Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [LAMPUNG]     [PL]  [PB] 
 <<  Wahyu 14 : 7 >> 

Lampung: Malaikat udi beseru jama suara sai keras, "Rabaido jama Allah, rik pujido keagungan-Ni! Mani radu waktuni Allah ngehakimi manusia. Sumbahdo Ia sai ngejadiko langit, bumi, laok rik sunyin mata way!"


AYT: dan ia berkata dengan suara keras, “Takutlah akan Allah dan berikanlah kemuliaan kepada-Nya karena waktu penghakiman-Nya telah tiba; sembahlah Dia yang menciptakan langit, bumi, laut, dan semua mata air.”

TB: dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."

TL: sambil katanya dengan suara besar, "Takutlah akan Allah dan hormatilah Dia, karena ketika hukuman-Nya sudah sampai, dan sembahlah Dia yang menjadikan langit dan bumi serta laut dan segala mata air."

MILT: sambil berkata dengan suara nyaring, "Takutlah akan Allah (Elohim - 2316) dan berilah kemuliaan kepada-Nya, karena waktu penghakiman-Nya telah tiba, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan sumber-sumber air."

Shellabear 2010: Dengan suara nyaring ia berkata, "Bertakwalah kepada Allah dan muliakanlah Dia, karena sudah tiba waktu penghakiman-Nya. Sembahlah Dia yang menjadikan langit, bumi, laut, dan semua mata air."

KS (Revisi Shellabear 2011): Dengan suara nyaring ia berkata, "Bertakwalah kepada Allah dan muliakanlah Dia, karena sudah tiba waktu penghakiman-Nya. Sembahlah Dia yang menjadikan langit, bumi, laut, dan semua mata air."

Shellabear 2000: Dengan suara nyaring ia berkata, “Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia, karena sudah tiba waktu penghakiman-Nya. Sembahlah Dia yang menjadikan langit, bumi, laut, dan semua mata air.”

KSZI: Katanya dengan suara lantang, &lsquo;Takutilah Allah dan muliakan Dia, kerana sudahlah sampai saat penghakiman-Nya; dan sembahlah Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan mata air.&rsquo;

KSKK: Ia berseru dengan suara nyaring, "Takutlah akan Allah dan muliakanlah Dia. Sembahlah Dia yang telah menjadikan langit, bumi, laut dan segala mata air."

WBTC Draft: Ia berkata dengan kuat, "Takutlah akan Allah dan pujilah Dia. Telah tiba saatnya bagi Allah untuk menghakimi. Sembahlah Allah yang telah menciptakan langit, bumi, laut, dan semua mata air."

VMD: Ia berkata dengan kuat, “Takutlah akan Allah dan pujilah Dia. Telah tiba saatnya bagi Allah untuk menghakimi. Sembahlah Allah yang telah menciptakan langit, bumi, laut, dan semua mata air.”

AMD: Malaikat itu berkata dengan suara keras, “Takutlah akan Allah dan pujilah Dia! Sebab, waktu penghakiman-Nya sudah tiba. Sembahlah Allah yang telah menciptakan langit, bumi, laut, dan semua mata air.”

TSI: Dia berseru-seru, “Pujilah Allah! Takut dan hormat kepada-Nya! Karena sudah tiba waktunya bagi Allah untuk menghakimi setiap manusia. Sembahlah Allah Pencipta langit, bumi, laut, dan semua mata air.”

BIS: Malaikat itu berseru dengan suara yang keras, "Takutlah kepada Allah, dan pujilah kebesaran-Nya! Sebab sudah waktunya Allah menghakimi manusia. Sembahlah Dia yang menjadikan langit, bumi, laut dan semua mata air!"

TMV: Malaikat itu berseru, "Hormatilah Allah dan pujilah kebesaran-Nya! Tibalah masanya Allah menghakimi manusia. Sembahlah Dia yang menjadikan langit, bumi, laut, dan semua mata air!"

BSD: Malaikat itu berkata dengan suara keras, “Takutlah kepada Allah. Pujilah kebesaran-Nya, sebab sudah waktunya Allah mengadili manusia. Sujudlah di hadapan Allah yang menjadikan langit, bumi, laut, dan semua mata air!”

FAYH: "Takutlah akan Allah," serunya, "muliakan kebesaran-Nya, karena telah tiba saatnya Dia duduk sebagai Hakim. Sembahlah Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan sumbernya."

ENDE: Dan dengan suara njaring dia menjerukan: "Seganilah Allah dan hormatilah Dia, karena sudah tiba saatnja Dia menghukum. Sembahlah kepadaNja jang telah mentjiptakan surga dan dunia dan lautan dan sumber-sumber air".

Shellabear 1912: Maka katanya dengan nyaring suaranya, "Takutilah akan Allah dan beri hormat akan dia; karena sudah sampailah ketika hukumannya, dan sembahlah olehmu akan yang menjadikan langit dan bumi dan laut dan segala mata air."

Klinkert 1879: Katanja dengan soewara jang njaring: Takoetlah olihmoe akan Allah dan moeliakanlah Dia, karena telah sampailah koetika pehoekoemannja dan sembahlah kapadanja, jang telah mendjadikan langit dan boemi dan laoet dan segala pantjaran ajar.

Klinkert 1863: Katanja dengan soeara jang njaring: Takoetlah sama Allah dan moeliaken sama Toehan, karna waktoe pahoekoemannja soedah sampe; dan sembahlah sama Toehan {Kej 1:1; Maz 33:6; 124:8; 146:6; Kis 14:15; 17:24} jang soedah mendjadiken langit dan boemi dan laoet serta segala mata-ajer.

Melayu Baba: dan dngan suara yang bsar dia kata, "Takot-lah sama Allah, dan kasi hormat sama dia; kerna waktu hukuman-nya sudah sampai: dan smbah-lah sama dia yang sudah jadikan langit dan bumi dan lautan dan sgala mata-ayer.

Ambon Draft: Katanja dengan sawara besar: Takotlah akan Allah, dan berilah hormat kapadanja, karana sudah datang hari hu-kumnja, dan menjombahlah pada Dija itu, jang sudah dja-dikan langit dan bumi dan lawutan dan segala mata ajer.

Keasberry 1853: Katanya dungan suara yang nyaring, Takutilah akan Allah, dan muliakanlah akan dia; kurna waktu hukumnya tulah sampie; maka sumbahlah ulihmu akan dia yang tulah munjadikan langit, dan bumi, dan laut, surta sagala mata ayer.

Keasberry 1866: Katanya dŭngan swara yang nyaring, Takotilah akan Allah, dan muliakanlah akan dia; kŭrna waktu hukumnya tŭlah sampie; maka sŭmbahlah ulihmu akan dia yang tŭlah mŭnjadikan langit, dan bumi, dan laut, sŭrta sagala mata ayer.

Leydekker Draft: Katanja dengan sawara njaring: takotlah 'akan 'Allah, dan berilah padanja kamulija`an, karana sudah datang saxat hhukumnja. Dan sombah sudjud pada Tuhan, jang sudah meng`ardjakan langit, dan bumi, dan lawut, dan segala mata 'ajer.

AVB: Katanya dengan suara lantang, “Takutilah Allah dan muliakan Dia, kerana sudahlah sampai saat penghakiman-Nya; dan sembahlah Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan mata air.”

Iban: Ku iya bejaku enggau nyawa ti inggar, "Nangika Allah Taala, lalu pujika mulia Iya, laban maya udah datai alai Iya deka ngakim. Sembah meh Iya ti udah ngaga serega, tanah, tasik enggau mata ai!"


TB ITL: dan ia berseru <3004> dengan <1722> suara <5456> nyaring <3173>: "Takutlah <5399> akan Allah <2316> dan <2532> muliakanlah <1325> <1391> Dia <846>, karena <3754> telah tiba <2064> saat <5610> penghakiman-Nya <2920> <846>, dan <2532> sembahlah <4352> Dia yang telah menjadikan <4160> langit <3772> dan <2532> bumi <1093> dan <2532> laut <2281> dan <2532> semua mata <4077> air <5204>."


Jawa: pangandikane kalawan swara seru: “Padha wedi-asiha marang Gusti Allah lan caosana kaurmatan, awit wektuning pangadilane wus teka, sarta padha sujuda marang Panjenengane kang wus nitahake langit lan bumi tuwin sagara apadene sakehe tuking banyu.”

Jawa 2006: sarta pangandikané klawan swara kang sora, "Padha wedi-asiha marang Allah lan ngluhurna Panjenengané, awit wis tekan wektuning pangadilané, sarta padha nyembaha marang Panjenengané kang wis nitahaké langit lan bumi tuwin sagara apadéné sakèhé sumbering banyu."

Jawa 1994: Malaékat mau ngandika kanthi swara seru: "Padha wedia marang Allah lan padha pujinen Asmané, awit wis tekan mangsané Gusti Allah nindakaké pengadilan tumraping manungsa. Padha sujuda marang Panjenengané sing wis nitahaké langit lan bumi, segara sarta sakèhing etuké banyu."

Jawa-Suriname: Mulékat mau ngomongé karo swara banter: “Pada wedia marang Gusti Allah lan pada dipuji Jenengé, awit saiki wis tekan wantyiné enggoné Dèkné bakal ngrutu manungsa. Pada sujuta marang Dèkné sing nggawé langit lan bumi, segara lan sakkèhé etuké banyu.”

Sunda: Eta malaikat cumeluk, "Sing gimir ku Allah! Puji kaagungana-Na! Geus cunduk waktuna Mantenna nerapkeun hukuman ka manusa. Geura sembah Mantenna, anu ngajadikeun langit, bumi, laut, jeung sumber-sumber cai!"

Sunda Formal: Seug eta malaikat cumeluk: “Masingna gimir ku Allah! Agungkeun Mantenna! Sabab ayeuna, enggeus mangsana Mantenna nerapkeun hukum adil-Na. Geura sumembah ka Mantenna anu ngajadikeun langit, bumi, laut, jeung sakabeh sumber cai!”

Madura: Malaekat ganeka aera’ epakaja, "Patako’ ka Allah, ban molja’agi kaagunganna! Sabab la baktona Allah ahakime manossa. Mara semba Salerana se abadhi langnge’, bume, tase’ ban sakabbiyanna somberra aeng!"

Bauzi: Ame Alat Am im gagu vou usemda labe gi dae buduana nehame vou buteme vameadam labe boia lada. “Alat Aho dam bake uloome aime neàdi fahedam di ab vou fuseo vabaleham tame. Labihàmu asum ahoba iuba modealahana lamti labi bak niba modealahana nimti labi itea ad laba modealahana lamti vao aana laba modealahana lamti labihasu na zi lam modi esuhu Ala laba um ahu adat iedi, ‘Am abo feàte,’ lahame Am ee vousai vou baedale,” lahame buteme gagodam bak lam eho ab vi aiham.

Bali: Tur dane ngandika antuk suara sane jangih sapuniki: “Pada takutja teken Ida Sang Hyang Widi Wasa tur luihangja Ida, sawireh suba teka panemayan Idane nepasin manusane. Sungsung sumbahja Ida ane suba ngardi langit lan gumi muah pasihe tur sawatek yeh anakane!”

Ngaju: Malekat te mantehau hapan auh je hai, "Keleh mikeh dengan Hatalla, tuntang keleh manara kahain Aie! Basa katikae jari sampai Hatalla mahakim olon. Keleh manyembah Ie je manjapa langit, petak, tasik tuntang kakare tahasak danum!"

Sasak: Malaẽkat nike bekuih siq suare saq belẽq, "Pade takut tipaq Allah, dait pade puji keagungan-Ne! Sẽngaq sampun waktune Allah hakimin manusie. Pade sembah Ie, saq cipteang langit, gumi, segare, dait selapuq pengembulan aiq!"

Bugis: Iyaro malaéka’é gorai sibawa sadda battowaé, "Etauko ri Allataala, sibawa pojiwi arajan-Na! Saba’ wettunna Allataala madélékiwi tolinoé. Sompai Aléna iya pancajiyéngngi langié, linoé, tasi’é sibawa sininna mata uwai."

Makasar: Akkio’ lompomi anjo malaekaka nakana, "Malla’ mako ri Allata’ala, siagang pujimi kalompoanNa! Nasaba’ narapi’mi wattunna laNaadeli Allata’ala rupataua. Sombami Ia ampa’jariai langika, buttaya, tamparanga siagang sikontu timbusenna je’neka!"

Toraja: anna metamba nakua: Kataku’i tu Puang Matua sia pangke’I, belanna rampomo tu attu kapa’paolaianNa salu, sia penombai tu Puang umpadadi langi’ sola lino sia tasik na mintu’ kalimbuang.

Duri: Metambai nakua, "Massompa kamu' lako Puang Allataala, pakala'bihhi, sanga wattun-Nami Puang la rra'tah kara-karana tolino. Massompa kamu' lako Puang to mpaden langi' na lino, tasik na sininna mata wai."

Gorontalo: Malaikati boyito wuwa-wuwatio wolo suwara mo'ohu'u odiye, ”Pohe mola lo Allahuta'ala wawu pujiya mola o uda'a-Liyo! Sababu ma wakutuliyo Allahuta'ala mohukumani manusiya. Tubowa mola Tiyo ta lopowali lo huta, hulungo, deheto wawu nga'amila mato lo taluhu!”

Gorontalo 2006: Malai̒kati boito helo ngiibode wolo suala daa̒, "Poohelo to Allahu Taa̒ala, wau pujiaalo odudaa̒a-Lio! Sababu mawakutuulio Allahu Taa̒ala momutoa̒i manusia. Tubowaalo Tio talopowali hulungo, dunia, deheto wau ngoa̒amila butu lotaluhu!"

Balantak: Ka' i ia nangkakaro'kon taena, “Angga'i a Alaata'ala ka' tunde' i Ia, gause takamo a tempo pungukumian-Na. Soosa' i Ia men ninsidakon tano' balaki' tia langit, tobui ka' matana weer!”

Bambam: Iya katamba-tambam indo malaika' naua: "Pengkahea'koa' lako Puang Allataala anna umpujiia' kamatandeanna! Aka lambi'um wattunna la umpopa'tadongkongam hupatau. Anna penombakoa' lako indo to puha umpadadi langi' anna lino, le'bo' sola ingganna kalimbuä!"

Kaili Da'a: Notesamo i'a ante suara to namangga mpu'u, "Pekoumo ri ja'i Alatala, bilamo bo toiyamo kabete kuasana! Sabana naratamo tempona Alatala mombatangara manusia! Pepuemo ka Alatala to nompajadi langi, dunia bo tasi pade pura-pura mata nu ue!"

Mongondow: Malaekat tatua nomaḷuí noropot totok, nana'a: "Ko'ondokdon ko'i Allah, bo pomuliadon in Sia! Sin na'adon in wakutu i Allah mohakim kon dunia. Sumbahdon in Sia inta ain nomia kon ḷangit, butaí dagat bo bayongan bokakak!"

Aralle: Yato malaeka' ma'kara napekäyyängngi naoatee, "Penombakoa' dai' di Puang Alataala anna pamatandei! Aka' temponang Puang Alataala la umpahehsa hupatau. Penombaii yato ang umpadahi langi', kalantanang, le'bo' anna ingkänna timbu!"

Napu: Malaeka iti mekakio masisimbuku, nauli: "Mengkorumokau i Pue Ala hai nitoyami peawana tuwoNa. Lawi hawemi tempo pehukuaNa. Menombamokau i Pue Ala au mampopewali langi, dunia, tahi hai ope-ope ulu owai."

Sangir: Malạekatẹ̌ ene mạmohang dingangu tingihe maihạ u, "Kěngkatakụbeng Mawu Ruata, ringangu pẹ̌daloko kasěllah'E. Batụu seng tempone Mawu Ruata e měhukungu taumata e. Pěmpẹ̌subako si Sie kụ něndiadi langị, dunia, l᷊audẹ̌ dingangu patikụ simbul᷊u akẹ!"

Taa: Ia maroso kojo loonya kaboo, ia manganto’o, “Palaika i Pue Allah saba manga’angga Ia pasi barong kuasaNya, apa ratamo temponya Ia mangabotus to lino. Wali pampue resi i Pue Allah, Ia to nampapowali yangi, lino, tasi, pasi mata nue.”

Rote: Ata nusa so'dak ndia nalo bou-bou napane'e nae, "Bii neu Manetualain leona, ma koa-kio matua-mademan! Nana fai na losa soaneu Manetualain naketu-nala'di hataholi daebafa ka so. Sene-do'ok neu Ndia fo mana makadada'dik lalai a, daebafa ka, tasi a ma basa oemata lala'ena!"

Galela: Una de awi ili ilamo-lamo wotemo, "He! O Gikimoi gena wolamo so ngini o nyawa ningodu bilasu ka Una magenaka niwihoromati de niwisigiliri. Sababu o Gikimoi o nyawa yangodu gena asa wafanggali manga loha eko manga dorou gena ma orasi he yaadoka. So ngini lo bilasu ka o Gikimoi niwisuba, sababu Una magegena o soroga, o dunia, o teo de lo o bi ake ma jobubu qangodu gena wosidadika."

Yali, Angguruk: Malaikat inowen hiyag isil laruk lit ele hi roho uruk lit, "Allah fahet henekol toho wereg lit At wel turuk lamuhup. Ap minggir enebuhu sambil ino ketiya horog atuken Aren pohol men kinang men ik wiliptukon men yenggelehon men obog toho wal tibahon ino Ubam sembahyang uruk lamuhup," uruk latisi.

Tabaru: 'O mala'ekati ge'ena 'imapoaka yaamo-amokie 'ingose 'ato, "Salingou winihoromati de winisingounu ma Jo'oungu ma Dutu de winisiarene sababu 'una 'ifoloi 'awi kuasa 'iamoko de 'awi singina posironga 'isureka! Sababu ma 'orasi ya'adonokau ma Jo'oungu ma Dutu wahakimi 'o nyawa 'o duniaka 'iodumu. Winisuba ma Jo'oungu ma Dutu, sababu 'unau wosidadi-dadi 'o diwanga, 'o tonaka, 'o ngooto de 'o 'akere ma utu 'iodumu!"

Karo: Alu sora megang nina malekat e, "Erkemalangenlah man Dibata janah pujilah Ia. Sabap nggo seh paksana Dibata ngadili manusia. Sembahlah Ia si njadiken langit, doni, lawit ras kerina ulu lau!"

Simalungun: anjaha maling do sorani mangkatahon: “Habiari nasiam ma Naibata anjaha pasangap ma Ia, ai domma jumpah panorang ni panguhumon-Ni! Sombah nasiam ma Ia, Sitompa langit pakon tanoh pakon laut pakon sagala bah tubuh!”

Toba: Gogo ma soarana mandok: Habiari hamu ma Debata jala pasangap Ibana, ai nunga dapot tingki ni panguhumonna! Somba hamu ma Ibana, Sitompa langit dohot tano dohot laut ro di angka mual aek!

Dairi: Dak pingko-pingko ngo malaèkat i, "Kebbiari kènè mo Dèbata janah poji kènè mo kessangapenNa i! Enggo dapet tikkina mendabuh hukum Dèbata taba jelma. Sembah kènè mo Ia situmempa langit, tanoh dekket karina takal laè!"

Minangkabau: Malekaik tu basaru jo suwaro nan kuwaik, "Takuiklah kapado Allah, sarato pujilah kabasaran-Nyo! Dek karano lah tibo wakatunyo, Allah ka mahakimi manusia. Sambahlah Baliau nan manjadikan langik, bumi, lauik, sarato jo kasadonyo mato ayie!"

Nias: Ba muhede mala'ika andrõ ebua linia, "Mi'ata'ufi Lowalangi, ba misuno wa'ebua-Nia! Bõrõ me no irugi inõtõ khõ Lowalangi ba wanguhuku niha. Mi'angalulu khõ-Nia khõ zombõi banua si yaw̃a, ulidanõ, asi ba umbu nidanõ ma'afefu!"

Mentawai: Iageti pugereinangan leú et malaika néné, pelé nga-ngania, "Kau nukalotóaké kam Taikamanua, samba umun'aké kam pulatsanannia! Aipoí aiailingan tetrenia ihakimi sia sirimanua, Taikamanua. Paniddogi kam nia sibaraaké manua, polak, koat sambat sangamberi matat bubuakat!"

Aceh: Malaikat nyan geutawök ngon su meutaga, "Takot kheueh ubak Allah, dan pujoe kheueh keubeusaran Gobnyan! Sabab ka watée jih Allah geupeu hakém manusia. Seumah kheueh Gobnyan nyang peujeuet langét, bumoe, laôt dan banmandum mata ié!"

Mamasa: Metamba-tambami inde malaeka'e nakua: “Pengkarea'koa' langngan Puang Allata'alla ammu pomatandei! Aka' nalambi'mi attunna la umbisara ma'rupa tau. Penombaikoa' to menggaraganna langi' anna lino anna tasik sola angganna kalimbuang!”

Berik: Malaikata jeiserem jei ga ol dagam gutena, "Uwa Sanbagiri Jam isa erebene, ane Jemna unggwandusa ga jam isa pujiwulbowena! Jam isa pujitene, aam temawer nunu jep ga mes fal, nunu Uwa Sanbagiri Jei angtane jem waksosiliserem, angtane waakena ane kapka. Jei sa sembata winis, ogir, fi, ane fo mwona seyafter gemerserem aa jei eyebaabilim."

Manggarai: Hia curup agu reweng mésén, “Hiang ga agu bong Mori Keraéng, ai ho’og leson te toto beté-bicarN. Mai ga, te io agu suju Hia ata poli dédék tanan wa agu béangn éta, tacik agu sanggéd ulu waé.”

Sabu: Ne naju Deo do naanne ta peka ke nga lipeka do maddu, "Meda'u we ri Deo, jhe wue waje we ne lua dhida nga kelodo No. Rowi do dhai ke ne awe pa Deo ta pehappo ne hala ddau raiwawa. Wie we hu nga mejura pa do alla pepeera liru, raiwawa, dhara dahi nga hari-hari mada ei-wattu!"

Kupang: Dia batarea karás-karás bilang, “Bosong musti kasi hormat sang Tuhan Allah! Bosong musti angka tinggi-tinggi Dia pung nama yang hebat! Tagal dia pung waktu su sampe, ko Tuhan pareksa samua orang pung bekin-bekin. Puji sang Dia! Angka tinggi-tinggi Dia pung nama! Tagal Dia yang bekin ame langit deng bumi. Deng Dia yang parenta ko laut deng mata aer dong jadi samua.”

Abun: Malaikat ne saiye do, "Ré yo, kam tepsu Yefun Allah ndobot men yetu mwa ne sino mo bur ré it, sane nin nyuwa Yefun Allah et! Nin bes An gum kok sye wai et! Nin jammo An gato ut gu nim ne e, bur ré e, sem e, syur e ne sino et!"

Meyah: Beda ofa agerir rot oga eteb oida, "Iwa icunc idou ongga emeesa rot Allah noba isitit rot efen ofoka ongga aksa eteb. Jeska Allah efen eimofoj adaij fob. Jefeda Ofa omoga ojga rot mar nomnaga ongga rusnok mebif runtunggom fob. Iwa nomnaga yugif gu Ofa ongga ontunggom mebaga ni, mebif ni, mei mojumu efei ni, mei eiteij ni nomnaga."

Uma: Napasimuku mekio' mpo'uli': "Mengkoru-mokoi hi Alata'ala, une'-mi kabohe tuwu'-na. Apa' rata-mi tempo pehukua'-na. Mepue'-mokoi hi Alata'ala to mpajadi' langi', dunia', tahi' pai' hawe'ea ulu ue."

Yawa: Gwaino anamoto manakoe rai pare, “Wapo Amisye asyaniv! Muno wapo aura Opi titi rave! Weye Apa masyoto pare Po vatan tenambe awa ana udave raen ti Po awa mangke rapatimu soamo nande to. Wabeaje irati Ai, napirati po mine so muno naumo warae, mayane muno mana ami ranari tenambe.”


NETBible: He declared in a loud voice: “Fear God and give him glory, because the hour of his judgment has arrived, and worship the one who made heaven and earth, the sea and the springs of water!”

NASB: and he said with a loud voice, "Fear God, and give Him glory, because the hour of His judgment has come; worship Him who made the heaven and the earth and sea and springs of waters."

HCSB: He spoke with a loud voice: "Fear God and give Him glory, because the hour of His judgment has come. Worship the Maker of heaven and earth, the sea and springs of water."

LEB: saying with a loud voice, "Fear God and give him glory, because the hour of his judgment has come, and worship the one who made the heaven and the earth and the sea and the springs of water!

NIV: He said in a loud voice, "Fear God and give him glory, because the hour of his judgment has come. Worship him who made the heavens, the earth, the sea and the springs of water."

ESV: And he said with a loud voice, "Fear God and give him glory, because the hour of his judgment has come, and worship him who made heaven and earth, the sea and the springs of water."

NRSV: He said in a loud voice, "Fear God and give him glory, for the hour of his judgment has come; and worship him who made heaven and earth, the sea and the springs of water."

REB: He spoke in a loud voice: “Fear God and pay him homage, for the hour of his judgement has come! Worship him who made heaven and earth, the sea and the springs of water!”

NKJV: saying with a loud voice, "Fear God and give glory to Him, for the hour of His judgment has come; and worship Him who made heaven and earth, the sea and springs of water."

KJV: Saying with a loud voice, Fear God, and give glory to him; for the hour of his judgment is come: and worship him that made heaven, and earth, and the sea, and the fountains of waters.

AMP: And he cried with a mighty voice, Revere God and give Him glory (honor and praise in worship), for the hour of His judgment has arrived. Fall down before Him; pay Him homage {and} adoration {and} worship Him Who created heaven and earth, the sea and the springs (fountains) of water.

NLT: "Fear God," he shouted. "Give glory to him. For the time has come when he will sit as judge. Worship him who made heaven and earth, the sea, and all the springs of water."

GNB: He said in a loud voice, “Honor God and praise his greatness! For the time has come for him to judge all people. Worship him who made heaven, earth, sea, and the springs of water!”

ERV: The angel said in a loud voice, “Fear God and give him praise. The time has come for God to judge all people. Worship God. He made the heavens, the earth, the sea, and the springs of water.”

EVD: The angel said in a loud voice, “Fear God and give him praise. The time has come for God to judge {all people}. Worship God. He made the heavens, the earth, the sea, and the springs of water.”

BBE: Saying with a loud voice, Have fear of God and give him glory; because the hour of his judging is come; and give worship to him who made heaven and earth and the sea and the fountains of water.

MSG: He preached in a loud voice, "Fear God and give him glory! His hour of judgment has come! Worship the Maker of Heaven and earth, salt sea and fresh water!"

Phillips NT: He was crying in a loud voice, "Reverence God, and give glory to him; for the hour of his judgment has come! Worship him who made Heaven and earth, the sea and the springs of water."

DEIBLER: He said in a loud voice, “Reverence God and honor him, because it is now time for him to judge people! Worship God, because he is the one who created the heaven, the earth, the ocean, and the springs of water.”

GULLAH: Dat angel taak loud say, “Oona mus hole God high an gim glory. Cause de time done come fa God fa jedge de people. Oona mus woshup um. E mek heaben an de dry groun. E mek de sea an dem spring ob wata wa da buss outta de groun!”

CEV: The angel shouted, "Worship and honor God! The time has come for him to judge everyone. Kneel down before the one who created heaven and earth, the oceans, and every stream."

CEVUK: The angel shouted, “Worship and honour God! The time has come for him to judge everyone. Kneel down before the one who created heaven and earth, the oceans, and every stream.”

GWV: The angel said in a loud voice, "Fear God and give him glory, because the time has come for him to judge. Worship the one who made heaven and earth, the sea and springs."


NET [draft] ITL: He declared <3004> in <1722> a loud <3173> voice <5456>: “Fear <5399> God <2316> and <2532> give <1325> him <846> glory <1391>, because <3754> the hour <5610> of his <846> judgment <2920> has arrived <2064>, and <2532> worship <4352> the one who made <4160> heaven <3772> and <2532> earth <1093>, the sea <2281> and <2532> the springs <4077> of water <5204>!”


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  Wahyu 14 : 7 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
© 2010-2020
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran