angel, who was in charge of the fire, came from the altar and called in a loud voice to the angel who had the sharp sickle, “Use your sharp sickle and gather the clusters of grapes off the vine of the earth, because its grapes are now ripe.”

NASB: Then another angel, the one who has power over fire, came out from the altar; and he called with a loud voice to him who had the sharp sickle, saying, "Put in your sharp sickle and gather the clusters from the vine of the earth, because her grapes are ripe."

HCSB: Yet another angel, who had authority over fire, came from the altar, and he called with a loud voice to the one who had the sharp sickle, "Use your sharp sickle and gather the clusters of grapes from earth's vineyard, because its grapes have ripened."

LEB: And another angel who had authority over the fire went out from the altar, and he called out with a loud voice to the one who had the sharp sickle, saying, "Send out your sharp sickle and harvest the clusters of grapes from the vine of the earth, because its grapes are at their prime!

NIV: Still another angel, who had charge of the fire, came from the altar and called in a loud voice to him who had the sharp sickle, "Take your sharp sickle and gather the clusters of grapes from the earth’s vine, because its grapes are ripe."

ESV: And another angel came out from the altar, the angel who has authority over the fire, and he called with a loud voice to the one who had the sharp sickle, "Put in your sickle and gather the clusters from the vine of the earth, for its grapes are ripe."

NRSV: Then another angel came out from the altar, the angel who has authority over fire, and he called with a loud voice to him who had the sharp sickle, "Use your sharp sickle and gather the clusters of the vine of the earth, for its grapes are ripe."

REB: Then from the altar came yet another, the angel who has authority over fire, and he called aloud to the one with the sharp sickle: “Put in your sharp sickle, and gather in earth's grape harvest, for its clusters are ripe.”

NKJV: And another angel came out from the altar, who had power over fire, and he cried with a loud cry to him who had the sharp sickle, saying, "Thrust in your sharp sickle and gather the clusters of the vine of the earth, for her grapes are fully ripe."

KJV: And another angel came out from the altar, which had power over fire; and cried with a loud cry to him that had the sharp sickle, saying, Thrust in thy sharp sickle, and gather the clusters of the vine of the earth; for her grapes are fully ripe.

AMP: And another angel came forth from the altar, [the angel] who has authority {and} power over fire, and he called with a loud cry to him who had the sharp scythe (sickle), Put forth your scythe and reap the fruitage of the vine of the earth, for its grapes are entirely ripe.

NLT: Then another angel, who has power to destroy the world with fire, shouted to the angel with the sickle, "Use your sickle now to gather the clusters of grapes from the vines of the earth, for they are fully ripe for judgment."

GNB: Then another angel, who is in charge of the fire, came from the altar. He shouted in a loud voice to the angel who had the sharp sickle, “Use your sickle, and cut the grapes from the vineyard of the earth, because the grapes are ripe!”

ERV: And then another angel, one in charge of the fire, came from the altar. He called to the angel with the sharp sickle and said, “Take your sharp sickle and gather the bunches of grapes from the earth’s vine. The earth’s grapes are ripe.”

EVD: And then another angel came from the altar. This angel has power over the fire. This angel called to the angel with the sharp sickle. He said, “Take your sharp sickle and gather the bunches of grapes from the earth’s vine. The earth’s grapes are ripe.”

BBE: And another angel came out from the altar, who has power over fire; and he gave a loud cry to him who had the sharp curved blade, saying, Put in your sharp blade, and let the grapes of the vine of the earth be cut; for her grapes are fully ready.

MSG: Yet another Angel, the one in charge of tending the fire, came from the Altar. He thundered to the Angel who held the sharp sickle, "Swing your sharp sickle. Harvest earth's vineyard. The grapes are bursting with ripeness."

Phillips NT: Yet another angel came out from the altar where he has command over the fire, and called out in a loud voice to the angel with the sharp sickle, "Thrust in your sharp sickle and harvest the clusters from the vineyard of the earth for the grapes are fully ripe!"

DEIBLER: From the altar came another angel. He is the one who takes care of the fire of the altar. Also speaking figuratively about gathering the wicked people for God to judge and punish them, he said in a loud voice to the angel who held the sharp sickle, “With your sharp sickle cut off the clusters of grapes in the vineyards on the earth! Then gather the clusters of grapes together, because its grapes are ripe!”

GULLAH: Den noda angel wa hab chaage ob de fire, come out fom close ta de alta. E holla loud fa tell de angel wa hole de shaap sickle, say, “Tek ya shaap sickle an cut dem grape clusta. Geda um fom de wine ob de eart, cause dem grape done ripe.”

CEV: After this, an angel with power over fire came from the altar and shouted to the angel who had the sickle. He said, "All grapes on earth are ripe! Harvest them with your sharp sickle."

CEVUK: After this, an angel with power over fire came from the altar and shouted to the angel who had the sickle. He said, “All grapes on earth are ripe! Harvest them with your sharp sickle.”

GWV: Yet another angel came from the altar with authority over fire. This angel called out in a loud voice to the angel with the sharp sickle, "Swing your sickle, and gather the bunches of grapes from the vine of the earth, because those grapes are ripe."


NET [draft] ITL: Another <243> angel <32>, who was <2192> in charge <1849> of <1909> the fire <4442>, came <1831> from <1537> the altar <2379> and <2532> called <5455> in a loud <3173> voice <5456> to the angel who had <2192> the sharp <3691> sickle <1407>, “Use <3992> your <4675> sharp <3691> sickle <1407> and <2532> gather <5166> the clusters of grapes <1009> off the <3588> vine <288> of the <3588> earth <1093>, because <3754> its <846> grapes <4718> are now ripe <187>.”


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Wahyu 14 : 18 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2020
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran