Alkitab Mobile SABDA
[VER] : [TABARU]     [PL]  [PB] 
 <<  1 Tesalonika 2 : 13 >> 

Tabaru: Gee ngomi miositotara nginika 'o habari ma Jo'oungu ma Dutuno, ngini niongaku 'ato 'o habari ge'ena ko 'o nyawanowa ma 'ena ma gou-goungu ma Jo'oungu ma Dutuno. 'O habari ge'enau gee 'imanarama nginioka niongaku-ngaku ma Kristusika ma ngale nia'ahu 'isidiai. Ge'enau so ngomi kaitaurika mio'amalaha ma Jo'oungu ma Dutuka.


AYT: Kami juga selalu mengucap syukur kepada Allah untuk hal ini, bahwa ketika kamu menerima firman Allah, yang kamu dengar dari kami, kamu menerimanya bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagaimana yang seharusnya, yaitu perkataan Allah, yang sedang bekerja di antara kamu, orang-orang percaya.

TB: Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.

TL: Maka itulah sebabnya kami ini pun mengucapkan syukur kepada Allah dengan tiada berkeputusan, sebab tatkala kamu sudah menerima firman Allah daripada pemberitaan kami, lalu kamu menyambut firman itu, bukannya seperti perkataan manusia, melainkan seperti sungguh perkataan Allah, yang bekerja di dalam kamu juga yang beriman.

MILT: Sebab itu jugalah, kami tiada henti-hentinya mengucap syukur kepada Allah (Elohim - 2316), karena ketika menerima firman pemberitaan Allah (Elohim - 2316) dari kami, kamu tidak menyambut perkataan manusia, tetapi hal itu benar-benar seperti menyambut firman Allah (Elohim - 2316), yang juga bekerja di antara kamu yang percaya.

Shellabear 2010: Itulah sebabnya kami mengucap syukur kepada Allah dengan tidak putus-putusnya karena apabila kamu menerima perkataan yang kamu dengar dari kami, yang adalah perkataan Allah, maka sesungguhnya kamu menyambut perkataan kami bukan sebagai kata-kata manusia, melainkan sebagai firman Allah -- memang sesungguhnya adalah firman Allah -- yang sedang bekerja di dalam kamu yang percaya.

KS (Revisi Shellabear 2011): Itulah sebabnya kami mengucap syukur kepada Allah dengan tidak putus-putusnya karena apabila kamu menerima perkataan yang kamu dengar dari kami, yang adalah perkataan Allah, maka sesungguhnya kamu menyambut perkataan kami bukan sebagai kata-kata manusia, melainkan sebagai firman Allah -- memang sesungguhnya adalah firman Allah -- yang sedang bekerja di dalam kamu yang percaya.

Shellabear 2000: Itulah sebabnya kami mengucap syukur kepada Allah dengan tidak putus-putusnya karena apabila kamu menerima perkataan yang kamu dengar dari kami, yang adalah perkataan Allah, maka sesungguhnya kamu menyambut perkataan kami bukan sebagai kata-kata manusia, melainkan sebagai Firman Allah — memang sesungguhnya adalah Firman Allah — yang sedang bekerja di dalam kamu yang percaya.

KSZI: Di samping itu, kami sentiasa bersyukur kepada Allah kerana apabila kami menyampaikan perkhabaran Allah kepadamu, kamu telah mendengar dan menyambutnya bukan sebagai perutusan daripada manusia tetapi sebagai firman Allah. Memang benar perkhabaran itu daripada Allah yang bekerja dalam dirimu yang beriman.

KSKK: Inilah sebabnya kami tidak pernah berhenti mengucap syukur kepada Allah, sebab ketika mendengar pewartaan kami, kamu telah menerimanya bukan sebagai ajaran manusia, tetapi sebagai sabda Allah. Sebab sesungguhnya itulah sabda Allah yang berkarya di dalam kamu yang beriman.

WBTC Draft: Kami juga selalu bersyukur kepada Allah karena cara kamu menerima pesan-Nya. Kamu mendengar pesan itu dari kami dan menerimanya sebagai perkataan Allah, bukan perkataan manusia. Dan sesungguhnya itu adalah firman Allah, yang bekerja di dalam kamu yang percaya.

VMD: Kami juga selalu bersyukur kepada Allah karena cara kamu menerima pesan-Nya. Kamu mendengar pesan itu dari kami dan menerimanya sebagai perkataan Allah, bukan perkataan manusia. Dan sesungguhnya itu adalah firman Allah, yang bekerja di dalam kamu yang percaya.

AMD: Kami juga selalu bersyukur kepada Allah, karena kamu menerima firman Tuhan yang kamu dengar dari kami. Kamu tidak menerimanya sebagai perkataan manusia, melainkan sebagai firman Allah. Dan, memang firman Allah itu bekerja di dalam kamu yang percaya.

TSI: Hal ini juga yang membuat kami tidak henti-hentinya bersyukur kepada Allah!— yaitu, waktu kalian mendengar berita keselamatan itu dari kami, kalian masing-masing menerimanya sebagai Firman Allah, dan bukan sebagai perkataan manusia. Dan tanggapanmu itu sungguh benar, karena Firman Allah hidup dan berkuasa di dalam diri kita masing-masing yang percaya kepada Kristus.

TSI3: Kami juga tidak henti-hentinya bersyukur kepada Allah karena waktu kalian mendengar berita keselamatan dari kami, kamu semua menerimanya sebagai Firman Allah, bukan sebagai perkataan manusia. Dan sikapmu itu sungguh benar, karena memang Firman Allah hidup dan berkuasa dalam diri setiap orang yang percaya kepada Kristus.

BIS: Ada lagi satu hal lain yang membuat kami selalu mengucapkan terima kasih kepada Allah. Hal itu ialah, bahwa pada waktu kami menyampaikan berita dari Allah kepadamu, kalian mendengar dan menerima berita itu bukan sebagai berita dari manusia, tetapi sebagai berita yang benar-benar dari Allah. Dialah yang sedang bekerja dalam dirimu yang percaya kepada Kristus.

TMV: Kami mempunyai alasan lain yang menyebabkan kami sentiasa bersyukur kepada Allah. Ketika kami menyampaikan perkhabaran Allah kepada kamu, kamu mendengar dan menyambutnya bukan sebagai perkhabaran daripada manusia, tetapi sebagai perkhabaran daripada Allah. Memang perkhabaran itu daripada Allah! Allah bekerja dalam diri kamu yang percaya kepada Kristus.

BSD: Kami selalu berterima kasih kepada Allah karena kalian percaya pada berita tentang Allah yang kami sebarkan itu. Kalian percaya bahwa berita itu benar-benar dari Allah, bukan dari manusia. Allah sendirilah yang telah bekerja di dalam diri kalian yang percaya kepada Kristus.

FAYH: Dan kami akan selalu bersyukur kepada Allah atas hal-hal ini: bahwa ketika kami menyampaikan berita Injil kepada Saudara, Saudara tidak menganggap kata-kata kami itu berasal dari kami sendiri, melainkan menerimanya sebagai Firman Allah. Sesungguhnyalah demikian; dan pada waktu Saudara mempercayainya, Firman Allah itu mengubah kehidupan Saudara.

ENDE: Maka sebab itu, dengan tak henti-hentinja kami mengutjap sjukur kepada Allah; sebab sabda Allah jang kamu dengar dari kami, telah kamu sambut bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagai sabda Allah jang sebenarnja, dan sabda itu telah berhasil djuga pada kamu, orang-orang beriman.

Shellabear 1912: Maka inilah sebabnya kami ini pun mengucap syukur kepada Allah dengan tiada berkeputusan, yaitu sebab apabila kamu terima perkataan yang didengar dari pada kami, yaitu perkataan Allah, maka kamu menyambut dia, bukannya seperti perkataan manusia, melainkan seperti sungguh juga ia ada, yaitu perkataan Allah, yang bekerja juga didalam kamu yang percaya ini.

Klinkert 1879: Maka inilah sebabnja kami pon mengoetjap sjoekoer kapada Allah dengan tidak berkapoetoesan, sebab tatkala kamoe menerima sabda Allah, jang kami adjarkan itoe, kamoe menerima dia, boekan saperti perkataan manoesia, melainkan saperti sabda Allah dengan sabenarnja, jang melakoekan koewasanja dalam kamoe jang pertjaja.

Klinkert 1863: Maka sebab itoe kita djoega mengoetjap soekoer sama Allah dengan trada brentinja, sebab, tatkala kamoe soedah trima perkataan Allah, jang kamoe dengar dari kita, maka kamoe soedah trima sama dia boekan saperti perkataan manoesia, melainken saperti jang bener, ija-itoe perkataan Allah adanja, jang melakoeken koewasanja dalem kamoe jang pertjaja.

Melayu Baba: Dan kerna ini sbab, kita ini pun mnguchap shukor k-pada Allah dngan t'ada berrnti-rnti, ia'itu sbab bila kamu trima deri kita itu perkata'an Allah yang di-khabarkan, kamu sudah sambot bukan-nya sperti perkata'an manusia, ttapi yang s-btul-nya Allah punya perkata'an, yang ada bkerja di dalam kamu yang perchaya.

Ambon Draft: Awleh karana jang mana kami djuga mengutjap sukur kapadaAllah dengan tijada putus, bahuwa, pada tatkala kamu sudah tarimaperkata; an chotbat Allah, kamu sudah tarima itu bukan sepertisatu perkata; an manusija, tetapi, sabagimana songgoh-songgoh ada, seperti perkata; an Allah, jang lagi ada bakardja di dalam kamujang pertjaja.

Keasberry 1853: Maka inilah subabnya kamu pun munguchapkan shukor kapada Allah dungan tiada burkaputusan, subab, apabila kamu tulah munurima purkataan Allah yang kamu munungar deripada kami, maka kamu tulah munurima akan dia bukannya sapurti purkataan manusia, mulainkan sapurti yang bunar, iya itu purkataan Allah adanya, yang mulakukan dungan tuntu dalam kamu yang buriman itu.

Keasberry 1866: Maka inilah sŭbabnya kami pun mŭnguchapkan shukor kapada Allah dŭngan tiada bŭrkaputusan, sŭbab, apabila kamu tŭlah mŭnŭrima pŭrkataan Allah yang kamu mŭnŭngar deripada kami, maka kamu tŭlah mŭnŭrima akan dia bukannya spŭrti pŭrkataan manusia, mŭlainkan spŭrti yang bŭnar, iya itu pŭrkataan Allah adanya, yang mŭlakukan dŭngan tŭntu dalam kamu yang bŭriman itu.

Leydekker Draft: Sebab 'itu lagi kamij 'ini meng`utjap kaputusan, bahuwa, tatkala kamu sudah tarima perkata`an 'Allah jang terdengar deri pada kamij, kamu sudah menjambot 'itu, bukan 'akan perkata`an manusija 2, tetapi (seperti 'adanja dengan sabenarnja,) 'akan perkata`an 'Allah, jang lagi bakardja didalam kamu jang ber`iman.

AVB: Di samping itu, kami sentiasa bersyukur kepada Allah kerana apabila kami menyampaikan perkhabaran Allah kepadamu, kamu telah mendengar dan menyambutnya bukan sebagai perutusan daripada manusia tetapi sebagai firman Allah. Memang benar perkhabaran itu daripada Allah yang bekerja dalam dirimu yang beriman.

Iban: Lalu kami mega seruran meri terima kasih ngagai Allah Taala ke nya, ngambika lebuh kita nerima jaku Allah Taala ti didinga kita ari kami suba, kita nerima iya ukai baka ke nerima jaku mensia, tang nerima jaku Allah Taala, laban iya endang amat jaku Allah Taala, ti bekereja dalam kita ke arap.


TB ITL: Dan <2532> karena <1223> itulah <5124> kami <2249> tidak putus-putusnya <89> mengucap syukur <2168> juga <2532> kepada Allah <2316>, sebab <3754> kamu telah menerima <3880> firman <3056> Allah <2316> yang kami <2257> beritakan itu, bukan <3756> sebagai perkataan <3056> manusia <444>, tetapi <235> -- dan memang <2531> sungguh-sungguh <230> demikian -- sebagai firman <3056> Allah <2316>, yang <3739> bekerja <1754> juga <2532> di dalam <1722> kamu <5213> yang percaya <4100>. [<189> <3844> <1209> <1510>]


Jawa: Awit saka iku aku iya tansah padha saos sokur marang Gusti Allah, dene pangandikane Gusti Allah kang padha dakwartakake marang kowe iku wus padha koktampani, ora kokanggep pituturing manungsa, nanging -- lan iki pancen iya nyata mangkono -- kokanggep sabdaning Allah, kang uga makarya ana ing kowe kang padha pracaya.

Jawa 2006: Awit saka iku aku iya tansah padha saos sokur marang Allah, amarga kowé padha nampani pangandikané Allah kang dakwartakaké iku, ora kaya pituturing manungsa, nanging -- lan iki pancèn sanyata mangkono -- iku sabdaning Allah, kang uga makarya ana ing kowé kang padha pracaya.

Jawa 1994: Kejaba kuwi ana sebab liyané menèh sing njalari aku tansah padha saos sukur marang Gusti Allah. Yakuwi enggonmu padha nampani Injilé Gusti Allah, sing dakwartakaké, padha koktampani ora kaya pawarta saka manungsa, nanging kaya pangandikané Gusti Allah piyambak. Lan kuwi pancèn iya kudu mengkono; sebab Gusti Allah makarya ana ing kowé, sing padha precaya marang Gusti Yésus Kristus.

Jawa-Suriname: Enèng jalaran liyané menèh sing marakké awaké déwé tansah maturkesuwun marang Gusti Allah, yakuwi, dongé awaké déwé ngabarké pituturé Gusti Allah marang kowé, kowé pada gelem ngrungokké lan pada gelem nampa. Lan menèh, ora mbok anggep kaya pituturé manungsa, ora, nanging kaya sak nyatané, mbok anggep pituturé Gusti Allah déwé. Wujuté pituturé Gusti Allah ya nyambutgawé tenan ing uripmu, sing pada pretyaya marang Gusti Yésus Kristus.

Sunda: Jeung kieu nu matak sim kuring muji sukur ka Allah teh: Eta amanat ti Allah anu ditepikeun ku sim kuring teh ku aranjeun ditarima jeung dipercaya, yen lain beja ti manusa, tapi amanat ti Allah. Eta nandakeun yen Allah geus ngagerakkeun hate aranjeun sangkan percaya ka Kristus.

Sunda Formal: Teu weleh ngarasa sukur ka kersa Allah, reh dulur-dulur teh geus sakitu leahna narima pangwawaran simkuring sapara kanca; kalawan kayakinan yen anu diwawarkeun ku simkuring sapara kanca teh, lain asal ti manusa, tapi hal pangandika Allah anu geus ngagerakkeun hate aranjeun datang ka percaya.

Madura: Badha pole settong parkara se daddi lantaranna kaula sadaja asokkor ka Allah, enggi paneka e bakto kaula sadaja manapa’ Kabar Bagus dhari Allah ka’issa’ ka sampeyan, sampeyan meyarsa ban narema kabar ganeka banne menangka kabar dhari manossa, nangeng menangka kabar dhari Allah ongguwan. Salerana se maguli sampeyan se parcaja ka Almasih.

Bauzi: Iho uba ahamte le ame Alam Im Neàna lam uba vameadaha di lam uho nehame ozodume tu vuzehehe vabak. “Ame im lam iho dam bakda nibe debut faasi meedaha imot modem bak. Ada imbona ozomo?” lahame labi vi ozome tu vuzehehe vabak. Uho gi neha, “Ame im lam abo Alat debut faasi meedaha imot modem bak,” lahame labi vi ozome uledi tu vuzehehe bak. Labihàmu iho ame bak laba laha vi ozome Ala bake, “Am abo neàte,” lahame dihasi tom vou baeda. Dihasi neo tom vou baeda. Labihadam bak. Uho lab vi ozoho bak lam imbote. Ame im lam Alat debut faasi meedaha imot modem bak. Labi Alat Am im lam ve uho Kristus bake tu vuzehi meedam dam labe um ahu ad laba modi vizi vabiedam labe ubu uho amu meedaha bak lam fa voedume seddume fa vei neàdeda. Labihadam imot modem bak.

Bali: Punika awinane, tiang tansah ngaturang panyuksma ring Ida Sang Hyang Widi Wasa. Rikala tiang ngrauhang sabdan Ida Sang Hyang Widi Wasa ring semeton, semeton sampun mirengang tur nampi sabdane punika, boyaja sakadi tutur manusa, nanging sakadi sabdan Ida Sang Hyang Widi Wasa, tur sawiakti kadi asapunika. Santukan Ida Sang Hyang Widi Wasa makarya sajeroning semeton, sane pracaya ring Ida Sang Kristus.

Ngaju: Aton ije hal beken tinai je mawi ikei harajur manarimakasih intu Hatalla. Hal te iete, metoh ikei manyampai barita bara Hatalla akan keton, keton mahining tuntang manarima barita te dia ie kilau barita bara olon, tapi kilau barita je toto-toto bara Hatalla. Ie te je metoh kanjerae bagawi huang keton je percaya dengan Kristus.

Sasak: Araq malik sopoq hal lain saq miaq tiang pade tetep besyukur lẽq Allah. Sẽngaq waktu tiang pade nyampẽang berite lẽman Allah tipaq side, side pade dengah dait nerimaq Manik Allah nike ndẽqne sebagẽ berite lẽman manusie, laguq sebagẽ berite saq tetu-tetu lẽman Allah, saq kenyeke bekarye lẽq dalem diriqde saq percaye lẽq Almasih.

Bugis: Engka mupa séddi passaleng laingngé iya mebbuékki tuli mattarima kasi lao ri Allataala. Iyaro passalengngé iyanaritu: wettutta palettu’i biritta polé ri Allataala lao ri iko, muwéngkalingai sibawa mutarimai iyaro birittaé tenniya selaku biritta polé ri tolinoé, iyakiya selaku biritta iya tonget-tongengngé polé ri Allataala. Aléna ritu majjama ri laleng alému iya mateppe’é ri Kristus.

Makasar: Nia’ pole maraengannaya a’jari saba’ natuli appala’ sukkuru’ ikambe mae ri Allata’ala. Iamintu, angkanaya ri wattunna napabattu ikambe anjo biritta battua ri Allata’ala, nupilangngeri siagang nutarimai anjo birittaya, teai salaku biritta battu ri rupataua, passangalinna salaku biritta battu ri Allata’ala. KalenNa Allata’ala anggaukangi anjo jama-jamanga lalang ri kalennu, ia matappaka mae ri Almasi.

Toraja: Iamo bannangnato anna tae’ duka ka’tungki ma’kurre sumanga’ langngan Puang Matua, belanna iatommi tarimami tu kadanNa Puang Matua, tu kipalolang, tae’ mitarima susii kada tolino, sangadinna susitu tonganna inang den, iamotu kadanNa Puang Matua, tu mengkarang duka lan kalemi, tu kamu ma’patonganna.

Duri: Denpa mesa' napusaba', angkituli mangkurru sumanga' lako Puang Allataala. Iamo to kumua, ia tongkipangpeissenanni lako kamu' to kareba jio mai Puang Allataala, mipesa'dingngii mitarimai joo kareba, tangngia kumua pole jio mai tolino, apa mikatappa'i kumua pole jio mai Puang Allataala. Tongan kumua kadan-Na Puang Allataala joo kareba, to da'tan mangjama lan penawammi to tomatappa' lako Puang Isa.

Gorontalo: Donggo woluwo olo pasali tuwawu u lalayita hesukuruwo lami ode Allahuta'ala. Pasali boyito, deuwitoyito tou ami helopotunggulo habari mopiyohe lonto Allahuta'ala ode olimongoli, timongoli lodungohu wawu lololimo habari boyito, dila bo habari lonto manusiya, bo habari u otutu banari lonto Allahuta'ala. Habari boyito hemo'olotola imani limongoli ta paracaya ode oli Isa Almasih.

Gorontalo 2006: Donggo Woluo poli sua̒li tuwau uwewo ulohutu olamiaatia lolapali oduo̒lo ode Allahu Taa̒ala. Sua̒li boito yito, deu̒ tou̒ amiaatia lopo tunggulai habari lonto Allahu Taa̒ala olimongoli, timongoli lodungohe wau lololimo habari boito diila odelo habari lonto manusia, bo odelo habari u tutuulio tutu lonto Allahu Taa̒ala. Tiolo tadonggo kalakalaja todelomo batanga limongoli tapalacaya li Almasi.

Balantak: Isian sambanaan soosoodo men ninsidakon i kai sianta otasna basukuur na Alaata'ala. Tempo i kai nengelelekon na ko'omuu Lele Pore men ringkat na Alaata'ala, kuu nongorongor ka' namarasaya lele iya'a taasi' koi lele men tundunanna mian, kasee kuu parasayamo se' tuutuu' lele men ringkat na Alaata'ala. Alaata'alamo iya'a a men pintanga' balimang na wakamuu sanda-sanda' men noparasayamo ni Kristus.

Bambam: Anna takattukam duka' ma'kuhhu' sumanga' längäm olona Puang Allataala anu' untahimangkoa' kadanna indo kibebeham, tä' muangga'a' kadanna to lino sapo' muangga'a' kadanna Puang Allataala, anna abana si'da hi tia kadanna indo si napopengkähä liu Puang Allataala illaam kalemua' to ungkatappa'i Puang Yesus.

Kaili Da'a: Naria sangelepa ntanina sampe kami da'a nenonto nanguli tarimakasi ka Alatala. Etumo tempo komi nangepe Tesa nu Alatala to nipatolelekami ka komi, tesa etu da'a nireke komi aga tesa manusia. Tapi etunitarima komi ewa tesa nggari ja'i Alatala mboto. Pade etu mpu'u-mpu'u Tesa nu Alatala to nokarajaa riara nggatuwu komi to nomparasaya i Pue Yesus.

Mongondow: Oyuíon in totok mokopia-pia kong gina nami, sahingga kami tantuí mosukur ko'i Allah. Tuata wakutu ing kami nopoyaput in Habar Mopia nongkon i Allah ko'i monimu. Habar Mopia tatua diaíbií tongaí inanggap monimu habar nongkon intau, ta'e totu-totu'ubií Habar Mopia nongkon i Allah. Sin Roho-Nyabií im pinopopakeí-Nya ko'inimu nogaid kon tua mita, intau inta mopirisaya ko'i Yesus.

Aralle: Ma'kuhhu'sumanga' lolo touang kami' dai' di olona Puang Alataala aka' untahimbomokoa' kara Dehata ang kipepainsangnging. Yatoo dai ungngangka'a' kara to lino ampo' ungngangka'a' Bahtakaranna Puang Alataala aka' inang noa si'daetee'. Yato Bahtakara Dehata mengkähäng lolo yaling di kalaemua' ang mampetahpa' dai' di Puang Yesus.

Napu: Ara mani hampaka au morua lalungki manguli liliu ngkaya kamaroana i Pue Ala. Ngkorana Pue au nihadi hangko irikami, bara nitarima nodo lolita au hangko i manusia pea. Agayana nitarima i katou-touana nodo bambari hangko i Pue Ala. Hai ide-ide, Ngkorana Pue Ala iti mokale liliu i lalumi, lawi mepoinalaimokau i Pue Yesu.

Sangir: Piạbe hal᷊ẹ̌ sěmbaụ lai wal᷊ine; makạkoạ si kami měngkate masau makitarimakasẹ su Mawu Ruata. Kụ piạ e i kami mělẹ̌habar'u hengetangu Mawu e si kamene kụ i kamene rimaẹ u hengetang ene wal᷊inewe kere waweran taumata kaiso kawe kere hengetangu Ruata! Mawu Ruata e kạpẹ̌munarane su ral᷊ungu watangeng i kamene apan mangimang si Kristus.

Taa: Wali kami tare seja pandoonya manganto’oka i Pue Allah tarima matao apa tempo kami mampaponsanika resi komi tuntu i mPue Allah seore, komi manasa kareba etu yako resi i Pue Allah semo. Komi taa mampobuuka kareba etu ojo yako resi to lino. Wali see naka tempo komi mangandonge, komi masanang mangantima apa kareba etu monso pu’u tuntu i mPue Allah to mapalaong ri raya ngkita to mangaya.

Rote: Hapu seluk dede'ak fe'ek esa, nde tao na ami moke makasi tataas esa neu Manetualai na. Dede'ak ndia nde ia nae, nai lelek fo ami manduku-malosak halak ndia, ta da'dileo halak neme hataholi daebafa ka mai fa te, da'dileo halak fo te'e-te'e ana mai neme Manetualain mai. Ndia nde mana tao-no'i nai emi fo mana mamahele Kristu sa, ao inan dale.

Galela: De lo mia sumbayang ma rabaka qangodu kanaga lo mitemo, "Ya, Jou! Ani laha ka ilamo poli." Sababu ma orasi o Gikimoi Awi demo minisihabari so niise gena, ngini niaqehe qaloha, sababu nianako o demo magena to nyawa manga demowa, duma ngini nianako igogou-gogou magena to Gikimoi Awi demo, de Awi demo magena imanara to ngini nipipiricaya nia sininga ma rabaka.

Yali, Angguruk: Niren Allah wene hiyag hisarukukon holtikipteg ap kinangmon enewene hiyag nisaruk eleg, Allah wene hiyag nisaruk perikip. Hiren perikibon ari fano, ap kinangmon enewene hiyag hisarukuk fug, Allah wene tik-tem toho hiyag hisarukuk. Allah wene fanowon inowen hit hinindi selehap tirisimu likiya hupmu hit fahet Allah fam sembahyang uruk lit wel turuk lahe.

Karo: Janah lit denga sabap si deban si erbahanca kami tetap ngataken bujur man Dibata. Asum iberitaken kami man bandu Kata Dibata, ibegikenndu dingen ialokenndu Kata e labo bagi kata si rehna i bas manusia nari tapi bagi Kata si rehna i bas Dibata nari. Janah si tuhuna kin Kata e i bas Dibata nari. Sabap Dibata sangana erdahin i bas kam si tek man BaNa.

Simalungun: Halani ai mangkatahon tarima kasih do hanami tongtong bani Naibata, ai ijalo nasiam do hata ni Naibata na binogei nasiam hun bennami, ijalo nasiam do in, sedo songon hata ni jolma, tapi songon hata ni Naibata do, ai in do in tongon, gabe marpangkorhon ibagas uhur nasiam na porsaya.

Toba: Dibahen i tongtong do hami mandok mauliate tu Debata, ai dijangkon hamu do hata ni Debata na binegemuna sian hami; ndada songon hata ni jolma dijangkon, hamu i, tung songon hata ni Debata do, ai i do i tutu, gabe marpangkorhon ma hata i di bagasan hamu, angka na porsea.

Dairi: Lot dèng sada nai makinken oda meradi-adi kami mendokken mejalo metangkup bai Dèbata, imo penjalo ndènè i kata Dèbata sikusukutken kami; ijalo kènè berita i oda bagè sukuten bai jelma nai, tapi berita bai Dèbata nai ngo, ai tuhu-tuhu ngo i kata bai Dèbata nai! Mengula ngo Dèbata ibagasen kènè sienggo percaya bai Kristus.

Minangkabau: Ado ciyek lai parkaro nan lain, nan mambuwek kami taruih batarimo kasih kapado Allah. Nan kami mukasuikkan iyolah, dikutiko kami manyampaikan firman Allah, angku-angku layi namuah mandanga, sarato manarimo firman tu indak sabagai barito dari manusia doh, tapi sabagai barito nan batua-batua dari Allah. Baliaulah nan sadang bakarajo dalam diri angku-angku nan ba iman kapado Isa Almasih.

Nias: So sambua tõ danõ bõ'õ wa lõ mamalõmalõ ma'andrõ saohagõlõ khõ Lowalangi. Ya'ia wa me luo ma'ombakha'õ daroma li Lowalangi ba khõmi, no mitema daroma li andrõ, tenga si mane taroma li niha, no si mane taroma li Lowalangi. Lowalangi zohalõw̃õ bakha ba dõdõmi, ya'ami si no mamati khõ Keriso.

Mentawai: Iageti ai peilé mitsá sara galai tubumui, aitutu bagamai masikua surá simariu-riu ka tubut Taikamanua, iaté ka tetret akuoi kai, masipakakra Katuareman Simaerú sibara ka Taikamanua, ka tubumui, anuarepi samba anusiló kam katuareman néné, tá sibara ka sirimanua, tápoi Katuareman Simaerú bulat tubut sibara ka tubut Taikamanua. Nia lé amugalai ka bagat paatuatmui, kam simatonem baga ka tubut Kristus.

Lampung: Wat lagi sai hal bareh sai nyani sekam selalu ngucapko terima kasih jama Allah. Hal udi iado, bahwa waktu sekam nyampaiko kabar jak Allah jama niku, keti ngedengi rik nerima kabar udi lain sebagai kabar jak manusia kidang sebagai kabar sai benor-benor jak Allah. Iado sai sedang beguai delom dirimu sai percaya jama Almasih.

Aceh: Na lom saboh teuk hai nyang laén nyang teupeujeuet kamoe sabe meulakée teurimong gaséh ubak Allah. Hainyan na kheueh, bahwa bak watée kamoe peutrok haba nibak Allah keugata, gata tadeungoe dan tateurimong haba nyan kon sibagoe haba nibak manusia, teuma sibagoe haba nyang biet-biet teuka nibak Po teu Allah. Gobnyan kheueh nyang teungoh mubuet lam tuboh gata nyang meuiman ubak Almaseh.

Mamasa: Tangkattukan duka' ma'kurru' sumanga' langngan olona Puang Allata'alla, anu' murangnginnaa' battakadanna kipalanda', tae' muangga' kada to lino sapo' muangga'a' battakadanna Puang Allata'alla, aka innang battakadanna tongan. Ummolai inde battakadannae marassammi ma'dama Puang Allata'alla illalan kalemua' anggammu to mangngorean.

Berik: Jes jepserem ai taterisi Uwa Sanbagirmana jam isa agalaba nasipminintim ibe, aamei taterisi jeiserem ga ima sarbili, ane taterisi jeiserem ga ima taabili, ane ga ima gunu, "Taterisi aaiserem gam ke angtanemana, jengga taterisi aaiserem bunar-bunarsusfer ba Uwa Sanbagirmanam." Ane Uwa Sanbagiri awelna ga Jei gwebili ilem inibe, aam temawer aamei Yesus ijewera tebanaram. Ane seyafter jeiserem jem temawer ai Uwa Sanbagiri ajewera pujitawenaram enggame ase samfer golmini.

Manggarai: Ami toé manga beténg te wali di’a oné Mori Keraéng, ai méu poli tiba reweng Diham, hitut keréba dami. Keréba dami hitu, toé ali curup de manusia, maik ali reweng de Mori Keraéng hitut manga oné nai de méu ata imbi Hia.

Sabu: Nee ri ko hahhi lai do wala ri hakku tu jhi ta loro-loro ne peha'e kolo lii ie-ae pa Deo. Ne lai do naanne, nadhe ke, pa awe ta pedhae ne ri jhi ne lii do ngati Deo ne pa mu, do dhanno jhe do hamme ke ri mu ne lii do naanne adho do dakka ngati raiwawa, tapulara mii do tarra-tarra ngati Deo. No ke ne do jhagga pa dhara ade mu do parahajha pa Kristus.

Kupang: Botong minta tarima kasi sang Tuhan Allah sonde tau putus-putus, tagal waktu bosong dengar itu Kabar Bae dari botong, bosong bukan tarima manusia pung kata-kata, ma dengar Tuhan Allah pung Kata-kata. Dia sandiri yang ada karjá di bosong yang parcaya pung dalam hati.

Abun: Men ki ndo mo Yefun Allah mo suk dik yo o gato nin ben ne, sare do, tomgato men ki Yefun Allah bi sukdu nai nin jam, nin nai sukdu ne tepsu yetu bi sukdu-i nde, wo nin nai sukdu ne tepsu Yefun Allah bi sukdu-i. Sangge, sukdu ne ma kadit Yefun Allah. Yefun Allah bi sukdu-i ne kak nin yé gato onyar kem mo Yesus Kristus ne bi sukjimnut-i subere nin nggiwa nin ben An bi suk-i ne sor.

Meyah: Beda memef mois oufamofa eteb gu Allah tein, jeska gij mona ongga memef menjefesij rot Allah oga gu iwa, beda iwa ig rot iskusk noba iroun efen oga insa koma rot idou ongga eskeiramera. Noba gij mona insa koma tein iwa iroun oga insa koma, jeska iwa ijginaga rot oida oga koma bera enen jeska rusnok ongga giskini ojgomu guru. Tina iwa iroun oga insa koma jeska idou ororu oida koma bera Allah efen oga ongga tenten fob. Noba koma bera tenten ojgomu, jeska Allah ofij iwa ongga iroru efen oga rot tenten ojgomuja.

Uma: Ria-pi hanyala to mpakeni-kai mpo'uli' tarima kasi oa' hi Alata'ala. Apa' kareba to ni'epe ngkai kai' nitarima hewa Lolita Alata'ala mpu'u, uma nitarima hewa lolita manusia'-wadi. Pai' bate wae mpu'u, kareba toe bate Lolita Alata'ala to mobago ncuu hi rala nono-ni to mepangala' hi Pue'.

Yawa: Reamo kove raura seo Amisye ai tutir weye arono reamo ayao Amisye raugaje wasaijoe, wapo ranaun muno wapo raugav nsiso wasanuga rai. Wapo ratantona wapare ayao umaso mamo ayao vatan bayave wema jewen, yara ayao tugae de no Amisye aije ma. Amisye apa ayao umaso mo vambunine raugaje vatano wapanave Aije wasanuga rai.


NETBible: And so we too constantly thank God that when you received God’s message that you heard from us, you accepted it not as a human message, but as it truly is, God’s message, which is at work among you who believe.

NASB: For this reason we also constantly thank God that when you received the word of God which you heard from us, you accepted it not as the word of men, but for what it really is, the word of God, which also performs its work in you who believe.

HCSB: Also, this is why we constantly thank God, because when you received the message about God that you heard from us, you welcomed it not as a human message, but as it truly is, the message of God, which also works effectively in you believers.

LEB: And because of this we also give thanks to God constantly, that [when you] received God’s word _that you heard_ from us, you accepted [it] not [as the] word of men, but as [it] truly is, [the] word of God, which also is at work in you who believe.

NIV: And we also thank God continually because, when you received the word of God, which you heard from us, you accepted it not as the word of men, but as it actually is, the word of God, which is at work in you who believe.

ESV: And we also thank God constantly for this, that when you received the word of God, which you heard from us, you accepted it not as the word of men but as what it really is, the word of God, which is at work in you believers.

NRSV: We also constantly give thanks to God for this, that when you received the word of God that you heard from us, you accepted it not as a human word but as what it really is, God’s word, which is also at work in you believers.

REB: We have reason to thank God continually because, when we handed on God's message, you accepted it, not as the word of men, but as what it truly is, the very word of God at work in you who are believers.

NKJV: For this reason we also thank God without ceasing, because when you received the word of God which you heard from us, you welcomed it not as the word of men, but as it is in truth, the word of God, which also effectively works in you who believe.

KJV: For this cause also thank we God without ceasing, because, when ye received the word of God which ye heard of us, ye received [it] not [as] the word of men, but as it is in truth, the word of God, which effectually worketh also in you that believe.

AMP: And we also [especially] thank God continually for this, that when you received the message of God [which you heard] from us, you welcomed it not as the word of [mere] men, but as it truly is, the Word of God, which is effectually at work in you who believe [exercising its superhuman power in those who adhere to and trust in and rely on it].

NLT: And we will never stop thanking God that when we preached his message to you, you didn’t think of the words we spoke as being just our own. You accepted what we said as the very word of God––which, of course, it was. And this word continues to work in you who believe.

GNB: And there is another reason why we always give thanks to God. When we brought you God's message, you heard it and accepted it, not as a message from human beings but as God's message, which indeed it is. For God is at work in you who believe.

ERV: Also, we always thank God because of the way you accepted his message. You heard it and accepted it as God’s message, not our own. And it really is God’s message. And it works in you who believe.

EVD: Also, we always thank God because of the way you accepted God’s message (teaching). You heard that message from us, and you accepted it like it was God’s words, not the words of men. And it really is God’s message (teaching). And that message works in you people who believe.

BBE: And for this cause we still give praise to God, that, when the word came to your ears through us, you took it, not as the word of man, but, as it truly is, the word of God, which has living power in you who have faith.

MSG: And now we look back on all this and thank God, an artesian well of thanks! When you got the Message of God we preached, you didn't pass it off as just one more human opinion, but you took it to heart as God's true word to you, which it is, God himself at work in you believers!

Phillips NT: And so we are continually thankful to God that when you heard the Word of God from us you accepted it, not as a mere human message, but as it really is, God's Word, a power in the lives of you who believe.

DEIBLER: We continually thank God also because when you heard the message that we told to you, you accepted it as the true message, the good message that God gave to us. We did not invent it. We also thank God that he is changing your lives because you trust this message [PRS].

GULLAH: An dey noda reason we tell God tankya all de time. Wen we come an tell oona God wod, oona pay mind ta um. An oona ain tek um fa be wod wa people bring, bot oona tek um fa be God wod. E God wod fa true, an dat wod da wok eenside oona haat, oona wa bleebe.

CEV: We always thank God that you believed the message we preached. It came from him, and it isn't something made up by humans. You accepted it as God's message, and now he is working in you.

CEVUK: We always thank God that you believed the message we preached. It came from him, and it isn't something made up by humans. You accepted it as God's message, and now he is working in you.

GWV: Here is another reason why we never stop thanking God: When you received God’s word from us, you realized it wasn’t the word of humans. Instead, you accepted it for what it really is––the word of God. This word is at work in you believers.


NET [draft] ITL: And <2532> so <1223> we <2249> too <2532> constantly <89> thank <2168> God <2316> that <3754> when you received <3880> God’s <2316> message <3056> that you heard <189> from <3844> us <2257>, you accepted <1209> it not <3756> as a human <444> message <3056>, but <235> as <2531> it truly <230> is <1510>, God’s <2316> message <3056>, which <3739> is at work <1754> among <1722> you <5213> who believe <4100>.


  Share Facebook  |  Share Twitter

 <<  1 Tesalonika 2 : 13 >> 

Bahan Renungan: SH - RH - ROC
Download
Kamus Alkitab
Kamus Bahasa
Kidung Jemaat
Nyanyikanlah Kidung Baru
Pelengkap Kidung Jemaat
Alkitab.mobi
Copyright
© 2010-2022
Alkitab.SABDA.org

Android.SABDA.org
SABDA.mobi
Bantuan
Dual Panel

Laporan Masalah/Saran