Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [TB]     [PL]  [PB] 
 <<  Markus 1 : 27 >> 

TB: Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."


AYT: Mereka semua takjub sehingga mereka bertanya satu dengan yang lain, katanya, "Apakah ini? Pengajaran baru apa ini? Dengan kuasa apa Dia memerintah roh-roh najis itu sehingga mereka taat kepada-Nya?"

TL: Maka tercengang-cenganglah mereka itu sehingga bertanya seorang kepada seorang, katanya, "Wah! Apakah ini? Pengajaran yang baharukah? Karena segala setan pun diperintah-Nya dengan kuasa, sehingga menurut perintah-Nya."

MILT: Dan mereka semua tercengang, sehingga mereka memperbincangkannya di antara mereka sambil mengatakan, "Apakah ini? Ajaran baru apakah ini, karena bahkan terhadap roh-roh najis, Dia memerintahkannya dengan otoritas, dan mereka patuh kepada-Nya?"

Shellabear 2010: Maka tercenganglah semua orang sehingga mereka bertanya seorang kepada yang lain, "Apa ini? Suatu ajaran yang baru! Dengan penuh wibawa Ia memberi perintah kepada setan-setan, dan mereka menuruti perintah-Nya!"

KS (Revisi Shellabear 2011): Maka tercenganglah semua orang sehingga mereka bertanya seorang kepada yang lain, "Apa ini? Suatu ajaran yang baru! Dengan penuh wibawa Ia memberi perintah kepada setan-setan, dan mereka menuruti perintah-Nya!"

Shellabear 2000: Maka tercenganglah semua orang sehingga mereka bertanya seorang kepada yang lain, “Apa ini? Suatu ajaran yang baru! Karena dengan penuh wibawa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat, dan mereka menuruti perintah-Nya!”

KSZI: Hal ini menyebabkan semua orang tercengang lalu berbisik sesama sendiri, &lsquo;Adakah ini suatu ajaran baru? Dia memerintah roh-roh durjana dengan penuh kuasa dan mereka menurut kata-Nya.&rsquo;

KSKK: Semua orang heran dan bertanya-tanya, "Apa ini? Suatu ajaran baru. Pengajarannya sangat berwibawa. Ia bahkan bisa memerintahkan roh-roh jahat dan mereka taat kepada-Nya!"

WBTC Draft: Orang banyak heran sehingga mereka saling bertanya, "Apa yang terjadi di sini? Orang itu mengajarkan sesuatu yang baru. Ia mengajar dengan penuh kuasa. Bahkan Dia memberi perintah kepada roh-roh jahat. Roh-roh jahat itu pun patuh kepada-Nya."

VMD: Orang banyak heran sehingga mereka saling bertanya, “Apa yang terjadi di sini? Orang itu mengajarkan sesuatu yang baru. Ia mengajar dengan penuh kuasa. Bahkan Dia memberi perintah kepada roh-roh jahat. Roh-roh jahat itu pun patuh kepada-Nya.”

TSI: Semua orang yang melihat kejadian itu menjadi heran sekali lalu berkata satu sama lain begini, “Wah! Luar biasa! Ini suatu ajaran yang baru! Orang ini mempunyai kuasa sehingga roh-roh jahat taat kepadanya.”

BIS: Semua orang heran sekali, sehingga mereka berkata satu sama lain, "Wah, apa ini? Suatu pengajaran yang baru! Dengan wibawa dan kuasa Ia memerintahkan roh-roh jahat keluar, dan mereka taat kepada-Nya!"

TMV: Semua orang sangat hairan sehingga mereka bercakap sesama sendiri, "Apakah ini suatu ajaran baru? Orang ini berkuasa memerintah roh jahat dan roh jahat taat kepada-Nya!"

BSD: Semua orang yang berada di situ heran sekali sehingga mereka berkata satu sama lain, “Wah, apakah ini suatu ajaran yang baru? Orang ini mempunyai kuasa. Ia menyuruh roh-roh jahat keluar dan mereka menuruti perintah-Nya!”

FAYH: Hadirin takjub serta memperbincangkan apa yang telah terjadi. "Apakah ini agama baru?" tanya mereka. "Roh jahat pun menaati perintah-Nya!"

ENDE: Maka takdjublah semua orang dan seorang berkata kepada seorang: Apa itu? Adjaran baru jang berkuasa. Ia memberi perintah kepada roh djahat, dan diapun patuh kepadaNja.

Shellabear 1912: Maka tercenganglah sekaliannya, serta bertanya seorang akan seorang, katanya, "Apakah ini?pengajaran yang barukah? karena dengan kuasa juga ia memberi hukum akan jin yang najis sekalipun, lalu diturutnya akan perintahnya."

Klinkert 1879: Maka mareka-itoe sakalian, pon tertjengang-tjenganglah serta bertanja sama sendirinja, katanja: Apakah ini? pengadjaran beharoe apakah ini? karena dengan koewasa disoeroehnja arwah nedjis pon, maka ini menoeroetlah perentahnja.

Klinkert 1863: Maka samowanja djadi heiran, sampe dia-orang bertanja satoe sama lain, katanja: Apatah ini? pengadjaran baroe apa ini? karna dengan koewasa dia soeroeh itoe setan nadjis djoega, lantas itoe setan dengar sama Dia!

Melayu Baba: Dan sklian orang terchngang-chngang, sampai satu tanya sama lain, "Apa pula ini? pngajaran yang bharu! dngan kuasa dia kasi hukum sama jin yang najis pun, dan dia-orang turut prentah-nya."

Ambon Draft: Maka samowa awrang itu heran-heranlah amat, sampe marika itu baku-tanja, kata: Bagimana itu? Pengadjaran apa ini, sampe Ija kasi titah pada djin-djin jang nedjis, dan marika itu dengar Dija?

Keasberry: Maka skalian marika itupun turchunganglah, sambil dia orang bursual jawab sama sundirinya, katanya, Apakah ini? pungajaran bahru apakah ini? kurna dungan kuat kuasa iya disurohkannya, sampiekan jin yang nujis itu skalian pun munurut akan dia.

Leydekker Draft: Maka dahsjatlah samowa marika 'itu, sahingga bertanjalah sa`awrang kapada sa`awrang, katanja: 'apa 'ada hhal 'ini? 'apa pang`adjaran jang baharu 'ini, sahingga dengan peng`awasa 'ija bertitah lagi pada hantu 2 jang nedjis, dan marika 'itu dengar 2 an 'akan dija?

AVB: Hal ini menyebabkan semua orang tercengang lalu berbisik sesama sendiri, “Adakah ini suatu ajaran baru? Dia memerintah roh-roh jahat dengan penuh kuasa dan mereka menurut kata-Nya.”


TB ITL: Mereka <2284> <0> semua <537> takjub <0> <2284>, sehingga <5620> mereka memperbincangkannya <4802> <846>, katanya <3004>: "Apa <5101> ini <5124>? Suatu ajaran <1322> baru <2537>. Ia berkata-kata dengan <2596> kuasa <1849>. Roh-roh <4151> jahatpun <169> diperintah-Nya <2004> dan <2532> mereka taat <5219> kepada-Nya <846>." [<2532> <1510> <2532>]


Jawa: Kabeh wong padha sumlengeren, nganti padha takon-tinakon, “Apa ta iki? Piwulang anyar kagiyarake kanthi panguwasa. Dalah dhemit-dhemit diprentah iya padha nurut.”

Jawa 2006: Wong kabèh padha gumun, temah padha takon-tinakon, kalawan ngucap, "Apa ta iki? Piwulang anyar mawa pangwasa. Apadéné paring dhawuh marang roh-roh jahat lan iku iya padha manut marang Panjenengané."

Jawa 1994: Wong kabèh padha ndomblong merga saka gumuné, lan padha rasanan: "Wah, hébat banget. Iki piwulang anyar, sing apik banget. Wong kuwi koksekti temen! Bisa mréntah marang dhemit, lan dhemit sing didhawuhi kokiya manut!"

Jawa-Suriname: Wong-wong nggumun kabèh lan pada takon marang sakpada-pada: “Apa iku ya? Iki wulangan anyar nganggo kwasané Gusti Allah. Dèkné wani mréntah demit kongkon metu lan demité ya manut tenan.”

Sunda: Anu nyaraksian mani harookeun sarta tuluy ngaromong pada batur, "Wah, naon ieu? Pangajaran anyar, kitu? Kawasa temen eta jelema teh, roh-roh jahat dititah kalaluar teh mani narurut kitu!"

Sunda Formal: Saayana jelema di tempat ibadah bati arolohok, tuluy tingkucuwes, “Aneh, aneh! Geus puguh hutbah-Na barang anyar. Omongana-Na ge, gede pangaruhna; bisa dipake marentah ka roh-roh jahat, nepi ka narurut kitu.”

Madura: Reng-oreng se nangale’e jareya padha kasambu’, sampe’ padha ngoca’ kantha reya, "Adhu, apa reya? Areya pangajaran anyar! Oreng reya kalaban kobasana marenta roh-erroh jahat epakon kalowar, ban roh-erroh jahat jareya atoro’ ka dhabuna!"

Bauzi: Labi modeha dam zi labe ame bak lam aahemu àvodi ab ot gagoi ot gagoidamam. “Aa làhà! Etei lab modehe bak lam im amu im lamohona aaha vab taia? Ame Da nibe Aho lab modehe bak lam gi im gàhàna modehe bak. Abo Aho im dedatelehe labe teudi ame setan zi laba, ‘Futodale,’ lahame gagom di ame setan zi lam aime uledi futodume ilidam meo bak,” lahame ab ot gagoidamam.

Bali: Jadmane akeh punika sami pada angob tur saling takenin sapuniki: “Peplajahan apa ya ene! Miribne peplajahan anyar? Anake ene ngelah kawisesan mrentah setan, tur setane pada satinut.”

Ngaju: Kakare oloh paham hengan, sampai ewen hamauh sama arepe, "Hau, narai toh? Ije ajar taheta! Hapan pangaroh tuntang kuasa Ie marentah kare roh papa balua, tuntang ewen te mamenda Ie!"

Sasak: Selapuq dengan bengaq gati, sehingge ie pade ngeraos sopoq kance saq lain, "Napi niki? Sopoq pengajahan saq baru! Siq wibawe dait kuase, Ie mrẽntahang roh-roh jahat sugul, dait ie pade taat lẽq Ie!"

Bugis: Hérang senna’ni sininna tauwé, angkanna makkeda séddié lao ri laingngé, "Wah, aga iyaé? Séuwa pappagguruwang baru! Nasuroi massu roh-roh majaé sibawa kuwasa, namatinulu ri Aléna!"

Makasar: Sikontu taua lannasa’ sikalimi anciniki anjo passalaka. Sa’genna massing nakanamo para ia ke’nanga, "Idende’ apami kutadeng anne? Iaminne pangngajarang beru! Lanri kakoasanNa siagang kala’biranNa na Nasuro roh-roh ja’dalaka assulu’, siagang amminawang turu’ anjo roh-roh ja’dalaka mae ri Ia!"

Toraja: Tiramban nasangmi tu tau, naurunganni sikutana len, nakua: Aa, apamo ia te? Pangadaran ba’ruomo sia paa tongan! Belanna moi mintu’ deata masussuk Naparenta anna turu’i tu parentaNa.

Duri: Jangngah ngasanmi to tobuda nasipangkada-kada nakua, "Takkajulu' to kadan-Na! Mesa' pangngajaran mane' den! Makuasa mparentai to setang messun, namessun tongan."

Gorontalo: Nga'amila ta woluwo teto hilerani sambe timongoliyo hipobisalawa to wolota limongoliyo lomao odiye, ”Wolo u odiye, pongajari bohu mayi poli? Tiyo hemobisala wolo haku wawu kawasa. Totonulala lati heparenta-Liyo wawu lati-latiyala boyito ta'ati ode o-Liyo.”

Gorontalo 2006: Ngoa̒amila tau hilinggolabe daa̒, tilinggula timongolio malo loi̒ya ngota timongota, "Wei, wolo utie? Tuwaulio lo pongaajali u bohu! Wolo tilihula wau kawasa Tio helo malenta roroo-huwaalo u moleeto yilumualao̒, wau timongolio olo lodungohe o-Lio!"

Balantak: Wiwi'na mian men nimiile' nosamba'mo, tamban i raaya'a nopootundunii, taena, “Se', aupa inta ini'i? Sa'angu' pisiso' u'uru men kuasaan. Meenapo posuu'on-Na umuar, ka' raaya'a malolo' na Ko'ona.”

Bambam: Tä' deem pada sanakamängä-mängäi tau buda, napolalam sipa'tula'-tula' naua: "Aka hia isanga indea'i anna malai umpahe' ingganna setam nasua lao? Mesa pepa'guhuam bakahu ponno kakuasaam!"

Kaili Da'a: Nanggita etu nasumara puramo tau ri setu sampe ira nosimpekutana samba'a bo samba'a, "Hai! Nuapa e'i? Sangele pepatuduki to nabouna. Ante kuasana I'a nomparenta seta-seta malai pade seta-seta etu natundu nantuki parentana!"

Mongondow: Bayongan intau nongoherang totok, daí nosi-liboaíndon mosia, "Onu in na'a? Tobatuí totunduí mobagu! Takin bangkaḷon bo kawasa Sia nomarentah kon dimukud mita mora'at, bo dinuduian doman monia in singog-Nya."

Aralle: Anna ingkänna tau pusa' si'da-si'da anna situla'-tula'i naoatee, "Ahana inang bakahu inde pepakuhunna! Aka' sitonda kakuasaang umpahenta setang lambi' tuhu'-tuhu'ang."

Napu: Tingkaramohe ope-ope tauna au moita iti, alana molololitahe, rauli hadua hai hadua: "Apa wei dide? Idemi paturo au wou, hai tauna ide makuasa mpuu! Mogalori tokadake, mampeulaihe hawaNa!"

Sangir: Kěbị taumata e měngkatewe něngkaherang hakịu i sire němpẹ̌bera sěmbaụ su wal᷊ine, "Hu, kai apạe ini? Piạewe těntiro wuhu! Makạl᷊ahěngking rẹ̌děndinganengu kawasa i Sie nanokol᷊ẹ̌ rohkẹ̌ dal᷊akisẹ̌ niapasẹ̌bang, kụ i sire měngkawe mararingihẹ̌ si Sie!"

Taa: Wali tempo tau boros to nja’u raya banua etu mangkita palaong etu sira paka ipu kojo rayanya, wali sira masipotanaka, sira manganto’o, “Gete, kesaa si’i? Yusa kojo anu to napotunde ntau si’i. Lo’a, bae kojo kuasaNya see naka pasiwa measa mampalaika seja Ia tempo Ia mamporentang sira!”

Rote: Basa hataholi la dodoo doa kana de nalosa esa kokolak no esa nae, "Wei, te beek ia? Nanoli beuk ia ma. Ana paleta no heohaak ma henuk no koasa de dula dale mangalauk ndia ana kalua, ma ala tunga paleta na."

Galela: O bi nyawa yangodu yohairani poli, sidago ona itemo moi de moika, "Wobarani bolo! Una Awi dodoto qamomuane! De Awi kuasa Una aku wapareta o bi toka isupu, de igogou wisigise Unaka."

Yali, Angguruk: Setan ino wilip atfagma ap welatfahon arimano obog toho enekol hibareg it-it umung-umung atuk lit, "Ap tu sa hag toho wereg? Wene keron Ele ine roho hiyag nisaruk," ibag. "Siyag angge setan ap unundama werehon Yesusen komo eneptikim Ele holtuk," ulug uruk lit enekol hibag.

Tabaru: 'O nyawa yoodumu kayoki-kiliri, so yomakadongose 'ato, "Tei, 'okia ne'ena? Ne'ena 'o do-dotoko ma sungi moi! De wi kumati de wi kuasa wasuloko 'o tokata 'isupu, de widomoteke!"

Karo: Kerina kalak kemamangen. Si sungkun-sungkunen ia sapih-sapih ia nina, "Kai kin enda ndia? Pengajaren si mbaru? I bas Ia lit kuasa. IpelawesNa setan-setan, janah setan-setan ngikutken KataNa!"

Simalungun: Jadi longang ma sidea haganupan, pala marsisungkunan samah sidea, nini, “Aha do on? Pangajaran na baru do on anjaha na marjumbalang, ipaksa do tonduy na butak, gabe ibalosi do Ia.”

Toba: Jadi longang ma rohanasida saluhutna, pola masisungkunan nasida, angka didok ma: Na beha do on? Poda na imbaru do on! Ai gari angka tondi na hodar dipaksa mardongan sahala, gabe dioloi do Ibana.

Dairi: Lengang kalohon mo karina jelma nisidi, mersidokenken mo kalak idi samahsa, "Iah kadè nola ngo èn? Sada pengajaren rimbaru nola ma ngo kidahken ènda! Iperèntah kessa tendi jahat idi iuèi ngo oda mengilak!"

Minangkabau: Kasadonyo urang nan maliyek bi tacangang, sainggo inyo bi mangecek sasamo inyo, "Apo pulo ko? Iko pangajaran baru pulo ko nampaknyo. Jo kato-kato nan panuah kuwaso Isa Almasih mamarentahkan roh-roh jahek kaluwa, roh jahek tu pun patuah kabake Baliau!"

Nias: Oi ahõlihõli dõdõ niha fefu, faoma lamane khõ nawõra, "Hadia da'e? Sambua famahaõ si bohou! Ba wa'abõlõ-Nia Ifofanõ mbekhu si lõ sõkhi, ba la'o'õ li-Nia!"

Mentawai: Bulat kisei lé ka bagadda sirimanua simigi, pat patiboddangan pasasambadda masikua, "Aponia néné? Taleú ai lé mitsá gelajet sibau? Ka wibawa samba ka gege aiusiaké ketsat sikataí, samba bulat mareddet nia ketsat sikataí ka nga-ngania!"

Lampung: Sunyinni hiran nihan, sehingga tian cawa peperda tian, "Wah, api inji? Suatu pengajaran sai ampai! Jama wibawa rik kuasa Ia memerintahko ruh-ruh jahat luah, rik tian taat jama Ia!"

Aceh: Banmandum ureuëng nyang na disinan hireuen lumpah na, sampoe awaknyan jimarit sabe keudroe-droe, "Hei, peue bala nyoe? Saboh peungajaran nyang barô! Deungon peunoh wibawa gobnyan hase geupeurintah roh-roh jeuhet jiteubiet lam ureuëng nyan, dan jihnyan taát ubak Gobnyan!"

Mamasa: Mangnga-mangnga asan tau, napolalan sipantula'-tula' nakua: “Akara indee? Mesa pepa'guruan bakaru sitonda kakuasaan. Mala umparenta setang, anna itin setangngo mengkaola lako kalena!”

Berik: Angtane seyafter jep jeiserem jei ga aa ge bitbitwebili. Jepga jei jen jena ga aane tenaaminenne, "Aaje basa, taterisi ibirmi aaiserem nei nejesa sarbilirim? Jei baabeteme bwat kapkaiserem ga jes surbobili jam ge tobitinyefe, ane bwat kapkaiserem ga sara, ane ga totintye."

Manggarai: Isé jenger kéta taungs, wiga isé réi cama taud, mai taéd: “Apa kéta ho’o gé? Ho’o toing ata werun. Hia curup déméng agu kuasan. Sanggéd jing da’at kolé peréntas Liha agu lorong kaut Hias.”

Sabu: Ta madalae ke ne ddau he hari-hari, jhe lii ro heddau pa heddau, "Bhoka-eh, ne nga ke ne na hedhe? Hahhi liajha do wiu! Nga mina harre neworawwu henginga, ta lii he we No pa wango-wango do na harre ta mahhu-anni, ta i'a pedutu he we ro pa No!"

Kupang: Ais ju samua orang dalam itu ruma sambayang tanganga. Ju dong samua baꞌomong bilang, “We! Ini apa ni? Dia parenta setan dong ko kaluar, ju dong iko Dia pung mau. Ini ajaran baru, ko? Bapatua pung omong, hebat, ó!”

Abun: Yé mwa mone me suk gato Yefun Yesus ben ne, án yeket, án nutbot ndo nde, ete án ki nai yu do, "Bei! Suma ré ne? Sukduno be yo bado? Ye gare ki bi sukdu-i pet mo nje it. Ye gare bi suktinggi nggi wai kadit semda dom. Ye gare ndantom semda yo, semda jammo An, ete titi kekro."

Meyah: Rusnok jah suma nomnaga rik noba rudou oubsaha eteb rot, jefeda rua ragot moguma oida, "Wah, meidu bera kefo! Kef erek mar onswos eteb! Yesus koma bera oftuftu mar ongga efeinah rot owesa efek eteb. Noba Ofa tein ekemeji efena ofogog jeska osnok egens kef, beda efena ofogog insa koma ororu efen oga ojgomu tein!"

Uma: Konce omea-ramo tauna to mpohilo, alaa-na momepololitai-ramo ra'uli': "Uma mowo-e'! Toi-e tudui' to bo'u, ria mpu'u baraka'-na! Mpopalai-i anudaa', bo ratuku' mpu'u-diki-hana hawa'-nae!"

Yawa: Vatano wanuije so unantaive rave, ti wo raura vambinibe mai ware, “Wakoe! Apa ananyao wanyine so mbambunin dave! Arono Po anawayo kakaije matutir, weamo wuje vatane maora kobe, mamaisyo Apa ana po raura rai!”


NETBible: They were all amazed so that they asked each other, “What is this? A new teaching with authority! He even commands the unclean spirits and they obey him.”

NASB: They were all amazed, so that they debated among themselves, saying, "What is this? A new teaching with authority! He commands even the unclean spirits, and they obey Him."

HCSB: Then they were all amazed, so they began to argue with one another, saying, "What is this? A new teaching with authority! He commands even the unclean spirits, and they obey Him."

LEB: And they were all amazed, so that [they began] to discuss with one another, saying, "What is this? A new teaching with authority! He even commands the unclean spirits and they obey him.

NIV: The people were all so amazed that they asked each other, "What is this? A new teaching—and with authority! He even gives orders to evil spirits and they obey him."

ESV: And they were all amazed, so that they questioned among themselves, saying, "What is this? A new teaching with authority! He commands even the unclean spirits, and they obey him."

NRSV: They were all amazed, and they kept on asking one another, "What is this? A new teaching—with authority! He commands even the unclean spirits, and they obey him."

REB: They were all amazed and began to ask one another, “What is this? A new kind of teaching! He speaks with authority. When he gives orders, even the unclean spirits obey.”

NKJV: Then they were all amazed, so that they questioned among themselves, saying, "What is this? What new doctrine is this? For with authority He commands even the unclean spirits, and they obey Him."

KJV: And they were all amazed, insomuch that they questioned among themselves, saying, What thing is this? what new doctrine [is] this? for with authority commandeth he even the unclean spirits, and they do obey him.

AMP: And they were all so amazed {and} almost terrified that they kept questioning {and} demanding one of another, saying, What is this? What new (fresh) teaching! With authority He gives orders even to the unclean spirits and they obey Him!

NLT: Amazement gripped the audience, and they began to discuss what had happened. "What sort of new teaching is this?" they asked excitedly. "It has such authority! Even evil spirits obey his orders!"

GNB: The people were all so amazed that they started saying to one another, “What is this? Is it some kind of new teaching? This man has authority to give orders to the evil spirits, and they obey him!”

ERV: The people were amazed. They asked each other, “What is happening here? This man is teaching something new, and he teaches with authority! He even commands evil spirits, and they obey him.”

EVD: The people were amazed. They asked each other, “What is happening here? This man is teaching something new. And he teaches with authority (power)! He even gives commands to evil spirits, and the spirits obey him.”

BBE: And they were all greatly surprised, so that they put questions to one another, saying, What is this? a new teaching! with authority he gives orders even to the unclean spirits, and they do what he says.

MSG: Everyone there was incredulous, buzzing with curiosity. "What's going on here? A new teaching that does what it says? He shuts up defiling, demonic spirits and sends them packing!"

Phillips NT: Everyone present was so astounded that people kept saying to each other, "What on earth has happened? This new teaching has authority behind it. Why, he even gives his orders to evil spirits and they obey him!"

DEIBLER: All the people who were there were amazed. As a result, they discussed this among themselves exclaiming, “…This is amazing!/What is this?† [RHQ] Not only does he teach in a new and authoritative way, but also the evil spirits obey him when he commandsthem!”

GULLAH: All de people een de Jew meetin house beena stonish tommuch. Dey da taak ta one noda say, “Wa dis? Dis a nyew ting e da laan we! Dis Man hab tority fa tell eben de ebil sperit dem wa fa do an dey do um!”

CEV: Everyone was completely surprised and kept saying to each other, "What is this? It must be some new kind of powerful teaching! Even the evil spirits obey him."

CEVUK: Everyone was completely surprised and kept saying to each other, “What is this? It must be some new kind of powerful teaching! Even the evil spirits obey him.”

GWV: Everyone was stunned. They said to each other, "What is this? This is a new teaching that has authority behind it! He gives orders to evil spirits, and they obey him."


NET [draft] ITL: They were <2284> all <537> amazed <2284> so that <5620> they <846> asked <4802> each other, “What <5101> is <1510> this <5124>? A new <2537> teaching <1322> with <2596> authority <1849>! He <2004> even commands <2004> the unclean <169> spirits <4151> and <2532> they obey <5219> him <846>.”


  Share Facebook  |  Share Twitter

Studi lengkap, lihat: Alkitab SABDA.

 <<  Markus 1 : 27 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2018
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran